ASAM GARAM MENGAJAR DI TAHUN 2024 Puisi: Erwina Hasibuan, S.Pd.

ASAM GARAM MENGAJAR DI TAHUN 2024 Puisi: Erwina Hasibuan

ASAM GARAM MENGAJAR DI TAHUN 2024
Karya: Erwina Hasibuan, S.Pd.

Redup, menyinari. dihajar, mengajar. terlepas, menemukan
2024 terlampau habis masanya, yang tertinggal hanya serpih-serpih yang disusun rapi meski terkadang pecah berantakan
Segalanya terasa melelahkan sebab harus tunduk pada keadaan dan pendewasaan

Untuk suka, berambisi adalah kebutuhan dan tentunya pencapaian adalah emas
Hidup dalam lingkaran bola-bola mata polos nan suci adalah anugerah seperti air yang lulus mengudara
Napas sebening embun dalam mengeja huruf konsonan mencipta jiwa yang semula kosong menjadi terisi telak
Lihatlah, semburat merah di pipi ketika bibirku memuji, menyanjung jari-jemari mungil demi menoreh abjad kasat mata
Bagian ini aku terbangkan tanpa desakan demi mereka yang memperoleh kebahagiaan
Kemarin, sepanjang jalan menuju damai telah aku temukan senyum-senyum teduh bak Dewi Batari
Menyampul ilmu di kepala untuk bercerita pada orang tua
Tas punggung berisi buku bagai isyarat jarak mengayam prasangka yang perlahan berubah kebanggaan
Hakikatnya, aku tak khawatir pada mereka yang mampu sendiri
Meski selalu ditemukan radar kesulitan, aku senantiasa sanggup membersamai mereka

Untuk duka, sebab luapan emosi berkelindan meski liar dan tak menyenangkan
Selalu ada sesal di ubun-ubun sampai payah menanggapi
Maka sebagaimana istimewanya perlakuan mereka
Terkadang aku bodoh dan miskin untuk meromantisasinya
Maka sebagaimana indahnya senyum dan tawa mereka
Terkadang aku bengis dalam membalas bahasa cinta sejatinya
Maka sebagaimana bebal dan jahilnya mereka
Terkadang aku lupa untuk menjadi manusia semestinya

Beban administrasi, kesenjangan sosial, faktor alam, masalah internal
Semuanya berubah menjadi duri enigma
Predikat sadis nan kejam seolah menjadi bumerang tanpa kontrol
Hingga melahirkan penyesalan seluas samudera ketika maaf terlontar dari mulut mereka yang lugu

Maka ketika jiwaku mengajar, aku belajar
Mereka dibesarkan dengan toleransi, dorongan, rasa aman, pujian
Agar mereka kelak menjadi insan yang membenahi, menghargai, menaruh rasa percaya dan tentunya menemukan cinta dan kasih kehidupan
Tak sepatutnya aku ceroboh serta kasar
Sebab mereka anak surga, tawa mereka bagai mantra dan canda mereka terlampau candu

Nak, mari belajar untuk saling memperbaiki di waktu berikutnya
Minimal tak saling menorehkan luka
Mari menutup kekurangan dengan kesempurnaan
Agar bukan aku saja manusia yang menjelma menjadi ‘guru’ itu
Namun gelar ‘murid’ yang tersemat di badanmu akan ikut menjelma menjadi ‘guru kecil’ yang berguna di dunia dan akhirat

Tagar:

Bagikan postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *