BANJARMASIN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para siswa SMAN 2 Jorong. Setelah melalui persiapan yang intensif dan kompetisi yang ketat, tim baris berbaris (Paskibra) sekolah ini berhasil meraih penghargaan dalam ajang bergengsi Lomba Olahraga Baris Berbaris (LOBB) PEGASUS se-Kalimantan Selatan. Lomba yang diselenggarakan di SMAN 4 Banjarbaru pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026 ini mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai sekolah menengah atas di provinsi ini.
Apa Itu Lomba Paskibra? Definisi dan Makna di Balik Setiap Gerakan
Berdasarkan informasi dari foto yang didokumentasikan, Lomba Paskibra atau Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) adalah kompetisi yang menguji keterampilan, kedisiplinan, kekompakan, dan jiwa kepemimpinan peserta dalam hal baris-berbaris. Lomba ini tidak sekadar tentang gerakan fisik yang seragam dan tegap, tetapi juga tentang penghayatan mendalam terhadap nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan rasa hormat terhadap simbol negara, terutama Bendera Merah Putih. Elemen yang dilombakan biasanya mencakup PBB dasar (Peraturan Baris Berbaris), formasi variasi yang kreatif dan penuh makna, serta penilaian terhadap sikap dan karakter pasukan. Prestasi dalam lomba semacam ini menjadi tolok ukur kedisiplinan dan kualitas pembinaan karakter di sebuah sekolah.
Detik-Detik Keberhasilan: Siapa, Di Mana, dan Kapan Prestasi Ini Terjadi?

Dalam LOBB PEGASUS se-Kalsel 2026 tersebut, SMAN 2 Jorong mengirimkan dua tim andalannya. Hasilnya sungguh spektakuler. Tim B SMAN 2 Jorong berhasil meraih juara ketiga, sementara rival sekaligus saudara terdekatnya, Tim B SMAN 1 Banjarmasin, meraih juara kedua. Gelar juara pertama berhasil diraih oleh SMAN 3 Banjarbaru. Kompetisi berlangsung dengan sangat ketat dan diawasi oleh dewan juri yang memiliki kredibilitas tinggi, terdiri dari personel TNI AD dari Martapura dan anggota kepolisian dari Polresta Banjarbaru, serta juri khusus untuk penilaian formasi variasi dari Forbasi (Forum Baris Berbaris Indonesia).
Bagaimana Proses Menuju Puncak Prestasi?
Prestasi ini bukanlah sesuatu yang instan. Ia adalah buah dari proses panjang yang diwarnai oleh latihan keras, dedikasi, dan sinergi yang kuat antara peserta, pelatih, dan seluruh pihak sekolah. Latihan rutin, mulai dari teknik dasar PBB hingga merancang formasi variasi yang menantang dan penuh arti, dilakukan di bawah bimbingan yang ketat. Setiap langkah, setiap aba-aba, dan setiap bentuk formasi diulang ratusan kali hingga mencapai tingkat presisi dan keharmonisan yang sempurna. Mental dan fisik para siswa ditempa untuk mampu tampil maksimal di bawah tekanan kompetisi.
Mengapa Prestasi Ini Sangat Bermakna?
Prestasi di bidang non-akademik seperti Paskibra memiliki makna yang sangat dalam. Pertama, ini adalah bukti nyata pembangunan karakter siswa yang mencakup disiplin, tanggung jawab, kerja sama tim, dan ketangguhan mental. Kedua, prestasi ini mengangkat nama baik sekolah dan daerah di kancah regional Kalimantan Selatan. Ketiga, ia menjadi inspirasi bagi siswa lainnya bahwa kerja keras dan komitmen akan membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam konteks yang lebih luas, lomba seperti ini adalah sarana melestarikan dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda melalui aktivitas yang positif dan menantang.
Pendapat Membangun dari Pimpinan dan Pembina
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan dan bimbingan dari pihak sekolah. Sukaji, S.Pd., M.S., Kepala SMAN 2 Jorong, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang mendalam. “Ini adalah buah dari ketekunan dan semangat pantang menyerah seluruh anggota tim dan para pembina. Kami di pihak sekolah selalu berkomitmen untuk mendukung setiap potensi siswa, tidak hanya di akademik tetapi juga di bidang ekstrakurikuler seperti Paskibra. Prestasi ini membuktikan bahwa disiplin dan kerja keras adalah kunci kesuksesan. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi lebih tinggi lagi ke tingkat yang lebih luas,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, Tri Wahyuni, S.Pd., Gr., selaku Pembina Paskibra SMAN 2 Jorong, yang namanya tercatat dalam dokumentasi percakapan tersebut, membeberkan perjalanan tim. “Perjalanan kami penuh dengan liku-liku dan tantangan. Latihan yang intens, pengorbanan waktu, dan tekanan saat lomba adalah bagian dari proses. Namun, saya melihat pertumbuhan yang luar biasa pada anak-anak, bukan hanya dalam skill baris-berbaris, tetapi juga dalam hal kepemimpinan dan solidaritas. Mereka belajar untuk saling percaya dan mengandalkan satu sama lain. Pencapaian juara ketiga ini adalah titik awal, bukan akhir perjalanan. Evaluasi akan kami lakukan untuk memperbaiki setiap kelemahan, terutama dalam inovasi formasi variasi dan kekompakan gerak, agar di event berikutnya kita bisa meraih hasil yang lebih optimal,” tutur Tri Wahyuni dengan nada penuh harap dan keyakinan.
Apa Langkah Ke Depan Setelah Prestasi Ini?
Pencapaian di LOBB PEGASUS se-Kalsel 2026 ini diharapkan menjadi pijakan yang kokoh untuk langkah-langkah berikutnya. Tim Paskibra SMAN 2 Jorong akan terus berbenah, mengintensifkan latihan dengan metode yang lebih berkembang, dan mungkin mulai mengincar kompetisi di level nasional. Dukungan dari sekolah, orang tua, dan alumni juga akan terus dioptimalkan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan tim.
Secara keseluruhan, keberhasilan SMAN 2 Jorong dalam LOBB PEGASUS se-Kalsel 2026 adalah sebuah narasi inspiratif tentang semangat juang, disiplin, dan kolaborasi. Ia mengingatkan kita bahwa di balik setiap trofi dan piala, ada cerita panjang tentang keringat, ketekunan, dan pembelajaran berharga yang membentuk pribadi-pribadi unggul. Prestasi ini bukan hanya tentang baris-berbaris; ia adalah tentang membentuk generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, dan siap bersaing dengan penuh sportivitas. Selamat kepada SMAN 2 Jorong! Semoga prestasi ini menjadi pemantik bagi lahirnya prestasi-prestasi lain yang terus mengharumkan nama sekolah dan daerah (Iw.S).







