Kata Teucap Sebagai Bentuk Kekuatan dan Tindakan

    Kata Terucap Sebagai Kekuatan dan Tindakan

Kita sering mendengar ungkapan bahwa tindakan lebih berbicara daripada kata-kata, sebuah
pandangan yang sering meremehkan kekuatan komunikasi verbal. Namun sebenarnya, kata-kata
yang diucapkan bukan hanya rangkaian suara atau tulisan tanpa arti, melainkan sebagai fondasi
awal dari kenyataan yang akan terwujud.

Disadari atau tidak, setiap kata yang kita ucapkan, baik secara lisan maupun tulisan, memiliki
sebuah kekuatan yang mampu memberikan pengaruh terhadap kehidupan manusia. Kehidupan
bisa berubah selamanya hanya dengan satu kalimat atau satu kata yang bisa memberi semangat,
membangkitkan motivasi, bahkan merusak hidup seseorang.

Toni Robbins, seorang motivator terkenal dunia, menyatakan bahwa kata-kata yang kita gunakan
dalam keseharian membawa pengaruh tersendiri terhadap cara berpikir kita. Dalam bukunya
Awaken the Giant Within,” ia mengajarkan pentingnya mengganti kosakata yang dipakai sehari
hari dengan kata-kata yang lebih positif.

Pentingnya berkata positif
Di zaman digital yang serba cepat ini, ketika informasi terus mengalir deras tanpa henti, maka
penting untuk menyampaikan pesan baik secara lisan maupun tulisan dengan cara yang efektif dan
bijaksana. Kata-kata kita memiliki kekuatan guna membangun hubungan, membuka jalan, dan,
menyebarkan energi positif, serta mendorong perubahan. Penggunaan kata-kata positif mampu
meningkatkan pola pikir dan kinerja kita. Saat kita mengatakan dan yakin bahwa “saya bisa,” maka
kita benar-benar mampu melakukannya, karena kata-kata positif berfungsi sebagai saklar
kehendak yang memicu motivasi dan tindakan.

Bukti nyata dari kekuatan kata – kata, berdasarkan penelitian
Dr. Masaru Emoto menemukan bahwa bentuk kristal air dapat berubah tergantung pada pesan yang
diterimanya. Kata-kata positif seperti “cinta” menghasilkan kristal air yang indah dan teratur,
sedangkan kata-kata negatif seperti “benci” membuat kristal menjadi rusak dan tidak teratur. Dr.
Emoto menyimpulkan bahwa udara memiliki sifat “hidup” dan dapat merespons pesan seperti
makhluk hidup. Jika alam di sekitar kita, seperti udara, tanaman, atau hewan, bisa merespons kata
kata manusia, maka tentu saja efek dari setiap kata yang kita ucapkan akan lebih kuat dirasakan
oleh diri kita dan orang lain.
Dalam bukunya yang berjudul The True Power of Water, Emoto menunjukkan bahwa air yang
sering mendapat kata-kata positif membentuk kristal berbentuk heksagonal yang sangat cantik,
sementara udara yang mendapat kata-kata negatif menghasilkan kristal yang rusak. Ia juga
menyebutkan bahwa kristal air terbaik adalah air zam-zam dari Mekah, yang memiliki bentuk
sempurna menyerupai berlian.

Kekuatan kata – kata dalam membentuk kepribadian manusia
Dalam ilmu Antropologi, terdapat teori yang disebut “Labelling Theory” atau teori pelabelan, yang
menyatakan bahwa identitas atau kepribadian seseorang sangat dipengaruhi oleh kata-kata atau
label yang sering ditempelkan padanya. Contohnya, seseorang yang sering disebut sebagai “Si
nakal” akan cenderung menjadi seperti label tersebut, terutama jika label itu sudah dikenalkan
sejak kecil. Ucapan orang tua kepada anak juga sangat berpengaruh; kata-kata positif seperti
“kamu hebat” dapat menumbuhkan rasa percaya diri, sementara kata-kata negatif seperti “kamu
bodoh” dapat membentuk kepribadian yang negatif.
Selain itu, bullying juga dapat membentuk kepribadian negatif dengan membuat seseorang
menjadi rendah diri atau bahkan meniru perilaku negatif tersebut. Oleh karena itu, penting untuk
menghindari pengaruh dari orang-orang yang suka memberi kata-kata negatif atau membully, serta
berusaha menggunakan ucapan positif baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Kata – kata dapat memengaruhi diri sendiri
Kata-kata yang selama ini kita gunakan memiliki pengaruh besar terhadap diri sendiri melalui tiga
mekanisme utama yaitu penguatan emosi, pembentukan persepsi, dan pengaruh langsung pada
otak. Dengan melakukan self-talk positif atau percakapan batin positif, seseorang mampu
meningkatkan motivasi, mendorong pola pikir yang lebih positif, memperbaiki suasana hati,
membangun ketahanan diri dan mampu tumbuh kembang menjadi lebih baik lagi.Hal Ini karena
kata-kata dapat mengubah cara kita memandang sebuah pengalaman, membantu kita mengubah
pikiran negatif menjadi pertanyaan yang memberdayakan, misalnya mengubah “Ini mengerikan”
menjadi “Apa yang bisa saya pelajari dari ujian atau cobaan ini?”

Kata-kata positif yang biasa kita ucapkan secara sadar mampu membangun suatu kebiasaan untuk
senantiasa berpikir positif, yang kemudian akan memperkuat jalur saraf positif di otak melalui
proses neuroplastisitas.Neuroplastisitas sendiri adalah suatu kemampuan otak yang berfungsi
untuk membentuk dan memperkuat jalur baru berdasarkan pengalaman dan pembelajaran,
termasuk melalui pengulangan kata-kata positif. Sebaliknya, kata-kata negatif yang diulang-ulang
secara terus-menerus dapat memperkuat pola pikir dan jalur saraf yang tidak sehat.

Selain itu, kata-kata juga memiliki resonansi emosional yang kuat. Dalam artian, resonansi
emosional merupakan sebuah pantulan emosi yang berasal dari kekuatan kata – kata dalam diri
sendiri maupun orang lain, yang mampu membawa perubahan positif pada jiwa dan pikiran serta
mampu memperkuat motivasi hinga perasaan. Kata – kata yang dipenuhi penghargaan dan
dilengkapi dengan sebuah dukungan, tentu saja mampu meningkatkan rasa percaya diri,
membangkitkan rasa semangat, dan mengurangi stress.

Berdasarkan itu kata – kata tidak hanya sebagai penyampain segala informasi, tetapi juga sebagai
factor dan pengatur emosi yang dapat memberikan sumber kekuatan antara hubungan interpersonal
serta mampu memberikan peningkatan atas kesejahterasan emosional seseorang.

Strategi untuk mengendalian kata – kata
Maka dari itu, penting untuk kita agar senatiasa memahami dan mengelola kata menjadi lebih
bermakna dan mengandung sebuah dukungan atau motivator, serta peningkatan kepercayaan diri.
Berikut strategi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari yaitu :
1. Berpikir sebelum berbicara.
2. Mengerti dan menghargai perasaan orang lain.
3. Gunakan Bahasa yang positif dan hindari perkataan yang toxic.
4. Ciptakan afirmasi positif.
5. Perhatikan nada bicara dan cara penyampaian.
6. Menjadi pendengar yang baik

Dengan menerapkan strategi tersebut dengan cara konsisten, maka kita dapat mengontrol dan
mengendalikan kekuatan kata – kata guna menciptakan hubungan yang lebih baik, meningkatkan
kesehatan mental dan emosional secara keseluruhan, serta membangun kepribadian positif.
Kata – kata memiliki kekuatan yang besar dalam membentuk kenyataan dan mempengaruhi
kehidupan manusia secara mendalam. Kata – kata bukan hanya sekadar alat komunikasi, tetapi
juga sebagai fondasi yang mampu membentuk persepsi, membangkitkan emosi, dan
mempengaruhi pola pikir dan Tindakan. Penggunaan kata positif dapat menciptakan hubungan
yang lebih harmonis, mendorong perubahan kearah yang lebih baik, dan meningkatkan
kepercayaan diri. Begitupun sebaliknya dengan kata negatif dan toxic dapat menimbulkan suatu
konflik, merusak kepribadian, dan menghambat kemajuan pribadi dan sosial.

Oleh karena itu, pemilihan dan pengendalian kata – kata secara bijaksana sangat penting untuk menciptakan
kehidupan yang penuh makna dan saling mendukung, baik dalam lingkup pribadi maupun interaksi
sosial.

 

Oleh :

MITHA

Mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia,

fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar.

Tagar:

Bagikan postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *