Berbicara tentang sebuah pendidikan merupakan sesuatu yang urgen dalam kehidupan kita,karena semakin tinggi sebuah pendidikan akan semakin berpeluang memiliki sebuah pekerjaan yang layak,namun tidak dipungkiri pula bukan hanya sebuah pendidikan dengan gelar yang panjang yang menjadi sebuah prioritas namun tentunya tak kalah penting adalah sebuah karakter, karena gelar akademik yang panjang akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pribadi dan lingkungan kerja. Akan tetapi, gelar akademik saja tidak akan cukup, perlu juga membangun karakter yang baik. Dengan karakter pribadi yang baik, maka gelar akademik yang sudah kita miliki menjadi daya tawar tersendiri bagi banyak orang.
Sementara itu, proses pendidikan sendiri masih banyak mengejar aspek kognitifnya daripada aspek psikomotoriknya. Masih banyak pendidik atau guru yang mengajar di sekolah hanya menjadikan kegiatan belajar mengajar menjadi suatu formalitas pekerjaan saja. Proses belajar mengajar ini lebih terlihat pada sisi formalitas belaka tanpa melihat karakter masing masing anak. Menemukan guru-guru yang mengajarkan bagaimana menjadi seorang yang baik, etika-etika serta mendidik karakter anak masih sangat jarang ditemukan.
Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan
Dari sekian bahyak pilar itu tentunya semua sangat penting namun dalam melihat kondisi yang ada sekarang adalah salah salah satu pilar yang hilang dan sangat perlu untuk di ajarkan kembali kepada anak anak kita adalah pentingnya sebuah karakter kejujuran. Kejujuran ini bukan hanya sekedar diucapkan namun perlu sebuah pelatihan dan pembelajaran serta pembiasan yang dicontohkan sejak dini bukan hanya kepada anak anak tetapi memulai dari diri kita sendiri sehingga dengan adanya itu semua mampu menjadi sebuah pondasi dan benteng untuk kita semua baik dilingkup pendidikan, dirumah dan terlebih dalam masyarakat.
Selain kejujuran ada pilar lain yakni keadilan, rasa hormat karena dengan adanya rasa hormat, anak anak kita akan lebih menghormati dan dan menghargai orang lain. Bukan hanya sifat egois yang dikedepankan. Akan tetapi anak anak kita akan menghormati dan menghargai orang yang lebih tua itulah pentingnya penerapan karakter yang namanya rasa hormat itu sendiri.
Manakalah sebuah pendidikan karakter kira terapkan dengan baik dilingkungan sekolah maka tentunya anak anak kita menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga dengan pribadi yang baik tentunya juga perlu dukungan baik, baik dari lingkup keluarga, sekolah dan tentunya masyarak, karena pendidikan karakter bukab hanya dibebankan kepada sekolah dalam hal ini guur mendidik namun menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencetak sebuah generasi yang lebih baik yang memiliki karakter.
Dan beberapa bentuk karakter yang bisa diterapkan disekolah yaitu:
- Toleransi,
Tentunya dalam lingkup pendidikan banyak siswa yang memiliki latar belakang yang berbeda baik dari suku, agama, dan ras, sehingga perlu dilatih untuk anak anak kita untuk saling menghargai orang lain walaupun memiliki latar belakang yang berbeda.
- Kerja keras
Merupakan sebuah prilaku yang menunjukkan siswa untuk mencapai sesuatu dengan semangat belajar dengan giat belajar sehingga mampu mendapatkan nilai yang baik
- Disiplin
Penerapan disiplin merupakan hal yang penting untuk masa depan anak anak kita karena kebiasaan kedisiplinan itu bukan sebuah kebiasaan yang spontan bisa dilaksanakan namun sebuah pembiasaan yang dilakukan sejak dini sehingga dengan itu mampu terbawa ia memiliki sebuah pekerjaan
- Kreatif
Merupakan sebuah prilaku yang menggambarkan sebuah siswa yang memiliki inovatif seperti pandai memecahkan masalah serta menemukan cara baru yang lebih baik dari sebelumnya
- Semangat Kebangsaan
Menanamkan jiwa semangat kebangsaan kepada siswa juga perlu dilakukan sejak dini. Pendidik perlu mengajarkan kepada siswa untuk mementingkan kepentingan orang banyak dibanding kepentingan pribadi.
- Demokratis
bersikap demokratis yang tidak menganggap dirinya lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Contohnya adalah siswa perlu menjalankan kewajiban yang sama dengan siswa lain.
Semua karakter ini mampu diterapkan manakalah peran seorang guru mampu menjadi sebuah teladan salah satu penerapan keteladan seorang guru yakni mencontohkan membuang sampah pada tempatnya, menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum, tidak boleh sambil berdiri, berbicara sesuai dengan tata krama,berbicara pelan kepada siapapun yang jaraknya masih dapat dijangkau, pakaian harus syar’i, berdo’a pada saat akan memulai kegiatan, memberikan contoh untuk selalu berkata dan berbuat jujur, dan hal baik lainnya. Selain itu guru juga tidak akan bosan untuk mengingatkan peserta didik untuk berperilaku baik pada pembiasaan diri sehari-hari sehingga tertanam karakter yang baik pada peserta didik. Peran guru sebagai inspirator Guru sebagai inspirator harus mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik nya dengan apa yang guru miliki atau pun bisa dengan menggunakan inspirasi dari tokoh-tokoh teladan sehingga dapat membangkitkan semangat peserta didik untuk meraih prestasi dan berkarakter baik. Peran guru sebagai motivator Guru sebagai inspirator harus mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik nya dengan apa yang guru miliki atau pun bisa dengan menggunakan inspirasi dari tokoh-tokoh teladan sehingga dapat membangkitkan semangat peserta didik untuk meraih prestasi dan berkarakter baik. Guru sebagai diminisator, serta guru harus sebagai Evaluator. Berdasarkan lima peran guru yang telah dibahas maka nilai karakter yang berhasil ditanamkan pada peserta didik adalah adalah karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, dan tanggungjawab
Pendidikan karakter bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, pendidikan karakter akan menjadi fondasi yang kuat bagi Indonesia untuk mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudi pekerti luhur. Dengan pendidikan karakter yang baik, kita dapat berharap masa depan Indonesia yang lebih cerah dan beradab.
4 Responses
semoga bermanfaat untuk orang banyak
Alhamdulillah, saya telah membaca artikel bapak. Salah satu terbentuknya karakter siswa adalah peran aktif guru. Guru sebagai contoh di sekolah hendaknya memberikan teladan yang baik bagi siswanya. Dengan artikel ini menambah wawasan saya bagaimana kolaborasi semua pihak sekolah untuk memperbaiki karakter siswa sangat penting.
Peran orang tua yang paling bertanggung jawab atas karakter anak² nya. Terutama seorang ibu. Sebagaimana dalam suatu Ungkapan Al-Ummu Madrasatul Ula “ibu adalah madrasah pertama”. Ibu yang berakhlak baik, insya Allah akan melahirkan anak yang berakhlak baik pula. Begitu pun sebaliknya.
Karya yg luar biasa
Terus berkarya