# ruangbestari.com > Wadah Informasi, Edukasi, Rekreasi, dan Kreasi dari Pelajar dan Pengajar Indonesia! ## Posts - [Dilema: Menyikapi Anak yang Ingin Menjadi YouTuber atau Gamer](https://ruangbestari.com/dilema-menyikapi-anak-yang-ingin-menjadi-youtuber-atau-gamer/): Dilema: Menyikapi Anak yang Ingin Menjadi Youtuber atau Gamer - [Mau Tidak Mau, Guru Tidak Boleh "Gaptek"!](https://ruangbestari.com/mau-tidak-mau-guru-tidak-boleh-gaptek/): Pendidikan adalah fondasi yang penting dalam pembangunan masa depan. Guru memiliki peran yang sangat signifikan dalam membimbing dan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk sukses. Dalam era digital yang berkembang pesat, guru tidak bisa lagi mengabaikan pentingnya literasi digital. Sebagai pendidik, guru tidak boleh “gaptek” atau gagap teknologi. Berikut adalah beberapa […] - [Siapa Generasi Z? Kenapa Dilabeli "Generasi Manja"?](https://ruangbestari.com/siapa-generasi-z-kenapa-dilabeli-generasi-manja/): Generasi Z, yang seringkali disebut sebagai Gen Z, adalah generasi yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga pertengahan 2010-an. Mereka adalah generasi yang tumbuh dalam era teknologi digital yang merajai dunia. Terlepas dari banyak kelebihan dan ciri khas mereka, Generasi Z juga seringkali dikritik dan dilabeli sebagai “generasi manja.” Dalam tulisan ini, kita akan menjelaskan apa […] - [Strategi Efektif Menghadapi Siswa yang Berbeda Karakter](https://ruangbestari.com/strategi-efektif-menghadapi-siswa-yang-berbeda-karakter/): Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan manusia. Namun, ketika kita merenung lebih dalam, kita dengan cepat menyadari bahwa setiap siswa memiliki perbedaan yang signifikan dalam sikap dan metode belajar mereka. Keragaman ini adalah elemen esensial dalam dunia pendidikan dan memahaminya merupakan kunci untuk memberikan pengajaran yang efektif dan inklusif. Salah satu alasan pokok […] - [Ilmu Logika: Kartu AS untuk Menjadi Penguasa Dunia](https://ruangbestari.com/ilmu-logika-kartu-as-untuk-menjadi-penguasa-dunia/): Kita semua sepakat bahwa belajar adalah cara manusia untuk mendapatkan pengetahuan. Tapi, seringkali banyak yang justru tidak mengetahui bagaimmana cara mendapatkan pengetahuan dengan baik. Tentu dengan belajar ktia bisa mendapatkan pengetahuan, namun lebih jauh dari itu ada satu ilmu yang jika bisa kita kuasai dengan baik, maka memperoleh pengetahuan adalah hal yang mudah buat kita, […] - [PMR: Muda Terdepan Penggerak Jentera Kemanusiaan](https://ruangbestari.com/pmr-muda-terdepan-penggerak-jentera-kemanusiaan/): Masyarakat adalah sekelompok orang yang terikat oleh salah satu kebudayaan yang mereka anggap sama, dikehidupan masyarakat sering kali adanya problematika yang menimpa salah satunya disebabkan oleh kurangnya rasa kemanusiaan antar sesama, seperti yang kita ketahui bangsa Indonesia banyak dilanda bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi dan lain-lain. Dengan situasi di atas, seluruh elemen […] - [Pemilihan Jurnalis Pelajar Bestari Literasi Indonesia 2024](https://ruangbestari.com/pemilihan-jurnalis-pelajar-bestari-literasi-indonesia-2024/): Bestari Literasi Indonesia (BLI) merupakan suatu komunitas yang diisi oleh oleh para guru (Guru Bestari), mahasiswa (Kampus Bestari), dan pelajar (Pelajar Bestari) yang tersebar di seluruh Indonesia; Komunitas yang bertekad untuk membentuk inti yang dinamis, membawa semangat segar, dan ide-ide inovatif ke dalam dunia literasi dan pendidikan; Komunitas yang tidak hanya melihat perannya sebagai profesi/status, […] - [Tuan Serakah dan Rasa yang Abadi - Puisi Tita Rosmiati](https://ruangbestari.com/tuan-serakah-dan-rasa-yang-abadi-puisi-tita-rosmiati/): Saat senja tiba, tuan itu datang bertamu Aku menyambutnya dengan istimewa Menjamunya dengan rasa yang tak sempat disampaikan matahari pada malam yang menjadikannya tiada Kukira ia akan pulang menjelang fajar Ternyata ia menetap sampai matahari terbit lalu terbenam kemudian Saat tanggal pertama di awal bulan tiba, tuan itu datang bertamu Aku menyambutnya dengan istimewa Menjamunya […] - [Dengan Ini - Puisi Tita Rosmiati](https://ruangbestari.com/dengan-ini-puisi-tita-rosmiati/): Dengan ini kukirimkan jarak pada jeda waktu yang tak berkehendak Dengan ini kusampaikan paham pada api yang sebenarnya belum padam Dengan ini kukirimkan harap dan doa Berharap setelah apinya padam, bukan pematik yang kau temui  Dengan ini kukirimkan paham pada laut dan matahari yang menjadikanmu hujan Berharap, setelah hujannya reda, bukan lagi air yang kau […] - [Cerpen "Kisah" - Eka Rizky Fauziah](https://ruangbestari.com/cerpen-kisah-eka-rizky-fauziah/): Namaku Rizkya, saat ini aku sedang menginjak semester 4 di salah satu Universitas yang ada di Bandung. Waktu begitu cepat berlalu, terasa kemarin aku menjadi perempuan penurut untuk mengikuti berbagai syarat masuk Universitas ternama ini. Gian, Punty, dan Nura. Tiga manusia, tiga perempuan dengan tiga kepribadian yang berbeda bisa menyelamatkanku dari sebuah lingkaran kekecewaan. Betapa […] - [Cerpen Semesta Tak Semestinya - Eka Rizky Fauziah](https://ruangbestari.com/cerpen-semesta-tak-semestinya-eka-rizky-fauziah/): Jarum jam terdengar lebih kencang menambah kesunyian yang semakin pekat. Aku dan kamu, sepasang manusia yang tak mampu memutar waktu lebih cepat. Menginginkan untuk mengendalikan takdir demi kebahagiaan yang tiada akhir. Meminta semesta berpihak pada apa yang terjadi itu sebab sepihak. Menengadah dan merapalkan doa agar Tuhan kabulkan semua harap yang telah kau tulis di […] - [Semesta Merindu - Puisi Eka Rizky Fauziah](https://ruangbestari.com/semesta-merindu-puisi-eka-rizky-fauziah/): Ada kenang yang menetap pada sisa-sisa harap Bercengkrama dengan Tuhan meminta kita dipersatukan Kau dan aku mengadu kala matahari kian tenggelam Kala malam semakin larut dan kita yang semakin kalut Lorong-lorong menjadi saksi ketiadaan kita Bangunan-bangunan yang semakin usang untuk dijadikan pulang Daun-daun semakin mengering, serta Kaca yang asyik bercengkrama dengan jemari Kini kita kembali […] - [Sajak Rindu - Puisi Eka Rizky Fauziah](https://ruangbestari.com/sajak-rindu-puisi-eka-rizky-fauziah/): Lama tak memandang goretan pena dalam waktuku Duduk dibawah naungan rumah penyejuk jiwa Mendengar celotehan dari para leluhur hebat Sejauh aku disini menunggu Melaju waktu menyelami kenang bersama lamunan tak kunjung usai Menunggu pulang membawa cerita; yang tak sampai pada pesan, segenggam rindu yang tersimpan Aku masih menanti Di sudut-sudut bawah pohon penikmat angin Berharap […] - [Berproses - Puisi Eka Rizky Fauziah](https://ruangbestari.com/berproses-puisi-eka-rizky-fauziah/): Setangkai daun pelepas penat Ucap syukur berkali-kali teruntuk daun yang tumbuh berproses Kesaksian lara pada jiwa ynag meronta Menggigil ditengah Tuhan tumpahkan air penikmat syukur pada hambanya Terik matahari membanjiri rumah untuk berteduh Biraiku basah terucap syukur pada setiap daun berproses Cianjur, 2023 - [Sejarah Terciptanya Angka: Dari Tanah Liat Sumeria hingga Sistem Arab](https://ruangbestari.com/sejarah-simbol-angka-matematika-dari-tanah-liat-sumeria-hingga-saat-ini/): Halo, sobat edu! Tahukah kamu, bagaimana awal mula simbol angka yang kita kenal? Dari mana asal dari angka-angka tersebut? Angka merupakan konsep matematika yang digunakan dalam pencacahan dan pengukuran. Simbol atau lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut sebagai angka atau lambang bilangan. Dalam matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya telah diperluas untuk meliputi […] - [Jadi Dewasa Gini Banget, Ya? - Dinar Nursyifa](https://ruangbestari.com/jadi-dewasa-gini-banget-ya-dinar-nursyifa/): Tidak sedikit di antara kita pasti pernah berpikir bahwa jadi dewasa ternyata gini banget, ya? Jika sedang merasakan hal tersebut, gapapa. Itu bukan suatu hal yang salah. Pada kenyataannya perjalanan jadi dewasa memang berliku dan tidak sederhana. Jadi wajar, jika kamu sering merasa gak baik-baik aja. Ketika ingin berbagi keluh kesah, tak jarang diurungkan tiba-tiba. […] - [Pemikul Kabar - Puisi Siti Qori K](https://ruangbestari.com/pemikul-kabar-puisi-siti-qori-k/): Sepanjang jalan disuguhkan suara roda yang berputar pada lintasannya Suara rengek si kecil yang meminta berhenti di jalan badan sudah remuk karena diamnya Menghirup udara yang bercampur dengan bau diri Masing pundaknya, lengannya menggandeng bawaannya Baju kotor, celana kotor, hati kotor Rasanya 15 menit sangat sesuai untuk menggantung tidur Terlelap dengan Pangukan pipi ditangan, ditikamnya […] - [E-Sports: Fenomena Kompetisi Game yang Meroket di Seluruh Dunia](https://ruangbestari.com/e-sports-fenomena-kompetisi-game-yang-meroket-di-seluruh-dunia/): Fenomena e-sports, di mana kompetisi game video telah berkembang menjadi industri hiburan global yang menarik perhatian jutaan penonton. Anda akan memahami bagaimana pemain profesional berkompetisi, dampaknya pada budaya populer, serta peluang yang tersedia di dalamnya. Artikel ini akan memberikan wawasan tentang mengapa e-sports telah menjadi fenomena global yang sangat meroket dan bagaimana ini telah mengubah […] - [Hiburan untuk Keluarga: Film dan Acara TV yang Cocok untuk Semua Usia](https://ruangbestari.com/hiburan-untuk-keluarga-film-dan-acara-tv-yang-cocok-untuk-semua-usia/): Dalam dunia yang penuh dengan beragam hiburan, menemukan tontonan yang cocok untuk seluruh keluarga bisa menjadi tugas yang menantang. Namun, tidak ada yang lebih berharga daripada momen-momen berkualitas bersama-sama, tertawa bersama, dan berbagi pengalaman yang tak terlupakan. Dalam artikel ini, kami akan membantu Anda menjelajahi dunia hiburan yang ramah keluarga, memperkenalkan Anda pada film dan […] - [Teknologi dalam Musik: Bagaimana Produksi dan Distribusi Musik Berubah](https://ruangbestari.com/teknologi-dalam-musik-bagaimana-produksi-dan-distribusi-musik-berubah/): Dalam era di mana teknologi semakin merajalela, industri musik tidak luput dari revolusi besar-besaran. Produksi, distribusi, dan konsumsi musik telah berubah secara signifikan berkat perkembangan teknologi. Dulu, musisi harus merekam di studio mahal, dan akses ke musik terbatas pada saluran tradisional seperti radio dan CD. Namun, hari ini, siapa pun dapat menjadi produser musik dengan […] - [Melampaui Batasan Ruang dan Waktu: Eksplorasi Dunia Virtual Reality](https://ruangbestari.com/melampaui-batasan-ruang-dan-waktu-eksplorasi-dunia-virtual-reality/): Dunia virtual reality (VR) telah mengubah cara kita memahami konsep ruang dan waktu, membawa pengalaman manusia ke tingkat yang sebelumnya hanya ada dalam mimpi. Di dalam dunia VR, kita dapat menjelajahi tempat-tempat yang jauh, merasakan pengalaman yang tak terbayangkan, dan berinteraksi dengan realitas yang diciptakan oleh teknologi. Dunia ini tidak lagi terbatas oleh batasan fisik […] - [Fotografi dengan Smartphone: Keajaiban Teknologi Kamera Genggaman](https://ruangbestari.com/fotografi-dengan-smartphone-keajaiban-teknologi-kamera-genggaman/): Teknologi fotografi pada smartphone telah mengubah cara kita melihat dan berbagi momen indah dalam hidup kita. Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi inovasi-inovasi terbaru dalam teknologi kamera smartphone, mulai dari kemampuan AI hingga penggunaan multiple lensa. Temukan bagaimana smartphone saat ini menjadi alat fotografi yang sangat kuat. Apa itu WordPress? WordPress merupakan tools paling populer […] - [Kecerdasan Buatan: Bagaimana AI Membentuk Masa Depan Bisnis dan Industri](https://ruangbestari.com/kecerdasan-buatan-bagaimana-ai-membentuk-masa-depan-bisnis-dan-industri/): Dalam era digital yang terus berkembang, kecerdasan buatan (AI) telah muncul sebagai kekuatan revolusioner yang mengubah lanskap bisnis dan industri secara fundamental. Teknologi yang sebelumnya hanya terlihat dalam film-film fiksi ilmiah, sekarang menjadi kenyataan yang mendorong inovasi di berbagai sektor. AI telah mengubah cara kita bekerja, berinteraksi dengan teknologi, dan mengelola bisnis. Dalam artikel ini, […] - [Tips dan Trik Mendapatkan Banyak Follower di Instagram](https://ruangbestari.com/tips-dan-trik-mendapatkan-banyak-follower-di-instagram/): Instagram adalah platform sosial yang kuat untuk berbagi kreativitas dan mengembangkan jaringan. Dalam artikel ini, kami akan mengungkap rahasia mendapatkan banyak follower di Instagram dengan cara yang otentik dan efektif. Temukan strategi untuk membangun komunitas online yang kuat dan mengembangkan pengikut Anda. Apa itu WordPress? WordPress merupakan tools paling populer yang memudahkan Anda untuk membuat […] - [Rahasia Sukses Bisnis di Era Digital: Membangun Prinsip-Prinsip yang Kuat](https://ruangbestari.com/rahasia-sukses-bisnis-di-era-digital-membangun-prinsip-prinsip-yang-kuat-2/): Keberhasilan bisnis di internet tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada fondasi prinsip-prinsip yang kuat. Dalam artikel ini, kita akan merinci prinsip-prinsip kunci yang mendasari bisnis sukses di dunia digital, dari fokus pada pelanggan hingga inovasi yang berkelanjutan. Apa itu WordPress? WordPress merupakan tools paling populer yang memudahkan Anda untuk membuat website sendiri tanpa […] - [Mendongkrak Profit Bisnis: Inovasi, Efisiensi, dan Pertumbuhan](https://ruangbestari.com/mendongkrak-profit-bisnis-inovasi-efisiensi-dan-pertumbuhan/): Bisnis yang berkelanjutan dan berkembang memerlukan pendekatan yang holistik terhadap profitabilitas. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bagaimana inovasi, efisiensi operasional, dan pertumbuhan yang berkelanjutan dapat meningkatkan profit bisnis Anda. Pelajari langkah-langkah konkret yang dapat Anda terapkan sekarang juga. Apa itu WordPress? WordPress merupakan tools paling populer yang memudahkan Anda untuk membuat website sendiri tanpa […] - [Pengaruh Anime bagi Remaja di Indonesia](https://ruangbestari.com/pengaruh-anime-bagi-remaja-di-indonesia/): Imperialisme budaya di Indonesia, seperti penyebaran budaya populer Jepang atau Japanese Popular Culture, telah menciptakan fenomena yang mencolok. Budaya populer Jepang, yang terkenal dengan sebutan Japanese Popular Culture, mengalami perkembangan pesat dengan tersebarnya pengaruhnya ke seluruh dunia. Masuknya dan tumbuhnya budaya populer Jepang di Indonesia telah memicu pertumbuhan komunitas pecinta budaya Jepang di tanah air. […] - [Gen-Z di Indonesia Hadapi Tantangan Kesehatan Mental](https://ruangbestari.com/generasi-z-di-indonesia-hadapi-tantangan-kesehatan-mental/): Generasi Z dianggap sebagai fondasi masa depan yang berpotensi memimpin Indonesia Emas 1945. Meskipun demikian, sebagian besar individu yang lahir antara tahun 2000 hingga 2010 menghadapi tantangan kesehatan mental, yang dapat memiliki dampak yang berkepanjangan baik secara sosial maupun ekonomi, serta berpotensi merugikan masa depan mereka jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat sejak awal. Menurut […] - [Pentingnya Pola Asuh Positif: Menghindari Perilaku Bullying pada Anak](https://ruangbestari.com/pentingnya-pola-asuh-positif-menghindari-perilaku-bullying-pada-anak/): Pola asuh orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak. Beberapa kesalahan pola asuh dapat berkontribusi pada perilaku bullying anak di sekolah. Berikut adalah beberapa kesalahan pola asuh yang mungkin menyebabkan anak menjadi pembuli: 1. Kekerasan dalam Rumah Tangga:Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh dengan kekerasan fisik atau verbal cenderung meniru perilaku […] - [Struktur dan komponen UUD 1945, Pembukaan & Batang Tubuh](https://ruangbestari.com/struktur-dan-komponen-uud-1945-pembukaan-batang-tubuh/) - [Sejarah Pembentukan UUD 1945 secara Singkat](https://ruangbestari.com/sejarah-pembentukan-uud-1945-secara-singkat/) - [Definisi dan Peran Konstitusi dalam Sebuah Negara](https://ruangbestari.com/definisi-dan-peran-konstitusi-dalam-sebuah-negara/): A. Definisi Konstitusi: Konstitusi adalah seperangkat hukum dan prinsip-prinsip dasar yang mengatur organisasi, fungsi, dan kebijakan sebuah negara. Ini adalah dokumen atau kerangka hukum tertulis yang menentukan struktur pemerintahan, hak dan kewajiban warga negara, serta hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Konstitusi menggambarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mendasari negara tersebut. B. Peran Konstitusi dalam Sebuah Negara: […] - [Nilai-nilai dasar Pancasila dan pengaruhnya terhadap ideologi negara Indonesia](https://ruangbestari.com/nilai-nilai-dasar-pancasila-dan-pengaruhnya-terhadap-ideologi-negara-indonesia/): Pancasila adalah dasar ideologi negara Indonesia yang terdiri dari lima nilai dasar yang mendasari sistem pemerintahan, budaya, dan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai dasar Pancasila dan pengaruhnya terhadap ideologi negara Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut:  A. Ketuhanan Yang Maha Esa (Belief in the One and Only God): 1.Nilai ini menekankan pengakuan terhadap adanya Tuhan yang Maha Esa. 2. […] - [Tips & Trik Lulus CPNS & PPPK Tahun 2023, Ketahui Lebih Cepat!](https://ruangbestari.com/tips-trik-lulus-cpns-pppk-tahun-2023-ketahui-lebih-cepat/): Halo, Sobat edu! Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2023 sudah dibuka! Seperti yang diketahui, pendaftar CPNS dan PPPK di setiap periode selalu mendapatkan banyak peminat. Hal ini karena menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di bawah instansi pemerintah memiliki banyak keuntungan. Keuntungan tersebut di antaranya seperti mendapatkan tunjangan dari pemerintah, mendapatkan […] - [SMA Negeri 1 Cianjur Gelar Kegiatan Bedah Buku Askara](https://ruangbestari.com/sma-negeri-1-cianjur-gelar-kegiatan-bedah-buku-askara/): Dewan Keluarga Masjid (DKM) Al-Mawa SMA Negeri 1 Cianjur (SMANSA) menggelar kegiatan bedah buku (15/09). Iqbal Fauzi Darussalam selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa kegiatan bedah buku tahun ini mengusung tema “Cahaya Ilmu Literasi Islami’, beliau menyampaikan bahwa narasumber pada kegiatan ini yaitu seorang penulis pencipta buku “Cipta Perubahan”. “Untuk kegiatan bedah buku tahun ini kami laksanakan […] - [3 Siswa SMKN 1 Cianjur Raih Prestasi di Olimpiade Akuntan Tingkat Nasional](https://ruangbestari.com/3-siswa-smkn-1-cianjur-raih-prestasi-di-olimpiade-akuntan-tingkat-nasional/): Tiga siswa AKKUL (Akuntansi dan Keuangan Lembaga) SMK Negeri 1 Cianjur (SMAKZIE) raih prestasi pada ajang olimpiade akuntansi se-Jawa Barat (16/09). Siswa yang mendapatkan kejuaraan yaitu Citra Ayu Lestari Putri Herdiono yang meraih juara pertama, Siti Maryam peraih juara ke-2 dan Huzaima Fitriani Amanda peraih juara ke-3. Kegiatan diawali dengan melakukan tes soal melalui google […] - [Mengungkap Modus Kekerasan Seksual di Sekolah](https://ruangbestari.com/mengungkap-modus-kekerasan-seksual-di-sekolah/): Hai Sobat Edu! Kalo kalian denger kata “sekolah”, apa sih yang ada dipikiran kalian? Sebuah tempat untuk menuntut ilmu? Tempat yang ada bapak dan ibu guru? tempat bertemu teman-teman? Tempat yang setiap hari Senin ada kegiatan upacara bendera? Ya, Semuanya benar! Sesuai dengan KBBI, sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima […] - [Pelajar Antusias Ikuti Kegiatan Pekan Lomba Pramuka 2023 KWARCAB Cianjur](https://ruangbestari.com/pelajar-antusias-ikuti-kegiatan-pekan-lomba-pramuka-2023-kwarcab-cianjur/): Kwartir Cabang (KWARCAB) Cianjur kembali gelar Pekan Lomba Pramuka Galang (PLPG) pada Rabu (13/09), kegiatan dilaksanakan di aula KWARCAB Cianjur di Jl. Pramuka, Sukamulya, Karangtengah, Cianjur. PLPG bertujuan untuk menggali bakat dan potensi pramuka penggalang yang ada di Cianjur. Hal tersebut serupa dengan apa yang diungkapkan oleh Dewi Rosita selaku Ketua Pelaksana kegiatan PLPG. “Kegiatan […] - [OSIS SMKN 1 CIPANAS Beri Santunan Anak Yatim](https://ruangbestari.com/osis-smkn-1-cipanas-beri-santunan-anak-yatim/): Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Negeri Cipanas 1 Cianjur mengadakan Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim di Panti Asuhan Wijaya Kusuma. Pada, Jumat (15/09) 2023. Bakti sosial merupakan salah satu program kerja yang melibatkan masyarakat luar sekolah yang bertujuan agar OSIS SMKN 1 Cipanas ini bisa memberikan manfaat serta kepedulian besar yang tidak hanya […] - [7 Cara Menghadapi Ulangan Sekolah agar Mendapat Nilai yang Bagus](https://ruangbestari.com/7-cara-menghadapi-ulangan-sekolah-agar-mendapat-nilai-yang-bagus/): Halo, sobat edu! Minggu-minggu ujian memang menjadi minggu yang padat untuk belajar. Tentu saja, karena semua ingin mendapatkan hasil yang terbaik setelah proses pembelajaran yang dijalani selama setengah semester. Ujian yang dihadapi tidak jarang membuat siswa menjadi khawatir karena takut persiapan yang dibutuhkan selama ujian masihlah kurang. Bagaimana cara untuk menghadapi ujian? Tenang saja, kali […] - [Kerja Sama Bilateral Indonesia dan Hungaria dalam Sistem Pengelolaan Air Bersih](https://ruangbestari.com/hubungan-bilateral-indonesia-dan-hungaria-dalam-sistem-pengelolaan-air-bersih/): A. Anugerah dan Masalah Air di Indonesia  Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Dengan ketersediaan air yang memadai, maka manusia dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman. Air juga merupakan salah satu komponen lingkungan hidup yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan seluruh makhluk hidup. Selain itu, air juga sangat diperlukan […] - [Ringkih di Palu - Puisi Nur Zelfi](https://ruangbestari.com/ringkih-dipalu-puisi-nur-zelfi/): Dan rembulan pun kini masam sisa-sisa belai yang kau tanggalkan lekat, aromanya pekat, menyayat terasa aku dihujam batu berduri; duri dari mulutmu. Kering kerontang dikuras sendu makin ringkih, aku dipalu ternyata, kelaparan kasihmu; kasih paling mempesona yang tercipta dari sukma Lalu aku menua dengan kebisuan perihal rindu bersama puluhan lembar tulisan yang berbicara; dalam polos […] - [Kita Adalah Bahagia - Puisi Tita Rosmiati](https://ruangbestari.com/kita-adalah-bahagia-puisi-tita-rosmiati/): TenangKita bukan Cappadocia yang diimpikan KinanBukan juga 99 cahaya dilangit EropaYang sepertinya terlalu terang TenangKita bukan warna jingga saat senja disore hariBukan juga bintang yang gemerlap dilangit malamTapi kita adalah bahagiaBahagia saat menatap dua buah bibirYang sedang menceritakan hal yang sama setiap saat TenangKita bukan wangi tanah setelah hujan turunBukan juga wangi pada aroma kopi […] - [Transformasi & Asta Grahita - Puisi Elsa Adetia](https://ruangbestari.com/puisi-transformasi-asta-grahita-elsa-adetia/): Transformasi Namun, semesta selalu berotasiMembuat semua makhluk mengalami dilatasiDari sebuah peradaban yang membutuhkan translasiBukankah yang mesti dilakukan manusia hanyalah berefleksi? Cianjur – April, 2020 Asta Grahita Dari pengasingan, dirinya tak bisa kembali melalui persimpanganUtopia itu menghilang, samar tertutup kabut hujan yang membekuAnomali membuatnya tak mampu meneguk secangkir kopi pagi hariBeribu rasa pahit terlanjur menguar, mendekam […] - [Lauching ruangbestari.com, Lomba Cipta Puisi Tingkat SMA dan Pengajar dibuka Gratis](https://ruangbestari.com/lauching-ruangbestari-com-lomba-cipta-puisi-tingkat-sma-dan-pengajar-dibuka-gratis/): Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna internet paling banyak di dunia. Berdasarkan data dari internetworldstat.com pada 2021, Indonesia menempati peringkat ke-4 dengan 171.260.000 pengguna internet. Namun pada pengaplikasiannya, banyak pengguna internet di Indonesia yang menyelewengkan internet menjadi sarana penyebar kabar dan informasi bohong, penipuan, judi, akses konten pornografi, kekerasan seksual, penculikan, dan sebagainya. Berdasarkan […] - [Lutpi Sarjana Pendobrak Kata, sang Hoarder Peraih Cita](https://ruangbestari.com/lutpi-sarjana-pendobrak-kata-sang-hoarder-peraih-cita/): Namanya Lutpi, dia adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Beliau lahir di Cianjur tepatnya Cianjur selatan. Cianjur selatan berjarak sejauh 135 km dari Cianjur kota. Beliau lahir pada tanggal 25 Mei tahun 1998,sekarang usianya sudah matang akan menginjak 25 tahun. Lutpi kecil dididik menjadi pria yang pintar oleh kedua orangtuanya terutama sang ibu, saat ia […] - [Puisi Antara Dunia dan Alam Baka - Tita Rosmiati](https://ruangbestari.com/puisi-antara-dunia-dan-alam-baka-tita-rosmiati/): Jika beradu luka, mana yang sakitnya paling kentara?Jika beradu perih, mana yang paling tersayat dan merintih? Rindu yang terbelenggu antara jarak, dan waktu?Atau rindu yang menganga antara dunia dan alam baka? Rindu? Apa itu rindu?Rindu menerpa membangun nestapaRindu mencekik pada ruang sempit yang membuatku terpekikRindu membunuh membuat jiwa semakin rapuh Kenangan mana yang paling membekas?Kenangan apa yang membuat […] - [Tingginya Martabat Bahasa Meninggikan Nilai Jual Produk Lokal - Naura Nurtifali U](https://ruangbestari.com/pengaruh-bahasa-pada-nilai-jual-produk-lokal-naura-nurtifali-u/): Dalam laporan yang bertajuk “Digital 2021” yang dirilis oleh layanan manajemen konten HootSuite dan agensi pemasaran media sosial We Are Social, menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Peningkatan ini diindikasikan oleh transformasi digital yang semakin masif setelah banyak kegiatan masyarakat yang harus dilaksanakan melalui jaringan akibat pandemi Covid-19. […] - [Puisi Sebuah Perayaan - Eka Rizky Fauziah](https://ruangbestari.com/sebuah-perayaan-puisi-eka-rizky-fauziah/): Berhati-hatilah saat perjalanan.Libatkan Tuhan dengan segala, agar jika kau tersesat kau akan kembali ke rumah dengan ribuan harap.Tak lupa pakai jaketmu; agar dinginnya kita tak sampai terasa ke tulang-tulangmu.Pakai alas kakimu; agar tak terluka saat kau masuk rumah. Masuklah!Telah ku sajikan makanan kehijauan dengan satu suapan mengandung sejuta kenangan busuk.Teguklah kopi yang telah ku racik dengan […] - [Literasi Tanpa Rasa Percaya Diri Tidak Berguna​ - Rapi Nurfauzi](https://ruangbestari.com/literasi-tanpa-rasa-percaya-diri-tidak-berguna-rapi-nurfauzi/): Orang-orang menyeru bahwa literasi sangat penting, baik untuk individu maupun bagi negara. Tapi sebenarnya penting untuk apa? Apa karena membaca dan menulis yang menjadi ruh literasi itu akan meningkatkan wawasan masyarakat? Dapat memberi ilmu kepada orang lain? Atau bahkan meningkatkan kualitas daya saing bangsa? Mungkin iya! Kenapa hanya mungkin? Akan saya jawab! Kuliah di jurusan […] - [Selamat Datang - Puisi Iis Isnaeni, S.Pd., Gr.](https://ruangbestari.com/selamat-datang-puisi-iis-isnaeni-s-pd-gr/): Selamat Datang Karya: Iis Isnaeni, S.Pd., Gr. Selamat datang Di kelasku dalam hamparan tanah subuh dan sinar fajar Sesekali pijarnya benderang menyambut aroma syahdu pagi berbinar Sesekali lain air langit menghujani sendu berselimut kelabu terpancar Selamat datang Di sekolahku dalam peluk hangat mentari dan kicau pipit di atas Gereja Setiap hari roda besi memadati jalanan […] - [Aku dan Mereka - Puisi Hj. Ai Suarni, S.H., M.Pd.](https://ruangbestari.com/aku-dan-mereka-puisi-hj-ai-suarni-s-h-m-pd/): Aku dan Mereka Karya: Hj. Ai Suarni, S.H., M.Pd. Aku terdiam dengan gejolak dalam egoku Mereka bergumam, menggerutu dengan egonya Egokupun memuncak tapi aku adalah gurunya Ku tarik nafasku kuhembuskan perlahan. Seketika hening ruangan itu melihat tatapanku Ku atur nafasku kembali Merekapun terdiam dan tertunduk Aku gurunya Khayalku menerawang Ingin rasanya berteriak, memaki Meluapkan emosiku […] - [Tubuh-Tubuh Kecil - Puisi Hj. Nurmani, S.Pd.SD.](https://ruangbestari.com/tubuh-tubuh-kecil-puisi-hj-nurmani-s-pd-sd/): Tubuh-Tubuh Kecil Karya: Hj. Nurmani, S.Pd.SD. Tubuh tubuh kecil kutatap dengan lembut Ku sambut dengan senyum yang paling manis Ku singkirkan rasa jemu Ku singkirkan rasa Lelah Kusingkirkan rasa gundah Aku sadar, tubuh tubuh itu memiliki ruh yang suci Ruh-ruh yang haus ilmu Haus nasehat Haus kasih sayang dari orang tua yang mulai bimbang Tak […] - [Takkan terganti - Puisi Hizra Anisa Lintar Umar, S.Pd., Gr.](https://ruangbestari.com/takkan-terganti-puisi-hizra-anisa-lintar-umar-s-pd-gr/): Takkan terganti Karya: Hizra Anisa Lintar Umar, S.Pd., Gr. Guru… Digugu dan ditiru… Tugasmu sangatlah berat Wahai pendidik insan cendekia Sebab untaian ilmu yang engkau lantunkan Bagai pelita penerang dalam kegelapan Meski kecil, namun pijarnya menyelamatkan dalam gulita Lantunan nasehatmu dalam mendidik Bagaikan oase bagi jiwa-jiwa kekeringan Oleh hantaman kemarau akhlak dalam menegakkan Bahwa adab […] - [Pelangi di Kelas Baru - Puisi RR. Hiesta Maharani Purwita Habsari, S.S.](https://ruangbestari.com/pelangi-di-kelas-baru-puisi-rr-hiesta-maharani-purwita-habsari-s-s/): Pelangi di Kelas Baru Karya: RR. Hiesta Maharani Purwita Habsari, S.S. Bulan pertama tugas di kelas satu selaksa penuh warna Menghirup semilir hawa pelangi bau baru dari TK Ada warna merah biru nangis malu-malu dan manja Ada warna hijau jingga maju, menjawab dan bekata-kata Hingga tiba saatnya pelajaran baru menggambar bintang Seribu warna pelangi berpendar […] - [Sebelas Tahun Jadi Guru Honorer - PuisiHerawati, S.Pd.](https://ruangbestari.com/sebelas-tahun-jadi-guru-honorer-puisiherawati-s-pd/): Sebelas Tahun Jadi Guru Honorer Karya: Herawati, S.Pd. Demi pendidikan Demi sang anak bangsa Nampak jelas raut wajah kami Semangat membara dalam jiwa Teriknya mentari, derasnya hujan Batu kerikil pun akan kami lewati Gaji memang kecil Tapi tak menghalangi tuk menjadi pendidik Demi sang anak bangsa Gema pendidikan membahana Berbagai kurikulum tercipta Membangun bangsa bermartabak […] - [Pilu Kelu Guru di Tenda Biru - Puisi Hepy Sri Rahayu Pujiastuti, M.Pd.](https://ruangbestari.com/pilu-kelu-guru-di-tenda-biru-puisi-hepy-sri-rahayu-pujiastuti-m-pd/): Pilu Kelu Guru di Tenda Biru Karya: Hepy Sri Rahayu Pujiastuti, M.Pd. Tahun baru terasa biru, tak lagi berseru, semua membisu Ekspresi siswa kelas empat bernuansa pedih dan pilu Bantuan juga logistik diburu tanpa rasa malu Tak ada sungkan atau tersipu bertemu guru Lagi, kami bertemu membawa handuk dan sabun di pagi buta Sapaan khas […] - [Menjadi Ki Hajar Masa Kini - Puisi Hasanah Maulina Fergustiani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/menjadi-ki-hajar-masa-kini-puisi-hasanah-maulina-fergustiani-s-pd/): Menjadi Ki Hajar Masa Kini Karya: Hasanah Maulina Fergustiani, S.Pd. Bertanya pada diri Ini panggilan hati atau hanya sekedar profesi Katanya pahlawan tanpa tanda jasa Nyatanya mengajar saja masih sering terpaksa. Sudah pantaskah tuk digugu dan ditiru dengan banyaknya kurang pada laku? Sudah pantaskah jadi teladan untuk penerus masa depan? Dengan diri yang penuh kekurangan. […] - [Guru Untuk Generasi Emas Katanya - Puisi Harfiani, S.S.](https://ruangbestari.com/guru-untuk-generasi-emas-katanya-puisi-harfiani-s-s/): Guru Untuk Generasi Emas Katanya Karya: Harfiani, S.S. Engkau yang melayang jauh Menyandang kehormatan pahlawan tanpa tanda jasa Menguatkan tekad mencetak generasi emas Keikhlasan mentransformasikan ilmu hidup milenial Asik dunia maya mengupload ilmu lupa dunia nyata Smartphone dan komputer setia di depan mata Globalisasi terus menggerogoti Tak canggung jika berhadapan teknologi dengan muridnya Di balik […] - [Suka dan Duka Sang Guru - Puisi Haerudin, S.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-dan-duka-sang-guru-puisi-haerudin-s-pd/): Suka dan Duka Sang Guru Karya: Haerudin, S.Pd. Langkah yang penuh dengan tabah melintasi cakrawala Mendaki penuh dengan harapan Biar lelah dan untaian air mata Tetap semangat berjalan di ombak yang menerjang Menghantam karang yang berdiri di pantai Biar bajumu robek dan penuh dengan debu yang menempel di muka Tetap maju untuk mengukir masa depan […] - [Bahagianya Menjadi Guru: Katanya - Puisi Hadani, S.Pd.I](https://ruangbestari.com/bahagianya-menjadi-guru-katanya-puisi-hadani-s-pd-i/): Bahagianya Menjadi Guru: Katanya Karya: Hadani, S.Pd.I “Untuk seluruh honorer, segera kumpul kertas yang ditandatangani beliau!” Bergegaslah pejuang tanpa tanda jasa berebut membongkar berkas Berkas kisah Berkas salah Berkas lara Berkas guru Berkas rusuh Berkas rusak, basah nestapa “Bahagianya jadi guru,” kata guru honor yang sakit. “Sekarang saya sudah bekerja di gedung seberang sana Pak” […] - [Untukmu Guru - Puisi Fristiani Antari](https://ruangbestari.com/untukmu-guru-puisi-fristiani-antari/): Untukmu Guru Karya: Fristiani Antari Langit hari ini biru Namun begitu sendu Tapi semangatku Masih selalu menggebu Ku langkahkan kakiku Menyusuri ruangan kelasmu Menyapa siswa siswi Berbagi ilmu hingga sore hari Sekolah adalah rumah keduaku Siswa siswi adalah harapanku Senyum mereka adalah kekuatanku Untuk terus memberikan ilmu yang bermutu Nak, gurumu ini manusia biasa Jangan […] - [Impian Seorang Guru - Puisi Frans Verdi, S.Fil., M.Ilkom.](https://ruangbestari.com/impian-seorang-guru-puisi-frans-verdi-s-fil-m-ilkom/): Impian Seorang Guru Karya: Frans Verdi, S.Fil., M.Ilkom. Di awal pagi aku melantun doa, membuka hariku menemui mereka yang ku sapa siswa dan siswi Mereka di sana, di bilik-bilik sahaja, setia saban hari menantiku menyemai selaksa ilmu Mereka datang dari ragam perbedaan, entah tentang keluarga, hingga tentang jati diri Kepada mereka jiwaku memanggil untuk memberi […] - [Catatan Kecil - Puisi Fitriyani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/catatan-kecil-puisi-fitriyani-s-pd/): Catatan Kecil Karya: Fitriyani, S.Pd. Ta terasa waktu terus bergerak, waktu nyatanya enggan untuk menunggu Dalam hening, tanyaku terus memenuhi isi ruang kepala, Mengapa Tuhan menempatkan aku disini? Apakah aku cukup berarti dalam kehidupan ini? Biarkan tanyaku terbungkam seiring berlalunya senja yang pergi meninggalkan bayang jingganya. Ta perlu risau karena malam justru kan jauh lebih […] - [Kejutan Pertamaku - Puisi Fitri Legia Yonestia, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kejutan-pertamaku-puisi-fitri-legia-yonestia-s-pd/): Kejutan Pertamaku Karya: Fitri Legia Yonestia, S.Pd. Empat tahun sudah berlalu Semenjak ku dipanggil guru Hari ulang tahunku berlalu begitu saja Hari guru pun begitu juga Tak ada yang spesial Namun, Tidak di pungkiri harapan itu ada Keinginan merayakan bersama Rasa dianggap ada oleh mereka Bukan angin berlalu saja Ketika rasaku sudah terkubur Harapanku sudah […] - [Hari Ini - Puisi Firda Iryanti, S.Pd., Gr.](https://ruangbestari.com/hari-ini-puisi-firda-iryanti-s-pd-gr/): Hari Ini Karya: Firda Iryanti, S.Pd., Gr. Hari ini ingin ku curahkan segala rasaku Dalam lembaran catatan putih ini Biarlah ia bersaksi Bahwa perjalanan ini suci Setiap hari berdiri di depan kelas Materi pun indah tercemas Agar setiap insan Punya bekal dijadikan pedoman Hari ini ingin ku goreskan tintaku Dalam setiap sanubari siswaku Agar menjadi […] - [Senyum Sedih Sang Guru - Puisi Finna Fatma Sriutai, S.Pd.](https://ruangbestari.com/senyum-sedih-sang-guru-puisi-finna-fatma-sriutai-s-pd/): Senyum Sedih Sang Guru Karya: Finna Fatma Sriutai, S.Pd. Mentari pagi mulai menampakkan senyumnya Semburat warna kuning keemasan yang menghangatkan jiwa Senyum anak ceria yang mengisyaratkan kegembiraan Dengan penuh sukacita menyambut girang sang penyejuk jiwa Dengan langkah penuh keikhlasan dan senyum yang menenangkan Tampak tanpa beban memberikan percikan semangat untuk belajar Tentengan buku dan segala […] - [Alam dalam Profesi - Puisi Fauziah Hanum Lubis, S.Pd.](https://ruangbestari.com/alam-dalam-profesi-puisi-fauziah-hanum-lubis-s-pd/): Alam dalam Profesiku Karya: Fauziah Hanum Lubis, S.Pd. Wahai Angin Sampaikan pada dunia Aku bangga menjadi guru Saat mereka meremehkan profesiku Wahai rerumputan Sampaikan salam merdeka dan penantianku Pada murid-murid kebanggaanku Saat mereka pijakan kakinya di hamparanmu Wahai laut Kecilkan gelombang ombakmu karena muridku tidak senakal itu Mereka hanya mengekspresikan keinginannya yang terkekang Karena kebutuhan […] - [Bianglala - Puisi Euis Yuliati, S.Pd,SD.](https://ruangbestari.com/bianglala-puisi-euis-yuliati-s-pdsd/): Bianglala Karya: Euis Yuliati, S.Pd,SD. Sang fajar bergelora Cahyanya berpedar menembus jiwa Dihias awan pagi yang berseri Seakan membangunkanku dari mimpi Barisan putih merah nan cerah Dibalut senyum nan ramah Seraut wajahnya cerah Mencium tangan gurunya yang penuh berkah Langkahnya pasti Cita-citanya tinggi Di dadanya ada harapan Di hatinya ada keinginan Ku raih dua tangannya […] - [Jangan Jadi Guru Paud - Puisi Euis Yani](https://ruangbestari.com/jangan-jadi-guru-paud-puisi-euis-yani/): Jangan Jadi Guru Paud Oleh: Euis Yani Jangan jadi guru paud Jika anda tidak bisa memahami tumbuh kembang anak usia 0-6 tahun, “gold age” day care, baby class, kober, dan kelas 5-6 tahun Jangan jadi guru paud Jika anda tidak memahami dan mengerti pola asuh anak yang memiliki karakter neocortex, limbik, limbik x, dua area, […] - [Seikat Cinta Sahabat Kecilku - Puisi Erum Rumiasih, S.Pd.](https://ruangbestari.com/seikat-cinta-sahabat-kecilku-puisi-erum-rumiasih-s-pd/): Seikat Cinta Sahabat Kecilku Karya: Erum Rumiasih, S.Pd. Mentari menemani taburan senyumnya yang lugu gerak lincahnya riang berlomba menyambutku tanpa ragu berburu bergiliran mencium tanganku sambil berucap “Assalamualaikum Bu Guru” Itulah sahabat-sahabat kecilku matanya berbinar menyimpan rindu laksana sudah berpisah satu windu padahal baru kemarin kita bertemu Duhai sahabat-sahabat kecilku engkau penyemangat hari-hariku dari kodratmu […] - [Bakti Suci Tiada Tara - Puisi Erlina Widjaja, M.A., M.Th.](https://ruangbestari.com/bakti-suci-tiada-tara-puisi-erlina-widjaja-m-a-m-th/): Bakti Suci Tiada Tara Karya: Erlina Widjaja, M.A., M.Th. Guru… Tiap detik berlalu, terasa kobaran tekadmu, Peluh dan keluh berpadu, Tak padam oleh batasan daya, Tak luruh oleh batasan perangkat dan peraga, Kau junjung pengabdian, bak cahaya bagi kehidupan. Mengurai kegelapan, mengusir kebodohan. Rekuh masa depan, jalarkan hangat kasih dan asa. Utuh dalam harmoni, jalinan […] - [Pak Jono yang Nyaris Terlupakan - Puisi Eni Rohayati, S.Pd.](https://ruangbestari.com/pak-jono-yang-nyaris-terlupakan-puisi-eni-rohayati-s-pd/): Pak Jono yang Nyaris Terlupakan Karya: Eni Rohayati, S.Pd. Secangkir kopi pagi dan sepotong roti tiap hari Sangat sederhana tapi pasti Bukan sekedar mengisi hari tanpa arti Pada keadaan yang kadang sulit untuk dimengerti Jauh dari kesan kemewahan Seorang jasa yang tak memiliki status pasti Baginya bukanlah sebuah perkara Seorang guru honor tanpa memandang gaji […] - [Suka Dukanya Perjuangan Guru - Puisi Encep Deddy, S.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-dukanya-perjuangan-guru-puisi-encep-deddy-s-pd/): Suka Dukanya Perjuangan Guru Karya: Encep Deddy, S.Pd. Lika-liku perjalanan hidup setiap insan Selalu diwarnai berbagai macam keadaan Kadang sedih kadang pula gembira Bahkan harus bertaruh dengan kerasnya kenyataan yang ada Bentangan sungai tak jadi penghalang Demi melakukan kegiatan yang selalu terngiang Perahu tua jadi teman setia Walau sederhana namun mampu memberi kontribusi yang nyata […] - [Guru - Puisi Enar Sumartini, S.Pd.](https://ruangbestari.com/guru-puisi-enar-sumartini-s-pd/): Guru Karya: Enar Sumartini, S.Pd. Bak simponi lagu mendayu Tutur kata yang tak lembut selalu Bias-bias nanar wajah sendu Kadang mewarnai hari-harimu Wahai guru… Kecewa, sedih, terluka… Namun jiwa tak serta merta meronta Jika kau dapat akhlak muridmu Yang tak menapaki tutur katamu Namun jiwa yang kecewa itu Kesedihan dan lukanya sebuah hati Tak membuatmu […] - [Suka Duka Seorang Guru - Puisi Empat Patonah](https://ruangbestari.com/suka-duka-seorang-guru-puisi-empat-patonah/): Suka Duka Seorang Guru Karya: Empat Patonah Di antara buku dan pena, aku menapaki jalan Sebagai guru, aku bawa harapan dan mimpi Suka duka menjadi guru, aku rangkum dalam bait Di dunia pendidikan, aku memulai petualangan ini Suka, ketika mata anak-anak bercahaya Mereka belajar dan meraih pengetahuan setiap harinya Mengajar mereka, hingga mereka terbang tinggi […] - [Perihal Masa Depan - Puisi Eliza Nurfauziah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/perihal-masa-depan-puisi-eliza-nurfauziah-s-pd/): Perihal Masa Depan Karya: Eliza Nurfauziah, S.Pd. Kita tak pernah sepakat untuk bertemu Namun di titik perjalananmu menuju masa depan Aku ada dan selalu sampai akhir Aku memberimu, semua hal yang ku tahu Aku mencurahkan, segala rasaku untukmu Aku rela bertarung, meski dengan diriku Entah nanti berbalas apa yang ku terima Dengan hati dan sabar […] - [Menuntun Pejuang Masa Depan Negeri - Puisi Elis Mariyani](https://ruangbestari.com/menuntun-pejuang-masa-depan-negeri-puisi-elis-mariyani/): Menuntun Pejuang Masa Depan Negeriku Karya: Elis Mariyani Meniti hari menghitung waktu Dalam kepingan hati terasa sendu Saat menapaki jalan berliku Menuntun pejuang masa depan negeriku Engkau jangan pernah menyerah Teruslah berjalan tanpa rasa lelah Semangatmu selalu jagalah Walau kadang terpatah-patah Jika engkau sanggup berlari Kejarlah dengan nurani Diiringi kebenaran hakiki Dalam meraih mimpi Jika […] - [Nikmatnya Jadi Guru di Pakidulan - Puisi Ela Nurkomala, S.Pd.](https://ruangbestari.com/nikmatnya-jadi-guru-di-pakidulan-puisi-ela-nurkomala-s-pd/): Nikmatnya Jadi Guru di Pakidulan Karya: Ela Nurkomala, S.Pd. Hari demi hari telah ku lalui Melewati jalan berlubang dan berliku Menyusuri hutan yang masih terdengar mistis Bersahabat dengan deru dan debu Jangan tanya lelah atau tidak? Karena itu hanya pertanyaan retoris Siapa yang mau jauh dari keluarga? Tanyakan pada diri sendiri Ku nikmati tugas mulia […] - [Kompetisi Guru dan Generasi Alpha - Puisi Eka Rosmawati, M.Pd.](https://ruangbestari.com/kompetisi-guru-dan-generasi-alpha-puisi-eka-rosmawati-m-pd/): Kompetisi Guru dan Generasi Alpha Karya: Eka Rosmawati, M.Pd. Sebait kompetensi guru adalah syair prilaku Yang mesti dinyanyikan di dalam jiwa dari waktu ke waktu Kompetensi pribadi mengembangkan kewibawaan dan keteladanan Mesti terdengar merdu, berbahasa kalbu teramu dalam alun syahdu Tapi terkadang siswa tak memaknai kasih sayang Jika lagu mulai menghentak dinamis membangun musik rock […] - [Goresan Seorang Guru - Puisi Eka Rizky Fauziah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/goresan-seorang-guru-puisi-eka-rizky-fauziah-s-pd/): Goresan Seorang Guru Karya: Eka Rizky Fauziah, S.Pd. Aku hanya memiliki deretan buku dan ilmu Pengabdian pada anak-anak, mendidik segala isi kepala yang riuh akan aktifitas Sebuah kursi, meja, dan tumpukan kertas sebagai saksi akan bersua Segala isi kepalaku, lengkungan tipis bibirku, takkan ku biarkan bercerita denganmu Sebuah lisan pembawa suka Berjanji merubah nasib Menaikkan […] - [Jembatan Risalah - Puisi Egi Regista Apriandi, S.Pd.](https://ruangbestari.com/jembatan-risalah-puisi-egi-regista-apriandi-s-pd/): Jembatan Risalah Karya: Egi Regista Apriandi, S.Pd. Tercurah cucuran deras keringat asa Tak tersadar tak mampu lagi terseka Ia yakini tak ada yang sia Ia yakini tak ada yang tak terbalaskan Ia yakini mata-Nya takkan lelah Tuliskan amalan hapuskan salah Derap lakunya tentulah mesti Lilah Ia sadar tak ada harap berubah pasrah Karena sejatinya ialah […] - [Menjadi Besar, Menjadi Kecil - Puisi Een Hermina, S.Pd.](https://ruangbestari.com/menjadi-besar-menjadi-kecil-puisi-een-hermina-s-pd/): Menjadi Besar, Menjadi Kecil Karya: Een Hermina, S.Pd. Kala melangkahkan kaki ada rasa gamang bergelayut Entah apa? Entah Mengapa? Terpikir beribu pertanyaan yang tidak jelas tentang apa? Namun semua ku hanyutkan dengan berjuta asa Menyongsong asa tidaklah mudah Dengan keyakinan dan usaha insya Allah apapun bisa Semangat terus ku bangun Demi anak bangsa yang bermental […] - [Berjuang Jadi Guru Mulia - Puisi Drs. Nur Ali, M.Si.](https://ruangbestari.com/berjuang-jadi-guru-mulia-puisi-drs-nur-ali-m-si/): Berjuang Jadi Guru Mulia Karya: Drs. Nur Ali, M.Si. Pada pertengahan zaman orde baru, aku kuliah di fakultas tarbiyah untuk menjadi seorang guru. Banyak orang merasa begitu miris hatinya, memandang profesi guru itu. Kenapa miris? Karena faktanya gaji guru itu kecil tapi heran, kenapa bercita-cita ingin jadi guru. Awal mula, aku terjun menjadi seorang guru […] - [Senja Hari Ini - Puisi Drs. Mistari Hastibuan Soebiantoro, M.Sn.](https://ruangbestari.com/senja-hari-ini-puisi-drs-mistari-hastibuan-soebiantoro-m-sn/): Senja Hari Ini Karya: Drs. Mistari Hastibuan Soebiantoro, M.Sn. Pada senja hari ini Kau pergi tinggalkan ku sendiri Hanya serpihan bait-bait sajak Perpisahan selalu setia menemaniku Pada senja hari ini Kau tak akan bersuara lagi lewat larik-larik sajak duka Terus kembara ke alam sunyaruri Pada senja hari ini Kau wariskan impian indah Menembus beribu huruf […] - [Suka Duka Menjadi Guru - Puisi Dra. Siti Maesaroh, M.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-duka-menjadi-guru-puisi-dra-siti-maesaroh-m-pd/): Suka Duka Menjadi Guru Karya: Dra. Siti Maesaroh, M.Pd. Saat mentari mulai memancarkan sinarnya Ku mulai bergegas mempersiapkan segalanya Baik urusan rumah tangga maupun tempat kerja Itu semua demi pemenuhan tugas mulia Cucuran keringat membasahi tubuhku Lelah capai ngantuk sering menggangguku Namun aku selalu ikhlas buat kamu Untuk mengantarkan asa dan mimpimu Aku tak berharap […] - [Di Ujung Waktu - Puisi Dra. Emerita Beti Sri Sulistyaningsih](https://ruangbestari.com/di-ujung-waktu-puisi-dra-emerita-beti-sri-sulistyaningsih/): Di Ujung Waktu Karya: Dra. Emerita Beti Sri Sulistyaningsih Semangat menggebu-gebu Berbagi ilmu setiap waktu Puluhan tahun lalu Awal ditugasi sebagai guru Tiada mengenal lelah dan upah Cukup bangga dengan tugas mulia Berharap tulus bisa jadi berkah Turut mencerdaskan bangsa Bergesernya waktu dan suasana Mempengaruhi kualitas kinerja Terlebih saat tiada motivasi Tantangan yang memacu diri […] - [Curhatan Seorang Guru - Dina Yuli Indrawati, S.Pd.](https://ruangbestari.com/curhatan-seorang-guru-dina-yuli-indrawati-s-pd/): Curhatan Seorang Guru Karya: Dina Yuli Indrawati, S.Pd. Guru… Gaya sederhana bak elegan Untaian semangat juang tiada henti Remuk redam suka dukamu Ulasan curhatan seorang guru Guru… Kau mengajar dengan ikhlas Kau mendidik meski gaji kecil Kau sedih tapi bahagia Kau berjuang demi anak bangsa Guru… Kau laksana pelita hati Menerangi kebodohan anak didikmu Lenteramu […] - [Guru: Antara luka dan Duka - Puisi Didik, M.Pd.](https://ruangbestari.com/guru-antara-luka-dan-duka-puisi-didik-m-pd/): Guru: Antara luka dan Duka Karya: Didik, M.Pd. Guru engkau yang menghidupi diri dan keluarganya hanya dengan harta yang halal semata. Mengambil segala hal yang diketahuinya dengan sikap yang yakin. Hanya melakukan sesuatu yang jelas kehalalannya. Maka dari itu mari kita syukuri kehidupan sederhana ini dengan menikmati peran sebagai guru dalam kehidupan. Guru yang dirindu. […] - [Merajut Cerita Seorang Guru - Puisi Diana Ros, S.Pd.](https://ruangbestari.com/merajut-cerita-seorang-guru-puisi-diana-ros-s-pd/): Merajut Cerita Seorang Guru Karya: Diana Ros, S.Pd. Barangkali pagelaran musim menaklik rapat menggarisi takdir buai membawa seonggok balada namun belum kunjung terlipat menuntaskan peluh Sebab kini motor legenda usang yang diri cumbana saban hari menjadi teman cengkerama sua dengan riak saling membagi kisah tubuh Menebar abdi sebagai pejuang sandang senjata sederet sastra bagi harkat […] - [Buku Catatanmu Semoga Tak Hanya Terkubur di Bumi Pertiwi - Puisi Dian Sopian Rahmat, S.Pd.](https://ruangbestari.com/buku-catatanmu-semoga-tak-hanya-terkubur-di-bumi-pertiwi-puisi-dian-sopian-rahmat-s-pd/): Buku Catatanmu Semoga Tak Hanya Terkubur di Bumi Pertiwi Karya: Dian Sopian Rahmat, S.Pd. Kebahagiaanku adalah hal yang tak perlu dipertanyakan Ketika para wajah penuh dengan harapan. Dapat meraih apa yang menjadi mimpi besarnya. Dalam hidupnya, saat kelak beban di pundaknya tak begitu membuatnya gelisah. Goresan pena di buku tugasnya bukan lagi hal yang bermakna. […] - [Idhem - Puisi Dhimas Redhya Rahmawyan, S.Pd.](https://ruangbestari.com/idhem-puisi-dhimas-redhya-rahmawyan-s-pd/): Idhem Karya: Dhimas Redhya Rahmawyan, S.Pd. Tidak ada yang aneh pada wujudnya Bukan ketabuan melainkan kewajaran Hanya ikhlas hati Mengemban tugas negeri, katanya… Kata-kata yang selalu kami nanti Lamun harapan tanpa pasti Apakah hanya janji? Diam adalah emas Emas yang dipatri tanpa harga pasti Terkadang suara perlu bersua, tapi… Membatu seperti tenah, mencair seperti permata […] - [Serpihan Air Mata - Puisi Dewi Sulastri, M.Pd.](https://ruangbestari.com/serpihan-air-mata-puisi-dewi-sulastri-m-pd/): Serpihan Air Mata Karya: Dewi Sulastri, M.Pd. Kala sang surya menepi hentakan kaki berirama sunyi Buaian dunia fana Mengiris senyum membantah luka Letih tak bertepi Seolah raga menggugah jiwa Senyuman episode kini Menggores asa dahulu kala Air mata penuh duka Tatkala insan saling menyiksa Penindasan di masa remaja Membawa luka kegagalan seksama Wahai sang pelembut […] - [Suara Hati Guru - Puisi Desie Fuziara, S.Pd.](https://ruangbestari.com/suara-hati-guru-puisi-desie-fuziara-s-pd/): Suara Hati Guru Karya: Desie Fuziara, S.Pd. Terpancar indah semua aktivitas dalam kelas Menatap murid duduk rapi, tegak, dan siap belajar terlukis jelas dari wajah yang manis tanpa malas Siap menerima pelajaran penuh optimis tanpa batas Suasana hening, ketika mereka menyimak untaian kata menjadi kalimat penuh makna terlontar dari bibirku yang harus ku pertanggungjawabkan Guru […] - [Guru - Puisi Dede Dati, S.Pd.](https://ruangbestari.com/guru-puisi-dede-dati-s-pd/): Guru Karya: Dede Dati, S.Pd. Tugas mulia penuh pahala Insan pilihan agen perubahan Tak sekedar ilmu duniawi Akhlak mulia jadi pegangan Menjadi guru Laksana menggenggam bara di tangan Dipegang lengan terbakar panas melepuh meleleh Dilepas gelap kehilangan arah melangkah Tak jarang kesalmu meronta-ronta Kenakalan mengusik menggoda kesabaran Namun kau tetap senyum penuh cinta pelipur lara […] - [Suka Duka Menjadi Guru - Puisi Dea Sari Utami, S.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-duka-menjadi-guru-puisi-dea-sari-utami-s-pd/): Suka Duka Menjadi Guru Karya: Dea Sari Utami, S.Pd. Saya bukanlah guru yang pintar Melainkan guru yang bersedia belajar Saya bukanlah guru yang hebat Melainkan guru yang berusaha memberikan manfaat Saya bukanlah guru yang haus akan puja dan puji Melainkan guru yang ingin mewujudkan mimpi Saya bukanlah guru yang haus akan apresiasi Melainkan guru yang […] - [Suka Duka Jadi Guru - Puisi Dra. Darmiati, M.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-duka-jadi-guru-puisi-dra-darmiati-m-pd/): Suka Duka Jadi Guru Oleh: Dra. Darmiati, M.Pd. Pagi sebelum jam tujuh Aku sudah menanti anak-anakku Di depan pagar sekolah Menanti kehadirannya di sekolah Aku bukan sekadar penyampai pengetahuan Tapi juga pematuh api dalam kegelapan Aku menerangi pikiran anak didikku, Mengukir jejak-jejak kebijaksanaan Dengan sabar, aku mengajar dengan cinta Yang tulus tanpa batasan dan pembeda […] - [Perjalanan Jejakku Menjadi Guru - Puisi Cut Nisaul Rafiqa, S.Pd.](https://ruangbestari.com/perjalanan-jejakku-menjadi-guru-puisi-cut-nisaul-rafiqa-s-pd/): Perjalanan Jejakku Menjadi Guru Karya: Cut Nisaul Rafiqa, S.Pd. Pelangi di setiap senyuman murid-muridku Ada makna yang bertuan Walau terkadang meresahkanku Dengan berbagai macam persoalan yang diperankan Namun kekuatan kasih sayangku Mampu melumpuhkan kebencian Setiap hari ku dipanggil sebagai “Ibu Guru” Yang menebar pesona ketulusan Walau ku harus menyelam setiap hari karakter mereka Diuji dengan […] - [Seperti Mentari, Hujan, dan Ladang-Ladang Sawah Hari Ini - Puisi C. Diyonata L A](https://ruangbestari.com/seperti-mentari-hujan-dan-ladang-ladang-sawah-hari-ini-puisi-c-diyonata-l-a/): Seperti Mentari, Hujan, dan Ladang-Ladang Sawah Hari Ini Karya: Christian Diyonata Lintin Andoea, S.Pd. Aku mengingat mentari pagi tadi Yang muncul dan menyinari Membukakan mataku akan luasnya alam bumi Yang sempat ditutup gelap malam bagai tabir Aku mengingat hujan siang tadi Yang deras mengucuri bumi Membawa tugas penting Untuk memberi sumber kehidupan bagi berbagai macam […] - [Aku, Mereka, Kami, dan Kalian - Puisi Byute Wisnu Devani](https://ruangbestari.com/aku-mereka-kami-dan-kalian-puisi-byute-wisnu-devani/): Aku, Mereka, Kami, dan Kalian Karya: Byute Wisnu Devani Semua diawali dengan cita-cita Yang bisa juga kita sebut impian Seperti embun yang tumbuh dari malam Dan menjadi udara sejuk meski sebentar Aku, mereka, atau kami Hanya titian-titian kecil Helai-helai buku ringan Yang juga masih terus mencari seperti halnya Kalian, masa depan Ruangan-ruangan, kursi-kursi, dan seisinya […] - [Getir tanpa obat - Puisi Bekti Iwan Santoso](https://ruangbestari.com/getir-tanpa-obat-bekti-iwan-santoso/): Getir tanpa obat Karya: Bekti Iwan Santoso Ketika hidup hanya dari comment dan like Ketika adab hanya kata tanpa warna Mengingatkan mendapatkan denda Uang dari mana sekian juta Kita hanya honorer yang mendapatkan setetes saja Mengajar hanya idealisme yang tak sebanding dengan harta Ketika viral dan didakwa, apa inti pendidikan kita Kalah oleh mesin pencari […] - [Memeluk Asa - Puisi Azzahara, S.Pd.](https://ruangbestari.com/memeluk-asa-puisi-azzahara-s-pd/): Memeluk Asa Karya: Azzahara, S.Pd. Ini tentang profesi Konon katanya sudah menjadi sorotan Namun fakta tak sebanding dengan angan Beban kini di pundaknya Bukan hanya selarik kertas Dari tiada menjadi ada Berawal tak kuasa menjadi biasa Segala hal pada dirinya Dikerahkan untuk mencapai kompetensi Tak jarang tindak ajar yang diberi Dihadiahi caci Dari mereka yang […] - [Menjadi Guru Adalah Pilihanku - Puisi Ayi Habibah, S.Pd., M.M.](https://ruangbestari.com/menjadi-guru-adalah-pilihanku-ayi-habibah-s-pd-m-m/): Menjadi Guru Adalah Pilihanku Karya: Ayi Habibah, S.Pd., M.M. Dulu, cita-citaku ingin menjadi seorang polwan Biar terlihat gagah dan menawan Namun setelah dewasa, menjadi seorang gurulah hatiku tertawan Karena banyak kemuliaan yang ku raih dan banyak bertemu kawan Ternyata tak mudah menjadi seorang guru Harus berakhlak baik karena digugu dan ditiru Selain mengajar haruslah pandai […] - [Sepenggal Kisah Haru yang Biru - Puisi Atik Putri Utami, S.Pd.](https://ruangbestari.com/sepenggal-kisah-haru-yang-biru-atik-putri-utami-s-pd/): Sepenggal Kisah Haru yang Biru Karya: Atik Putri Utami, S.Pd. Di ujung cengkraman takdir Goresan-goresan tinta sejarah kehidupan Meniti dari dasar ke puncak impian Menoreh semangat juang dan sejuta harapan dan saat itu, aku menjadi guru! Rupa bijak nan cendekia Rupa ramah serta wibawa Rupa elok penuh senyuman Dengan ikhlas membimbing Dengan ikhlas mengabdi dan […] - [Jangan Menangis Wahai Guruku - Puisi Astukah Resti Dirindari, S.Pd.](https://ruangbestari.com/jangan-menangis-wahai-guruku-puisi-astukah-resti-dirindari-s-pd/): Jangan Menangis Wahai Guruku Karya: Astukah Resti Dirindari, S.Pd. Jangan menangis wahai guruku… Karena tangisanmu sudah terlalu lama kami dengar Cukuplah cerita kemarin ku rekam dalam jejak waktu Menjadi cerita anak cucu tentang ketidakpedulian negeri kepadamu Berhentilah menangis guruku… Karena air matamu tak lagi berarti Karena negeri ini sudah terlalu banyak ilusi Berhentilah dan kuatkanlah […] - [Sepercik Embun Kesejukan - Puisi Asifa Fitri Manasik](https://ruangbestari.com/sepercik-embun-kesejukan-puisi-asifa-fitri-manasik/): Sepercik Embun Kesejukan Karya: Asifa Fitri Manasik Berputar roda menggelindingi jalan yang sepi Sinar matahari yang belum terbit Basahnya daun di pagi hari Menjadikan motivasiku untuk mendidikmu Dalam perjalanan panjang Aku tempuh cita dan harapan emas Yang kini semuanya sudah ku genggam Berdiri tegak, mengobarkan kesejukan Walau… Tak ada yang tersenyum Tak ada yang berterima […] - [Aku Adalah - Puisi Ary H, S.S.](https://ruangbestari.com/aku-adalah-puisi-ary-h-s-s/): Aku Adalah Karya: Ary H, S.S. Aku adalah rasa kadang dingin dan hampa kadang takut dan duka kadang di hati dan di mat Aku adalah pikiran untuk mengontrol kesia-siaan untuk mengendalikan ketololan untuk menghapus kebodohan Aku adalah nafsu yang meledak dalam kalbu yang tiada rasa malu yang abaikan keyakinan ilmu Aku adalah hasrat selalu mengajak […] - [Tulus - Puisi Arminoto, S.Pd.](https://ruangbestari.com/tulus-puisi-arminoto-s-pd/): Tulus Karya: Arminoto, S.Pd. Dalam kekalutan aku menyadari untuk tetap semangat demi menggapai sebuah cita nan luhur mencerdaskan generasi penerus Pertiwi Walau terkadang raga ini tak mampu menepis keletihan atas tingkah dan laku peserta didik yang selalu melampaui batas ketidakwajaran Namun, ketulusan niat hati ini yang terus memacu jiwa dan raga tetap berjuang di garda […] - [Pilihan Mimpiku - Puisi Aris Munandar, S.Pd.](https://ruangbestari.com/pilihan-mimpiku-puisi-aris-munandar-s-pd/): Pilihan Mimpiku Karya: Aris Munandar, S.Pd. Menjadi guru adalah pilihan Pilihan bukan tak dibutuhkan Menjadi guru adalah seorang pahlawan Pahlawan yang tak mengharapkan imbalan jasa Guru mencoba menuntun Memberikan harapan dan menciptakan mimpi anak bangsa Guru mencoba mengayomi Menciptakan impian yang terpendam dalam diri siswanya Guru hanya sebatas orang biasa Bukan seorang nabi yang ingin […] - [Jejak Guru- Puisi Arifatun Rohmaniah, S.IP.](https://ruangbestari.com/jejak-guru-puisi-arifatun-rohmaniah-s-ip/): Jejak Guru Karya: Arifatun Rohmaniah, S.IP. Derap langkah kaki Menuju arah pendaki Dengan sigap tegap berdiri Menuju tujuan yang pasti Membawa ilmu yang ku miliki Sampai sekolah dengan kelas nuansa baru Sigapmu Nak membuatku haru Kubiaskan ilmuku di benakmu Ku tujukan harapan-harapanmu di langit biru Suka duka bersamamu Nak di kelas penuh haru Menelaah menatap […] - [Bait-Bait Tinta Sang Guru - Puisi Ari Ernawati, S.Pd.](https://ruangbestari.com/bait-bait-tinta-sang-guru-puisi-ari-ernawati-s-pd/): Bait-Bait Tinta Sang Guru Karya: Ari Ernawati, S.Pd. Sejauh mata memandang dunia Sejuta langkah yang pernah tertapak Selama itu nurani ini bersuara Menjawab bait tanya “Mengapa menjadi guru?” Bukankah semesta selalu memberi jawaban Bukankah hamparan manusia menjadi teladan Bukankah harga jasa tak berarti apa-apa Lalu… Kenapa harus dengan sosok yang digugu dan ditiru Jawabku “Aku […] - [Sudut Ruang - Puisi Ari Awaludin Azhari](https://ruangbestari.com/sudut-ruang-puisi-ari-awaludin-azhari/): Sudut Ruang Karya: Ari Awaludin Azhari Berteriak di sudut ruang Terbatas dinding menghadang Tak ada luang untuk berbincang Ketika hati tak lagi senang Setiap pasang mata memandang Penuh tanya dalam bayangan Entah pura-pura atau memang Benar memperhatikan Rasa gembira selalu menghampiri Rasa senang pun datang Di setiap duka yang menyakiti Di setiap lara sayang Walau […] - [Lencana KORPRI & Si Buah Hati - Puisi Annisa Nur Mulyahati](https://ruangbestari.com/lencana-korpri-si-buah-hati-puisi-annisa-nur-mulyahati/): Lencana KORPRI & Si Buah Hati Karya: Annisa Nur Mulyahati Hari Senin tiba, Cawan kemerahan menyapa penjaga awan Tawa riang burung-burung, menambah semangat diri Berseragam khaki dengan lencana KORPRI di sebelah kiri Membalut segenap asa untuk membangun negeri Puluhan kilometer jarak yang membentang Memisahkanku dengan si buah hati Empat malam tak kau lewati bersama bunda […] - [Aku Guru - Puisi Amir, S.Pd.](https://ruangbestari.com/aku-guru-puisi-amir-s-pd/): Aku Guru Karya: Amir, S.Pd. Mereka memanggilku “Guru” Terdengar nada indah itu bagiku Julukan yang disematkan anak didik Ya aku guru, itulah profesiku Di saat fajar menyongsong Ku terjang pagi buta Di kala mentari masih di peraduan Dinginnya embun bertengger di rumput ilalang Aku kayuh sepeda lusuh itu Menuju tempat namanya sekolah Niatku sampaikan ilmu […] - [Lewat Jemarinya Kuberharap Surga Ilahi - Puisi Amelia, S.Pd.](https://ruangbestari.com/lewat-jemarinya-kuberharap-surga-ilahi-puisi-amelia-s-pd/): Lewat Jemarinya Kuberharap Surga Ilahi Karya: Amelia, S.Pd. Memandang jumantara sang gentari Menapak kaki yang kadang letih Langkah tertatih dalam ruang triasih Mencari makna dalam menapaki pengabdian Nak, Aku bukan sang Dewantara Dalam balutan nirmala Tapi berharap menjadi lilinmu di dalam gelap Agar kelak engkau menjadi bintang walau tak di langit Nak, Ada sebuah harsa […] - [Doa Sang Pewaris - Puisi Akhmad Afandi](https://ruangbestari.com/doa-sang-pewaris-puisi-akhmad-afandi/): Doa Sang Pewaris Karya: Akhmad Afandi Rasa Lelah Tampak di wajah. Peluh membasahi seragam dinasku. Rindu hati ingin bertemu. Tempat kedamaian… Oh… Anak-anak didikku. Semilir angin merayu menerpa jendela. Membawa kabar terindah menyiram sukma. Belajar dari sebuah makna dan cinta. Tempat beribadahku… Oh… Anak-anak didikku. Aku hanyalah seorang pendidik. Aku hanyalah pewaris dakwah Rasulullah. Aku […] - [Kita Harus Bergerak! - Puisi Ai Ratnasari, M. Pd.](https://ruangbestari.com/kita-harus-bergerak-puisi-ai-ratnasari-m-pd/): Kita Harus Bergerak! Karya: Ai Ratnasari, M. Pd. Wahai engkau para pendidik! Kita adalah binar Saat buana terpuruk Inilah momentum “Kita harus bergerak!” Tatkala jiwa-jiwa terasa hampa Tertidur dininabobokan pancaroba pandemi tak berperi Kita adalah lentera di atas lentera Yang menjaga redupnya cahaya Kita harus tetap menyala di angkasa Saat mereka dibuai kemalasan juga ketidakpekaan […] - [12 juta VS 2 juta 18 - Puisi Agusti Hawa](https://ruangbestari.com/12-juta-vs-2-juta-18-puisi-agusti-hawa/): 12 juta VS 2 juta 18 Karya: Agusti Hawa Selamat malam ibu Maaf jika mengusik bunga tidurmu Tapi ananda ingin membisikimu Dengan beribu shaf terima kasihku (tatapku berselancar di atas gelombang pesan yang menghempas-hempas rasaku) Ibu… jika bulan telah sampai batas akhir Isyarat jemariku saatnya membelai sampul putih Berisi dua belas juta bersih Sebagai upahku […] - [Sukacita Menjadi Guru - Puisi Adjeng Rahmawati, S.Pd.](https://ruangbestari.com/sukacita-menjadi-guru-puisi-adjeng-rahmawati-s-pd/): Sukacita Menjadi Guru Karya: Adjeng Rahmawati, S.Pd. Ku rangkul keluh kesahmu Ku raih pengorbananmu Ada juang ada rindu Yang selalu tak menentu Senyum tak pernah menjadi semu Raut wajah tak pernah menjadi kalbu Pejuang mimpi, pemeluk hati Penggenggam seluruh jiwa yang penuh cita Pengorbanan tak menjadi ukur Lelah tak menjadi patah Kepiluan sudah tak bisa […] - [Bahagia, Kami Bahagia - Puisi Ade Baesuni](https://ruangbestari.com/bahagia-kami-bahagia-puisi-ade-baesuni/): Bahagia, Kami Bahagia Karya: Ade Baesuni Kami orang tua kalian Satu pesan semoga tersematkan Manfaatkan waktumu Gapailah cita-citamu Belajar adalah investasimu Fokus jadikan tujuan hidupmu Tekun, rajin, dan disiplin kunci prestasi Sebuah pengharapan masa depan Arungi samudra asa Hingga ke daratan nyata Jejaki, tapaki, jalan ilmu Sebagai cahaya Membentuk pola pikir Sikap dan perbuatan Akan […] - [Senja di Sudut Kota - Puisi Ari Awaludin Azhari](https://ruangbestari.com/senja-di-sudut-kota-puisi-ari-awaludin-azhari/): Ku habiskan senja bersamamuMenikmati cinta yang telah menyatAntara kau dan aku Tak ada keraguan lagiHati telah meyakiniAkan cinta kita abadi Di kala senja meredupSang surya telah menutupMatanya yang kian terkatup Akankah senja esok hariSeindah hari ini!Ku harap lebih dari hari ini Garut, 30 September 2014 - [Puisi Mainan Karya Ari Awaludin Azhari](https://ruangbestari.com/puisi-mainan-karya-ari-awaludin-azhari/): Peraturan hanya kebetulan Banyak terselip permainan Untuk menerkam keharusan Memperlancar kehausan Akan sebuah Jabatan Peraturan permainan Permainan peraturan Permainan permainan Peraturan peraturan Peraturan membingungkan Permainan dibingungkan Bingung peraturan Bingung permainan Bingung peraturan permainan Bingung permainan peraturan Aturan main-mainan Main-main aturan Keterlaluan… Garut, 19 September 2012 - [Puisi Repetisi Karya Elsa Adetia](https://ruangbestari.com/puisi-repetisi-karya-elsa-adetia/): Hembusan nafas buana tertiup pada hitungan tiga; Areola terbuka, meniti satu-persatu penghuni selain diri ini; Pikiran mengabu, nihil harap maupun ucap; Persona itu selalu tidak mengindahkan presensi dirinya sendiri; Yang dipertuan telah meninggalkan mahkota dan ratunya. Bintang bertabur di angkasa, separuh bulan menyoroti lorong-lorong jalanan; Indahnya konstelasi tidak mengubah intervensi realita yang menekan jiwanya; Ruang […] - [Puisi Arcane Karya Elsa Adetia](https://ruangbestari.com/puisi-arcane-karya-elsa-adetia/): Salam persemogaan yang tak pernah lepas terucap Entah berapa purnama, hanya terbiar untuk dekam-mendekam Laksana gerhana; luna yang menghalang buana dari sinaran surya Aphelion yang keji menjauhkan mentari dari bumi pada titik tertinggi Manuver Yang Maha Kuasa tak pernah kalah saing dengan takdir itu sendiri Anugerah musim gugur diturunkan Tuhan bersama derau angin hujan Tiga […] - [Logika yang Benar itu Penting!](https://ruangbestari.com/logika-yang-benar-itu-penting/): Logika mempelajari hubungan antar pernyataan-pernyataan yang berupa kalimat atau rumus sehingga kita dapat menentukan apakah pernyataan tersebut benar atau tidak. Benar di sini bukan berdasarkan arti kalimat pernyataan tersebut, melainkan mengarah pada bentuk pernyataan tersebut. Sehingga logika tidak membantu kita untuk menentukan apakah suatu pernyataan-pernyataan itu benar, tetapi hanya jika pernyataan-pernyataan tersebut benar, maka kesimpulan […] - [Strategi P5 dalam Mempertahankan Kearifan Lokal di Era Tantangan Global](https://ruangbestari.com/strategi-p5-dalam-mempertahankan-kearifan-lokal-di-era-tantangan-global/): Dalam kehidupan sehari-hari, orang begitu sering membicarakan kebudayaan, dalam hal ini kebudayaan tidak akan terlepas dalam kehidupan Masyarakat. Kata “Budaya” atau “Kebudayaan” berasal dari Bahasa sansekerta yaitu Buddahayah yang berarti budi dan akal. Kebudayaan diartikan sebagai “ hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal”. Adapun istilah culture yang merupakan istilah Bahasa latin colere yang artinya […] - [Puisi Wayang Karya Haerudin](https://ruangbestari.com/puisi-wayang-karya-haerudin/): Sinta Obong Tatkala kesetian diragukan Tatkala kesucian diabaikan Akhirnya ia terjun ke api yang berkobar Biar kulit terbakar Biar hancur raga Untuk menjaga kehormatan Cahaya kesucianpun bersinar gemerlapan Laksana Bintang bersinar terang Api pun akhirnya padam Kesetian dan kesucian inilah yang memadamkan kecemburuan Jatayu Ketika mendengar lolongan kematian Yang memecah keheningan siang Ia pun melesat […] - [Mutiara di Dasar Palung - Cerpen Fauziah Hanum Lubis](https://ruangbestari.com/mutiara-di-dasar-palung-cerpen-fauziah-hanum-lubis/): Hidup itu sebenarnya indah jika kita memandangnya dari sudut yang indah. Namun, terkadang hidup terasa begitu berat dan tak adil jika kita memandangnya dari sudut yang tak kita inginkan. Bukan indah atau tidak yang kita rasakan, melainkan bagaimana kita menilai hidup itu sendiri. Mulailah dengan menilai positif dari setiap perjalanan hidup yang kita lalui. Mulailah […] - [Titik Luka - Puisi Dinar Nusyifa](https://ruangbestari.com/titik-luka-puisi-dinar-nusyifa/): Langkah itu mulai tergontai-gontaiMatanya sayu memerah tak ramahHatinya bergetar melemah lalu memuaiDibisikannya lelah tak berarah Terngiang kata setia dan menduaTetes air mata itu jatuh tak tertahan dukaMenyesakkan raga yang sudah tak bisa apa-apaIni bukan lagi cintaTetapi sebuah pengkhianatan yang berujung luka Cianjur, 2019 - [Aku Gagal - Puisi Dinar Nursyifa](https://ruangbestari.com/aku-gagal-puisi-dinar-nursyifa/): Tak dapat ku gapai sendu-sendu tangisanmu Menatapmu penuh luka mengalir tanpa jeda Tak dapat ku simpulkan arti dari tangismu Menyapu ceria yang biasanya kau nampak bahagia Kau sudah membuang waktumu, kekasih Seperti kupu-kupu yang tak memperlihatkan keindahannya Seperti kunang-kunang yang tak menampakan cahayanya Kau saat ini adalah elang tanpa cakar dan taring yang gagah Aku […] - [Spesialis atau Generalis? Tentukan Sebelum Pilih Jurusan Kuliah!](https://ruangbestari.com/spesialis-atau-generalis-tentukan-sebelum-pilih-jurusan-kuliah/): Saat kamu memulai perjalanan pendidikan, kamu akan dihadapkan pada pertanyaan esensial: apakah kamu ingin menjadi seorang generalis atau lebih memilih menjadi seorang spesialis? Memahami perbedaan konsep antara generalis dan spesialis ini akan memengaruhi pilihan program studi, durasi kuliah, serta jenis pekerjaan yang akan kamu pilih. Oleh karena itu, sebaiknya kamu memahami perbedaannya sebelum memutuskan untuk […] - [8 Puisi Tema Kesendirian: Rapi Nurfauzi](https://ruangbestari.com/8-puisi-tema-kesendirian-rapi-nurfauzi/): Rapi Nuurfauzi – Sampai Kau Berpikir Sampai kau berpikir, hampamu tak berujung, laramu tak mau pulang, temanmu hanya malam, penonton setiamu hanya televisi, dan luka adalah dirimu sendiri. Barulah jadi manusia. Cianjur, 2021 Rapi Nurfauzi – Untuk Penyepi, Tenang Saja Untuk penyepi, jika kau nyaman merebah dalam ketiadaan, menepi dalam dekap kemandirian, berbakti sebagai tujuan, […] - [Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia](https://ruangbestari.com/pendidikan-karakter-dalam-pembelajaran-bahasa-dan-sastra-indonesia/): Pendidikan karakter jelas bertujuan untuk mendidik watak, sikap, akal budi dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Pendidikan karakter terkandung juga dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Pendidikan karakter sejak zaman dulu telah berkembang dalam sastra lisan maupun tulisan.Ratna (2014:109) menjelaskan: Ilmu sastra dianggap memiliki peran yang cukup besar dalam rangka pengembangan pendidikan karakter.Seperti diketahui, sastra dari akar […] - [Bapak "Jangan Jadi Atlet Nak!"](https://ruangbestari.com/bapak-jangan-jadi-atlet-nak/): Taufik Hidayat, yang dikenal dengan sejumlah prestasinya, selalu memicu kontroversi di sebalik pencapaiannya. Kontroversi terbaru muncul saat ia berbicara di saluran YouTube Deddy Corbuzier pada pertengahan Mei 2020. Taufik dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak ingin anaknya mengikuti jejaknya sebagai seorang atlet bulu tangkis. Juara dunia dan olimpiade yang telah menjadi ikon itu mengungkapkan alasan […] - [Westernisasi: Tujuan Barat Padamkan Syariah Islam](https://ruangbestari.com/westernisasi-tujuan-barat-padamkan-syariah-islam/): Peradaban Barat mungkin terlihat lebih maju daripada peradaban Islam. Namun, jika kita mengamati dengan lebih rinci, kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi dasar peradaban Barat sebenarnya telah membawa dunia ke ambang krisis global yang semakin meresahkan. Seperti yang diungkapkan oleh Fritjof Capra, krisis global yang sedang dihadapi umat manusia di planet ini telah […] - [Banyak Pelajar Main Judi Online: Potensi Pinjol dan Kriminal](https://ruangbestari.com/banyak-pelajar-main-judi-online-potensi-pinjol-dan-kriminal/): Berbagai bentuk perjudian daring semakin banyak dipasarkan untuk menarik perhatian para penjudi yang tergoda oleh janji keuntungan yang mudah. Salah satu jenis perjudian daring yang sedang populer saat ini adalah perjudian slot online. Jenis perjudian ini diminati oleh berbagai kelompok usia. Dalam periode dari tahun 2018 hingga 2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan […] - [Sulih Suara - Puisi Dinar Nursyifa](https://ruangbestari.com/sulih-suara-puisi-dinar-nursyifa/): Fajar ditemani embun pagi menjemput mentari Para manusia di bumi beraktivitas ke sana kemari Keramaian pasar kota menjadi kebahagiaan tersendiri Mendamai dengan hari ini tanpa ada saling mencaci Jalanan pagi sudah ramai terisiSudah ada banyak jiwa-jiwa yang sibuk sendiriSegerombol kurcaci yang minta dihargaiBahkan tak sedikit mengeluarkan bakat yang ada dalam diri Sulih suara mereka pagi […] - [Feeling Enough - Dinar Nursyifa](https://ruangbestari.com/feeling-enough-dinar-nursyifa/): Dua bulan lagi. 2023 hampir selesai Ada banyak sekali pengalaman, pelajaran, tamparan kehidupan, dan hal-hal yang membuat tersadar bahwa hidup adalah tentang rasa cukup. Cukup atas segala hal yang kita miliki sampai saat ini. Rasanya tenang sekali, ketika lambat laun, aku mulai paham arti rasa cukup yang sebenarnya. Setidaknya dengan rasa cukup yang kita miliki, […] - [Bersama Realisasikan Internasionalisasi Bahasa Indonesia](https://ruangbestari.com/bersama-realisasikan-internasionalisasi-bahasa-indonesia/): Belum lama ini masyarakat Indonesia digemparkan oleh wacana Perdana Menteri Malaysia mengenai penggunaan rumpun bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar resmi ASEAN. Hal tersebut langsung menuai perhatian yang kemudian menjadi polemik dan membuat masyarakat Indonesia khususnya generasi muda sigap beramai-ramai mengisi petisi pengajuan untuk bahasa Indonesia yang lebih pantas sebagai bahasa resmi ASEAN. Namun, apakah kita […] - [Pemuda Harus Berinvestasi Kompetensi dalam Pendidikan](https://ruangbestari.com/pemuda-harus-berinvestasi-kompetensi-dalam-pendidikan/): Pemuda atau generasi muda adalah potensi sekaligus aset bangsa yang besar. Sebetulnya siapa sajakah yang termasuk pemuda? Definisi pemuda berdasarkan usia menurut World Health Organization (WHO) secara internasional mengklasifikasikan pemuda atau “young people” dengan batas usia 10-24 tahun. Namun, selain daripada itu pemuda juga memiliki definisi lain yang lebih fleksibel, tetap pada intinya adalah generasi […] - [Degradasi Moral Remaja: Pelecehan Seksual di Media Sosial](https://ruangbestari.com/degradasi-moral-remaja-pelecehan-seksual-di-media-sosial/): Hasil survei yang dilakukan oleh Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) pada tahun 2021 menyatakan bahwa ada lima platform online utama yang seringkali menjadi tempat terjadinya pelecehan seksual secara virtual. Media sosial merupakan platform yang paling dominan dengan 42% persentase, diikuti oleh aplikasi obrolan sebanyak 33%, aplikasi kencan daring 9%, ruang permainan virtual 4%, dan platform […] - [Sejarah Sumpah Pemuda dan Signifikansinya](https://ruangbestari.com/sejarah-sumpah-pemuda-dan-signifikansinya/): Sejarah Sumpah Pemuda dan Signifikansinya Tanggal 28 Oktober adalah tanggal yang memiliki arti penting dalam sejarah Indonesia, yang kita kenal sebagai Hari Sumpah Pemuda. Hari ini mengingatkan kita pada saat para pemuda bersumpah untuk bersatu dalam satu negara, satu tanah air, dan satu bahasa. Sumpah Pemuda diumumkan saat Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober […] - [Sejarah: Berikan Aku 10 Pemuda, Maka akan ku guncangkan dunia](https://ruangbestari.com/sejarah-berikan-aku-10-pemuda-maka-akan-ku-guncangkan-dunia/): Ucapan “Berikan Aku 10 Pemuda, Maka akan ku guncangkan dunia” merupakan salah satu kutipan terkenal dari Soekarno, salah satu tokoh utama perjuangan kemerdekaan Indonesia dan yang kemudian menjadi Presiden pertama Indonesia. Ucapan ini pertama kali diucapkan oleh Soekarno pada tahun 1928 selama Kongres Pemuda II. Kongres Pemuda II adalah sebuah acara penting dalam sejarah pergerakan […] - [Ini Dampak Ketika Bahasa Gaul Lebih Sering Dipakai Masyarakat](https://ruangbestari.com/ini-dampak-ketika-bahasa-gaul-lebih-sering-dipakai-masyarakat/): Bahasa Indonesia telah mengalami perjalanan sejarah yang panjang dan memiliki perkembangan unik yang dimulai dari kontak bahasa Melayu dengan budaya asing. Kemudian, bahasa Melayu digunakan dan akhirnya diakui sebagai bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928, yang bertepatan dengan peristiwa Sumpah Pemuda. Pada dasarnya, bahasa Indonesia berfungsi sebagai penyatuan, identitas, dan sumber kebanggaan, yang diharapkan […] - [7 Fakta Menarik Bahasa Indonesia yang Harus Kamu Ketahui!](https://ruangbestari.com/7-fakta-menarik-bahasa-indonesia-yang-harus-kamu-ketahui/): Bicara tentang Indonesia selalu memiliki banyak aspek yang menarik untuk dijelajahi. Semua orang menyadari bahwa negara kita sangat dihormati dan diidolakan oleh bangsa-bangsa lain. Ternyata, bahasa Indonesia, yang merupakan bahasa utama di masyarakat kita, juga memiliki beberapa karakteristik unik. Dari menjadi bahasa resmi di beberapa negara hingga dianggap sebagai salah satu bahasa yang sulit, yuk […] - [Mengulas Kebijakan Nadiem Makarim dalam Pendidikan Indonesia](https://ruangbestari.com/mengulas-kebijakan-nadiem-makarim-dalam-pendidikan-indonesia/): Republik Indonesia muncul melalui pemikiran para pendiri negara yang memiliki visi yang tegas dan cerdas mengenai masa depan negara ini. Dalam pidato pada perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 1966, Soekarno pernah menekankan pentingnya membangun karakter bangsa, atau yang disebut dengan nation and character building. Inti dari pesan ini […] - [Oktober Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia: Ini Sejarahnya!](https://ruangbestari.com/oktober-bulan-bahasa-dan-sastra-indonesia-ini-sejarahnya/): Setiap tahun, Bulan Oktober juga dikenal sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang dirayakan melalui berbagai acara bertema bahasa dan sastra dengan tujuan meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia. Perayaan Bulan Bahasa dan Sastra ini dimulai sejak tahun 1980, dan alasan pemilihannya pada bulan Oktober terkait dengan Sejarah Sumpah Pemuda. Pada tanggal 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda […] - [Di Era Digital, Joki Tugas Makin Berani Buka Lapak!](https://ruangbestari.com/di-era-digital-joki-tugas-makin-berani-buka-lapak/): Aktivitas yang dikenal sebagai joki tugas telah ada dalam sejarah pendidikan untuk waktu yang lama, namun dengan munculnya era digital, praktik ini semakin umum. Pertanyaannya adalah, apakah peningkatan fenomena ini mencerminkan penurunan kualitas mental peserta didik di Indonesia? Dan jika ya, bagaimana seharusnya kita menghadapinya? Sistem pendidikan dirancang untuk mengajarkan peserta didik cara belajar secara […] - [Maudy Ayunda: Mau Hilangkan Soal Pilihan Ganda di Sekolah](https://ruangbestari.com/maudy-ayunda-mau-hilangkan-soal-pilihan-ganda-di-sekolah/): Dalam beberapa waktu terakhir, Maudy Ayunda telah menjadi topik hangat dalam diskusi di media sosial karena ia menyatakan keinginannya untuk menghilangkan pertanyaan pilihan ganda jika dia diberi mandat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pernyataannya ini menjadi sangat populer setelah diunggah dalam video di akun TikTok @felicia.tjiasaka. “Bisa dibilang, aku pasti akan mengubah assessment (evaluasi pendidikan). […] - [Kecerdasan Seseorang Tidak Diukur Dari Sekadar Nilai Akademik](https://ruangbestari.com/kecerdasan-seseorang-tidak-diukur-dari-sekadar-nilai-akademik/): Selama ini, nilai akademik seringkali dijadikan sebagai penentu tingkat kecerdasan seseorang. Sejak awal masa pendidikan, kita diajarkan untuk meyakini bahwa nilai ulangan, rapor, atau IPK yang tinggi mencerminkan kecerdasan yang tinggi, sementara nilai rendah menandakan sebaliknya. Tidak seluruhnya salah, namun ada beberapa bagian dari pemikiran konvensional ini yang perlu diperdebatkan. Argumen yang menyebutkan bahwa kecerdasan […] - [Anak Guru - Puisi Syamsul Rizal Ikhwan, S.Sn.](https://ruangbestari.com/anak-guru-puisi-syamsul-rizal-ikhwan-s-sn/): Anak GuruKarya: Syamsul Rizal Ikhwan, S.Sn. Hira anakku…Saat-saat beginiteringat Ayahketika dulu kita boncengan bersepedamelintasi alun-alun desaberpapasan dengan Pak Umar BakriRamah beliau menyapamucerah sumringah wajahnyameski hanya baju lusuh dan kusammembalut tubuhnya yang kurus Gurumu itu sudah almarhum sekarangtapi anak-anaknya semua sudah jadi orangEntah dari mana saja dia mencari tambahanuntuk biaya hidup keluarganya Hira…Sebetulnya Ayah salut dengan […] - [Pena Sang Guru - Puisi Syamsiah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/pena-sang-guru-puisi-syamsiah-s-pd/): Pena Sang GuruKarya: Syamsiah, S.Pd. Penaku tak lekang oleh masaMenari-nari di atas kertas putihMenggoreskan warna-warni dalam jiwaHingga coretan lembutnya pun merasuk ke dalam kalbu Penaku menjadi pelitaMemberi secercah cahayaMenuju asa dan impian di masa depanMeskipun ada rasa gundah dan lelah yang menyelimuti Penaku menjadi goresan sejarahDan penaku pula membuatku menjadi seorang pujanggaPujangga yang terbuai dengan […] - [Guruku Kuat - Puisi Syafhira Wiguna, S.Pd.](https://ruangbestari.com/guruku-kuat-puisi-syafhira-wiguna-s-pd/): Guruku Kuat Karya: Syafhira Wiguna, S.Pd. Lembayung senja menjadi saksi Ketika kau usap peluh di wajahmu Dan aku berterima kasih Untuk abdi negeri yang tak pernah mati Hari-hari menjajal aksara Di antara sedih dan tawa Kau nyalakan api yang hampir padam Bagi penerus negeri ini Perjalanan ini masih panjang Kau yang bernama Guru Tetaplah menjadi […] - [Pelita Kehidupan - Puisi Suyatno](https://ruangbestari.com/pelita-kehidupan-puisi-suyatno/): Pelita KehidupanKarya: Suyatno Di kelas yang sunyi, terdengar suara bijaksanaMengalun lembut, memberi cahaya dalam kegelapanDi setiap kata yang diucapkan, terpancar petuahMembimbing langkah, memberi arti dalam kehidupan Guru, pelita di dalam kebimbanganMenyinari jalan, memberi inspirasi yang mendalamDengan sabar dan pengertian, ia mengajarkan kitaTentang arti ketekunan, tentang kekuatan yang sejati Ia adalah pilar dalam pendidikan, pondasi yang […] - [Belajar Ikhlas - Puisi Suyanti, S.Pd., Gr.](https://ruangbestari.com/belajar-ikhlas-puisi-suyanti-s-pd-gr/): Belajar IkhlasKarya: Suyanti, S.Pd., Gr. Ku terobos pagi berselimut embunBersama mentari ku telusuri hariKu pintal asa demi anak bangsaKu semai ilmu kepada sang siswa Berbagai tingkah siswa ku temuiMembuatku banyak belajar lagiBelajar ikhlas,Tetap sabar meski gusarTetap ramah meski marahTetap senyum meski murung Meskipun piala tak ku raihMedali tak ku gapaiTanda jasa tak ku dapatkanSekedar diingat […] - [Berpijar dalam Suka dan Duka - Puisi Susi Sri Mulyawati, S.Pd., M.Pd.](https://ruangbestari.com/berpijar-dalam-suka-dan-duka-puisi-susi-sri-mulyawati-s-pd-m-pd/): Berpijar dalam Suka dan DukaKarya: Susi Sri Mulyawati, S.Pd., M.Pd. Di dalam ruang kelas, cahaya bimbinganmu berkilau,Guru, engkau adalah pilar dalam dunia yang tak henti berubah.Suka duka menjadi guru, sabar tak pernah pudar,Engkau adalah pahlawan dalam perjuangan tak kenal lelah. Di hadapan murid-murid, engkau adalah teladan,Mengajar dengan hati, memandu langkah brilian.Saat kesulitan menghampiri dalam kehidupan,Engkau […] - [Suka Duka Menjadi Guru - Puisi Surman, S.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-duka-menjadi-guru-puisi-surman-s-pd/): Suka Duka Menjadi GuruKarya: Surman, S.Pd. Hari-hari ku laluiBerharap terang menghampirikuKu abdikan dirikuBagi Nusa dan BangsaKu memilih jalan hidupMenjadi guru Setiap pagiSebelum matahari terbit di ufuk timurKu tinggalkan istanakuDemi baktiku kepada Nusa dan BangsaLelah kadang menghampiriNamun semangatku tak pernah pudarKetika melihat senyum dan tawa anak didikku Serasa aku dan merekaSudah diikat satu darahTerkadang pula rasa […] - [Sederet Cerita di Ruang Kelas - Puisi Supariyono, S.Pd.](https://ruangbestari.com/sederet-cerita-di-ruang-kelas-puisi-supariyono-s-pd/): Sederet Cerita di Ruang Kelaskarya: Supariyono, S.Pd. Di ruang kelas nan nyamanIlmu bersemi di benak para pelajarGuru yang mengajar penuh ketulusanBersiap membentuk generasi masa depan Dengan hati yang senangGuru duduk bersama para pelajarDemi mimpi, cita-cita, dan harapanMengurai cerita awal perjalanan panjangMenuju masa depan yang gemilang Ruang kelas ini,Adalah tempat tumbuh dan berkembangDengan hati riang gembiraDengan […] - [Dedikasi Tanpa Batas - Puisi Sunenti, S.Pd.](https://ruangbestari.com/dedikasi-tanpa-batas-puisi-sunenti-s-pd/): Dedikasi Tanpa BatasKarya: Sunenti, S.Pd. Gerimis mengundang di pagi hariTak kenal akan cuaca setiap pagiBergegas diri sebelum ada mentariMenyiapkan apa yang ada pada diri Pagi ini ku sambut dengan hangatKicauan burung selalu mengiringiRoda dua ku hangatiKemudian ku susuri jalan berdebuSebelum bertemu pencari ilmu Tak kenal suasana hati,Bahagia bertemu pencari ilmuSenyum merona selalu ku dapatiDi setiap […] - [Dukamu Sukaku, Kenangan Kita Semua - Puisi Sunarto, S.Pd.](https://ruangbestari.com/dukamu-sukaku-kenangan-kita-semua-puisi-sunarto-s-pd/): Dukamu Sukaku, Kenangan Kita SemuaKarya: Sunarto, S.Pd. Bangun pagi sudah biasa,Berangkat subuh sudah rutin, ngebut di jalan, hujan, dan kepanasan sepanjang tahun silih berganti. Anak sakit, izin, dan alpa rutinitas berderet selalu berderet di daftar buku data. Tugas lobang-lobang tak hanya waktu salat saja, nilai bawah norma minimal tak berlaku bagi yang susah belajar, mereka […] - [Merepih Diri - Puisi Sri Wahyuni](https://ruangbestari.com/merepih-diri-puisi-sri-wahyuni/): Merepih DiriKarya: Sri Wahyuni Helaian bayu ronai tubuh nan mulai rapuhJejak-jajak langkah tak goyahkan asa walau sepi merepihLagi dan lagi ku dapati laku anak nan jauh dari normaAda apa dengan dunia pendidikan saat ini? Hari ini jadi saksi keriuhan ruang interogasi layaknya meja eksekusiSeorang anak dikata pencuri dan terhuyung diadili tanpa basa basiKemarin spion motor […] - [Merayu dalam Ragu - Puisi Sri Rahayu Katmina (Ayu Katmina)](https://ruangbestari.com/merayu-dalam-ragu-puisi-sri-rahayu-katmina-ayu-katmina/): Merayu dalam Ragu Karya: Sri Rahayu Katmina (Ayu Katmina) Langit masih saja kelabu Saat ku tarik resleting jaketku Perlahan ku letakkan tas lusuhku Di atas meja berdebu Ku tarik amplop dari sakuku Tak ada debaran jantung yang laju Karena aku sudah tahu Isinya pasti pilu Bulir bening meluncur laju Tenggorokan cekat dalam bisu Inikah balasan […] - [Mentari dari Tut Wuri Handayani - Puisi Sri Masriah, S.Pd., Gr.](https://ruangbestari.com/mentari-dari-tut-wuri-handayani-puisi-sri-masriah-s-pd-gr/): Mentari dari Tut Wuri HandayaniKarya: Sri Masriah, S.Pd., Gr. Dulu aku ragu pada duniakuCeloteh anak disela pembelajaranAtau riuh membuka bukuMenjadi pembuka perkenalanSenyum dan berjabat tanganUcapkan salam penuh kesungguhanMencoba merangkai masa depanBersamaku belajar kebahasaan dan kesastraan Dibukanya lembaran pertamaMembuatku merasa jadi manusia pertamaMemberinya tahu solusi semua problemaJelaskan rasa inilah dunia yang penuh drama Nak, dari senyummu […] - [Takdirku - Puisi Sopandi, S.Pd.SD.](https://ruangbestari.com/takdirku-puisi-sopandi-s-pd-sd/): TakdirkuKarya: Sopandi, S.Pd.SD. Usia tak lagi mudaZaman terus berkembangApa yang ku lakukanSebatas usaha yang tak terkira Takdir yang menghantarkankuPada sebuah profesi yang takkan hilangGejolak semangat mendorongkuBenahi kualitas negeriPacu semangat anak bangsainsan gemilang harapan jiwa Oh TuhanBukan aku bosan dan mengeluhBeban melihat anak bangsa hancurTerlindas zamanTerseret arusTerbakar moralAku takut kehancurananak bangsa perlu diselamatkan Kepalkan tanganSemangat membaraRintangan […] - [Cahaya Sang Murobbi - Puisi Sofia, Al-Hafidzah](https://ruangbestari.com/cahaya-sang-murobbi-puisi-sofia-al-hafidzah/): Cahaya Sang MurobbiKarya: Sofia, Al-Hafidzah Sorotan mentari di sudut ruangDalam semburat memukau cela jendelaDengan kehadiran murid yang bersenandung riangMemikat pada senyum yang merekah Untaian jemari menari di atas kertasMelambai candu pada riuh yang bercengkeramaMeski Drama amatir membising gaduhPada deretan jenjang yang visual Berlapis peluh padamuDalam selangkah laju ku tujuMeski lelah berkelanaKamu adalah tujuan yang aku […] - [Lika-Liku Kisahku Puisi - Siti Windi Andriyani, S.Pd.I](https://ruangbestari.com/lika-liku-kisahku-puisi-siti-windi-andriyani-s-pd-i/): Lika-Liku KisahkuKarya: Siti Windi Andriyani, S.Pd.I Ada kisah sendu ada kisah membiruAda tawa yang haru ada canda yang lucuPagi bagiku menyambut para pejuang ilmuBersama merangkai kisah kasih yang baru Kami mengajar bagai pahlawan memegang pedangKami mendidik bagai berkuda di medan perangBersama para murid yang berbaris bagai pasukanSiap melahap segala ilmu yang akan diberikan Kisah harumu […] - [Seruput Manis Putih Biru - Puisi Siti Rohnatulloh Hayatun](https://ruangbestari.com/seruput-manis-putih-biru-puisi-siti-rohnatulloh-hayatun/): Seruput Manis Putih Biru Karya: Siti Rohnatulloh Hayatun Derap langkah menapaki perjalanan Menceritakan kebisuan riang gembira Sambutan tawa dan tangis bersamaan Seribu sembilan puluh lima hari tak terasa Setiap ABCD sampai Z memiliki cerita Goresan pena masing-masing Menapak ke dinding-dinding kelas bata Serta barisan meja dan bangku kosong Kelak kau pergi tuk meniti harapan lain […] - [Rindu Jihadku - Puisi Siti Rohimatillah, S.Hum.](https://ruangbestari.com/rindu-jihadku-puisi-siti-rohimatillah-s-hum/): Rindu Jihadku Karya: Siti Rohimatillah, S.Hum. Panas terik itu yang membuatku melemah Virus yang lebih kuat dari antibodiku Keramaian kini berhenti dengan keheningan Aku terkapar Aku tersadar Bertemu dengan putih birumu adalah anugerah Bermuwajahah denganmu adalah ladang ibadah Gedung abu itu menjadi wasilah Duduk rapi, tangan dilipat di atas meja Keaktifanmu, mendengarkanku dengan seksama Duniamu […] - [Pengabdianku - Puisi Siti Rohayati, S.Pd.SD.](https://ruangbestari.com/pengabdianku-puisi-siti-rohayati-s-pd-sd/): Pengabdianku Karya: Siti Rohayati, S.Pd.SD. Tiga puluh lima tahun sudah berlalu Tanpa terasa pengabdianku dalam mencerdaskan anak bangsa begitu cepat Sejak pertama kali diriku dipanggil ibu guru oleh anak-anak Sejak pertama kali diriku masuk ke dalam kelas Sejak pertama kali diriku ditatap dan menatap anak-anak Sejak pertama kali pula aku memberi pengajaran Dan sejak itu […] - [Sepercik Kenangan Guru - Puisi Siti Jumsiah, S.Pd.SD.](https://ruangbestari.com/sepercik-kenangan-guru-puisi-siti-jumsiah-s-pd-sd/): Sepercik Kenangan Guru Karya: Siti Jumsiah, S.Pd.SD. Senang hati menjadi guru Ladangku menebar ilmu Siapkan generasi muda Tuk berjuang di zamannya Senang hati menjadi guru Melihat wajah penerus bangsa Senyum merekah semanis madu Bagaikan obat pelepas rindu Senang hati menjadi guru Mencintai pekerjaanku selalu Lelah dan letih kadang menerpa Ingat selalu akan pahala Senang hati […] - [Padamu Negeri - Puisi Siti Julaeha A M, S.Pd.](https://ruangbestari.com/padamu-negeri-puisi-siti-julaeha-a-m-s-pd/): Padamu Negeri Karya: Siti Julaeha A M, S.Pd. Langkah tak ada berhenti Perjalanan masih panjang pengabdian padamu negeri Tanah tumpah darahku Seringkali ku abaikan Tangis dan jeritan ratu kecilku yang ku tinggalkan di pagi hari sampai sore menjelang Tiba pulang kembali Sambutan putri kecilku Penuh haru sehari tidak berjumpa melihat ibunya, berjuang demi putra putri […] - [Antitesis Adhyapaka Memandu Shishya 3 di Era Modern - Puisi Santi Faujiah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/antitesis-adhyapaka-memandu-shishya-3-di-era-modern-puisi-santi-faujiah-s-pd/): Antitesis Adhyapaka Memandu Shishya 3 di Era ModernKarya: Santi Faujiah, S.Pd. Adhyapaka 1 kini, bertarung dalam antitesis 2,Melahirkan Shishya 3 tangguh, impian yang dikejar,Namun ciut oleh dunia yang berubah,Menyerah tanpa kalah, hilang arah, dan terpenjar. Sakit menusuk, duri tajam bertubi,Moral terdegradasi, pergaulan liar tumbuh subur,Mental lemah, bibit kejahatan marak dalam benak,Tawuran, perundungan, kejahatan di layar […] - [Haru Biru Jadi Guru - Puisi Samsudin, M.Pd.](https://ruangbestari.com/haru-biru-jadi-guru-puisi-samsudin-m-pd/): Haru Biru Jadi Guru Karya: Samsudin, M.Pd. Aku adalah Guru Dulu, aku malu jadi guru Setelah bertahun-tahun bergelut dengan buku Gaji pertamaku hanya dua ratus ribu Hanya cukup hidup seminggu Itu pun belum tentu Kalah telak dengan tukang kayu Sungguh terlalu Perlahan aku mulai percaya diri Setelah lolos kualifikasi Dan mendapat sertifikasi Dengan ini Teman-temanku […] - [Pendidikanmu, Pendidikanku, Masa Begitu? - Puisi Rusi Hartati, S.Pd.](https://ruangbestari.com/pendidikanmu-pendidikanku-masa-begitu-puisi-rusi-hartati-s-pd/): Pendidikanmu, Pendidikanku, Masa Begitu? Karya: Rusi Hartati, S.Pd. tahun ajaran baru selalu terburu-buru menyebar visi pribadi agar mengakar dengan jejalan produk tambal sulam Kami di sini terseret pusaran arus tanpa pelampung terjun bebas di rimba perburuan bernama pendidikan karakter cita-cita generasi emas sepertinya tersesat di labirin keegoisan yang tak hirau dengan kontinuitas pendidikanmu, pendidikanku malah […] - [Guruku Sang Suryaku - Puisi Rizki Iskandar](https://ruangbestari.com/guruku-sang-suryaku-puisi-rizki-iskandar/): Guruku Sang Suryaku Karya: Rizki Iskandar Hari demi hari Cahayamu menerangi di awal hari Memberi arti hidup ini Tutur kata dan adabmu Menjadi arah bagi kami Membuka pikiran Membuka cakrawala menghiasi hari Kau ajar kami dengan sejuta karsa Namun kami tahui itu semua Demi kebahagiaan kami Awan kelabu Tiang tiang aturan menjulang tinggi di negeri […] - [Senandung Doa Seorang Guru - Puisi Riska Puspita, S.Pd.](https://ruangbestari.com/senandung-doa-seorang-guru-puisi-riska-puspita-s-pd/): Senandung Doa Seorang GuruKarya: Riska Puspita, S.Pd. Selengkung senyum kian berpijarMemancar dari mata-mata yang bendenyarMenyambutku dengan salam kehangatanMenghujamku dengan sapa bersautan Setiap kali ku pandangi sekeliling ruang iniRaut wajah-wajah yang memahat harapSerupa benih yang bertebaran di tamanYang harus ku siram dengan penuh perawatanSebelum akhirnya tumbuh dengan menawan Setiap mereka adalah pena yang siap berceritaAku hanya […] - [Maruah Guru Kini - Rina Suhartini, S.Pd.](https://ruangbestari.com/maruah-guru-kini-rina-suhartini-s-pd/): Maruah Guru Kini Karya: Rina Suhartini, S.Pd. Dunia pendidikan kini galau dalam dilemanya sendiri Guru terbelenggu dalam kekakuan Lisan guru terpenjara dalam ketakutan Semuanya serasa serba salah bahkan maruah untuk guru pun dipertanyakan dalam renungan diri yang bergelut dalam akal dan hati Ketika segala atas nama hak asasi tapi tuntutan terhadap guru tak terbatasi Siswa […] - [Asmaraloka Sekolah - Rina Armaini, S.Pd., M.Pd.](https://ruangbestari.com/asmaraloka-sekolah-rina-armaini-s-pd-m-pd/): Asmaraloka Sekolah Karya: Rina Armaini, S.Pd., M.Pd. Pagi nan terasa lambat menjejali riuh rutinitas Menerobos ruang, menuju asrar loka Senyuman makhluk yuwana Menyambut penuh asa Pagi ini terasa berbeda Senandika bergelora dalam jiwa Selamat pagi Mentari pun tersenyum Perhelatan telah siap Barisan kursi dan rangkaian bunga Wajah-wajah semringah memenuhi buana Penuh rona kebahagiaan Dersik memenuhi […] - [Senyum Manis - Richa Sulistyowati, S.Pd.SD.](https://ruangbestari.com/senyum-manis-richa-sulistyowati-s-pd-sd/): Senyum Manis Karya: Richa Sulistyowati, S.Pd.SD. Tak cukup kata, tak jua nada Terderai juntaian penuh makna Ada temaram kenangan Ada lara dan harapan Kala… serumpai penat tertumpu di raga Berteman jiwa- jiwa lelah terasa Berkecamuk pikir beda tak tertahan Menyeruak pula muka-muka dua… pelan Detik itu… terbayang perjuangan Ingin hati merintih kesakitan Melihat kian hari […] - [Yang Sembunyi dalam Lipatan Sejarah - Rian Kurniawan Harahap, M.Pd.](https://ruangbestari.com/yang-sembunyi-dalam-lipatan-sejarah-rian-kurniawan-harahap-m-pd/): Yang Sembunyi dalam Lipatan Sejarah Karya: Rian Kurniawan Harahap, M.Pd. Jadi abu jadi purba papan tulis berisi sisa-sisa kata merdeka diserang murka kepala kolonial sembunyi dalam lipatan sejarah Dispereerr Niet! Coen sombong dari halaman sejarah dahulu Hindia, risalah kini Indonesia musim serdadu telah jadi musim meja dan bangku merdeka belum tuntas ia masih diintip lanun […] - [Pelita Nusa - Puisi Rezi Ilfi Rahmi](https://ruangbestari.com/pelita-nusa-puisi-rezi-ilfi-rahmi/): Pelita Nusa Karya: Rezi Ilfi Rahmi Wahai tunas muda pelurus bangsa Melangkahlah tak usah bermuram apalagi bimbang jutaan kunang-kunang sedia temani memetik bintang Wahai tunas muda pelurus bangsa tak sendiri dalam kelam bangkitlah, hadirmu bukti nyata sang pemenang bersinarlah rawi dalam tintanya Wahai tunas muda pelurus bangsa Robohkan angan semu dan gapailah mimpi lantangkan suaramu […] - [Puisi untuk Para Remaja - Puisi Renna Lanyta, S.Pd., Gr.](https://ruangbestari.com/puisi-untuk-para-remaja-puisi-renna-lanyta-s-pd-gr/): Puisi untuk Para Remaja Karya: Renna Lanyta, S.Pd., Gr. Muda mudi ibu pertiwi Siapa dirimu Tahukah kau apa arti hidup? Perjuangan telah dimulai Hati-hati dengan rambu Jangan kau tutup mata Karena harapan ada di depan mata Buka matamu Buka telingamu Siapkan lenganmu Ayunkan langkahmu Di atas kebenaran Jangan pernah percaya candu Tinggalkan percintaan semu Kuatkanlah […] - [Guruku Manusia Mulia - Puisi Rengga Permana, S.Pd.I](https://ruangbestari.com/guruku-manusia-mulia-puisi-rengga-permana-s-pd-i/): Guruku Manusia Mulia Karya: Rengga Permana, S.Pd.I Air bisa membeku karena suhu udara dingin di sekitarnya Manusia bisa menangis karena kuatnya perasa maka hati bisa merasakan gelisah Guru adalah manusia mulia pahlawan tanpa tanda jas tidak dihargai bukanlah rintangan disakiti tidak menyakiti balik tidak peduli apapun rintangannya semua dihadapi untuk mencerdaskan anak bangsa untuk menjadi […] - [Di Balik Senyumku - Puisi Regina Seffina Ardhyaningrum, S.Pd., Gr.](https://ruangbestari.com/di-balik-senyumku-puisi-regina-seffina-ardhyaningrum-s-pd-gr/): Di Balik Senyumku Karya: Regina Seffina Ardhyaningrum, S.Pd., Gr. Di dalam ruang kelas, di sinilah aku berdiri, Seorang pendidik, seorang guru, penuh dengan tekad tuk terus maju Dalam hati penuh dengan semangat dan cita-cita, Menuntun generasi muda menuju gerbang masa depan yang cerah. Suka, saat melihat mereka bersinar seperti bintang-bintang, Ketika mata mereka berbinar dalam […] - [Aku Adalah Guru - Puisi Ratna Suyani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/aku-adalah-guru-puisi-ratna-suyani-s-pd/): Aku Adalah GuruKarya: Ratna Suyani, S.Pd. Mari kawan, ikuti perjalananku ke sekolahJalan setapak terjalPematang sawah yang licin sisa hujan semalamJalan yang ku lalui semakin sulitKu buka sepatu, ku jinjing, bertelanjang kakiHari ini ulanganAnak-anak pasti menantiPenuh rasa cemasDan aku selalu tertawa melihat itu Kebahagiaanku bersama muridkuTak kan tergantiRasa duka hanya urusan kebutuhankuSekuat tenaga ku usahakan jangan […] - [Romansa Guru - Puisi Ratna Sari, S.Pd.](https://ruangbestari.com/romansa-guru-puisi-ratna-sari-s-pd/): Romansa Guru Karya: Ratna Sari, S.Pd. Guru… Engkau pahlawan tanpa tanda jasa Sebagai pencetak generasi bangsa Berikan ilmu tak terhingga Agar pemuda pemudi jadi berharga Guru… Engkau mengajarkan budi pekerti Setia tuk mengabdi Jadilah cahaya penerang hati Berjuanglah tanpa henti Guru… Walau ilmumu begitu berarti Tapi gajimu seakan dikebiri Seakan tak ada apresiasi Terkadang menyayat […] - [Murid-Murid Hebat - Puisi Ratna Dewi, S.Pd.](https://ruangbestari.com/murid-murid-hebat-puisi-ratna-dewi-s-pd/): Murid-Murid Hebat Karya: Ratna Dewi, S.Pd. Allah… Allah… Allah… Nafasku tersengal-sengal mengiringi langkah kaki. Anak tangga satu persatu dilalui Tangan kanan memegang kayu tangga, Tangan kiri memegang tas laptop dan jaket, Punggung pun ikut berperan membawa tas ransel. Terdengar suara pelan dan sopan dari belakangku. “Assalamu’alaikum, Bunda…” dia pun mendekat ke sampingku membungkukkan badan. “Wa’alaikumussalam…” […] - [Bangunlah Badannya, Bukan Jiwanya - Puisi Rasyid Maulana Arifuddin, S.Pd.](https://ruangbestari.com/bangunlah-badannya-bukan-jiwanya-puisi-rasyid-maulana-arifuddin-s-pd/): Bangunlah Badannya, Bukan Jiwanya Karya: Rasyid Maulana Arifuddin, S.Pd. Api bergulung memenuhi puncak ambisi, menyapu habis rintihan sesak yang bertengger di belukar. Pihak Kurawa 1 tengah bersorak sorai, menertawai yang lemah. Menertawai diriku yang limbung dihantam ombak ini. Basah kuyup dalam nafasku tersengal-sengal… menyalami lidah, melontarkan keluh kesah. Entah, sampai kapan api yang berbalut dengan […] - [Cintaku Adalah Kamu - Puisi Raini Stephani, S.Pd., Gr.](https://ruangbestari.com/cintaku-adalah-kamu-puisi-raini-stephani-s-pd-gr/): Cintaku Adalah Kamu Karya: Raini Stephani, S.Pd., Gr. Nak, Kau adalah tujuanku Nak, Kau segala alasanku Sedihku Gembiraku Obat sakitku Bahkan marahku karenamu Maaf, Kadang cintaku membuatmu sakit Jangan marah ya Nak, Kelak kau akan tahu Duniamu sekarang Tidak lebih kejam dari duniamu kelak Terimakasih jua Nak, Kau ajarkanku menjadi orangtua Mengajari arti sabar Mengajari […] - [Suka Duka Jadi Guru - Puisi R. Novalia Nurcahyani, S.Pd., M.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-duka-jadi-guru-puisi-r-novalia-nurcahyani-s-pd-m-pd/): Suka Duka Jadi Guru Karya: R. Novalia Nurcahyani, S.Pd., M.Pd. Nak… Kehidupan dimulai Ketika dirimu hadir di dunia Hadir di tengah masyarakat Lingkungan keluarga dan pendidikan Anakku… Kami para guru di sini Dengan hati ikhlas memberi apa yang kami miliki tentang pengetahuan Membimbing apa yang telah kami ketahui Mengasuh jiwamu agar tidak tersesat Membina ragamu […] - [Guru Tua - Puisi Puspa Setianingtyas, S.Pd.](https://ruangbestari.com/guru-tua-puisi-puspa-setianingtyas-s-pd/): Guru Tua Karya: Puspa Setianingtyas, S.Pd. kisah tentang seorang tua. seorang cendekia dengan keriput di jemari tangannya. keriputnya senada motor butut Astrea yang setia antar-jemput dari hawa dingin datang hingga mentari tenggelam ke lautan dalam. baginya tak ada anak nakal. baginya juga tak ada anak bodoh. dan lagi, baginya juga tak ada anak kurang ajar. […] - [Potret Guru Masa Kini - Puisi Puji Fauziyah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/potret-guru-masa-kini-puisi-puji-fauziyah-s-pd/): Potret Guru Masa Kini Karya: Puji Fauziyah, S.Pd. Ketika beribu kata tak bisa dilebur Saat lisan kelu tak mampu bertutur Mengenang jasamu amat termasyhur Engkau bagaikan seorang motivator Ketika gairah siswamu mulai kendor Merayu membujuk bagai sang aktor Agar muridmu kelak menjadi doktor Kau ajarkan budi pekerti Biar laku muridmu menghias hati Mampu berpikir dan […] - [Sulit! - Puisi Suryani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/sulit-puisi-suryani-s-pd/): Sulit! Karya: Popon Suryani, S.Pd. Mengapa hidupku menjadi begitu? Kata mereka sekarang aku ini guru Ha… ha… ha… Apakah benar adanya seperti itu? Digugu… dan ditiru… sampai sekarang itu membuatku pilu kurasa guru bukanlah dewa jadi jangan selalu tuk anggap sempurna Semakin hari zaman menuntut untuk berlomba Berbondong-bondong menunjukkan karya Usia muda tapi rambut menjadi […] - [Suka Duka Seorang Guru - Puisi Pamong Suryaningtias, M.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-duka-seorang-guru-puisi-pamong-suryaningtias-m-pd/): Suka Duka Seorang Guru Karya: Pamong Suryaningtias, M.Pd. Guru… Engkau adalah sosok panutan Tutur kata dan perbuatanmu jadi pedoman Bibir tersenyum hati menangis Demi anak didik yang diharapkan Setiap hari kau mendidik Putra putri bangsa tercinta Dengan semangat membaja Lahir generasi paripurna Guru… Senyum sumringah penghias bibir Bangga dengan prestasi Namun… Hati hancur berkeping-keping Sedih […] - [Berkarya Untukmu - Puisi Pahot M. E. Nababan, M.Pd.](https://ruangbestari.com/berkarya-untukmu-puisi-pahot-m-e-nababan-m-pd/): Berkarya Untukmu Karya: Pahot M. E. Nababan, M.Pd. Bila temaram sudah pergi Malam pun membayangi Ku ukir karya dengan penaku Ku tuangkan di buku Untukmu ku putar otakku Melewati setiap suara malamku Tak kenal jenuhku Sampai terukir semua dengan penaku Pikirku tertuang Menggali setiap bayang Ideku kutuang Memberi aktivitasmu setiap ruang Karyamu kutunggu Dari ide […] - [Rindu dalam Sunyi - Puisi P. Nuraeni, M.Pd.](https://ruangbestari.com/rindu-dalam-sunyi-puisi-p-nuraeni-m-pd/): Rindu dalam Sunyi Karya: P. Nuraeni, M.Pd. (Ponnoer) Teruntuk matahari kecilku Ingin ku tuliskan satu kisah, catatan kecil kemarin hari tentang luka negeri, satu musim saat pandemi melanda saat tanggal tak dihitung lagi, rontok dipendam gelisah adalah hari-hari yang semakin tak berseri Tersiar wabah begitu ngeri saat waktu terseok melaju di tenggat tahun yang terpuruk […] - [Sehari Bersama Guru - Puisi Otniel Rumbekwan, S.Pd.](https://ruangbestari.com/sehari-bersama-guru-puisi-otniel-rumbekwan-s-pd/): Sehari Bersama Guru Karya: Otniel Rumbekwan, S.Pd. Seribu hari belajar di rumah tak ada faedah Sehari bersama guru yang hebat jauh lebih baik Sehari bersama guru di sekolah akan memiliki kesan yang mendalam Sehari bersama guru membuat belajar menjadi tantangan yang menarik Sehari bersama guru membuat kau bisa tampil di kompetisi besar Sehari mengajar dan […] - [Mengejar Matahari - Puisi Olis Aisah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/mengejar-matahari-puisi-olis-aisah-s-pd/): Mengejar Matahari Karya: Olis Aisah, S.Pd. Mentari mengintip di ufuk timur Hitamnya malam telah berganti pagi Kubergegas menerobos dinginnya pagi Pergi ke sekolah menjadi tujuan pasti Jalan licin membuatku terseok-seok Sepatu ku tenteng ku berjalan telanjang kaki Ku langkahkan kaki mengejar matahari Satu hal pasti ku harus tiba lebih pagi Bau tanah menyeruak penuhi dada […] - [Murid Kebanggan - Puisi Nyi Heni](https://ruangbestari.com/murid-kebanggan-puisi-nyi-heni/): Murid Kebanggan Karya: Nyi Heni Aku tak menyesal kala melewatkan sarapan karena mengejar jam pertama Aku pun tak mengeluh menunda makan siang kala menemanimu berkarya Aku tak merasa iri kala kau dijemput mobil sementara aku hanya jalan kaki Dan aku merasa bangga kala mendapat kabar kau menjadi pejabat tinggi Aku merasa malu saat kau bercerita […] - [Jejak Seorang Guru - Puisi Nychken Gilang Bedy, M.Pd.](https://ruangbestari.com/jejak-seorang-guru-puisi-nychken-gilang-bedy-m-pd/): Jejak Seorang Guru Karya: Nychken Gilang Bedy, M.Pd. Langkah tak mudah sedang aku jalani Beban di pundak menyuruhku berhenti Lelah dengan berbagai problema yang menghampiri Namun, senyuman mereka menguatkan dan memberi arti Menjadi guru di era gempuran teknologi Memang butuh lebih dari sekadar hobi Guru sejatinya pondasi untuk negeri Namun, penghasilannya tak cukup untuk ditukar […] - [Tak Lelahkah Kita - Puisi Nurmala, S.Pd.](https://ruangbestari.com/tak-lelahkah-kita-puisi-nurmala-s-pd/): Tak Lelahkah Kita Karya: Nurmala, S.Pd. Tak lelahkah kita Mencari celah di sela luka Melukis pelangi setelah hujan Rasakan sejuknya embun pagi Sambut cahaya setelah gelap Semangat berjuang dan berbenah Untuk mendidik anak bangsa Tak lelahkah kita Mengerut kening di sela nafas Mengubah hitam menjadi putih Sementara warna beragam rupa Kadang indah berganti makna Ataupun […] - [Kurangkul Engkau dengan Rasa - Puisi Nurlaelah Kamah, S.Ag.](https://ruangbestari.com/kurangkul-engkau-dengan-rasa-puisi-nurlaelah-kamah-s-ag/): Kurangkul Engkau dengan Rasa Karya: Nurlaelah Kamah, S.Ag. Dalam ruang berdimensi Tecipta varian edukasi Irama interaksi membersamai Dalam lakon berintonasi Anakku, muridku Kita sering bercengkerama di setiap durasi Ku tunggu jawab di setia frekuensi Diam, hening Ku cari jawab di setiap tarbiyahku Berteriak dengan rasa menanti lisanmu Bertransformasi Aku harus tegar dalam berelasi Tersenyum menatap […] - [Menabur Kasih Menjadi Guru - Puisi Nurhayati, S.Sos., M.Pd.](https://ruangbestari.com/menabur-kasih-menjadi-guru-puisi-nurhayati-s-sos-m-pd/): Menabur Kasih Menjadi Guru Karya: Nurhayati, S.Sos., M.Pd. Hebatmu mungkin tak seperti penyanyi Yang dapat bernyanyi menghibur hati Hebatmu mungkin tak seperti tentara Yang mampu memelihara dan menjaga keamanan negara Hadirmu mungkin tak seperti pelangi Yang tampak indah di kejauhan nun berwarna-warni Suluhmu mungkin tak seterang pelita Yang menyala terang di malam gelap gulita Dengan […] - [Statistika Pendidikan - Puisi Nur Zahwa](https://ruangbestari.com/statistika-pendidikan-puisi-nur-zahwa/): Statistika Pendidikan karya: Nur Zahwa Berbagai cobaan dalam mendidik datang terpatri Memanfaatkan peluang melalui berbagai kombinasi dan permutasi Namun, mendidik tak semudah itu Mendidik penuh akan dinamika perjuangan Berbagai persamaan dan ketidaksamaan prinsip pasti ada Berbagai perspektif berbaris membentuk kolom dalam sebuah matriks Berakar menjadi sebuah fondasi Bertransformasi dari jalan kegelapan menuju arah kesuksesan Pasti […] - [Jelajah Dunia Guru - Puisi Nur Afifah Ramadhani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/jelajah-dunia-guru-puisi-nur-afifah-ramadhani-s-pd/): Jelajah Dunia Guru Karya: Nur Afifah Ramadhani, S.Pd. Suka duka menjadi guru adalah cerita yang panjang Di kelas yang riuh, hati tulus namun bergemuruh Mengajar dengan seni, memahami adalah kunci Membentuk karakter suci, seperti emas di dalam laci Saat matahari pagi menyinari ruang belajar kami Bermadah ceria anak-anak, harapan tak terkira Namun di balik senyum […] - [Senyum Manis Guru - Puisi Novy Kurniati, M. Pd.](https://ruangbestari.com/senyum-manis-guru-puisi-novy-kurniati-m-pd/): Senyum Manis Guru Karya: Novy Kurniati, M. Pd. Ing ngarso sungtulodo Ing madyo mangun karso Tut wuri handayani Guru di depan memberi contoh Di tengah menjadi penyemangat Di belakang memberi motivasi Tapi Nak, Ada hal yang perlu kau ingat Gurumu manusia biasa sama sepertimu juga orang tuamu Dicipta dengan kelebihan dan kekurangan Gurumu punya rasa […] - [Akhir Sebuah Penantian - Puisi Novi Kasari, S.Pd.](https://ruangbestari.com/akhir-sebuah-penantian-puisi-novi-kasari-s-pd/): Akhir Sebuah Penantian Karya: Novi Kasari, S.Pd. Hari ini masih gelap Ruh masih saja gentayangan Mata ini baru saja terlelap Alarm di otak sudah waktunya bangun 100 menit jarak yang harus ditempuh sejauh 99km Semangat menggelora merampas rasa lelah Sepi, rindu menjadi obat berjumpa Sapa, tawa, dan tanya anak-anak yang selalu dirindu Berjumpa kembali dalam […] - [Kami (Guru) Tidak Pernah Iri - Puisi Novella Cathlin, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kami-guru-tidak-pernah-iri-puisi-novella-cathlin-s-pd/): Kami (Guru) Tidak Pernah Iri Karya: Novella Cathlin, S.Pd. Sedikitpun, tak pernah terbesit di dalam pikiran maupun hati Jika ternyata aku, akan mencintai profesi ini Menjadi guru, tidak melulu tentang harga diri Ada sebuah kesadaran jika ini adalah sebuah panggilan. Panggilan dari sudut hati terdalam Untuk memulai sebuah pengabdian. Panggilan dari segala sisi kehidupan Untuk […] - [Elegi Gilang - Puisi Nina Septiningrum, M.Pd.](https://ruangbestari.com/elegi-gilang-puisi-nina-septiningrum-m-pd/): Elegi Gilang Karya: Nina Septiningrum, M.Pd. Tawuran adu domba Ego anak muda tanpa logika Nyawa tak berharga Kalah mati menang terluka Asap knalpot racing Parang tajam menghujam Terjungkal terbenam di tanah Jatuh bersimbah darah Keranda terbungkus ronce melati Azan dalam liang lahat Tali pocong dilepas Teriak tangis jadi satu 2023 - [Aku, Seorang Guru - Puisi Neng Elsa Meida Y, S. Sos.](https://ruangbestari.com/aku-seorang-guru-puisi-neng-elsa-meida-y-s-sos/): Aku, Seorang Guru Karya: Neng Elsa Meida Y, S. Sos. Inilah aku, dan suka duka ku, menjadi seorang guru. Di tengah dedaun kering. Debu dan kerikil menari terbawa angin. Aku melangkah menuju ruang kelas yang riuh oleh sahutan suara satu dengan yang lain. Salam ku ucap, hening sejenak. Lalu kami berkalibrasi, menyamakan frekuensi. Di tengah […] - [Bergerak Menuju Titian Pendakian - Puisi Neneng Evi Susantika, M.Pd.](https://ruangbestari.com/bergerak-menuju-titian-pendakian-puisi-neneng-evi-susantika-m-pd/): Bergerak Menuju Titian Pendakian Karya: Neneng Evi Susantika, M.Pd. Bertugas menjalani peran pemimpin pembelajar Endapkan segala prasangka tetapkan hati berbinar Ruang belajar yang dinanti hiasi daya nalar Gelombang perjalanan aku tempuh dengan semangat menjalar Ekosistem pendidikan tergerak melaju laksana kapal berlayar Rintangan selalu menerjang hadapi dengan ikhtiar Alami hari demi hari jalani libatkan diri bersabar […] - [Dua Generasi - Puisi Nelly Amalia, S.Pd.](https://ruangbestari.com/dua-generasi-puisi-nelly-amalia-s-pd/): Dua Generasi Karya: Nelly Amalia, S.Pd. Saat pagi datang ku dapati sebuah senyuman dan sapaan penuh kehangatan Senyumnya yang merekah lebar bagai bunga yang tengah mekar Nasihatnya yang lembut terhujam tajam dalam hati hingga nalar Tangannya yang lembut menyentuh seraya menyambut Guruku… Sosok yang selalu ku kagumi hingga saat ini Ia yang memberi ilmu tanpa […] - [Rintihan Pengajar Swasta - Puisi Musdalifah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/rintihan-pengajar-swasta-puisi-musdalifah-s-pd/): Rintihan Pengajar Swasta Karya: Musdalifah, S.Pd. Udara pagi sejuk menemani keberangkatanku Menuju rumah keduaku yang tak jemu untuk bersua Ku baca Bismillah dalam bibir merah mudaku Berkendara menatap seragam putih merah di jalan raya Ku lihat anak-anakku menyantap sarapan di barisan kantin Ku ambil bekalku di balik tas tua penuh jahitan Telur goreng, oseng tahu, […] - [Sosok Oemar Bakriku - Puisi Mursyidah, S.Pd.,Gr.](https://ruangbestari.com/sosok-oemar-bakriku-puisi-mursyidah-s-pd-gr/): Sosok Oemar BakrikuKarya: Mursyidah, S.Pd.,Gr. Oemar Bakri ku….Engkau meringis tergugu piluBulir itu jatuh terserak di pipimuMelihat miris orang-orang sepertimu Hanya bisa bersuara tanpa kataHanya bisa menghiba tanpa rasaHanya bisa meluapkan gejolak di dada tanpa amarah Di kala engkau bersuara, jeruji itu menantimuDi kala gerammu berubah, jiwamu tak kan utuhDi kala anak didikmu kau tempah, masa […] - [Debu dan Hal-Hal Lainnya yang Mestinya Tak Luput - Puisi Muhammad Hakim Dutama](https://ruangbestari.com/debu-dan-hal-hal-lainnya-yang-mestinya-tak-luput-puisi-muhammad-hakim-dutama/): Debu dan Hal-Hal Lainnya yang Mestinya Tak Luput Karya: Muhammad Hakim Dutama Terkucil di pusat kota Aku mengintip di celah lapuk dinding pintu kayu sekolah tua Jalanan terbakar Jalanan bagi jam makan siang yang berdesak-desakan depan seorang anak laki-laki di ujung simpangan trotoar Ia duduk menyadarkan diri pada pagar seng proyek pembangunan sebuah hotel tempat […] - [Pelita Ilmu di Desa, Kilau Kecerdasan di Kota - Puisi Muhammad Ardiansyah, S.E.](https://ruangbestari.com/pelita-ilmu-di-desa-kilau-kecerdasan-di-kota-puisi-muhammad-ardiansyah-s-e/): Pelita Ilmu di Desa, Kilau Kecerdasan di Kota Karya: Muhammad Ardiansyah, S.E. Di pedesaan sunyi, di desa kecil yang damai Guru melangkah dengan hati yang penuh kasih sayang Dalam pelukan alam yang hijau, pelajaran pun tumbuh subur Di desa, anak-anak datang dengan nayanika penuh harap Mereka haus ilmu di tengah keterbatasan ruang dan waktu Guru […] - [Sekolah di Pulau Kelapa - Puisi Muhammad Abdul Gofur](https://ruangbestari.com/sekolah-di-pulau-kelapa-puisi-muhammad-abdul-gofur/): Sekolah di Pulau Kelapa Karya: Muhammad Abdul Gofur Sekolah di pulau kelapa sebuah sekolah-sedikit daratan halamannya laut dan langit terbentang sejauh mata menghadang di batas lazuardi. tiada roda empat, pula jalan aspal motor matik melupakan masa lalu menanggalkan spion kepalanya. pada jam istirahat, ditambatkan kapal mesin dan perahu milik nelayan. Seragam hari Senin disapu terik, […] - [Aku Malu Menjadi Guru - Puisi Mugiati, S.S.](https://ruangbestari.com/aku-malu-menjadi-guru-puisi-mugiati-s-s/): Aku Malu Menjadi Guru Karya: Mugiati, S.S. Payung ku regangkan basah menyapa Langkah kaki menuju kelas Pun kecipak air mengikut jejak Senyum tulus menyambut, tak ingat lagi soal sepatu yang kuyup Hujan kala itu menjadi topik seru Bagaimana ia berasal dari laut dan kembali ke gunung Mencium bukit-bukit, dedaun, ranting-ranting, hingga pelataran sekolah kami Obrolan […] - [Tak Pernah Lelah - Puisi Mohammad Saroni](https://ruangbestari.com/tak-pernah-lelah-puisi-mohammad-saroni/): Tak Pernah Lelah Karya: Mohammad Saroni Hidup ini adalah perjalanan panjang lorong-lorong rata dan bergelombang bahkan lubang-lubang siap menelan kita sudah bersiapkah kita? Setiap saat kita bersama mereka menikmati setiap detak jarum jam yang terus bergerak berputar membawa kita dan mereka memunguti perca-perca mozaik masa depan Walau perjalanan ini penuh debu penuh onak dan duri […] - [Puisi Double Akrostik - Mirawati Rahayu, S.Pd.](https://ruangbestari.com/puisi-double-akrostik-mirawati-rahayu-s-pd/): Puisi Double AkrostikKarya: Mirawati Rahayu, S.Pd. Seribu kata yang tertulisUngkapan jiwa yang berlaluKeinginan yang sudah terbentukAlasan hati ini bertahan untuk menata Dalam jiwa yang bertekadUntaian hati yang mudah kelabuKesiapan jiwa yang terhentakAlirkan ilmu untuk cahaya dunia Melawan gejolak hati yang terdalamEmpati jiwa raga yang berkodeNestapa jadi pahlawanJalani hari demi ke mi’krajAlunan cita yang selalu bergeloraDengarkan […] - [Abdiku sebagai Guru - Puisi Miftahul Jannah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/abdiku-sebagai-guru-puisi-miftahul-jannah-s-pd/): Abdi ku sebagai Guru Karya: Miftahul Jannah, S.Pd. Jemari kecil ayunan pena Merangkai huruf demi huruf Kibarkan sayap lalu terbang Bawa sebuah kehormatan Aku pun ikut terbang melayang dan memeluk bintang Dalam tidur pun aku tetap tersenyum Di sudut kecil pena terjatuh Jatuh dan terus terjatuh Lidah menusuk relung hati terdalam Dengan senyum ku rangkul […] - [Guruku - Puisi Melda Yanti](https://ruangbestari.com/guruku-puisi-melda-yanti/): Guruku Karya: Melda Yanti Tak ada yang berbeda, pagi ini seperti biasa Hiruk-pikuk manusia memenuhi jalan Ibu Kota Berlomba bersama lajunya kereta Ingin mencapai tempat kerja mereka Tak ada yang berbeda, suasana pagi seperti biasa Begitu juga guruku pun telah siap berbagi cerita Pada anak didik yang tercinta Tentang semua ilmu yang berguna Tak ada […] - [Tanpa Tuju - Puisi Melani Nuranisa, S.Pd.](https://ruangbestari.com/tanpa-tuju-puisi-melani-nuranisa-s-pd/): Tanpa Tuju Karya: Melani Nuranisa, S.Pd. Saban hari puluhan tanya mengusik pikiran Mendesak menanti jawaban Di mana semua semangat dan ambisi? Apakah bertahan adalah sebuah solusi? Ingin kabur rasanya, tapi raga tak berdaya Kala teringat wanita paruh baya Menatap penuh harap dengan mata berbinar Ia bilang “Nanti akan terbayar” Banyak orang menghormati Tapi tidak menaruh […] - [Cinta Kasih Sejati - Puisi Masnah](https://ruangbestari.com/cinta-kasih-sejati-puisi-masnah/): Cinta Kasih Sejati Karya: Masnah Di kelas yang penuh dengan tawa dan canda, Suka-suka menjadi guru, seakan telah tiada bandingnya. Melihat mata yang berbinar, esok yang lebih cerah, Sungguh, suka menjadi guru adalah sebuah berkah. Namun tak selalu jalan mulus yang kita temui, Ada duka dalam perjalanan, namun takkan berhenti. Tantangan datang seperti badai yang […] - [Guru Milenial - Puisi Marlina Lestari, S.Pd.](https://ruangbestari.com/guru-milenial-puisi-marlina-lestari-s-pd/): Guru Milenial Karya: Marlina Lestari, S.Pd. Tak gentar kaki kecil kokoh melangkah Guru milenial menghadang rintangan nan gagah Senyum manis terus merekah Mentransfer isi buku melimpah ruah Guru milenial menatap tabah Hadapi pasukan berkalang tingkah Terobos gerbang segala arah Menggenggam bara pejuang dalam darah Guru milenial siapkan mental tanpa gundah Era digital tak membuatnya resah […] - [Duka Kebiadaban Zaman - Puisi Maria Ulfah](https://ruangbestari.com/duka-kebiadaban-zaman-puisi-maria-ulfah/): Duka Kebiadaban Zaman Karya: Maria Ulfah Awan bergelayut manja pada angin. Sepoinya mengantar rindu pada hati Andin. Gemuruh guntur mendobrak geliat, Tangan indah itu terjulur mengirim pesan pada Arjuna dengan hangat. Hujan mengiring langkah. Syahdunya mendekap cinta asmara dua remaja Jendela ternganga menanti Arjuna. Degup jantung yang memburu, merangsek rimbunan rumput gajah dekat rumah. Andin […] - [Kupandang Betapa Jauh - Puisi M. H. Soebiantoro](https://ruangbestari.com/kupandang-betapa-jauh-puisi-m-h-soebiantoro/): Kupandang Betapa Jauh Karya: M. H. Soebiantoro Ku pandang betapa jauh memisahkan rindu dari kesendirian Sementara ruhku terperangkap dalam jaring waktu hingga lupa membisikkan kata cinta lewat bayang-bayang mimpi murgana. bergumul di balik awan busa menyelinap antara kelip gemintang duduk bersanding dengan rembulan merayu angin bisikkan cinta ku teteskan air mata ilmu jatuh menerpa ilalang […] - [Suka Duka Menjadi Guru - Puisi Lusy Purwanty, S.Pd.I](https://ruangbestari.com/suka-duka-menjadi-guru-puisi-lusy-purwanty-s-pd-i/): Suka Duka Menjadi Guru Karya: Lusy Purwanty, S.Pd.I Langkah baktiku untuk negeri Kala mentari di ufuk timur mulai berseri Menyapa diri mengiringi langkah baktiku untuk negeri Rasa hati pasrah pada Ilahi Rabbi Tuk menempuh cita anak bangsa yang ku cintai Seonggok harapan yang menjulang tinggi Menggapai asa pada diri tuk terus jalani Suka duka menghampiri […] - [Suka Duka Menjadi Guru - Puisi Lindra Rajagukguk, S.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-duka-menjadi-guru-puisi-lindra-rajagukguk-s-pd/): Suka Duka Menjadi Guru Karya: Lindra Rajagukguk, S.Pd. Hidup adalah pilihan Itu kata banyak orang Tapi menjadi seorang guru di pedalaman Kalimantan Adalah takdir saya Guru yang ditempatkan di tengah-tengah Banyaknya ku banggakan bekas tambang Tidak pernah saya bayangkan Tapi Ibu Pertiwi membawa saya ke tempat indah ini Kami jauh dari kata-kata canggih Kami jauh […] - [Pengabdianku - Puisi Lina Marlina, S.Pd.](https://ruangbestari.com/pengabdianku-puisi-lina-marlina-s-pd/): Pengabdianku Karya: Lina Marlina, S.Pd. Puluhan tahun ku abdikan diri ku pada mu negeri Esok ku berharap mentari menyinari kehidupanku Nampak yang terlihat hanya harapan dan ilusi yang tak pasti kapankah pengabdianku selama ini? Sampai kapankah ku harus terus menunggu mentari pagi yang bisa menyinariku? Pengabdianku yang selama ini ku jalani Antusias tuk bisa meraih […] - [Riuh Peluh Pilihan - Puisi Lina Hernawati, S.Pd., M.Pd.](https://ruangbestari.com/riuh-peluh-pilihan-puisi-lina-hernawati-s-pd-m-pd/): Riuh Peluh Pilihanku Karya: Lina Hernawati, S.Pd., M.Pd. Gemerlap dunia ditawarkan Bak elok menarik nan rupawan Sempat terlintas seperti awan Akhir takdir tersemat tak meragukan Figur teladan hadirkan kenyamanan Sosok pendidik penuh suri tauladan Berkiprah diri menawarkan bukti Demi tepati janji yang suci Belajar sepanjang hayat adalah slogan nyata Pikir dan empati haruslah tertata Ilmu […] - [Mengeja Rasa - Puisi Lilis Sadiah](https://ruangbestari.com/mengeja-rasa-puisi-lilis-sadiah/): Mengeja Rasa Karya: Lilis Sadiah Anakku… Kemarin kita belajar mengeja kata agar kau bisa merangkai klausa Kemarin kita belajar tanda baca agar kau dapat memahami alinea Hari ini mari kita belajar mengeja rasa agar kau bisa memaknai fenomena yang tersirat di alam semesta Dengan tugas yang dibebankan Kau anggap ini keterlaluan Tahukah kalian? semua ada […] - [Suka Duka Menjadi Guru - Puisi Liana Saleha Asih, S.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-duka-menjadi-guru-puisi-liana-saleha-asih-s-pd/): Suka Duka Menjadi Guru Karya: Liana Saleha Asih, S.Pd. Santun untaian mutiara kata Ungkapan segala rasa adicita Kota pun saksi suka duka derita Andaikata bisa pasti kelak cerita Diam kadang adalah tanda Ujian Allah tiba melanda Kian nyata abadinya luka Air mata setabah fakta bicara Manakala citra cita duta dusta Entah tak lelah menebar gempita […] - [Siluet Guru - Puisi Lia Herliana, M.Pd.](https://ruangbestari.com/siluet-guru-puisi-lia-herliana-m-pd/): Siluet Guru Karya: Lia Herliana, M.Pd. Kata orang, guru itu digugu dan ditiru. Apa iya? Kata orang, guru itu panutan bagi siswa. Apa iya? Perbuatan yang dilakukan guru akan ditiru siswa. Apa iya? Lisan yang diucapkan guru akan diikuti siswa. Apa iya? Dulu ya memang begitu… Siswa sangat santun terhadap guru Lisan mereka pun sangat […] - [Setangkai Diksi untuk Diri - Puisi Latifah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/setangkai-diksi-untuk-diri-puisi-latifah-s-pd/): Setangkai Diksi untuk Diri Karya: Latifah, S.Pd. Mereka berkata Aku pahlawan tanpa tanda jasa Tapi rupanya bualan pujian itu tak bisa tuk membeli beras seliter pun Apalagi menjamin hidup mentereng Tapi apalah arti semua itu Kalau hidup tanpa terbitnya seorang guru Mungkin ahlak gagap melenyap dan ilmu kan layu membisu Tanpa adab ia akan biadab […] - [Aku Guru - Puisi Kusumawardani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/aku-guru-puisi-kusumawardani-s-pd/): Aku Guru Karya: Kusumawardani, S.Pd. Jiwa guru mengalir di tubuhku Cita-citaku yang tak lekang oleh waktu Kuliah dengan perjuangan yang tak mudah Dibalut pengorbanan sudah Kini aku guru Bahagianya aku cita-citaku tercapai Meski profesiku tidak membuatku kaya materi Sempat aku dihina karena kemiskinan materiku Sederet tunggakan mengakhiri impian skripsi putri sulungku Makan pun seadanya jika […] - [Guru dalam Tapal Batas - Puisi Kusminah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/guru-dalam-tapal-batas-puisi-kusminah-s-pd/): Guru dalam Tapal Batas Karya: Kusminah, S.Pd. Guru dalam perjalanan waktu Menebarkan cahaya ilmu Dengan cinta sepenuh jiwa Tak lekang dari masa ke masa Senyumnya kan terpancar merona Jika siswa bisa membaca Mahir mengungkapkan kata Santun dalam beretika Tak perlu dipuja bak pujangga Cukup dihargai keberadaannya Itu akan menjadi hadiah istimewa baginya Sebaliknya, jiwanya kan […] - [Untuk Istri Seorang Guru - Puisi Kurniawan, S.Sos.](https://ruangbestari.com/untuk-istri-seorang-guru-puisi-kurniawan-s-sos/): Untuk Istri Seorang Guru Karya: Kurniawan, S.Sos. Istriku… Kemarau ini serasa panjang Tapi semoga hatimu tetap sejuk Karena aku ingin bercerita kepadamu Tentang suka duka ini… Tentang indahnya kesulitan Dan mahalnya kebahagiaan Bagi seorang guru seperti aku. Dulu, beribu-ribu hari yang lalu. Kau pilih pinanganku Mengacuhkan pilihan yang kasat mata lebih baik Padahal kau tahu, […] - [Kuraih Rida-Nya via Guru - Puisi Khairul Hadi, S.Pd.I., M.Ed.](https://ruangbestari.com/kuraih-rida-nya-via-guru-puisi-khairul-hadi-s-pd-i-m-ed/): Kuraih Rida-Nya via Guru Karya: Khairul Hadi, S.Pd.I., M.Ed. Profesiku terlihat biasa saja Tak banyak yang gemar karena dukanya Tak banyak yang minat karena muramnya Dianggap duka karena letihnya Dianggap muram karena masa depannya Tapi, tidak bagiku, ini adalah jalanku tuk merajut rida-Nya Setiap duka akan terbalas dengan pahala di setiap tetesan peluhku Hilang muramnya […] - [Bahagia Mendidik Generasi Masa Depan - Puisi Dr. Karjianto, S.Pd.I., M.Pd.](https://ruangbestari.com/bahagia-mendidik-generasi-masa-depan-puisi-dr-karjianto-s-pd-i-m-pd/): Bahagia Mendidik Generasi Masa Depan Karya: Dr. Karjianto, S.Pd.I., M.Pd. Ketika suara ayam jantan mulai bertautan. Seolah ingin membangunkan sang insan. Dari lelapnya tidur dari kenyamanan. Lelah letih seharian terobati di pembaringan. Aku mulai terbangun mendengar indahnya suara azan. Suara yang menyerukan kebaikan, dari menara keagungan. Terucap Alhamdulillah dari bibir mungil usai rebahan. Dengan syukur […] - [Suka Duka Menjadi Guru - Puisi Julia Rahmi, S.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-duka-menjadi-guru-puisi-julia-rahmi-s-pd/): Suka Duka menjadi Guru Karya: Julia Rahmi, S.Pd. Di dunia penuh tawa dan tangis, Menjadi guru, perjuangan tiada henti, Mendidik generasi, tugas yang agung, Suka duka bersamanya, demi berkilau cahaya ilmu di mata generasi bangsa Namun terkadang redup, mencari jalan yang terang, Saat semangat menyala, hati terasa lapang, Namun beban guru tak pernah ringan. Pagi-pagi […] - [Aku Seorang Guru - Puisi Itawati, S.Sos.I](https://ruangbestari.com/aku-seorang-guru-puisi-itawati-s-sos-i/): Aku Seorang Guru Karya: Itawati, S.Sos.I Berpacu dengan sinar matahari Berbenah diri da keluarga Tak sempat sarapan, ini, dan itu Di buru waktu capai gerbang sekolah Depan kelas ku berdiri Mendidik, membina, melatih, berbagi, membersamai Membentang jendela ilmu Bersama penjelajah pengetahuan Tinggalkan kepentingan pribadi Demi tugas kewajiban Berbekal pena dan buku Mengukir aksara wawasan Pahat […] - [Bukan Ilusi - Puisi Iswan Andi Pangki, SS](https://ruangbestari.com/bukan-ilusi-puisi-iswan-andi-pangki-ss/): Bukan Ilusi Karya: Iswan Andi Pangki, SS Kebersamaan kita bukanlah ilusi yang indah di dunia fantasi Tapi kasih kita tercipta oleh durasi dari sebuah interaksi Kebersamaan kita bukanlah ilusi Tapi Keakraban kita mekar dalam edukasi Pada ruang satu frekuensi Ikut suara hati tanpa intervensi Saling berbagi dan mengisi Mengukir indah narasi dengan ragam prestasi Kenangan […] - [Guru Paramarta - Puisi Isnaeni Masruroh, S.Pd.](https://ruangbestari.com/guru-paramarta-puisi-isnaeni-masruroh-s-pd/): Guru Paramarta Karya: Isnaeni Masruroh, S.Pd. Berpijak di tanah Indonesia Bermula dari sumpah janji mulia Menjadi guru profesional sepanjang masa Tertanam sampai usia senja Berkorban demi permata bangsa mencapai asa Fajar menjadi saksi Langkah kaki tiada henti sejak dini hari Meramu untuk suami dan buah hati Menyibak sebelum menuju instansi Ibu pamit, laksana tanda Pilar […] - [Sang Pejuang Pendidikan - Puisi Intan Yulia, S.Pd.](https://ruangbestari.com/sang-pejuang-pendidikan-puisi-intan-yulia-s-pd/): Sang Pejuang Pendidikan Karya: Intan Yulia, S.Pd. Guru, sebuah kata yang terdengar ringan Namun besar beban dan tanggung jawabnya Guru, bukan hanya sekedar profesi Namun sebuah panggilan hati untuk mengabdi Jerih payah yang ia tempuh di perguruan tinggi Demi gelar guru yang Ia dapati Mengemban amanah untuk mengabdi Berbakti pada negeri, pertanggungjawaban pada Ilahi Hari […] - [Honorer Itu Ayahku - Puisi Indra, S.Pd.](https://ruangbestari.com/honorer-itu-ayahku-puisi-indra-s-pd/): Honorer Itu Ayahku Karya: Indra, S.Pd. Terik bola raksasa Oktober Memanggang punggung pria berambut sedikit uban Di pundaknya ada dua sak semen sedang bertengger Menuju truk yang berjejer Kaos oblongnya kusam Dan sedikit berjamur, hitam Bolong bagian bawah ketiak Tetap nyangkut di badan meski apek Upah lima puluh ribu diterimanya Sumringah senyum mekar di bibir […] - [Sepatu Pantofel Hitam Bu Guru - Puisi Indah Martinna, M.Pd.](https://ruangbestari.com/sepatu-pantofel-hitam-bu-guru-puisi-indah-martinna-m-pd/): Sepatu Pantofel Hitam Bu Guru Karya: Indah Martinna, M.Pd. Tiga puluh dua tahun lalu saat putih biru seragamku ketika di suatu pagi Selasa dan Kamis itu terdengar suara paling ditakuti seantero kelasku Tak tok tak tok… suara itu yang sedari malamku terdengar dalam tidurku kini satu meter sudah di depan telingaku lalu masuk ke dalam […] - [Merangkai Nada di Bumi Tifa - Puisi Indah Dwi Wijayanti, S.Pd.](https://ruangbestari.com/merangkai-nada-di-bumi-tifa-puisi-indah-dwi-wijayanti-s-pd/): Merangkai Nada di Bumi Tifa Karya: Indah Dwi Wijayanti, S.Pd. Wajahku bermandi peluh Bersabar diri menanti waktu Murid kecilku tersenyum lugu Menyapu risau hati kecilku Tangan kecil itu, kini tak lagi membisu Peluh di tubuh segan tak jatuh terasa malu Hatiku berbunga berirama merdu Kau ukirkan pena berlembar berbuku Teng… teng… teng… teng… teng… Suara […] - [Atma Redup - Puisi Inda Fitriani, S,Pd.](https://ruangbestari.com/atma-redup-puisi-inda-fitriani-spd/): Atma Redup Karya: Inda Fitriani, S,Pd. Terbelenggu keadaaanku Gerak lepas yang terbatas Meluapkan amarah adalah larangan bersabar dan ikhlas jadi satu Turunkan ego, wahai guru hilangkan rasa lelahmu biarkan tujuanmu menuntun pada satu asa satu rasa Berderai air matamu menusuk lara akan keterbatasan hari ini, era revolusi 4.0 telah dimulai hari ini, era atma guru […] - [Kuncup Lara Mekar Bunga - Puisi Imro’atun Hasanah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kuncup-lara-mekar-bunga-puisi-imroatun-hasanah-s-pd/): Kuncup Lara Mekar Bunga Karya: Imro’atun Hasanah, S.Pd. Di ujung hari hujan sering tiba-tiba menyapa Kita tetap tak bisa melepas diri Dari lelah di ujung kaki dari jam-jam yang sesak akan kekhawatiran Terbesit ingin istirahat lama, sebab Jantungku gampang pucat, seperti jantungmu Seperti jantung-jantung lain yang tak bernyali di hadapan seragam Sekali lagi, kita tak […] - [Aku Hanyalah Aku - Puisi Nadia Melinda](https://ruangbestari.com/aku-hanyalah-aku-puisi-nadia-melinda/): Aku Hanyalah Aku Karya: Nadia Melinda Malam ini Ditemani dengan keheningan Ku tatap cermin yang ada di kamarku Membentuk bayangan diriku Aku hanyalah aku Bukan dia ataupun mereka Jangan memaksakan diri Untuk menjadi orang lain Ini diriku Dengan penuh kekurangan Dengan penuh perbedaan Namun aku bangga akan diriku Dengan semua pencapaian yang telah aku lewati […] - [Aku Adalah Aku - Puisi Nadia Azzahra Yatmikasari](https://ruangbestari.com/aku-adalah-aku-puisi-nadia-azzahra-yatmikasari/): Aku Adalah Aku Karya: Nadia Azzahra Yatmikasari Musim panas telah berlalu, Kini disusul dengan musim hujan, Rintiknya membuatku terharu, Karena sampai saat ini aku belum menemukan bakatku. Malam kembali menghampiri, Dalam getir aku sendiri, Menikmati sepi, Melihat banyaknya kurang dari diri ini. Namun, Akan tetap ku syukuri apa yang ku punya, Memperbaiki kekurangan dalam jiwa, […] - [Jangan Menganggap Diri Kamu Tidak Sempurna - Puisi Muhammad Arya Mardani](https://ruangbestari.com/jangan-menganggap-diri-kamu-tidak-sempurna-puisi-muhammad-arya-mardani/): Jangan Menganggap Diri Kamu Tidak Sempurna Karya: Muhammad Arya Mardani Jika kamu membenci dirimu sendiri Ingatlah kamu bisa ada di sini Karena dirimu sendiri Mulai sekarang sayangi diri kamu sendiri Ketika kamu mengeluh kepada diri kamu sendiri Kamu harus ingat dengan perjuangan diri kamu sendiri Kalau bukan karena kamu sendiri, Kamu tidak akan bisa ada […] - [Jiwa yang Lelah - Puisi Muhamad Ilham](https://ruangbestari.com/jiwa-yang-lelah-puisi-muhamad-ilham/): Jiwa yang Lelah Karya: Muhamad Ilham Hai diriku… Ku berharap engkau mendengarkan dengan pelan. Yang berada dalam ruang kelelahan. Di saat jaman sedang berjalan. Dengan tipuan keduniawian. Di mana semua di buat perlombaan. Meskipun tubuh ini tak sama lagi. Bahu yang tak kokoh kembali. Serta air mata yang tak terbendung lagi. Ku harap engkau dapat […] - [Pada Diri Tuk Menyapa - Puisi Muhamad Bayu Aji Tolafudin](https://ruangbestari.com/pada-diri-tuk-menyapa-puisi-muhamad-bayu-aji-tolafudin/): Pada Diri Tuk Menyapa Karya: Muhamad Bayu Aji Tolafudin Pada malam penuh kesunyian, aku menatap cermin, Mencari jejak kebahagiaan di dalamnya. Di sana, kutemukan diriku yang sama, Penuh rapuh dan tak terkasih, mereka tersembunyi. Pada diriku yang dulu pernah terisi oleh bunga-bunga, Bunga yang setiap saatnya memancarkan keindahan dan keharumannya, Tak terlepas pada sayatan kecil […] - [Aku Sadar Aku Manusia - Puisi Mila Titis Trisnawati](https://ruangbestari.com/aku-sadar-aku-manusia-puisi-mila-titis-trisnawati/): Aku Sadar Aku Manusia Karya: Mila Titis Trisnawati Di keheningan malam yang sunyi ini Ku tatap cermin tua itu Seraya berkaca nan berdoa Lalu ku pejamkan mata ini Merenung sejenak Menyapa hati Menggemakan jiwa raga Detik-detik waktu terus berlalu Hembusan angin malam Menghempas paras nan indah Perlahan hati berbisik padanya Perkara apa yang ku punya […] - [Diriku - Puisi Miftahul Gina](https://ruangbestari.com/diriku-puisi-miftahul-gina/): Diriku Karya: Miftahul Gina Diriku… Diriku memang tidak sempurna Tetapi diriku yakin bahwa aku mampu untuk bersinar layaknya seperti bintang di langit Mungkin orang-orang memandang diriku seperti layaknya sampah Yang dianggap remeh seperti tidak berguna. Tetapi… Diriku mampu bahwa diriku bisa menjadi bintang yang bersinar di langit Dan aku bangga kepada diriku sendiri Karena aku […] - [Aku Bukan Dia - Puisi Melghyta Putri Agispa](https://ruangbestari.com/aku-bukan-dia-puisi-melghyta-putri-agispa/): Aku Bukan Dia Karya: Melghyta Putri Agispa Aku dan diriku, Bukan dia ataupun mereka Jangan paksakan aku tuk sama dengan mereka Aku tetaplah aku, tak perlu menjadi orang lain Cari jati diri sendiri, mengikuti arah angin Aku mencintai diriku sepenuhnya Mencintai apa yang aku punya Menikmati hari-hari yang ceria dan sederhana Tanpa melalaikan hal wajib […] - [Mengapresiasi Diriku - Puisi Maulina Shahari Wicaksono](https://ruangbestari.com/mengapresiasi-diriku-puisi-maulina-shahari-wicaksono/): Mengapresiasi Diriku Karya: Maulina Shahari Wicaksono Pagi dini hari Ku tatap beberapa menit cermin itu Perlahan-lahan hati ini mulai merasakan ketenangan Merasa bangga akan diri yang penuh kasih Selalu tersenyum terlihat diri ini Selalu bangga telah apa yang telah dilalui Memuji diri dengan penuh kasih sayang Memberikan pelukan hangat untuk diri ini Terimakasih diriku Telah […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Marsheyla Kiswara](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-marsheyla-kiswara/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Marsheyla Kiswara Aku adalah aku… Bukan dia, bukan pula mereka… Bukan suara petir yang menghambar… Bukan pula angan yang samar… Wahai diri ku…. Begitu banyak masalah yang aku hadapi… Banyak kenangan pahit datang dalam mimpiku… Mengingat kata-kata perih yang melukai hatiku…. Namun, aku harus kuat… Demi diri ku sendiri… Ku peluk […] - [Yang Seperti Apa - Puisi Marhamah Nurul Azkiya](https://ruangbestari.com/yang-seperti-apa-puisi-marhamah-nurul-azkiya/): Yang Seperti Apa Karya: Marhamah Nurul Azkiya Begitu fana menjadi manusia, diandalkan oleh manusia lain, begitu menakutkan. Tujuh belas tahun, krisis jati diri. Tujuh belas tahun, tak cukup membanggakan. Layakkah aku dicinta? Bahkan oleh atmaku, Yang seperti apa? Babak belur realita menghajar Linglung, diombang-ambing semesta. Sesak, dihimpit ekspektasi, tak puas kurang tidur, insomnia. Lelaplah, pejamkan […] - [Gerhana - Puisi M. Calvin Arzendo](https://ruangbestari.com/gerhana-puisi-m-calvin-arzendo/): Gerhana Karya: M. Calvin Arzendo Purnama kini ditelan gerhana Ada sisi lain yang perlu dipeluk hatinya Busuk dan menjijikkan Tapi tak bisa dipisahkan Emosi liar berkelana Ego merintih kelaparan Tangis tak tertahankan Jiwa yang haus pengakuan Aku peluk erat dalam malam Menatap langit penuh bintang “Tak ada yang mencintaimu selain aku” Pelukku semakin erat Manusia […] - [Diri Sendiri - Puisi M Faisal Akbar](https://ruangbestari.com/diri-sendiri-puisi-m-faisal-akbar/): Diri Sendiri Karya: M Faisal Akbar Diriku… Ku tahu kau kuat Selama ini kau hebat Menghadapi dunia kejam Dan segala cobaan yang Tuhan berikan Diriku, kau juga manusia Menangislah… Tak akan ada yang bisa berpura-pura bahagia… Diriku… Tidakkah lelah kau memahami ego mereka Ku tahu kau letih Kemarilah… Bersandarlah sebentar Di bawah pohon yang rimbun […] - [Refleksi - Puisi Lady Firstya An Nurdin](https://ruangbestari.com/refleksi-puisi-lady-firstya-an-nurdin/): Refleksi Karya: Lady Firstya An Nurdin Aku berdiri. Melihat refleksi diri. Menatap kagum akan diri sendiri. Yang bersinar layaknya sang mentari. Bahkan, ketika aku berdiri di sini. Dan tak bergerak kesana-kesini. Kekaguman akan diri sendiri tak akan pernah terhenti. Sebab kini diri ini sudah menerima dengan hati Tak ingin diri ini mengulang untuk yang kedua […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Kirana Larasati](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-kirana-larasati/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Kirana Larasati Kadang kita terlalu memaksa untuk menjadi seperti mereka, berusaha, bukan untuk diri kita, tapi agar mereka mengakuinya. Sampai kapan menipu diri untuk mendapatkan relasi, jika adanya mereka hanya membuatmu semakin frustasi sampai kapan membungkam hati untuk tidak menjerit lagi jika dirimu kini, semakin semu ditelan emosi. Bangunlah kawan…. tatap […] - [Menikmati Hidangan Sebentar - Puisi Khumairotum Mar’atur Rizqiyah](https://ruangbestari.com/menikmati-hidangan-sebentar-puisi-khumairotum-maratur-rizqiyah/): Menikmati Hidangan Sebentar Karya: Khumairotum Mar’atur Rizqiyah Biarkanlah raga mencicipi hidangan semesta Senyum yang terasa manis Tawa yang tampak bahagia Peluk yang terasa hangat Bila dihampiri pengembara yang membawa nestapa Kami terima, tetapi jangan mengacak-acak makanan kami Sebab tubuh kami ingin rehat sejenak Kemarin-kemarin telah datang banyak pengembara seperti itu Lalu kami biarkan masuk tanpa […] - [Aku Bangga Menjadi Aku - Puisi Keisha Putri Kardana](https://ruangbestari.com/aku-bangga-menjadi-aku-puisi-keisha-putri-kardana/): Aku Bangga Menjadi Aku Karya: Keisha Putri Kardana Aku bangga menjadi aku Aku bukanlah mereka Bukan orang yang pandai Bukan juga orang yang gila akan kehidupan Aku tetaplah diriku sendiri Menikmati hari-hari sesuai alurnya Aku menjadi diriku sendiri Mensyukuri semua yang aku punya Mengintrospeksi apa yang kurang dari diri ku sendiri Tidak memperdulikan apa pun […] - [Diri - Puisi Karunia Deva Aleyka](https://ruangbestari.com/diri-puisi-karunia-deva-aleyka/): Diri Karya: Karunia Deva Aleyka Dalam hidup kita pasti akan menghadapi benturan. Membuat mendung menghiasi langit kamar. Gerimis hadir setiap waktu. Bahkan di keramaian, payung hitam menghalangi pandangan untuk melihat keindahan. Musim yang tak berganti membuat banyak perubahan. Kepercayaan hilang, tak terima akan segala kenyataan. Cahaya-cahaya seakan berlarian, meninggalkan ruang-ruang hingga sesak dan gelap. Marah […] - [Syukur Pada Hati - Puisi Judika Angginta Baringin](https://ruangbestari.com/syukur-pada-hati-puisi-judika-angginta-baringin/): Syukur Pada Hati Karya: Judika Angginta Baringin Aku tersenyum ramah pada hari yang ku lalui Meskipun lara menghantui Aku tetap berterima kasih Karena cinta masih melekat pada hati. Hati adalah segelas air tawar Kitalah yang membuat seperti apa rasanya Jika kau masukan kopi, maka pahit yang terasa Jika kau masukkan gula, maka manis yang terasa […] - [Terima Kasih Diriku - Puisi Jodi Okta Pranaya Ramadan](https://ruangbestari.com/terima-kasih-diriku-puisi-jodi-okta-pranaya-ramadan/): Terima Kasih Diriku Karya: Jodi Okta Pranaya Ramadan Wahai diriku yang ada di dalam raga ini Wahai diriku yang telah melewati segala rintangan hidup ini Wahai diriku yang telah tumbuh dengan segala luka ini Aku berterima kasih kepadamu Aku memelukmu dalam dekapanku Aku menyayangimu Dengan sejuta sayang yang tak dapat ku ungkapkan Dengan sejuta bisik […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Jessica Lindy](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-jessica-lindy/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Jessica Lindy Ada hati yang ingin tahu apa itu cinta? Terdapat hati yang ingin tahu bagaimana cinta itu ada? Sang hati ini merindukan cinta Yang dulu datang namun dimusnahkan Sang pemikat rasa ini hadir Menyelaraskan cinta yang hilang tak tahu ke mana Membicarakan cinta tak kunjung habisnya Bagaikan bintang di langit […] - [Laksana Mutiara yang Tersimpan Baik - Puisi Jerni](https://ruangbestari.com/laksana-mutiara-yang-tersimpan-baik-puisi-jerni/): Laksana Mutiara yang Tersimpan Baik Karya: Jerni Takkan ku biarkan tubuh ini terukir luka Takkan ku biarkan jiwa ini terkurung dalam sangkar Takkan ku biarkan hati ini gundah tak terkira Walaupun harus bertikai dengan nafsu yang sesat Terdengar sambutan meriah bergantinya tahun 0601 menjadi saksi datangnya anugerah Tuhan Air mata yang menandakan kebahagiaan nan haru […] - [Gulita Tak Amerta - Puisi Jasmine Rachelian Aisyahla Santika](https://ruangbestari.com/gulita-tak-amerta-puisi-jasmine-rachelian-aisyahla-santika/): Gulita Tak Amerta Karya: Jasmine Rachelian Aisyahla Santika Wahai diri, Percayalah gulita ini takkan amerta Percayalah kamu dipenuhi cinta Percayalah bahwa kamu berharga Tak sedikit luka yang dirasa Namun mereka jadikan kamu niskala Mungkin kakimu terluka sangat parah Hanya kamu memilih untuk tetap melangkah Di tengah banyaknya insan yang acuhkan kamu Tetap kau keluarkan senyum […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Jasmine Aghnia Maharani](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-jasmine-aghnia-maharani/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Jasmine Aghnia Maharani Bagaikan kupu-kupu yang tak sadar mempunyai sayap indah di belakangnya betapa eloknya ia, betapa manisnya ia, senyumnya membuatku candu Betapa percaya dirinya ia, betapa kuatnya ia, Ia sangat kuat sampai dia ingin berjuang lagi dan lagi, betapa kuatnya ia menangis kemudian tertawa lagi Siapakah dia? Dia adalah aku […] - [Kupu-Kupu Dalam Toples - Puisi Hanis Khoirunnisa](https://ruangbestari.com/kupu-kupu-dalam-toples-puisi-hanis-khoirunnisa/): Kupu-Kupu Dalam Toples Karya: Hanis Khoirunnisa Riuh kata dalam kepala Sahut menyahut tenggelamkan asa Bumantara jadi saksi nyata Kala gundah gulana menyapa Mengapa tidak seperti mereka? Terbang bebas di antara bunga-bunga Bagai mega yang kelabu Tak tahu apa yang harus dituju Sanubari ikut mengomentari Tikam diri, datang bagai indurasmi Sadar, sadarlah diri Jiwa yang abadi […] - [Aku Harus Berbeda - Puisi Hanan Dina](https://ruangbestari.com/aku-harus-berbeda-puisi-hanan-dina/): Aku Harus Berbeda Karya: Hanan Dina Jangan samakan aku dengan orang lain Selalu menawarkan kesenangan Itulah sifat dunia Masih banyak yang terlena Saya tidak ingin menjadi seperti orang lain Yang memaksakan ego diri tanpa sadar Mengorbankan alam demi pengakuan Aku ingin tahu apa tujuan dan maksudku Bukan bersaing untuk pamerkan prestasi Aku masih disini Menjalani […] - [Anak di Jendela - Puisi Halimah Nur Sya'bana](https://ruangbestari.com/anak-di-jendela-puisi-halimah-nur-syabana/): Anak di Jendela Karya: Halimah Nur Sya’bana Mereka bilang, tubuhku tidak sesuai “Kamu kurus, pasti makanmu dikurangi” “Kamu gemuk, pasti keluargamu terbebani” Lidah tak bertulang menusuk isi hati Anak itu muncul lagi Anak di jendela kaca tanpa warni Ia tersenyum padaku, menunjukkan gigi Kata-katanya menyembuhkan hati Mereka bilang, aku tidak pintar “Belajar yang benar, agar […] - [Aku Indah - Puisi Halima Tusadiyah](https://ruangbestari.com/aku-indah-puisi-halima-tusadiyah/): Aku Indah Karya: Halima Tusadiyah Dalam dirimu terbesit keindahan yang tiada tara Parasmu berseri seperti bintang di malam yang tenang Rasa percayamu menghiasi hatimu Seperti mutiara, indah, di pagi yang segar yang datang menyapa Senyummu adalah cahaya di tengah kegelapan Menyinari dunia dengan pesona yang abadi Wajahmu adalah karya seni yang memukau, indah Seperti musik […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Haikal Kurniawan](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-haikal-kurniawan/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Haikal Kurniawan Diriku… Aku sadar tak memiliki sesuatu yang bisa ku banggakan pada orang lain Tapi aku bangga padamu Dapat menerima kekurangan yang kau miliki Tanpa membandingkan dirimu dengan orang lain. Kau Hebat! Kau kuat! Kau luar biasa! Banyak suara-suara ingin menjatuhkanmu dan kau masih berdiri kokoh, menjadi dirimu sendiri. Di […] - [Mari Mulai Mencinta - Puisi Gita Adiyati](https://ruangbestari.com/mari-mulai-mencinta-puisi-gita-adiyati/): Mari Mulai Mencinta Karya: Gita Adiyati Aku sudah sampai di tempat ini Tempat di mana kesempurnaan itu berada Aku sudah sampai di waktu ini Di waktu dimana tidak ada yang bisa mencela aku Kabar gembira untuk diriku Ternyata mencintai diri tidak sesulit itu Ini hanya perihal waktu Perihal siapa yang bersyukur terlebih dahulu Pagi ini […] - [Indahnya Aku - Puisi Febby Ayuningtiyas Putri S](https://ruangbestari.com/indahnya-aku-puisi-febby-ayuningtiyas-putri-s/): Indahnya Aku Karya: Febby Ayuningtiyas Putri S Ku tatap sebuah cermin Berkaca, tajamkan mata Bertanya-tanya seolah tak mengenalnya Perlahan hati ini berbisik padanya Apakah itu aku? Apa yang ku punya? Tetapi rasa syukur yang terus ku tanamkan dalam diri Membuatnya seperti kupu kupu Ia berproses untuk menjadi indah Tak semua alur yang dijalani terasa indah […] - [Aku dan Mahkotaku - Puisi Fatkha Rani Sarikha](https://ruangbestari.com/aku-dan-mahkotaku-puisi-fatkha-rani-sarikha/): Aku dan Mahkotaku Karya: Fatkha Rani Sarikha Langit terang perlahan menghitam Sunyi, tenang… Aku, coba mengingat apa yang terjadi Bayangan gadis di cermin ini Aku, itu adalah aku Masih terlihat sama seperti dulu Yang tak bisa mengenal diriku Ribuan kali aku berpikir Kenapa mereka begitu sempurna? Sedangkan aku banyak kurangnya Kenapa aku hidup? Jika aku […] - [Diri Ini yang Penuh Tanya - Puisi Fajriah Arizal](https://ruangbestari.com/diri-ini-yang-penuh-tanya-puisi-fajriah-arizal/): Diri Ini yang Penuh Tanya Karya: Fajriah Arizal Jikala hujan mulai membasahi bentala Jikala baskara mulai menampakkan dirinya Kicauan burung mulai bernyanyi Mengawali pagi yang penuh tanya Kala itu, aku terdiam duduk termenung Mengapa diri tak seperti mereka Tertawa dengan riangnya Bagai burung tanpa sangkar Aku bertanya? Mengapa aku tak seperti mereka, Yang seolah bebas […] - [Semangat Diriku - Puisi Evi Nurapipah](https://ruangbestari.com/semangat-diriku-puisi-evi-nurapipah/): Semangat Diriku Karya: Evi Nurapipah Aku memiliki cahayaku sendiri Dan aku harus menyalakannya dengan jalanku sendiri Jangan padam hanya karena pandangan orang lain Memang tak mudah Semangatmu baru saja muncul Semangat ini berharga Untuk awal yang ingin ku tempuh Nyatanya, hidup ini adalah perihal diri sendiri Mau seberapa banyak orang yang dekat dengan kita Hanya […] - [Kirana Dalam Raga - Puisi Euis Rosalia](https://ruangbestari.com/kirana-dalam-raga-puisi-euis-rosalia/): Kirana Dalam Raga Karya: Euis Rosalia Hari-hari penuh tangisan Masa-masa penuh renungan Terpuruk karena kekurangan Tanpa melihat kelebihan Terlihat lemah lesu Dengan tatapan yang semu Kosong tak bernafsu Bak tersesat di jalan buntu Wahai jiwa dalam raga Apa yang membuatmu merana? Kamu adalah makhluk sempurna Makhluk yang tinggi derajatnya Merasa tak pantas tuk dicintai Karena […] - [Ku Haturkan Pada Sang Jiwa - Puisi Eneng Azkya](https://ruangbestari.com/ku-haturkan-pada-sang-jiwa-puisi-eneng-azkya/): Ku Haturkan Pada Sang Jiwa Karya: Eneng Azkya Terjaga pada sebuah rasa Di hening yang menyeruak Tinggallah senandung doa Bercermin pada jiwa Pantaskah untuk bahagia Sekedar ingin tertawa Sedalam itukah aku terluka? Aku cinta pada raga yang berkabung Yang tak putus harap Terima kasih ku haturkan padamu Sang jiwa peneman hidup Aku belajar darimu Hidup […] - [Cinta Sejati Aku - Puisi Ema Riska Febrianti](https://ruangbestari.com/cinta-sejati-aku-puisi-ema-riska-febrianti/): Cinta Sejati Aku Karya: Ema Riska Febrianti Lelah Itulah yang selalu terlintas Ketika ku lihat mataku di cermin Tampak sayu terenyuh jiwa Dinginnya angin menusuk hingga ke tulang Dengan kantuk yang tak ingin mendekati Tak dapat ku tabur rasa sakit hati Luka raga ciptakan perih Selalu berkata sabar ketika keadaan tak memihak Tetap berkata tak […] - [Diri Atma - Puisi Eka Mutiara Amelia Ramadhani](https://ruangbestari.com/diri-atma-puisi-eka-mutiara-amelia-ramadhani/): Diri Atma Karya: Eka Mutiara Amelia Ramadhani Walau atma tak secantik senja Tak seberkilau permata Tak seluas bumantara Dan tak sebesar alam raya Dekap diri dengan hati Saat dalam gelap gulita Jika satu dunia membenci Atma tetaplah atma Abisatya adalah jiwa Cintai diri paling berharga Bukan maksud untuk meninggi Hanya menghargai diri sendiri Cipta Tuhan […] - [Ombak Ketenangan - Puisi Dini Siti Nuraeni](https://ruangbestari.com/ombak-ketenangan-puisi-dini-siti-nuraeni/): Ombak Ketenangan Karya: Dini Siti Nuraeni Ruang gelap dan dingin Diiringi deras air mengalir di jendela Embun menghalangi dinginnya jendela Duduk dan merasakan ketenangannya Berkata pada diri ini Ku tuntut diri ini tak teteskan air mata Aku frustasi akan tuntutan yang ku buat Berteriak di tengah hujan melanda Ku dekap diri ini dan lirih ke […] - [Motivasi Diri Sendiri - Puisi Dini Asyifa Sari](https://ruangbestari.com/motivasi-diri-sendiri-puisi-dini-asyifa-sari/): Motivasi Diri Sendiri Karya: Dini Asyifa Sari Diriku… Kita tidak boleh menyerah Sampai kapan pun masanya Wahai diriku Tidak boleh putus asa Walau rintangan sebesar apapun Kita tidak boleh mengeluh Kita tidak boleh menyerah Kita harus semangat Untuk mengejar cita cita kita Kita harus bersemangat Agar bisa membanggakan orang tua kita Dan kita tidak boleh […] - [Mencintai Cerminan - Puisi Dinda sapitri](https://ruangbestari.com/mencintai-cerminan-puisi-dinda-sapitri/): Mencintai CerminanKarya: Dinda sapitri cermin tidak pernah berkatadia beritahu apa itu bersyukurmengajariku terima diri apa adanyadia tidak pernah berdusta terpikir olehku, ada diriku di kamudari kisahmu, mirip persis sepertikudari lakumu, bisa kubaca pikiranmuaku tau isi hatimu, riang cerminan diriku membuatku tertawa serta tersenyum riangmengambil semua kemarahan lalu kesedihanterbiasa cerita bahkan kata cintadapatkah kita bisa selamanya […] - [Aku Adalah Tara - Puisi Dian Lestari](https://ruangbestari.com/aku-adalah-tara-puisi-dian-lestari/): Aku Adalah TaraKarya: Dian Lestari Aku ingin menjadi taraYang paling terang cahayanyaTara yang menarik sepasang nayanikaYang menatap langit malam di bumantara, untuk melihatnya. Akan tetapi,Aku baru saja tersadarTara tak perlu menjadi objekYang menarik perhatian nayanika untuk melihatnya Aku sudah menjadi taraTara yang menjadi tokoh utamaDalam ceritaku sendiriDi bumantara yang tidak abadi ini Aku yang hebatYang […] - [Tak Sempurna - Puisi Diah RahmaWati](https://ruangbestari.com/tak-sempurna-puisi-diah-rahmawati/): Tak Sempurna Karya: Diah RahmaWati Aku, memikul harapan-harapan dari banyak raga, Aku, telah berjuang segenap jiwa Hanya saja, Aku, si manusia tak sempurna, Tak selalu bisa memenuhi segala suara Aku, mengumpulkan sisa tenaga, bangkit kembali, ingin mengabulkan tiap asa, Aku, dijatuhkan lagi, untuk kemudian berdiri kokoh layaknya semula Aku, terus berlari, demi mimpi-mimpi yang semua […] - [Tentang Seekor Kupu-kupu - Puisi Dhiya Nabiilah Darmawan](https://ruangbestari.com/tentang-seekor-kupu-kupu-puisi-dhiya-nabiilah-darmawan/): Tentang Seekor Kupu-kupu Karya: Dhiya Nabiilah Darmawan Tatapnya kini sayu Menatap sebilah bayang yang terhalang embun kelabu Kala itu sungguh tabu, aku bahkan tidak tahu Mengapa semesta membiarkan senyum dalam kalbu tak kunjung padu Maka sesungguhnya tidak, aksa tak akan pernah kuasa Sembunyikan candala dalam daksa yang nelangsa Bagai tersesat dalam candramawa, ku terus mencari […] - [Teruntuk Diri - Puisi Devina Nurramadanti](https://ruangbestari.com/teruntuk-diri-puisi-devina-nurramadanti/): Teruntuk Diri Karya: Devina Nurramadanti Inilah aku, diriku Insan yang sering meragu Membatasi segala sesuatu dengan semua rasa ragu yang tercipta dalam diriku Namun nyatanya, kehidupan terus melangkah maju seiring berjalannya waktu Begitupun dengan aku, tak sepantasnya untuk terus menerus mengutuki kurangku Mulailah melangkah maju Karena diriku pun pantas untuk melanjutkan perjalanan penuh liku Membangun […] - [Untuk Aku - Puisi Dede Putri](https://ruangbestari.com/untuk-aku-puisi-dede-putri/): Untuk Aku Karya: Dede Putri Hangat senja memeluk diri Desir anila menyejukkan hati Goresan pena yang tertata rapi Gurat bahagia dalam peliknya sunyi Teduh damai Meski tak sampai Hamparan semesta yang permai Walau di atas luka yang belum selesai Ada rapuh Namun diharuskan utuh Ada perih Tapi baik-baik saja yang dipilih Berteman dengan kelam Nyaman […] - [Aku Adalah Aku - Puisi Dea distiani](https://ruangbestari.com/aku-adalah-aku-puisi-dea-distiani/): Aku Adalah Aku Karya: Dea distiani Aku seorang anak yang tidak percaya diri Dan selalu gagal dari hal apapun Tapi aku tidak akan pantang menyerah Sebelum aku menjadi aku Terkadang aku juga tidak bisa Menjadi diriku sendiri Tapi aku berusaha untuk menjadi diriku Dan menjadi lebih menyayangiku Selalu mengeluh tentang diriku Yang tidak bisa apa-apa […] - [Sukma - Puisi Dayang Galuh Agustin](https://ruangbestari.com/sukma-puisi-dayang-galuh-agustin/): Sukma Karya: Dayang Galuh Agustin Rintik hujan bulan Mei kembali menerjang Sukma melebur dengan martyapada Raga bersenandung di balik nirwana Ku sampaikan ini padamu Sang Bantara Agar mata tak dapat berbohong jua Izinkan hamba kembali mengeja kehidupan yang adiwarna Senandung penuh citra nirankala Menyatu berpadu di atas bumantara Sukma menyatu bersama kartika candra Permaisuri berkata […] - [Meraih Mimpi - Puisi Citra Ayu Lestari](https://ruangbestari.com/meraih-mimpi-puisi-citra-ayu-lestari/): Meraih Mimpi Karya: Citra Ayu Lestari Ku terbangun di pagi hari Ku siap mengawali hari Dengan sejuta harapan dan impian Ku wujudkan demi kebahagiaan mereka Ayah, ibu… Kau selalu menuntutku Tuk mencapai cita-cita Betapa kerasnya pendidikan akan ku gapai Tak henti kau panjatkan doa Demi keberhasilan Hati tak pernah ragu dan bimbang Meraih mimpi yang […] - [Satya di Jiwa - Puisi Cetta Mahija](https://ruangbestari.com/satya-di-jiwa-puisi-cetta-mahija/): Satya di Jiwa Karya: Cetta Mahija Dalam kebisingan dunia yang riuh, Ku cari hening dalam diri yang tenang Kepedulian diri, lautan dalam hati Di sanalah kucari jati diri yang tulus. Terlalu sering terlena dalam keramaian, Lupakan diri, lupakan perasaan Namun di dalam diri, ada kekayaan Kepedulian yang tumbuh, sebagai inspirasi Kepedulian diri, bukan ego yang […] - [Taburkan Cinta ke Diri Sendiri - Puisi Catherine Angellina Calista](https://ruangbestari.com/taburkan-cinta-ke-diri-sendiri-puisi-catherine-angellina-calista/): Taburkan Cinta ke Diri Sendiri Karya: Catherine Angellina Calista Tantangan hidup mendatang Takkan bisa kuhindari bagaimanapun itu Hal ini sangatlah tidak mudah bagiku Seorang remaja yang mencari jati diri Aku hanyalah remaja biasa Yang memerlukan semangat Memerlukan kasih sayang Memerlukan cinta Segala macam hujatan bermunculan Yang berusaha membuatku minder Membuatku mundur Membuatku gagal atas suatu […] - [Bayangan Hidup - Puisi Carolina Naunik Oktaviani](https://ruangbestari.com/bayangan-hidup-puisi-carolina-naunik-oktaviani/): Bayangan Hidup Karya: Carolina Naunik Oktaviani Aku tumbuh di belakangmu Mengikuti setiap jejak dan langkah kakimu Selalu tertinggal di belakangmu Aku selalu tau sedih dan lukamu Bahagia dan senangnya dirimu Aku ingin selalu menghiburmu Namun aku selalu bisu saat bersamamu Aku terus menerus berusaha Berpikir jalan berbeda yang harus aku lalui Perlahan lahan aku selalu […] - [Bisik Tiada Henti - Puisi Callista gianella](https://ruangbestari.com/bisik-tiada-henti-puisi-callista-gianella/): Bisik Tiada Henti Karya: Callista gianella Dunia berbisik Mengkritik yang tak seharusnya Kala mereka membanding tiada henti Siapa gerangan sudi selamatkan diri terpuruk ini. Pojokan gelap akan ketakutan tak dimengerti. Mengejar segala ekspektasi Tanpa sadar batas diri Sampai kapan mengejar kesempurnaan palsu? Hati membisik perlahan Tentang segala angan Aku bukanlah yang sempurna Bukan pula yang […] - [Aku yang Sekarang - Puisi Bilkis Putri Azzahra](https://ruangbestari.com/aku-yang-sekarang-puisi-bilkis-putri-azzahra/): Aku yang Sekarang Karya: Bilkis Putri Azzahra Aku merindu aku yang dulu Yang tak tau apa itu insecure Dan selalu merasa kecewa sama diri sendiri Dan selalu tidak percaya diri Dan itu pun mengganggu mentalku Ku ingin berusaha untuk lebih mempercayai diri sendiri Dan tidak mengenal apa itu insecure Sekarang ku tahu kalau percaya diri […] - [Mengenal Apa Itu Cinta - Puisi Balqis Haritsah Putri](https://ruangbestari.com/mengenal-apa-itu-cinta-puisi-balqis-haritsah-putri/): Mengenal Apa Itu CintaKarya: Balqis Haritsah Putri Teramat sibuk menebar afeksiHingga lupa diri juga butuh dikasihiTerlampau fokus memberi atensiSampai lupa jadikan diri sebagai pusatnya Kita berjerih payah agar diseganiMenampung puja-puji manusiaSeakan ia kunci bahagiaPadahal harsa tak perlu pesona Untuk apa mengenal cinta?Apresiasi diri saja tak becus hanya merutukTanpa memberi pintu ruangPada maaf yang mengetuk Untuk […] - [Raga - Puisi Azra Pebriani](https://ruangbestari.com/raga-puisi-azra-pebriani/): Raga Karya: Azra Pebriani Jiwa menggeliat Kembang menggores meliuk Tirta alirkan kiasan Luka membelah nurani Debu ruang angan Cinta gelorakan rohani Siul surut tak lekang Gelisah mengalun sendu Kodrat endapkan kelabu Kemelut sukar kekal Rohani merajut ruh Kuncir cinta membendung rupa Menyekap sandarkan keluh Gemerlap hasrat singkirkan resah Teguh membakar pahit Mekar damai biasakan diri - [Biarkan Berlalu - Puisi Aulia rahman](https://ruangbestari.com/biarkan-berlalu-puisi-aulia-rahman/): Biarkan Berlalu Karya: Aulia rahman Di saat aku terpuruk Ingin hati ini menyerah Jiwa ingin berhenti saja Untuk apa, semua ini tidak ada bedanya Di saat cinta pergi dan menghilang Inginku maki diriku sendiri Biarkan saja ketika harapan Tak lagi bermakna Biarkan semua ini berlalu Jangan berhenti di sini Selalu ada keindahan yang menanti Jangan […] - [Berdamai Dengan Diri Sendiri - Puisi Aulia Muti Keysalgizar](https://ruangbestari.com/berdamai-dengan-diri-sendiri-puisi-aulia-muti-keysalgizar/): Berdamai Dengan Diri Sendiri Karya: Aulia Muti Keysalgizar Aku dalah aku Bukan dia atau mereka Sebelum aku mencintai orang lain Aku belajar untuk mencintai diri sendiri Menerima segala bentuk kekurangan Dan menerima apa yang sudah ada pada diri Berdamai dengan kekurangan Dan mempercayai alur kehidupan Sayangi diri sendiri Lebih dari apapun itu Karena tidak ada […] - [Aku Kangen - Puisi Aulia Ananda](https://ruangbestari.com/aku-kangen-puisi-aulia-ananda/): Aku Kangen Karya: Aulia Ananda Aku, mencintai diri sendiri Aku ceritakan pada Tuhan ku Terbalut rasa malu, aku menyulam kepada-Nya Aku mencintai diriku Tanpa melanggar aturan Tuhan Dalam diam, aku menikmati kisahku Kata demi kata menjadi saksi Bagaimana aku bertemu dengan-Nya Meski tanpa saling sapa Kelak, jika akhirnya Tuhan takdirkan aku berhenti menanti Layaknya kapal […] - [Sunyi Untuk Diri - Puisi Asyaina Askha](https://ruangbestari.com/sunyi-untuk-diri-puisi-asyaina-askha/): Sunyi Untuk Diri Karya: Asyaina Askha Mencintai diri sendiri Tapi apakah kita sudah mencintai diri sendiri Perlahan hati berbisik Tentang apa yang ku punya Tentang segala yang terjadi Aku mencintai diriku sendiri Memberikan diri untuk Melangkah di atas bumi Aku adalah aku Dengan segala kekuranganku Aku pantas dicintai bukan? Dengan segala kesunyianku Berbahagialah aku Pada […] - [Aku Dengan Kekuranganku - Puisi Asyafa Alea Rustandi](https://ruangbestari.com/aku-dengan-kekuranganku-puisi-asyafa-alea-rustandi/): Aku Dengan Kekuranganku Karya: Asyafa Alea Rustandi Aku adalah aku dengan segala kekuranganku Setiap malam aku merenung di kasur tercinta Air mataku menetes di pipiku. Setiap hari banyak cacian dengan kekuranganku Sedikit demi sedikit mentalku hancur seketika Ada apa dengan kekuranganku ini Detik ini mentalku kembali bangkit Omongan orang-orang ku singkirkan dari pikiranku Perlahan demi […] - [Aku - Puisi Arni Sopyani](https://ruangbestari.com/aku-puisi-arni-sopyani/): Aku Karya: Arni Sopyani Malam itu, Di saat cakrawala sudah gelap gulita ku tatap cermin yang ada di kamarku perlahan kalbu ini menghangat berbicara bahwa aku sudah baik-baik saja Tentang aku yang tak suka kesepian tentang aku yang takut akan malam juga tentang aku yang takut pada kegelapan secara perlahan perasaan gundah itu sirna Sudah […] - [Aku Cinta Aku - Puisi Arka Berlian Nasyr](https://ruangbestari.com/aku-cinta-aku-puisi-arka-berlian-nasyr/): Aku Cinta Aku Karya: Arka Berlian Nasyr Diriku… Ku memulai semua dari pagi hingga malam Matahari memancarkan sinarnya Ku berdoa di penghujung malam Dan ku memulai semua dengan bahagia Berlari… Dan terus berlari Tak pantang menyerah demi sebuah mimpi Dilema semua ku hadapi Menjadi baik tak ada kata tapi Makan, minum, tidur, lelah dan putus […] - [Bimantara - Puisi Arin Maharani Putri Permatasari](https://ruangbestari.com/bimantara-puisi-arin-maharani-putri-permatasari/): Bimantara Karya: Arin Maharani Putri Permatasari Malam menyampaikan makna Tersirat melalui tulisan Gundah dan gamang menjadi satu kala itu Namun ia bertenggang untuk bangkit Mencintai diri sendiri ialah konsep yang ganjil lagi abstrak Ia belajar mencintai apa yang dibaca dan dilihat Ia membiasakan apa yang terjadi kepada dirinya Perlahan semuanya membaik Meski sempat terjerumus ke […] - [Diriku Pahlawanku - Puisi Annisa Cikal Salsabila](https://ruangbestari.com/diriku-pahlawanku-puisi-annisa-cikal-salsabila/): Diriku Pahlawanku Karya: Annisa Cikal Salsabila Hancurnya keheningan malam oleh deru badai Rapuhnya segala yang ada Wajah yang tenang Namun hati berporak-poranda Ingin sekali seperti rembulan Tetap bercahaya walau dalam kesendirian Namun aku hanyalah insan Dengan hati penuh kekosongan Saat candra berganti surya Senyuman mentari praha hatiku Membuatnya berdetak kencang Seolah menari di gagana Siang […] - [Berdamai dengan Diri Ini - Puisi Anisa Fitriana](https://ruangbestari.com/berdamai-dengan-diri-ini-puisi-anisa-fitriana/): Berdamai dengan Diri Ini Karya: Anisa Fitriana Di antara riuhnya dunia yang sibuk Aku mengarahkan pandangan ke dalam diri Terlihat relung jiwa dan raga saling berbicara Saling memberi ramuan kehidupan Berdiskusi untuk mengambil keputusan Saling menguatkan dalam hati Aku melihat ke dalam cermin hati Menatap wajahku dengan penuh kasih Menerima segala kekurangan dan kelebihan Berusaha […] - [Di Bawah Rembulan Malam - Puisi Andi Aswan Rahmatullah](https://ruangbestari.com/di-bawah-rembulan-malam-puisi-andi-aswan-rahmatullah/): Di Bawah Rembulan Malam Karya: Andi Aswan Rahmatullah Di bawah rembulan malam Cahaya purnama melihatku Aku pun melihatnya kembali Berpikir betapa indahnya dia Hati ingin untuk menggapai Namun, diriku tidak mampu Berpikir akankah tiba saat itu Pasti, pasti bisa ku capai Ku genggam tanganku dengan erat Ku bulatkan tekat dan hatiku Untuk berusaha lebih keras […] - [Aku Adalah Aku - Puisi Alya Fauziyah](https://ruangbestari.com/aku-adalah-aku-puisi-alya-fauziyah/): Aku Adalah Aku Karya: Alya Fauziyah Aku adalah aku Bukan dia atau mereka Yang mencari ruang tuk berpikir Mencari waktu tuk belajar Mencari arah tuk berjalan Mencari suasana yang nyaman Aku adalah aku Yang masih mencari jati diri Bolehkah aku berhenti sejenak? Karena aku tak mau berlomba-lomba Berlari tanpa tahu tujuan Mungkin diri ini belum […] - [Itu Aku - Puisi Alya Anggraeni](https://ruangbestari.com/itu-aku-puisi-alya-anggraeni/): Itu Aku Karya: Alya Anggraeni Bukan agar-agar rasa buah jambu. Tidak akan berbentuk sesuai cetakan. Apalagi seperti yang kau inginkan… Ini Aku Bukanlah bintang Jatuh Aku tidak mau mengabulkan asamu. Ia hanya ingin berdiri kembali dengan tenang. Dia Aku Jika bercermin yang muncul adalah aku. Bukan sosok manusia gemilang penuh cahaya. Ataupun kertas putih tanpa […] - [Cinta Pada Diri Sendiri - Puisi Alice Alisha Rahayu](https://ruangbestari.com/cinta-pada-diri-sendiri-puisi-alice-alisha-rahayu/): Cinta Pada Diri SendiriKarya: Alice Alisha Rahayu Di dalam diri terdapat cinta yang tulusDalam relung hatiIa bersinar begitu terangMencintai diri sendiri adalah suatu keajaibanDalam keberanian kita temukan kehidupan yang indah Jadilah seperti matahari yang berkilauan di langit biruTerangi dunia dengan keberanianmu yang nyataTerimalah dirimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmuMencintai diri sendiri adalah pondasi kebahagiaan sejati […] - [Aku Tetaplah Aku - Puisi Aldona Apriliani](https://ruangbestari.com/aku-tetaplah-aku-puisi-aldona-apriliani/): Aku Tetaplah Aku Karya: Aldona Apriliani Ku tatap cermin yang usang Berdiam dan menatap diri ini Langit amatlah damai, namun bumi amat berisik Ku tutup telinga ini, dan mencoba tak mendengarkan Berisik dan berisik di dunia Mencari jati diri yang belum tertemukan Banyaknya manusia tak dewasa Hanya egois dan merasa benar mereka rasakan Aku adalah […] - [Kuat Dalam Bumi - Puisi Ajeng Andini](https://ruangbestari.com/kuat-dalam-bumi-puisi-ajeng-andini/): Kuat Dalam Bumi Karya: Ajeng Andini Sebagian jiwa diriku Memberontak ingin keluar Meninggalkan semuanya Tanpa berkata Tetapi sebagian jiwa diriku Menahan jiwaku yang lainnya Untuk tetap tinggal Apakah kalian tahu menjadi diriku Yang sekarang bagaimana? Banyak lelah yang ingin segera menyerah Membiarkan jiwa ini tersesat dalam kegelapan Dalam kelelahan banyak badai dan rintangan Mulai berdatangan […] - [Api Sang Figuran - Puisi Aisyiah Nayla Rahmadani](https://ruangbestari.com/api-sang-figuran-puisi-aisyiah-nayla-rahmadani/): Api Sang Figuran Karya: Aisyiah Nayla Rahmadani Teramu kisah yang berontak, hendak dituturkan Tak terima bila putus dari awalan Bilang saja, yang terpendam adalah benih pembelajaran Ini dia, si Api yang lahir dari ikatan Berwujud insan, meniti di ranah hunian Tuhan Delapan belas; Jumlah yang habis di bawah bayangan Kala demi kala tak ubahnya siksaan […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Ainun Nazwa](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-ainun-nazwa/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Ainun Nazwa Diriku adalah aku Cintailah diri ini sepenuh hati Karena bagaimanapun Diri sendirilah yang akan selalu menemani Janganlah pernah menggoreskan benda tajam di lenganmu itu, Masih banyak orang diluaran sana yang menginginkan tangannya kembali, Cintailah dirimu Jangan pernah memaksa diri sendiri untuk sempurna di mata orang lain Cintailah kekurangan dan […] - [Tutur Diri - Puisi Ahmad Radithya Syahputra](https://ruangbestari.com/tutur-diri-puisi-ahmad-radithya-syahputra/): Tutur Diri Karya: Ahmad Radithya Syahputra Dari sudut kota, aku lahir Jalani hidup penuh sahaja Tak kaya, tak bertahta Menapaki jejak dilema hidup Tutur diri bergejolak tuk merubah nasib Penuh ambisi tapi tak memaksa Meski peluh membasahi tanah Seolah penat tak kurasa Demi mimpiku, harapan tuk menepis asa Seiring rida ibu dan bapak Pelita hati […] - [Pengakuan Cinta - Puisi Ahmad Alwie Amien](https://ruangbestari.com/pengakuan-cinta-puisi-ahmad-alwie-amien/): Pengakuan Cinta Karya: Ahmad Alwie Amien Aku hanya hamba yang penuh asa Akan kasih dan cinta Dari dia Sang Pemilik Jiwa Aku hanya manusia dilanda lalai dan lupa Berbalut salah dan dosa Pada Sang Pencipta Yang Kuasa Aku adalah diri yang sepi Dari harta dan pekerti tak juga ilmu yang mempuni Namun diri tidaklah sepi […] - [Aku Tetap Diriku - Puisi Aflah Fadhilah](https://ruangbestari.com/aku-tetap-diriku-puisi-aflah-fadhilah/): Aku Tetap Diriku Karya: Aflah Fadhilah Asmaraloka asak membisu Jumantara mengguling tanpa arah pekat cerita yang tiada asa Tuntutan? Apa benar? Asmaraloka begitu puspa Itulah hidup bagikan akar Tak ada nirmala… Hanya dipenuhi asa Tak usah netapa Percayalah Pasti ada jalan Walau penat sampai terlewat Tak ada kasa putus asa Hanya tubuh ini sebagai asas […] - [Untukmu Diriku - Puisi Adisty Jofita Setyamargani](https://ruangbestari.com/untukmu-diriku-puisi-adisty-jofita-setyamargani/): Untukmu Diriku Karya: Adisty Jofita Setyamargani Diriku… Engkau bagaikan emas yang tak seorang pun bisa hancurkanmu, Karena engkau begitu berharga… Di bawah gelapnya laut, dirimulah yang bersinar, membawa sekucup warna terang menerangiku Untuk diriku, membawa hidupku adalah tanggung jawabku, Dari setiap manusia yang ada, engkau memiliki kekuatan, Memiliki suara hati yang berbeda-beda Dengarkanlah jawaban ini […] - [Diri Penuh Cita - Puisi A. Muh. Ikhwan Fadhil A R](https://ruangbestari.com/diri-penuh-cita-puisi-a-muh-ikhwan-fadhil-a-r/): Diri Penuh Cita Karya: A. Muh. Ikhwan Fadhil A R Diriku lahir dari belaian kasih sayang ayah dan bunda Selalu ku ingat dalam benakku Tubuh kecil yang kini mulai tumbuh Akankah kuat mengarungi malam yang gelap? Ku menatap diri ini di balik pantulan kaca Ku sadar diri ini mempunyai banyak kegagalan Namun ku berharap engkau […] - [Jalan yang Tak Ku Impikan - Puisi Susi Susilawati, S.Pd.i](https://ruangbestari.com/jalan-yang-tak-ku-impikan-puisi-susi-susilawati-s-pd-i/): Jalan yang Tak Ku Impikan Karya: Susi Susilawati, S.Pd.i Di kala senja itu datang Ku bangun meski dengan keterpaksaan Meski jalan ini bukan mimpiku Tapi telah ku tetapkan menjadi pilihanku Ku kira di jalan ini ka ku dapatkan harta Ku kira di jalan ini kan ku miliki tahta Tapi setelah ku selami Di jalan ini […] - [Secercah Harapanku - Puisi Erna Yunita, S.Pd.](https://ruangbestari.com/secercah-harapanku-puisi-erna-yunita-s-pd/): Secercah Harapanku Karya: Erna Yunita, S.Pd. Ku susuri lembah yang begitu dalam Ku lihat raut indah gemerlap dari kejauhan Ku pandangi dengan tenang Itulah secercah harapan Tertanam di relung yang terdalam Kala mentari beranjak senja Mata pun redup seketika Terucap harapan dan doa Iya, suatu harapan yang berkobar Berharap perubahan akan datang Memajukan dunia pendidikan […] - [Lorong Waktu - Puisi Nazwa Mesya Sabila](https://ruangbestari.com/lorong-waktu-puisi-nazwa-mesya-sabila/): Lorong waktu Karya: Nazwa Mesya Sabila Pada lukisan takdir yang telah ditentukan Allah mendekap kita pada sebuah pertemuan Melalui sebuah kisah yang berujung kasih Bersama orang orang yang terpilih Sudut ruangan itu pernah menjadi saksi Menjelma dalam satu dimensi Mendekap dalam satu persepsi tanpa improvisasi Melalui lembaran lembaran ukhrowi Meski tak selalu berakhir menyenangkan Kadang […] - [Senandung Harapan - Puisi Zulha Hidayati, S.Pd.](https://ruangbestari.com/senandung-harapan-puisi-zulha-hidayati-s-pd/): Senandung Harapan Karya: Zulha Hidayati, S.Pd. Kakiku berujar pada aspal yang berisik Merapat pada sibuknya pagi hari Berlari menuju tempat penuh cita-cita Aku kembali, melewati serpihan harapan Dengan senandung ratapan Dengan ribuan tatapan Di balik tirai di atas panggung Mereka bersandiwara sangat cantik Meski tariannya membuat langit mendung Mataku berbicara pada mereka Tentang masa depan […] - [Fragmen Waktu - Puisi Zetira Regi Tilafa, S.Pd.](https://ruangbestari.com/fragmen-waktu-puisi-zetira-regi-tilafa-s-pd/): Fragmen Waktu Karya: Zetira Regi Tilafa, S.Pd. Pukul tujuh berdenting Menjalar ke dinding hari Senin Ia selisipan dengan pejalan Lalu bertaruh peluh siapa yang lebih dulu Duduk di ruang kelas Bersama dua potong mimpi semalam Anak tangga riang menerima pijakan Setelah sepi minggu meradang Pukul sembilan Kau lewati perpustakaan Sambil mendengar orang-orang belajar membaca pikiran […] - [Lekat - Puisi Yuliani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/lekat-puisi-yuliani-s-pd/): Lekat Karya: Yuliani, S.Pd. Kali pertama, telingamu merana. Tombak-tombak menelisik paksa telinga. Lalu, kau diam, kau kenyam. Kali kedua, pipimu membara. Tamparan-tamparan meninggalkan luka. Lalu, kau geming, kau pening. Kali ketiga, Jiwamu bahaya. Sebelum itu nyata, kau bergema. Meninggalkan sebalik pintu, Menanggalkan sebait ibu. Lantas, Kau cecar semua nalar. Kau caci semua dengki. Gegas kakimu […] - [Goresan Pena Seorang Guru - Puisi Yuli Fridayanti, S.S.](https://ruangbestari.com/goresan-pena-seorang-guru-puisi-yuli-fridayanti-s-s/): Goresan Pena Seorang Guru Karya: Yuli Fridayanti, S.S. Guru Profesi yang sangat mulia Kau seorang pelita yang memancarkan cahaya Penerang dalam diri anak penerus keluarga, bangsa, dan negara Tanpa seorang guru Bagaimana seorang anak dapat mendapat ilmu? Bagaimana seorang anak bisa melewati samudra luas kehidupan? Bagaimana seorang anak mempunyai akhlak budi pekerti yang baik? Tapi […] - [Sisa Pelita - Puisi Yen Yen Mulyani Tresnadewi](https://ruangbestari.com/sisa-pelita-puisi-yen-yen-mulyani-tresnadewi/): Sisa Pelita Karya: Yen Yen Mulyani Tresnadewi Fajar menembus awan Deru nafas berkejaran Tertatih mengejar waktu Demi dahaga sang pencari ilmu Raga tak lagi dinyana Jiwa tak lagi bermakna Hilang membias tak berbekas Sisa setitik daya tak berbalas Bukan tak ingin sayangi diri Bukan tak ingin hargai perih Beban di kepala semakin menyiksa Terhimpit tertindas […] - [Suara Hati Guru - Puisi Yayan Sopyan, S.Pd.](https://ruangbestari.com/suara-hati-guru-puisi-yayan-sopyan-s-pd/): Suara Hati Guru Karya: Yayan Sopyan, S.Pd. Motor tua jadi saksiku Wujudkan cerita penuh warna Dengan nafas terengah-engah sampai di sekolah. Siswa-siswiku… Aku datang tak bawa mobil mewah tak bawa rupiah Hanya memiliki cinta Cintaku begitu besar lebih dari motor tua itu Tahukah kau bahwa aku sangat menyayangimu. Walaupun jauh namun semangatku tak akan pudar […] - [Kini dan Nanti - Puisi Yanti Susanti, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kini-dan-nanti-puisi-yanti-susanti-s-pd/): Kini dan Nanti Karya: Yanti Susanti, S.Pd. Sejenak termenung dalam lingkar waktu Melukis senja di tepi langit biru Awan pun melukiskan sajak-sajak rupawan Bertemu siang malam dalam peraduan Waktu berlalu Hari berganti Bulan menjelang Tahun berlanjut Sebuah perjalanan yang begitu panjang Sebuah perjalanan yang begitu terjang Sebuah perjalanan yang penuh juang Sebuah perjalanan yang penuh […] - [Suka Duka Menjadi Guru - Puisi Wiwi Parhan, S.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-duka-menjadi-guru-puisi-wiwi-parhan-s-pd/): Suka Duka Menjadi Guru Karya: Wiwi Parhan, S.Pd. Selalu ku ingat langkah kaki Untuk mengejar suatu mimpi Kadang merasa berat dan seakan ingin berhenti Akankah semua bisa mengubah suatu menjadi prestasi Dulu ku merasa ini bisa ku lewati Untuk bisa mengharumkan seluruh insani Ketika semua terkoyak oleh materi Adakah yang mengerti jeritan kami Memang tak […] - [Kesalahan Yang Aku Syukuri - Puisi Wilona Prima Ayunda, S.Pd., Gr.](https://ruangbestari.com/kesalahan-yang-aku-syukuri-puisi-wilona-prima-ayunda-s-pd-gr/): Kesalahan Yang Aku SyukuriKarya: Wilona Prima Ayunda, S.Pd., Gr. Kamu tau apa kesalahan yang aku syukuri?Kamu tau keterpaksaan apa yang membuatku tersenyum saat ini?Itu semua adalah profesi yang ku jalani guru…Ya profesi guru yang tidak ada dalam list cita-cita masa kanak-kanakkuProfesi yang jauh dari angan-angankuTapi ternyata Tuhan takdirkan diri ini untuk menjadi guru Kebahagian dan […] - [Pengajar Faktamorgana - Puisi Vitria Elva Florentina, S.Pd.](https://ruangbestari.com/pengajar-faktamorgana-puisi-vitria-elva-florentina-s-pd/): Pengajar FaktamorganaKarya: Vitria Elva Florentina, S.Pd. Aku adalah pengajarDuniaku sebagian untuk mengajarTapi aku seakan tak bernilaiBagai bayangan tak bertuan Sebab pelajar menutup bayangan semuHingga menjadi faktamorgana bekuIa menganggap semua itu kelabuTanpa tahu apa itu kelabu Mereka menganggap aku tamuPadahal aku adalah guruMereka menganggap akuSebagai kilatan semu Padahal aku ingin menjadi langit biruUntuk mereka yang akan […] - [Harapan Tak Pernah Pudar - Puisi Uus Runasih, M.Pd.](https://ruangbestari.com/harapan-tak-pernah-pudar-puisi-uus-runasih-m-pd/): Harapan Tak Pernah PudarKarya: Uus Runasih, M.Pd. Pagi datang membawa naluriSepi membawa arti, rapi menyuntik hatiMelirik pujaan hati masih rapi menjaring anyaman bulu lentikLirih… “Masih malam Mih,” kalimat itu selalu mampir di hatiPanggilan hati sudah memilihPagi mengajak bersiap pergi untuk berbakti Setahun sudah menjadi seorang Guru PenggerakTerasa semakin menggebu menjadi seorang agen transformasi pendidikanApa yang […] - [Bekerja Tanpa Berkeluh - Puisi Umi Kulsum](https://ruangbestari.com/bekerja-tanpa-berkeluh-puisi-umi-kulsum/): Bekerja Tanpa BerkeluhKarya: Umi Kulsum Rutinitas pagi selalu terjadi setiap hariSebelum ku harus meninggalkan rumahMenuju tempat ku mengabdiUntuk anak Pertiwi yang tak pernah mengeluh Mereka duduk dibangku sambil menantiAku masuk kelas dengan ramahSalam terucap ketika kelas ku masukiSeluruh siswa menjawab salam serentaklah Ucapan syukur selalu saat ku mulaiMembuka kelas yang sudah tidak lagi riuhMereka duduk […] - [Kunang-Kunang di Malam Hari - Puisi Umamatul Farida, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kunang-kunang-di-malam-hari-puisi-umamatul-farida-s-pd/): Kunang-Kunang di Malam HariKarya: Umamatul Farida, S.Pd. Profesi unikBergaya depan murid menarikBanyak yang meliriksaat dunia mengusik pendidi Mengajar dari hatiLaksana matahari menyinari bumiDiringi ikhlas, istigomah, dan berapresiasiSangat sulit menepi Membimbing tiada hentiTanggap tanggung jawab yang mustiBermacam karakter murid penting dikenaliPenguasaan kelas wajib didaki Melatih dengan tertatih-tatihTiada lelah dan letihWalau tanpa pamrihAsa menangis dan sedihSaat dunia […] - [Suka dan Duka Menjadi Guru - Puisi Ulfa Dwiyandini](https://ruangbestari.com/suka-dan-duka-menjadi-guru-puisi-ulfa-dwiyandini/): Suka dan Duka Menjadi GuruKarya: Ulfa Dwiyandini Menjadi guru, profesi muliaMendidik anak bangsa dengan penuh cintaMeski dihadapkan dengan suka dan dukaNamun tetap semangat dalam menjalankan tugas Suka menjadi guruMelihat anak-anak yang ceriaBelajar dan bermain dengan penuh semangatMenjadikan hati menjadi gembira Duka menjadi guruKetika anak-anak tidak mau belajarBermain dan mengobrol dengan temanMenjadi tantangan tersendiri Namun, semua […] - [Siswaku Berucap Kata ”Takan Menua” - Puisi Trisna Maolianti Sari, M.Pd.](https://ruangbestari.com/siswaku-berucap-kata-takan-menua-puisi-trisna-maolianti-sari-m-pd/): Siswaku Berucap Kata ”Takan Menua”Karya: Trisna Maolianti Sari, M.Pd. Ibu, Ibu takkan pernah menuaSiswaku berucap kata“Ibu, kita yang dewasaTapi Ibu takkan pernah menua”Ah… terharunya bersama kalian Ibu yang selalu tersenyumHidupmu senatiasa indahCahaya hadir dalam jiwaKecantikanmu memancar penuh pesonaKeikhlasanmu bertutur nyata Ibu… Ibu… kami melihatmu bahagiaIndah kami bersamamuKeriuhan berganti sunyiSemua bersiap mencari jati dirinyaBerganti hilang dan […] - [Angan - Puisi Tri Supatmi, M.Pd.](https://ruangbestari.com/angan-puisi-tri-supatmi-m-pd/): AnganKarya: Tri Supatmi, M.Pd. Keinginan keras sekuat bajaMelemah akan hati selembut saljuBila mengangankan bias-bias sajaTak terpikir olehnya terus berlalu Batu karang terkalahkan keinginannyaAkan kelembutan seorang ibuTak hangus terbakar akan doaLiang dan celah datang memburu Ketiadaan terpikir olehnyaDi hempas telapak yang lusuhPerjuangan belum terkalahkan jiwaAngan berhenti bias pun berlalu 2023 - [Semangat 1% - Puisi Tatin Suprihatin, S.Pd., M.T.](https://ruangbestari.com/semangat-1-puisi-tatin-suprihatin-s-pd-m-t/): Semangat 1%Karya: Tatin Suprihatin, S.Pd., M.T. Mungkin hal kecil 1%,Tapi bagi seorang pahlawan pendidikan, tidak…Karena jika perubahan 1% dilakukan konsisten akan jadigunung kemajuan. Jangan sepelekan 1%Jangan… Pendidikan ini butuh perubahan.Butuh dedikasi guru yang tiada lelah merubahWalau 1%. Jangan sepelekan 1%.Butuh ide 1% ing tulodhoButuh ide 1% ing madya mangun karsoButuh ide 1% tutwuri handayani Semangat […] - [Malu Mengingatmu - Puisi Tatang, S.Pd., M.M.](https://ruangbestari.com/malu-mengingatmu-puisi-tatang-s-pd-m-m/): Malu MengingatmuKarya: Tatang, S.Pd., M.M. Murid-muridkuIjinkan aku memanggilmu anakDengan kasih tiada taraSepenuh jiwa Anak-anakkuAku seharusnya disanaDi depan kelasMemanjakan kalian dengan berbagai kerianganBercengkerama penuh ceriaBerbagi cerita tentang masa depan Anak-anakkuDunia ini milikmuBukan hanya milikkuHarus menjadi milik kita Aku akan selalu tinggal di siniWalaupun yang lain meninggalkanMungkin generasi baru terus bermunculanMenanam harapan ya di sinilah tempatnya Anak-anakkuHari […] - [Peran Penting Kecerdasan Buatan (AI) dalam Transformasi Pembelajaran](https://ruangbestari.com/peran-penting-kecerdasan-buatan-ai-dalam-transformasi-pembelajaran/): Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi pusat perhatian dalam perkembangan teknologi modern, dan dampaknya terasa di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Dalam era di mana inovasi terus berkembang, mari kita menjelajahi peran penting AI dalam mendefinisikan masa depan pendidikan. 1. Pengenalan AI di Dunia PendidikanAI membawa revolusi dalam metode pembelajaran dengan memberikan kemampuan kepada mesin untuk memproses […] - [Pentingnya Keterampilan 4K dalam Masa Depan Pendidikan dan Karier](https://ruangbestari.com/pentingnya-keterampilan-4k-dalam-masa-depan-pendidikan-dan-karier/): Keterampilan 4K, yang mencakup Kritis (Critical Thinking), Kreatif (Creativity), Komunikasi (Communication), dan Kolaborasi (Collaboration), menjadi pondasi esensial dalam menghadapi tuntutan dunia pendidikan dan karier yang semakin kompleks dan dinamis. Tulisan kali ini akan menguraikan pentingnya memahami dan mengembangkan keterampilan 4K secara mendalam. 1. Kritis: Menjadi Pemikir Kritis dalam Era Informasi Keterampilan berpikir kritis membantu individu […] - [Gubuk Sawah dan Kenangan - Puisi Mugiati, S.S.](https://ruangbestari.com/gubuk-sawah-dan-kenangan-puisi-mugiati-s-s/): Gubuk Sawah dan Kenangan Karya: Mugiati, S.S. Bebatuan manja di hamparan rerumput Tersenyum memandang langit penuh suka cita Rinai kecil di sela-sela Pelangi Menyambut pagi usai kabut meninggalkan daun daun Masih terdengar suara kenari mengintip mentari Bermesraan dengan angin sambil membawa bekal pagi untuk anaknya Di ujung tebing air terjun bercanda mengurai hati yang buncah […] - [Dewasa - Puisi Mutia Malika Ramadhani](https://ruangbestari.com/dewasa-puisi-mutia-malika-ramadhani/): Dewasa Karya: Mutia Malika Ramadhani Hai dewasa… Aku sudah merasakan bagaimana menjadi dirimu Ternyata, menjadi dirimu itu lelah. Aku harus mengerti apapun yang tidak ingin ku mengerti. Aku harus mengerti orang-orang yang tidak mau mengerti aku. Jika aku ingin sesuatu, aku berjuang untuk mendapatkan nya, Menahan segala guncangan yang menimpa. Jika aku mempunyai masalah, aku […] - [Lomba Menulis Tingkat Pengajar se-Nusantara](https://ruangbestari.com/lomba-menulis/): Unduh Logo dan Poster Bestari Literasi Indonesia dengan bangga mempersembahkan Lomba Menulis Opini, Cerpen, dan Puisi, sebuah ajang kreativitas dan ekspresi untuk para pengajar di seluruh Indonesia. Acara ini dirancang untuk memfasilitasi dan merayakan bakat menulis serta memberikan wadah bagi pengajar se-Indonesia yang ingin menyuarakan ide, cerita, dan perasaan melalui tulisan. Daftar Lomba Menulis Opini […] - [5 Puisi untuk Palestina karya Iswadi Syahrial Nupin](https://ruangbestari.com/5-puisi-untuk-palestina-karya-iswadi-syahrial-nupin/): Bila HatimuKarya: Iswadi Syahrial Nupin Bila hatimu cintai PalestinaTentu ada Palestina dalam doamuYang kau persembahkanKehadiratnya sepanjang hariDengan linang air mataDiiringi isak tangis menghiba Bila engkau cintai PalestinaEngkau pasti bersip berjihadMenuju medan lagaMembela agamanya yang suciDengan ikhlas hatiTanpa merasa rugi Bila engkau cintai PalestinaEngkau tentu cintai Abu UbaidahMenjadikan semangatnyaSebagai teladan diri Bila engkau cintai PalestinaEngkau wajib […] - [Sebuah Kursi - Puisi Nanda](https://ruangbestari.com/sebuah-kursi-puisi-nanda/): Sebuah KursiKarya: Nanda Kursi, kursi, kursi!!!Kau diam saja tapi kau di perebutkanomong kosong selalu menjadi pilihanHanya demi bisa duduk di pangkuanmu Janji yang begitu indah seketika sirnaKetika berhasil duduk di satu kursiJanji manis berubah menjadi pahitKetika kenyataan berada di depan mata Suara seharga warna merah dan biruUntuk lima tahun yang begitu lamaIndahnya sekarang tapi tak […] - [Pita Merah - Puisi M. Bayu Aji](https://ruangbestari.com/pita-merah-puisi-m-bayu-aji/): Pita Merah Karya: M. Bayu Aji Pada keyakinan yang mulai memudar Mengikatnya dengan janji kesatuan Penuh hikayat dan rencana-rencana cita Bergulir membahagiakan tawa Jangan biarkan senyum itu terhapus Demi kini, waktu yang kian hangus Pita merah menari melekuk Menanggalkan warnanya pada keberanian Menjanjikan satu kepercayaan Pada semua insan yang berkuasa Pada semua kepalsuan dan keputusan […] - [Sisa Asa - Puisi Yen Yen Mulyani](https://ruangbestari.com/sisa-asa-puisi-yen-yen-mulyani/): Sisa Asa Karya: Yen Yen Mulyani Selamat pagi raga yang tengah berkelena.. Selamat datang sisa usia di ujung senja. Lelah menyapa setiap harinya.. Hingga tertatih kaki menggapainya. Perih, pedih, penat, dan pekat Semau terlewati dengan lambat. Tawa, canda, suka, ceria.. Terlewati dengan tergesa. Pernah terjatuh namun bangkit. Terpaksa berdiri walau sakit. Terima kasih jiwa yang […] - [Keindahan Sang Bulan - Puisi Euis Rosalia](https://ruangbestari.com/keindahan-sang-bulan-puisi-euis-rosalia/): Keindahan Sang BulanKarya: Euis Rosalia Waktu subuh kala ituSuatu pagi dihari ituSaat langit mulai membiruBelum tampak cahaya dari Timur Aku berjalan menuju suatu tempatKulihat cahaya dari arah baratAku melihat dan aku terpikatAku terpesona dengan kecantikan sang bulan Chandra…..Engkau telah menyambut pagi kuEngkau telah setia menungguEngkau masih disitu agar aku dapat memandangmu Mentari memang indahSayangnya tidak […] - [Berdamai dengan Diri Sendiri - Cerpen Jodi Okta](https://ruangbestari.com/berdamai-dengan-diri-sendiri-cerpen-jodi-okta/): Berdamai dengan Diri SendiriKarya: Jodi Okta Pranaya Ramadan Di luar sana banyak sekali orang-orang yang lebih dari diriku. Aku melihat mereka dan membandingkannya dengan diriku sendiri. Saat aku melakukannya, di benakku selalu saja muncul sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh diriku sendiri. Pertanyaan tentang mengapa dan mengapa, terus menghantuiku di setiap detik. Mengapa aku […] - [Kehidupan Wanita - Puisi Nopia Selli](https://ruangbestari.com/kehidupan-wanita-puisi-nopia-selli/): Kehidupan WanitaKarya: Puisi Nopia Selli Saya Nopia,Saya lahir sebagai wanita,Dan bangga menjadi wanita,Hingga nanti tutup usia,Wanita seperti mutiara di dasar lautan, Eksistensi wanita di dunia kerja,Yang mengancam kaum pria,Gelarnya yang berpendidikan tinggi,Yang membuat lelaki malu mendekatinya,Kini sudah berkembang di zaman sekarang, Beberapa pria tidak lagi menganggap,Kesuksesan wanita sebagai ancaman,Tetapi justru sebagai alasan mereka,Untuk bermalas-malasan, Maka […] - [Di Ujung Waktu - Puisi Eka Rosmawati](https://ruangbestari.com/di-ujung-waktu-puisi-eka-rosmawati/): Di Ujung WaktuKarya: Eka Rosmawati, M.Pd. Waktu itu pandemi, 2019Tak ada kata terakhir dari jendela yang tertutupJemari kehilangan selera untuk mengirim salamSatu-satunya penyemangat hanyalah kunjungan penutupdengan sebait puisi maaf dalam diam Kemudian takdir itu didatangkanCorona menyinggahi ronggaTercekat leher, tertimbun berat dadaNafas terpenjara Seorang Ibu yang t’lah puas mereguk hidupPasrah sudah dalam ketentuan zamanMeninggalkan kanak beranjak […] - [Kepada Ibu Dewi Sartika - Puisi Eka Rosmawati](https://ruangbestari.com/kepada-ibu-dewi-sartika-puisi-eka-rosmawati/): Kepada Ibu Dewi SartikaKarya: Eka Rosmawati, M.Pd. Ibu,seperti dirimuHidup bukanlah duduk di singgasanadiam dan bahagiaBerkipas meluruskan telunjukpada dayang-dayangmenuntut kehormatan dan abdi Tapi bagimukesejatian ningratTerletak di lubuk kalbuBening memancar kasihpenuh asih Apalah arti kesenangan di tengah sunyiTertawa dalam isak tangis jelataAtau merasa cerdas dalam keluguan perempuan perempuan sezamantapi nasib tiada berpihak karena keturunan Kemudian Ibu menyisir […] - [Pancanaka, Semar, dan Punawakawan - Puisi Haerudin](https://ruangbestari.com/pancanaka-semar-dan-punawakawan-puisi-haerudin/): PancanakaKarya: Haerudin, S.Pd. Kukumu mencabut ketidakadilan duniaKukumu mencakar manusia yang haus kekuasaanKukumu merobek raga kemunafikanKukumu menusuk insan yang lantang menyuarakan kebatilanPancanaka oh PancanakaKukumu bersinar terang menyinari bumi yang gelap kelamKukumu menerobos kedalam jiwa-jiwa yang penuh dengan ketamakkanKukumu laksana pedang yang menghujam keangkaramurkaanKukumu menuliskan panji-panji kebenaranYang akhirnya kukumu mendapatkan kemenangan 2023 SemarKarya: Haerudin, S.Pd. Bersembunyi dari […] - [10 November dan Gaza - Puisi Eka Rosmawati, M.Pd.](https://ruangbestari.com/10-november-dan-gaza-puisi-eka-rosmawati-m-pd/): 10 November dan GazaKarya: Eka Rosmawati, M.Pd. Sepuluh November kenangan bangsaFilm diputar digambarkan pejuang tergeletakNyawanya direlakan dalam insiden baku tembakDemi apa? Bola mata yang dingin mengeras dalam belalakPerlahan meneduh dalam hembus waktu berlaluDipandangnya dari jauh lambaian merah putihkibarnya memberi segar udara pada sesak nafasnyaKatup bibirnya ingin bicara, “Merdeka itu lega!”Orang-orang bebas dalam sedikit bersendadalam hormat […] - [Kita - Puisi Devina Nurramadanti](https://ruangbestari.com/kita-puisi-devina-nurramadanti/): KitaKarya: Devina Nurramadanti kita adalah rangkaian kisah yang tak nyatadengan seutas rasa yang terlekat sempurnapintaku hanya ingin terus bersamamu dengan untaian luka yang kau ciptamerenggutku, membiarkan ku terjatuhkau, terlalu sempurna untukku sebut luka kata ‘bersama’ tak ditakdirkan untuk kitadalam naskah cerita, kau lah pelaku utamatokoh yang membuatku jatuh suka namun pada akhir ceritahanya aku dan […] - [Nada - Puisi Ari Awaludin Azhari](https://ruangbestari.com/nada-puisi-ari-awaludin-azhari/): Nada Karya: Ari Awaludin Azhari Memang berat terasa Jauh antara raga Tertanam rasa Jiwa hampa Seketikan lagu menyapa Lirik dan nada berirama Merasuk ke sukma Suasana terasa bersama Raga tak bisa menyapa Tapi rasa kan selalu ada Jauh hati di jaraknya Perasaan tetap menggema Dalam frekuwensi yang sama 2023 - [Benar Adalah Tuhan - Puisi Aisyiah Nayla Rahmadani](https://ruangbestari.com/benar-adalah-tuhan-puisi-aisyiah-nayla-rahmadani/): Benar Adalah Tuhan, yang Salah Ada Pada Manusia Karya: Aisyiah Nayla Rahmadani Tuhan benar Tuhan selalu benar Apa yang terjadi selalu persis seperti apa kata-Nya Tuhan adalah kebenaran Kebenaran adalah Tuhan Keduanya adalah satu perwujudan Lantas, mengapa masih mengelak? Mengapa masih sering menghindar dari pilihan tetap percaya dan yakin kepada-Nya? Lihat sekarang Lihat buah dari […] - [Perasaan Miliknya Untukku - Puisi Bayu Aji](https://ruangbestari.com/perasaan-miliknya-untukku-puisi-bayu-aji/): Perasaan Miliknya Untukku Karya: M. Bayu Aji Hujan meninggalkan wangi tanah berkuar Mata terhimpit pikiran penuh beban Memikirkan jalan terbaik untuk kehidupan Terjadi dalam waktu singkat dan cepat Penuh harapan dan impian Memilih perasaan dan perangan manusia yang sama Ceria dan tak penasaran, hanya berperasaan Padanya mengembalikan keadaan yang sepadan Seperti lintas waktu yang terbenam […] - [Sajak November - Karya Judika Baringin](https://ruangbestari.com/sajak-november-karya-judika-baringin/): Sajak November Karya: Judika Baringin Kau berakhir dengan indah hari-harimu yang berlalu Terekam abadi dalam ingatanku Memberi pelajaran akan kesabaran Memberi keteduhan dalam ketabahan Suka duka yang kau hadiahkan Kan ku jadikan sebuah anugerah yang tak terlupakan I will always remember the story about you November November, 2023 - [Cahaya Penerangku - Puisi Zulfa Pajriah](https://ruangbestari.com/cahaya-penerangku-puisi-zulfa-pajriah/): Cahaya PenerangkuKarya: Puisi Zulfa Pajriah Saat aku berada di dalam kegelapanCahaya menerangi kehidupanMemberi arah tujuanMembawa aku kepada kebenaran Cahaya penerangkuTanpamu aku kegelapanTak paham akan ilmu pengetahuanTak tahu arah tujuan Cahaya penerangkuTerima kasih telah menerangikuTerima kasih atas jasa-jasamuKasihmu sepanjang masa 2023 - [Alunan Air – Puisi Carolina Naunik](https://ruangbestari.com/alunan-air-puisi-carolina-naunik/): Alunan Air Karya: Carolina Naunik Rintik hujan menyapaku malam ini Membuatku tersenyum saat berjalan Rintik sendu sang awan Membuatku berteduh di sebuah gubuk sederhana Membuatku sedikit dingin Membuatku kuyup di setiap helai rambutku Sambil menatap kedepan Ku menadah tetesan air Perlahan langkah ku semakin maju Berani berjalan di tengah derai hujan Langkah pelan, damai menenangkan […] - [Puisi Cupu Manik Astagina, Jaya Lenglengan, dan Jabang Tutuka](https://ruangbestari.com/puisi-cupu-manik-astagina-jaya-lenglengan-dan-jabang-tutuka/): Cupu Manik AstaginaKarya: Haerudin, S.Pd. Karena cupu itu mereka berubahwujud menjadi wanaraHati mereka diselimuti dengan ketamakanMereka gelap hati dan mata Memperebutkan pusakaCupu Manik AstaginaTak ada lagi rasa cintaTak ada lagi kasih dan saudara Yang ada rasa tamakDan serakahBiar remuk raga asal mendapatkan AstaginaOh sungguh malanglah Anjani, Guwarsi dan GuwarsaAkhirnya kau merubah ragaMenjadi makhluk penghuni hutan […] - [Mengenal dan Menghindari Kesalahan Logika (Logical Fallacy)](https://ruangbestari.com/mengenal-dan-menghindari-kesalahan-logika-logical-fallacy/): Ketika berbicara atau menulis, seringkali kita dihadapkan dengan argumen atau pernyataan orang lain. Namun, tidak semua argumentasi tersebut dapat kita anggap valid atau meyakinkan. Beberapa argumrntasi tersebut sangat mungkin mengandung kesalahan logika yang dalam ilmu logika disebut sebagai logical fallacy. Mengenal Logical FallacyLogical fallacy atau kesalahan logika atau sesat berpikir adalah cara berpikir yang tidak […] - [Terbitnya Diriku - Puisi Siti Zahra Habibah](https://ruangbestari.com/terbitnya-diriku-puisi-siti-zahra-habibah/): Terbitnya Diriku Karya: Siti Zahra Habibah Aku bukan dirinya Aku hanyalah aku seorang Aku yang bagaikan daun layu di antara rimbunnya daun hijau Hanya rumput liar di antara hamparan bunga yang cantik Aku bukan orang berbakat Aku hanya mampu melihat orang lain Aku tak berkembang Aku bimbang untuk maju dan menarik langkah ke depan Namun […] - [Jiwa Layak Cinta - Puisi Siti Robiah](https://ruangbestari.com/jiwa-layak-cinta-puisi-siti-robiah/): Jiwa Layak Cinta Karya: Siti Robiah Petangku sudah melayang Tergantikan malam kian membayang Ku tatap cermin dengan penuh asa Memahami lekuk garis seindah cakrawala Sanjungan setiap ceruk belenggu jiwa Selaksa luka tak peduli adanya Bukan bualan belaka… Dirimu memang kuat wahai atma Hatimu kian remuk melepuh… Tetapi jiwamu tetap utuh Jika barangkali sanubarimu jatuh cinta […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Naisha Camila Shahnaz](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-naisha-camila-shahnaz/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Naisha Camila Shahnaz Seribu pertanyaan dalam diriku Tidak bisa terjawab oleh orang lain Menusuk diri dengan pisau tapi tidak bisa menolak Bisikan nyamuk, menghisap darah dalam tubuhku Jiwa dan tubuh yang dihisapi ini Hilangnya jati diriku ini Siapakah aku? Tidak terjawab! Apa kesalahanku? Kesalahan apa dalam diriku ini? Dijauhi semuanya dalam […] - [Diriku - Puisi Nabiilah](https://ruangbestari.com/diriku-puisi-nabiilah/): Diriku Karya: Nabiilah Tengah malam yang sunyi, Ku tatap lagi cermin usang itu Berkaca dan tajamkan setiap memori Perlahan hati berbisik Tentang apa yang ku punya Dan yang selalu jadi angan Aku adalah aku Yang selalu memeluk erat tubuhku Aku bukanlah dia atau mereka Tidak secercah harapan yang disembah Tidak sedikit putus asa gantung Tidak […] - [Ini Diriku, Bukan Mereka - Puisi Mutia Malika R](https://ruangbestari.com/ini-diriku-bukan-mereka-puisi-mutia-malika-r/): Ini Diriku, Bukan Mereka Karya: Mutia Malika R Malam ini, begitu sunyi dan tenang. Di temani merdunya angin yang bergemuruh Hanya ada diriku dan, Cermin yang usang di depanku. Ku tatap cermin di depanku. Berkaca, menatap pantulan diriku. Seketika hati berbisik padanya, Tentang apa yang ku punya. Aku bukanlah mereka, yang sibuk, Dengan kilau dunia […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi M. Riziq Naqi](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-m-riziq-naqi/): Mencintai Diri Sendiri Karya: M. Riziq Naqi Di dalam jiwa, terdapat cinta yang hakiki, Diri sendiri kucintai, dalam hidup yang sejati. Kau adalah bintang, bersinar begitu terang, Kasihimu sendiri, tak pernah pudar atau senang. Terjalin erat, hubungan yang tak tergantikan, Mencintai diriku sendiri, tak pernah hancurkan. Dalam diri, ada kekuatan yang tak terbatas. Cinta pada […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Chika Nuranisa](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-chika-nuranisa/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Chika Nuranisa Mencintai diri sendiri, sebuah perjalanan panjang Mengenal diri sendiri, memahami segala kekurangan Menerima diri sendiri, apa adanya tanpa cela Mencintai diri sendiri, sebuah cinta yang abadi Mencintai diri sendiri, memperbaiki diri dari dalam Menghargai diri sendiri, menghormati diri yang ada Menjaga diri sendiri, dengan penuh kasih dan sayang Mencintai […] - [Aku Adalah Aku - Puisi Zulfa Pajriah](https://ruangbestari.com/aku-adalah-aku-puisi-zulfa-pajriah/): Aku Adalah Aku Karya: Zulfa Pajriah Saat terbangun dari tidurku Aku menatap cermin Menatap melangitkan kasih sayang Kasih sayang akan diriku Aku berkaca menajamkan mata Berbincang perlihatkan wajah bahagia Bangga mampu melewati banyak rintangan Aku manusia nan sadar akan kurang dan lebih Aku adalah aku Bukan dia ataupun mereka Perempuan yang jauh dari kata sempurna […] - [Untuk Diriku Wanita Kuat - Puisi Zahra Amelia](https://ruangbestari.com/untuk-diriku-wanita-kuat-puisi-zahra-amelia/): Untuk Diriku Wanita Kuat Karya: Zahra Amelia Aku lahir di keluarga kecil. Aku bangga menjadi anak yang tangguh dan kuat. Hidupku ceria nan gembira Sore itu aku mendapat kabar bahwa Sosok ibuku telah meninggalkan diriku untuk selamanya. Bagi diriku hal yang menyakitkan Dan kabar sore Itu menyedihkan Namun diriku di tuntun tuk menjadi wanita sabar […] - [Jangan Pernah Lukai Dirimu - Puisi Zahra Fauziah](https://ruangbestari.com/jangan-pernah-lukai-dirimu-puisi-zahra-fauziah/): Jangan Pernah Lukai Dirimu Karya: Zahra Fauziah Jangan pernah mencintai orang lain Cintai dirimu sebelum berpacaran Dirimu juga butuh kasih sayang Jangan habiskan cintamu untuk orang lain Sayangi dirimu Jangan pernah lukai dirimu Jangan kau goreskan serpihan kaca pada lenganmu Tanamkan rasa cinta pada dirimu Yakinlah… Dengan kamu cinta pada dirimu sendiri kamu akan bahagia […] - [Percaya Diri - Puisi Yuni Nur Samsiah](https://ruangbestari.com/percaya-diri-puisi-yuni-nur-samsiah/): Percaya Diri Karya: Yuni Nur Samsiah Aku harus percaya diri Tidak membanding bandingkan diri dengan orang lain Karena membandingkan diri dengan orang lain Sangat menyiksaku Mencoba bangkit dari lingkaran siksa ini Namun aku selalu gagal Tapi aku tidak menyerah Untuk keluar dari lingkaran siksa ini Karena kegagalan adalah Awal dari keberhasilan Dan sekarang aku yakin […] - [Cinta untuk Jiwa yang Tersembunyi - Puisi Yulia](https://ruangbestari.com/cinta-untuk-jiwa-yang-tersembunyi-puisi-yulia/): Cinta untuk Jiwa yang Tersembunyi Karya: Yulia Ku tatap bianglala itu dengan candala Diiringi bisikan hati yang menjerit harsa Yakin duniaku akan dikara seperti swastamita Dengan bantuan daksa serta bimantara. Ku cium aroma cinta yang tumbuh ikara Di antara hati serta daksa seperti akara Mengalirkan bagaskara serta kirana guna membuat hidupku seperti cakrawala Ku cintai […] - [Dalam Kegelapanku yang Dalam - Puisi Yayang Fuzi Astuti](https://ruangbestari.com/dalam-kegelapanku-yang-dalam-puisi-yayang-fuzi-astuti/): Dalam Kegelapanku yang Dalam Karya: Yayang Fuzi Astuti Dalam kegelapanku yang dalam Sinarmu menerangi jiwaku yang luntur Dalam dirimu ku menemukan kekuatan Tuk mencintai diriku dengan penuh keikhlasan Engkau adalah rembulan yang bersinar cerah Menyapu gelap malamku perlahan datang Engkau mengingatkanku bahwa aku berharga Dalam segala bentukku dalam segala kekuranganku Aku melihat cahaya dalam mataku […] - [Diri Setelah Cinta Mengilhami - Puisi Yashina Ningen](https://ruangbestari.com/diri-setelah-cinta-mengilhami-puisi-yashina-ningen/): Diri Setelah Cinta Mengilhami Karya: Yashina Ningen Kala itu, selepas kumafhumi dirinya yang mustahil menjejakkan cela pada rada-rada rimpuh seluruh jiwa raga Setakat pula tamsilan kelang kelok prakarsa pujangga yang bersama remang pijar lentera pun aku bertelungkup gamam mengigau angan-angan dalam ke-fatamorgana-an dan semakin kini belikatku memunggungi kejemawaan; Kemasyhuran yang berkeliaran di antah-berantah memerankan putusan. […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Yanis Sripirma](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-yanis-sripirma/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Yanis Sripirma Aku ingin mencintai diriku sendiri Tanpa kata aku mencintaiku Dengan sederhana seperti bulan yang indah yang ku lihat di malam hari Aku ingin mencintaiku dengan perlakuanku sendiri dan pengorbananku pada diriku Tanpa melibatkan orang lain karena cinta itu indah kalau kita mencintai diri sendiri Aku ingin mencintaiku dengan caraku […] - [Renung - Puisi Widad indriawati](https://ruangbestari.com/renung-puisi-widad-indriawati/): Renung Karya: Widad indriawati Daku terdiam, di bawah gelap nya malam Bersama rinai yang mulai menghilang Merasakan gamang karena bincangan orang Dan gundah yang membuat diri berkelana bimbang Atma ku berkata kepada kalbu Mengapa diri tak bisa menjadi kirana Yang indah seperti candra Dan indurasmi yang menjadi pelita semesta Wahai kalbu… Yang terlalu merapah menginginkan […] - [Bangga Kepada Diri Sendiri - Puisi Wening Aprilia Puteri](https://ruangbestari.com/bangga-kepada-diri-sendiri-puisi-wening-aprilia-puteri/): Bangga Kepada Diri SendiriKarya: Wening Aprilia Puteri Akhir-akhir ini aku terlalu keras pada diriku.Aku terus memaksa diriku untuk kuat dalam menghadapi rintangan yang ada di depan, aku selalu mengatakan pada diriku untuk tetap kuat dalam situasi sesulit apapun. Padahal aku hanya manusia biasa yang tidak apa-apa untuk mengeluh, karena setiap masalah yang datang, untuk menguji […] - [Menjadi Diri Sendiri - Puisi Veby Herliyani](https://ruangbestari.com/menjadi-diri-sendiri-puisi-veby-herliyani/): Menjadi Diri Sendiri Karya: Veby Herliyani Di pagi ini aku bercermin Depan cermin yang hampir retak Ku baca diri sambil termenung Perlahan hati ini berbisik Tentang siapakah diriku, dan apa yang selalu jadi anganku Anganku yang kadang meragu, siapa diriku! Aku ya aku Bukan dia, dan juga bukan mereka Bukan orang yang satire akan sarkas […] - [Aku Tercipta Nyata - Puisi Tiara Lis Septiani](https://ruangbestari.com/aku-tercipta-nyata-puisi-tiara-lis-septiani/): Aku Tercipta Nyata Karya: Tiara Lis Septiani Pagi itu, kutatap cermin yang menggantung Cermin itu berkata “Kamu tak seindah lembayung!” Sosok semu itu seakan menertawai seonggok daging di hadapannya Mengikis percaya diri di dalam dada Sore hari, kupandangi langit tinggi mengudara Langit itu berkata “Kamu tak sehebat angkasa!” Aku tertunduk terbisu Harapku pupus menjadi abu […] - [Suatu Hari Senangkan Datang - Puisi Thalita Aura Nurfadilah](https://ruangbestari.com/suatu-hari-senangkan-datang-puisi-thalita-aura-nurfadilah/): Suatu Hari Senangkan Datang Karya; Thalita Aura Nurfadilah Memulai sesuatu memang berat, Tapi percayalah tidak ada proses yang percuma. Senangkan datang. Tapi, suatu hari sedih mungkin akan lebih berkesan Jangan bandingkan prosesmu dengan orang lain, Karena tidak semua bunga tumbuh mekar secara bersamaan. Berhentilah sejenak jika dibutuhkan. Tapi, jangan pernah berhenti dan mengejar impian mu […] - [Di dalam Diriku - Puisi Syifa Dewi Ramadhani](https://ruangbestari.com/di-dalam-diriku-puisi-syifa-dewi-ramadhani/): Di dalam Diriku Karya: Syifa Dewi Ramadhani Di dalam diriku, cinta bermekar indah, Sejernih air sungai, sehangat mentari. Kucintai diri ini, tiada ragu atau bimbang, Ku kenali diriku, penuh kasih yang tulus. Di dalam cermin, ku lihat senyumku bersinar, Sinar cahayanya yang takkan pernah padam. Mencintai diri, adalah awal kebahagiaan, Ku hargai diriku, sebagai indahnya […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Syifa Aulia Rahayu](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-syifa-aulia-rahayu/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Syifa Aulia Rahayu Ini saya, sulit sekali rasanya menahan diri ini untuk tidak membandingkan dengan orang lain, terlalu memikirkan tanggapan orang lain terhadap diri sendiri Ketika saya akan melakukan sesuatu Saya selalu memikirkan bagaimana tanggapan orang lain terhadap saya, saya selalu tidak percaya diri Tetapi pada suatu hari saya mulai sadar, […] - [Aku Bangga pada Diriku - Puisi Syaripah Aura Jahra](https://ruangbestari.com/aku-bangga-pada-diriku-puisi-syaripah-aura-jahra/): Aku Bangga pada Diriku Karya: Syaripah Aura Jahra Aku sangat percaya diri Sebab itu aku bisa mandiri Aku bisa menghadapi masalah yang datang Tetaplah kuat untuk masalah yang dihadapi Sebab apapun masalahnya ku bisa Aku percaya dengan kemampuanku Aku hanyalah aku Bukan dia ataupun mereka Aku bangga pada diriku Sebab diriku bisa mandiri Dan bisa […] - [Mencintai Aku dan Diriku - Puisi Siti Wasliah](https://ruangbestari.com/mencintai-aku-dan-diriku-puisi-siti-wasliah/): Mencintai Aku dan Diriku Karya: Siti Wasliah Aku tahu aku memang tak sempurna Aku tahu aku memang buruk Bahkan lebih buruk Bahkan takdirku pun tak mendukung Dan hari-hariku pun seperti kelabu Tanpa cahaya matahari yang menemani Dimana itu bisa membuatku rusak Dan hancur berkeping-keping Tapi, walaupun begitu Inilah diriku Jati diriku Dan aku mencintainya Mencintai […] - [Terima Kasih Aku - Puisi Siti Solihati](https://ruangbestari.com/terima-kasih-aku-puisi-siti-solihati/): Terima Kasih Aku Karya: Siti Solihati Teruntuk aku yang sudah menemaniku berjuang Rasanya aku ingin mengucapkan terima kasih, Terima kasih kamu sudah menemaniku sampai detik ini Melalui banyak masalah dan kepahitan Dan serta melewati banyak rintangan Aku rasa ingin meminta maaf kepada diriku, Maaf jika selama ini aku baru menyadarinya Bahwa kamulah yang selalu mnemaniku […] - [Aku Berbeda dari yang Lain - Puisi Siti Salwa Sri Rahayu](https://ruangbestari.com/aku-berbeda-dari-yang-lain-puisi-siti-salwa-sri-rahayu/): Aku Berbeda dari yang Lain Karya: Siti Salwa Sri Rahayu Aku adalah seorang anak yang mandiri Harus kuat dalam menjalani hidup Aku dididik untuk jadi anak yang mandiri Dan aku di paksa dewasa oleh keadaan Aku yang harusnya masih membutuhkan Perhatian dari orang tua dan kasih sayang Namun aku dituntun untuk mandiri Dan menyayangi diriku […] - [Aku Bukan Mereka - Puisi Siti Sa’idah](https://ruangbestari.com/aku-bukan-mereka-puisi-siti-saidah/): Aku Bukan Mereka Karya: Siti Sa’idah Duniaku penuh warna penuh cerita Hari ini ku tatap cermin Di hiasi senyuman berseri-seri Seakan hatiku mulai optimis Senyap-senyap nyaian satwa di pagi hari Kecerian datang menghampiri Dihiasi awan bisu Aku adalah aku Bukan dia bukan mereka Aku adalah diriku sendiri Umat yang fana Hanya punya asa tanpa mahkota […] - [I Can Change - Puisi Siti Robi'ah Amelia](https://ruangbestari.com/i-can-change-puisi-siti-robiah-amelia/): I Can Change It Karya: Siti Robi’ah Amelia Ini aku.. Yang tenggelam dalam lautan Dipenuhi cinta yang berserakan Di tengah malam yang sunyi Aku, mencoba belajar mencintai, menghargai, mensyukuri, dan mempercayai bahwa dalam jiwa ini terkandung banyak keistimewaan lagi Mencoba tak peduli kata orang Mencoba menggali kelebihan Menanamkan kata “pasti bisa” Mengubur kata “tak bisa” […] - [Aku dan Ego - Puisi Siti Mas Alin](https://ruangbestari.com/aku-dan-ego-puisi-siti-mas-alin/): Aku dan Ego Karya: Siti Mas Alin Entah kemana pikiran berkelana Entah sampai kapan telinga berdengung Entah sampai kapan mulut membisu Entah sampai kapan mata menutup Entah sampai kapan hati bertengkar dengan pikiran Tubuh ini lelah dengan segala aksara yang acak Yang berkelana dipikiran Tanpa menguntai kalimat yang sempurna Keegoisanku meraja dengan angkuhnya Memperbudak hati […] - [Aku Adalah Aku - Puisi Siti Ari](https://ruangbestari.com/aku-adalah-aku-puisi-siti-ari/): Aku Adalah Aku Karya: Siti Ari Aku… Aku tidak akan pernah menyesal Walau rintangan yang menghembus diriku Aku tidak akan lelah Meski banyak rintangan apapun Aku takan pernah menyerah Walau diriku terluka Dengan kata-kata orang lain Dan aku akan tetap semangat Meskipun diriku sakit Tapi aku akan selalu berusaha Meskipun orang tidak mendukungku Untuk membahagiakan […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Sinsin Mariam](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-sinsin-mariam/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Sinsin Mariam Aku adalah aku Kamu adalah kamu Kita emang berbeda, Tapi kita sama-sama mencintai diri kita sendiri Menjaga diri sendiri Menghormati diri sendiri Mencintai diri sendiri Itu cara membuat diri kita senang Sebelum kita mencintai orang lain Cintailah diri kamu sendiri Itulah hal yang paling Mudah untuk dilakukan Bukan berarti […] - [Diri Sendiri - Puisi Sifa](https://ruangbestari.com/diri-sendiri-puisi-sifa/): Diri Sendiri Karya: Sifa Ku ingin menjadi diriku sendiri Bukan menjadi orang lain inilah diriku sendiri Bukan diri orang lain Ku ingin berinstropeksi diri Bukan ingin ekstrospeksi diri Untuk memperbaiki kesalahan diri Bukan hanya mementingkan rasa egois di hati Aku ingin memperbaiki diri dari kesalahan yang diperbuat bukan untuk mengulangi kesalahan yang diperbuat Inilah diri […] - [Wahai Diriku - Puisi Shelly Merlinda](https://ruangbestari.com/wahai-diriku-puisi-shelly-merlinda/): Wahai Diriku Karya: Shelly Merlinda Telah banyak masalah yang kau hadapi Perkataan yang pedih Melukai hati Wahai diriku Aku tahu kau tak sekuat itu Tetapi, kamu harus tetap kuat Menghadapi semua itu Wahai diriku Aku tahu air matamu Tak bisa terbendung lagi Maka, keluarkan lah air matamu itu Wahai diriku Terima kasih untuk semua Yakinilah […] - [Biarkan Tikaman Itu Hilang - Puisi Shandy Risgan Suhendar](https://ruangbestari.com/biarkan-tikaman-itu-hilang-puisi-shandy-risgan-suhendar/): Biarkan Tikaman Itu Hilang Karya: Shandy Risgan Suhendar Tak lelahkah kawan? Meniti kebahagiaan atas orang-orang Berdiri tegak di balik dinding ketidakenakan Dengan dalih membuat mereka senang Ajakan yang terus diterima tanpa tolakan Berlaku gila demi ekspektasi yang melayang-layang Selepasnya memang terasa melegakan Namun apakah hatimu benar-benar tenang? Berhenti membohongi hati demi secuil puji Lepaslah jerat […] - [Percaya Diri - Puisi Sendi](https://ruangbestari.com/percaya-diri-puisi-sendi/): Percaya Diri Karya: Sendi Diri yang menggambarkan kesepian Melakukan sesuatu seorang diri berjalan Tanpa ada yang menemani sendiri Tidak selalu menggambarkan keadaan Sendiri menggambarkan ketenangan. Kesejukan hati, tanpa ada beban Mengganggu dan membuat iri pada hati Mulailah melangkah dan berjalan sendiri Jiwa mu akan terbang bebas Ketika semua terlepas dan semua menjadi mereda Namun hanya […] - [Kepada Diriku yang Sendiri - Puisi Selviana Anggraeni](https://ruangbestari.com/kepada-diriku-yang-sendiri-puisi-selviana-anggraeni/): Kepada Diriku yang Sendiri Karya: Selviana Anggraeni Aku adalah diriku Yang sering tenggelam dalam tubuhku Hingga jengah siapa pun mengulik kediamanku Aku adalah diriku Aditokoh dalam hidupku Hanya akulah yang patut bermain di atas panggung dunia Aku adalah diriku Hanya huruf-hurufku Yang mampu terucap, tertulis, dan tereja dalam cerita-cerita agung Aku adalah diriku Hasil tenun […] - [Aku Kuat - Puisi Sella kusniawati](https://ruangbestari.com/aku-kuat-puisi-sella-kusniawati/): Aku Kuat Karya: Sella kusniawati Aku selalu sabar dan sadar Walaupun semua terasa sakit Dan aku selalu diam Tanpa cerita 1 kata pun terungkap Merasakan rasa sakit tidak harus bercerita Lebih baik diam dan tersenyum Diam lebih baik menurutku Dan diam menurutku tenang Selalu ku mencoba dan terus mencari Jalan untuk kuat Walaupun dunia tidak […] - [Cermin - Puisi Satrioajie Sulaeman](https://ruangbestari.com/cermin-puisi-satrioajie-sulaeman/): Cermin Karya: Satrioajie Sulaeman Cermin, terlukislah aku Mata yang sembab menumpahkan air di kacamu Akankah ada perombak? Perombak kegetiran hati ini Cermin, apa kau tidak rindu? Akan aku yang dulu, yang selalu tertawa di hadapmu Waktu itu kau baru tiba di kamar Dengan kaca suci, sama sekali belum tercemar Cermin, tidakkah kau kasihan? Tawaku makin […] - [Jati Diriku adalah Semangatku - Puisi Sastya Lutfika Salsabila Nailil Muna](https://ruangbestari.com/jati-diriku-adalah-semangatku-puisi-sastya-lutfika-salsabila-nailil-muna/): Jati Diriku adalah Semangatku Karya: Sastya Lutfika Salsabila Nailil Muna Setapak demi setapak ku melangkah Di hadapan senja nan indah Bersimbahnya air mata ku di wajah Masih terdengar cacimakian dari banyak orang Namun ku mencoba tak hiraukan Ya Tuhan… Jika engkau menakdirkan ku tuk menerima kenyataan Aku yakin akan ada jalan Di dalam jati diriku […] - [Diriku Berharga - Puisi Sarah Sri Mulyani](https://ruangbestari.com/diriku-berharga-puisi-sarah-sri-mulyani/): Diriku Berharga Karya: Sarah Sri Mulyani Di cermin hati, ku temukan kebenaran Cinta pada diri awal dari kisah yang agung Seperti bintang yang bersinar di malam yang sunyi Diriku berkilau dalam cinta yang tiada tandingi Dalam kesalahan dan keberhasilan yang datang dan pergi Mencintai diri sendiri menjadikan hidup berarti Dalam keteduhan diri ada ketenangan yang […] - [Aku - Puisi Sarah Fadhilah Putri](https://ruangbestari.com/aku-puisi-sarah-fadhilah-putri/): Aku Karya: Sarah Fadhilah Putri Inilah aku Badai-badai tak kunjung berhenti Halangi seribu langkahku Hingga aku terjatuh berkali-kali Kata demi kata setiap insan Kucerna perlahan Sakit mendera, luka Menjalar ke relung-relung hati Kini ku terdiam Terpuruk dalam kelam Gelap memagut hati Membelenggu asaku Denyut nadiku menjerit Gairah yang redup kobar kembali Bayang-bayang harsa bermekaran Dalam […] - [Si Kecil dalam Dekapan Raga - Puisi Sania Agustiani](https://ruangbestari.com/si-kecil-dalam-dekapan-raga-puisi-sania-agustiani/): Si Kecil dalam Dekapan Raga Karya: Sania Agustiani Lihatlah si kecil yang merangkak mencapai kebahagiaan Tertawa untuk harsa yang tak sempurna Menangis untuk hati yang digores lara Duri selalu menjadi belenggu hidupnya Sebutlah aku si cengeng, Panggilah aku si lemah Teriak saja jika aku pengecut Aku, hanya bersembunyi di balik tubuh dewasaku Bagaimana lagi? Aku […] - [Bangkit untuk Percaya Diri - Puisi Sani Pratiwi](https://ruangbestari.com/bangkit-untuk-percaya-diri-puisi-sani-pratiwi/): Bangkit untuk Percaya Diri Karya: Sani Pratiwi Aku adalah seorang pendiam Dan aku tidak percaya diri Di saat orang lain mengajakku untuk berkumpul Aku selalu menolaknya Karena disaat aku berkumpul dengan orang-orang Aku merasa tidak nyaman Tapi ku harus membiasakan diri Untuk merubah sikapku Dan aku harus menjadi orang yang percaya diri Karena tidak mungkin […] - [Jiwa Itu Diriku - Puisi Sandra Claura Christianti](https://ruangbestari.com/jiwa-itu-diriku-puisi-sandra-claura-christianti/): Jiwa Itu Diriku Karya: Sandra Claura Christianti Harapan mereka kian besar Ujaran mereka teramat menyakitkan Tilikan mereka terlalu menghakimi Garis bibir mereka terlihat palsu Kata mereka, aku tak cukup Kata mereka, aku tak pantas Pada akhirnya, aku tetaplah diriku Diri ini akan tetap pada porosnya Jiwa ini adalah diriku Hati ini adalah diriku Raga ini […] - [Semua Tentangku - Puisi Salwa Andiaprista Heryadi](https://ruangbestari.com/semua-tentangku-puisi-salwa-andiaprista-heryadi/): Semua Tentangku Karya: Salwa Andiaprista Heryadi Aku adalah manusia biasa Manusia yang tak terlepas dari kesalahan Aku merasa kuat dan tidak tergoyahkan Walaupun rintangan datang setiap saat Aku hanya ingin menjadi pribadi yang baik Baik bagi diriku ataupun baik bagi orang lain Karena itu semua aku perjuangkan dari dulu Setiap kali aku lihat ragaku di […] - [Hanya Kamu - Puisi Sahanash Safitri Suparman](https://ruangbestari.com/hanya-kamu-puisi-sahanash-safitri-suparman/): Hanya KamuKarya: Sahanash Safitri Suparman Bumantara yang kini telah redupdan anila yang membuatdaun-daun itu beradu dengansuara merdu Pejamkan mata lalu sadaribahwa hanya kamu, dirimu,yang akan merubah jalanmu Saat kau benci akan dirimu,padam, suram, menyakitkan.Itu yang akan kau temukan Bukankah lebih indah saat kaumenerima, kau berbanggatelah menjadi dirimu sendiri Dan sejujurnya saat itu kautelah menang, sekali […] - [Kiriman Bulan Untukku - Puisi Safa Rahmania](https://ruangbestari.com/kiriman-bulan-untukku-puisi-safa-rahmania/): Kiriman Bulan Untukku Karya: Safa Rahmania Rintik hujan membasahi jalan Mengisi lubang membuat genangan Mengirimkan sejuk desir tiupan Terbawa arus mengantar pada purnama bulan Sunyi, sepi, hanya daku sendiri Berjalan.. mencari.. dengan dipenuhi pertanyaan siapakah diri ini? Lebur pikiranku Bercampur aduk memecah renung Mengapa dengan diriku? Mengapa tak ada yang indah? Pantulan genangan menyapa Dan […] - [Syukuri Hidupmu - Puisi Rizki Maulana](https://ruangbestari.com/syukuri-hidupmu-puisi-rizki-maulana/): Syukuri Hidupmu Karya: Rizki Maulana Dunia sangat indah bila hati bersyukur Atas nikmat Tuhan yang tak pandang bulu Hidup memberikan rasa makmur Dengan semua yang ada di hidupmu Syukuri nikmat yang Maha Kuasa berikan Jangan engkau merasa beban dengan kekurangan Karena tak ada manusia sempurna Kita semua hanyalah tanah yang diberi nyawa Puisi ini ku […] - [Temanku Bilang - Puisi Rizaldo](https://ruangbestari.com/temanku-bilang-puisi-rizaldo/): Temanku Bilang Karya: Rizaldo Temanku bilang, aku sepagan kayu eboni. Bohong! Sarkas apa itu? Sebatang ranting rapuh pun aku tak sama. Temanku bilang, aku akan baik-baik saja Ah! Dongeng macam apa itu? Sembuh dari yang lalu pun aku tak sanggup. Sepagan kayu eboni? Sebatang ranting rapuh? Jangan kau samakan aku dengan benda mati itu, Karena […] - [Pejuang Diriku - Puisi Rita Rahmawati](https://ruangbestari.com/pejuang-diriku-puisi-rita-rahmawati/): Pejuang Diriku Karya: Rita Rahmawati Ini aku si penuh harapan Yang sering kali kalah dalam pertempuran Sulit kali bertahan dengan waktu yang berjalan Selalu tertinggal dalam perubahan Kegagalan kegagalan datang bergantian Tak jarang membuat keputusasaan Frustrasi pada keadaan Sering kali buatku kewalahan Namun tak pernah buatku menyerah Apalagi terpuruk dengan parah Kegagalanku bukanlah alasan tuk […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Rifka](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-rifka/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Rifka Umur terus bertambah Dunia semakin tua Tubuh semakin lemah Hidup tak akan lama Aku adalah aku Bukan dia atau mereka Tidak sehebat mereka Namun tak mudah putus asa Jadilah diri sendiri Tak perlu menjadi orang lain Jauh lebih baik, mencari jati diri Dari pada mengikuti orang lain Ku bekerja dengan […] - [Aku Kuat - Puisi Revan Hidayat](https://ruangbestari.com/aku-kuat-puisi-revan-hidayat/): Aku Kuat Karya: Revan Hidayat Aku mencintai diri dengan sepenuh hati Menyayangi setiap kekurangan dan kelebihan yang aku miliki Aku pria kuat, bertanggung jawab dan berani Percaya diri menjadi diriku yang sejati Dalam kelemahan aku menemukan kekuatan melalui kesedihan dan penderitaan Aku adalah api yang tak bisa dipadamkan Yang terus berkobar dalam semangat dan keberanian […] - [Peluk Aku - Puisi Resti Astuti](https://ruangbestari.com/peluk-aku-puisi-resti-astuti/): Peluk AkuKarya: Resti Astuti Ribuan bahkan jutaan hinaanBak terpaan badai dahsyatKu dengar amat menyakitkanTerban hati ini tersayat Kesakitan yang abadi dalam kalbuTabir petak senantiasa menjadi saksiAtas segala rintih dan tangis kuRingkih memeluk diri sendiri Petikan dawai terlampau merduGetaran senar teramat syahduDaku berbicara pada hatikuApakah Dinda masih mampu? Tutur sampah meremehkanTak membuat taksiran diri ini goyahSegala […] - [Senja dan Seribu Kata Cinta - Puisi Raudina Idzni Kharisma](https://ruangbestari.com/senja-dan-seribu-kata-cinta-puisi-raudina-idzni-kharisma/): Senja dan Seribu Kata Cinta Karya: Raudina Idzni Kharisma Tenggelamnya matahari tak menenggelamkan pikiranku Senja,waktu di mana aku merasa kembali ke masa lalu Kala itu, mentari mulai menghilang dari pandanganku Ku tatap jerih lukisan masa kecilku Senyum yang terukir dalam cermin kehidupan Menyadarkanku apa arti dari mencinta Lima belas tahun berlalu raga ini bertahan Meski […] - [Lorong Kelam - Puisi Rasya Seni Amanda](https://ruangbestari.com/lorong-kelam-puisi-rasya-seni-amanda/): Lorong Kelam Karya: Rasya Seni Amanda Duniaku yang kelam kelabu Bagai kayu yang berubah menjadi abu Yang tak bisa mengulang menjadi kayu Walau menangis dengan pilu Dan saat ku terjatuh dan merasa tak berharga Aku frustrasi karena tak ada yang menemani Kecuali dengan bayanganku sendiri Yang selalu menemani dan tak akan pernah pergi Dan saat […] - [Mencintai Diri Sendiri - Puisi Rani Muliyani](https://ruangbestari.com/mencintai-diri-sendiri-puisi-rani-muliyani/): Mencintai Diri Sendiri Karya: Rani Muliyani Aku adalah aku Aku bukan dia Pun juga bukan mereka Inilah aku dengan segala kekuranganku Aku adalah aku Tidak bisa di bandingkan dengan orang lain Aku memiliki kelebihan dan kekurangan Sama seperti mereka Aku bukan mereka Jangan paksakan aku seperti mereka Aku yang mencintai diriku Juga mereka yang mencintai […] - [Berdamai dengan Diri Sendiri - Puisi Raihan Nur Bahar](https://ruangbestari.com/berdamai-dengan-diri-sendiri-puisi-raihan-nur-bahar/): Berdamai dengan Diri Sendiri Karya: Raihan Nur Bahar Diri sendiri, harus dicintai Jika tak dicintai, bagaimana kita menemukan jati diri Diri sendiri ini, harus disayangi dengan segenap hati Jangan pernah merusak diri karena orang lain Sebab, kita pun harus mengontrol diri kita sendiri Terkadang, kita mungkin bertemu masalah yang merasa diri kita bersakah solusinya dengan […] - [Inilah Aku Versi Terbaikku - Puisi Rafi Indrayanto](https://ruangbestari.com/inilah-aku-versi-terbaikku-puisi-rafi-indrayanto/): Inilah Aku Versi Terbaikku Karya: Rafi Indrayanto Kepada purnama aku bercerita Sembari bersimpuh berpayung tabir temaram Yang kala itu kau suguhkan padaku dalam diamnya malam Lantas terik kirana memancar liar ciptakan bebayang hitam Kini aku tak lagi sendiri mendekap senyap Menggeluti setiap butir waktu bersama bayangan Sembari aku berujar pada bebayang atma Bertanya perihal apa […] - [Gantari - Puisi Putri Angrum Sekar Ayu](https://ruangbestari.com/gantari-puisi-putri-angrum-sekar-ayu/): Gantari Karya: Putri Angrum Sekar Ayu Istirahat sejenak melepas penat Biarkan gulita temani sesaat Dalam lamun senyum menyungging Kilas memori kebahagiaan menggiring Sanubari merasa bahagia Diberi syukur tiada tara Diri mulai terbuai dalam angan Tinggalkan semua kekecewaan Percakapan dua arah dalam diri Mengungkit masa tak terhindari Munculnya sebuah pengharapan Timbulkan kekecewaan Menjauhkan diri dari segala […] - [Aku Sendiri - Puisi Patimah](https://ruangbestari.com/aku-sendiri-puisi-patimah/): Aku Sendiri Karya: Patimah Aku kuat tapi aku sendiri Dunia yang begitu kejam dan tidak adil Setiap langkah yang aku lalui terasa sangat berat Menjadi kuat sendirian itu menyakitkan Setiap hari menguatkan diri sendiri Omongan seseorang membuat lemah dan rapuh Namun aku dibuat kuat oleh diriku sendiri Dalam kepercayaan diri setiap langkah aku lalui Percaya […] - [Menanggung Beban - Puisi Parhan Nul Hakim](https://ruangbestari.com/menanggung-beban-puisi-parhan-nul-hakim/): Menanggung Beban Karya: Parhan Nul Hakim Hari demi hari padi mulai berisi, Hari demi hari padi mulai melengkung, Karena tak kuat menanggung beban padi yang jumlahnya tak terhitung, Sama halnya dengan diri ini yang mudah rampung akan beban yang kutanggung. Hari demi hari diri ini menanggung ekspektasi, Dari orang-orang yang tak memiliki simpati, Yang menghakimi […] - [Meraih Mimpi Setinggi Angan - Puisi Nurul Muhfidah](https://ruangbestari.com/meraih-mimpi-setinggi-angan-puisi-nurul-muhfidah/): Meraih Mimpi Setinggi Angan Karya: Nurul Muhfidah Jika aku terdiam Akankah kuraih cita-citaku? Jika aku bermalas-malasan Akankah kuraih mimpiku? Di mana pelajar yang dulu? Di manakah semangat yang lalu? Mengapa kini hilang termakan zaman Semuanya lenyap di akhir zaman Bangkitlah para pejuang Raihlah mimpimu setinggi angan Untuk senyuman orang tuamu Menari-nari dalam kehidupan nyata Keluarkan […] - [Dahayu - Puisi Nurmala Ramadani Putri](https://ruangbestari.com/dahayu-puisi-nurmala-ramadani-putri/): Dahayu Karya: Nurmala Ramadani Putri Dalam sudut ruang ku terdiam Terdengar suara gemuruh rinai Tidak ada pelita menyinari Hanya daku dan luka disini Derai air mata terasa lara Sudah tidak ada dekap yang ku rasa Daku sudah tidak lagi memiliki harsa Sebab bincangan manusia yang tak berperasaan Daku ingin seindah ina dan senja Namun diriku […] - [Aku Adalah Diriku - Puisi Nurfadilla](https://ruangbestari.com/aku-adalah-diriku-puisi-nurfadilla/): Aku Adalah Diriku Karya: Nurfadilla Malam ini Di bawah luasnya langit di temani bintang tak terbatas Berkawan angin yang bertiup kencang Seakan mendukung Melihat diri ke cermin tua Nahas tak ada yang berubah Aku adalah aku Bukan dia bukan mereka Aku adalah diriku Aku adalah kisah yang terus tercipta Aku adalah seorang pelaut di lautan […] - [Terima Kasih Telah Bertahan Sejauh Ini - Puisi Nova Aryanti Taslim](https://ruangbestari.com/terima-kasih-telah-bertahan-sejauh-ini-puisi-nova-aryanti-taslim/): Terima Kasih Telah Bertahan Sejauh Ini Karya: Nova Aryanti Taslim Hidup terus berjalan sebagaimana alurnya Begitu pula dengan diri ini Menikmati jalan hidup yang telah di atur oleh-Nya Terus berjalan menerima takdir ke depannya Jarum jam yang tak berhenti berdetak Tak terasa waktu semakin cepat berlalu Dimana diri ini yang dulunya masih merangkak Kini harus […] - [Teruslah Melangkah - Puisi Nopia Seli](https://ruangbestari.com/teruslah-melangkah-puisi-nopia-seli/): Teruslah Melangkah Karya: Nopia Seli Aku adalah aku, Aku bukan dia ataupun mereka, Aku hanya ingin memahami diriku sendiri, Diriku yang sering kali takut akan sebuah kegagalan, Setiap malam yang penuh kesunyian, Banyak hal yang terus aku pikiran, Tentang harapan dan kenyataan, “Apakah nantinya aku akan berhasil”, Terlalu banyak pembicaraan buruk orang, Sehingga membuatku ragu […] - [Cerita Hati - Puisi Nizzah Uli Aida](https://ruangbestari.com/cerita-hati-puisi-nizzah-uli-aida/): Cerita Hati Karya: Nizzah Uli Aida Di dalam hati kecilnya Terdapat berbagai macam keinginan Di dalam pikirannya Terdapat banyak impian Jika menatap matanya Kelap-kelip yang terlihat Kata-kata yang keluar dari mulutnya Terdengar sangat mantap Dengan semangat dan rasa percaya diri Ia mengutarakan impiannya Jika orang berbicara dengannya Mereka akan memberikan dukungan Memicu mereka yang mendengarkan […] - [Tresna Atma - Puisi Ni Made Linda Darmayanti](https://ruangbestari.com/tresna-atma-puisi-ni-made-linda-darmayanti/): Tresna Atma Karya: Ni Made Linda Darmayanti Dalam keheningan, aku menemukan diriku Menyelami ke dalam hati yang terpendam Ku cium cedera yang pernah terasa Ku bersihkan luka-luka masa lalu Aku mencintai diriku dengan segala kekurangan Seperti bunga yang mekar di tengah hujan Aku memeluk diriku dengan asmaraloka Seperti matahari yang mendekap bumi di pagi hari […] - [Bukan Siapa - Puisi Ni Luh Ade Gitaiswari](https://ruangbestari.com/bukan-siapa-puisi-ni-luh-ade-gitaiswari/): Bukan Siapa Karya: Ni Luh Ade Gitaiswari Di sela lelahnya perjalanan Ditemani bisikan angin Sembari mengatur nafasku yang tak karuan Terbesit sesuatu dalam benakku Ya, seperti inilah aku, begitu berbeda dengan mereka Aku adalah aku Aku mencintai diriku sendiri Tiada kata benci sedikit pun Diriku istimewa bagiku Namun Terkadang aku merasa hebat Terkadang aku merasa […] - [Diriku - Puisi Nazala Khairinniswah Inayatullah](https://ruangbestari.com/diriku-puisi-nazala-khairinniswah-inayatullah/): Diriku Karya: Nazala Khairinniswah Inayatullah Ku ucapkan terima kasih Terima kasih sudah bertahan sejauh ini Sudah banyak badai yang kau hadapi Kata-kata pedih melukai hati Tetaplah kuat ya Masih banyak badai kehidupan yang harus kita lewati bersama Aku tahu kau tidak sekuat itu Terkadang kau ingin berhenti dan menyerah Tapi sebisa mungkin kau terus bertahan […] - [Inilah Aku - Puisi Naya Alyasa](https://ruangbestari.com/inilah-aku-puisi-naya-alyasa/): Inilah Aku Karya: Naya Alyasa Rintik sendu yang kian mengalir Membuatku terus bernapas mengudara Turut serta hidup bermekar dibaluti mentari pagi Keelokan warna menjadi bagian dari ciriku Berpijak tetap di atas bentala Terjaga kukuh dalam satu ruang Tubuhku dipenuhi garis runcing yang tajam Membuat siapa saja takut akan terluka Hingga tersayat, Namun, disamping kurangku Ada […] - [Pelukan Kasih untuk Diri Sendiri - Puisi Naura Sri Khamila](https://ruangbestari.com/pelukan-kasih-untuk-diri-sendiri-puisi-naura-sri-khamila/): Pelukan Kasih untuk Diri Sendiri Karya: Naura Sri Khamila Hidup bagai kanvas putih Hampa tak ada yang mengisi Bersih tanpa adanya noda Jika lebih menarik si berwarna Torehkan warna padanya Warna memang tak hanya satu Cobalah warna tapi jangan hitam atau abu Jika tak ada yang memberi warna Biarlah mulutmu melepas tawa Berilah canda kepada […] - [Jejak Sang Baja - Puisi Nathan Cahya Ramadan](https://ruangbestari.com/jejak-sang-baja-puisi-nathan-cahya-ramadan/): Jejak Sang Baja Karya: Nathan Cahya Ramadan Jeritan nafas yang berhembus Aku menoleh pada jejak yang berliku-liku Dalam pikiran yang gersang Dan serentak dengan lara Tetesan rintikan berjatuhan Perasaan membelenggu di antara hujan Mengayuh riuh yang terpahat Pada diri yang merajut kisah Untuk raga yang tak mampu ku peluk Jadilah seperti sang baja Di kala […] - [Cermin Itu Aku - Puisi Nanda](https://ruangbestari.com/cermin-itu-aku-puisi-nanda/): Cermin Itu Aku Karya: Nanda Pikirannya begitu berisik Seperti rintik hujan di atas genting Tapi dia tetap tenang Seperti suara ombak saat surut Dia berusaha menjadi pendengar yang baik bagi orang lain, Tapi dia lupa mendengarkan hatinya sendiri Bagaikan badut di sebuah pertunjukan Membuat orang lain tertawa dengan tingkah konyolnya, Seperti seorang aktor dibalik layar, […] - [Aku Adalah Aku - Puisi Nailaturrochman Hanifah](https://ruangbestari.com/aku-adalah-aku-puisi-nailaturrochman-hanifah/): Aku Adalah Aku Karya: Nailaturrochman Hanifah Jangan pandang aku sekokoh akar tunggang Nyatanya aku seonggok pohon tumbang Jangan kau anggap aku baja Aku pun punya batasnya Sebagaimana manusia hidup di dunia Aku adalah aku Berhati rungkuh Tak sekuat yang kau mau Aku adalah aku Yang cinta Pada segala kelayuanku Tangisan yang selalu aku haturkan Pada […] - [Doaku Untukmu - Puisi Siti Nurjanah](https://ruangbestari.com/doaku-untukmu-puisi-siti-nurjanah/): Doaku Untukmu Karya: Siti Nurjanah Palestina surgawi di tengah peperangan Bumi yang bergelombang pasir dan doa Jerit tangis bergema di antara reruntuhan Berjuang mempertahankan tanah airnya Di bawah langit biru yang cerah Terlukis kisah pilu mewarnai Palestina Di tanah air yang damai nan permai Kini ternoda oleh luka dan derita Penghuni tak berdosa menangis memeluk […] - [Bertaut Doa Pada Mereka yang Tengah Berlara - Puisi Adelia Seysha](https://ruangbestari.com/bertaut-doa-pada-mereka-yang-tengah-berlara-puisi-adelia-seysha/): Bertaut Doa Pada Mereka yang Tengah BerlaraKarya: Adelia Seysha Darah, reruntuhanTangisan dan wara-wiri gencatan senjataJika kini mereka ditanya, dengan pasrah hanya satu angan-angan“Kuasa tuhanlah, kelak kami bisa kembali bernapas lega” Lihatlah, digencar siang, malam tiada hentiDengarlah, teriakan dan tangisan diiringi dentuman bom menggelegarSadarkah, anak kecil yang seharusnya memandang pelangiMereka tabah, terbiasa memandang abu di langit […] - [Dan Pada Akhirnya - Puisi Yenni Reslaini](https://ruangbestari.com/dan-pada-akhirnya-puisi-yenni-reslaini/): Dan Pada AkhirnyaKarya: Yenni Reslaini Dahsyat merambat, meluluhlantak, hancur lebur mayat terbujurSesenggukan, ratap, tangis sampai teriakan menggema, kalahkan suara ledakan para penjajah durjanaTak ada gentar dari tetes darah yang menyimbahTak ada lagi gemetar asa membuncah merangkul sebuah genosida Oh Palestina, di mana saudaramu yang mengaku seagamaTelantar mayat membujur pada pecah serak tubuh tak berbentuk,Siapapun tolong […] - [Pejuang Surga Dunia di Langit Gaza - Puisi Sri Susi](https://ruangbestari.com/pejuang-surga-dunia-di-langit-gaza-puisi-sri-susi/): Pejuang Surga Dunia di Langit Gaza Karya: Sri Susi Dari dunia yang terbentang Cakrawala yang menghubungkan raka dan marwa Dari segenap jiwa dan raga yang terbentang di langit Gaza Seperti apakah ragamu dengan tanda tanya Dalam sanubari kau curahkan nyawa demi langkahmu Dalam hati terbesit akankan jahat itu kan terhenti Malam hari tanahmu masih dengan […] - [Perjuangan - Puisi Alya Melani Putri](https://ruangbestari.com/perjuangan-puisi-alya-melani-putri/): PerjuanganKarya: Alya melani Putri Beribu-ribu pasukan dikerahkanUntuk merebut keadilanBeribu-ribu bunga gugurUntuk mencari kedamaianBeribu-ribu kali takbir diucapkanUntuk menjadi api semangat Wahai saudaraku,Darahmu yang mengalirAkan menjadi saksi di hadapan illahiGugurmu di medan pertempuranAkan menjadi bukti dihadapan illahi Pertempuran akan berakhirPerselisihan akan menghilangPerdamaian akan di dapatWalaupun entah itu semua kapan terjadi Wahai saudaraku,Doa selalu dilambungkan untukmuJihad fisabilillah, menjadi […] - [Peluk Hangat Palestina - Puisi Hafizah Amira](https://ruangbestari.com/peluk-hangat-palestina-puisi-hafizah-amira/): Peluk Hangat PalestinaKarya: Hafizah Amira Dari hati yang amat lembutDari belas kasih kepada yang tak punya Mereka menerimaMembawa dan menyambut ke tanah sucinya Hilang nyawa di tanah sendiri Hilang harta di tanah sendiriTak berprasangka kan dikhianati Kata maaf kami ucapkanTak dapat sampai mengusir mereka Tak dapat sampai menolong kalian Hanya doa yang tersampaikan Kedua tangan […] - [Nestapa Kan Berlalu - Puisi Y. Candra S. B. P. A.](https://ruangbestari.com/nestapa-kan-berlalu-puisi-y-candra-s-b-p-a/): Nestapa Kan BerlaluKarya: Y. Candra S. B. P. A. Di bumi yang diselubungi deritaPalestina terpatri dalam doaDi sana, hati merindu kejayaanDalam debar darinya hari-hari pembantaian Palestina, kisahmu kini menyayat hatiAnggunmu hilang tak berbekasHanya nampak merah Tamariska menderaiDan rintihan di antara gerimis Tiap butir doa menjadi lenteraMenerangi lorong gelap nestapaDeras air mata menyirami tanahnyaNamun keyakinan tak […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Laura Tri Ayu](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-laura-tri-ayu/): Doa untuk PalestinaKarya: Laura Tri Ayu Telapak tangan mengadaDi iringi suara mengalun dan mengibaYaallah kabulkan lah doa hambaDemi kemakmuran rakyat Palestina YaallahLindungi dan tolonglah merekaBerikan lah mereka kekuatan dan kesehatanSerta bimbinglah mereka ke jalan yang baik dan benar YaallahLihatlah negara yang sangat mereka cintai telah hancur seperti debuLihatlah senyuman yang dulunya indah merekahKini terganti oleh […] - [Melabuh Doa Sepanjang Jazirah Bumi Terluka - Puisi Nurul Insan, M.Pd](https://ruangbestari.com/melabuh-doa-sepanjang-jazirah-bumi-terluka-puisi-nurul-insan-m-pd/): Melabuh Doa Sepanjang Jazirah Bumi Terluka Karya: Nurul Insan, M.Pd Dalam ingar-bingar bangsa yang belum usai jua Menjarahi tubuh jazirah bumi kiblat pertama Meranumlah anyir tetesan darah para syuhada Sepanjang riwayat mimpi merengkuh kebebasan tanah pitarah Betapa duka masih tekun membasah perih Di setiap jengkal persil yang meranumi rampai aroma surgawi Bahkan menyalang pedih ke […] - [Seruan Langit Gaza - Puisi Cahya Ardhana](https://ruangbestari.com/seruan-langit-gaza-puisi-cahya-ardhana/): Seruan Langit Gaza Karya: Cahya Ardhana Di langit Gaza, seruan terdengar, Doa-doa membelai bumi yang terluka. Jerit tangis malam meresap di sana, Damai hadir dalam seruan langit yang berkata. Pertikaian menghadang, tanah ini menangis, Namun langit Gaza tetap memancarkan cahaya. Seruan langit memohon kesejahteraan, Gaza, tempat hati kita berdoa tanpa henti. Dalam malam gelap, bintang-bintang […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Arif Subandi](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-arif-subandi/): Doa untuk Palestina Karya: Arif Subandi Tujuh dekade tak jua berakhir Serangan kelompok biadab membombardir Tanah suci Gaza Palestina lahirnya para syuhada Yang semestinya dijaga penuh cinta Rumah pecinta rosul dihancurkan Kebrutalan tanpa rasa kasihan Serta lalai meninggalkan Tuhan Tak ingat di mana dikembalikan Balita-balita mungil tak berdosa Terhimpit puing-puing robohnya kota Mereka kehilangan Ayah […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Putri Yunita Teleos](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-putri-yunita-teleos/): Doa untuk Palestina Karya: Putri Yunita Teleos Teruntuk saudaraku Nan jauh di negeri sana Kuharap kau baik-baik saja Walaupun tidak kenyataannya Suara yang mengerikan Setiap hari kau dengar Air mata dan darah yang bercucuran Diiringi dengan tangisan yang begitu memilukan Doa kami terus mengiringi Berharap badai segera berganti pelangi Semoga itu bukanlah halusinasi Agar terciptanya […] - [Senandung Kelabu - Puisi Yessy](https://ruangbestari.com/senandung-kelabu-puisi-yessy/): Senandung KelabuKarya: Yessy Kala ini langit lebih temaram tetapi bukan petang.Apa lagi tengah malam.Ia tampak sendu, mendung membumbungBersuara riuh memekak, dekap sunyi menyepi. Alunan nada bergemuruh, bersahut-sahutan di udara.Dawainya menjadi butiran yang turun mencekam, menakutkan.Iringan kabut semakin pekat, melukis kelam.Tangis dan lengkingan pun, padu menjadi harmoni.Penutup senandung kematian abadi. Kelam bersemayam berbalut doa.Tak lelah melangitkan […] - [Oh Palestinaku - Puisi Siska Indah Sari](https://ruangbestari.com/oh-palestinaku-puisi-siska-indah-sari/): Oh Palestinaku Karya: Siska Indah Sari Dentuman keras terdengar membelah keheningan Disusul iringan isak tangis Satu per satu bangunan roboh dihantam roket Nyawa meregang ikut terkubur dibawah reruntuhan Palestina tak pernah tenang puluhan tahun Hidup sebagai tawanan di negeri sendiri Niat baik atas kemanusiaan Nyatanya dimanfaatkan manusia-manusia picik dan tak berhati Oh Palestinaku Di tanahmu […] - [Nirwana untuk Malaikat Palestina - Puisi Jovina Septarini Indrawati](https://ruangbestari.com/nirwana-untuk-malaikat-palestina-puisi-jovina-septarini-indrawati/): Nirwana untuk Malaikat Palestina Karya: Jovina Septarini Indrawati Inilah suara anak-anak Palestina Tawa, senang, akan menjadi kesedihan Setiap menit, detik, dihadapkan dengan dentuman mengerikan Kaki penuh darah berlarian mencari tempat aman Di tanah kami sendiri, kami tidak akan dewasa Anak kecil tak berdosa menjadi korban Warga sipil menjadi incaran Ini bukan perang, tetapi pembantaian Takbir, […] - [Perdamaian di Palestina - Puisi Dienda Septyasari](https://ruangbestari.com/perdamaian-di-palestina-puisi-dienda-septyasari/): Perdamaian di PalestinaKarya: Dienda Septyasari Bumi Syam negeri yang makmurTempat zaitun bertumbuh suburTerukir sejarah para nabiHidup damai dalam toleransi Walau kini tanah tempat kalian berpijakHancur tidak berbentukNamun semangat perjuangan tetap bergemaMembela tanah air tercinta Derai air mata yang mengiringi hari-hariKehilangan sanak saudara pujaan hatiNamun hidup masih terus berjalanWalau di bawah bayangan keputusasaan Cobaan bukanlah suatu […] - [Angin yang Membawa Kedamaian - Puisi Risma Ristianti](https://ruangbestari.com/angin-yang-membawa-kedamaian-puisi-risma-ristianti/): Angin yang Membawa Kedamaian Karya: Risma Ristianti Di bawah langit biru yang terang Terhampar tanah suci yang terpang Di sana berdiri kota yang penuh harapan Palestina, doa kita selalu terpanjatkan Doa kami mengalir seperti sungai yang deras Untukmu, Palestina yang selalu berjuang dengan keras Dalam setiap sujud dan rukuk yang kami lakukan Kami memohon agar […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Muhammad Zikri](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-muhammad-zikri/): Doa untuk PalestinaKarya: Muhammad Zikri Palestina…Negeri para anbiyaTempat nabi Musa hijrahDisana lah Baitul maqdis berdiri tegakDisana juga lah labuhan akhir dari perjalanan isra manusia muliaTapi…Kini palestina sedang diambang kehancuranSerangan demi serangan terus dilakukan oleh bangsa yang tak berperi kemanusiaanTangisan orang tua, bahkan anak-anak menjadi hiasanBetapa pedih nya kehidupanYa Allah..Bantulah saudara kami di PalestinaJadikan hidup mereka […] - [Palestina Terluka - Puisi Dewi Safitri](https://ruangbestari.com/palestina-terluka-puisi-dewi-sa%ef%ac%81tri/): Palestina TerlukaKarya: Dewi Safitri Di atas hamparan tanah suci Palestina Banyak jiwa-jiwa terluka.Rintihan demi rintihan terdengar. Meronta-ronta kesakitan. Peluru demi peluru terus diluncurkan. Meluluh lantakkan tanah suci Palestina.Tanpa pandang bulu mereka menghabisi nyawa-nyawa tak berdosa. Tanpa malu mereka terus melakukan genosida. Mengarang cerita seolah mereka yang terluka. Tapi lihatlah dan buka matamuPejuang-pejuang itu tetap berdiri […] - [Bunga Doa untuk Palestinaku - Puisi Siti Zulaekhah](https://ruangbestari.com/bunga-doa-untuk-palestinaku-puisi-siti-zulaekhah/): Bunga Doa untuk PalestinakuKarya : Siti Zulaekhah Akhir tahun lalu ku pikir adalah bahagiakuMelepaskan segala resah hatiMemerdekakan rasa pilu dari jeruji penjajahan saudara PalestinakuTernyata itu masih menjadi hadiah terburuk untuk dinikmati Doa dan harapku tak putus dikejar waktuMenitipkan segala doa menjadi yang paling mujarab dari doa sebelumnyaMenggebu untuk kemenangan negerimuBerkumpul dalam doa yang sama dari […] - [Pertahanan Rakyat Palestina - Puisi Muh Yusril](https://ruangbestari.com/pertahanan-rakyat-palestina-puisi-muh-yusril/): Pertahanan Rakyat Palestina Karya : Muh Yusril Di bawah sinar sang surya Semangat juang tiada henti Masyarakat inginkan damai Peperangan tak kunjung usai Wahai kalian yang di sana Tetaplah semangat dan bertahan Tunjukkan kepada dunia Kenyataan yang sebenarnya Jiwa tangguhmu tak terkalahkan Walau nasib belu berpihak Jangan biarkan dukamu merajalela Bahagiamu tak akan kemana Kami […] - [Tanah Terjajah - Puisi Elen Nindia](https://ruangbestari.com/tanah-terjajah-puisi-elen-nindia/): Tanah TerjajahKarya : Elen Nindia Di bawah langit biru yang menyinari kehidupan Kini langit biru berubah menjadi langit ketakutan Di tanah yang terbentang membawa kebahagiaan Kini diperebutkan hingga titik darah penghabisan Bertahun-tahun engkau hidup dalam suara reruntuhan Tetapi disini jiwaku berdoa untuk kemerdekaanmuRumahmu dihancurkan dan hartamu direnggut tanpa keadlan Tetapi disini kami bersujud, memohon cahaya […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Sisiliya Putri](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-sisiliya-putri/): Doa untuk Palestina Karya : Sisiliya Putri Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Saat ini di Palestina sana ya Allah Mereka sedang membutuhkan rahmat-mu ya Allah Rahmat yang engkau turunkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Ya Allah Berikanlah kekuatan kepada saudara saudara kita yang berada di Palestina sana ya Allah Berilah kekuatan […] - [Palestina Melawan - Puisi Riyan Darmawan](https://ruangbestari.com/palestina-melawan-puisi-riyan-darmawan/): Palestina Melawan Karya: Riyan Darmawan Pembunuh Pendusta Tamak Terkutuklah bajingan zionis Israel Roket-roket meluluhlantakkan Kepada anak-anak Kepada wanita Objek untuk kalian sirnakan Ketapel, batu Keberanian Syahid Senjata kami untuk melawan kalian Logika tak berdaya Dihadapkan kepada para pejuang Kebingungan bagai melihat malaikat maut La ilahaillallah kekuatan terbesar, kami sandarkan padanya - [Doa untuk Palestina - Puisi Siska Marlina](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-siska-marlina/): Doa untuk PalestinaKarya : Siska Marlina Ku panjatkan doa untuk negeri para nabiDi saat semesta tak memihak kepada kamiDunia pun memejam kan mata dengan eratKu rengguh secangkir kopi, dengan gelora gemuruh kematian Ah, kejamnya fajar kala ituDi sisi kanan ku lihat mereka yang bergejolak berapi-api meminta keadilanDi sisi kiri ku lihat mereka yang tertawa sebari […] - [Anak-anak Syurga - Puisi Abdul Amin Siregar](https://ruangbestari.com/anak-anak-syurga-puisi-abdul-amin-siregar/): Anak-anak SyurgaKarya : Abdul Amin Siregar Teriakan…Tangisan…Setiap hari kami dengarApakah kami takut?Tidak… Teriakan semangat, melawan mereka yang merebut tanah para nabiTangisan bukan karena takutKami menangis karena melihat saudara yang lainHarus berpisah dengan kami Tapi, yakinlahMereka yang pergiTersenyum melihat kami kuatZionis…Sebutan untuk mereka yang merebut jiwa kami Apakah kami takut?Tidak…Walau nyawa jadi taruhanApakah kami takut? Tidak…YakinlahSatu […] - [Hijaukan Doa di Sisi Palestina - Puisi Dwi Pujo Santoso](https://ruangbestari.com/hijaukan-doa-di-sisi-palestina-puisi-dwi-pujo-santoso/): Hijaukan Doa di Sisi PalestinaKarya: Dwi Pujo Santoso Di bumi yang merah, hati berderaiDoa mengalun, menyentuh kisah piluPalestina, negeri yang menangisDi hadapan-Mu, kami mengirimkan doa Sinar bulan temani malam gelapDi jalanan Gaza, langit pun berdarahKami bersimpuh memohon kasih-MuHijaukanlah tanah di sisi Palestina Jeritan anak-anak terlukis di langitSejuta air mata meresap ke tanah.Doa kami semoga jadi […] - [Bintang Pun Turut Mengharap Kebebasan - Puisi Muhamad Arya Fadhillah](https://ruangbestari.com/bintang-pun-turut-mengharap-kebebasan-puisi-muhamad-arya-fadhillah/): Bintang Pun Turut Mengharap KebebasanKarya: Muhamad Arya Fadhillah Di bawah langit biru yang menangis,Palestina merintih dalam doa yang terus-menerus. Tanah suci yang diselimuti debu dan luka,Doa kami terbang tinggi, mengharapkan keadilan. Jeritan anak-anak yang tak bersalah, Menggetarkan hati, merobek kedamaian. Di malam gelap, bintang-bintang menangis, Doa kita mengalun, memohon kebebasan. Jeruji besi mengunci kebebasan,Namun jiwa […] - [Melodi Doa dari Bumi Palestina yang TerlukaKarya: Haikal Fabian](https://ruangbestari.com/melodi-doa-dari-bumi-palestina-yang-terlukakarya-haikal-fabian/): Melodi Doa dari Bumi Palestina yang TerlukaKarya: Haikal Fabian Di balik malam yang memeluk keheninganDoa mengalun lembut, merayap di angkasa.Palestina, bumi yang merah jambu terluka,Dalam doa, kita hanyut dalam kepiluan senja. Bertabur bintang, seperti mata yang menangis,Doa-doamu mengelilingi kota-kota yang berderai air mata.Dalam tiap seruan, ada lirih cinta dan keadilan,Seakan-akan doa adalah sayap yang membelai […] - [Menuju Kemerdekaan Palestina - Puisi Livia Firdausia](https://ruangbestari.com/menuju-kemerdekaan-palestina-puisi-livia-firdausia/): Menuju Kemerdekaan Palestina Karya: Livia Firdausia Dibawa langit biru Palestina, Tanah yang indah dengan para syuhada, Terdengar rintihan hati yang terluka, Ribuan tangis terdengar di setiap sudut kota. Ribuan tahun mereka di jajah, Dengan segala tangis kepedihan menimpa, Tapi semangat Palestina tak pernah luntur, Mereka tetap teguh,berjuang dengan harapan Jeritan anak-anak, suara perempuan dan laki-laki, […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Tazkiah Aulia](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-tazkiah-aulia/): Doa untuk Palestina Karya : Tazkiah Aulia Dari tanah suci yang merah, Doa mengantarkan,mengisi udara, Ya alloh,dengarlah tangisan ini, Palestina menangis ,di bawah langit mu yang berserii… Dalam doa-doa yang penuh harapan, mereka berdiri teguh, tak pantang menyerah . Meski air mata mengalir di pipi, Mereka yakin suatu saat nanti kebahagiaan akan menyertainya. Yaalloh berikan […] - [Secercah Harapan - Puisi Egi Purnama](https://ruangbestari.com/secercah-harapan-puisi-egi-purnama/): Secercah HarapanKarya : Egi Purnama Kesedihanmu akan berubah menjadi bahagiaLubang peluru bertebaran di mana-manaBanyak nyawa tak berdosa meninggalkan dunia fanaSuara dentuman tak pernah berhenti sepanjang waktu Air mata yang mengalir harapan sebuah asaDoa terkirim dari berbagai penjuruTangisan bayi mengiring setiap doaTerpaan angin menghamburkan debu Kita tak sepatutnya bercerai deraiKekuasaan takkan pernah mengindahkan duniaEntah sampai kapan […] - [Untuk Palestina - Puisi Khairul Akmal](https://ruangbestari.com/untuk-palestina-puisi-khairul-akmal/): Untuk Palestina Karya : Khairul Akmal Bak rinai, air mata mungkin tiada lagi Daksa telah habis hancur di tanah ini Tidak ada lagi gelak tawa yang terdengar Hanya mala dan nestapa yang bernafas di negri ini Arumi mayat mayat tak berdosa Menjadi penyangga perut dari lapar dan dahaga Suar memikat shyam bak hari sudah fajar […] - [Angka-angka di Mata Manusia - Shofiyah](https://ruangbestari.com/angka-angka-di-mata-manusia-shofiyah/): Angka-angka di Mata Manusia Karya: Shofiyah Wafat adalah senjata pamungkas untuk menuliskan sejarah Peradaban kadang membekukan aturan yang dikerahkan Kesesuaian kemauan menjadi bulan-bulanan bertabrakan Kala rahasia dan agenda menguras dinobatkan sebagai pengurusan-urusan kenegaraan Angka-angka kerugian di tafsir dengan dunia semata Beragam hak menjadi polemik dipertaruhkan Runtuhlah sudah ayat-ayat yang menerusterangkan Perihal kelayakan hidup dan tuntunan […] - [Untukmu Yang Bersimbah Darah - Puisi Novisyah Ramadhan](https://ruangbestari.com/untukmu-yang-bersimbah-darah-puisi-novisyah-ramadhan/): Untukmu Yang Bersimbah Darah Karya: Novisyah Ramadhan Berkisah pilu dalam rimba pertempuran Bertahan di tengah gentar suasana Membela negara dengan angan kebebasan Bertumpah darah untuk tanah air tercinta Terengah-engah dalam berjalan Tak ada yang tahu seberapa masih kuatkah engkah bertahan Mendekam luka di sekujur tubuh jatuh dengan bersimbah darah Dengan penuh rasa sakit Dengan teas… […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Dini Rifany](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-dini-rifany/): Doa Untuk Palestina Karya: Dini Rifany Saudaraku…Maafkan kami Di saat engkau berjuang di medan perang Bersimbah darah dan air mata untuk memperjuangkan negaramu Kami malah sibuk memikirkan dunia yang hanya sementara ini, sehingga kami lupa akan perjuanganmu Saudaraku…Maafkan kami Yang telah gagal dalam membantumu lewat senjata Tapi ketahuilah wahai saudaraku, doa kami untuk mu tidak […] - [Doaku Tuk Palestina - Puisi Cut Fatin Fajrian](https://ruangbestari.com/doaku-tuk-palestina-puisi-cut-fatin-fajrian/): Doaku Tuk Palestina Karya: Cut Fatin Fajriani Lautan air mata Teriakan kesedihan nan kepedihan Tanpa hari tanpa darah Nyawa bagai mainan, sungguh biadab para jahanam Ya Allah…Apa yang harus kami lakukan Langkah tak mampu mendekat Hati berteriak duka Jalan panjang tak bisa dilewati, beribu laut tak sanggup di seberangi Ya Allah…Kami hanya mampu bersujud Mengungkap […] - [Perjalananku Selama Mengikuti PMM - Cerpen Quratul Aini](https://ruangbestari.com/perjalananku-selama-mengikuti-pmm-cerpen-quratul-aini/): Perjalananku Selama Mengikuti PMM Karya: Quratul Aini Cerita perjalananku selama mengikuti PMM 3 ini dimulai sejak hari sebelum aku mendaftar hingga berakhirnya program ini. Aku pertama kali mendengar tentang program pertukaran mahasiswa merdeka ini saat PMM 2. Saat itu, aku terlambat mendapatkan informasi dan pendaftarannya telah ditutup. Sejak saat itu, tekadku untuk mendaftar pada PMM 3 di tahun […] - [Sebait Doa untuk Gaza Palestina - Puisi Ahmad Hasyim, S.Pd](https://ruangbestari.com/sebait-doa-untuk-gaza-palestina-puisi-ahmad-hasyim-s-pd/): Sebait Doa untuk Gaza, Palestina Karya: Ahmad Hasyim, S.Pd Wahai kaum zionis Israel Mereka hanya makhluk mungil yang tak berdaya Jangankan menjadi korban kebiadaban kalian Bahkan hanya mendengar suara keras senjata kalian Jiwa lembut mereka tidak sanggup Lalu mengapa kau korbankan mereka Jika kalian merasa manusia, dimana hati nurani kalian Ya Allah ya robb Ya […] - [Harmoni dalam Doa - Puisi Evi Susianti](https://ruangbestari.com/harmoni-dalam-doa-puisi-evi-susianti/): Harmoni dalam Doa Karya: Evi Susianti Di negeri yang terhampar di bawah langit biru Di sana, terdapat sebuah tanah yang merindukan cahaya Tempat di mana hati terikat dalam doa Mengharapkan kebebasan yang tak terhingga Di sana, di tengah gurun yang tandus Berkembang bunga harapan yang tak pernah pudar Seperti burung yang terbang bebas di angkasa […] - [Di Tanah suci Terhampar Derita - Puisi Niswatul Khoiroh](https://ruangbestari.com/di-tanah-suci-terhampar-derita-puisi-niswatul-khoiroh/): Di tanah suci terhampar deritaKarya: Niswatul Khoiroh Di tanah suci terhampar derita,Palestina, dalam doa kita bersatu.Allah, yang Maha Pengasih dan Penyayang,Sampukanlah rahmat-Mu pada mereka. Bumi yang tersentuh oleh sejarah panjangPalestina, engkau memancarkan keperkasaan.Doa kita merangkai benang harapan,Agar damai menggenggam erat tanganmu. Dalam pelukan malam yang sunyi,Palestina, doa anak-anak meminta keadilan.Allah, lindungilah mereka dari kepedihan,Buka pintu […] - [Doa kami - Puisi Indra Kurniawan](https://ruangbestari.com/doa-kami-puisi-indra-kurniawan/): Doa kami Karya: Indra Kurniawan Di bawah langit biru Palestina, Doa kita merayap seperti angin malam, Dalam cengkeraman harap yang tak pernah luntur, Untukmu, tanah yang penuh dengan sejarah. Ya Allah, Yang Maha Kuasa, Bimbinglah langkah-langkah mereka yang terluka, Hapuskan air mata yang mengalir di bumi ini, Berikanlah kekuatan pada hati yang terpukul. Palestina, negeri […] - [Jeritan Palestina - Puisi Nur Aisyah](https://ruangbestari.com/jeritan-palestina-puisi-nur-aisyah/): Jeritan Palestina Karya: Nur Aisyah Palestina… Negara yang tak kunjung merdeka Hari-harimu penuh dengan peperangan Wilayahmu yang selalu dihampiri dentuman Bangunan di sekitarmu berserakan dan tak lagi utuh Suara-suara jeritan selalu menghampiri Darah-darah bercucuran dan bertebaran Kain-kain putih yang menyelimuti badan Hati siapa yang tak hancur menyaksikan kekejaman itu Wahai para pemberontak di mana hati […] - [Hanya untukmu saudaraku - Puisi Dinda Safitri](https://ruangbestari.com/hanya-untukmu-saudaraku-puisi-dinda-safitri/): Hanya untukmu saudaraku Karya: Dinda Safitri Hari demi hari berganti Seiring berjalannya waktu Negeri Palestina nan diberkahi Kami berduka, negeri Palestina berduka Anak mungil gemilang senantiasa riang Kini menjadi deras air di pipinya Hingga berderai titisan darah penghabisan Tak bisa merasakan dewasa masa depan Hilang sudah generasi penerus mereka Hati ini tak kuasa tuk memandang […] - [Dari Indonesia untuk Palestina - Puisi Lenta Siburian](https://ruangbestari.com/dari-indonesia-untuk-palestina-puisi-lenta-siburian/): Dari Indonesia untuk Palestina Karya: Lenta Siburian Lautan manusia bergerak berderap Memahatmu dalam ingatan yang berkarat Tentang sebuah tanah yang dirampas, Dijajah, dibelenggu, dan diblokade. Palestina…negeri yang merdeka, Kini terjajah oleh kekuasaan asing, Tak lagi merdeka, tak lagi bebas, Kini hanya tersisa kenangan masa lalu. Palestina…malang benar nasibmu Malammu tak tenang…nyawamu terancam melayang Hari-harimu dihantui […] - [Bertarung Melawan Nasib - Puisi Ika Nur Hidayati](https://ruangbestari.com/bertarung-melawan-nasib-puisi-ika-nur-hidayati/): Bertarung Melawan Nasib Karya: Ika Nur Hidayati Berdiri tegak dengan satu tumpuan Sinar rembulan selalu memberi harapan Melawan rasa penuh keraguan Inilah cerita anak perantauan Tiadalah pemimpin lahir hanya dengan ijazah Tentu semua harus terus diasah Temukan tujuan yang berarah Karena senja tidak berjanji selalu indah Berbisik lirih kata banyak orang Katanya kegagalan pasti akan […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Nada Watul Asna](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-nada-watul-asna/): Doa untuk Palestina Karya: Nada Watul Asna Di bawah birunya langit nan indah Terdapat suara jerit tangis yang menderu Suara itu berasal dari mereka Mereka orang-orang lemah dan tak berdaya Air mata mereka mengalir Bersamaan dengan darah yang berceceran Mereka… Orang-orang yang berada di sana Mereka menatap langit yang amat indah Sambil meneteskan air mata […] - [Doa kami untuk Palestina - Puisi Faiz Ahmad Fachri](https://ruangbestari.com/doa-kami-untuk-palestina-puisi-faiz-ahmad-fachri/): Doa kami untuk Palestina Karya: Faiz Ahmad Fachri Kota suci dan bersejarah Palestina merintih di telapak cakrawala dunia Tangisan pilu terdengar hingga pelosok negeri Agar negeri ini terbebas, berdiri lagi tanpa korban berjatuhan Palestina, tanah penuh keperwiraan. Ketamakan manusia telah mengambil hakmu Perang yang telah membawa penderitaan dan luka ini. Hanya dengan doa kami dapat […] - [Nguri (Uri Kabudayaan Kanggo Masa Depan) - Puisi Ika Nur Hidayati](https://ruangbestari.com/nguri-uri-kabudayaan-kanggo-masa-depan-puisi-ika-nur-hidayati/): Nguri – Uri Kabudayaan Kanggo Masa DepanKarya: Ika Nur Hidayati Sang surya mulai menampakkan dirinya dengan gradasi warna kuning dan jingga. Sinarnya menghapus gelap malam dan membangkitkan semangat pagi kehidupan. Begitu pula dengan Nastiti salah satu pelajar kota gudeg Daerah Istimewa Yogyakarta. Baginya pagi adalah awal baru dengan harapan dan semangat baru. Memang sudah tidak […] - [Semoga besok luka itu sembuh - Puisi Illa Oktadiani](https://ruangbestari.com/semoga-besok-luka-itu-sembuh-puisi-illa-oktadiani/): Semoga besok luka itu sembuh Karya: Illa Oktadiani Tetes darah Air mata Juga duka dan luka Tapi, diri tak berdaya Tangisan, rintihan dan dentuman Saling bersautan Saling beriringan Meledakkan…. Suara itu Bukan guntur Juga bukan lava menyambur Tapi mengapa? Mengapa pedih sampai ke hati Meneteskan kilauan bening air mata Melihat nyawa tak berdosa Berhambur bersama […] - [Surga menantimu saudaraku - Puisi Azzahra Nur Ariyanti](https://ruangbestari.com/surga-menantimu-saudaraku-puisi-azzahra-nur-ariyanti/): Surga menantimu saudaraku Karya: Azzahra Nur Ariyanti Puing-puing bangunan bertebaran Bunyi ledakan yang tiada henti Banyak darah yang mengalir Mencoba untuk merampas segalanya Mengapa kalian tega Mengapa kalian begitu kejam Apa salah kami? Kami hanya manusia biasa Betapa kuatnya iman Begitu sabarnya hati Mencoba mengikhlaskan Semua yang telah terjadi Wahai Saudaraku… Pejuangan kalian begitu hebat […] - [Palestina saudaraku - Puisi Ainun Nazwa](https://ruangbestari.com/palestina-saudaraku-puisi-ainun-nazwa/): Palestina saudarakuKarya: Ainun Nazwa Teruntuk saudaraku, palestina…Engkau rela berkorban darah,Engkau rela berkorban nyawa,Bahkan engkau rela kehilangan demi mempertahankan sebuah negara dan agama, Meskipun dalam hati sulit terucap kata ikhlasSuatu pengorbanan yang sangat besar bagi umat muslim diseluruh dunia,Bahkan saking besarnya pengorbanan itu,Harta seluas samudera, nilainya setinggi puncak gunung pun tak akan pernah bisa membalas pengorbanan […] - [Palestina di dalam doa - Puisi Muhamad Ilham Habibi](https://ruangbestari.com/palestina-di-dalam-doa-puisi-muhamad-ilham-habibi/): Palestina di dalam doa Karya: Muhamad Ilham Habibi Di bawah langit merah senja Palestina Rindu dan doa yang menjelma Melintasi lautan, mencari keadilan Mengharapkan kebebasan di dalam hati yang begitu dalam Hatimu bagaikan bunga yang layu Namun tetap berdiri, teguh dan sejati Di dalam doa, harapan membisikkan arti Mengiringi perjuangan dalam keteguhan hati Dalam hening […] - [Perempuan-Perempuan Palestina - Puisi Wilibaldus Sae Delu](https://ruangbestari.com/perempuan-perempuan-palestina-puisi-wilibaldus-sae-delu/): Perempuan-Perempuan PalestinaKarya: Wilibaldus Sae Delu Di bawah langit yang penuh rintihan,Di bumi yang memerah derita,Doa kita terhampar seperti sutra,Untuk perempuan-perempuan di sana. Perempuan-perempuan Palestina,Berjalan di tanah yang terluka,Berlindung di balik kain hitam senja,Mereka, penjaga sejarah yang tak terganti. Matahari bersembunyi di balik tembok-tembok beton,Menjadi saksi bisu kepedihan,Sementara perempuan PalestinaMerangkai doa di jalinan malam. Doa-doa itu […] - [Doa-doaku untuk kedamaian di tanah Palestina - Puisi Rio Yanuar Sahertin](https://ruangbestari.com/doa-doaku-untuk-kedamaian-di-tanah-palestina-puisi-rio-yanuar-sahertin/): Doa-doaku untuk kedamaian di tanah Palestina Karya : Rio Yanuar Sahertin Di bumi yang merah, doa terhampar Untuk negeri yang rindu akan kedamaian Palestina, engaku tempat harapan Dalam setiap rintihan doa yang kuhaturkan Dilangit yang biru, angin membisik Menyampaikan harap dalam gemuruh suara Doa ini melintas jalan dan waktu Untukmu, Palestina, Teguh berdiri Dalam setiap […] - [Membaca Palestina - Puisi Badaruddin](https://ruangbestari.com/membaca-palestina-puisi-badaruddin/): Membaca PalestinaKarya: Badaruddin Sejenak aku terpakuMencoba merenungi perjalan waktuDari fakta sejarah yang mencengangkanHingga fatamorgana masa depan Aku membaca gelombang peradabanMembuka lembaran waktu tentang bumi PalestinaAda air mata darah dan cinta pada setiap kalimat pernyataanBergemuruh gairah keumatan diantara titik-titik berharga Palestina adalah tanah pilihan tuhanKeistimewaannya tersurat dalam kalamDia diamanahkan kepada segenap umat islamMaka kewajiban setiap muslim […] - [Bumi bergetar di Palestina - Puisi Nur Kholis](https://ruangbestari.com/bumi-bergetar-di-palestina-puisi-nur-kholis/): Bumi Bergetar di Palestina Karya : Nur Kholis Semua bangunan rata dengan tanah Tumbuhan dan hewan semuanya mati Tanahnya menjadi tanah yang tandus Langit dan awan jadi saksi kejamnya orang zalim Senyuman mereka kini jadi air mata Tidak hanya orang dewasa saja Kebahagiaan anak kecil juga diambil Seharusnya melanjutkan pendidikan di usianya Mari kawan, kita […] - [Bersatu dalam doa untuk negeri Palestina - Puisi Nopia Selli](https://ruangbestari.com/bersatu-dalam-doa-untuk-negeri-palestina-puisi-nopia-selli/): Bersatu dalam doa untuk negeri Palestina Karya : Nopia Selli Aku bukan dari Palestina, Tetapi mata ku melihat 1000 cerita tentang sebuah tanah Tanah harapan, tanah keberanian, dan tanah di mana satu anak Lebih berani dari pada sejuta orang. Palestina, negeri surga yang penuh duka Suara gemuruh menderu akibat letusan meriam Menyebabkan ribuan nyawa terluka […] - [Dear Palestina - Puisi Triyani](https://ruangbestari.com/dear-palestina-puisi-triyani/): Dear Palestina Karya : Triyani Negeri kami banjir air mata dan darah Bedil-bedal membedili tubuh yang tak berdosa Para syuhada jihad fii sabilillah Kelak menuju surga-Nya Sayap-sayap kecil sedang beterbangan Jiwanya telah di renggut Anak-anak menangis kehilangan Ayah, Ibu Senyumnya telah diubah menjadi air mata Listrik di padamkan Komunikasi di putuskan Kami hidup dalam kelam […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Drs. H. Hendayana](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-drs-h-hendayana/): Doa untuk PalestinaKarya: Drs. H. Hendayana Ini bukan sebuah kisahTermasyhur hingga antah berantahTapi Palestina kaya akan sejarah. Menyandang gelar negara terjajahSeumur hidup dibelenggu nafsu serakahTersebut Israel Sang pembawa gundahMenyiksa, merampas, dan mengalirkan darah. Bau amis darah tercium sampai ke NusantaraApi dendam begitu membaraMelihat saudara dicincang melecutkan praharaHiruk-pikuk dihantui perasaan laraTak ada ujung semakin kentara. Tak […] - [Menyemai doa di tanah Palestina - Puisi Rafi Indrayanto](https://ruangbestari.com/menyemai-doa-di-tanah-palestina-puisi-rafi-indrayanto/): Menyemai doa di tanah PalestinaKarya : Rafi Indrayanto Kala mataku menatap negerimuTertoreh asa penuh pilu bercampur haruSedang suara dentuman masih kerap memburuMenjarah setiap jengkal tanah kepunyaanmu Dan keriangan telah hirap dari mulut para beliaSementara tangis semakin subur dimatanyaYang sisa hanyalah jiwa-jiwa dipelihara traumaSedang yang bertambah adalah raga yang tak bernyawa Ya Allah…Ya Tuhanku…Lindungilah kerabat-kerabat kamiDari […] - [Palestina dalam Rasaku - Puisi Iswan Andi Pangki, S.S](https://ruangbestari.com/palestina-dalam-rasaku-puisi-iswan-andi-pangki-s-s/): Palestina dalam rasaku Karya : Iswan Andi Pangki, S.S Tuhanku Gemuruh dadaku Saksikan sekian tubuh kaku Ketika rudal Israel berlaku Hancurkan Negeri Palestina tak berperilaku Tuhanku Kecamuk amarahku Tak ingin berpangku Geram atas kekejaman Zionis yang berliku Hingga ribuan raga beku Jutaan jiwa terkapar di atas tungku Terbakar panasnya bombardir Israel sang pemangku Di negeri […] - [Mengukir Cahaya di Atas Batu - Puisi Allifa Khoirol Wafa](https://ruangbestari.com/mengukir-cahaya-di-atas-batu-puisi-allifa-khoirol-wafa/): Mengukir Cahaya di Atas Batu Karya: Allifa Khoirol Wafa Bayang hitam nan geram menghantui Kelopak celah rasa, ingin selalu berlari Sebercak noda hati tertumpah menyirami Ingin kan terang tapi gelap mengikuti Langkah demi langkah Darap langkah kaki selalu menjelajah Nalar dan naluri kadang tergoyah Tapi angan meminta untuk tidak menyerah Kala senja itu Mengingatkanku akan […] - [Cerita di Ujung Kertas yang Terindah - Cerpen Allifa Khoirol Wafa](https://ruangbestari.com/cerita-di-ujung-kertas-yang-terindah-cerpen-allifa-khoirol-wafa/): Cerita di ujung Kertas Yang Terindah Karya: Allifa Khoirol Wafa Oke, yang pertama kali ini aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Lifa, aku akan bercerita tentang masa SMA ku yang ingin sekali bercita cita untuk menuju universitas. Karena itu merupakan cita citaku dan orang tuaku agar aku bisa sukses. Karena orang tuaku sangat bekerja keras dan […] - [Palestina di Tutur Doa - Puisi Nurmala, S.Pd](https://ruangbestari.com/palestina-di-tutur-doa-puisi-nurmala-s-pd/): Palestina di Tutur DoaKarya : Nurmala, S.Pd Ya Allah Yang Maha KasihRemuk redam jantung kamiMelihat tangis di bumi PalestinaAkibat aksi biadab militer IsraelCipta duka menyayat hatiHingga tembus tujuh belas ribu jiwaBerpulang ke hadirat-Nya Ya Allah Yang Maha KuasaBergetar hati redam amarahSaksikan tanah Palestina yang diberkahiHancur lebur dibombardir ZionisDihujani rudal yang membabi butaHingga meluluhlantakkan kota GazaMerenggut […] - [Allahku Kun dan Fayakun-Mu - Puisi Sandi Herdiansyah](https://ruangbestari.com/allahku-kun-dan-fayakun-mu-puisi-sandi-herdiansyah/): Allahku Kun dan Fayakun-MuKarya : Sandi Herdiansyah Allahku….Dalam sendu kamimengaduDalam pilu kami terseduSesak yang teramat menghenyak, tak terasa membawa sembap dan isakMenyaksikan saudara Palestina kami terus terdesak Disana…Syahdu kalimat zikir terusik hitam tiraniDisana…Takbir yang terucap menjadi saksi ratusan nyawa terpisah dari ragaDisana…Gelak tawa anak anak Palestina terenggut ledakan senjata tanpa mengenal ibaDisana…Tiada hari dimana yang […] - [Bangkit Kembali - Puisi Cantika Mawarni](https://ruangbestari.com/bangkit-kembali-puisi-cantika-mawarni/): Bangkit KembaliKarya: Cantika Mawarni Di penghujung tahun iniKu refleksikan kembali diriLembaran baru akan terbentangHarapan baru kembali datang Mari bangkit dari tidurTata semua hal yang baikBeribu mimpi singgah disiniBeribu usaha kan dilalui Patah pucuk mungkin terjadiGundah gulana menghampiriBertekuk lutut tidak mengapaTenggelam jangan terlampau lama Rangkul kembali api semangatTerjang semua segala penghambatHidup hanya datang sekaliMari berjuang hingga […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Mudrika Hasana](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-mudrika-hasana/): Doa untuk Palestina Karya: Mudrika Hasana Malu rasanya Menulis puisi untuk yang sedang berperang Hancur selamanya Hidup secukupnya Surga bersamanya Seluruh dunia melihat kejadian Ada yang pergi melupakan Karena sudah terlalu lama berita nya bersemayam Tampak juga yang berdatangan Mengikat janji manis Dengan kuasa tuhan Doa senjata perang Namun jiwa pasti terserang Hening sulit digapai […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Dini Ramadhani](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-dini-ramadhani/): Doa untuk Palestina Karya : Dini Ramadhani Ku tak tahu apa yang harus kulakukan untuk Palestina Disana banyak orang yang menderita karena kehilangan orang tercinta Banyak meninggal bukan hanya karna diserang tetapi juga karna kelaparan Siapa yang tega melakukan semua itu Dialah Israel Orang orang yang tidak punya kemanusiaan Rela mengorbankan belasan ribu warga Palestina […] - [Doa ku layangkan untuk Palestina - Puisi Wahyu Cahyo Nugroho](https://ruangbestari.com/doa-ku-layangkan-untuk-palestina-puisi-wahyu-cahyo-nugroho/): Doa ku layangkan untuk Palestina Karya: Wahyu Cahyo Nugroho Apa yang harus di lakukan untukmu Mau ikut jihad jarak terhalang samudera Cuma bait demi bait doa yang lambungkan ke langit, menjadikan alat perang paling dahsyat efeknya Mampu mengalahkan mortir-mortir zionis Bersabarlah duhai saudaraku seimanku Kaulah ganda terdepan tuk mempertahankan tanah para Nabi Berjihadlah dengan gagah […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Ahmad Jayadi](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-ahmad-jayadi/): Doa untuk PalestinaKarya : Ahmad Jayadi Ya Allah dengan Kasih Sayang-Mu, Ya Allah dengan nama KekasihMu (Nabi Muhammad Saw)Kami melihat dengan kedua mata ini,Kini Bumi Palestina merintih dalam duka luka. Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim lindungi dan tolonglah para pejuang agama-Mu,Karuniakanlah kesehatan, kekuatan, ketabahan dan keselamatan atas merekaBerikanlah kesabaran, keikhlasan kepada mereka para pejuang agama-Mu, […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Rifqa Ruddin](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-rifqa-ruddin/): Doa Untuk Palestina Karya: Rifqa Ruddin Ya Allah….. Disebuah Negara Bernama Palestina Terdengar rintihan dan jeritan kesakitan Berperan melawan ketidakadilan Ya Allah….. Bantulah Saudara Saudari kami Selamatkanlah Mereka Berilah Perlindungan Kepada Meraka Luka dan kehilangan mereka rasakan Tapi Semangatnya tidak pernah luntur Mereka tetap teguh Berjuang dengan harapan Jeritan anak-anak dan orang dewasa Suara mereka […] - [Doa Kami - Puisi Naya Oktaviani](https://ruangbestari.com/doa-kami-karya-naya-oktaviani/): Doa KamiKarya : Naya Oktaviani Kata-kata yang tertuaiTergambarkan oleh getirOrang-orang bertabur harapMengejar layaknya hunian Seluruh penjuru kehidupan memandangnyaTidak ada batasan doa yang terhambatMereka terjebak dalam gempuranBersenandung duka selimut asap. Lonjakan pikiran terus memuncakNapas berderu tanda letihMalam adalah penjagaan untuk hidupBerjaga dari kilatan besar yang perkasa Anak-anak kami, doa-doa kamiTuhan kami, Allah kamiTidak pernah sekalipun Kami […] - [Ode untuk Khaleed Nabhan - Puisi Abu Khanza El Maydani](https://ruangbestari.com/ode-untuk-khaleed-nabhan-karya-abu-khanza-el-maydani/): Ode untuk Khaleed Nabhan Karya : Abu Khanza El Maydani Di reruntuhan puing bangunan Yang hancur berkeping-keping Seorang lelaki menggali tumpukan Pecahan tembok untuk mencari cucunya Setelah dia menggali reruntuhan itu Bersama warga sekitar Dia dapati tubuh cucunya Tak lagi bernyawa Tariq, sang cucu dipeluk mesra Dengan penuh cinta Terutama Reem, sang gadis kecil Yang […] - [Segelintir Harapan: Cerpen Jodi Okta Pranaya](https://ruangbestari.com/segelintir-harapan-cerpen-jodi-okta-pranaya/): Segelintir HarapanKarya: Jodi Okta Pranaya Setiap hari dalam hidup rasanya sama saja. Tak ada yang berbeda. ‘Berbeda’. Namun berbeda seperti apa? Hatiku bingung menjawab pertanyaan itu. Rasanya kita seperti dipaksa berjalan melewati jalanan yang kosong. ‘Hampa’. Waktu terus berjalan mendorong kita untuk selalu maju ke depan, walaupun kita tak siap. Diriku yang masih kecil, dipaksa maju […] - [Sahabat Kereta Waktu: Cerpen M. Ikmal Yazid](https://ruangbestari.com/sahabat-kereta-waktu-cerpen-m-ikmal-yazid/): Sahabat Kereta WaktuM. Ikmal Yazid Kereta itu, sebuah mesin waktu yang siap menjemput para penumpang seperti kita. Gerbongnya begitu luas, memberikan tempat singgah sementara di tengah perjalanan menuju tempat-tempat yang aroma dan nuansanya begitu asing. Yang membuat hidupku begitu berharga adalah menjadi sahabat perjalananmu. Momen saat kita bersama-sama, menggenggam tiket menuju tujuan yang sama. Plastik […] - [Puisi Sedang Tuhan pun Menulis: Karya Moch. Imron Rosyidi (Miro)](https://ruangbestari.com/puisi-sedang-tuhan-pun-menulis-karya-moch-imron-rosyidi-miro/): Sedang Tuhan pun Menulis Karya: Moch. Imron Rosyidi (Miro) Demi Al-Qalam ayat satu. Demi Pena dan apa yang mereka tuliskan itu. Ketika Tuhan bersumpah. Sungguh Dia tidak sedang bercanda. Tuhan mengajak berdiskusi lewat tulisann Nya. Membimbing manusia menuju cahaya. Nabi menyabdakan tulisanNya. Pada pena yang telah disumpah-Nya Pemimpin mana yang tidak menulis?. Atau tokoh mana […] - [HIDUP INI KACAU TANPA LITERASI(Budaya Membudayakan Literasi)](https://ruangbestari.com/hidup-ini-kacau-tanpa-literasibudaya-membudayakan-literasi/): HIDUP INI KACAU TANPA LITERASI(Budaya Membudayakan Literasi)Oleh: Sugiati Hidup ini adalah seperangkat cita-cita, yang terdiri dari perjalanan serta usaha untuk mewujudkannya. Dalam kehidupan, drivernya adalah manusia kemanapun arah membawanya adalah tanggung jawabnya. Driver yang pandai melanjutkan perjalanan ke arah yang benar adalah mereka yang memiliki konsep beragam. Konsep kehidupan bukan sekadar retorika tetapi seperangkat cara […] - [Ilusi - Puisi Shuici Akai](https://ruangbestari.com/ilusi-puisi-shuici-akai/): Ilusi – Puisi Shuici Akai Cahaya menembus masuk melalui jendela di sampingku. Aku bisa merasakan kehangatan dari cahaya ini. Hamparan hijau berkilauan terbentang luas sejauh mata memandang. Aku merenungi keindahan yang baru kusaksikan ini, apakah selama ini aku tidak bersyukur atas rasa cinta yang kau berikan kepadaku? Layar kini berganti, manusia yang memiliki maksud dan […] - [Pentingnya Menyeimbangkan Kepedulian Terhadap Orang Lain dan Diri Sendiri](https://ruangbestari.com/pentingnya-menyeimbangkan-kepedulian-terhadap-orang-lain-dan-diri-sendiri/): Dalam kehidupan yang penuh dengan tuntutan dan tekanan, seringkali kita mendapati diri kita terjebak dalam perjuangan antara memberikan perhatian kepada orang lain dan merawat diri sendiri. Pentingnya menemukan keseimbangan yang tepat antara kedua aspek ini tidak dapat diabaikan. Artikel ini akan membahas mengapa menyeimbangkan kepedulian terhadap orang lain dan diri sendiri sangat penting untuk mencapai […] - [Pentingnya Pendidikan Finansial di Sekolah](https://ruangbestari.com/pentingnya-pendidikan-finansial-di-sekolah/): Pendidikan finansial adalah kunci untuk membekali generasi muda dengan pemahaman yang kuat tentang manajemen keuangan, investasi, dan pengambilan keputusan finansial yang bijak. Sekolah, sebagai lembaga pendidikan utama, memiliki peran yang sangat penting dalam mengintegrasikan pendidikan finansial ke dalam kurikulum mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan mengapa pendidikan finansial di sekolah sangat penting dan bagaimana […] - [Pentingnya Mengenalkan Dunia Kerja Kepada Siswa di Sekolah](https://ruangbestari.com/pentingnya-mengenalkan-dunia-kerja-kepada-siswa-di-sekolah/): Pendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu kesuksesan dalam dunia kerja. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tuntutan pasar kerja yang semakin kompleks, penting bagi sekolah untuk tidak hanya fokus pada pemberian pengetahuan akademis, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan yang relevan untuk sukses di dunia kerja. Artikel ini akan menjelaskan mengapa pendidikan dunia kerja […] - [Pesona Keindahan Bunaken Indonesia](https://ruangbestari.com/pesona-keindahan-bunaken-indonesia/): Indonesia, sebagai negara kepulauan yang kaya akan keanekaragaman hayati, menawarkan destinasi wisata alam yang menakjubkan. Salah satu dari tempat ini adalah Bunaken, yang dikenal karena keindahan bawah lautnya yang memukau. Artikel ini akan membahas pesona dan keunikan Bunaken sebagai destinasi wisata bahari, menjelajahi kekayaan alam bawah laut Indonesia yang memukau. Keindahan Bunaken: Terletak di Utara […] - [Sejarah dan Asal-Usul Angklung, Alat Musik Tradisional Indonesia](https://ruangbestari.com/sejarah-dan-asal-usul-angklung-alat-musik-tradisional-indonesia/): Indonesia, dengan keberagaman budayanya, telah menciptakan warisan seni yang kaya dan bervariasi. Salah satu instrumen musik tradisional yang menonjol adalah angklung. Artikel ini akan menjelaskan asal-usul, konstruksi, dan pentingnya angklung dalam budaya Indonesia, sambil menonjolkan keunikan instrumen musik tradisional ini. Sejarah dan Asal-Usul Angklung:Angklung berasal dari Sunda, Jawa Barat, Indonesia. Sejak dulu, angklung telah menjadi […] - [Menggali Kecerdasan dengan Teknik Feynman](https://ruangbestari.com/menggali-kecerdasan-dengan-teknik-feynman/): Menggali Kecerdasan dengan Teknik Feynman Dalam dunia pendidikan, mencari cara efektif untuk memahami konsep-konsep yang kompleks seringkali menjadi tantangan. Teknik Feynman, yang dinamai dari fisikawan terkenal, Richard Feynman, adalah pendekatan belajar yang telah terbukti membantu individu memahami dan menguasai berbagai topik dengan lebih baik. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi teknik Feynman, mengungkap esensi metodenya, […] - [Mengenal Jenis-Jenis Pengambilan Gambar dalam Fotografi](https://ruangbestari.com/mengenal-jenis-jenis-pengambilan-gambar-dalam-fotografi/): Mengenal Jenis-Jenis Pengambilan Gampar dalam Fotografi Fotografi adalah seni yang melibatkan lebih dari sekadar menekan tombol kamera; itu adalah bentuk ekspresi kreatif yang memanfaatkan berbagai teknik pengambilan gambar untuk menyampaikan pesan dan emosi. Mengenal jenis-jenis pengambilan gambar dalam fotografi adalah langkah awal untuk menjadi seorang fotografer yang berpengalaman dan berbakat. Berikut adalah beberapa jenis pengambilan […] - [Kenapa di Indonesia Sering Gempa? Ini Penjelasannya!](https://ruangbestari.com/kenapa-di-indonesia-sering-gempa-ini-penjelasannya/): Kenapa di Indonesia Sering Gempa? Ini Penjelasannya! Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terletak di Cincin Api Pasifik, dikenal sebagai salah satu wilayah paling rentan terhadap gempa bumi di dunia. Sejarah geologisnya yang kompleks dan letak geografisnya yang strategis menjadikan Indonesia sebagai titik panas aktivitas seismik. Jalur gempa yang melintasi kepulauan ini menjadi fokus perhatian ilmuwan […] - [5 Kata Bahasa Gaul Paling Populer di Indonesia Sepanjang 2023](https://ruangbestari.com/5-kata-bahasa-gaul-paling-populer-di-indonesia-sepanjang-2023/): Kata informal atau bahasa gaul seringkali diadopsi oleh kalangan remaja dalam interaksi sehari-hari. Umumnya, frasa-frasa ini bermula dari tokoh publik yang memiliki pengaruh besar dalam industri hiburan dan memperoleh pengikut yang signifikan. Pada tahun 2023, setidaknya ada lima istilah informal yang semakin sering digunakan oleh berbagai kalangan. Agar tidak menimbulkan kebingungan dan memahami lebih baik […] - [Momen-Momen di Indonesia Sepanjang 2023 yang Akan Sulit Dilupakan.](https://ruangbestari.com/momen-momen-di-indonesia-sepanjang-2023-yang-akan-sulit-dilupakan/): Tahun 2023 telah berlalu, meninggalkan sejumlah momen bersejarah yang meresap dalam ingatan kolektif masyarakat Indonesia. Dari dinamika peristiwa kehidupan sehari-hari hingga sorotan internasional, tahun ini tidak hanya menyajikan beragam tantangan, tetapi juga membawa kebahagiaan dan inspirasi melalui momen-momen di Indonesia sepanjang 2023 yang akan sulit dilupakan. Mari kita merenungi kisah yang menciptakan getaran tak terlupakan di seluruh […] - [Riset: Siswa SMP-SMA Habiskan 200 ribu/Minggu untuk Beli Rokok](https://ruangbestari.com/riset-siswa-smp-sma-habiskan-200-ribu-minggu-untuk-beli-rokok/): Berdasarkan penelitian dari Research Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), ditemukan bahwa sekitar 70 persen remaja SMP-SMA di Indonesia mengeluarkan uang dalam kisaran Rp30.000 hingga Rp200.000 per minggu untuk membeli rokok. Temuan ini diungkap pada Sabtu (16/12/2023), melalui penelitian berjudul “Hubungan Pembelian Rokok Eceran dengan Frekuensi, Intensitas, dan Inisiasi Merokok di Kalangan Remaja: Sebuah […] - [Sejarah Hari Ibu di Dunia dan di Indonesia](https://ruangbestari.com/sejarah-hari-ibu-di-dunia-dan-di-indonesia/): Hari Ibu, momen indah yang dirayakan di seluruh dunia, bukanlah sekadar perayaan yang muncul begitu saja. Sebaliknya, hari spesial ini memiliki akar yang dalam dan menghormati peran luar biasa para wanita dalam membentuk dan memelihara masyarakat. Mari kita eksplorasi sejarah Hari Ibu, sebuah perjalanan yang penuh makna dan penghargaan. Awal Mula Hari Ibu: Proklamasi Kasih […] - [Kopi Luwak: Kopi Khas Indonesia yang Mendunia](https://ruangbestari.com/kopi-luwak-kopi-khas-indonesia-yang-mendunia/): Indonesia, negeri yang dipuja sebagai surganya kopi, tidak hanya dikenal karena ladang-ladang kopi yang subur, tetapi juga sebagai tempat kelahiran kopi yang paling unik di dunia, yaitu Kopi Luwak. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kekayaan dan cerita di balik secangkir kopi paling eksklusif dan langka dari Indonesia. 1. Asal Usul Kopi Luwak: Perjalanan dari […] - [Sumpah dan Janji - Puisi M. Bayu Aji](https://ruangbestari.com/sumpah-dan-janji-puisi-m-bayu-aji/): Sumpah dan Janji Karya M. Bayu Aji Malam dengan penuh sesak Gelap yang begitu menyakitkan Meski membara semangatnya Namun tak jarang terhalang duka yang menyayat hatinya Berjuang kala masa cuma sebuah angan Mereka menunggu terang dalam kegelapan di malam yang kelam Banyak rintangan dan ujian yang menghadang di depan Tak henti menghempaskan langkah mereka yang […] - [Amerta Sang Kanagara - Puisi Sahanash Safitri S](https://ruangbestari.com/amerta-sang-kanagara-puisi-sahanash-safitri-s/): Amerta Sang Kanagara Karya: Sahanash Safitri S Tuan sang pahlawan bangsa, perjuanganmu sangat begitu renjana Saat itu jiwamu terjajah, ketenangan sangat sulit engkau dapatkan Sementara saat ini, aku bisa melihat indahnya arunika dan swastamita Lantas apa balasan yang bisa aku berikan? Raasanya tidak ada. Engkau terlalu berharga Mungkin sekarang ragamu sudah aksa Namun, percayalah sosokmu […] - [Gunung Bromo: Keindahan yang Membawa Keajaiban di Jantung Jawa Timur](https://ruangbestari.com/gunung-bromo-keindahan-yang-membawa-keajaiban-di-jantung-jawa-timur/): Selamat datang di salah satu keajaiban alam terbesar Indonesia, Gunung Bromo! Terletak di Jawa Timur, gunung berapi ini bukan hanya sekadar puncak yang memuntahkan keindahan alam, tetapi juga menjelma menjadi destinasi yang menyentuh hati para pelancong dari seluruh dunia. Mari kita terjun dalam keajaiban Gunung Bromo melalui lensa indahnya! Keindahan Matahari Terbit yang SpektakulerGunung Bromo […] - [Pengertian dan Contoh Pembelajaran Visual, Auditori, dan Kinestetik](https://ruangbestari.com/pengertian-dan-contoh-pembelajaran-visual-auditori-dan-kinestetik/): Pembelajaran visual, auditori, dan kinestetik merupakan tiga gaya pembelajaran utama yang mencirikan preferensi belajar seseorang. Pemahaman terhadap ketiga gaya ini membantu pendidik menyajikan materi pembelajaran dengan lebih efektif, memastikan bahwa setiap siswa dapat memahami dan menyerap informasi dengan cara yang paling sesuai untuk mereka. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang masing-masing gaya pembelajaran: 1. Pembelajaran […] - [Menghargai Jeda: Manfaat Istirahat dari Kesibukan](https://ruangbestari.com/menghargai-jeda-manfaat-istirahat-dari-kesibukan/): Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, jeda atau istirahat dari kesibukan memiliki peran penting yang sering kali diabaikan. Artikel ini akan menjelaskan manfaat edukatif dari mengambil jeda dari aktivitas sehari-hari, merenungkan pentingnya memberi diri kita waktu untuk bernapas dan menyegarkan pikiran. 1. Pemulihan Mental dan Emosional Salah satu manfaat utama dari mengambil jeda […] - [Reog Ponorogo Warisan Budaya Indonesia yang Memesona](https://ruangbestari.com/reog-ponorogo-warisan-budaya-indonesia-yang-memesona/): Reog Ponorogo, sebuah seni pertunjukan tradisional dari daerah Ponorogo, Jawa Timur, tidak hanya memikat dengan tarian dan kostum yang megah, tetapi juga menyimpan sejuta makna dan warisan budaya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi keindahan dan kearifan di balik Reog Ponorogo, menyoroti aspek-aspek edukatif yang membuatnya begitu istimewa. 1. Sejarah dan Asal Usul Reog PonorogoReog […] - [Pesona Sejarah dan Kebudayaan Banda Neira](https://ruangbestari.com/pesona-sejarah-dan-kebudayaan-banda-neira/): Banda Neira, sebuah destinasi eksotis yang tersembunyi di kepulauan Indonesia, menjadi saksi bisu dari babak sejarah penting yang terkait dengan perdagangan rempah-rempah. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi pesona edukatif Banda Neira, melihat keindahan alamnya sekaligus menenggelamkan diri dalam jejak sejarahnya yang kaya. 1. Latar Belakang Sejarah Banda Neira Banda Neira adalah bagian dari kepulauan […] - [Keunikan, Keanekaragaman, dan Pentingnya Bahasa Isyarat](https://ruangbestari.com/keunikan-keanekaragaman-dan-pentingnya-bahasa-isyarat/): Bahasa Isyarat, sebuah bentuk komunikasi visual-gestural yang digunakan oleh komunitas tunarungu, memiliki keindahan dan kompleksitas sendiri yang kadang-kadang terabaikan oleh masyarakat pada umumnya. Mari kita menjelajahi keunikan, keanekaragaman, dan pentingnya pemahaman bahasa isyarat dalam menciptakan komunikasi inklusif. 1. Bahasa Isyarat: Bahasa yang Kompleks dan Dinamis Bahasa isyarat bukanlah tanda-tanda acak yang dihasilkan oleh gerakan tangan […] - [Bermohon Padamu - Puisi Klaudio Valentino Semai](https://ruangbestari.com/bermohon-padamu-puisi-klaudio-valentino-semai/): Bermohon PadamuKarya: Klaudio Valentino Semai Pada pagi yang cerah ini aku menjalani kehidupanku di Negara yang kucintai tetapi entah kenapa aku merasa sedih ketika aku mendengar keluh kesah yang dialami oleh orang-orang yang mengalami musibah perselisihan ingin rasanya untuk membantu tetapi aku sadar bahwa aku seorang manusia biasa yang tak dapat melakukan apa apa tetapi […] - [Pendidik Sejati - Puisi Anggi Fatmala Pratiwi](https://ruangbestari.com/pendidik-sejati-puisi-anggi-fatmala-pratiwi/): Pendidik Sejati Karya: Anggi Fatmala Pratiwi Ki Hajar Dewantara Sang pembawa cahaya Mengubah negeri yang gelap gulita Dengan berdirinya taman siswa Kucoba mengikuti jejakmu Untuk generasi penerus yang lebih maju Guru sebagai penuntun Bukan hanya pelantun Biarkan padi tumbuh menjadi padi Bukan menjadi pohon kopi Biarkan siswa berbakat menari Tak harus semua pandai geometri Visual […] - [Resolusiku sebagai Guru - Puisi Ade Surya](https://ruangbestari.com/resolusiku-sebagai-guru-puisi-ade-surya/): Resolusiku sebagai Guru Karya: Ade Surya Aku menulis narasiku dalam sebait kata penuh cinta Dari goresan tinta pena yang berdarah Namun yang mengalir dari tubuhku air-air mata dosa Dari tangisan para peminta harapan semesta Resolusi tangan ini masih sama Kepala dan kakiku masih sibuk menyusun dan menata Seluruh tempat yang ingin aku kunjungi Masa depan […] - [Doa Negeri Para Nabi - Puisi Isma’il Achmad](https://ruangbestari.com/doa-negeri-para-nabi-puisi-ismail-achmad/): Doa Negeri Para NabiKarya: Isma’il Achmad Di tanah yang diselimuti perang,Para Nabi doa terucap merdu.Dalam debu peperangan bergelora,Mereka seru kepada Tuhan Yang Esa. Doa di bibir mereka melantun,Bagai angin menyusuri padang gurun.Minta petunjuk dalam kegelapan malam,Agar bimbingan-Nya jadi cahaya. Dalam rintihan hati yang tercabik,Mereka doa agar damai datang.Di medan peperangan yang seru,Para Nabi memohon kemenangan. […] - [Risalah Bumi Palestina - Puisi Nurlela](https://ruangbestari.com/risalah-bumi-palestina-puisi-nurlela/): Risalah Bumi Palestina Karya: Nurlela Hening Senja Tidak ada yang lebih dekat dari Allah, Kecuali dia yang lebih mencintai Palestine Palestine, Tanah suci yang dipenuhi luka Tanah surga yang berlinangan air mata Negeri para Nabi yang berselimut duka Tanahnya memerah bersimbah darah Banyak kisah sadis dan tak bereprikemanusiaan Terus menerus terjadi tanpa kenal berhenti Palestine, […] - [Resolusiku sebagai Guru di Tahun 2024 - Puisi Abdulah Makin Darjatun, S.Pi, Gr.](https://ruangbestari.com/resolusiku-sebagai-guru-di-tahun-2024-puisi-abdulah-makin-darjatun-s-pi-gr/): Resolusiku sebagai Guru di Tahun 2024 Karya: Abdulah Makin Darjatun, S.Pi, Gr. Dalam bayang-bayang tahun 2023 yang telah kulalui, Aku, Abdulah Makin Darjatun, alias Akin, Guru perikanan dengan cerita panjang, Dari honorer terus berjuang, hingga gelar tetap menghampiri. Tahun berubah, 2024 menatapku dengan tanda tanya, Resolusiku menyala, menjadi pilar harapanku. Bukan sekadar status, gelar, atau […] - [Kau Ingin Menjadi Guru Seperti Apa - Puisi Muhammad Syahroni, S. Pd.](https://ruangbestari.com/kau-ingin-menjadi-guru-seperti-apa-puisi-muhammad-syahroni-s-pd/): Kau Ingin Menjadi Guru Seperti ApaKarya: Muhammad Syahroni, S. Pd. aku ingin menjadi fajar yang membersihkan malamdari rasa takut dan gigil yang erat memeluk pikiran anak-anakmenjadi terik yang memekarkan setaman kembangmegundang sejuta kupu-kupu yang terbang dengan riang aku ingin menjadi tukang tenun yang sabarsatu demi satu memintal benang-benang anak-anakmenganyam dalam kehidupan yang terbilang rumitmelahirkan kain […] - [Luka Di Negeri Para Nabi - Puisi Winda larasti](https://ruangbestari.com/luka-di-negeri-para-nabi-puisi-winda-larasti/): Luka Di Negeri Para Nabi Karya: Winda larasti Negeri para Nabi itu kini telah menjadi Negeri yang di penuhi luka dan duka Yang di penuhi puing-puing dan reruntuhan Yang telah hancur lebur rata dengan tanah Akibat dari kebiadaban kaum zionis . Air mata anak-anak yang tidak berdosa itu Menetes dan mengalir membasahi tanah para Nabi […] - [Menyerah Bukan Aku - Puisi Mita Soviana](https://ruangbestari.com/menyerah-bukan-aku-puisi-mita-soviana/): Menyerah Bukan Aku Karya: Mita Soviana Kusambut pagi dengan cita Bersama hangatnya sinar mentari Melangkah penuh riang menuju kelas ku Sebab bertemu inginku tabur cinta Akan selalu ada hari-hari menyakitkan Kemarin hati begitu luka Terbesit bertanya pada hati Tuhan mengapa anak-anak itu tak mau patuh? Kini kutepis semua itu dengan senyuman Aku percaya akan ada […] - [Indonesia Raya - Puisi Rakhmat Amir Anggeraja, S.Psi., Gr.](https://ruangbestari.com/indonesia-raya-puisi-rakhmat-amir-anggeraja-s-psi-gr/): Indonesia Raya Karya: Rakhmat Amir Anggeraja, S.Psi., Gr. Kami buta huruf Tak bersuara Pernah kerja rodi Dan Romusha Terik getir selalu dirasa Beberapa dari kami Berjuang melalui puisi saja Orasi penyair kata-kata Penyair lain mengunjungi puisiku Diteguknya dua sampai empat sajak Pundaknya penuh amarah Pada kalimat “penjajah” Kubisikkan pada ibu jarinya: “Wahai jari-jari pemberani” “Kabarkanlah!” […] - [Palestina Engkau Pasti Merdeka - Puisi Iko Yuni Diastuti](https://ruangbestari.com/palestina-engkau-pasti-merdeka-puisi-iko-yuni-diastuti/): Palestina Engkau Pasti Merdeka Karya: Iko Yuni Diastuti Palestina, engkau adalah tanah yang mulia Di sanalah tempat para Nabi dan Rasul berjalan Di sanalah tempat para syuhada dan mujahid berjuang Di sanalah tempat para umat beribadah dan bersujud Palestina, engkau adalah tanah yang dicintai Oleh Allah, oleh Rasul, oleh seluruh muslimin Oleh sejarah, oleh budaya, […] - [Kisah Sang Guru Honorer - Puisi Mistang, S.Pd](https://ruangbestari.com/kisah-sang-guru-honorer-puisi-mistang-s-pd/): Kisah Sang Guru Honorer Karya: Mistang, S.Pd Di ruang kelas yang sederhana Saya berdiri, dengan setia Menyapa ilmu dan siswa Dengan penuh hati yang gembira Tersebar di antara buku-buku Kutuliskan tinta hitam di atas papan tulis Dengan segala usaha dan perjuanganku Kutulis mimpi masa kecil dengan harapan Deretan kursi di sudut ruangan Tempat duduk para […] - [Zaitun Bersaksi - Puisi Maria Santika](https://ruangbestari.com/zaitun-bersaksi-puisi-maria-santika/): Zaitun BersaksiKarya: Maria Santika Di bawah pohon zaitun tua, berlumur dukaPalestina bersuara, doa menyapaBintang kejora saksi malam kelamLuka menganga, jiwa di ujung keram Oh, Tuhan Maha Rahim, dengarkan rintihAnak Adam di tanah suci tersingkirTembok besi menjerat mimpi subuhBunga harapan layu, dicabik duri Beri mereka pelita, agar tak tersesatDalam rimba nestapa, jalan berdebuTeteskan embun cinta, di […] - [Tadarus Wiyata - Puisi Abid Alhikam](https://ruangbestari.com/tadarus-wiyata-puisi-abid-alhikam/): Tadarus Wiyata Karya: Abid Alhikam Menata domain hiruk pikuk perangkat estetika wiyata terpigura jemu Lunglai cahya payoda afiliasi kurikulum yang terus harus aku pelajari Sebab aku harus belajar lagi dan lagi walau harus bertakaluf Tentang akselerasi dinamika siswa Klimatologi penerapanku mencari Diferensiasi karakter mereka sebagai siswa Diferensiasi etika mereka sebagai murid Diferensiasi pola pikir mereka […] - [Gaza Rindu Kami - Puisi Hasrianti Silondae](https://ruangbestari.com/gaza-rindu-kami-puisi-hasrianti-silondae/): Gaza, Rindu Kami Karya: Hasrianti Silondae Rumah kita, kehidupan pernah berlarian di balik gordennya Di bangun di atas getir duka tak berkesudahan Luka menganga, sembuh, payah, gundah, pergi Bagai hembus bayu silih berganti menyapu debu Batu dan kerikil membisu, getir meratap luluh lantak duniamu Pepohonan enggan berdesau, sebab ranting tak mengenal patah Ia membara, hangus, […] - [Melodi Doa Dari Indonesia untuk Palestina - Puisi Ahmad Faizal Abidin](https://ruangbestari.com/melodi-doa-dari-indonesia-untuk-palestina-puisi-ahmad-faizal-abidin/): Melodi Doa Dari Indonesia untuk PalestinaKarya: Ahmad Faizal Abidin Di ujung dunia, di bawah langit biruPalestina berseru, dalam sejarah yang beraduDukungan merajut, doa kita menyatuMasyarakat Indonesia, bersatu dalam cinta yang tulus Di gurun pasir, di antara reruntuhanPalestina tegar, tak henti berjuangDalam pelukan doa, kita bersama berdiriMengiringi langkah, menyelimuti mimpi Dari sabang sampai merauke, suara terdengar […] - [Pelangi Harapan Di Bumi Palestina - Puisi Diva Malika](https://ruangbestari.com/pelangi-harapan-di-bumi-palestina-puisi-diva-malika/): Pelangi Harapan Di Bumi Palestina Karya: Diva Malika Di tanah suci, di bumi Palestina, Terbaring luka, namun tetap berdiri. Mereka berjuang, dengan hati penuh cinta, Untuk tanah air, yang tak pernah mati. Doa kami hanyut, di angin malam, Menggapai langit, mencari sinar damai. Untuk saudara kami, di tanah yang ramai, Semoga Tuhan, selalu memberi Rahmat. […] - [Tanahku - Puisi Dhea Damayanti](https://ruangbestari.com/tanahku-puisi-dhea-damayanti/): Tanahku Karya: Dhea Damayanti Dari tanah suci yang memerah Doa mengalun… Allah dengarkanlah jeritan ini Palestina menangis…Dibawah langitmu yang berseri Tanah tumpah darah Imam panutan yang mulia Asy Syafi’I Al Ghazzawi Kini darah membanjiri tanahnya Ya Allah yang maha pengasih Dengarkanlah doa kami Lindungi kami dari bahaya, kelaparan, dan penyakit Cahaya harapan selalu menyinari langkah […] - [Duka Untukmu Palestine - Puisi Vera Rosmita](https://ruangbestari.com/duka-untukmu-palestine-puisi-vera-rosmita/): Duka Untukmu Palestine Karya: Vera Rosmita Dear Palestine, Negeri indah tempat nya para anbiya dan syuhada Negeri indah tempat nya Masjidil Aqsha berada Dan Negeri indah yang menyebarkan keharuman akan surgawi Namun lihatlah sekarang… Hamparan tanah yang semula coklat berubah menjadi merah bersimbah darah Gedung-gedung yang berdiri indah seakan menyerah untuk meruntuh Dan tawa tawa […] - [Cinta dan Harapan Untuk Palestina - Puisi Jessica Aulia Destri](https://ruangbestari.com/cinta-dan-harapan-untuk-palestina-puisi-jessica-aulia-destri/): Cinta dan Harapan Untuk Palestina Karya: Jessica Aulia Destri Tangisan dan rintihan di tanah Palestina Tak kala duka dan luka yang telah lalui Kau adalah tempat kesabaran dan perjuangan Mereka bermimpi kapan hari tanpa perang tiba Kaum lemah dan anak-anak yatim tumbuh dalam ketakutan Mata yang tak lagi bisa tertutup melepas lelah Air mata mereka […] - [Untukmu Palestina - Puisi Rivha Khayla Dewi](https://ruangbestari.com/untukmu-palestina-puisi-rivha-khayla-dewi/): Untukmu Palestina Karya : Rivha Khayla Dewi Palestina Sebuah negeri yang terluka dan berdarah Langitmu yang terganggu oleh kesedihan Dan dipenuhi dengan tangisan serta kesedihan Palestina Maafkan kami yang belum mampu mengobati lukamu Maafkan kami yang masih terbatas dalam memberikan bantuan Maafkan kami yang belum mampu mengakhiri penderitaanmu Namun, doa terbaik kami selalu untukmu Kami […] - [Asan Jalu - Puisi M. Rizky Chandra](https://ruangbestari.com/asan-jalu-puisi-m-rizky-chandra/): Asan JaluKarya: M. Rizky Chandra Di masa sekarang ini,hidup tak pernah benar-benar pastiTerkadang angin bertiup ke mariKadang juga mengarah ke sini Jalu tak habis pikir,Apakah hidup memang sebebas ini?Ia pergi pagi, pulang sore hariBegitu saja terus sampai mati Malam tadi, Jalu benar-benar sibukIa tak tahu pasti mana yang harus didahuluiMencukupi kebutuhan anak istriatau mencari berkah […] - [Celoteh Bapak Kepada Anaknya - Puisi Kuswanto](https://ruangbestari.com/celoteh-bapak-kepada-anaknya-puisi-kuswanto/): Celoteh Bapak Kepada AnaknyaKarya: Kuswanto Pada suatu malamDi ruang tamu bertilamSeorang anak awamSedang berbincang-bincang dengan Ayahnya Anaknya bertanyaAyah, kenapa Ayah menjadi guru, Kenapa tidak jadi pengusaha? Ayah menjawab pertanyaan si anakNak, pengusaha juga awalnya bersekolah.Mereka belajar dan diajar oleh guru-guruItu sebabnya mereka bisa menjadi orang-orang seperti itu Si anak bersikukuh dan menyanggahTapi kata orang-orang gaji […] - [Asa dalam Tinta - Puisi Egi Purnama, S.Pd](https://ruangbestari.com/asa-dalam-tinta-puisi-egi-purnama-s-pd/): Asa dalam TintaKarya: Egi Purnama, S.Pd Bekerja tanpa pamrihTekadku untuk merubah pandangan tuk lebih baikJika mereka salah, bimbinglahJangan pernah menyalahgunakan Goresan tinta di papan tulisAngan bukan sekedar buai belakaBerbagai tabiat yang berbedaInilah duniaku bukan hanya bayang-bayang Kabut menyelimuti langitTakkan perah patahkan semangatJutaan air hujan turunBagaikan gagasan tuk rubah masa depan Rangkulah semua tanpa memilahAjarkan yang […] - [Peluh Perjuangan - Puisi Gayatri Candra Kirana](https://ruangbestari.com/peluh-perjuangan-puisi-gayatri-candra-kirana/): Peluh PerjuanganKarya: Gayatri Candra Kirana Sendu kutatap rembulan dimalam hariSemilir angin syahdu menghampiriGemerlap bintang cairkan suasana hatiIndah mempesona penyejuk jiwa yang sepi Hening menyapa dalam kesendirianTenang mendayu pikiran melayangPikir bersambut perjuangan menantiMembangun asa untuk berkontribusi Profesi mulia tanpa tanda jasaMemegang kendali pencipta generasiPenuh tanggung jawab tiada hentiUntuk penerus cerdas, berbakat, dan berprestasi Kokohkan barisan demi […] - [Malam yang Terang - Puisi Syawalia rafiyanti](https://ruangbestari.com/malam-yang-terang-puisi-syawalia-rafiyanti/): Malam yang TerangKarya: Syawalia rafiyanti Purnamaku mulai memudarPertanda kan terdengar sapaan hangat dari sang fajarMenyebar kebaikan pada semua yang merasakanMengobarkan hati tuk gapai asa di masa depan Duniaku tercipta ketika lonceng berbunyiKusiapkan hati dengan wajah berseri tuk bertemu para santriTak hanya kuajarkan sebuah materiMelainkan, kan ku iringi ilmu kehidupan di dunia yang fana ini Santriku…Kan […] - [Menjadi Guru Inovatif adalah Resolusiku - Puisi Zafri Zaldi Siregar, S.Pd.](https://ruangbestari.com/menjadi-guru-inovatif-adalah-resolusiku-puisi-zafri-zaldi-siregar-s-pd/): Menjadi Guru Inovatif adalah ResolusikuKarya: Zafri Zaldi Siregar, S.Pd. Delapan tahun sudah aku menjadi guruGuru dengan segala macam lika-likuDunia pendidikan yang penuh tuntutanMencerdaskan anak bangsa adalah mimpikuMimpi untuk anak negeri yang bakal melanjutkan perjuangan Ku tutup jendela 2023 dengan penuh kenanganKenangan untuk menjalani jendela pendidikan 2024 penuh harapanResolusiku sudah pasti banyak dimiliki sebagai guruGuru yang […] - [Perubahan Cara Mengajar - Puisi Wahyu Cahyo Nugroho](https://ruangbestari.com/perubahan-cara-mengajar-puisi-wahyu-cahyo-nugroho/): Perubahan Cara MengajarKarya: Wahyu Cahyo Nugroho Telah ku coba berbagai metode pembelajaranSupaya mengena ke satu tujuanMudah di pahami dan di mengertiSetiap pembelajaran yang ku tuangkanAgar anak didik mampu menyerap dengan baik Selama ini mungkin aku belum mampu menularkan ilmuNamun sambil menyelam minum airSebagai pengajar ku terus cari solusiAgar murid-muridku Mudah memahamiSetiap materi yang ku berikan […] - [Garis Tangan Tuhan - Puisi Zuldjian riska agustin](https://ruangbestari.com/garis-tangan-tuhan-puisi-zuldjian-riska-agustin/): Garis Tangan TuhanKarya: Zuldjian riska agustin Kulampir bersama kertas murniDitemani ulur waktu yang usai kutaikiJarum mengerdip menghitung hariDi tengah redupnya hamparan sepi Waktu dimana rasa itu matiMenjadi tuli kepada sanubariTulisan yang hanya menjadi amunisiMemikul diri pada narasai Mesin itu tak kenal hentiMenunggu hinggapnya kita pahamiMengajak gurauan ruang sunyiDemi wibawa yang hendak pergi Era melumpuh atas […] - [Cercah Harapan di Tahun Baru - Puisi Budianto Sutrisno](https://ruangbestari.com/cercah-harapan-di-tahun-baru-puisi-budianto-sutrisno/): Cercah Harapan di Tahun BaruKarya: Budianto Sutrisno Waktu terus bergulir, menyambut Januari yang basahepisode cerita tahun kemarin berakhir sudahmemungkasi kisah suka yang terjalin dengan dukajuga memeluk bangga yang berpadu dengan kecewasetiap insan pasti mengalaminya, termasuk diriku sebagai seorang widyaiswarayang berkiprah di jagat wiyata mandalademi mencerdaskan beribu anak bangsa Januari selalu mengusikku untuk bertafakur dalam tadabursemenjana […] - [Aku Guru dan Cita-cita - Puisi Siti Miftachussolichah](https://ruangbestari.com/aku-guru-dan-cita-cita-puisi-siti-miftachussolichah/): Aku, Guru dan cita-citaKarya: Siti Miftachussolichah Pagi habis dimakan rudira berbalut candaDipeluk matahari diserbu tentara mega abuDicambuk kenyataan ditampar perkataanIni, akuAku dengan segala keakuanku Gerbang amaraloka saksi bisuAmbu telon dikombinasi bedak tabur bayi semerbak saban pagiSarapanku adalah senyummu, nakPematik analaku supaya menyalaAndam karam sudah segala resah yang aku punya Tidak peduli seberapa ribu kata yang […] - [Emang Boleh Sependidik itu - Puisi Abdul Amin Siregar](https://ruangbestari.com/emang-boleh-sependidik-itu-puisi-abdul-amin-siregar/): Emang Boleh, Sependidik itu?Karya: Abdul Amin Siregar GuruSebuah profesi yang muliaTak jarang dipandang sebelah mataGuruPekerjaan muliaTerkadang dipandang hina GuruPahlawan tanpa tanda jasaTerkadang disiksaJiwa dan raga menjadi traumaGuruDengan gaji kecilDipandang kerdilTransfer ilmunya tiada batasTransfer cuannya diambang batas Ah… SudahlahKalau dipikirkan semua itu hanya membuat aktivitas terbatasKerjakan dengan ikhlasTanpa dinding batasSemoga transfer ilmu menjadi transfer ibadah oleh […] - [Guru Penggerak - Puisi Yuniarti Nur Rejeki, S.Pd](https://ruangbestari.com/guru-penggerak-puisi-yuniarti-nur-rejeki-s-pd/): Guru PenggerakKarya: Yuniarti Nur Rejeki, S.Pd Kini tiba di satu era perubahanPendidikan berjalan sesuai kodrat alam dan zamanKarater murid adalah tantanganSebagai guru harus tepat mengambil tindakanDapat mengakomodir setiap perbedaan Pembelajaran diferensiasi menjadi pilihanAgar kebutuhan murid dapat dipetakanMenjadi guru yang hadirnya dirindukanMendidik dengan hati bukan sekadar mengajarkan Guru penggerakTiba saatnya hati tergerakBelajar bersama guru penggerakDemi semangat […] - [Ikatan Resolusiku sebagai Guru - Puisi Mila Nur’aini, S.Pd.](https://ruangbestari.com/ikatan-resolusiku-sebagai-guru-puisi-mila-nuraini-s-pd/): Ikatan Resolusiku sebagai Guru Karya: Mila Nur’aini, S.Pd. Hangat senyum menjadi pembuka hati Amarah adalah sebuah cambuk belaian kasih Mentari menyapa pagi Jiwa semangat yang selalu mengiringi Menjadi sebuah ikatan resolusiku sebagai guru Sikap kritis yang hadir Meronta-ronta tak menentu Namun semua itu sedang bercerita Betapa ingatnya diri ini Akan sebuah ikatan resolusi Tiadakah sadar? […] - [Pemangku Api Ilmu - Puisi Dwi Pujo Santoso](https://ruangbestari.com/pemangku-api-ilmu-puisi-dwi-pujo-santoso/): Pemangku Api Ilmu Karya: Dwi Pujo Santoso Dalam ruang kelas di depan hitungan waktu Guruku, perintis cahaya tugas berat kutempuh Resolusiku bersinar sebagai guru berbudi Menyulam mimpi-mimpi di benak anak-anak Bibirku berbisik pada nisan kata-kata Bukan sekadar beban namun panggilan suci Di tengah deru kehidupan kuukir janji Menyemai biji kebaikan menyinari jalan Pena dan buku […] - [Pagoda Insan Cendekiawan - Puisi Shofiyah](https://ruangbestari.com/pagoda-insan-cendekiawan-puisi-shofiyah/): Pagoda Insan CendekiawanKarya: Shofiyah Bukan sebab wawasan yang luas kau, dianggap penguasa kawasanBukan jawaban-jawaban bertitah benar, kau dianggap kepintaranBukan pula karena mentereng gedung, kau dianggap penuh kesuksesanMelainkan, tatkala kau mampu merenung dan mengantar peradaban Dunia tanpa pendidikan adalah petilasan yang mangkrak dengan kemistisanNamun, pendidikan dengan serba kunjungan adalah wisata memuaskanSimpati pada negeri dipertaruhkan dengan begitu […] - [Kuncup Bunga Bercerita - Puisi Annisa FN](https://ruangbestari.com/kuncup-bunga-bercerita-puisi-annisa-fn/): Kuncup Bunga BerceritaKarya: Annisa FN Kuncup bunga melambai indahLantunan doa tak jemu bergemaPinta kuncup pada Sang PengasihKuncup bunga niat jelma jadi jenggala Tidaklah serbuan badai runtuhkan tekadkuKuncup hendak jadi jenggala bermutuMeski tiada bosan air mata kunjungi rupaTak niat aku melamun walau nasib wujudnya rupa-rupa Canda tawa lebah ialah pupuk mujarab kuncup tumbuhMenari kuncup diantara gelutan […] - [Kata Maaf di Hari Perpisahan - Puisi Ahmad Hasyim, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kata-maaf-di-hari-perpisahan-puisi-ahmad-hasyim-s-pd/): Kata Maaf di Hari PerpisahanKarya: Ahmad Hasyim, S.Pd. Segala pertemuan sejatinya pasti akan bermuara di perpisahanKeinginan bertahan tidak akan tercerai-berai oleh kata perpisahanSungguh hal yang sulit mengungkap tanpa mengundang laraKesalahan buruk akan menjadi indah bersama diakhiri kata maaf GurukuEngkau pahlawan pemberi kesejukan di tengah dahagaTiada arti dan tak mengerti diri ini akan arti kehidupanTanpamu mungkin […] - [Menerangi Ilmu di Tahun 2024 - Puisi Niswatul Khoiroh, M.PdI.](https://ruangbestari.com/menerangi-ilmu-di-tahun-2024-puisi-niswatul-khoiroh-m-pdi/): Menerangi Ilmu di Tahun 2024Karya: Niswatul Khoiroh, M.PdI. Di tahun yang mendatang, tekadku teguh,Menjadi guru, harapkan kelas cerah.Resolusi terukir, bak sinar mentari,Menerangi ilmu, menyentuh hati anak-anak. Dalam setiap pelajaran, bukan sekadarkata, Memberi inspirasi, menjadikanmereka tahu. Tak hanya buku, namunnilai-nilai tumbuh, Guru sejati, menyinari jalan kebijaksanaan. Kelas bukan hanya ruang bertiang empat,Tapi panggung kisah, di mana […] - [Jangan Kau Lucuti - Puisi RR. Faradila Pavestri Sukmawati](https://ruangbestari.com/jangan-kau-lucuti-puisi-rr-faradila-pavestri-sukmawati/): Jangan Kau Lucuti Karya: RR. Faradila Pavestri Sukmawati Hati ku sepih dihuni harapan yang tak pasti Jika berharap aku takut terjatuh, ke dasar bumi Dan tak tahu kapan akan disudahi Negeri ini penuh mimpi Jangan kau lucuti Aku memang tak tau diri Sampai aku lupa bahwa tombak mu Lebih tajam dari pada duri Aku memang […] - [Determinasi Pengabdian - Puisi Nurul Wahyi Fithry, M.Pd.](https://ruangbestari.com/determinasi-pengabdian-puisi-nurul-wahyi-fithry-m-pd/): Determinasi Pengabdian Karya: Nurul Wahyi Fithry, M.Pd. Mewujudkan mimpi yang sangat berarti Ditelan waktu yang berpacu Tertatih berjalan di atas tantangan Ambisi jangan sampai hilang Hari, bulan dan tahun berganti Masih disini menebar cinta nan tulus Wajah-wajah riang bersedia menerima Ilmu yang dirangkul dengan senyuman agar menjadi pengetahuan Adab yang terus diperbaiki agar menjadi kebiasaan […] - [Resolusiku sebagai Guru - Puisi Mia Sapriyanti](https://ruangbestari.com/resolusiku-sebagai-guru-puisi-mia-sapriyanti/): Resolusiku sebagai GuruKarya: Mia Sapriyanti Di tahun baru terbentang harapanResolusi kuat, mimpi yang jernih terpampangSebagai guru, langkahku terukirDi dunia pendidikan, cahaya yang terpancar Di ruang kelas, hati pun berkobarMengajar bukan hanya tugas, tapi cinta yang bersemiResolusiku memeluk ilmu dan kebijaksanaanMenjadi penerang bagi setiap jiwa yang merintih Pertama, aku berjanji untuk terus belajarMengasah pengetahuan, mengejar kemajuanBuku […] - [Antara Secangkir Kopi dan Harapan - Puisi Sandi Herdiansyah](https://ruangbestari.com/antara-secangkir-kopi-dan-harapan-puisi-sandi-herdiansyah/): Antara Secangkir Kopi dan HarapanKarya: Sandi Herdiansyah Secangkir kopi menjadi kawan di malam iniMenjadi saksi cepatnya perputaran dimensiSetiap tegukan terlarut dalam lamunanDari banyaknya cabang yang terurai dalam pikiran Tak terasa putaran durasi singkat menemaniMasa pun amat cepat bergantiLembar masa lampau melambai pergiLembaran baru berjalan mencari destinasi Teringat perjuangan mendayu terjanganDalam penat alur pendidikan yang kadang […] - [Resolusiku Sebagai Guru - Puisi Agung Sugandi, S.Pd.](https://ruangbestari.com/resolusiku-sebagai-guru-puisi-agung-sugandi-s-pd/): Resolusiku Sebagai Guru Karya: Agung Sugandi, S.Pd. Di awal tahun ini, Aku bertekad menjadi guru yang lebih baik, Guru yang mampu memberikan ilmu dan pengetahuan, Guru yang mampu menjadi teladan bagi murid-muridnya. Aku akan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas diri, Aku akan selalu belajar dan berinovasi, Aku akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik, Demi […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Muhammar Khadafi](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-muhammar-khadafi/): Doa untuk Palestina Karya: Muhammar Khadafi Bumi bergetar langit pun tak berwarna Terdengar jerit sakit Yang di iringi jatuhnya bebatuan Sakit yang ku rasa hingga menjadi air mata Sakit Ya Allah… Tiada yang paling berharga Selain bertemu dengan keluarga tercinta Namun semua hanyalah takdir yang maha kuasa Ya Allah berilah mereka ketenagan Berilah mereka kehidupan […] - [Palestina dalam Doa Satu Episode - Puisi M. Arif Al Husein](https://ruangbestari.com/palestina-dalam-doa-satu-episode-puisi-m-arif-al-husein/): Palestina dalam Doa Satu EpisodeKarya: M. Arif Al Husein Palestina terjaga tiba-tibaEmpat puluh lima ribu fosfor putih menghujam sepanjang jalur GazaJerit kekanak dan orang-orang tua berbaur dengan suara-suara senjataDi malam membayang dan pagi-pagi yang buta Cokelat tetanah rengkah memanjangSerupa gurat selaksa ranting-rantingGedung dan rumah-rumah ambruk berserakan Seorang anak dan adiknya gegas berlarianMenjinjing pilu dalam lesat […] - [Cerita Pelestina - Puisi Bunga Rojatul](https://ruangbestari.com/cerita-pelestina-puisi-bunga-rojatul-2/): Cerita Pelestina Karya: Bunga Rojatul Suara duka… Jeritan anak-anak, Perempuan, dan laki-laki Menggema di seluruh bumi Pelestina Mengukir segudang duka Berderai derasnya air mata Setiap sudut kota Pelestina Meninggalkan beribu kenangan duka Buih-buih bangunan, menceritakan duka Pelestina Akankan ini segera usai? Akankah Pelestina bisa mendengar ceria tawa anak-anak? Akankah Pelestina bisa bermimpi? Akankah Pelestina bisa […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Hikhmah Saraswati Panggabean](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-hikhmah-saraswati-panggabean/): Doa Untuk Palestina Karya: Hikhmah Saraswati Panggabean Begitu gundah hati ini Indurasmi di Indonesia terlihat terang Tetapi redup di Palestina Negara penuh asap & darah Sebatas donasi tidak cukup Untuk mengganti nyawa yang direnggut Sebagai umat yang beriman Seyogianya mengirimkan beribu doa & harapan Kita hanyalah manusia yang lemah Yang hanya bergantung pada Allah ta’ala […] - [Dari Tanah untuk Langit - Puisi Nandini Cantika Putri](https://ruangbestari.com/dari-tanah-untuk-langit-puisi-nandini-cantika-putri/): Dari Tanah untuk Langit Karya: Nandini Cantika Putri Palestina oh Palestina Tempat suci yang terasa gersang akibat ulah dari rakusnya kekuasaan Tempat yang di penuhi dengan penyiksaan dan penderitaan Bahkan untuk melihat hari esok pun masih menjadi pertanyaan Tempat di mana mimpi para malaikat kecil terus di hancurkan Suara ledakan dan suara tangisan yang terus […] - [Kepada para Muslimah yang masih Berdiri Tegar Di atas Bobroknya Peradaban - Puisi Aniba Nurul Izzah](https://ruangbestari.com/kepada-para-muslimah-yang-masih-berdiri-tegar-di-atas-bobroknya-peradaban-puisi-aniba-nurul-izzah/): Kepada para Muslimah yang masih Berdiri Tegar Di atas Bobroknya PeradabanKarya: Aniba Nurul Izzah Kepada para muslimah yang masih berdiri tegar diatas bobroknya peradabanKita…Adalah penentu masa depan negeri ini, saudari kuKita…Yang bertanggung jawab atas duka, karena hilangnya moral peradaban Sadari… Dan Renungi…Bukankah kita sedang mengemban tugas mulia?Untuk bertebaran di muka bumi AllahMenghidupkan kembali slogan-slogan kebenaranDan […] - [Palestina Merdeka Indonesia Jaya - Puisi Siti Ulmiyati](https://ruangbestari.com/palestina-merdeka-indonesia-jaya-puisi-siti-ulmiyati/): Palestina Merdeka Indonesia JayaKarya: Siti Ulmiyati Percikan semangat dan keteguhan imanmu menusuk kalbuAngin menyambut gema takbir ke segala penjuruLaa ilaha illallah Muhammadur RasulullahEngah nafas tak terhalang menyeru dengan fasih Semerbak menyeruak, saat jasadmu terbujur kakuTeladan jihadmu mengalihkan duniakuIntimidasi penjajah laksana rengekan bayiNetanyahu kau buat mati kutu Alangkah terkejut dunia, kau hanya seorang remajaMati, iya mereka […] - [Di Jalur Gaza - Puisi Humairoh Azzahra](https://ruangbestari.com/di-jalur-gaza-puisi-humairoh-azzahra/): Di Jalur GazaKarya: Humairoh Azzahra Rasa-rasanya salah bila aku hanya merangkai kataTerlebih bila ku buat prosa perihal luka merekaSebab aku yakin bukan itu yang tengah mereka dambaSebab bukan itu yang mereka angan dalam ratapnyaMelainkan sayap untuk melesat menuju kebebasan atas luka Namun apa daya tak banyak yang bisa ku beri pada merekaHanya mampu merajut doa […] - [Bagaimana Bisa Melupakanmu - Puisi Meilina Fardani](https://ruangbestari.com/bagaimana-bisa-melupakanmu-puisi-meilina-fardani/): Bagaimana Bisa Melupakanmu Karya: Meilina Fardani Saat itu langit bermuka masam. Tertutup kabut nyaris tidak ada sinar Terlihat sayu dadanya sesak seakan menahan tangis Memberi tahu dunia sedang tak baik baik saja Sekejap aku merenung Bagaimana jika jiwa raga di kurung Hak-hak dipasung Di kediaman dikepung Masa yang amat sulit Tidak terbayang berapa sakit Anak […] - [Negeri Bertanah Suci - Puisi Raudina Idzni Kharisma](https://ruangbestari.com/negeri-bertanah-suci-puisi-raudina-idzni-kharisma/): Negeri Bertanah SuciKarya: Raudina Idzni Kharisma Fajar menyambut Palestina dengan huru-haraAda yang terbangun, ada yang terbalutTerbangun dengan tangis dan dukaTerbalut raga tak ternyawa Kala mereka menjerit memohon bantuanYang lain hanya menutup mataKala meminta pasokan dan perlawananDunia menyumpal telinga Siangpun membakar jiwa pemudaMemecah belah raga yang adaDuduk di atas puing bangunanMenatap langit mengharap keajaiban “Dimana dunia […] - [Harapan yang Terukir di Doa - Puisi Muhammad Sofa](https://ruangbestari.com/harapan-yang-terukir-di-doa-puisi-muhammad-sofa/): Harapan yang Terukir di Doa Karya: Muhammad Sofa Di bumi tanah suci, doa terbang tinggi, Palestina terluka, hati merintih. Jeritan anak-anak, merdu namun pilu, Dalam doa kami, cinta abadi terpahat di hati. Embun air mata meresapi tanah gersang, Doa mengalun, harapanku tak pernah padam. Dalam keheningan malam, bintang bersimpuh, Palestina terbisu, namun doa tak terduga. […] - [Ribuan Doa - Puisi Annisa Nugrah Harianti](https://ruangbestari.com/ribuan-doa-puisi-annisa-nugrah-harianti/): Ribuan Doa Karya: Annisa Nugrah Harianti Tersedu menangis atas mereka yang terpukul, Kaki-kaki kecil berlarian memohon pertolongan. Tangisan balita membelah seluruh negeri, Raungan para Ibu yang kehilangan putra-putri mereka. Para makhluk keji, nan biadab, Yang abai terhadap tangisan negeri itu, Yang hilangkan akal, menyiksa tubuh polos itu, Psikopat berdarah dingin, gila atas hak dan kuasa. […] - [Langit Jingga Gaza - Karya Esti Rahayu Utami](https://ruangbestari.com/langit-jingga-gaza-karya-esti-rahayu-utami/): Langit Jingga Gaza Karya: Esti Rahayu Utami Ibu-ibu mendekap kafan mungil Bayinya tak lagi bersuara Tatapan kosong hanya berisi linangan air mata Berjalan sayu tuju pemakaman massal Lelaki dengan wajah terukir indah Meraung dekap bocah kecil Terkulai dalam peluknya Oh, syahid pedih Zionis pertontonkan kedengkian Langit jingga di Gaza Semakin pudar Pintu langit sambut para […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Adisti Nurul Azizah](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-adisti-nurul-azizah/): Doa untuk PalestinaKarya: Adisti Nurul Azizah Di antara reruntuhan yang menyimpan sejarah,Palestina, kita merenung dalam doa-doa,Dalam gelapnya malam, cahaya doa menyinari,Hati kita bersatu, merasakan penderitaanmu. Tiap doa adalah suara keadilan yang terpendam,Palestina, negeri yang menjadi saksi bisu,Doa-doa terbangun dari harapan yang terluka,Mengalir dalam sungai penantian yang panjang. Anak-anakmu menatap masa depan dengan mata sayu,Namun, doa […] - [Cerita Pelestina - Puisi Bunga Rojatul](https://ruangbestari.com/cerita-pelestina-puisi-bunga-rojatul/): Cerita Pelestina Karya: Bunga Rojatul Suara duka… Jeritan anak-anak, Perempuan, dan laki-laki Menggema di seluruh bumi Pelestina Mengukir segudang duka Berderai derasnya air mata Setiap sudut kota Pelestina Meninggalkan beribu kenangan duka Buih-buih bangunan, menceritakan duka Pelestina Akankan ini segera usai? Akankah Pelestina bisa mendengar ceria tawa anak-anak? Akankah Pelestina bisa bermimpi? Akankah Pelestina bisa […] - [Kemerdekaan untuk Palestina - Zafri Zaldi Siregar, S.Pd](https://ruangbestari.com/kemerdekaan-untuk-palestina-zafri-zaldi-siregar-s-pd/): Kemerdekaan untuk Palestina Karya: Zafri Zaldi Siregar, S.Pd Di atas tanah Palestina Tanah ini menjadi saksi perjuangan abadi Yang mengorbankan jiwa dan raganya Untuk setiap jengkal tanah Palestina dan Aasjidil Aqso Rudal, granat dan tembakan tentara Israel dengan para syuhada Perang ini telah menghentak, mengoyak, dan menghancurkan. Jeritan, tangisan anak-anak, pria dan wanita. Tangisanmu menyatu […] - [Palestinaku - Puisi Anita](https://ruangbestari.com/palestinaku-puisi-anita/): PalestinakuKarya: Anita Berjejer jenazah para syuhadaTangis, teriakan, dan suara bom bersahut-sahutanTubuh mungil berlumur darah dipeluk IbundaOrgan tubuh telah berhamburan Gedung-gedung rata dengan tanahLangit Palestina tak lagi cerahAsap mengepul dimana-manaMakanan tak lagi tersedia Muka bengis penjajahTanpa belas kasih di matanyaSenjata ditujukan pada wanitaMati di jalan Allah adalah cita-cita Duhai Palestinku, tiadalah kuasakuHanya doa disetiap sujudkuPertolongan Allah […] - [Jeritan Tanah di Palestina - Puisi Fauji Harry Azahra](https://ruangbestari.com/jeritan-tanah-di-palestina-puisi-fauji-harry-azahra/): Jeritan Tanah di Palestina Karya: Fauji Harry Azahra Di bawah langit malam yang sunyi, Tak ada satu pun bintang yang berderang Melihat Palestina merintih dalam duka yang abadi Kini hanya menjadi gulungan dalam badai kelam Seketika langit kota suci berubah menjadi kelabu, Melihat asap pekat menyebar ke seluruh Palestina Sebuah kota yang kehilangan masa depan […] - [Luka Tanah Penentu - Puisi Kimora Jea](https://ruangbestari.com/luka-tanah-penentu-puisi-kimora-jea/): Luka Tanah PenentuKarya: Kimora Jea Entah untuk urusan siapa rajaEntah kepentingan dunia bagian manaKoyak-koyak makhluk-NyaCelaka tubuh-tubuh tak berdaya Bumi milik didahulukan dari sakitAir mata lebih dari bukitTak buat salah di hukumRintihan perih di kulum Tuan-tuan tak berhentiHati serupa belatiDemi ketamakan sendiriMerebut tanah serta mimpi Kami lihat dari seberang sini tak tegaIngin membalas atas pedih saudaraApa […] - [Aksa Rasa Palestina - Puisi Mursal Abdillah Lubis](https://ruangbestari.com/aksa-rasa-palestina-puisi-mursal-abdillah-lubis/): Aksa Rasa Palestina Karya: Mursal Abdillah Lubis Kau tau caranya berlari tanpa langkah Kau tau rasanya berniaga tanpa arah Kau tau rasanya besi menusuk penuh darah Percayalah, andai kau disini kau akan pasrah Andai jagat berpaling dalam waktu Andai kata menjerat kaki dalam lampau Andai napas berdesir dalam terungku Andai nadi berdegub dalam ragu Apa […] - [Doa untuk Palestina Tercinta - Puisi Safitri Ulandari](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-tercinta-puisi-safitri-ulandari/): Doa untuk Palestina TercintaKarya: Safitri Ulandari Di bawah langit biru kebebasan,Palestina merindukan doa-doa yang merentang Dalam hening malam, bintang-bintang bersaksi,Doa-doa kami menyatu, membela keadilan yang terhenti. Jerit pilu dinding-dinding kota tua,Menggetarkan hati yang terpaut pada doaDalam doa, harap bersinar di matamu,Palestina, kau terpatri dalam hati yang terus berdoa Tuhan, peliharalah tanah yang kering ini,Dengarlah tangisan […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Vika Putri Ramadhani](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-vika-putri-ramadhani/): Doa untuk Palestina Karya: Vika Putri Ramadhani Palestina, tanah yang dipenuhi sejarah nan kaya, dengan keindahan tiada taranya Namun, dibalik itu semua terdengar suara jeritan dan tangisan yang pilu Doa kami selalu beterbangan layaknya burung mengharapkan keadaan yang pasti Doa kami selalu mengalun, layaknya angina yang berhembus Mengusir kegelapan membawa cahaya yang terus abadi Palestina, […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Siti Deswita Haryani](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-siti-deswita-haryani/): Doa Untuk Palestina Karya: Siti Deswita Haryani Doa mengalun di malam kelam Dalam reruntuhan, hati terpaut duka Tanah Palestina menggema senyap seketika Riuh tiba berbalut doa Air mata tak tertahan Anak-anak dan cerita di tanah Palestina Tegar dan teguh menggenggam Agama Palestina merintih Dalam lara di bawah langit dan kilauan cahaya Doa terhampar bak lautan […] - [Kisah Kecilku - Puisi Andita Fitriyani](https://ruangbestari.com/kisah-kecilku-puisi-andita-fitriyani/): Kisah Kecilku Karya: Andita Fitriyani Aku tidak takut dengan serangan itu Aku tidak takut di saat rumahku hancur Aku hanya takut kepada Allah Ku serahkan semuanya kepada Allah Aku tidak peduli saat kotaku hancur Aku hanya peduli pada keselamatan orang-orang Tidak apa semua itu hancur Aku ikhlas Ya Allah Baju dan mainanku tertimbun reruntuhan Disebabkan […] - [Siluet Dari Bom - Puisi Arif](https://ruangbestari.com/siluet-dari-bom-puisi-arif/): Siluet Dari Bom Karya: Arif Dari pohon yang pucuk-pucuknya terbakar Dari gedung-gedung yang tidak lagi berpondasi Dari rumah-rumah yang tiada ibu bapak Si mata kecil dan mata buta mengintip Merintih-rintih di atas tanah yang rata dengan tulang Tersungkur ribuan harap yang di terbangkan Terhempas angin yang tak lagi terasa sejuk Dimana sebuah kebebasan di lepas […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Arif Muhammad Hasibuan](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-arif-muhammad-hasibuan/): Doa untuk Palestina Karya: Arif Muhammad Hasibuan Sayapkan doa di angkasa, Untuk negeri yang merana, Palestina, tanah suci, Harapkan damai yang abadi. Terkatung dalam duka, Rindu kebebasan menari, Doa terbang tinggi, Mengiringi langit biru. Tiupkan angin kemerdekaan, Di bumi yang terluka, Palestina, bunga harapan, Tumbuh di rerumputan yang basah. Doa mengalun sejuta rindu, Untukmu Palestina, […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Yuri Rahma Rizkia](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-yuri-rahma-rizkia/): Doa untuk Palestina Karya: Yuri Rahma Rizkia Di tengah buana yang tak mampu menjeremba Sudut ke lorong kian menepis senjata Terhimpit ledakan yang terus membara Hanya bisa ikhlas menerima semua yang tak bisa Wahai golongan para syuhada Denganmu kami ada Mengulurkan secercah kata Dalam balutan malam gelap gulita Kami menanti hangatnya senyum di wajahmu Keceriaan […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Syahril Sidik](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-syahril-sidik/): Doa untuk Palestina Karya: Syahril Sidik Dunia di ciptakan untuk umat manusia Dan juga untuk mahluk lainnya Yang seharusnya kita jaga bersama Agar dunia indah selamanya Sesungguhnya Allah menyukai hal-hal yang indah Tidak menyukai orang yang suka fitnah Karena membuat orang jadi marah Bahkan dapat menyebabkan pertumpahan darah Sekarang dunia sudah tidak indah lagi Karena […] - [Menoreh Kabut Nestapa - Puisi Supriadi](https://ruangbestari.com/menoreh-kabut-nestapa-puisi-supriadi/): Menoreh Kabut Nestapa Karya: Supriadi Tangisanmu tak lagi terdengar Isakmu perih nan bergetar Rintihanmu melirih samar Air mata pun tak bisa keluar Dentuman rudal terus berkoar Mengoyak tembok kokoh dibalik pilar Menyayat menyeruak hingar bingar Merobek jantung hingga ke akar Malam tak lagi gulita Dalam pekatnya tanpa pelita Sunyi senyap dalam derita Berlalu duka tinggalkan […] - [Melodi Kebebasan di Tanah Palestina - Puisi Winda Riyan Puspita Sari](https://ruangbestari.com/melodi-kebebasan-di-tanah-palestina-puisi-winda-riyan-puspita-sari/): Melodi Kebebasan di Tanah PalestinaKarya: Winda Riyan Puspita Sari Saat bom turun, penuh kebencian,Di tengah ketidakadilan penodaan dan kehancuran, Tornado penindasan mencuri impian di udara, Sebuah orkestra kesedihan dari mereka. Jeritanku menyatu dengan jeritmu, Rasa duka yang tak berkesudahan,Dalam bayangan konflik yang tak kunjung usai,Namun, dia tetap bertahan dalam ketakutan yang menusuk tulang. Meski luka-luka […] - [Untaian Doa untuk Palestina - Puisi Alfira Afgarena Angelia Naurdin](https://ruangbestari.com/untaian-doa-untuk-palestina-puisi-alfira-afgarena-angelia-naurdin/): Untaian Doa untuk Palestina Karya: Alfira Afgarena Angelia Naurdin Pagi mereka berperang Malam mereka diserang Hari hari mereka penuh lara Siapa lagi jika bukan saudara kami Palestina… Kehilangan keluarga Kehilangan teman sebaya Yang tersisa hanyalah air mata Duka terdalam untuk Palestina Sendirian! Kelaparan! Hidup pun dalam kegelapan Tapi mereka tak pernah gentar Karna syahid adalah […] - [Doa Terindah Untuk Saudara Ku Palestina - Puisi Muza Aolia](https://ruangbestari.com/doa-terindah-untuk-saudara-ku-palestina-puisi-muza-aolia/): Doa Terindah Untuk Saudara Ku Palestina Karya: Muza Aolia Di saat malam bertaburan bintang di atas langit Indonesia Namun di langit Palestina bertaburan bom setiap malam Ketika kami disini hujan air Di palestina setiap hari hujan darah Darah membasahi ribuan tubuh yang berserakan di jalan Tertimbun bangunan-bangunan tinggi Dunia seakan tak peduli dengan saudara ku […] - [Pelita di Sanubari Palestina - Puisi Sahrotul Latifa](https://ruangbestari.com/pelita-di-sanubari-palestina-puisi-sahrotul-latifa/): Pelita di Sanubari PalestinaKarya: Sahrotul Latifa Duhai Palestina..Engkau laksana pelita..Yang selalu bercahaya..Walau keadaan gelap gulita..Kau selalu jadi lentera.. Keteduhan kalbu rakyatmu..Selalu bersama kedamaian..Kebersihan hati rakyatmu..Sangat patut jadi tiruan.. Namun keadaan bangsamu..Kini sangat memilukan..Senyuman indah rakyatmu..Kini jadi tangisan..Bangunan indah negerimu..Kini jadi runtuhan.. Bahkan, sebagian raga rakyatmu..Kini harus di kebumikan..Sebagian dari rakyatmu pula..Harus rela kehilangan, segala kenyamanan..Dan […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Renitha Aisya Abidah](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-renitha-aisya-abidah/): Doa Untuk Palestina Karya: Renitha Aisya Abidah Di keheningan malam, doa kami terhampar Untuk Palestina, tanah yang terluka dan pilu Doa mengalun, merangkai harapan dalam zikir Agar kau meraih kedamaian, bebas dari derita yang berkepanjangan Palestina, kau mengenang cerita berkilau Namun kini, tangismu menari di antara reruntuhan Doa-doa kami menjadi alunan tiada henti Mengharapkan cahaya […] - [Doa untuk Saudara Ku Palestina - Puisi Sukiman Lutfi](https://ruangbestari.com/doa-untuk-saudara-ku-palestina-puisi-sukiman-lutfi/): Doa untuk Saudara Ku Palestina Karya: Sukiman Lutfi Aku memang tak tahu penderitaan yang kalian rasakan Penderitaan yang kalian alami Kehilangan orang-orang tersayang sudah pasti nyesek Kehilangan tempat tinggal karna di bom bardir Dan kalian masih tetap berdiri tegak di tanah kelahiran Perjuangan kalian untuk tetap membela Masjidil Aqsa Tubuh kalian tak gentar sama sekali […] - [Dekapan Tuhan untuk Tanah Palestina Tanah Kebanggaan - Puisi Melsa Nurpuzianah](https://ruangbestari.com/dekapan-tuhan-untuk-tanah-palestina-tanah-kebanggaan-puisi-melsa-nurpuzianah/): Dekapan Tuhan untuk Tanah Palestina Tanah Kebanggaan Karya: Melsa Nurpuzianah Ledakan memberangsangkan seluruh jiwa Mengubur tanah suci tempawan Tuhan Yang Maha Esa manusia jahat itu tak segan-segan menggasak nyawa Dengan dalih pusung sementung tak ada iba tanpa timbang rasa Sebelum lelap saudara berdoa Semoga Tuhan menyebar kuasa Tapi Tuhan lebih tahu Mana hamba yang mesti […] - [Doa dari Tanah yang Terluka - Puisi Muhamad Maulana Yusup](https://ruangbestari.com/doa-dari-tanah-yang-terluka-puisi-muhamad-maulana-yusup/): Doa dari Tanah yang TerlukaKarya: Muhamad Maulana Yusup Di bawah langit yang kelam,Di atas tanah yang terluka,Rakyat Palestina berdoa,Untuk kedamaian yang hakiki. Mereka telah lama menderita,Di bawah belenggu penjajahan,Mereka telah lama terluka,Di bawah kekejaman perang. Namun, mereka tidak menyerah,Mereka terus berjuang,Untuk meraih kemerdekaan,Agar hidup mereka terbebas. Kami berdiri di sini,Bersama-sama berdoa,Untuk Palestina yang merdeka,Untuk rakyatnya […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Kevin Oquendo](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-kevin-oquendo/): Doa untuk Palestina Karya: Kevin Oquendo Di bawah samudra Palestina yang indah, Telah lahir perjuangan dan keberanian. Tumbuh di tengah dentum mortir, Bermain petak di antara puing dan rerentuhan … Kesedihanku menjadi neraka hati Mengutuk apa saja yang ku rasa Melihat darah seburat bak laut merah Luka itu masih basah dan menganga Air mata hanya […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Eka Rahmaniah](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-eka-rahmaniah/): Doa untuk Palestina Karya: Eka Rahmaniah Aku bersujud tanpa gertakan setiap hari Aku melahap hidanganku dengan tenang setiap hari Aku juga berjalan dengan sangat tenang di pagi hari Aku juga melihat orang terkasih tanpa teriakan di siang hari Tapi aku lupa hatiku sepotong telang hilang Aku lupa saudariku dihilangkan harap dan angannya Aku lupa sepasang […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Nani Sumarni,S.Pd](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-nani-sumarnis-pd/): Doa Untuk Palestina Karya: Nani Sumarni,S.Pd Deru senjata terus menerpa Palestina Orasi, petisi kian menyeru dimana-mana, Akankah ini berakhir? Ungkapan berjuta belasungkawa Namun duka mereka tetap ada Tangisan si kecil yang tidak berdaya menguatkan mereka Untukmu Palestina Kemerdekaan, Perdamaian yang adil Pemandangan yang dulu indah kini telah hancur Awan putih dilangitmu kini kelabu Lentera kota […] - [Senja di Palestina - Puisi Keke Ratna Dilla](https://ruangbestari.com/senja-di-palestina-puisi-keke-ratna-dilla/): Senja di PalestinaKarya: Keke Ratna Dilla Dalam cahaya langit senjaBunga-bunga peluru menyapa di udaraJeritan anak-anak, perempuan dan laki lakiTerdengar di seluruh negeri ini yang tercinta Senja melabuhkan tirai di GazaLangit memerah seperti darahDalam senja yang terhampar di GazaMereka mati syahid, tanpa ragu, tanpa cela Jeritanku menyatu dengan jeritanmu, PalestinaKita berduka, tetapi kita tidak pernah menyerahPerjuanganmu […] - [Palestina Al-Quds - Puisi Andry Listiani](https://ruangbestari.com/palestina-al-quds-puisi-andry-listiani/): Palestina Al-Quds Karya: Andry Listiani Oh… Tanah para utusan Tuhan Kini terluka penuh darah Terkoyak-koyak, hancur lebur Oleh hantaman brutal buldozer dan rudal-rudal kaum zionis yang tak beradab Suara-suara rintihan dan jeritan duka nestapa Terdengar di bumi para Nabi ini Air mata anak-anak tak berdosa Menetes dan mengalir membasahi tanah Gaza Darah-darah mereka berceceran Melumuri […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Shafura Zulaikha Sarah Bilqis](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-shafura-zulaikha-sarah-bilqis/): Doa Untuk PalestinaKarya: Shafura Zulaikha Sarah Bilqis Aku masih berandai dalam sepiMelihat bintang bagai mimpiBukankah kami memiliki hakUntuk hidup dan tersenyum Maafkan aku ibuLelah batin ini menghadapi duniaYang tak lain adalah nerakaBagi kita yang percaya Bolehkan aku menuntutHidup tenang tanpa ada yang gugurTapi sekali lagi kata ayahKewajiban kita mati di atas jihad Aku menahan maluKetika […] - [Untuk Saudaraku di Palestina - Puisi Naflah Zaizafun Falihah](https://ruangbestari.com/untuk-saudaraku-di-palestina-puisi-naflah-zaizafun-falihah/): Untuk Saudaraku di Palestina Karya: Naflah Zaizafun Falihah Ya Allah Ampunilah dosa orang mukmin, dan mukmin, muslimin, dan muslimah Dan satukanlah hati-hati mereka Serta damaikanlah di antara mereka Aku berharap Orang-orang di Palestina selalu mendapatkan perlindungan dan pertolongan Allah dimanapun berada Semoga kalian semua bisa masuk surge Karena kalian semua sedang berjihad di jalan Allah […] - [Negeri Yang Pernah Berkilau - Puisi Muyyasaroh](https://ruangbestari.com/negeri-yang-pernah-berkilau-puisi-muyyasaroh/): Negeri Yang Pernah Berkilau Karya: Muyyasaroh Di malam yang sunyi, bintang tak bersinar Pealestina merintih dalam duka yang abadi Sebuah cerita tentang negeri yang pernah berkilau Kini tergulung dalam badai kelam Di antara reruntuhan, ada kekuatan yang menggelora Hatinya membara seperti matahari terbenam Anak-anak tersenyum meski dunia tak seindah lukisan Mereka tetap memandang ke depan, […] - [Doaku untuk Palestina - Puisi Novita Sri Anjani](https://ruangbestari.com/doaku-untuk-palestina-puisi-novita-sri-anjani/): Doaku untuk Palestina Karya: Novita Sri Anjani Di tanah yang merah Di bawah langit yang merah seperti senja Bintang-bintang berhimpun yang seharusnya engkau pandang dengan tenang tenteram Tapi itu hanya cita-cita bagimu Siang nya engkau terbangun dengan rasa yang merintih ketakutan Matahari yang sangat panas menyengat itu kau tetap berdiri Dan berjuang tidak nyah kau […] - [Doa Tergenggam di Tanah Gaza - Puisi Agus Sanjaya](https://ruangbestari.com/doa-tergenggam-di-tanah-gaza-puisi-agus-sanjaya/): Doa Tergenggam di Tanah GazaKarya: Agus Sanjaya Malam ini rembulan telah terpejamMendengar suara ribut meriamLalu gemerlap ribuan bintangBerganti lemparan rudal jahanam Udara yang segar dan nyamanBerubah bau asing dari mesiuKini semuanya sesak napasDihantui fosfor putih jahat Kami tak ada tempat bernaungSemua tinggal reruntuhanSekolah-sekolah ikut hancurBersama mimpi ikut terkubur Air mata tak berhenti terjunMenyusuri lereng pipi […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Hana Rahma Wahyuni](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-hana-rahma-wahyuni/): Doa untuk PalestinaKarya: Hana Rahma Wahyuni Palestina…Negeri suci yang penuh lukaNegeri yang hancur bangunannyaTapi tidak dengan imannya Langit berhias awan putihMenjadi saksi bisu perjuangan kalianBanyaknya korban jiwa serta runtuhnya puing-puing Kami disini berdoaDan terus berdoa untuk kalianYang sedang berjuangDemi kemerdekaan negeri suci tersebut Istirahatlah yang tenang wahai saudarakuBerbahagialah bersama kakek nenek moyangmuUntaian doa terus menerus […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Siti Noor Ajizah](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-siti-noor-ajizah/): Doa Untuk PalestinaKarya: Siti Noor Ajizah PalestinaTempat yang sangat mulia dan suciTempat menetapnya para NabiTempat pertimbangan amal terjadiDimana seluruh makhluk berkumpul di hari kiamat nanti Kebagianmu adalah kebahagiaan bagi seluruh umatKesedihanmu juga kesedihan bagi seluruh alam semestaKini tak ada lagi kebahagiaan untukmuHak-hakmu telah direnggut oleh para zionisKau diusir dari tanahmu sendiri Wahai PalestinakuDarah bercucuran diatas […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Lefiya Tanayasiah](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-lefiya-tanayasiah/): Doa untuk Palestina Karya: Lefiya Tanayasiah Di sebuah negeri yang jauh Terdapat jerit tangis yang mengusik Terdapat lara yang tak kunjung pulih Maraknya peluru yang berisik Palestina Negara yang diambang keselamatan Terdapat banyak nyawa melayang Hidup dihantu rasa ketakutan Ada anak kecil yang merasakan kesepian Ada anak kecil yang merasakan kehilangan Ada anak kecil yang […] - [Tentang Darah Yang Masih Basah - Puisi Putra Niti Galih Prakoso](https://ruangbestari.com/tentang-darah-yang-masih-basah-puisi-putra-niti-galih-prakoso/): Tentang Darah Yang Masih BasahKarya: Putra Niti Galih Prakoso Tentang darah yang masih basah, aku kisahkan sebisanya! Pada masa kalender waktu, banyak luka sukar terjahit, tangisan menjadi kidung malamadalah teriakan yang lahir pada lorong kesunyian.Rusuk-rusuk hampir patah dari wajah yang mengikat perut dengan batu jalanan, diam sambil bergumam, “sampai kapan semua usai?”Di sisi lain, syair […] - [Doa Untuk Saudara Ku Palestina - Puisi Tiara Yulandari](https://ruangbestari.com/doa-untuk-saudara-ku-palestina-puisi-tiara-yulandari/): Doa Untuk Saudara Ku Palestina Karya: Tiara Yulandari Raga ku di Indonesia namun hati ku berada di palestina Dada ku sesak melihat semua yang terjadi di Palestina Banyak orang yang selalu di bombardir oleh jahatnya zionis Israel Air mata yang selalu berlinang ketika melihat kejadian di Palestina Ini bukan kali pertama napas rasanya sesak, dada […] - [Bumi Mahsyar - Puisi Ema Sriwati](https://ruangbestari.com/bumi-mahsyar-puisi-ema-sriwati/): Bumi MahsyarKarya: Ema Sriwati Palestina,Rumah kami untuk pulangBumi tempat kami akan kembaliBerkumpulnya seluruh umat untuk di adili Saat ini engkau dipenuhi rintihHingga ke seluruh belahan negeriMenggemakan tangis dan doa Fajar tak pernah sejukSunset tak pernah indahSemua tenggelam dalam keteganganMeregang nyawa Sungguh perih jiwa yang tak berdayaBersimpuh di hadapan TuhanBerikan jiwa-jiwa di Palestina kekuatanPalestina, tanah suci […] - [Palestina Dalam Doaku - Puisi Rizki Amalia Firhatun Wildan](https://ruangbestari.com/palestina-dalam-doaku-puisi-rizki-amalia-firhatun-wildan/): Palestina Dalam Doaku Karya: Rizki Amalia Firhatun Wildan Matahari menjadi saksi kejinya sebuah perbuatan Bulan menjadi saksi ketakutan setiap insan Laki-laki maupun perempuan tidak lagi mendapat ampunan Tua maupun muda semua menjadi sasaran Luka dan kehilangan terjadi tanpa jeda Bahagia dan masa depan saat ini hanyalah sebuah asa Menjalani hari terpaksa dengan rintihan dan nestapa […] - [Negeri yang Terluka - Puisi Ressy Octaviani](https://ruangbestari.com/negeri-yang-terluka-puisi-ressy-octaviani/): Negeri yang TerlukaKarya: Ressy Octaviani Sebuah kisahDari tanah suci penuh sejarahNegerinya Para NabiTerekam jejak perjuangan abadi Palestina…Negeri yang terlukaDengan tubuh penuh darahKau berjuang tanpa lelahDemi negeri yang damai dan indah Palestina…Dalam luka yang tak terhinggaAda harap yang tertandaUntuk kebebasan yang tertundaKau berserah dalam untaian doa Palestina…Tenanglah kami disiniDi sisimu tak kan pernah pergiDengan senjata paling […] - [PALESTINA - Puisi Nurul Lolona Lingga](https://ruangbestari.com/palestina-puisi-nurul-lolona-lingga/): PALESTINAKarya: Nurul Lolona Lingga Aku tidak ada disanaHanya melihat dari siniBerita kezaliman yang belum juga usaiMerenggut kehidupan damai saudara-saudara Palestina disana. Aku melihat ada kesedihan, ada ketakutan, ada kematianTapi juga melihat ada kekuatan, ada ketaatan pada Tuhan, dan ada pembelajaran.Kezaliman di Palestina menyadarkan banyak manusiaBahwa memang ada manusia yang tidak memiliki perikemanusiaan Merenggut kebahagiaan dan […] - [Masanya Untuk Menyala - Puisi Petricia Putri Marricy](https://ruangbestari.com/masanya-untuk-menyala-puisi-petricia-putri-marricy/): Masanya Untuk Menyala Karya: Petricia Putri Marricy Tiada batas di antara seruan kabut lebam Satu demi satu gelap kepala ditaruhnya Sudah waktunya kembali bertualang Menjelajah dunia dan bernapas tanpa batas Dua dasawarsa dipijaknya tanpa kasa Tutur lembut kata baru diuraikannya Kini waktunya menyambut berjuta tawa Melukis senja atau menanam butiran biji delima Separuh lara masih […] - [Kutuliskan Puisi Ini di Tanggal Pertama Tahun Baru - Puisi Muh. Nasrul Evendi](https://ruangbestari.com/kutuliskan-puisi-ini-di-tanggal-pertama-tahun-baru-puisi-muh-nasrul-evendi/): Kutuliskan Puisi Ini di Tanggal Pertama Tahun Baru Karya: Muh. Nasrul Evendi apakah yang harus kita lakukan di bait pertama ini bu? menuliskan kulit keriput atau rambut putih saya tak punya cara lain untuk menggoreskan kata-kata misalnya menyusur amsal suaramu di tabiat penen petani sekarang kembang api sudah selesai, ibu apakah kau masih di situ […] - [Jalan Menuju Kesehatan - Puisi Iqbal Very Mubarok](https://ruangbestari.com/jalan-menuju-kesehatan-puisi-iqbal-very-mubarok/): Jalan Menuju Kesehatan Karya: Iqbal Very Mubarok Di persimpangan hati, Menyambut jalan menuju kesehatan, Jalan yang terbentang luas, Jalan yang penuh dengan harapan. Jalan itu tak selalu mulus, Ada duri dan bebatuan, Ada rintangan dan tantangan, Yang harus kita hadapi. Duri itu bagaikan penyakit, Yang menghambat langkah kita, Bebatuan itu bagaikan stres, Yang membuat kita […] - [Meramu Rayu - Puisi Salma Nur Aini](https://ruangbestari.com/meramu-rayu-puisi-salma-nur-aini/): Meramu Rayu Karya: Salma Nur Aini Seorang anak kecil bermain dengan rembulan Di malam hari, bercengkerama dengan lintang Ia membasuh wajah dan kedua tangannya Lalu menghamba di atas rentang sajadah panjang Seorang anak kecil setahun lalu tidak kenal siapa Tuhan-nya Tidak tahu harus menghamba pada siapa Air tumpah-tumpah di sudut bola matanya Di jidatnya sudah […] - [Mencari Cahaya di Balik Bayang - Puisi Vira Aurelia](https://ruangbestari.com/mencari-cahaya-di-balik-bayang-puisi-vira-aurelia-2/): Mencari Cahaya di Balik Bayang Karya: Vira Aurelia Di malam pergantian tahun yang baru Resolusi berderai dalam hati yang kelam Curhatan terucap, seperti hujan di malam itu Mimpi-mimpi terkunci, ingin bebas terbang Takdirku, seperti bunga yang merekah Hanya dalam keheningan, curhatanku tersimpan Di setiap detik yang terjaga Harapku bertutur, merayakan kehidupan yang tercampak Aku ingin […] - [Mencari Cahaya di Balik Bayang - Puisi Vira Aurelia](https://ruangbestari.com/mencari-cahaya-di-balik-bayang-puisi-vira-aurelia/): Mencari Cahaya di Balik BayangKarya: Vira Aurelia Di malam pergantian tahun yang baruResolusi berderai dalam hati yang kelamCurhatan terucap, seperti hujan di malam ituMimpi-mimpi terkunci, ingin bebas terbang Takdirku, seperti bunga yang merekahHanya dalam keheningan, curhatanku tersimpanDi setiap detik yang terjagaHarapku bertutur, merayakan kehidupan yang tercampak Aku ingin terbang, lepas dari belenggu masaMelangkah tegap, meski […] - [Harapan di Tahun Depan 2024 - Puisi Nur Aisyah](https://ruangbestari.com/harapan-di-tahun-depan-2024-puisi-nur-aisyah/): Harapan di Tahun Depan 2024 Karya: Nur Aisyah Kehidupan telah ku tempuh Hari-hari ku dipenuhi dengan pengalaman Lelah sudah kurasakan Pelajaran pun sudah ku dapatkan Aku adalah seseorang yang pendiam Dengan jiwa semangat yang bergelora Menunggu keajaiban akan datang Menjadikan mimpi jadi kenyataan Jika patah aku tak ingin goyah Jika terjatuh aku tak ingin runtuh […] - [Tahun dan Harapan Baru - Puisi Reza Widialaeli](https://ruangbestari.com/tahun-dan-harapan-baru-puisi-reza-widialaeli/): Tahun dan Harapan Baru Karya: Reza Widialaeli Suara terompet memanggil-manggil Sorak-sorak ria terdengar tanpa henti Milyaran cahaya kembang api menari di langit Membentuk lukisan indah warna-warni Denting waktu bergerak tanpa henti Resolusi telah menanti Tentang secercah asa yang belum tergapai Mewujudkan harsa yang hampir mati Tahun lalu yang usang Jadikan batu loncatan Menuju masa depan […] - [Bagai Bilur yang Berbekas - Puisi Muhamad Arya Fadhillah](https://ruangbestari.com/bagai-bilur-yang-berbekas-puisi-muhamad-arya-fadhillah/): Bagai Bilur yang Berbekas Karya: Muhamad Arya Fadhillah Sinar bagaskara nan megah Menyinari setiap langkahku di dua belas purnama Harsa dan lara beterbangan kala ku berjalan di hari-hari itu Namun, setiap anca telah dilalui dengan teguh 2024… Akan menjadi sinar baru bagai arunika yang indah Menyinari hijaunya padang harapanku Harum bunga mawar yang kutanam Semoga […] - [Antara Toga dan Doa - Puisi Sandi Herdiansyah](https://ruangbestari.com/antara-toga-dan-doa-puisi-sandi-herdiansyah/): Antara Toga dan DoaKarya: Sandi Herdiansyah Embun pagi menjadi saksiSiulan burung pembuka hariSinar mentari perlahan meninggiMembangunkan diri menyambung perjuangan kembali Langkah ini kembali berjalanTeriring mimpi dalam setiap pijakanBuku dan pena saksi ketirnya perjuanganDari setiap harapan yang dirasa memilukan Tapi waktu mengajarkan dakuUntuk tidak tenggelam dalam kelam yang abuApalagi jika sorot mata itu selalu tertujuPengharapan orang […] - [Di Malam yang Indah Ditemani dengan Suara Terompet - Puisi Jun Saepuloh](https://ruangbestari.com/di-malam-yang-indah-ditemani-dengan-suara-terompet-puisi-jun-saepuloh/): Di Malam yang Indah Ditemani dengan Suara Terompet Karya: Jun Saepuloh Api menyala menghitung detik Siul terompet bersahutan di sekitar perkarangan dan trotoar Manusia menghitung mimpi yang terlaksana. Api dan asap menyatu pekat dengan petasan berontak. Di malam pergantian tahun Yang sangat indah itu Di temani dengan sebuah api kecil yang bersuara petasan dengan mengeluarkan […] - [](https://ruangbestari.com/9837-2/): Resolusi Aku dan HarapanKarya: La Ari Di depan mata, tahun baru tiba,Aku dan harapan bersatu dalam irama.Resolusi membawa kisah di hati,Langkahku melangkah, menantang hari. Aku, seperti buku yang belum terbuka,Resolusi membawa cerita yang baru.Harapan bersinar, seperti matahari pagi,Menyinari jalan, tak lagi ragu-ragu. Aku bermimpi, seperti anak kecil,Resolusi membawa impian yang sejati.Harapan menggema, seperti lagu kehidupan,Menyertai […] - [Resolusi - Puisi Putri Aulia Rahman Hasibuan](https://ruangbestari.com/resolusi-puisi-putri-aulia-rahman-hasibuan/): ResolusiKarya: Putri Aulia Rahman Hasibuan Dalam Pekanbaru, harapan menyala,Dua tahun berlalu tanpa ayah di sisimu.Kamar kos jadi saksi, kenangan tergurat,Aulia, mahasiswi penuh rindu pada ayahnya. Dalam kegelapan, hati remuk merintih,Terima kasih, diri yang tegar melawan badai.Meski gelap, aku masih bertahan,Sinar tersembunyi dalam perjuangan. Senyum terpendam, beban tak terlihat,Dalam sunyi malam, suara bisikan menguatkan.Hantaman luka, hampa […] - [Bunga Pemuda - Puisi Gesika Avelina](https://ruangbestari.com/bunga-pemuda-puisi-gesika-avelina/): Bunga Pemuda Karya: Gesika Avelina Kepada bungaku yang telah lama layu Bermekarlah merah ditanah-tanah serba keegoisan Tetaplah mewarnai kelabunya ruang yang hilang Kemerdekaanya Ketika hijau sawah, biru laut semakin murung Bebaskanlah kembali tubuhnya, senyumannya Jikalau gunung-gunung kehilangan kehormatannya Carilah keadilan bagi siapa yang memperkosannya Wahai bungaku, bukalah matamu pada setiap pekatnya hitam kebiadaban Lihatlah bagaimana […] - [Benih Cinta Panen Kebahagian - Puisi Tuhfah Azizah](https://ruangbestari.com/benih-cinta-panen-kebahagian-puisi-tuhfah-azizah/): Benih Cinta Panen Kebahagian Karya: Tuhfah Azizah Di desa Guci yang asri dan hijau Menteri lingkungan datang dengan gembira Hibah tanah dan dukungan diberikan Untuk komunitas berkelanjutan tercipta Teknologi dimanfaatkan dengan bijak Untuk melestarikan alam yang kita cintai Desa menjadi model inspirasi Anak-anak menjadi agen perubahan Sekolah hijau berdiri kokoh Rumah lingkungan pun terbangun Energi […] - [Cita-Cita Tinggi - Puisi Indra Kurniawan](https://ruangbestari.com/cita-cita-tinggi-puisi-indra-kurniawan/): Cita-Cita Tinggi Karya: Indra Kurniawan Di tahun baru ini, Resolusi berkembang seperti bunga, Harapan merekah di benak hati, Langkah baru, mimpi yang terus terjaga. Biar cerita masa lalu jadi pelajaran, Takbirkan peluang di setiap langkah, Birukan langit dengan mimpi-mimpi, Terbang tinggi, seperti burung yang bebas. Cita-cita tinggi, seperti gunung yang menjulang, Keikhlasan di hati, seperti […] - [Ujung yang Sama - Puisi Elkana Pujiando Manullang](https://ruangbestari.com/ujung-yang-sama-puisi-elkana-pujiando-manullang/): Ujung yang Sama Karya: Elkana Pujiando Manullang Tahun baru lagi Ingin resolusi serta rekontruksi tapi tanpa aksi Kau hanya berujung pada basa basi yang ada terkekang tanpa bisa keluar dari delusi apanya adaptasi kau hanya berhalusinasi Monolog dan narasi ujungnya ingkar dengan jati diri apakah tiap tahunmu hanya wadah rekreasi padahal hidup penuh konsekuensi Banyak […] - [Resolusiku - Puisi Tessa Anastasia Farasi](https://ruangbestari.com/resolusiku-puisi-tessa-anastasia-farasi/): Resolusiku Karya: Tessa Anastasia Farasi Terdengar parau sorakan penyambutan Dunia berisik menanti ujung waktu Ambisi yang terpendam memuncak dan mengubur rasa takut Rancangan dan wacana berbisik Telinga seakan tuli mengubah situasi Perjalanan yang panjang pun diisi kuatnya tantangan Resolusi kini bangkit Perlahan membangkitkan wacana hampa Resolusi pembangkit harapan Yang ditelan keresahan hati Ingin daku berambis […] - [Menatap Kuat 2024 - Puisi Yuda Bekti Utama](https://ruangbestari.com/menatap-kuat-2024-puisi-yuda-bekti-utama/): Menatap Kuat 2024 Karya: Yuda Bekti Utama Merangkak tanpa arah. Melangkah tanpa tujuan. Berlali penuh ambisi. Semua sudah ku akhiri.. Selamat dunia berangakan. Kini ku mulai menatap kedepan. Tahun yang baru akan segera datang. Mulai ciptakan gagasan demi gagasan. Gagasan menuju masa yang gemilang. Menyusun puing demi puing. Pecahan demi pecahan. Untuk tekat satu tujuan. […] - [Seimbang dan Baik-Baik Saja - Puisi Mochamad Rohimat](https://ruangbestari.com/seimbang-dan-baik-baik-saja-puisi-mochamad-rohimat/): Seimbang dan Baik-Baik Saja Karya: Mochamad Rohimat Selain ada beberapa gedung yang ingin aku cakar ada pula berbagai ranting tua yang akan aku bakar jika hari ini dalam ramai, maka besok akan kupilih sepi asal dari dasar ke puncak, biar terkejar terus menanjak Di perempatan jalan, bercabanglah pikiran orang mengartikannya sebuah kemacetan padahal sekadar mengantre […] - [Resolusi untuk Aku dari Aku - Puisi Aulia Alvinah Daulay](https://ruangbestari.com/resolusi-untuk-aku-dari-aku-puisi-aulia-alvinah-daulay/): Resolusi untuk aku dari akuKarya: Aulia Alvinah Daulay Mata yang menatap lekat pada langitSeraya ucapkan terima kasih pada diri sendiriAtas kegagalan dan pencapaian yang telah terlewatiAntara mencintai hidup dan menoreh luka ternyata tidak jauh berbeda. Harapan yang tertulis selalu melambung ke langit paling tinggiMengajarkan rasa ikhlas dan percaya pada diri sendiriSemua yang hilang akan bergantiSemua […] - [Bangkit Kembali - Puisi Cantika Mawarni](https://ruangbestari.com/bangkit-kembali-puisi-cantika-mawarni-2/): Bangkit Kembali Karya: Cantika Mawarni Di penghujung tahun ini Ku refleksikan kembali diri Lembaran baru akan terbentang Harapan baru kembali datang Mari bangkit dari tidur Tata semua hal yang baik Beribu mimpi singgah disini Beribu usaha kan dilalui Patah pucuk mungkin terjadi Gundah gulana menghampiri Bertekuk lutut tidak mengapa Tenggelam jangan terlampau lama Rangkul kembali […] - [Mengukir Cahaya di atas batu - Puisi Allifa Khoirol Wafa](https://ruangbestari.com/mengukir-cahaya-di-atas-batu-puisi-allifa-khoirol-wafa-2/): Mengukir Cahaya di atas batu Karya: Allifa Khoirol Wafa Bayang hitam nan geram menghantui Kelopak celah rasa, ingin selalu berlari Sebercak noda hati tertumpah menyirami Ingin kan terang tapi gelap mengikuti Langkah demi langkah Darap langkah kaki selalu menjelajah Nalar dan naluri kadang tergoyah Tapi angan meminta untuk tidak menyerah Kala senja itu Mengingatkanku akan […] - [Renungan Pemabuk - Puisi Imam Mujahidin](https://ruangbestari.com/renungan-pemabuk-puisi-imam-mujahidin/): Renungan Pemabuk Karya: Imam Mujahidin Aku persembahkan segelas khamer Kepada-Mu yang Maha Besar Syair ini bentuk penyesalan Bahkan ungkapan dari ketidakwarasan Tegukan pertama untuk amarah Tegukan kedua untuk patah Tegukan ketiga untuk pasrah Tegukan terakhir untuk berserah Ruang kepala penuh tanya Mengapa perjalanan ini begitu sengsara? Bahkan aku tak menemui bentuk yang sama Kepada ciptaan-Mu […] - [Bertarung Melawan Nasib - Puisi Ika Nur Hidayati](https://ruangbestari.com/bertarung-melawan-nasib-puisi-ika-nur-hidayati-2/): Bertarung Melawan Nasib Karya: Ika Nur Hidayati Berdiri tegak dengan satu tumpuan Sinar rembulan selalu memberi harapan Melawan rasa penuh keraguan Inilah cerita anak perantauan Tiadalah pemimpin lahir hanya dengan ijazah Tentu semua harus terus diasah Temukan tujuan yang berarah Karena senja tidak berjanji selalu indah Berbisik lirih kata banyak orang Katanya kegagalan pasti akan […] - [Pergantian Tahun - Puisi Rahmatul Qadri](https://ruangbestari.com/pergantian-tahun-puisi-rahmatul-qadri/): Pergantian Tahun Karya: Rahmatul Qadri Di malam yang dinanti-nanti… Di bawah cahaya sang bulan yang menyinari… Ku lihat indahnya petasan menari-nari… Membuat langit berseri-seri…. Petasan bertebaran dimana-mana… Membuatku terpesona denganya… Bunyinya makin menggema dengan meriahnya… Seperti harapanku untuk tahun berikutnya…. Oh Tahun Baru…. Semua Bahagia menyambut kedatanganmu…. Menyimpan kenangan-kenangan di masa lalu…. Dan bertemu harapan […] - [Merayakan Urban - Puisi Karina Dwi Anjarsari](https://ruangbestari.com/merayakan-urban-puisi-karina-dwi-anjarsari-2/): Merayakan Urban Karya: Karina Dwi Anjarsari Berabad-abad sudah berlalu Hanya ada desir angin menyusup kalbu Sepanjang waktu Menghisap udara tanpa titik temu rindu bersamamu, Adalah definisi merayakan hidup kala itu Dengan kalimat patah-patah seperti peta Mengapa masih saja merasa hilang arah? Seakan tak bisa damai tanpa suara gaduh bianglala, Jangan menjadi munafik bagi hal belum […] - [Tanah yang Terluka - Puisi Yeni Maulidah](https://ruangbestari.com/tanah-yang-terluka-puisi-yeni-maulidah/): Tanah yang Terluka Karya: Yeni Maulidah Tentang sebuah sisa perang Masihkah kau ingat gemertak tanah dan pasir beterbangan Dan darah yang menganak sungai Mengalir di poranda mukim bocah-bocah berlarian Dalam ayunan bayi yang tak henti melafazkan zikir Sembilu sepi bumi ini pun takkan mati Ia bergerak menjadikan tabir dan hijab yang kau telan Doa-doa sebatang […] - [Setiap Langkah Penuh Harap - Puisi Muhammad Raihan Anwar](https://ruangbestari.com/setiap-langkah-penuh-harap-puisi-muhammad-raihan-anwar/): Setiap Langkah Penuh HarapKarya: Muhammad Raihan Anwar Pulau yang indah, tempatmu tercintaAirmata mengalir, hati terpautLuka dan duka, kau tetap berdiriDi ruang luka, mereka dihancurkan di setiap langkahnya Anak yatim piatu dilahirkan dari anak yatim piatuSelalu berjuang, tak pernah menyerahIngin kami sampaikan, doa kami padamuDunia kita saat ini, semua makna telah hilang Semua perasaan manusia telah […] - [Palestina Tak Sendiri - Puisi Samsaratu Naimil Muna](https://ruangbestari.com/palestina-tak-sendiri-puisi-samsaratu-naimil-muna/): Palestina Tak Sendiri Karya: Samsaratu Naimil Muna Di tanah Palestina, kisah pilu bersemi, Merdeka yang terkungkung, jeritan hati pun terdengar. Dalam hiruk pikuk konflik tak berkesudahan, Palestina menanti keadilan, harapannya tak terucap. Di tanah yang rindu, Palestina tersenyum, Doa-doa mengalun, merindu pembebasan. Jeritan hati terdengar, di bawah langit malam, Gaza yang terluka, merindukan kedamaian. Kota-kota […] - [Palestina Engkau Pasti Merdeka - Puisi Iko Yuni Diastuti](https://ruangbestari.com/palestina-engkau-pasti-merdeka-puisi-iko-yuni-diastuti-2/): Palestina Engkau Pasti MerdekaKarya: Iko Yuni Diastuti Palestina, engkau adalah tanah yang muliaDi sanalah tempat para Nabi dan Rasul berjalanDi sanalah tempat para syuhada dan mujahid berjuang Di sanalah tempat para umat beribadah dan bersujud Palestina, engkau adalah tanah yang dicintai Oleh Allah, oleh Rasul, oleh seluruh muslimin Oleh sejarah, oleh budaya, oleh seluruh dunia […] - [Doa untuk Palestinaku - Puisi Nurul Hikmah](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestinaku-puisi-nurul-hikmah/): Doa untuk Palestinaku Karya: Nurul Hikmah Palestinaku Seuntai doa mengiring sujudku Untukmu wahai saudaraku Penuh asa untuk bisa menembuh langit birumu Wahai Palestinaku Engkau Negeri yang membumi Disini lah lahir para Nabi Disini lah Agama berdiri Wahai Palestinaku Engkau tetap teguh berdiri Meski perang menghampiri Hanya Tuhan yang akan menghakimi Wahai Palestinaku Maafkan aku yang […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Nurul Hikmah](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-nurul-hikmah/): Doa Untuk PalestinaKarya: Nurul Hikmah Cakrawala yang seharusnya bertaburan bintangKini berubah menjadi gelapSang surya seakan padamMengapa manusia senantiasa tamak? Lihatlah wajah yang penuh duka laraDalam hening malam terdengar jeritan-jeritanRiang gempita hanya berada dalam angan-anganBerapa, berapa lama lagi, Ya Tuhan? Bumi yang seharusnya asriBerubah menjadi mencekamKu angkat tanganku setiap saatMeminta semuanya segera berakhir Zionisme merajalelaSeorang demi […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Erni](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-erni/): Doa Untuk PalestinaKarya: Erni Di bawah langit biru yang luas,Kalian menatap masa depan dengan harapan. Meskipun cobaan melanda, kalian tak patah semangat,Semoga cahaya keadilan dan perdamaian menyinari jalan kalian. Jeritan anak-anak, suara perempuan dan laki-laki, Terdengar di seluruh Negeri ini yang tercinta.Mereka bermimpi tentang hari tanpa perang, Hari ketika cinta dan perdamaian akan menyapa. Kami […] - [Duka Palestina - Puisi Amellya Erza Putri Pramesti](https://ruangbestari.com/duka-palestina-puisi-amellya-erza-putri-pramesti/): Duka PalestinaKarya: Amellya Erza Putri Pramesti Kehilangan telah mereka rasakanLuka-luka telah mereka alamiSejarah panjang dan cobaan yang terus datangTapi jiwa semangat palestina tak pernah luntur Dengan harapan mereka berjuangTangis Ibu yang kehilangan anaknyaJeritan anak-anak yang merintih kesakitanTerasa ke seluruh Negeri Hari demi hari terus di perangiHarapan untuk tidak merasakan perang terasa tidak mungkinTapi semangat dan […] - [Al Aqsa Bunga Kehidupan Di Gaza - Puis Anisa Trisnawati](https://ruangbestari.com/al-aqsa-bunga-kehidupan-di-gaza-puis-anisa-trisnawati/): Al Aqsa Bunga Kehidupan Di GazaKarya: Anisa Trisnawati Hu ham ba hu ham ba hu ham baAllah, Allah, Allahuuuu, Allahu, Allahuuuu, Allahuu Zikir-zikir cinta kukirimkan dari taman surgawi tanah bulaengBunga- bunga yang dulu semerbak di tanah para khalifahKini, berguguran terhampar di gurun kebencianDi gurun amarahDi gurun letupan letupan senjata keserakahanLaillahailallah,Aku hanya diam ditaman- taman rumah […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Jihan Amelia Utami](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-jihan-amelia-utami/): Doa untuk Palestina Karya: Jihan Amelia Utami Tembok pencakar langit di sepanjang jalan Palestina Pesawat pembunuh mengancam ganas Ledakan meriam memekakan serta menguasai seluruhnya Tiada lagi ketenteraman dan ketenangan Di bawah langit yang cerah Saudara kita merintih atas penderitaannya Kami berdoa untukmu dalam cinta yang mendalam Palestina, kau tidak sendirian dalam perjuangan ini Palestina tanah […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Ika Putri Ramadhani](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-ika-putri-ramadhani/): Doa untuk PalestinaKarya: Ika Putri Ramadhani Di tanah yang merintik, tanahmu PalestinaDoaku menyelinap seperti angin lembutMatahari dan bulan menyaksikan penderitaanHarapan tumbuh di setiap sudut malam Reruntuhan menjadi saksi bisuCerita di balik dinding-dinding yang lemahAnak-anak mengejar bayang-bayang kebahagiaanDi tengah tanah yang rapuh oleh kepedihan Peluk doa dalam senyum anak-anakMembawa sinar di tengah kegelapanPalestina, bunga harapan di […] - [Ratap Doa Tanah Suci - Puisi Rahmatika Putri](https://ruangbestari.com/ratap-doa-tanah-suci-puisi-rahmatika-putri/): Ratap Doa Tanah SuciKarya: Rahmatika Putri Ya Allah Maha AdilTetapi anak Palestina tak juga berhenti Meratap dengan doaMemohon Keadilan-MuYa Allah Maha KasihKapan kau akhiri menderita tanah suci?Puing darah berserak persembahan duka nestapa Tangis anak yatim seakan tiada berpenghujungWahai Asmaul HusnaHanya pada-Mu kami berharapSemoga Kemurahan-Mu segera tercurah Pada tanah suci Filistin penuh cintaYa Rabbul IzzatiKami tak […] - [Doa di Tahun Baru untuk Kemenangan Palestina - Puisi Desi Lailatul Qodari](https://ruangbestari.com/doa-di-tahun-baru-untuk-kemenangan-palestina-puisi-desi-lailatul-qodari/): Doa di Tahun Baru untuk Kemenangan Palestina Karya: Desi Lailatul Qodari Hari ini langit masih lengkap dengan birunya Beberapa penduduk dunia sedang bersiap Hari ini katanya harus bahagia karena esok adalah tahun baru Ucap media barat dalam berita terkininya Senyumku sedikit palsu mendengar kebahagiaan yang mereka tunggu Karena tidak semua penduduk dunia bersiap dan merayakannya […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Rasya Raditya](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-rasya-raditya/): Doa Untuk PalestinaKarya: Rasya Raditya Di suatu tanah yang suciYang selalu disebut tanah para NabiYaitu adalah sebuah NegeriYang bernama Palestina yang kami cintai Di sana sedang terjadi peperanganYang dilakukan Negara tidak berkemanusiaanYaitu Israel yang tidak berpengetahuanYang hanya tahun tentang kekuasaan Di sana banyak para penghafal Al-Qur’anDan juga orang-orang berimanRumah-rumah mereka di hancurkanBahkan masjid pun tidak […] - [Harmoni Doa dan Perjuangan - Puisi Muhammad Fajrian Eko Putra](https://ruangbestari.com/harmoni-doa-dan-perjuangan-puisi-muhammad-fajrian-eko-putra/): Harmoni Doa dan Perjuangan Karya: Muhammad Fajrian Eko Putra Di tanah yang terhimpit derita Anak-anak Palestina berdiri tegar Doa menjadi senjata, hati penuh cita Mereka perjuangkan hak, dalam langit doa terangkat Dalam pelukan malam yang sunyi Mereka doakan tanah yang terluka Bertahan dalam bayang-bayang yang redup Doa adalah bunga harapan yang merekah Meski tanah terinjak-injak, […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Maman Malmsteen](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-maman-malmsteen/): Doa Untuk PalestinaKarya: Maman Malmsteen Di tanah yang rindu akan kedamaian,Doa terbang tinggi menyusuri angin,Palestina, Negeri yang terluka,Dalam pelukan cobaan yang tak berujung Bait-bait doa terukir di langit,Sebagai pelipur lara, sebagai sinar harap,Bunga-bunga kasih tumbuh di padang gersang,Doa kita mengalun merdu, mengalir tak terhenti Palestina, surga yang terlupa,Di sana bersemi kisah perjuangan,Doa kita menyelimuti bumi […] - [Senandung Harapan - Puisi Isnaeni Qurotun Nisyak](https://ruangbestari.com/senandung-harapan-puisi-isnaeni-qurotun-nisyak/): Senandung Harapan Karya: Isnaeni Qurotun Nisyak Tubuh kecilmu meringkuk sembari menangis tanpa suara Mentap nyalang tubuh tak bernyawa orang-orang tercinta Ledakan senjata pun menjadi senandung pengantar tidurnya Mimpi indahmu ikut dihabisi seolah hidup ada di tangan mereka Moncong senjata penuh amunisi mulai membabat habis Membunuh senyuman manis kanak-kanak dengan bengis Melihatnya pun sungguh, sangatlah miris […] - [Untaian Doa ntuk Palestina - Puisi Queeneisha Raniah](https://ruangbestari.com/untaian-doa-ntuk-palestina-puisi-queeneisha-raniah/): Untaian Doa ntuk Palestinakarya: Queeneisha Raniah Di bawah langit biru yang berduka, Palestina, doa kita menari meminta. Harapkan damai dalam setiap doa,Doa yang tak berhenti mengalun dalam iba. Embun pagi berbisik di dedaunan yang penuh debu, Memohon damai, puisi doa yang suci.Reruntuhan sejarah, Suara takbir memanggil haruDoa kita naik ke langit, membangun harapan yang abadi. […] - [Ceritakanlah Padaku - Puisi Kayla Ghifari Ahmad](https://ruangbestari.com/ceritakanlah-padaku-puisi-kayla-ghifari-ahmad/): Ceritakanlah Padaku Karya: Kayla Ghifari Ahmad Kawan, Ceritakanlah padaku Tentang meriam waktu Yang menggelegar Di beranda hatimu Ketika luka masih basah Di pelabuhan darah Di tanah Al Quds tercinta Kawan, Ceritakanlah padaku Tentang episode kisahmu Di panggung kehidupan Bertema kematian Kawan, Ceritakanlah padaku Tentang angin yang menggesa Tubuh-tubuh tanpa dosa Yang terbaring di gelaran Tangis […] - [Suara Hati untuk Bumi Palestina - Puisi Glen First Parampo](https://ruangbestari.com/suara-hati-untuk-bumi-palestina-puisi-glen-first-parampo/): Suara Hati untuk Bumi Palestina Karya: Glen First Parampo Duhai Palestina Bagaimana aku bisa melupakanmu Di tanahmu hujan air mata tak pernah berhenti Roket dan senapan menjadi teman yang harus menghantammu Meluluhlantakkan rasa kemanusiaan Palestina bias mentari menyinari Negerimu dengan indah Coretan pelangi menyinari negerimu Keindahan beserta senyum manis tawa bahagia Siluet-siluetmu hiasi ufuk pancarkan […] - [Palestinamanya - Puisi Fakhri Ardan Naashir](https://ruangbestari.com/palestinamanya-puisi-fakhri-ardan-naashir/): Palestinamanya Karya: Fakhri Ardan Naashir Dari lidah yang fasih hingga cadel kita rapalkan doa demi doa Dalam ragam bahasa Ibu, Bapak, lingkungan, keyakinan, Agama Teruntuk suatu Bangsa di Timur Tengah sana: Palestinamanya Walau mungkin dengan lidah dan bahasa yang sama Kita matikan hati demi hati orang Tapi sungguh dalam tiap-tiap doa itulah wujud penghargaan Terhadap […] - [Kudoakan Mereka - Puisi Oktavia Adis Maratu Shalehah](https://ruangbestari.com/kudoakan-mereka-puisi-oktavia-adis-maratu-shalehah/): Kudoakan Mereka Karya: Oktavia Adis Maratu Shalehah Palestina, tempat seribu ujian Kuat dalam cobaan dan rintangan Kini harus mempertaruhkan kematian Ikhlas di bantu banyaknya relawan Aku tahu betapa sulitnya mereka di seberang Yang terus menerus di hadang Jika tidak seperti ini tidak akan terjadinya perang Hanya kesabaran walau rintangan selalu datang Palestina, tempat seribu ujian […] - [Harapan di Tengah Badai - Puisi Nidia Sabela](https://ruangbestari.com/harapan-di-tengah-badai-puisi-nidia-sabela/): Harapan di Tengah Badai Karya: Nidia Sabela Palestina, Negeri yang teraniaya Doa kami selalu menghampiri Perjuangan terus berlanjut membara Keadilan, tujuan yang kami jeritkan Dalam kegelapan yang menyelimuti Keindahanmu tetap memancar terang Meski badai terus menerpanya Hati kami tetap dalam solidaritas Rintihanmu bergema di seluruh dunia Menggema di sanubari setiap insan Doa kami bersatu dalam […] - [Untuk Gaza Menuju Langit - Puisi Garnis Desvita M](https://ruangbestari.com/untuk-gaza-menuju-langit-puisi-garnis-desvita-m/): Untuk Gaza Menuju Langit Karya: Garnis Desvita M Di tengah gemuruh ledakan Di sekeliling reruntuhan bangunan Di bumi yang ternoda darah Kami persembahkan doa Ya Rab… Kuasa-Mu maha kuat dari lemahnya usahaku Rahmat-Mu maha luas dari kecemasanku Terangilah jalan dengan Nur-Mu untuk para mujahid dan kuatkanlah hati saudaraku Mata anak-anak Gaza dan jutaan generasi baru […] - [Palestina Dalam Sujud - Puisi Serlina Amanda](https://ruangbestari.com/palestina-dalam-sujud-puisi-serlina-amanda/): Palestina Dalam Sujud Karya: Serlina Amanda Angin mengalun mebawa suara riuh Mengalir pilu di pelupuk mata menahan derita Mereka berdiri teguh, meski badan tertatih rapuh Di tanah palestina, mengenang luka yang terus tumbuh Ooo Tuhanku… Dengarlah jeritan doa kami, atau mungkin Dengarlah jerit tangis penuh duka balita Gaza Menatap langit meski asap hitam menutupi Berharap […] - [Doa Sebelum Tidur - Puisi Lalu Hardi](https://ruangbestari.com/doa-sebelum-tidur-puisi-lalu-hardi/): Doa Sebelum Tidur Karya: Lalu Hardi Ketika gelap jatuh Doa menyerahkan diri sebagai panah yang tepat sasaran Sebagai peluru yang tidak terkendali Dan hujan yang tumpah Tuhan Jika hari ini adalah hari terakhirku membuka mata Aku ingin menghabiskan sisa umur dengan berdoa untuk saudara di Palestina Biarkan doaku mendekati mereka secara diam-diam Untuk menjaga semuanya […] - [Palestina Al-Quds - Puisi Nayla Aurelia](https://ruangbestari.com/palestina-al-quds-puisi-nayla-aurelia/): Palestina Al-Quds Karya: Nayla Aurelia Bising hujan peluru menderu tak henti di langit abu Gelegar bom bak auman singa lapar bersahutan membiru Inikah tanah para utusan Tuhan yang dinistakan? Banjir darah dan air mata saksi derita tak terperikan Adakah yang lebih kejam daripada terkurung di Negeri sendiri? Tanpa air, cahaya, komunikasi, bahkan materi Bocah-bocah tak […] - [Semoga Untukmu Saudaraku - Puisi Ananda Annisa Amalia](https://ruangbestari.com/semoga-untukmu-saudaraku-puisi-ananda-annisa-amalia/): Semoga Untukmu Saudaraku Karya: Ananda Annisa Amalia Kita tak pernah berjumpa… Bahkan bertegur sapa… Kenal pun tak jua… Tapi batin ini menyapa… Saudaraku… Mungkin aku tak sedarah denganmu… Kau tak mengenalku… Ku pun juga begitu… Kita ditakdirkan seirama… Karena adanya takdir yang istimewa… Menjadi umat-Nya… Pemilik alam semesta… Aku terluka… Terkulai lemas… Padahal aku tak […] - [Sebiji Zarah di Palestina - Puisi Heru Anugrah Pratama](https://ruangbestari.com/sebiji-zarah-di-palestina-puisi-heru-anugrah-pratama/): Sebiji Zarah di Palestina Karya: Heru Anugrah Pratama Sebiji zarah tergeletak di bumi yang tandus, Di bawah langit Palestina, mengisahkan kisah pilu. Kecil dan rapuh, tetapi penuh perlawanan, Sebiji zarah, saksi bisu penderitaan tanah itu. Matahari merah menyinari tanah yang terluka, Sebiji zarrah menangis dalam keheningan malam. Dalam remang-remang bulan, ia bersyukur hidup, Sebab di […] - [Palestina - Puisi Siti Agustina](https://ruangbestari.com/palestina-puisi-siti-agustina/): Palestina Karya: Siti Agustina Langit kala itu gelap gulita Senja tak dapat menembus kegelapan nya Bagai dukhan yang mengancam nyawa Keserakahan telah merenggut senyuman Palestina Mereka menangis dalam kesunyian Mereka hidup dalam suara ledakan dan tembakan Israel bengis bagai iblis yang memakan manusia Mereka memakan Palestina… Anak kecil yang seharusnya bermain dengan tawa Dipaksa untuk […] - [Sejuta Rindu untuk Kebebasanmu - Puisi Nur Fadillah Zahra](https://ruangbestari.com/sejuta-rindu-untuk-kebebasanmu-puisi-nur-fadillah-zahra/): Sejuta Rindu untuk Kebebasanmu Karya: Nur Fadillah Zahra Runtuh sudah sanubariku Menyaksikan sarah saudaraku bersimbah satu persatu Tidak ada kata ampun mereka dibuatnya Luka luka seakan tersayat di ujung nadi Tak henti henti aku mengucap Dimanakah kemanusiaan pergi? Tak ada satupun yang kuharapkan Selain kebebasannya yang telah hilang bagai diterpa angin Berikan mereka kebabasan dan […] - [Doaku Untukmu - Puisi Diana Putri](https://ruangbestari.com/doaku-untukmu-puisi-diana-putri/): Doaku UntukmuKarya : Diana Putri Atma tenteram seakan berubah menjadi nestapaDikala telingaku mendengar kabar darinyaPalestinaDia sedang terluka Dengan hati sesakSenyum tak lagi terukirAir mata terus mengalirAnak kecil, remaja, dewasa, tua, muda terombak Negeri kami banjir air mata dan darahSayap-sayap kecil sedang beterbangan mencari mimpiJiwanya telah direnggutZionisme merajalela Ya Allah Ya tuhan kamiAku menengadah memohon ridamuLindungilah […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Teti Khoirun Nisa](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-teti-khoirun-nisa/): Doa untuk Palestina Karya: Teti Khoirun Nisa Di bumi yang penuh dengan cerita derita, Palestina, negeri yang tersiksa, Doa kita menyatu, mengalun lembut, Agar damai hadir di bawah langitmu. Ya Allah, peliharalah tanah yang kering, Di antara reruntuhan dan kepedihan, Sentuhlah hati para pejuang yang gigih, Hidupkanlah lagi cahaya di mata anak-anak yang penuh impian. […] - [Guruku Terus Mengabdi - Puisi Irma Nur Diana](https://ruangbestari.com/guruku-terus-mengabdi-puisi-irma-nur-diana/): Guruku Terus Mengabdi Karya: Irma Nur Diana SETIAP PAGI KAU KAYUH SEPEDAHMU DENGAN PENUH HARAP MELIHAT ANAK DIDIKMU MEMBERI ILMU UNTUK BEKAL MASA DEPAN MENDIDIK DAN MEMBIMBING PENUH HARAP SUARAMU DENGAN LANTANG MEMANGGIL KAMI MENYIAPKAN KAMI MENJADI MURID DISIPLIN TAK PERNAH KAU MENGELUH DENGAN KENAKALAN KAMI GURUKU KAU TETAP TERSENYUM SABAR MENGHADAPI KAMI SETIAP HARI […] - [Terang Tak ‘Kan Sirna - Puisi Iit Purnama Asri](https://ruangbestari.com/terang-tak-kan-sirna-puisi-iit-purnama-asri/): Terang Tak ‘Kan Sirna Karya: Iit Purnama Asri Seumpama aliran hujan menyentuh tanah dapat berkata. Pasti dia berkata. Tentang hari ini. Di ruang minim cahaya, tanpa terang lampu di atasnya 33 insan putih biru hembuskan ilmunya Di atas buku dengan iringan bolpoin bagai rima Tuntaskan tugas-tugas mulia di pundaknya Melalui kasih, pengajaran, takarir kuberikan sewaktu-waktu […] - [Dalam Ingatanku - Puisi Ruhana Chairini](https://ruangbestari.com/dalam-ingatanku-puisi-ruhana-chairini/): Dalam IngatankuKarya: Ruhana Chairini Sejak dulu…Aku mengenalmu sebagai negeri yang indahSebagai negeri yang suburNegeri yang memberi rasa damaiDamai dalam rasa, teduh dalam pandanganSejak dulu aku diberi tahu …Negeri ini dikenal dunia sebagai negeri yang elokLaku anak negerinya menyejukkan rasaTutur nan lembut kala menyapa Kini…negeri ini menapaki kemajuan zamanBerlari dalam perkembangan teknologiSemua serba mudah, serba canggih, […] - [Menyulam Pendidikan Bahagia - Puisi Sui Liung, S.E.AK](https://ruangbestari.com/menyulam-pendidikan-bahagia-puisi-sui-liung-s-e-ak/): Menyulam Pendidikan Bahagia Karya: Sui Liung, S.E.AK Di tahun baru yang kini bersemi, Resolusi ku, sebagai guru, berseri, Menyulam pendidikan dengan senyuman, Di dalam kelas, cinta dan ilmu tumbuh bersama. Resolusiku seperti benang halus, Menyusun jalinan antara hati dan buku, Tak hanya mengajar, tapi juga mencipta, Suasana belajar penuh keceriaan dan kasih. Dalam lorong pendidikan […] - [Lakon Terbaik Sepanjang Sejarah - Puisi Destri Mairoza](https://ruangbestari.com/lakon-terbaik-sepanjang-sejarah-puisi-destri-mairoza/): Lakon Terbaik Sepanjang SejarahKarya: Destri Mairoza coba kautunjukkan satu mantra penakluk hatibiar kujampikan di semenanjung ilmu, tempat arus pasang; hilir-mudik berganti surutakan terus kurapalkan pada ubun-ubun cicit dengan senyum lugu berbagai polah-tingkah, menuntutmu tegak pada harga sebuah profesi mulia, katanyanamun keluhmu tak terbaca masa, tinggal zaman mengubah segala makna kini kau diberi kata ‘Merdeka’, aku […] - [Sagu Hati Pemilik Hati - Puisi Seni Handiyani](https://ruangbestari.com/sagu-hati-pemilik-hati-puisi-seni-handiyani/): Sagu Hati, Pemilik Hati Karya: Seni Handiyani Menyematkan janji pada ranting-ranting pohon kehidupan yang rimbun menaungi jalan setapak merebak ke arah muruah Menyemaikan zuriah di tanah basah tercurah berkah dari setiap putik puspa asa menanti menyembul cantik Pucuk rumbah pertanda pepohonan bersemi siratkan semaian, rindang pengharapan, Tak ingin angin merontokkannya, kuikat erat tangkai-tangkai jelmaan ocehan […] - [Kutabur Benih Untukmu - Puisi Siti Suci Winarni](https://ruangbestari.com/kutabur-benih-untukmu-puisi-siti-suci-winarni/): Kutabur Benih Untukmu Karya: Siti Suci Winarni Pancaran matamu Menanti curahan segala asa yang masih kugenggam Sedikit kutabur lalu kusiram Selalu kulangitkan doa penuh harapan Dengan senyum kautuai bulir-bulir indah menyembul di tangkai Aku turut bahagia walau hanya memandang Tak memegang dan memetiknya Anganku selalu mengembara Di belantara asa yang menghiasi setiap mimpiku mimpimu dan […] - [Memintal Benang Digital dalam Tubuh Instruksional - Puisi Nurul Insan](https://ruangbestari.com/memintal-benang-digital-dalam-tubuh-instruksional-puisi-nurul-insan/): Memintal Benang Digital dalam Tubuh InstruksionalKarya: Nurul Insan Di antara carut-marut dan spekulasi dunia pendidikanAtas dogma-dogma yang menuntut sistem pengajaranAgar tercapai prinsip kebermaknaan dan berkelanjutanBerlayarlah bahadur menyelami dalam taktik pembelajaran Lantaran, pendidikan umpama tubuh samudra luasBertabur riak dalam pasang surut tiada batasMerentas kebodohan dengan taktik dan strategi cerdasDemi terciptanya generasi andal dan berkualitas Namun, pendidikan […] - [Ruang Waktu - Puisi Tutut Hilda Rahma](https://ruangbestari.com/ruang-waktu-puisi-tutut-hilda-rahma/): Ruang WaktuKarya: Tutut Hilda Rahma Ruang waktu berlari cepat berlaluSilih berganti tahun yang baruMarilah satukan tekad duhai guruSebab engkau lah sumber ilmu Mendidik dengan hatiMemandangi jiwa-jiwa penuh mimpiTahun baru haruslah refleksi diriAgar semakin menginspirasi Guru tak sekedar mengejar pangkatTetapi harus menjadi pribadi yang hebatSehingga prestasi siswa semakin meningkatDan ilmu pun semakin manfaat Duhai guru yang […] - [Asa yang Berpijak - Puisi Bogie A. Maharani](https://ruangbestari.com/asa-yang-berpijak-puisi-bogie-a-maharani/): Asa yang BerpijakKarya: Bogie A. Maharani Selamat pagi arunika yang berkobarMembuka jendela negeri begitu jembarMerasakan aroma semangat hingga berdebarMembunyikan alunan merdu sampai sesumbar Saat …Yang biasa ku sebut sebagai siswaYang terbiasa menatap penuh lekatYang berbicara dengan harapSerta merangkul untuk ku ucapkan ‘Kamu Bisa’ Akankah kali ini aku harus diamMelihat dunia sudah menuaBerpikir aku tak akan […] - [Aku Teman Baikmu - Puisi Mahmudah Mudah](https://ruangbestari.com/aku-teman-baikmu-puisi-mahmudah-mudah/): Aku Teman Baikmu Karya: Mahmudah Mudah Hai para penerus bangsa Perkenalkan ini aku Aku manusia biasa Yang ditutntut luar biasa Mari kita berproses bersama Demi cita-cita bangsa Indonesia Membentuk insan cendekia Menanamkan akhlak mulia Mari saling mengenal Mari saling bekerjasama Aku mengenalmu Aku akan mengenalkanmu Mengenal karaktermu Mengenal latar belakangmu Mengenalkanmu pengetahuan baru Mengenalkan perilaku […] - [Resolusiku sebagai Guru di Tahun 2024 - Puisi Agung Maulana](https://ruangbestari.com/resolusiku-sebagai-guru-di-tahun-2024-puisi-agung-maulana/): Resolusiku sebagai Guru di Tahun 2024Karya: Agung Maulana Di tahun dua ribu dua puluh empat berbisik resolusikuSebagai guru, hati terbuka, ilmu yang bersemi ituBukan hanya di kelas, namun dalam kehidupan sehari-hariResolusiku membawa makna, mengajar dengan penuh kasih sayang Janji dalam setiap langkahResolusiku mengukir, jejak yang tak pernah terhapusMengajar dengan penuh kehangatanGuru sebagai pilar, membentuk generasi […] - [Mahkota Nirmala - Puisi Asri Maulana](https://ruangbestari.com/mahkota-nirmala-puisi-asri-maulana/): Mahkota Nirmala Karya: Asri Maulana Semilir angin yang berhembus dengan sopannya menyejukkan jiwa Dikala sang rembulan duduk manis diam di atas sana Daku berpikir tiada henti-hentinya untuk menimbang asa Hingga entah kemana haluan utama akan kubawa Bersiap, menyimpul tali sepatu dan mengencangkan dasi Bertanya-tanya pada diri yang kini mengemban tugas adipati Mendayung berbekal restu orang […] - [Secercah Harapan Untukmu - Puisi Pirena Djati Arga Wibisono](https://ruangbestari.com/secercah-harapan-untukmu-puisi-pirena-djati-arga-wibisono/): Secercah Harapan UntukmuKarya: Pirena Djati Arga Wibisono Sunyi mengetuk pintuSeakan mengisyaratkan sesuatuTak ayal ku menengadahkan tanganMemohon pertolongan Sang Khalik Entah apa yang terlintas di pikirankuSehingga kini jiwaku bersatuDengan kerabat tak bersalahYang gugur di ujung jalur Gaza Tak banyak yang kutahu memangTapi sehelai rambut jatuhpun ku tak relaKu membayangkan raga dan nyawaBerjatuhan tak berdosa di tanah […] - [Ada Al Aqsa di Nusantara - Puisi Moch Imron Rosyidi](https://ruangbestari.com/ada-al-aqsa-di-nusantara-puisi-moch-imron-rosyidi/): Ada Al Aqsa di NusantaraKarya: Moch Imron Rosyidi Ada tangis di antara lonceng dan azan di lembah Betlehem.Ada cinta di penghujung lorong gelap Ibu Kota Jakarta.Ada teriakan di sepanjang jalan antara Moskow dan Kherson.Ada doa di setiap mihrab rumah Nusantara. Ada duka diantara mereka yang bertikai di Taliban.Ada tawa di pojok kumuh Surabaya.Ada luka di […] - [Bumi Palestine - Puisi Ananda Iffat Salsabil](https://ruangbestari.com/bumi-palestine-puisi-ananda-iffat-salsabil/): Bumi PalestineKarya: Ananda Iffat Salsabil Langit biru berganti abuKian dunia di rundung rasa piluBanyak nya tangis hingga tersedu-seduTidak sedikit dari mereka kehilangan Ayah dan Ibu Ayah…Mereka berdarah dinginDi bawah abu berlapis anginSemua orang tengah berlarianKetenangan perlahan mulai menghilang Rindu tak jarang mereka rasaSelalu ada luka yang tergores di tubuh merekaRasa sakit yang terus melandaKalimat takbir […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Muhammar Khadafi](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-muhammar-khadafi-2/): Doa untuk Palestina Karya: Muhammar Khadafi Bumi bergetar langit pun tak berwarna Terdengar jerit sakit Yang di iringi jatuhnya bebatuan Sakit yang ku rasa hingga menjadi air mata Sakit Ya Allah….. Tiada yang paling berharga Selain bertemu dengan keluarga tercinta Namun semua hanyalah takdir yang maha kuasa Ya Allah berilah mereka ketenangan Berilah mereka kehidupan […] - [Mimpi dan Tangisan dari Sang Tidak Bersalah - Puisi Joy Stephanie](https://ruangbestari.com/mimpi-dan-tangisan-dari-sang-tidak-bersalah-puisi-joy-stephanie/): Mimpi dan Tangisan dari Sang Tidak BersalahKarya: Joy Stephanie Aku ingin bebas dari belenggu ini,Namun kalian menghancurkannya.Mimpi-mimpi kami kalian hancurkan,Rumah kami kalian binasakan dengan senjata itu. Kami salah apa? kami harus bertahan dengan apa?Kami harus berdiri dengan apa? sudah hilang harapan kami,Sudah kehilangan cara berpikir kami.Hanya bisa menangis dan meronta ,Dan terdiam seakan kami mematung […] - [Secercah Asa Untuk Palestina - Puisi Hana Amalia Yakub](https://ruangbestari.com/secercah-asa-untuk-palestina-puisi-hana-amalia-yakub-2/): Secercah Asa Untuk Palestina Karya: Hana Amalia Yakub Hari demi hari silih berganti Langit yang cerah berubah menjadi gelap Rembulan malam tampak meredup Seolah ikut berduka melihat palestina Aku panjatkan seuntai harapan di keheningan malam Membayangkan palestina bebas dari peperangan Tangisan kalbu mengalun syahdu Bercampur menjadi satu bersama tetes air mata Asa yang mengalir deras […] - [Secercah Asa Untuk Palestina - Puisi Hana Amalia Yakub](https://ruangbestari.com/secercah-asa-untuk-palestina-puisi-hana-amalia-yakub/): Secercah Asa Untuk Palestina Karya: Hana Amalia Yakub Hari demi hari silih berganti Langit yang cerah berubah menjadi gelap Rembulan malam tampak meredup Seolah ikut berduka melihat Palestina Aku panjatkan seuntai harapan di keheningan malam Membayangkan palestina bebas dari peperangan Tangisan kalbu mengalun syahdu Bercampur menjadi satu bersama tetes air mata Asa yang mengalir deras […] - [Barometer Keimanan - Puisi Viannisa Rahma Rizqia](https://ruangbestari.com/barometer-keimanan-puisi-viannisa-rahma-rizqia/): Barometer Keimanan Karya: Viannisa Rahma Rizqia Palestina oh Palestina Negara yang tak akan pernah hilang Selalu ada pada hati umat manusia Bukan tentang Agama Bukan tentang Negara Ini dasar kemanusiaan Palestina oh Palestina Di situ iman kita terukur Bagai dasar yang telah ditentukan Di pukul tidak mundur Di junjung tidak meninggi Sangatlah istimewa kesayanganku ini […] - [Doa Kami untuk palestina - Puisi Andika Pratama](https://ruangbestari.com/doa-kami-untuk-palestina-puisi-andika-pratama/): Doa Kami untuk palestinaKarya: Andika Pratama PALESTINA…Tanah yang indah dengan para syuhadaTanah luhur yang sangat kami cintaiPara syuhada yang mempertahankan tanah kelahirannyaDemi menjaga tanah suci umat Islam dari tangan keegoisan Ya Allah…Ya RabbLuluh dan pilu menyayat kalbuSaat tahu saudaraku menangis terseduSaat seorang anak yang mencari Ibu…Namun yang ditemuinya hanya tubuh yang telah membisu Wahai saudaraku […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Nahlatun salsabila](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-nahlatun-salsabila/): Doa untuk Palestina Karya: Nahlatun salsabila Suara gemuruh diselimuti tangisan Rumah ternyaman telah menjadi reruntuhan Kebahagiaan menghilang menjadi teriakan Tawa anak-anak akhirnya menghilang Tiada cahaya lentera kecuali keimanan Tiada sesuap nasi kecuali lantunan zikir Tiada tempat untuk bersembunyi Tiada celah untuk dilewati Oh saudaraku, Palestina Keimanan akan menjadi lentera penerang jalanmu Ketakwaan akan membimbing langkahmu […] - [Pembelajar Sepanjang Hayat - Puisi Avvi Nopvianto, S.Pd.](https://ruangbestari.com/pembelajar-sepanjang-hayat-puisi-avvi-nopvianto-s-pd/): Pembelajar Sepanjang Hayat Karya: Avvi Nopvianto, S.Pd. Waktu membawa kita terus melaju, tanpa ampun Menatap kelu meragu atau menatapnya tajam nan sigap Waktu menyisakan haru atau akan membuatmu biru Kamulah pengendali itu, karena waktu tak bisa kita halau Waktu akan terus melaju Warna biduk yang sudah kita lewati tak hanya satu atau dua warna saja […] - [Prespektif Langit untuk Palestina - Puisi Junia Mayang Sari](https://ruangbestari.com/prespektif-langit-untuk-palestina-puisi-junia-mayang-sari/): Prespektif Langit untuk PalestinaKarya: Junia Mayang Sari Ada sebuah tempat yang kau jumpai manusia yang memberi lalu memberi tanpa harap materiDengan sebuah ucapan terima kasih untukmu di Negeri iniSebagian orang lain sibuk untuk memperkaya diri, menumpuk pundi-pundiNamun, disana anggota tubuh, bahkan nyawa pun rela mereka berikan Dalam negeri tercinta untuk kemenangan islam di seluruh negeriKehilangan?Tidak […] - [Resolusiku sebagai Guru - Puisi Demisa Nurul Haqi](https://ruangbestari.com/resolusiku-sebagai-guru-puisi-demisa-nurul-haqi/): Resolusiku sebagai Guru Karya: Demisa Nurul Haqi Di tahun baru, resolusi kumenggebu, Sebagai guru, tuntaskan ilmu. Pelajaran bermakna, tumbuhkan budi, Dalam kelas, cahaya terang jadi bukti. Resolusiku terukir di langit biru, Menjadi guru, hati penuh dedikasi. Bimbing anak-anak, seperti cahaya, Agar terang benderang, ilmu terpancar jelas. Tak hanya materi, moral pun terasah, Resolusi guru, jadi […] - [Gaza Tanpa Puisi - Puisi Syamsul Rizal Ikhwan](https://ruangbestari.com/gaza-tanpa-puisi-puisi-syamsul-rizal-ikhwan/): Gaza Tanpa Puisi Karya: Syamsul Rizal Ikhwan Ketika kau bertanya : “Mana puisi untukku?” Kumohon maafmu, Gaza Laguku tak cukup nada Tuk menyanyikan lara hidupmu Lautku tak cukup tinta Tuk goreskan kisah juangmu Langitku tak cukup warna Tuk lukiskan kokoh jiwamu Gaza… Tak sirna sabarmu Meski hanya doa terkirim untukmu Tak habis ikhlas syahidmu Meski […] - [Belajar, Bukan Mengajar - Puisi Devi Nur Hayati](https://ruangbestari.com/belajar-bukan-mengajar-puisi-devi-nur-hayati/): Belajar, Bukan Mengajar Karya: Devi Nur Hayati Setiap murid menganggap guru si paling pintar Mengajarkan satu materi hingga ke akar Dari yang awalnya tidak tahu Menjadi ingin tahu Padahal, bukan begitu yang terlihat Mereka harus membuat strategi untuk memahat Bahkan rencana lain harus siap sedia Menutupi rencana yang luntur begitu saja Mereka melihat guru bisa […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Fina Auliatur Rohmah](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-fina-auliatur-rohmah/): Doa untuk PalestinaKarya: Fina Auliatur Rohmah Di bawah langit biru Palestina yang indahPerang telah melukai, perang telah merusakKami berdoa kedamaian, kami berdoa untuk cahayaUntuk menggantikan malam yang gelap telah berlalu Puing-puing dan luka-luka yang tak terhitungMengenang pertempuran dan penderitaan yang telah terjadiKami bersatu dalam doa, dalam hati yang tulusMemohon agar kebaikan dan cinta datang menyentuhmu […] - [Aku Berbenah - Puisi Ni Kadek Juliani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/aku-berbenah-puisi-ni-kadek-juliani-s-pd/): Aku Berbenah Karya: Ni Kadek Juliani, S.Pd. Ku rasa… Aku rindu… Meski kadang… Aku pernah merasa jenuh… Tapi entah mengapa? Saat aku masuk ke kelas Raut wajahku seketika berubah Entah darimana energi kuat itu berasal? Energi yang menarik garis senyumku ke atas dan begitu lebar Kelelahanku sirnah begitu saja… Setelah kulihat raut wajah muridku yang […] - [Negeri yang Tak Tergoyahkan oleh Masa - Puisi Afifah Nur Istiqomah](https://ruangbestari.com/negeri-yang-tak-tergoyahkan-oleh-masa-puisi-afifah-nur-istiqomah/): Negeri yang Tak Tergoyahkan oleh Masa Karya: Afifah Nur Istiqomah Di bawah hamparan langit biru Yang tambakkan cahayanya dengan tenang Di bawah situlah, kepedihan yang darah membiru tertanam Seperti langit yang ternoda, Menyisakan insan yang saling melukai Tak mungkin secepat itu mereka lupa Anak-anak yang kehilangan masa kecilnya Kesedihan yang terpatri dalam hati Orang tua […] - [Kidung Sendu Guru Honorer - Puisi Lihali Maratus Solihah](https://ruangbestari.com/kidung-sendu-guru-honorer-puisi-lihali-maratus-solihah/): Kidung Sendu Guru Honorer Karya: Lihali Maratus Solihah Dalam sekat peribadatan Aku hidup di antara harap dan ketentuan Kompetensi meningkat layaknya harga pangan Rumitnya tuntutan mengajar bagai hawa panas dunia perpolitikan Aku hanyalah kepingan biji jagung di hamparan Mengemban banyak nama tuk dirakit menjadi dewasa yang berwawasan Membangun fondasi kehidupan di atas bayaran edan Menorehkan […] - [Kita Pernah Belajar - Puisi Bayu Susanto](https://ruangbestari.com/kita-pernah-belajar-puisi-bayu-susanto/): Kita Pernah Belajar Karya: Bayu Susanto Kita pernah merasa Mengingat, menemukan, dalam pencarian Kita beregenerasi Berpaut dalam cengkrama Kita pernah Bersama Mendedikasikan diri di sebuah ruang lingkup Menyampaikan dan menerima Beresonansi menggetarkan harapan dan cita Kata himbauan menumbuhkan persepsi Jadi argument berupa persuaif Mengatakan: “Kalian adalah generasi muda penerus bangsa” Tentang ilmu kami yang lebih […] - [Surga Memelukmu - Puisi Inanda Berliana Sava](https://ruangbestari.com/surga-memelukmu-puisi-inanda-berliana-sava/): Surga Memelukmu Karya : Inanda Berliana Sava Dalam balutan tangis Mereka merasakan sakit Mereka merasakan lapar Dan mereka merasakan kehilangan Tak ada yang bisa ku ucap Selain kata maaf Tak ada yang bisa kulakukan Selain mendoakanmu Saudaraku Seluruh dunia menangis dengan cobaanmu Kau begitu kuat Kau begitu tangguh, melewatinya Dalam laramu Akan ku langitkan doa […] - [Aku Tetap di Sini - Puisi Lia Laeli Muniroh](https://ruangbestari.com/aku-tetap-di-sini-puisi-lia-laeli-muniroh/): Aku Tetap di Sini Karya: Lia Laeli Muniroh Aku tetap di sini Mengeja jejak jengkal langkah Meniti tangga demi sebuah cita Entah, cita itu akankah kudapatkan? Aku tetap di sini Cukup keringat sebagai tanda juang Ataukah hanya pantas terbuang Aku berusaha tertatih dengan titah ini Aku tetap di sini Memikul segenggam amanah di pundak harapan […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Muhammad Rijal Mufty Alim](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-muhammad-rijal-mufty-alim/): Doa Untuk Palestina Karya: Muhammad Rijal Mufty Alim 75 tahun gema benderang perang, Alam menjadi saksi bahwa perang telah usang Letih, tertatih hingga kau terlatih Ragamu penuh darah, Namun kau tetap ucapkan kalimat tayyibah Tentang palestina, setiap langkah yang kau lakukan adalah hak suatu perjuangan, Perjuangan yang takan kenal lelah dan selalu diniati dengan lillah, […] - [Mengeja Masa Depan - Puisi Rosidi Hadi Siswanto, S.Pd.](https://ruangbestari.com/mengeja-masa-depan-puisi-rosidi-hadi-siswanto-s-pd/): Mengeja Masa Depan Karya: Rosidi Hadi Siswanto, S.Pd. Sujud panjang waktu subuh Tak pernah terhenti hati ini terus berlabuh Menerawang lebih jauh, berekspektasi tanpa jenuh Estafet masa depan masih terus ingin ku rengkuh Aku antagonis jikalau impian susah kutembus Tak peduli seberapa sering tenggorokan ini haus Tak peduli urat nadi akan terputus Estafet masa depan […] - [Ingin Tenang - Puisi Agus Budiyanto](https://ruangbestari.com/ingin-tenang-puisi-agus-budiyanto/): Ingin Tenang Karya: Agus Budiyanto Nama tetaplah nama Guru tetaplah guru Lantas mengapa masih ada pembeda di balik nama guru? Status selalu ditanyakan Golongan seperti jadi skat Administrasi selalu dikejar Kami hanya ingin tenang Ya, tenang! Cukup menghela nafas lega Melihat senyum anak-anak di kelas Tentulah menjadikan beban kami sedikit berkurang Guru sudah cukup sabar […] - [Senjata untuk Tuhan - Puisi Fira Deyanti](https://ruangbestari.com/senjata-untuk-tuhan-puisi-fira-deyanti/): Senjata untuk Tuhan Karya: Fira Deyanti Dari negeri yang syahdu, Syahdu karena lengang penduduk. Dari negeri yang merata, Merata karena reruntuhan Peledak diterima, nyawa diberi Derana dibentuk, angkara menggila. Komedi dalam ironi; Doa dipantulkan oleh ledakan ketabahan dijawab kembara roket Lantas, senjata mana yang paling berdaya? Senjata untuk Tuhan mengalun di malam sunyi di sela […] - [Harapanku Satu - Puisi Yuli Sukowati](https://ruangbestari.com/harapanku-satu-puisi-yuli-sukowati/): Harapanku Satu Karya: Yuli Sukowati Tak banyak yang ku pinta Tak banyak yang ku harapkan Tak banyak mimpi yang ingin ku wujudkan Tak banyak asa tuk aku raih. Satu persatu ku tatap matamu Disana aku melihat kau tak bahagia Keadaan yang membuat lemah Bagimu cita-cita itu hanyalah mimpi Bertanyalah kau pada dirimu… Sejauh mana perjuanganmu […] - [Gapai Emas di Pelupuk Mata - Puisi Nadjma Laynufaria Almas., S.Pd.](https://ruangbestari.com/gapai-emas-di-pelupuk-mata-puisi-nadjma-laynufaria-almas-s-pd/): Gapai Emas di Pelupuk MataKarya: Nadjma Laynufaria Almas, S.Pd. Ambang batas terus melajuTerjang badai tak menentuAngin menari hujan pun turunAkulah manusia pendidikan Lurus bergerak di dunia anakMencapai harapan sebuah bangsaInovasi-inovasi yang tak berbendungJadikanku manusia kreatif Zaman berteknologiManusia pendidikan melaju panjangBelajar merdeka untuk sang didikUntuk gapai emas di pelupuk mata Emas dicari akhlak berbudiBerpikir positif manusia […] - [Kegelapan di Tembus Oleh Doa - Puisi Gita Aurenzha](https://ruangbestari.com/kegelapan-di-tembus-oleh-doa-puisi-gita-aurenzha/): Kegelapan di Tembus Oleh Doa Karya: Gita Aurenzha Awan hitam menyelimuti duka Malam sunyi yang tak terduga Bagaikan mimpi yang menjadi nyata Ini awal mula kegelapan Wahai sang pemilik bumi Akankah kegelapan merenggut kami Tawa hilang hari demi hari Tak ku temui tawa itu kembali Angin kelabu membawa kehancuran Burung beterbangan kesana kemari Riuh petir […] - [2024 Makin Manfaat - Puisi Rhisqi Bagus Cahyono, S.Si](https://ruangbestari.com/2024-makin-manfaat-puisi-rhisqi-bagus-cahyono-s-si/): 2024 Makin Manfaat Rhisqi Bagus Cahyono, S.Si Ku susun semua impian Keragaman cita, penuh harapan, baktiku untuk pendidikan Meski tahun lalu banyak yang belum tertunaikan Namun hari ini ku susun ulang semua, simbol perubahan Kita rebut mimpi perubahan masa depan, untuk siswa Indonesia Nyalakan sinar harapan, runah paradigma Berbagai peluang, mari capai bersama Mari bertahan, […] - [Bumi Palestina - Puisi Selpi Saputri](https://ruangbestari.com/bumi-palestina-puisi-selpi-saputri/): Bumi PalestinaKarya: Selpi Saputri Wahai bumi PalestinaNegeri duka yang penuh lukaJeritan nan pilu, lukan nan perih, kepedihan nan mendalamEngkau pelihara dengan tegar Bumi Palestina, engkaulah simbol keberanian abadiTiada kau pelihara kata ‘menyerah’ dalam kamusmuKau teguhkan hatimu dengan imanKau perjuangkan keadilan dengan penuh tekad Wahai bumi PalestinaPuing-puing bangunan itu adalah saksi bisuTentang perjuangan dalam penderitaanmuTentang keberanian […] - [Segenggam Batu - Puisi Asrul Harahap](https://ruangbestari.com/segenggam-batu-puisi-asrul-harahap/): Segenggam Batu Karya: Asrul Harahap Sudahkah kita menadahkan tangan? Memohon lewat doa Doa untuk penduduk tanah para Nabi Yang kini telah bertahan Dari para Zionis keji Dimanakah dunia saat ini? Apakah sudah buta? Dari penjajahan Apa sudah tuli? Dari Jeritan rakyat sipil Kulihat anak kecil berlari Tapi bukan untuk bermain Hanya rasa takut dan cemas […] - [Menguntai Damai Tanah Palestina - Puisi Muhammad Difagama Ivanka](https://ruangbestari.com/menguntai-damai-tanah-palestina-puisi-muhammad-difagama-ivanka/): Menguntai Damai Tanah PalestinaKarya: Muhammad Difagama Ivanka Palestina, tanah yang memikul sejuta kisah Seribu martabat, bertautan memujimuDamai bunga telah lama tidak lagi merekahKala malam yang mungkin tak lagi syahduTerhampar penuh pada kilau pelita juga perasaan Palestina, tanah yang dahulu menjulang begitu tinggiSetiap udaranya rekaman kebijaksanaan untuk duniaAwannya menutupkan gelap pada siang kelam Pohonnya mengabarkan gemulai […] - [Tangisan Berdarah di Hadapan Dunia - Puisi Nina Iryani](https://ruangbestari.com/tangisan-berdarah-di-hadapan-dunia-puisi-nina-iryani/): Tangisan Berdarah di Hadapan Dunia Karya: Nina Iryani Malam dan siang seakan tiada beda nan mencekam Menyeka air mata dengan darah mereka Iskariman aumut syahidan tak kan goyah Kami hanya langitkan doa Share tentang Gaza… Tapi kalian yang syahid sebeneranya hanya berpindah dari dunia ke surga Sedangkan hati kami yang mati… Kami punya senjata, peluru, […] - [Negeri yang Malang - Puisi Neng Elwin Hasanah](https://ruangbestari.com/negeri-yang-malang-puisi-neng-elwin-hasanah/): Negeri yang Malang Karya: Neng Elwin Hasanah Desir pasir terhempa angin Daun bersayup melambai-lambai Jeritan histeris bermulai Tiada henti tiada ampun Bolehkah keadilan ini berpihak? Pada mereka yang sudah berjuang Mati melawan peperangan Demi mempertahankan tanah Negara Ledakan bom yang menggelegar Mengambil nyawa tanpa iba Menyiksa tiada kasihan Hingga mati berlumur darah Ohh Palestina Kibarkan […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Rahmatul Fikri Fauzi](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-rahmatul-fikri-fauzi/): Doa untuk Palestina Karya: Rahmatul Fikri Fauzi Ketenangan yang diselimuti Di tanah yang tersuci Banyak nya bekas injakan para Nabi Mensejahterakan umat nan Islami Tempat tegak nya umat berpandang Mengukuhkan iman yang takkan terombang Melihat semua ingin menggapai rida sang penyayang Menjadikan jiwa yang selalu sembahyang Seketika tanah yang suci jadi suram Dengan hantaman Bani […] - [Doa Untuk Negeri yang Ditelan Malam - Puisi Gita ayu lestari](https://ruangbestari.com/doa-untuk-negeri-yang-ditelan-malam-puisi-gita-ayu-lestari/): Doa Untuk Negeri yang Ditelan Malam Karya: Gita ayu lestari Wahai umat manusia, berkumpullah. Di saat yang suram ini, pinjamkan telingamu. Izinkan aku melukiskan sebuah gambaran, sebuah kisah kesengsaraan tentang negeri yang jauh, di mana air mata berhenti mengalir. Doa untuk Palestina, bisikan doa kami untuk negeri yang penuh duka, dibebani keputusasaan dimana dulu anak-anak […] - [Palestina, Doa Menembus Ruang Duka - Puisi Rifda Nabila](https://ruangbestari.com/palestina-doa-menembus-ruang-duka-puisi-rifda-nabila/): Palestina, Doa Menembus Ruang Duka Karya : Rifda Nabila Bumi Palestina menangis serupa pelukis harapan, Langit menyaksikan, doa murni menyelinap diam. Bait suci merintih, malam sunyi berkisah, Duka memeluk Palestina, seraya merentang angan. Harapan merayap, doa terbangun merajut, Keadilan melambaikan sayap, langit berkesaksian. Doa bersatu sungai, aliran jernih mencuci, Palestina disirami, pulih dari nestapa lara. […] - [Masihkah Kau Tersenyum, Palestina? - Puisi Destri Mairoza](https://ruangbestari.com/masihkah-kau-tersenyum-palestina-puisi-destri-mairoza/): Masihkah Kau Tersenyum, Palestina?Karya: Destri Mairoza Perangmu bukan hanya tentang ulayatPengorbananmu bukan pula tentang syariatDarah yang mengalir bukan hanya tentang hartaNyawa yang hilang bukan pula cerita duka Ah, Palestina!Kenapa kau terus tersenyum pada keadaan dunia yang tak lagi memberi surga?Sedangkan kami terus mengeluhkan secuil kekurangan hartaSembari terus bercengkerama dengan kenikmatan sementara Ah, Palestina!Masihkah kau tersenyum […] - [Apakah Doa Saja Cukup? - Puisi Moe](https://ruangbestari.com/apakah-doa-saja-cukup-puisi-moe/): Apakah Doa Saja Cukup? Karya: Moe Sudah seratus hari lebih zionis sialan itu membabi buta. Membumihanguskan tanah suci umat Islam, Yang kini bagaikan majikan yang tak berkutik, Dirantai oleh anjingnya sendiri. Hukum internasional, Organisasi kemanusiaan dunia, pun ikut dirantai oleh si anjing. Nan jauh di seberang sana, Ada kita, yang tak henti-henti melangitkan doa. Tapi, […] - [Untukmu Palestina - Puisi Afifatuz Zahroh Syahrani](https://ruangbestari.com/untukmu-palestina-puisi-afifatuz-zahroh-syahrani/): Untukmu PalestinaKarya: Afifatuz Zahroh Syahrani PalestinaMalammu tak tenangNyawamu terancam melayangHari-harimu dihantui roket-roket yang setiap saat bisa merenggut nyawamu Kami semua mendukungmuKami Indonesia, selalu mengharapkan kemerdekaanmuNamun saat ini hanya doa yang bisa menyertai jihadmuKendati mati syahid bersamamu amat menggebuNyali kami bergejolak ingin menahan lukamu PalestinaYang merintih menahan diriMenelan pahit kehidupanLelah dengan desingan peluruSeakan kebal dengan tuntutan […] - [Doa Yerusalem - Puisi I.R.Zamzami](https://ruangbestari.com/doa-yerusalem-puisi-i-r-zamzami/): Doa Yerusalem Karya: I.R.Zamzami Setangkai doa kupesan dari langit mahaagung, ziarahi makam orang-orang yang mati ditembak sentimental Denting mesiu membakar musim di sebuah jazirah, kudeta kebun dan gulma, cacati anggur dan kurma, merah darah sungai yang purna Kubuka waktu; membaca berita penangkapan para sembahyang yang dikiblati bom dan ledakan Mencium amis kematian di sebuah kota […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Siti Anisah](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-siti-anisah/): Doa untuk Palestina Karya: Siti Anisah Lirih doa penuh makna Tak kunjung usai diutarakan kepada sang kuasa Ledakan demi ledakan mereka jadikan candaan Padahal dalam hati penuh kekhawatiran Dibawah langit biru yang kini tak seindah dulu Terdengar rintihan hati yang terluka Tanah ini menyaksikan perjuangan abadi Luka-luka dan kehilangan, tak menyusutkan keberanian demi sebuah kebenaran […] - [Perjanjian Rahasia - Cerpen Syahidah Fauziah, S.Pd.I., S.Pd, Gr.](https://ruangbestari.com/perjanjian-rahasia-cerpen-syahidah-fauziah-s-pd-i-s-pd-gr/): Perjanjian RahasiaKarya: Syahidah Fauziah, S.Pd.I., S.Pd, Gr. Namaku Syahidah Fauziah, Guru mata pelajaran Akidah Akhlak sekaligus wali kelas 8B di sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Favorit di kotaku. Sudah 5 tahun aku mengajar di sini. Keinginanku menjadi seorang guru mungkin awalnya karena mengikuti pekerjaan ayahku sebagai guru SD di Desa Tamban, Barito Kuala, sedangkan ibuku sendiri […] - [Palestina Ku - Puisi Ana Muslimah](https://ruangbestari.com/palestina-ku-puisi-ana-muslimah/): Palestina Ku Karya: Ana Muslimah 𝘋𝘪 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘮𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘴𝘭𝘪𝘮 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢. 𝘗𝘢𝘥𝘢 𝘳𝘢𝘨𝘶 𝘮𝘶𝘴𝘭𝘪𝘮 𝘮𝘢𝘯𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘢𝘺𝘢𝘵-𝘴𝘢𝘺𝘢𝘵 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢. 𝘚𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘯𝘢𝘬-𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢𝘩 𝘶𝘮𝘶𝘳 𝘥𝘪𝘳𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘵 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢. 𝘚𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘴𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘴 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘚𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘥𝘪𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵a. 𝘚𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 […] - [Perjalananku sebagai Guru - Puisi Syahidah Fauziah, S.Pd.I,, S.Pd, Gr.](https://ruangbestari.com/perjalananku-sebagai-guru-puisi-syahidah-fauziah-s-pd-i-s-pd-gr/): Perjalananku sebagai Guru Karya: Syahidah Fauziah, S.Pd.I,, S.Pd, Gr. Aku yang baru saja berjalan Memasuki ranah pendidikan Aku yang mencoba berlari Gigih berniat memajukan anak-anak negeri Aku yang berusaha mencari tahu Cara belajar yang sesuai kemampuanmu Aku yang menepi dan berjalan berlahan Melihat pohon-pohon itu bingung dan menangis tertahan Dan ketika aku terjatuh….tersungkur karena batu […] - [Negeri Para Pejuang - Puisi Destin Jovita Wandira](https://ruangbestari.com/negeri-para-pejuang-puisi-destin-jovita-wandira/): Negeri Para Pejuang Karya: Destin Jovita Wandira Jauh di belahan bumi sana Seorang anak kecil tersenyum lara Air matanya seakan tertahan di pelupuk mata Dia amat kuat meski hatinya bertanya-tanya Masa depan seperti apa yang ada di sana Jauh di belahan bumi sana Seorang Ibu menangis pilu Menanti keluarganya untuk kembali bersatu Secercah harapan bertahan […] - [Tadarus Wiyata - Puisi Abid Alhikam](https://ruangbestari.com/tadarus-wiyata-puisi-abid-alhikam-2/): Tadarus WiyataKarya: Abid Alhikam Menata domain hiruk pikuk perangkat estetika wiyata terpigura jemuLunglai cahya payoda afiliasi kurikulum yang terus harus aku pelajariSebab aku harus belajar lagi dan lagi walau harus bertakalufTentang akselerasi dinamika siswaKlimatologi penerapanku mencariDiferensiasi karakter mereka sebagai siswaDiferensiasi etika mereka sebagai muridDiferensiasi pola pikir mereka sebagai pelajarDiferensiasi kreatifitas mereka sebagai peserta didik Atau […] - [Sebatas Doa Membekas Untuk Palestina - Puisi Hanif Kristianto](https://ruangbestari.com/sebatas-doa-membekas-untuk-palestina-puisi-hanif-kristianto/): Sebatas Doa Membekas Untuk Palestina Karya: Hanif Kristianto Kekuatan tiada batas akan penindasan yang bertahun-tahun lamanya Gaza di Palestina masih tertatih-tatih belum berdiri tegak menghadap Adakah dunia melupa peristiwa demi peristiwa yang menimpa? Diam dalam kelam masih menjadi misteri dunia dalam pemberitaan Sebatas doa dari saudara nan jauh di sana Tali kasih sayang dalam aqidah […] - [Teman–Teman Hebatku di Kelas - Cerpen Nunu Amir](https://ruangbestari.com/teman-teman-hebatku-di-kelas-cerpen-nunu-amir/): Teman – Teman Hebatku di KelasKarya: Nunu Amir Hujan masih mengguyur hingga pagi ini. Aku bersiap berangkat ke tempat mengajarku. Seperti biasa aku selalu berangkat bersama suami. Kami satu arah hingga suamiku bisa mengantarku terlebih dahulu sebelum lanjut berangkat ke kantor. Sarapan dan segala keperluan sudah aku siapkan tak lupa untuk anak – anak lelakiku […] - [Tanah Palestina - Puisi Mochammad Ibnu Mulqan](https://ruangbestari.com/tanah-palestina-puisi-mochammad-ibnu-mulqan/): Tanah Palestina Karya: Mochammad Ibnu Mulqan Genangan darah berceceran Ratusan nyawapun melayang Anak-anak menjadi korban Dan tumbang di medan perang Berpuluh tahun mereka berjuang keras Berpuluh tahun mereka dalam kekhawatiran Namun mereka tetap ikhlas Hidup dalam naungan tekanan Satukanlah barisan mereka Teguhkanlah iman pada jiwa yang pemberani Turunkanlah ketenteraman hati Agar mereka dapat merebut kembali […] - [Guru Berguru Menerobos Generasi - Puisi Vicky Taniady](https://ruangbestari.com/guru-berguru-menerobos-generasi-puisi-vicky-taniady/): Guru Berguru Menerobos Generasi Karya: Vicky Taniady Gelora ilmu yang merambah jiwa Panutan generasi, abadi belajar Mengosongkan gelas menjadi isi Untuk menopang tugas bagi generasi Dinding kelas mengukuhkan peran Merajut ilmu dengan iman kehidupan Kelak benihnya jadi buah amalan Tumbuh lebat mendobrak zaman Adakah semangat juang abadi belajar ini? Seperti yang terucap hangat bagi mereka […] - [Kepada Tuhanku - Puisi Syadah Fahrunisa](https://ruangbestari.com/kepada-tuhanku-puisi-syadah-fahrunisa/): Kepada Tuhanku Karya: Syadah Fahrunisa Ya tuhanku, zat yang maha mengetahui Dengarlah, lantunan doa hambamu bagi sebuah negeri Yang berada di bawah naungan langit kelabu, di atas permukaan tanah yang bergetar yang dalam tiap napas insannya menderu, mendera Pilu, desing peluru, serta rudal tak hentinya memburu Setiap malam, anak-anak dininabobokan suara dentuman siang hari, bayi-bayi […] - [Tangan Tuhan - Puisi Ayang Ranisa Rahma](https://ruangbestari.com/tangan-tuhan-puisi-ayang-ranisa-rahma/): Tangan Tuhan Karya: Ayang Ranisa Rahma Teriakan dan tangisan seakan bersautan Suara riuh menggema di penjuru dunia Asap tebal mengepul memenuhi angkasa Darah mengalir membanjiri pelupuk mata Tergeletak tak bernyawa Ketakutan yang terus mendera Menjerit menahan sakit yang dirasa Lautan manusia menangisi sanak saudara Pemberitaan yang muncul dimana-mana Memancing pilu berbela sungkawa Sungguh, Aku tak […] - [Guru, Muara Kasih - Cerpen Vicky Taniady](https://ruangbestari.com/guru-muara-kasih-cerpen-vicky-taniady/): Guru, Muara KasihKarya: Vicky Taniady Ini adalah bulan kelimanya − secara ofisial sebagai pengangguran setelah dinyatakan lulus cumlaude dari salah satu perguruan tinggi terbaik di kotanya. Rasanya, saat kudengar ceritanya kepadaku beberapa bulan lalu, beban pikirannya semakin berkecamuk di kepala dan siap membuncah seketika. Terlebih, di tengah tekanan dari orang tuanya yang masih saja belum […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Dina Muvita Sari](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-dina-muvita-sari/): Doa untuk Palestina Karya: Dina Muvita Sari Negeri dengan penuh luka Tetap berdiri meski dibombardir Tetap bersyahadat dan mengucap hamdalah Kala semua telah habis Tangisan anak-anak surga Menggetarkan para umat muslim di seluruh dunia Mereka hanya minta satu Tanah kedamaian Mereka takut akan besi terbang Tak seperti anak lain begitu bahagia saat melihatnya Tak ada […] - [Cahaya Cinta untuk Palestina - Puisi Putri Rahmadhani](https://ruangbestari.com/cahaya-cinta-untuk-palestina-puisi-putri-rahmadhani/): Cahaya Cinta untuk Palestina Karya: Putri Rahmadhani Di bawah langit biru yang lembut berkisar, Terhampar sebuah tanah yang merintih dan berdarah. Palestina, Negeri yang dalam doa ku genggam, Hujan doa dan cinta, menyelimuti setiap kisah. Dalam gelapnya malam yang pekat menghampiri, Berkilau bintang-bintang, saksi bisu perjuangan ini. Doa-doa terangkai seperti benang kasih yang abadi, Menerangi […] - [Tak Usah Resolusi - Puisi Widi Hartono](https://ruangbestari.com/tak-usah-resolusi-puisi-widi-hartono/): Tak Usah Resolusi Karya: Widi Hartono Seperti mengangguki tinta dalam buku panduan Seperti Pelaku terkurung di kamar tahanan Seperti Guru banyak tuntutan Seolah bayarannya seakan sepadan Mendidik perlu buktikan dengan kertas-kertas laporan Laporan komplit menjadi ukuran keberhasilan Mengurus manusia boleh asal-asalan Mengurus Laporan datangkan pelatih keluarkan uang lembaran Tanpa tanda jasa menjadi andalan keikhlasan Datang […] - [Saratus Ribu Rupiah - Cerpen Widi Hartono](https://ruangbestari.com/saratus-ribu-rupiah-cerpen-widi-hartono/): Saratus Ribu RupiahKarya: Widi Hartono “Saat itu Aku adalah manusia yang ragu-ragu untuk mengejar cahaya atau bayangan. Keduanya begitu indah sampai membuatku tidak bisa memutuskan”. Perkenalkan, namaku Widi. Nama yang sangat manis jika dimiliki oleh anak perempuan, juga nama yang sangat menjanjikan untuk seorang laki-laki. Aku adalah seorang bapak guru pemula. Ya, baru mengajar empat […] - [Muda dan (Mungkin) Benar - Yosua Ludwieg](https://ruangbestari.com/muda-dan-mungkin-benar-yosua-ludwieg/): Muda dan (Mungkin) Benarkarya: Yosua Ludwieg Kubuka tasku dan kumasukkan map coklat berisi dokumen-dokumen penting itu. Aku berangkat diiringi oleh doa dari kedua orang tuaku. Ini adalah sebuah momen yang menegangkan bagiku, karena aku di bulan Juli ini masih berstatus mahasiswa tingkat akhir. Layaknya mahasiswa lain aku juga masih berkutik dengan skripsi, meskipun hanya tinggal […] - [Kisahku Mengajar di Lereng Semeru - Cerpen Irma Nur Diana](https://ruangbestari.com/kisahku-mengajar-di-lereng-semeru-cerpen-irma-nur-diana/): Kisahku Mengajar di Lereng SemeruKarya: Irma Nur Diana Perkenalkan namaku Diana seorang guru honor sekolah negeri di daerah perbatasan. Tahun ini adalah tahun dimana aku mengajar disekolah ini genap 10 tahun lamanya. Sepertinya aku nyaman bekerja di tempat ini. Aku mengajar di sekolah kejuruhan sebut saja SMKN 1 BAHAGIA. Tempatnya di ujung timur kabupaten Malang […] - [Home Visit - Cerpen Iit Purnama Asri](https://ruangbestari.com/home-visit-cerpen-iit-purnama-asri/): Home VisitKarya: Iit Purnama Asri Kutunggu perempuan berkerudung merah muda keluar dari bilik. Tangan kananku memegang kunci motor, saat dia berjalan menuju tempat parkir. “Ayo,” kataku sambil menaiki motor. Kupacu sepeda bermesin itu keluar dari gerbang sekolah dengan menjaga keseimbangan. Karena temanku berbadan tambun, aku jadi meleyot saat memboncengnya. Kami berencana untuk mengunjungi siswaku yang […] - [Membimbing Perubahan di Ruang Kelas 2023 - Cerpen Sui Liung, S.E.AK](https://ruangbestari.com/membimbing-perubahan-di-ruang-kelas-2023-cerpen-sui-liung-s-e-ak/): Membimbing Perubahan di Ruang Kelas 2023Sui Liung, S.E.AK Di tahun 2023, aku memulai perjalanan baru sebagai seorang guru. Pintu kelas itu membuka kehidupan yang tak terduga, dengan setiap hari membawa cerita dan tantangan baru. Pagi itu, matahari terbit dengan sinar hangat yang menyapa wajahku saat aku melangkah masuk ke ruang kelas. Hari itu, ketika aku […] - [Dari Pelajar, Aku Kembali Belajar - Cerpen May Lita Wardiya Ningsih](https://ruangbestari.com/dari-pelajar-aku-kembali-belajar-cerpen-may-lita-wardiya-ningsih/): Dari Pelajar, Aku Kembali BelajarKarya: May Lita Wardiya Ningsih Dingin nya angin pagi, membuat Sebagian manusia di muka bumi ini memilih bersembunyi di balik selimut hangat nya, namun tidak dengan fajar. ia bangun bahkan sebelum adzan subuh berkumandang. Keadaan menuntut ia untuk belajar dewasa sebelum waktunya. Selepas sholat subuh ia laksanakan, ia melanjutkan untuk mempersiapkan […] - [Cita-Cita yang Layak - Cerpen Alzena Putri Andriani](https://ruangbestari.com/cita-cita-yang-layak-cerpen-alzena-putri-andriani/): Cita-Cita yang Layak Karya: Alzena Putri Andriani Jangan berpikir terlalu keras, nanti kamu akan kesulitan. Meski kamu sudah berusaha memberikan segalanya sebaik mungkin, ketika hal itu tidak terpenuhi pada akhirnya kamu akan menyalahkan diri sendiri dan menyakitinya. Biarlah alur hidup itu berjalan alami sesuai dengan takdirnya. Berputar sesuai dengan waktunya. … Awal tahun ajaran baru […] - [Resolusiku di Tahun 2024 - Cerpen Saila Saila](https://ruangbestari.com/resolusiku-di-tahun-2024-cerpen-saila-saila/): Resolusiku di Tahun 2024Karya: Saila Saila Di malam pergantian tahun, ketika kembang api bersinar di langit, aku duduk di sudut ruangan dengan secangkir teh hangat di tangan. Dalam ketenangan malam itu, aku merenung tentang resolusiku di tahun 2024. Tahun baru ini bukan hanya sekadar pergantian angka, tetapi sebuah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang lebih baik. […] - [Langkah Kecil Ali - Cerpen Tutut Hilda Rahma](https://ruangbestari.com/langkah-kecil-ali-cerpen-tutut-hilda-rahma/): Langkah Kecil AliKarya: Tutut Hilda Rahma Rasa bangga dan syukur terukir indah pada raut wajah kedua orang tuaku. Barangkali mereka berpikir akhirnya putri semata wayangnya lulus kuliah setelah melalui sepuluh semester. Tiga bulan menyandang gelar sarjana pendidikan tak lantas membuatku lekas dapat pekerjaan. Orang bilang susah kalau tidak punya orang dalam. Huft, berapa lamaran lagi […] - [Menemukan Asih - Cerpen Bogie A. Maharani](https://ruangbestari.com/menemukan-asih-cerpen-bogie-a-maharani/): Menemukan AsihKarya: Bogie A. Maharani Seorang guru tengah asyik menjelaskan materi kepada muridnya dengan serius. Lalu tanpa disadari salah satu muridnya tengah merogoh sesuatu di dalam kolong meja dan brraaakkk. “Aduuuhh… Sial! Pasti ketahuan ini kalau aku bawa…” mendengar perkataan itu, tentu saja guru tersebut langsung kaget dan menanyakan apa yang tengah terjadi. Affan mencoba […] - [Aku, Dengan Apa Adanya Aku - Cerpen Annida Azizah Nurdiani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/aku-dengan-apa-adanya-aku-cerpen-annida-azizah-nurdiani-s-pd/): Aku, Dengan Apa Adanya AkuKarya: Annida Azizah Nurdiani, S.Pd. Siapa sangka, di tahun 2023 ini aku sudah menjadi seorang pengajar, atau orang-orang kenalnya yaitu guru. Aku berhasil mewujudkan keinginan almarhum kakekku ingin ada di keluarganya menjadi seorang guru. Dengan sok iye nya, aku akan mewujudkan keinginan kakekku itu dengan kuliah di jurusan pendidikan. Jadilah aku […] - [Cahaya yang Tak Pernah Padam - Cerpen Avvi Nopvianto, S.Pd.](https://ruangbestari.com/cahaya-yang-tak-pernah-padam-cerpen-avvi-nopvianto-s-pd/): Cahaya yang Tak Pernah Padam Karya: Avvi Nopvianto, S.Pd. Selasa, 10 Januari 2023. Senyum manis mengembang dari kedua bibir siswaku. Tepat di hadapanku, keduanya mengangkat genggaman tangannya untuk menunjukkan piala dan piagam yang baru saja mereka terima. Tampak wajah keduanya begitu senang. Sama sepertiku dan kepala sekolah yang saat itu mendampingi mereka berdua. Lomba ini […] - [Kisahku Menjadi Guru di Tahun 2023 - Cerpen Demisa Nurul Haqi](https://ruangbestari.com/kisahku-menjadi-guru-di-tahun-2023-cerpen-demisa-nurul-haqi/): Kisahku Menjadi Guru di Tahun 2023Karya: Demisa Nurul Haqi Di sebuah desa kecil di Sudimampir desa. Padalarang, aku, memulai perjalanan sebagai guru pada tahun 2023. Hari-hariku penuh dengan kisah sedih dan senang, membentuk lanskap hidupku yang tak terlupakan. Pagi itu, matahari terbit memancarkan cahayanya di langit biru, memberi sinyal dimulainya sebuah petualangan baru. Aku memasuki […] - [Bunda Lika dengan Segala Takdirnya - Cerpen Lihali Maratus Solihah](https://ruangbestari.com/bunda-lika-dengan-segala-takdirnya-cerpen-lihali-maratus-solihah/): Bunda Lika dengan Segala TakdirnyaKarya: Lihali Maratus Solihah “Bagaimana, Bu… tahun ini aku jadi melanjutkan kuliah kan?” “Uang dari mana Lika? Kredit sepeda ayahmu belum lunas, adikmu sudah masuk SMP banyak pengeluaran.” Lagi-lagi, aku harus menelan kecewa dari janji yang telah orang tuaku buat setahun yang lalu. Harusnya aku tak lagi menaruh harapan, hingga akhirnya […] - [Balada Piala Tut Wuri Handayani - Cerpen Wendhy Rachmadhany, S.Pd.](https://ruangbestari.com/balada-piala-tut-wuri-handayani-cerpen-wendhy-rachmadhany-s-pd/): Balada Piala Tut Wuri Handayani Karya: Wendhy Rachmadhany, S.Pd. Astaga!! sepertinya aku telah mengambil keputusan yang sangat konyol. Semua gara-gara pertemuan rutinku dengan sejumlah guru sejarah SMA se-Kabupaten pada waktu itu. Mereka seolah datang hanya untuk pamer kelebihan dan prestasi yang sudah mereka lakukan untuk sekolah tempat mereka mengajar. Sedangkan aku hanyalah guru baru di […] - [Meja-Meja Tak Bertuan - Cerpen Lia Laeli Muniroh](https://ruangbestari.com/meja-meja-tak-bertuan-cerpen-lia-laeli-muniroh/): Meja-Meja Tak BertuanKarya: Lia Laeli Muniroh Kedua kakimu terhenti. Menepi pada tiang pembatas jalan. Tangan kananmu memegang pembatas jalan itu. Kau selalu menyempatkan waktu untuk berhenti sejenak. Ya, di jembatan itu. Jembatan pemisah dua desa. Tadinya kau memutuska tidak akan mengajar hari ini karena ketiadan payung. Tapi kau urungkan niatmu demi anak didikmu. Kau sudah […] - [Pesan Terakir di Ujung Senja - Cerpen Rosidi Hadi Siswanto, S.Pd.](https://ruangbestari.com/pesan-terakir-di-ujung-senja-cerpen-rosidi-hadi-siswanto-s-pd/): Pesan Terakir di Ujung SenjaKarya: Rosidi Hadi Siswanto, S.Pd Segala yang ada dalam hidupku Kusadari semua milik-Mu Kuhanya hamba-Mu yang berlumur dosa Tunjukan aku jalan lurusku Tuk menggapai surga-Mu Terangiku dalam setiap langkah hidupku Karena kutahu Hanya Kau Tuhanku Allahu Akbar Allah Maha Besar Kumemuja-Mu di setiap waktu Hanyalah pada-Mu tempatku beteduh Memohon ridho dan […] - [Guru Milenial Mengajar Generasi Z? - Cerpen Agus Budiyanto](https://ruangbestari.com/guru-milenial-mengajar-generasi-z-cerpen-agus-budiyanto/): Guru Milenial Mengajar Generasi Z?Karya: Agus Budiyanto Ini adalah cerita saya di tahun 2023 saat mengajar generasi Z (Gen Z). Umumnya, menjadi guru adalah suatu cita-cita yang tak pernah terbesit sama-sekali di pikiran saya. Bisa dibilang, bahwa saya adalah generasi Y atau yang biasa disebut dengan generasi milenial. Pembedanya memang tak begitu jauh, karena generasi […] - [Kisahku Menjadi Guru di Tahun 2023 - Cerpen Abdulah Makin Darjatun, S.Pdi, Gr](https://ruangbestari.com/kisahku-menjadi-guru-di-tahun-2023-cerpen-abdulah-makin-darjatun-s-pdi-gr/): Kisahku Menjadi Guru di Tahun 2023Karya: Abdulah Makin Darjatun, S.Pdi, Gr Hari itu, matahari bersinar cerah di Pulau Buton. Sebagai guru perikanan di SMKN 1 Buton, aku, Abdulah Makin Darjatun, yang akrab dipanggil Akin, telah menjalani perjalanan panjang dalam dunia pendidikan. Dari tahun 2007, aku bersama siswa-siswaku menjelajahi ilmu perikanan dengan semangat dan dedikasi sebagai […] - [Kisah dalam Selimut Hujan - Cerpen Ferisa Lestari Nugrahayu, S.Si](https://ruangbestari.com/kisah-dalam-selimut-hujan-cerpen-ferisa-lestari-nugrahayu-s-si/): Kisah dalam Selimut HujanKarya: Ferisa Lestari Nugrahayu, S.Si Ruangan serba oranye itu terasa lebih dingin dari biasanya. Kunaikkan suhu AC, dan kumatikan kipas-kipas yang seharian menyala menghalau hawa panas. Kini, hujan turun. Deras dan berangin kencang. Suhu yang semula panas mulai terjun bebas, dan kami mulai merapatkan jaket masing-masing. Suara para siswi melengking saat mereka […] - [Pagi yang Lucu - Cerpen Siti Miftachussolichah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/pagi-yang-lucu-cerpen-siti-miftachussolichah-s-pd/): Pagi yang LucuOleh: Siti Miftachussolichah, S.Pd. “Assalamualikum, good morning bunda?” sambutan hangat yang ku terima hampir setiap pagi. Kali ini seuntai kalimat itu keluar dari mulut mungil Yuri sambil memelukku, tulus. Anak-anak meraih telapak tanganku dan menciumnya bergantian satu sama lain. Kebiasaan yang diterapkan kepada siswa-siswi salah satunya adalah bersalaman mencium tangan guru. Berharap hal-hal […] - [Perubahan - Cerpen Egi Purnama, S.Pd.](https://ruangbestari.com/perubahan-cerpen-egi-purnama-s-pd/): PerubahanKarya Egi Purnama, S.Pd. Udara sejuk yang menusuk kulit. Sinar rembulan yang masih setia menerangi bumi, ratusan lampu dari berbagai kendaraan yang berlalu-lalang. Jam menunjukan masih pukul 5 pagi. Terdengar gemericik air yang terdengar jatuh dari atap rumah sisa hujan semalam. Seketika terdengar suara dari palang pintu kereta, Aku segera berlari ke stasiun agar tidak […] - [Kisahku Menjadi Guru di Tahun 2023 - Cerpen Agung Maulana](https://ruangbestari.com/kisahku-menjadi-guru-di-tahun-2023-cerpen-agung-maulana/): Kisahku Menjadi Guru di Tahun 2023Karya: Agung Maulana Di kota kecil yang damai, tahun 2023, ketika krisis global masih meresapi setiap aspek kehidupan, aku, seorang lelaki bernama Agung, memulai perjalanan baruku sebagai guru di SMP Darul Uchwah. Tahun 2023 membawa tantangan baru dan perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Ketika krisis global masih melanda, saat itu […] - [Kesehatan Mental Guru - Cepren Gayatri Candra Kirana](https://ruangbestari.com/kesehatan-mental-guru-cepren-gayatri-candra-kirana/): Kesehatan Mental GuruKarya: Gayatri Candra Kirana Perjalanan menuju sekolah membutuhkan waktu 15 menit. Masih berada di pusat kota hanya berbeda kecamatan saja. Dengan mengendarai sepeda motor kecepatan hanya 60 km/jam, membuatku terlalu lama di jalan dan tiba di sekolah mepet jam waktu masuk. “Bu Sari sudah datanggg!!!” teriak Arya dari depan kelas ketika melihatku memarkirkan […] - [Guru Muda - Cerpen Syawalia rafiyanti](https://ruangbestari.com/guru-muda-cerpen-syawalia-rafiyanti/): Guru Muda Karya: Syawalia rafiyanti Ini kisahku menjadi seorang guru di tahun 2023.Berawal dari cita-cita dan kesenanganku terhadap anak-anak, akhirnya aku memutuskan untuk menjadi seorang guru tingkat usia dini Pra-calistung di dekat rumahku. Aku yang berusia 19 tahun dengan niat membangun mimpi dan belajar banyak hal baru dengan sedikit pengalaman ku menjadi relawan pendidikan di […] - [Kembali Bertemu - Cerpen Muhammad Nurhuda Al-Asy’ari](https://ruangbestari.com/kembali-bertemu-cerpen-muhammad-nurhuda-al-asyari/): Kembali BertemuMuhammad Nurhuda Al-Asy’ari “Pak guru Huda,” teriak anak kecil dari kejauhan memanggilku. Terlalu samar bagiku menengok sumber suara itu dari spion motor yang telah lama berdebu. Sudah lama memang, motor tua yang kukendarai ini belum dicuci. Bagaimana tidak? Pagi hingga petang harus mengajar demi mengemban amanah penting dari julukan pahlawan tanpa tanda jasa. Tidak […] - [Pahlawan yang Digugu dan Ditiru - Cerpen Rahmah Mega Ardiana, S.Ag.](https://ruangbestari.com/pahlawan-yang-digugu-dan-ditiru-cerpen-rahmah-mega-ardiana-s-ag/): Pahlawan yang Digugu dan DitiruKarya: Rahmah Mega Ardiana, S.Ag. Gumpalan-gumpalan kapas putih memenuhi hamparan langit biru yang luas. Terik matahari masih bersinar diangkasa sana, menerangi bumi seisinya, serta para khalifah bumi yang masih sibuk dengan berbagai aktivitasnya. Suara terdengar riuh dari ruangan kelas yang berada di tengah sekolah, maklum sebentar lagi Bu Ima akan mengajar […] - [Perjalanan menjadi Seorang Penulis di Tahun 2023 - Cerpen Khairina](https://ruangbestari.com/perjalanan-menjadi-seorang-penulis-di-tahun-2023-cerpen-khairina/): Perjalanan menjadi Seorang Penulis di Tahun 2023Karya: Khairina Perkenalkan saya khairina seorang mahasiswi universitas tadulako palu. Aku berumur 20 tahun. Dan aku mempunyai hobi yaitu menulis karya. Sedikit cerita perjalananku kenapa sih sampai aku suka banget menulis karya? Aku lulus SMA di tahun 2021. Setelah aku lulus SMA aku memutuskan untuk lanjut studi di salah […] - [Lembaran Baru - Cerpen Ashifa Lituhayu Dara Jingga](https://ruangbestari.com/lembaran-baru-cerpen-ashifa-lituhayu-dara-jingga/): Lembaran BaruKarya: Ashifa Lituhayu Dara Jingga Lembaran baru merupakan kegiatan yang tak di herankan semua orang. Orang pun mempercayai sebuah lembaran yang akan dinanti-nantikan setiap orangnya. Aku juga tau di berbagai lembaran baru ada keunikan yang bisa membuat semua orang kagum padanya. Walau saja lembaran tersebut akan aku serahkan kepada langit yang menerangi ku. Aku […] - [Komunitas Belajar Mengubah Paradigma - Cerpen Heriyansah](https://ruangbestari.com/komunitas-belajar-mengubah-paradigma-cerpen-heriyansah/): Komunitas Belajar Mengubah ParadigmaKarya: Heriyansah Suatu pagi yang cerah, kusambut dengan wajah berseri-seri, seperti biasa hari ini adalah hari senin, hari yang cukup ditakuti oleh banyak orang, tidak dengan ku. Hari senin adalah hari dimana sebuah awalan, pada kesempatan itulah kita harus bersemangat menjalani pekerjaan. Seperti aku yang sangat mencintai profesi ku sebagai guru. Kupanaskan […] - [Harapan para saudara - Puisi Fransiska Raba](https://ruangbestari.com/harapan-para-saudara-puisi-fransiska-raba/): Harapan para saudara Karya: Fransiska Raba Di bawah langit abu-abu yang pekat, Doa mengalun dalam sujud yang tulus, Palestina, bumi yang merindu, Harapkan cahaya di setiap gelap malam. Di antara reruntuhan, doa terbang tinggi, Mengharapkan perdamaian yang menyelimuti, Tanah suci yang penuh sejarah, Doa kami mengalun, harapkan kebahagiaan. Dalam angan dan bintang yang bersinar, Palestina, […] - [Di Tengah Semua Keterbatasan, Kuperjuangkan Impianku menjadi Guru - Cerpen Ahmad Hasyim, S.Pd.](https://ruangbestari.com/di-tengah-semua-keterbatasan-kuperjuangkan-impianku-menjadi-guru-cerpen-ahmad-hasyim-s-pd/): Di Tengah Semua Keterbatasan, Kuperjuangkan Impianku menjadi GuruKarya: Ahmad Hasyim, S.Pd. Pagi ini ketika aku menatap layar notebook di hadapanku. Aku sedang di dalam kelas. Memerhatikan anak-anak yang berdiskusi menyelesaikan tugas pemberianku. Kemudian aku teringat bahwa aku memiliki sebuah pesan tentang info lomba penulisan cerita khusus laki-laki ini dari salah seorang kawan “gilaku”. Aku langsung […] - [Selendang Doa Untuk Palestina - Puisi Adytia Nugraha](https://ruangbestari.com/selendang-doa-untuk-palestina-puisi-adytia-nugraha/): Selendang Doa Untuk Palestina Karya: Adytia Nugraha Saat jemari berjalan-jalan di layar gawai Instagram jadi tujuan sepasang netra Melihat feed-feed itu, sukmaku terpaku Ketenangan telah dikepung kekejian Kulihat gedung-gedung tersungkur Tangisan penduduk Gaza meleleh Jutaan peluru meletup dari bibir senapan Senyuman anak-anak dirampas Perempuan-perempuan ditindas Kepongahan mulut tank-tank itu mesti disumpal Tak tik tuk langkah […] - [Mengajar di Titik Balik - Cerpen Dwi Pujo Santoso](https://ruangbestari.com/mengajar-di-titik-balik-cerpen-dwi-pujo-santoso/): Mengajar di Titik BalikKarya: Dwi Pujo Santoso Pagi itu, sinar matahari menyapa bumi dengan lembut, menerangi kota kecil yang damai. Aku, Rizka, duduk di kelas Sepuluh (X), menyimak suasana pagi yang begitu tenang. Pikiranku meloncat-loncat, mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantui. Apakah aku sudah memilih jalur yang tepat untuk masa depanku? Aku selalu bermimpi menjadi […] - [Dari Selat Dada Ke Laut Duka; Palestina - Puisi Muhammad Asqalani Eneste](https://ruangbestari.com/dari-selat-dada-ke-laut-duka-palestina-puisi-muhammad-asqalani-eneste/): Dari Selat Dada Ke Laut Duka; PalestinaKarya: Muhammad Asqalani Eneste Anak-anak lapar menggelepar, setelah Ayah dan Ibunya mati,yang tidur di reruntuhan tanpa lampu, bintang-bintang pun padam. Doa-doa kusujudkan dengan kening paling hening; Yaa Robb, nyatakan pertolongan-Mu untuk anak yang melolong,tak lagi miliki apa-apa di Palestina, selain sekantong napas hampir kosong. Untuk anak-anak yang dilarang menampung […] - [Palestina Keadaan Genting - Puisi Anindya Yuris Sudiro](https://ruangbestari.com/palestina-keadaan-genting-puisi-anindya-yuris-sudiro/): Palestina Keadaan GentingKarya: Anindya Yuris Sudiro Pagi yang cerah berubah seperti malam yang berdarahWarga Palestina seketika berlumuran darahTua maupun muda tergeletak tak bernyawa di tanahMereka yang tak bersalah terpaksa di bombardir hingga terbunuh Hampir seluruh wilayah telah mereka rebutBerbagai tempat seolah-olah seperti nerakaDemi kepuasan manusia yang serakah Oh, Palestina sungguh kritis di sanaPerjuangan mereka tiada […] - [Album Kisahku di 2023 - Cerpen Annisa FN](https://ruangbestari.com/album-kisahku-di-2023-cerpen-annisa-fn/): Album Kisahku di 2023Annisa FN Dreet… gawai bergetar rupanya notifikasi WA berkumpul di beranda gawaiku. Bu Rani mengabarkan bahwa aku akan melatih anak-anak untuk lomba visualisasi puisi. Seketika senyum merekah menghiasi wajah saat membacanya betapa tidak senang hal ini adalah kesempatan untuk mengembangkan potensi murid di bidang literasi. Mulai kubuka dan pelajari pengertian dan video […] - [Langkah Kaki Pengiring Misi yang Pasti - Cerpen Sandi Herdiansyah](https://ruangbestari.com/langkah-kaki-pengiring-misi-yang-pasti-cerpen-sandi-herdiansyah/): Langkah Kaki Pengiring Misi yang PastiKarya: Sandi Herdiansyah Kisah ini bercerita tentang seorang guru laki-laki yang bernama Pak Saher, bermimpi menjadi seorang artis, ternyata takdir membawanya ke masa perjuangan penuh pengabdian, yaitu Pendidikan. Tepat di tahun di 2023, kurun waktu seakan cepat melaju, perputaran masa juga amat singkat terasa, dimana 2023 adalah tahun ke 5 […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Elva Monica](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-elva-monica/): Doa untuk Palestina Karya: Elva Monica Senja melabuhkan tirai Palestina menangis di bawah langitmu yang berseri Dalam doa-doa penuh harap Mereka yakin, suatu hari pasti akan merdeka Di tengah tanah yang rapuh oleh kepedihan Ada keindahakn dalam tekad yang tak tergoyahkan Peluk doa dalam senyum anak-anak Membawa sinar di tengah kegelapan Di tanah yang merah […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Nastiyah Waode](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-nastiyah-waode/): Doa untuk PalestinaKarya: Nastiyah Waode Di bawah langit biru tanah Negerimu yang terbuai Palestina doa kami mengalir derasnya seperti riak di atas langitDalam hening malam kita merenung dan selalu mendoakan Agar keadilan menyentuhmu Negeri yang tercinta Doa kami seperti angin membawa harapan Melintasi segenap pucuk pengharapan Semoga sampai tujuanPalestina kita merindukan senyummu yang dahulu Yang […] - [Pelita Damai untuk Palestina - Puisi Luluk Anisa](https://ruangbestari.com/pelita-damai-untuk-palestina-puisi-luluk-anisa/): Pelita Damai untuk Palestina Karya: Luluk Anisa Di bawah langit biru, di tanah yang penuh duka Doa terhampar, merayap untuk Palestina yang terluka Jerit hati, terdengar di malam gulita Doa kami bersatu, memohon bahagia Palestina, di tengah badai kau berkobar Di padang gurun tandus, engkau tegak Palestina, engkau adalah bintang di langit malam Terangi perjalananmu […] - [Kemenangan Yang Pasti di Tanah Suci Palestina - Puisi Fatma Diyah Mufrihah](https://ruangbestari.com/kemenangan-yang-pasti-di-tanah-suci-palestina-puisi-fatma-diyah-mufrihah/): Kemenangan Yang Pasti di Tanah Suci Palestina Karya: Fatma Diyah Mufrihah Bumi bergemuruh di tanah suci Tanah berhamburan ke sana kemari Bangunan luluh lantak sekejap Meninggalkan jerit pilu tanpa senyap Siang malam tak berbeda Bom dan tank-tank mengintai tak pernah kenal waktu Seolah-olah tiada tempat ternyaman walau satu Disanalah mereka mengabdi kepada Tuhan Yang Esa […] - [Kembalikan Kemerdekaan Palestina - Puisi Zia Qila Imani Afzarra](https://ruangbestari.com/kembalikan-kemerdekaan-palestina-puisi-zia-qila-imani-afzarra/): Kembalikan Kemerdekaan Palestina Karya: Zia Qila Imani Afzarra Negara palestina, Negara yang dulunya damai dan sejahtera kini telah hancur tanpa bekas Negara yang dulunya ceria dengan tawa kanak-kanak Kini kanak-kanak itupun diantaranya sudah menjadi syuhada… Karena ledakan bom yang datang bertubi-tubi tiada habisnya menjadikan seorang tak punya keluarga Menjadikan seorang tak punya tempat tinggal menjadikan […] - [Palestina dalam Doaku - Puisi Junita Fiola Ginting](https://ruangbestari.com/palestina-dalam-doaku-puisi-junita-fiola-ginting/): Palestina dalam Doaku Karya: Junita Fiola Ginting Dibawah langit biru Palestina yang terluka, Hidup bersemi dalam bayangan konflik yang telah berlanjut. Terhampar tanah suci yang luka dan pilu. Mengenang pertempuran dan penderitaan yang telah terjadi. Palestina, negeri duka yang penuh luka, Dalam pelukan bumi, engkau berdiri tegar. Perang, kepedihan, dan air mata tumpah, Kau adalah […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Win Arno](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-win-arno/): Doa untuk Palestina Karya: Win Arno Sayup-sayup penuh kecemasan Kuping berdenging tatkala malam Hanya sesak yang tersisa Bersama jiwa terbakar Rumah-rumahmu dihancurkan Darahmu bercucuran Keluargamu berceceran Imanmu diujikan Perjuangan panjang penuh harapan Satu kemenangan yang diimpikan Tuhan inikah takdirmu terhadapnya Sejauh mana engkau akan menguji mereka Tiada daya upaya tanpa izinmu Namun jihadnya adalah suci […] - [Doaku Menyulut Cahaya Palestina - Puisi Mohammad Adib Nabil](https://ruangbestari.com/doaku-menyulut-cahaya-palestina-puisi-mohammad-adib-nabil/): Doaku Menyulut Cahaya Palestina Karya: Mohammad Adib Nabil Doaku menyulut cahaya Palestina, Sejuta bintang bersinar di balik malam. Dalam doa, harapan menutupi mimpi, Tempat suci dimana cinta tumbuh subur. Jeritan angin bergema di padang pasir, Mengarang puisi dan meratapi cerita sedih. Hijaukan hatimu, tumbuhkan kekuatanmu, Doa menyulut, memikat cahaya kemerdekaan. Dalam pelukan matahari terbenam, Warna […] - [Palestina, Maafkan Kami - Puisi Ratih Ramadani](https://ruangbestari.com/palestina-maafkan-kami-puisi-ratih-ramadani/): Palestina, Maafkan Kami.. Karya: Ratih Ramadani Harusnya aku malu.. Ketika masih bisa memilih makanan yang aku suka Harusnya aku malu Ketika masih bisa memilih gaun mana yang aku suka Sedang, saudara saudariku di Palestina Tak peduli kegalauan hanya karena makanan dan pakaian Asal iman menghujam didada mereka Harusnya aku bertanya.. Mengapa pemimpin muslim di dunia […] - [Harapan Suci Palestina - Puisi Kiki Ramadhani](https://ruangbestari.com/harapan-suci-palestina-puisi-kiki-ramadhani/): Harapan Suci Palestina Karya: Kiki Ramadhani Langit Palestina begitu memanjakan mata Tetapi tidak dengan tanahnya Tanah menjadi saksi bisu kejamnya serangan mereka Serangan mereka seperti tidak memiliki hati nurani Palestina kamu Negeri yang begitu pilu Mereka menuduhmu sebagai penjajah Padahal Negerimu sendiri yang terjajah Banyak gedung-gedung yang hancur akibat bom-bom itu Tuhan, hanya kamu yang […] - [For Palestina - Puisi Dwi Yuli Amni](https://ruangbestari.com/for-palestina-puisi-dwi-yuli-amni/): For Palestina Karya: Dwi Yuli Amni Gencatan Senjata Di bawah hamparan langit Banyak cobaan yang dihadapi Reruntuhan bangunan, gencatan-gencatan senjata api Luka luka dan kehilangan sudah mereka rasakan Jeritan-jeritan yang selalu terdengar Terdengar di seluruh Negeri ini Begitu banyak penderitaan telah mereka lalui Tercatat dalam sejarah yang panjang itu Tapi semangat Palestina tak pernah pudar […] - [Palestina - Puisi Atikah Shalihah Nurusalamah](https://ruangbestari.com/palestina-puisi-atikah-shalihah-nurusalamah/): Palestina Karya: Atikah Shalihah Nurusalamah Tahun berganti tahun Sangat menderita warga Palestina Banyak anak anak yang tidak bersalah Harus menjadi kena imbasnya Anak-anak meninggal dengan cepat Namun tidak didengar Masih banyak masa depan yang menanti Yang harus mereka tersebut jalani Wahai negara-negara yang peduli Tidakkah kalian tidak peduli terhadap Palestina? Mengapa kalian tidak mau peduli? […] - [Palestina - Puisi Somi Dita Rayula](https://ruangbestari.com/palestina-puisi-somi-dita-rayula/): Palestina Karya: Somi Dita Rayula Tak ada rasa takut di jiwamu Tak ada rasa gentar di ragamu Darah kekuatan mengalir kuat di tubuhmu Dalam menghadapi kebiadaban tentara Zionis Palestina… Negeri yang tak pernah merasa kebebasan Genjatan senjata, letusan bom di mana-mana Menjadi tameng kekuatan bagi rakyat Palestina Jeritan tangisan kepiluan Terdengar di mana-mana Ratusan hingga […] - [Pelukan Cahaya Syair Doa yang Menerangi Palestina - Puisi Sofyanudin](https://ruangbestari.com/pelukan-cahaya-syair-doa-yang-menerangi-palestina-puisi-sofyanudin/): Pelukan Cahaya Syair Doa yang Menerangi Palestina Karya: Sofyanudin Di malam kelam, di tanah yang rindu Baitul Maqdis merintih dalam doa Pelukan cahaya, embun suci merona Syair doa menyapa, meresap di langit Duka menggelayut, di tembok-tembok tinggi Namun dalam doa, bermuara harapan Pelukan cahaya, membelah kegelapan Sembahyang jiwa, menari di angkasa Dalam pelukan itu, terikat […] - [Palestina dalam Pelukan Kasih - Puisi Esia](https://ruangbestari.com/palestina-dalam-pelukan-kasih-puisi-esia/): Palestina dalam Pelukan KasihKarya: Esia Palestina dalam pelukan kasih yang tulus,Hati yang merindu, terhanyut dalam doa yang abadi,Senja gemilang, langit biru bersaksi,Derita menjadi lantunan, harapan menjadi nyanyian. Di setiap sudut tanah yang dirindu,Doa-doa menari, mengukir jejak keadilan,Reruntuhan sejarah menjadi saksi bisu,Namun cahaya doa tak pernah padam. Palestina, tanah yang terus bersujud,Dalam pelukan kasih yang mendalam,Doa-doa […] - [Harapan untuk Palestina - Puisi Winda Fenny Nugrahani](https://ruangbestari.com/harapan-untuk-palestina-puisi-winda-fenny-nugrahani/): Harapan untuk PalestinaKarya : Winda Fenny Nugrahani Di bawah langit biru Palestina yang luas,Terdengar rintihan hati yang terluka.Tanah ini menyaksikan perjuangan abadi,Negeri ini merindukan kedamaian yang tak tergoyahkan. Luka-luka dan kehilangan, mereka telah menjalani,Dalam sejarah panjang yang penuh dengan cobaan.Tapi semangat Palestina tak pernah luntur,Mereka tetap teguh, berjuang dengan harapan. Jeritan anak-anak, suara perempuan dan […] - [Merangkai Harapan di Tanah Suci - Puisi Shohibul Wahidin](https://ruangbestari.com/merangkai-harapan-di-tanah-suci-puisi-shohibul-wahidin/): Merangkai Harapan di Tanah Suci Karya: Shohibul Wahidin Di bumi yang tandus, di langit yang biru, Doa kita menyatu, merangkai suara cinta, Untuk tanah suci, Palestina yang terluka, Dalam senandung harap, terukir doa yang fita. Doa kita mengalun seperti angin lembut, Menyapa kisah pilu, yang terukir di setiap butir pasir, Palestina, Negeri impian, dalam doa […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Imas Putri](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-imas-putri/): Doa untuk PalestinaKarya: Imas Putri Di bawah langit biru yang cerahAku melihat tanahmu yang gersangPuing-puing bangunan yang berserakanMenyiratkan duka yang mendalamSuara tangis dan jeritan piluTerdengar dari setiap sudutMenyiratkan harapan yang telah pudarUntuk hidup yang lebih damaiDi bumi yang damai dan sejahteraTanah Palestina kini terlukaHati yang sedih dan piluMerasakan derita yang begitu perihOh, Palestina yang tercintaKau […] - [Kita, Kata dan Kota Palestina - Puisi Muh. Nasrul Evendi](https://ruangbestari.com/kita-kata-dan-kota-palestina-puisi-muh-nasrul-evendi/): Kita, Kata dan Kota PalestinaKarya: Muh. Nasrul Evendi Sebab di dunia iniRoh-roh ditiupkanSebagai muslim yang pitarah Di sudut kota yang paling sunyiHilangnya gedung dan pepohonAnak-anak tengkurap dari sebuah malam berbibir asapSebab di taman iniWarna-warna merah epitaf tak bernamaBeserta pertanyaanPukul berapa lagi tuhan akan merenggut nyawa? Sementara setelah malam ini pecahBagaiman menghitung kegelapanAntara tahun-tahun bertahan kepada […] - [Jalan Doa untuk Palestina - Puisi Laura Rafti](https://ruangbestari.com/jalan-doa-untuk-palestina-puisi-laura-rafti/): Jalan Doa untuk PalestinaKarya: Laura Rafti Palestina,Bom-bom meledakkan jantungmu di dalam rumah Puing-puing kedukaan runtuh, hangus, dan tak ada sisa Anak-anak meninggalLuka-luka dan sekarat Saksikan, kulitnya robekDijahit tanpa obatNyeri, penuh derita Cinta telah dibantai Tanpa sanak saudaraSendirian di depan rumah sakit Kedinginan di tenda seadanya, tanpa kaki Sebab bom tiba-tiba diledakkan Selalu kuingatWajahmu adalah air […] - [Tetesan Air Mata di Dalam Doa - Puisi Jihad Agil Maulana Kusuma](https://ruangbestari.com/tetesan-air-mata-di-dalam-doa-puisi-jihad-agil-maulana-kusuma/): Tetesan Air Mata di Dalam Doa Karya: Jihad Agil Maulana Kusuma Betapa kejamnya mereka Kekejaman mereka semakin membabi buta Merampas kebebasan hidup Palestina Dengan konflik yang tak kunjung reda Usaha duniawi dan usaha ukhrawi Terus kami panjatkan Sebagai menifestasi rasa simpati dan empati Perwujudan dalam negara yang mempunyai landasan Landasan Idiil yakni Pancasila Sebagai perjanjian […] - [Untaian Doa untuk Palestina - Puisi May Lita Wardiya Ningsih](https://ruangbestari.com/untaian-doa-untuk-palestina-puisi-may-lita-wardiya-ningsih/): Untaian Doa untuk Palestina Karya: May Lita Wardiya Ningsih Jihad memenangkan hak dan menjayakan Islam Masih terus saudara kita perjuangkan, Hidup dan mati Mereka serahkan kepada sang Illahi, Keimanan yang kokoh di hati Membuat mereka bertahan di rumah suci sampai detik ini. Dentuman suara bom yang terdengar sana sini Tak menggoyahkan keimanan untuk meninggalkan medan […] - [Perjuangan Palestina - Puisi Winda Wiwin Wiliya](https://ruangbestari.com/perjuangan-palestina-puisi-winda-wiwin-wiliya/): Perjuangan PalestinaKarya: Winda Wiwin Wiliya Rasa sedih tentunya tidak dapat dihindariKetika hidup ditimpa suatu musibahNamun perasaan sedih yang berlarut-larutPastinya bukan solusi terbaik Mari kita selipkan doaSemoga para korban di Palestina Allah beri kekuatan dan kesabaranDan semoga diberikan tempat baik di sisinya Ya Allah kuasamu apalah kai yang tidak bisa menahan bencana iniSemoga yang terkena musibah […] - [Doa Harapan di Bawah Langit Palestina - Puisi Ismail](https://ruangbestari.com/doa-harapan-di-bawah-langit-palestina-puisi-ismail/): Doa Harapan di Bawah Langit PalestinaKarya: Ismail Di bawah langit Palestina yang tegar,Doa harapan mengalun, suara merdu memanggil.Puisi kita bersatu, dalam cinta dan doa,Menggapai perdamaian, merangkul keadilan. Gaza, tempat hati-hati bersatu,Dalam bait puisi, terukir kisah perjuangan.Doa kita mengalun, menyusuri sungai air mata,Harapan menyinari malam yang kelam. Di bawah langit Palestina yang abadi,Puisi menjadi doa, menggetarkan […] - [Sebuah Symphony Hati - Puisi Muhammad Fendi Afidin](https://ruangbestari.com/sebuah-symphony-hati-puisi-muhammad-fendi-afidin/): Sebuah Symphony Hati Karya: Muhammad Fendi Afidin Di kejauhan, benderang kejayaan bersinar, Hati kami seperti not balok menyusun symphony doa Jarak terpisah, namun jiwa menyatu, Palestina, seperti nada-nada, harapan kami tak pernah luntur Bibirmu adalah ayat-ayat doa yang terucap, Dari jarak, kami merasa kehangatan sujudmu Hatimu adalah bait syair yang kita tulis bersama, Ya Allah, […] - [Aku Ingin Menjadi - Puisi Sabrina Tio Larisha Marpaung](https://ruangbestari.com/aku-ingin-menjadi-puisi-sabrina-tio-larisha-marpaung/): Aku Ingin Menjadi Karya: Sabrina Tio Larisha Marpaung Jikalau kemarin aku jatuh ke dalam lembah gelap Aku ingin besok aku temukan cahaya terang di atas sana Jikalau kemarin aku disapu dengan mudah dari tanah Aku ingin besok aku tertanam kuat di dalam tanah, tak goyah Aku tak ingin mentari membawa ku terbenam bersamanya Meskipun aku […] - [Resolusi - Puisi Siva Sabila](https://ruangbestari.com/resolusi-puisi-siva-sabila/): Resolusi Karya: Siva Sabila Harus kuat layaknyabesi Motivasi menjadi basi Berubah-Ubah Harus obah membawa perubahan menyikut lawan melaju maju bergerak maju lebih baik bersikap lebih cerdik taktikyangbaik mendidik menjadi seorang presiden atau bahkan mentri disebut prof atau orang biasa semuanya adalah pilihan membawa perubahan atau hidup redup sedikit kata-kata menjadi makna membawa resolusi yang abadi - [Thank You, Next. Me to 2024 - Puisi Sasi Febriari](https://ruangbestari.com/thank-you-next-me-to-2024-puisi-sasi-febriari/): Thank You, Next. Me to 2024 Karya: Sasi Febriari Bagaskara terik bersinar, bumantara cerah terhampar Biru, dengan awan – awan menghiasi Hangat sedikit panas menyentuh bumi Halaman pertama untuk 365 hari telah dimulai Masa lalu telah gata Masa kini sedang menyapa Masa depan akan ku ukir hari dengan harsa Aku percaya tidak ada yang amerta […] - [Membujuk Semesta - Puisi Reza](https://ruangbestari.com/membujuk-semesta-puisi-reza/): Membujuk SemestaKarya: Reza 2023, tahun dimana ku mencoba pergi lagi ke JakartaDengan sebuah rencana yang sudah ditata di kepalaTak terlihat memang namun, sangat kentaraKarna memang ku koarkan kemana-mana Ku bercerita tentang rencana yang sudah di depan mataCukup sebentar lagi saja dan kalian dapat berbanggaNamun rupanya di tahun yang mulai menuaBahkan rencanaku pun tak mendapat dukungan […] - [Telaga Kejayaan - Puisi Muhammad Rizky Ramadhan](https://ruangbestari.com/telaga-kejayaan-puisi-muhammad-rizky-ramadhan/): Telaga Kejayaan Karya: Muhammad Rizky Ramadhan Gemercik hujan turun memecah genangan Bayangan jelas terbias menjadi kusam Akankah rintikan yang turun kembali menggenang Tanpa harus mengoyak kubang yang telah menenang Cinta… Impian… Yang kusemai tertatih-tatih Sempat terguyur badai menjadi perih Akankah menyerah? Pasrah hanya akan membawa binasa Lebih baik melanjutkan hidup Dari pada harus menelan rasa […] - [Langkah Menuju Masa Depan yang Berarti - Puisi Risma Ristianti](https://ruangbestari.com/langkah-menuju-masa-depan-yang-berarti-puisi-risma-ristianti/): Langkah Menuju Masa Depan yang BerartiKarya: Risma Ristianti Di awal tahun yang baru, saat resolusi terucap,Kita renungkan hidup, langkah yang akan diambil,Puisi ini ku ciptakan, dengan hati yang tulus,Menggambarkan resolusi, harapan yang terpatri. Resolusi pertama, adalah mencintai diri sendiri,Menerima kekurangan, mengasah potensi yang terpendam,Dengan penuh kasih, memeluk kebaikan yang tercipta,Menjadi pribadi yang lebih baik, tak […] - [Melangkah Wujudkan Resolusi - Puisi Fatin Naurah](https://ruangbestari.com/melangkah-wujudkan-resolusi-puisi-fatin-naurah/): Melangkah Wujudkan Resolusi Karya: Fatin Naurah Melangkah dalam cahaya fajar yang memancar, Wujudkan resolusi impian yang membahar. Di langit biru harapan membentang, Langkah kecil menyusuri jalan yang panjang. Di setiap detik tekad semakin nyata, Resolusi menjadi nyanyian seperti lagu penuh kata. Hati bersemangat berbunga di pagi hari, Melangkah bersama resolusi meraih bintang yang tinggi. Dalam […] - [Resolusi ku di tahun 2024 - Puisi Silvia Dwi Saputri](https://ruangbestari.com/resolusi-ku-di-tahun-2024-puisi-silvia-dwi-saputri/): Resolusi ku di tahun 2024 Karya: Silvia Dwi Saputri Tahun berlalu meninggalkan banyak kenangan Berturut-turut merasakan ketidak tenangan Putus asa menunjukkan bahwa akulah harapannya Bisikan angin membisikkan ku sebuah kata perantara Aku terlalu mendaki terlalu jauh Hingga aku sadar jika aku telah runtuh Hari berlalu namun ku tak kunjung sembuh Dari sebuah hal yang membuat […] - [Berbahagialah Surgaku - Puisi Baiq Nikia Binipuri](https://ruangbestari.com/berbahagialah-surgaku-puisi-baiq-nikia-binipuri/): Berbahagialah Surgaku Karya: Baiq Nikia Binipuri Teruntuk insan terkasih Terimakasih Menjaga jiwa fitri ini dengan peluh Mencurahkan raga pada tunas ini tanpa keluh Memberi kasih suci sebagai suri tauladan dengan Cuma Hanya padamu surgaku Rasaku melampaui semesta Nafasku sebagai pijakmu Rintik nirmala ini hanya untukmu Berbahagialah rumahku Risau ini kudekap demi bahagiamu Getir yang kubungkam […] - [Kalahkan Hari Kemarin - Puisi Abdul Hanan](https://ruangbestari.com/kalahkan-hari-kemarin-puisi-abdul-hanan/): Kalahkan Hari Kemarin Karya: Abdul Hanan Apa kabar kawan, kaum rebahan? Sudah siang, masihkah engkau nikmati mimpi itu? Mimpi yang selalu kau nikmati dalam peraduan, jauh antara nyata dan tiada Apakah, engkau masih terlelap berbantal tangan? Dalam tidur yang tiada arti, dalam lamunan yang tiada pasti Harapan sumbang dan terbuang, tergiur dengan sangka kebaikan Masih […] - [Bersyukur - Puisi Andry Listiani](https://ruangbestari.com/bersyukur-puisi-andry-listiani/): Bersyukur Karya: Andry Listiani Tentang hari ini yang membuat kepala pusing Membuat jantung tak kunjung berhenti berdebar Membuat kaki tak mau berdiam, membuat mata tak mau terpejam Membuat tangan tak mau berulah Sekian lama nikmat yang kau berikan hanya menjadi definisi syukur Tanpa disadari bahwa nikmat-Mu Sungguh luar biasa bagi makhlukmu Kini aku merasakan beratnya […] - [Aku Dengan Resolusiku - Puisi Aprilia Dwi Jayanti](https://ruangbestari.com/aku-dengan-resolusiku-puisi-aprilia-dwi-jayanti/): Aku Dengan Resolusiku Karya: Aprilia Dwi Jayanti Respon tubuh yang mulai membaik, isi pikiran yang tidak terus-menerus berisik, lisan dan batin yang mulai sejalan, membawa perubahan nyata yang menyenangkan. Luang waktu untuk belajar dan bekerja, semakin baik dalam mengatur jadwal, menerima semua risiko dan tantangan, melakukan hal-hal yang tidak semua orang dapat lakukan. Sepasang mata […] - [Menggores Takdir - Puisi Anuk Kuswanti, S.Pd.](https://ruangbestari.com/menggores-takdir-puisi-anuk-kuswanti-s-pd/): Menggores Takdir Karya: Anuk Kuswanti, S.Pd. Pekat malam tanpa bebintang Kulepas angan melesat jauh menembus kelam Kurapal doa merenda kata penghambaan Kulangitkan selaksa asa yang terhimpun dalam impian Semesta mendukung setiap jengkal berpeluh Sematkan juang dalam ayun langkah berkayuh Cahya mentari bak peri menghampiri Wartakan berita gembira mengusik nurani Menggores takdir hantarkan mimpi Abdikan diri […] - [Untuk Tahunku - Puisi Muhammad Sholeh Sihombing](https://ruangbestari.com/untuk-tahunku-puisi-muhammad-sholeh-sihombing/): Untuk TahunkuKarya: Muhammad Sholeh Sihombing Untuk Tahunku Akhirku telah hilang menjelma jadi awalDia pergi menanam pesan yang membekas dalam lubuk paling dalamMaksudnya agar aku tidak menyakiti yang datangKatanya aku sudah cukup menjadi perusak zamanAndai dia tau aku sedang berada pada tepi paling curam Awal ini akan menjadi coretan baruCoretan pada kertas yang melekat di pinggang […] - [Adnyana - Puisi Agisna Anisah](https://ruangbestari.com/adnyana-puisi-agisna-anisah/): AdnyanaKarya: Agisna Anisah Rupanya hidup di sini, di era ini begitu kompleksEnergi yang keluar lebih banyak daripada hasil yang didapatSemesta terlalu banyak menyimpan misteri, dan aku tak kuasa memahamiOmong kosong jika tak pernah merasa kesepian, meski di tengah keramaian Lalu lalang kendaraan bagai instrumen aktif di kepalaUmpatan dari segala jenis tak lagi asing di telinga, […] - [Takdir Cinta - Cerpen Anuk Kuswanti, S.Pd.](https://ruangbestari.com/takdir-cinta-cerpen-anuk-kuswanti-s-pd/): Takdir CintaKarya: Anuk Kuswanti, S.Pd. Prihatiningsih, nama lengkapku. Prihatin berasal dara Bahasa Jawa yang artinya hidup dalam kesederhanaan. Ya, berasal dari keluarga petani harus hidup sederhana untuk sebuah tujuan mennggapai cita. Ayah ibuku punya cita-cita yang mulia. Beliau ingin anaknya menjadi guru, mengabdi pada negara untuk turut mencerdaskan bangsa. Begitu pun aku. Alhamdulillah, keinginan itu […] - [Semoga Bab Bahagia Baru - Puisi Ahmad Jauhari Umar](https://ruangbestari.com/semoga-bab-bahagia-baru-puisi-ahmad-jauhari-umar/): Semoga Bab Bahagia Baru Karya: Ahmad Jauhari Umar Ku baca kalam-kalam itu Menaburkannya di ruang udara Ku bisikkan tanganku Seakan-akan mendengar semuanya Di riuhnya gelap Kurasa terlalu pengap Jika tidak berbicara Kepada sang pencipta Malam ini Hanya do’a yang bisa ku udarakan Berdesakkan dengan petasan Yang dari tadi mereka nyalakan Tak banyak inginku Semoga rencanaku […] - [Aku - Puisi Santa Maria Br Silalahi](https://ruangbestari.com/aku-puisi-santa-maria-br-silalahi/): Aku Karya: Santa Maria Br Silalahi Tak terasa tahun sudah berganti, Akankah semangatku masih seperti tahun sebelumnya Akankah resolusiku tinggal wacana Atau akan terwujud Ingin ku hapus jejak buruk ku ditahun sebelumnya, Masih memikirkan apa yang harus diperbuat Apa aku memilih menghindar Atau memilih menjalani semuanya Semua masih terasa seperti bayangan Hingga sulit menetap pada […] - [Filosofi Warna - Cerpen Ela Mantina, S.Pd.](https://ruangbestari.com/filosofi-warna-cerpen-ela-mantina-s-pd/): Filosofi WarnaKarya: Ela Mantina, S.Pd. Panas terik mulai menjarah ruang kelas, wajah-wajah nampak mengumbar lelah dan jenuh. Haus lapar berteriak dari perut-perut yang sedari pagi tak diberi gizi. Suasana semakin kacau ketika ada yang menyenderkan kepala hingga tertidur di sudut ruang paling belakang, banyak dari mereka acuh dan memilih untuk duduk di teras kelas sambil […] - [Dalam Bayangan Resolusi - Puisi Sofyanudin](https://ruangbestari.com/dalam-bayangan-resolusi-puisi-sofyanudin/): Dalam Bayangan Resolusi Karya: Sofyanudin Dalam bayangan resolusi, langkah berdenting Mimpi teranyarkan di malam yang membisu Bait-bait harapan menggelora dan bernyanyi Sebuah janji, di jantung tahun yang baru Cahaya fajar melukis kisah yang terpendam Resolusi merajut mimpi dalam benang waktu Perubahan menjelma dalam setiap detik Dalam bayangan resolusi, hati bergetar Keinginan terukir di kanvas tahun […] - [Api Semangat - Puisi Angelina Nurmustika Devi](https://ruangbestari.com/api-semangat-puisi-angelina-nurmustika-devi/): Api Semangat Karya: Angelina Nurmustika Devi Hari demi hari telah ku lewati, Bulan demi bulan telah berganti, Semuanya terasa begitu berat, Tanpa terkecuali. Langkah – langkah di masa lalu, Merupakan bagian dari kisah hidupku, Saatnya memulai dengan semangat baru, Yang akan terus maju. Api semangat mulai berkobar, Harapan seketika menyebar, Hati berdebar di kala mengejar, […] - [Resolusi - Puisi Imas Putri](https://ruangbestari.com/resolusi-puisi-imas-putri/): Resolusi Karya: Imas Putri Di tengah gemuruh badai kehidupan Di balik awan hitam penuh kelam Terpancar cahaya harapan Seperti sinar mentari yang menerangi Di atas hamparan langit malam Secercah bintang di kejauhan Mengisyaratkan harapan baru Yang akan segera menjadi kenyataan Seperti seberkas sinar mentari Yang menembus awan kelabu Resolusi menjadi pengingat Bahwa hidup ini masih […] - [Gelora Resolusi di Tahun Baru - Puisi Nurul Hidayah](https://ruangbestari.com/gelora-resolusi-di-tahun-baru-puisi-nurul-hidayah/): Gelora Resolusi di Tahun Baru Karya: Nurul Hidayah Malam yang gelap, tahun baru tiba Resolusi terukir, elok bercahaya Bintang-bintang bersinar di cakrawala Harapan memancar, menguak jiwa Langkah demi langkah Derap kaki mulai menjelajah Tekad baja tak kan goyah Meledakkan potensi mengukir sejarah Tekad bulat bagai puncak ancala Menggapai impian melebihi batas cakrawala Menjadi lebih baik, […] - [Melangkah Bersama Ilmu Pengetahuan - Puisi Rizqy Fitria](https://ruangbestari.com/melangkah-bersama-ilmu-pengetahuan-puisi-rizqy-fitria/): Melangkah Bersama Ilmu Pengetahuan Karya: Rizqy Fitria Di medan ilmu, di depan kelas penuh harapan, Guruku, pemberani, melangkah dengan semangat yang tak terkalahkan. Resolusi dalam hatinya, berdenting seperti lonceng, Mencari ilmu pengetahuan, di medan pertempuran yang menyenangkan. Tantangan adalah sahabatnya, teman setia di sepanjang jalan, Dengan keunggulan di pelupuk mata, ia menjelajah ilmu tiada henti. […] - [Mengukir Harapan di Dalam Diri - Puisi Sahrianti Basrum](https://ruangbestari.com/mengukir-harapan-di-dalam-diri-puisi-sahrianti-basrum/): Mengukir Harapan di Dalam Diri Karya: Sahrianti Basrum Di relung jiwa, sinar redup memancar, Misteri harapan dalam detik yang tak terhitung. Sejuta serpihan mimpi bersembunyi, Dalam setiap tarikan nafas yang terdalam. Jejak langkah membentang di ladang harapan, Tiada batas, seperti awan di langit biru. Makna terkandung dalam riak-riak waktu, Di antara sunyi, terukirlah cerita. Bagaikan […] - [Jalur Kejayaan Pesona Transformasi - Puisi Silvya Amanda](https://ruangbestari.com/jalur-kejayaan-pesona-transformasi-puisi-silvya-amanda/): Jalur Kejayaan: Pesona Transformasi Karya: Silvya Amanda Melangkah di jalur kejayaan yang mempesona hati, Pesona transformasi, menggetarkan jiwa yang terpandang. Resolusi terwujud dalam langkah-langkah gemilang, Mengubah hidup menjadi kisah kejayaan yang tak tergantikan. Seperti fajar yang memancarkan sinar keemasan, Transformasi merebak dengan keindahan yang mempesona. Kita berani menghadapi tantangan yang menghadang, Mengukir jejak keberhasilan dengan […] - [Perjalanan Seorang Guru Pemula - Cerpen Rizqy Fitria](https://ruangbestari.com/perjalanan-seorang-guru-pemula-cerpen-rizqy-fitria/): Perjalanan Seorang Guru PemulaKarya: Rizqy Fitria Di tengah kerumitan kehidupan, aku merasakan panggilan yang kuat untuk mencari makna yang lebih dalam. Rasanya seperti sebuah panggilan dari alam semesta yang mengajakku untuk melangkah ke wilayah yang belum pernah kutelusuri sebelumnya. Meski terasa penuh ketidakpastian, tapi entah mengapa, aku yakin bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk […] - [Sebungkus Resolusi - Puisi Sugiati](https://ruangbestari.com/sebungkus-resolusi-puisi-sugiati/): Sebungkus Resolusi Karya: Sugiati seberapapun kerja yang bukan main rumitnya aku masih berusaha untuk mewujudkanya meski gagal di tahun dua ribu dua puluh tiga saatnya aku mulai berusaha ku tempuhnya perlahan-lahan akan aku ciptakan tawa yang gemuruh di angkasa saat kau melihatku memakai toga toga yang ku tempuh dengan sekuat tenaga Ayah dan Ibu tak […] - [Harapan Masa Depan - Puisi Hadi Mulyono](https://ruangbestari.com/harapan-masa-depan-puisi-hadi-mulyono/): Harapan Masa Depan Karya: Hadi Mulyono Kuberdiri ikhtiar, mengajar Kabar tersiar, semangat berkobar Mata berbinar, selalu bersinar Riang pembelajar, senang pemelajar Keluh kesah dan lelah dalam langkah Tanpa tujuan dan arah Namun, kutetap menatap cita dengan cinta penuh harap Agar dunia gelap menjadi gemerlap Mengajar tak gampang Seperti membalikkan telapak tangan Banyak tantangan yang menghadang […] - [Aku Dan Asa - Puisi Nurfaisha Anendhita](https://ruangbestari.com/aku-dan-asa-puisi-nurfaisha-anendhita/): Aku Dan Asa Karya: Nurfaisha Anendhita Aku perbaiki masalah yang rumit Agar tubuhku tidak terbelit-belit Aku jalani sebuah perjalanan Menatap teguh ke arah depan Tak ku pikirkan masa yang usang Tak ku lagi hamburkan uang Semoga hujan menghanyutkan Semua rasa yang ku kecewakan Tahun kini telah berganti Akan ku siapkan langkahku dengan pasti Semua doa […] - [Renjana - Puisi Fini Sumarni](https://ruangbestari.com/renjana-puisi-fini-sumarni/): Renjana Karya: Fini Sumarni Di kala debur ombak menyapa bersama angin Sepasang burung menaribersiul berirama Di kala itupula daku merenung mencari ruang kerinduan Sebatas melihat bayangan tuk menahan derai air mata Gugur melebur bak redupnya harapan itu Esensi tak terbalaskan, menikam banyak alasan Mimpinya terkubur diserat waktu Hingga tak mampu mengendalikan arah kehidupan Nyatanya Semesta […] - [Kartu Hati - Puisi Yunita Indriani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kartu-hati-puisi-yunita-indriani-s-pd/): Kartu Hati Karya: Yunita Indriani, S.Pd. tidak lagi terjeda setiap bel berbunyi untuk menutur tentang ilmu padi aku ingin menggambar kartu hati kartu kebahagiaan di balik buku kartu kegembariaan untuk siswaku biar aku tahu bahwa di ruangan aku tinggal bersama keniscayaan kelak siswaku pergi namun kartu hatiku tak pernah mati dan siswaku mengenangku bagai kayu […] - [Resolusi 2024 - Puisi Nurhadi Sumartha](https://ruangbestari.com/resolusi-2024-puisi-nurhadi-sumartha/): Resolusi 2024 Karya: Nurhadi Sumartha Di awal tahun, kini kita hadir… Resolusi 2024, impian terbuka pintu sejauh mata memandang. Bukan sekadar harapan, bukan sekadar kata… Namun laksana bintang yang bersinar di angkasa. Tak lagi hanya janji di atas kertas… Resolusi tahun ini, bagai melodi tak terduga. Bunga-bunga harapan mekar di taman hati… Bersatu dalam tangisan […] - [Lembaran Baru, Harapan Biru - Puisi Nur Qabib Soleh](https://ruangbestari.com/lembaran-baru-harapan-biru-puisi-nur-qabib-soleh/): Lembaran Baru, Harapan Biru Karya: Nur Qabib Soleh Lembaran 1001 kisah yang penuh suka duka Langkah kecil yang tak pernah berhenti menahan beban Menggapai angan dengan penuh keyakinan Mengukir kisah baru yang tak pernah terpikirkan Lembaran baru kini mulai tergores Berharap tinta emas yang akan mengisinya Warna-warni bak pelangi nan indah turut menyertainya Secercah harapan […] - [Membiru Bersama Waktu Baru - Puisi Nidia Sabela](https://ruangbestari.com/membiru-bersama-waktu-baru-puisi-nidia-sabela/): Membiru Bersama Waktu BaruKarya: Nidia Sabela Takbir yang lantang mengawali tahun baruTantangan baru menanti di depankuDengan mimpi yang berkilau di matakuKu hadapi langkah berani dengan tegar Cerita waktu terukir indah di hatiMelukiskan puncak harapan yang tertinggiJejak baru kuukir dengan semangat jiwaMewarnai kehidupan dengan karya bersama Perjalanan abadi yang kuharapkanMenuju nirwana impian yang jauh merinduBeriringan dengan […] - [Kota Sampit menjadi Latar Baru Kisahku - Cerpen Andika Cahya Imama, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kota-sampit-menjadi-latar-baru-kisahku-cerpen-andika-cahya-imama-s-pd/): Kota Sampit menjadi Latar Baru KisahkuAndika Cahya Imama, S.Pd. Tiga tahun lampau sejak serangan Covid melanada, aku memutuskan untuk mencari penghidupan yang layak. Meskipun sejatinya aku masih bisa untuk bertahan hidup dengan gaji guru swasta di sekolah pinggiran desa. Mencari tambahan penghasilan dengan ikut menjadi pengajar di bimbingan belajar yang aku dirikan bersama teman sejawatku. […] - [Aku Bersama Mimpi - Puisi Serlina Amanda](https://ruangbestari.com/aku-bersama-mimpi-puisi-serlina-amanda/): Aku Bersama Mimpi Karya: Serlina Amanda Berhembus angin merasuk sukmanya Berselimuti kabut malam nan sepi Menatap rambulan tertelan gumpalan hitam Menyapu kesepian dalam kalbu terdalam Gadis muda itu duduk termanggu Matanya menatap dalam awan biru Jauh dalam kegelapan ia menatap Seakan ingin bertanya, apa yang sedang terjadi? Dia merasa takut, tak mampu mengahapus gelap Lambaran […] - [Hasratku dan Hajatmu - Puisi Andika Cahya Imama](https://ruangbestari.com/hasratku-dan-hajatmu-puisi-andika-cahya-imama/): Hasratku dan Hajatmu Karya: Andika Cahya Imama Di pagi pertama bulan Januari tahun 2024 ini. Aku masih bersanding dengan impian masa lalu. Menjadi bagian dari munajat ibuku. Ini adalah cita yang dirindukannya. Yang tak kunjung nyata adanya. Dan aku adalah penggantinya. Di pundakku, ada dua asa dua insan. Menyatu hingga dasar batin. Ibuku dan aku. […] - [Harsa Lentera - Puisi Ayu Permatasari](https://ruangbestari.com/harsa-lentera-puisi-ayu-permatasari/): Harsa Lentera Karya: Ayu Permatasari Waktu kian berlalu Hari yang berubah menjadi bulan Bulan yang berevolusi menjadi tahun Jangka waktu kehidupan Berlalu cepat seiring perubahan zaman Tak lekang habis dimakan masa Tak memakan habis secercah harapan manusia Doa yang selalu dipanjatkan Usaha yang terus dijalankan Serta raga yang kuat berpedoman iman Tidakkah resolusi terus berjalan […] - [Melodi Kasih dan Ilmu - Puisi Bismo Prasetyo](https://ruangbestari.com/melodi-kasih-dan-ilmu-puisi-bismo-prasetyo/): Melodi Kasih dan IlmuKarya: Bismo Prasetyo Di ruang kelas penuh warna cerita,Seorang guru membawa hati penuh tekad yang berapiDengan kesabaran, kutorehkan harapan dan kasih.Menavigasi perahu kecil menuju pelabuhan cita-cita,Menyemai pengetahuan, memberikan arti.Menyulam mimpi-mimpi menjadi masa depan yang jernih. Dalam peradaban waktu yang mengalir, segenap hati kuabdikan, Penuh harap, tak kenal lelah, terus berjalan.Melalui pelajaran, kuajarkan […] - [Mimpi dan Resolusi - Puisi Humairoh Azzahra](https://ruangbestari.com/mimpi-dan-resolusi-puisi-humairoh-azzahra/): Mimpi dan ResolusiKarya: Humairoh Azzahra Begitu banyak cerita yang ingin aku ciptaRentetan imaji yang aku harap akan menjadi nyataTentang cita serta angan yang kini aku punyaAkankah semua takkan temui jalan buntunya?Akankah harap yang aku semai akan nyata adanya? Di tahun ini kususun kembali deretan mimpi dan resolusiKurangkai kembali tiap langkah yang ingin kususuriMeski tak lagi […] - [Langkah Maju - Puisi Esia](https://ruangbestari.com/langkah-maju-puisi-esia/): Langkah Maju Karya: Esia Di ujung jalan yang tak terbatas Ku berdiri dengan tekad yang teguh Menghadapi tantangan yang menggoda Dalam langkah maju, ku mulai berlari Dalam setiap langkah, ku rasakan getaran Energi yang membara, semangat yang berkobar Mengatasi rintangan, melampaui batas Dalam langkah maju, ku temukan kekuatan Langkah pertama, ku tinggalkan masa lalu Menghapus […] - [Resolusi 2023 - Puisi Fera Ningsih Banurea](https://ruangbestari.com/resolusi-2023-puisi-fera-ningsih-banurea/): Resolusi 2023 Karya: Fera Ningsih Banurea Semuanya kesusahan, kesalahan, kegagalan Lupakan semua, hapus semua Jangan kalah atau menyerah karena gagal Kita rebut mimpi perubahan masa depan kita Ikrar yang tercecer patut diraih Jangan robohkan ekspektasi Berdiam, lalu pasrah berarti kau runtuh Berhenti bersandar pada janji manusia Lupakan rutinitas hadirnya janji Bersemangat lah seperti api yang […] - [Pertemuan dengan Sang Penjaga Kalam - Cerpen Nazwa Mesya Sabila](https://ruangbestari.com/pertemuan-dengan-sang-penjaga-kalam-cerpen-nazwa-mesya-sabila/): Pertemuan dengan Sang Penjaga KalamKarya: Nazwa Mesya Sabila Pada setiap detik yang telah ditentukan, pada alur cerita yang telah di gariskan & pada setiap pertemuan yang berujung perpisahan. Tiada lain & tiada bukan manusia di pertemukan hanya untuk saling mengambil pelajaran satu dengan yang lainnya. Melalui sebuah kalimat “Khoirunnas anfa’uhum linnas(sebaik baik manusia adalah yang […] - [Satu Januari - Puisi Ardian Ramadhan](https://ruangbestari.com/satu-januari-puisi-ardian-ramadhan/): Satu Januari Karya: Ardian Ramadhan Satu Januari, tiba saatnya Lembaran baru telah terbuka Cita-cita dan harapan Menghiasi setiap jiwa Masa lalu, biarlah berlalu Jadikan diri lebih baik lagi Menghargai waktu dan orang lain Membuat dunia menjadi lebih baik lagi Satu Januari, tiba saatnya Menggapai mimpi-mimpi tinggi Kerja keras, tak boleh berhenti Keberhasilan akan kita raih […] - [Kilau Resolusi - Puisi Naya Oktaviani](https://ruangbestari.com/kilau-resolusi-puisi-naya-oktaviani/): Kilau Resolusi Karya: Naya Oktaviani Sayup-sayup jalinan pikiran mengudara Menerka banyaknya jalan yang menunggu Melambai bak alang-alang di tepian danau Menarik jiwa baru yang akan lahir Sebuah hati besar terbentuk Lukisan luka lama mulai terkubur Belajar menjadi sosok harapan murni Tiada lelah hati berbicara Bergumam dengan banyaknya logika Bertaruh dengan keputusan besar Berjalan dengan mimpi-mimpi […] - [Resolusi di Ujung Semu - Puisi Triana Mauludiyah, S.H](https://ruangbestari.com/resolusi-di-ujung-semu-puisi-triana-mauludiyah-s-h/): Resolusi di Ujung Semu Karya: Triana Mauludiyah, S.H Kusentuh tepian kertas usang di atas meja Aksara semu tercecer tak lagi kusapa Tampak ringkih suara monitor dimakan usia Remang, tak secerah kemarin lusa Jelas kudengar rintihan kecil di balik deretan buku Kusapa kembali huruf-huruf tersembunyi Mengeja kata menyusuri cerita kala itu Terlampau gigih belajar merangkai kata […] - [Kisahku: Berkah Vs Rupiah - Cerpen Triana Mauludiyah, S.H](https://ruangbestari.com/kisahku-berkah-vs-rupiah-cerpen-triana-mauludiyah-s-h/): Kisahku: Berkah Vs RupiahKarya: Triana Mauludiyah, S.H. “Aku tidak mau jadi guru,” celetukku ketika Bapak menyinggung perihal cita-cita. Itulah aku, satu-satunya anak perempuan yang bisa dikatakan lebih terpenuhi dari segi pendidikan daripada kedua kakakku. Mereka hanya tamat SMA dan harus mempertaruhkan impiannya untuk menjadi seorang sarjana. Keadaan ekonomi keluarga mengharuskan mereka menyambung hidup dengan bekerja […] - [Jejak yang Terpatri - Puisi Hening Jati Melani](https://ruangbestari.com/jejak-yang-terpatri-puisi-hening-jati-melani/): Jejak yang Terpatri Karya: Hening Jati Melani Dalam hidupnya ia terus mencari Mengais sisa-sisa bahagia dalam diri Ia terus menggali aman yang ternyata fiksi Melawan pedih jiwa dalam kurungan duri Dalam hidupnya ia terus bertanya Tentang betapa biasa hidup miliknya Meski putaran waktu yang ke sejuta Tak ada mujur hidup dalam dirinya Kini hidup menyeretnya […] - [Resolusi 45 - Puisi Intan Nur Fauziah Saputri](https://ruangbestari.com/resolusi-45-puisi-intan-nur-fauziah-saputri/): Resolusi 45 Karya: Intan Nur Fauziah Saputri Gelap sunyi malam ini Gemerlap cenat merintis Tiada henti menepis serak Kali ini kobar jiwa semangat tiada henti Saksi raga menebar resulusi 45 Meski jauh pandang melihat Namun Leka sendu tak pernah menerka ambisi tanpa syarat Bila kau tahu Asaku tak kan pernah koyah Ragaku tak pernah lelah […] - [GTT (Guru Tanpa Tanda) - Puisi Alviyatun Ni’mah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/gtt-guru-tanpa-tanda-puisi-alviyatun-nimah-s-pd/): GTT (Guru Tanpa Tanda) Karya: Alviyatun Ni’mah, S.Pd. Nak, Jika tanyamu bergema dan terus mengadu Mengapa tak tertulis nama ibu sebagai wali kelasmu Padahal ibu yang membersamai langkah kembangmu Padahal kau mengenal ibu adalah gurumu Nak, Kemarilah sebentar Biar ibu berbisik di antara ragu Lirih bibir bergetar Lembut tangan menggenggam Maafkan ibu ya Nak, Ibu […] - [Melangkah ke Tahun Baru - Puisi Andi Indah Ayu Lestari](https://ruangbestari.com/melangkah-ke-tahun-baru-puisi-andi-indah-ayu-lestari/): Melangkah ke Tahun Baru Karya: Andi Indah Ayu Lestari Di tahun baru terbentang harapan, Resolusi menjulang di langit raya. Dalam diri, menyala semangat jauh, Meniti langkah, mengarungi waktu. Dalam bayangan bunga yang berkembang, Kulibas keraguan, terbang di awan biru. Resolusi bagai bintang yang bersinar, Menyiratkan impian di malam sunyi. Berani melangkah, menembus gelap, Seperti kisah […] - [Aku, Tetap Seorang Guru - Cerpen Alviyatun Ni’mah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/aku-tetap-seorang-guru-cerpen-alviyatun-nimah-s-pd/): Aku, Tetap Seorang GuruKarya: Alviyatun Ni’mah, S.Pd. Matahari mulai nampak meski malu-malu. Kupanggul tas abu berisi laptop dan buku-buku mengajar. Bergegas kupakailah helm Cargloss berwarna krem dan melajulah aku dengan sepeda motor kesayanganku. “Huaftttt, kenapa hari ini aku mengantuk sekali ?” Kataku sembari tetap melaju pelan dengan kecepatan 40 km/jam. Sekolah tempatku mengabdi berjarak 15 […] - [Resolusi Terang - Puisi Besse Sahriyuni](https://ruangbestari.com/resolusi-terang-puisi-besse-sahriyuni/): Resolusi Terang Karya: Besse Sahriyuni Di lembar baru kisah yang terbentang, Resolusi mengukir impian tulus. Janji di hati, bersinar di langit biru, Menuntun langkah, menuju yang lebih indah. Tak lagi hanyut dalam alasan usang, Resolusi panduan, peta di perjalanan. Perubahan nyata, di setiap detik berjalan, Senyuman yakin, menjawab panggilan. Bukan belenggu, melainkan pelita jiwa, Menerangi […] - [Pesan yang Tak Pernah Sampai - Cerpen Selly Veronika](https://ruangbestari.com/pesan-yang-tak-pernah-sampai-cerpen-selly-veronika/): Pesan yang Tak Pernah SampaiKarya: Selly Veronika Bintang yang aku sayangi… Terimakasih untuk kenangan indah di waktu yang lalu. Terimakasih sudah selalu percaya dengan mimpi-mimpiku. Hari ini, izinkan aku pergi mengabdi ke pelosok negri untuk menjemput mimpi-mimpiku, juga untuk membangun mimpi-mimpi anak Indonesia. Aku tidak tahu, setelah ini apakah kita akan kembali bertemu. Tapi aku […] - [Tuan Kala Melukis Resolusi - Puisi Ilham Ramadhan](https://ruangbestari.com/tuan-kala-melukis-resolusi-puisi-ilham-ramadhan/): Tuan Kala Melukis ResolusiKarya: Ilham Ramadhan Kemarilah wahai tuan kala yang senantiasa menunggu niscayaKepastian akan tiba meski tak selalu diharapMenunggunya sekali duduk untuk melukis resolusiBinar mata menuju arah masa depan yang menghiasi galaksiSetiap langkah demi langkah terus disertai asih Wahai tuan kala duduklah di sini temani secercah harapAku yang renta dimakan anai-anai seribu anganBegitu cepat […] - [Jerambah Nirwana - Puisi Elfa Fadilah](https://ruangbestari.com/jerambah-nirwana-puisi-elfa-fadilah/): Jerambah Nirwana Karya: Elfa Fadilah Duniaku penuh benang tak beraturan Mencekik kehidupan Demi sebuah harapan Yang dikejar mati-matian Kepalaku bising Dadaku busung Baskara tlah tiba membawa dekap Berbisik “Semua baik-baik saja.” Katanya lagi, Gundah nan harsa Duduk bersama, menyanyikan lagu Bahagia Genta berbicara “Baskara takkan jadi aksa pun anca.” Bibirku kelu, tanganku kaku Aku mati […] - [Tahun Kebahagiaan - Puisi Ririn Deswita Putri](https://ruangbestari.com/tahun-kebahagiaan-puisi-ririn-deswita-putri/): Tahun Kebahagiaan Karya: Ririn Deswita Putri Sebuah sandiwara menggemparkan dalam ungkapan jiwa Menyatu dalam warna yang penuh dengan sejuta cinta Tertulis dalam sebuah catatan kecil yang mewarnai antara kita Semesta yang bertanya dalam sebuah hati tentang kemanakah arahku selanjutnya? Kesempatan yang berharga dalam bumi Pertiwi ini Perjalanan telah ku arungi dalam tiga ratus enampuluh lima […] - [Cerita Destinasi di Setiap Resolusi - Puisi Wiwin Rosmawati](https://ruangbestari.com/cerita-destinasi-di-setiap-resolusi-puisi-wiwin-rosmawati/): Cerita Destinasi di Setiap Resolusi Karya: Wiwin Rosmawati Setiap resolusi, kisah terbentang Sebuah destinasi yang menjadi tujuan Tahun terus berganti bagai bagian baru dalam sebuah drama Destinasi kita terukir dalam mimpi yang berkilauan diantara bintang Resolusi pertamaku menjadi tahap menuju awal Destinasi cemerlang dibalik tirai harapan yang sedang ku perjuangkan Resolusi pertama, awal yang gemilang […] - [Asa di Ujung Senja - Cerpen Fery Mulyadi, S.H.I](https://ruangbestari.com/asa-di-ujung-senja-cerpen-fery-mulyadi-s-h-i/): Asa di Ujung SenjaKarya: Fery Mulyadi, S.H.I Teeet…, teeeet….teeeet…., terdengar suara dari getaran telepon genggam yang tergeletak di atas meja kerjaku. Kedua mataku langsung tertuju pada tombol hijau yang bergerak di layarnya. “Maasya Allah…. Pak Ahmad, Direktur Pendidikan Yayasan Al-Marwa Pekanbaru. Dia pimpinan yang sangat disegani di sekolahku, tempat ku mengabdi sebagi seorang pendidik. Kedudukannya […] - [Hilangkan kekerasan munculkan kedamaian - Puisi Alfiyah Salsabila](https://ruangbestari.com/hilangkan-kekerasan-munculkan-kedamaian-puisi-alfiyah-salsabila/): Hilangkan kekerasan munculkan kedamaian Karya: Alfiyah Salsabila Tahun 2023 telah usai Banyak hal-hal yang terjadi kala itu Dari hal yang menyenangkan maupun menyedihkan Sudah kita lewati semua Hal Yang paling membekas di benak ku adalah Banyak kasus kekerasan bertebaran di negara ku Korban juga berjatuhan karena itu Hingga trauma pun mereka alami sekarang Aku bingung […] - [Menembus Batas di Tahun 2024 - Puisi Rifda Nabila](https://ruangbestari.com/menembus-batas-di-tahun-2024-puisi-rifda-nabila/): Menembus Batas di Tahun 2024 Karya: Rifda Nabila Seperti mantra kesuksesan yang kuhembuskan Prestasi akademik dan ladang non akademik kugengam Kegiatanku kutari dengan semangat berapi-api Melangkah di semester empat, warna kehidupanku berubah ragam Mengembangkan diri bagai melodi syair yang terpahat Buku menjadi peta, membimbing di tengah badai ganas Kegiatan sosial menyatukan dalam barisan kemanusiaan Resolusiku […] - [Resolusi Apa Lagi untuk Tahun Ini? - Puisi Alya Nadila](https://ruangbestari.com/resolusi-apa-lagi-untuk-tahun-ini-puisi-alya-nadila/): Resolusi Apa Lagi untuk Tahun Ini? Karya: Alya Nadila Setiap kali mengakhiri tahun, Andai-andai yang kerap kusemogakan untuk tahun berikutnya selalu tersebutkan Padahal, banyak dari resolusi itu tak kunjung terealisasi, Hanya sebagai andai-andai Lagi-lagi, tahun ini menjadi refleksi dari banyaknya andai-andai di tahun kemarin Selalu mengharapkan banyak hal baru Refleksi yang kerap kali membuatku berpikir, […] - [Sang Fajar Di Ufuk Timur - Puisi Rizal Kurniawan Hidayat](https://ruangbestari.com/sang-fajar-di-ufuk-timur-puisi-rizal-kurniawan-hidayat/): Sang Fajar Di Ufuk Timur Karya: Rizal Kurniawan Hidayat Detik demi detik telah kulalui Membawaku kearah masa depan yang cerah Tak terasa, kini aku berada dalam era yang baru Era yang penuh dengan resolusi baru Dan juga Impian-impian baru Oh tuhan, berikanku kekuatan… Untuk mewujudkan semua anganku… Berikanku kemampuan untuk melambung tinggi… Untuk menggapai resolusi […] - [Menegakkan Panji - Cerpen Dini Hanifa](https://ruangbestari.com/menegakkan-panji-cerpen-dini-hanifa/): Menegakkan PanjiKarya: Dini Hanifa Udara dan kabut pagi seperti pintalan sutra halus yang membelai lembut apa saja yang ia lewati. Layaknya sutra yang mahal, udara bersih nan segar semacam ini merupakan harta karun yang sering diburu masyarakat urban meski harus ditempuh dengan cara bermacet-macetan di tengah waktu libur yang serba terbatas. Ah, siapa peduli. Walaupun […] - [Asha - Puisi Nur Wiji Lestari](https://ruangbestari.com/asha-puisi-nur-wiji-lestari/): Asha Karya: Nur Wiji Lestari Hampir penuh coretan di buku itu Tertulis dari tinta berwarna dan abu-abu Kubaca perlahan dari halaman satu Banyak kisah tawa maupun sendu Hingga tibalah di lembar penghujung Akupun terdiam termenung Bertanya kebingungan pada diriku Kemana detik demi detik yang telah berlalu Banyak impian yang masih terjebak dalam angan Seperti air […] - [Kasih Sayang Seorang Guru - Cerpen Dwi Susanti](https://ruangbestari.com/kasih-sayang-seorang-guru-cerpen-dwi-susanti/): Kasih Sayang Seorang GuruKarya: Dwi Susanti Sunyi. Hening tanpa kata. Menangis sedih tanpa air mata. Berseru parau, tetapi tak bersuara. Andai engkau tahu, seberapa besar rasa bersalah yang menghunjam ulu hati. Engkau akan memahami, mengapa aku enggan mengangkat wajah ini dari hamparan sajadah. Karena hanya kepada Sang Maha Penyayang, aku ingin menumpahkan segala rasa gundah. […] - [Resolusi Bukan Sekadar Wacana - Puisi Ira Veronika Girsang](https://ruangbestari.com/resolusi-bukan-sekadar-wacana-puisi-ira-veronika-girsang/): Resolusi Bukan Sekadar Wacana Karya: Ira Veronika Girsang Di tahun yang baru, resolusi terbit, Mengembara harapan, di hati yang resah. Mengukir mimpi, tak lagi terfitnah, Menjelma cita, dalam pelita cemerlang. Tak sekadar wacana, namun tindakan nyata, Menyongsong masa, dengan tekad tulus. Merajut kebaikan, tanpa ragu bimbang, Resolusi mengemban, cita-cita suci. Biarlah langkah pasti, menuntun pada […] - [Resolusiku - Puisi Fadilah](https://ruangbestari.com/resolusiku-puisi-fadilah/): Resolusiku Karya: Fadilah Kehidupan sulit, kekecewaan dan kesedihan Sudah cukup kurasakan ditahun yang telah lalu Akhir tahun sudah cukup menjadi batas sebagai akhir asal masalalu yg telah kualami Ditahun yang akan tiba, tahun yang akan dilewati Aku bertekad dengan tulus Resolusi ku teguhkan, kusimpan dalam hati yang suci Lebih produktif dan kreatif menjadi sebuah pilar […] - [Sepenggal Cerita bersama Siswa-Siswa Tercinta - Cerpen Siti Jumsiah](https://ruangbestari.com/sepenggal-cerita-bersama-siswa-siswa-tercinta-cerpen-siti-jumsiah/): Sepenggal Cerita bersama Siswa-Siswa tercinta Karya: Siti Jumsiah Aku menggeluti dunia pendidikan selama kurang lebih 24 tahun. Tak terasa, bagiku waktu 24 tahun merupakan waktu yang masih sebentar, karena memberikan ilmu membutuhkan waktu yang sangat lama dan panjang. Aku sangat menyukai dunia mengajar dan anak-anak. Bagiku mengajar merupakan panggilan jiwa. Dengan segala suka dan dukanya. […] - [Resolusi - Puisi Eka Rahmaniah Q.H](https://ruangbestari.com/resolusi-puisi-eka-rahmaniah-q-h/): Resolusi Karya: Eka Rahmaniah Q.H Jika jiwa dan hati berpapas bisakah mereka melirik Jika hati dan iba dalamsatulubuk, bisakah mereka saling menggenggam Aku tidak tau anganku terhancur Aku tak tau kamu dan aku terkufur Bisakah pengabdi menjadi abdi Abdi menjadi pahlawan nadi Aku di sini sedang berangan angan tuan Genggammu dapatku raih atau sekedar mimpiku […] - [Guru Honorer - Cerpen Malihatun Nikmah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/guru-honorer-cerpen-malihatun-nikmah-s-pd/): Guru Honorer Karya: Malihatun Nikmah, S.Pd. Meski honornya hanya tiga ratus ribu, tak menyusutkan niatnya untuk datang pagi-pagi ke sekolah. Melawan cuaca, berpura-pura menutupi kedinginan dengan tubuh gemetar, dan menempuh jalan beraspal rusak parah yang siap kapan saja terjatuh menimbulkan luka dan lebam ditubuhnya. Setelah tiba di sekolah, banyak siswa berseragam sekolah merah putih menyambut […] - [Resolusi - Puisi Kevin Oquendo](https://ruangbestari.com/resolusi-puisi-kevin-oquendo/): Resolusi Karya: Kevin Oquendo Pada kehidupan yang bergerak begitu dinamis Hidup terasa tidak punya makna jika di isi dengan sebuah hati yang pesimis Hari demi hari silih berganti, waktu demi waktu yang kini telah di lewati Ada suka cita yang selalu menghampiri Namun ada kalanya juga merasakan kesedihan hati Semua kisah kebahagian, kesedihan dan cerita […] - [Menyandang Gelar Q.H Di Tahun 2023 - Cerpen Eka Rahmaniah](https://ruangbestari.com/menyandang-gelar-q-h-di-tahun-2023-cerpen-eka-rahmaniah/): Menyandang Gelar Q.H Di Tahun 2023 Karya: Eka Rahmaniah Ahad 3 Juni 2023, aku menyandang gelar Q.H (Quran Hadits) gelar ini di dapatkan ketika aku selesai mengenyam pendidikan di salah satu Institute khusus agama yang cukup terkenal di Lombok, MDQH NW Anjani namanya yang bernaung di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Pondok Pesantren ini […] - [Jiwa Raga Bangkit 2024 Terbit - Puisi Muhamad Fahrizki Gustaman](https://ruangbestari.com/jiwa-raga-bangkit-2024-terbit-puisi-muhamad-fahrizki-gustaman/): Jiwa Raga Bangkit 2024 Terbit Karya: Muhamad Fahrizki Gustaman Tak terasa penghujung waktu kan segera tiba Terlintas sebuah harapan Yang tak sempat terealisasi Di tahun 2023 ini Seketika jiwa dan raga ini kian kan diuji kembali Terpatri sebuah kenginan Ungkapan dalam bentuk tulisan Dan tindakan yang harus disegerakan Jika sang khalik berkenan Bangkitnya jiwa dan […] - [Merangkai Bunga Rampai Jiwa Muda - Cerpen Rhisqi Bagus Cahyono, S.Si](https://ruangbestari.com/merangkai-bunga-rampai-jiwa-muda-cerpen-rhisqi-bagus-cahyono-s-si/): Merangkai Bunga Rampai Jiwa Muda Karya: Rhisqi Bagus Cahyono, S.Si Saat itu, usiaku baru saja menginjak dua puluh dua, masih belia dan belum dewasa. Aku baru saja menyelesaikan sidang akhir skripsi, pengumuman kelulusanku juga belum resmi dikeluarkan. Tapi karena prestasiku, banyak tawaran mengajar yang telah menarik atensiku. Memang saat itu ajaran baru akan segera dimulai. […] - [Baskara dan Pohon Kelapa - Puisi Rikky Esa Putra](https://ruangbestari.com/baskara-dan-pohon-kelapa-puisi-rikky-esa-putra/): Baskara dan Pohon Kelapa Karya: Rikky Esa Putra Kususuri tanah berwarna putih nan indah Deruh ombak menghiasi langit senja ‘Kapas’ di langit seakan-akan gundah Tatkala akan berpisah dengan praja Kutemukan flora yang menjulang tinggi Bagai jerapah yang sedang merunduk Kulangkahkan kaki dengan sedikit energi Tanpa terasa diriku telah duduk Aku berharap bisa menjadi pohon ini […] - [Revolusiku Tahun 2024 Yang Mendatang - Puisi Sefiliya Fadhilatun Nisfiyah](https://ruangbestari.com/revolusiku-tahun-2024-yang-mendatang-puisi-sefiliya-fadhilatun-nisfiyah/): Revolusiku Tahun 2024 Yang Mendatang Karya: Sefiliya Fadhilatun Nisfiyah Pada tahun 2024 kita mendengar suara baru, Generasi muda berkumpul dan menggambarkan gambut, Revolusi telah tiba dan kita siap bertindak, Kita akan menciptakan era yang baru. Kita menghilangkan keterbatasan dan menciptakan perubahan, Kita menghilangkan kelemahan dan menciptakan kesejahteraan, Kita menghilangkan ketidakadilan dan menciptakan keadilan, Kita menghilangkan […] - [Keputusan - Puisi Suci Intan Maulia](https://ruangbestari.com/keputusan-puisi-suci-intan-maulia/): Keputusan Karya: Suci Intan Maulia Malam-malamku yang kelabu, Banyak masalah yang berlabuh dipikiranku setiap waktu, Sering kali mataku tertuju pada tumpukan buku yang penuh debu, Ter-ngiang akan keinginanku yang pupus, terbungkus, sesekali mengenang masa itu, Tiga tahun berlalu, Menjalani profesi sebagai Guru, Setiap hari harus melewati jalanan berbatu dan berdebu, Kendaraan berat sering melintas di […] - [Guruku Duniaku - Puisi Dini Hanifa](https://ruangbestari.com/guruku-duniaku-puisi-dini-hanifa/): Guruku DuniakuKarya: Dini Hanifa Bu, mulanya aku compang-campingLalu kau hias dirikuBu, mulanya aku babak belurLalu kau rawat diriku Bu, mulanya aku meledak-ledakLalu kau siram aku dengan kelembutanmuBu, mulanya aku gelapLalu kau sinari aku dengan sinarmu Bu, mulanya aku menggigilLalu kau dekap aku dengan hangatmuBu, mulanya aku tersesatLalu kau bimbing aku menuju jalan yang benar Bu […] - [Harapan Anak Bangsa - Puisi Rijal Yahya Al-Faris](https://ruangbestari.com/harapan-anak-bangsa-puisi-rijal-yahya-al-faris/): Harapan Anak Bangsa Karya: Rijal Yahya Al-Faris Rasa Lelah, telah aku lalui Usaha, telah aku jalani Dan gagal, telah aku lewati Inilah masa dimana aku sedang belajar, untuk bersabar Demi perbaikan dan perubahan untuk masa depan Jangan Takut Untuk Mencoba Karena setiap Usaha pasti ada hasilnya Dan Hasil, Hanya didapatkan oleh orang-orang yang Berhak Mendapatkannya […] - [Langkah Manis Kita - Puisi Malihatun Nikmah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/langkah-manis-kita-puisi-malihatun-nikmah-s-pd/): Langkah Manis Kita Malihatun Nikmah, S.Pd. Setelah titahku gagal kau baca, ku tulis keinginanmu pada langit Karena menulis pada pasir Rentan didebur ombak Aku tak pernah tau, kenapa kau menyodorkan kantuk ? Padahal mimpi yang kau anyam Akan ku wujudkan pada papan yang ku lukis seperti kekasih, lalu kulayani kau seramah rindu Hai putra-putri bangsa, […] - [Anfas - Puisi Sidik Permana](https://ruangbestari.com/anfas-puisi-sidik-permana/): Anfas Karya: Sidik Permana Senin berbinar ria diterpa sang surya, Tidak satu pun makhluk lepas dari tudung-tudung pagi yang merindu, Sang pemangku misi bangsa siap menjemput mereka yang menunggu, Segala ilmu dan keramahan mu itu, wahai pak guru. Pak guru dengan segala kesibukan dan berabenya, Sobekan kertas yang terselip pula dalam saku kemeja lusuh milik […] - [Aku Seorang Mahasiswa - Puisi Siti Nurjanah](https://ruangbestari.com/aku-seorang-mahasiswa-puisi-siti-nurjanah/): Aku Seorang Mahasiswa Karya: Siti Nurjanah Aku, seorang mahasiwa pengejar beasiswa Mendapatkan ispirasi dari sesuap nasi Berlayar melintasi rentang waktu Menuju masa depan yang masi samar Aku, seorang mahasiswa pejuang kesuksesan Keterbatasan biaya seolah menjadi keunggulan Seorang pejuang asa, yang ingin meraih impian Pantang tipsen walau di anggap pecundang Aku pemegang era perubahan Aku generasi […] - [Gelar Sarjana - Puisi Eka Rahmaniah](https://ruangbestari.com/gelar-sarjana-puisi-eka-rahmaniah/): Gelar Sarjana Karya: Eka Rahmaniah Bergelar sarjana sudah memiliki separuh nyawa Mengajar sudah menjadi landasan utama Mendidik menjadi peran utama Identitas guru sudahku genggam untuk pertama kalinya Untukku, menjadi guru adalah hal yang baru Semuanya masih terasa tabu Mengenal wajah baru pernah membuatku ragu Tapi aku harus siap menjadi guru untuk murid-muridku Tahun lalu menjadi […] - [Anugerah yang Kupalar - Puisi Niah Banati](https://ruangbestari.com/anugerah-yang-kupalar-puisi-niah-banati/): Anugerah yang Kupalar Karya: Niah Banati Waktu berlalu menyapu nostalgia Kasih baru datang membawa makna Lembaran kosong mulai ternoda Oleh harapan yang bertambah ala Terkenang api dari mata mereka yang naif Bersama bahagia mendapat ilmu penuh hangat Mengukuhkanku untuk berlatih lebih produktif Berjalan bersama tabiat penuh manfaat Embuhku menjelma labih cegak Embuhku menjelma lebih bijak […] - [Harapan dalam Doa - Puisi Yoga Ari Anggoro](https://ruangbestari.com/harapan-dalam-doa-puisi-yoga-ari-anggoro/): Harapan dalam Doa Karya : Yoga Ari Anggoro Di bawah langit biru, terhampar tanah yang rancak, Palestinaku, Negeri yang dirundung duka. Doa-doaku terlantun, menghiasi angin yang berembus, Untukmu, wahai Palestina, dalam kesedihan yang kau usung. Kutuk aku, wahai Tuhan, jika tak kumohon, Keadilan dan perdamaian, kau hadirkan padanya. Hapuskan air mata, peluk erat kesedihan, Palestina […] - [Resolusiku Sebagai Guru - Puisi Muhammad Nurhadi](https://ruangbestari.com/resolusiku-sebagai-guru-puisi-muhammad-nurhadi/): Resolusiku Sebagai Guru Karya: Muhammad Nurhadi Dengan pena, ku gambar persfektif jalan penuh perhitungan dan ketelitian Merasuk kedalamnya niat, cinta dan harapan Jalankan semangat demi tujuan kedepan Fokus pada cakrawala resolusi Gerak dinamis penggunaan teknologi Membelah angin dan melaju hati-hati Tambah kreatifivas memberi jejak prestasi hamparan padi yang menginspirasi Tuai dan sebagian tanam kembali Menggelar […] - [Tiga Resolusi - Puisi Rozali Jauhari Alfanani](https://ruangbestari.com/tiga-resolusi-puisi-rozali-jauhari-alfanani/): Tiga Resolusi Karya: Rozali Jauhari Alfanani Di kaki maghrib sepakat kita terbangkan munajat tiga kali kepakan sebelum memanah hidung purnama dengan tiga semburat hajat sebagai wujud pengharapan dan kepasrahan Pertama, kita ingin diulur garis umur sehingga dapat kita warnai sepanjang bentang garis itu melalui tinta ketakwaan dan pengabdian yang tulus sebagai pendobrak peradaban, pewaris pengetahuan […] - [Bait untuk Sang Mujahid - Puisi Nor Khadijah](https://ruangbestari.com/bait-untuk-sang-mujahid-puisi-nor-khadijah/): Bait untuk Sang Mujahid Karya: Nor Khadijah Wahai Palestina, sang mujahidku Bait ini kupersembahkan untukmu Bentuk doa dan dekapku Setelah lebih 100 hari pilu membalutmu Duhai Rabbku Biarkan tanganku menjadi saksi bisu Atas pinta yang ke sekian kali Demi bayang-bayang tangis yang terus menari Duhai Rabbku Ku tahu engkau melihat para mujahidMu Mereka dengan senyum […] - [Doa Ku, Kami, Kita Untuk Palestina - Puisi Mirza Aulia Asidiqi](https://ruangbestari.com/doa-ku-kami-kita-untuk-palestina-puisi-mirza-aulia-asidiqi/): Doa Ku, Kami, Kita Untuk Palestina Karya: Mirza Aulia Asidiqi Di Negeri tempat kisah-kisah kuno terungkap, Sebuah kisah tentang harapan, kerinduan yang tak terkatakan, Aku menenun puisi ini dengan cinta yang begitu murni, Bagi Palestina, tanah tercinta aman. Di bawah langit yang bertabur bintang, Jantung Palestina berdetak tak henti-hentinya, Melalui mata berlinang air mata, mereka […] - [Goresan Puisi Atas Resolusi 45 Tuk Muridku - Puisi Rita Nurfida, S.Pd](https://ruangbestari.com/goresan-puisi-atas-resolusi-45-tuk-muridku-puisi-rita-nurfida-s-pd/): Goresan Puisi Atas Resolusi 45 Tuk MuridkuKarya: Rita Nurfida, S.Pd Goresan Puisi ini kisahkuPernah menjadi anakPernah menjadi siswiPernah menjadi istriPernah menjadi ibuPernah menjadi ibu guru Sebuah panggilanJabatan yang terimpikanBeban pundakkanan dan kiriPembelajaran yang harus nyataTeori ilmiahHanya dalil nyata Periode zamanSelalu mengiringiJihad yang terhebatKetikaPilar istri. Ibu dan ibu guruBerperangKedisiplinan dan sayangTertimbang rata Nak…Jadilah hebatBersinar dan kuatZaman […] - [Bumi Pelestina - Puisi Abdul Hanan](https://ruangbestari.com/bumi-pelestina-puisi-abdul-hanan/): Bumi Pelestina Karya: Abdul Hanan Tuhan… Demi keagungan nama-Mu, dengan keabadian zat-Mu Sekiranya bisa mereka meraih rida-Mu Tunaikanlah surga terbaik-Mu Pada mereka yang selalu berdoa Mengharap menghiba pada Rab-nya Hati mereka tak pernah merasa aman Pikiran mereka selalu di hantui kematian Kemana angin kan membawa deritanya Kemana air mata itu kan mengadu dan meronta Sedang […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Almeera Syaluna Sezhan Mahfuza](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-almeera-syaluna-sezhan-mahfuza/): Doa untuk Palestina Karya: Almeera Syaluna Sezhan Mahfuza Yaa Tuhanku, Yaa Rabbku… Merdekakanlah tanah suci ini. Berikanlah kesabaran pada kami, Kuatkanlah iman warga Palestina. Pembunuhan terjadi dimana-mana, Mara bahaya terus mengancam. Asap memenuhi langit Palestina, Mereka bersinar bagaikan bintang. Surga telah menantikan mereka, Berjuang demi kebebasan Negara. Kemerdekaan yang mereka nantikan, Bagaikan mimpi yang tak […] - [Lubang - Puisi Rodiyatun Auliya, S.Pd.](https://ruangbestari.com/lubang-puisi-rodiyatun-auliya-s-pd/): LubangRodiyatun Auliya, S.Pd. Senandika berceritatentang lubang berdasardinginnya yang menjajahtelah menggemakan deru sepoi yang tinggalbekunya meniadakan atmayang terjerat dinding gelapdengan gusaran terpendam Nirmala pernah termilikinyaDasar pernah tersandangnyaNamun, langkahnya tersandung bainahKerukan demi kerukan telah terbentuktanpa menyapa waktu yang mengitarinya Pandangnya masih dipandangKerikil-kerikil mulai mengisahButir-butir tanah telah tertekanMereka sesekali tergerus angin siangPandangannya telah berubah Arunika perlahan memasuki sisi […] - [Saudaraku, Langit Selalu Cerah - Puisi Ilmiy Anillah Maula](https://ruangbestari.com/saudaraku-langit-selalu-cerah-puisi-ilmiy-anillah-maula/): Saudaraku, Langit Selalu CerahKarya: Ilmiy Anillah Maula Langitmu cerahIngar matamu semringah Namun, saudara,Hatimu lebam oleh gencatan derita yang tak pernah sudahMaka tangis mana lagi yang harus kami reguk hingga pun nestapa? Langitmu cerahIngar matamu sukacita pada Esa-Nya Namun, saudara,kabut dukamu kian kami rasa digdaya Merembes ngilunya sampai dirasa dalam darahMaka mampu mana lagi yang harus […] - [Doa untuk palestina - Puisi Nuraeni Habibah](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-nuraeni-habibah/): Doa untuk palestina Karya: Nuraeni Habibah Dari belahan kota Orang-orang berjuang gigih Agar Negerinya merdeka Urusan mati urusan belakangan Negerinya terancam punah Tembakan senjata ada dimana-mana Kurang makan bukanlah hambatan Perempuan takkan ada harga dirinya Anak kecil berlarian kesana kemari Ledakan bom setiap saat Energi mereka takkan pernah habis Semua orang berdoa Tentang Palestina yang […] - [Cahaya Kejora Untuk Palestina - Puisi Niah Banati](https://ruangbestari.com/cahaya-kejora-untuk-palestina-puisi-niah-banati/): Cahaya Kejora Untuk Palestina Karya: Niah Banati Dini hari yang berjalan damai Kulafalkan permohonan dalam sunyi Kepada Tuhan Yang Maha Memulai Tentang dirimu yang tegap masih berdiri Sadar lemahku karena kekuatanmu Yang tersaksi bahkan oleh debu Tangan mengangkat sebuah rindu Dari pengakuan hati yang pernah bertemu Kepada-Nya kumohon sebuah kesabaran Kepada-Nya kumohon sebuah kebebasan Untukmu […] - [Berbahagialah Para Syuhada - Puisi Ben Salira](https://ruangbestari.com/berbahagialah-para-syuhada-puisi-ben-salira/): Berbahagialah Para SyuhadaKarya: Ben Salira Coba diam dan dengarkan!Kita harus sadari bahwa di sana bukanlah nerakaKericuhan yang membuat saling sikut antara merekaYang menyebabkan egoisme menyebar dan menjelmaBukan! Coba diam dan bayangkan!Anak-anak harus mencari perlindungan kepada siapa?Sedang orangtua mereka terbunuh dengan kejinyaRumah mereka hancur tanpa sisaBayangkan! Coba diam dan resapi!Di sanalah bentuk dunia yang sesungguhnyaMenunggu giliran […] - [Seputih Doa Untuk Palestina - Puisi Dimas Setyanto](https://ruangbestari.com/seputih-doa-untuk-palestina-puisi-dimas-setyanto/): Seputih Doa Untuk PalestinaKarya: Dimas Setyanto Kini, tanganku senantiasa lumpuh merasakan perjuanganmuHaluan napasku mungkin saja tak cukup, untuk membayar teriakanmu Bahkan mataku tak kuat berpilu untuk sejagat pengorbananmu Didetik ini, yang aku bisa hanya melantunkan 2 bait doa Seperti engkau sejuta jiwa, sang penolak kekejaman Semoga diberi semiliar pahala jihadSeperti engkau tangisan berliku tanpa arah […] - [Mahkota Nirmala - Puisi Asri Maulana](https://ruangbestari.com/mahkota-nirmala-puisi-asri-maulana-2/): Mahkota Nirmala Karya: Asri Maulana Similir angin yang berhembus dengan sopannya menyejukkan jiwa Dikala sang rembulan duduk manis diam diatas sana Daku berpikir tiada henti-hentinya untuk menimbang asa Hingga entah kemana haluan utama akan kubawa Bersiap, menyimpul tali sepatu dan mengencangkan dasi Bertanya-tanya pada diri yang kini mengemban tugas adipati Mendayung berbekal restu orang tua […] - [Doa untuk Palestina - Puis Siti Suryani](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puis-siti-suryani/): Doa untuk Palestina Karya: Siti Suryani Hakikatnya kalianlah orang yang berbahagia Hakikatnya kalian orang yang beruntung Hakikatnya kalianlah kekasih Allah Hakikatnya kalianlah para masyahid Kalian orang terpilih Allah mempercayakan kalian untuk berjuang Berjuang menegakkan agamanya Berjuang melawan musuhnya Pertumpahan darah yang tak kunjung henti Tak menyurutkan tekad hingga berhenti Kehilangan sanak saudara Tak menumbangkan semangat […] - [Tanda Baca dalam Guru - Puisi Ni Komang Ria](https://ruangbestari.com/tanda-baca-dalam-guru-puisi-ni-komang-ria/): Tanda Baca dalam GuruKarya: Ni Komang Ria Siapa tak kenal guruYang katanya digugu dan ditiruNyatanya hanya berperan sebagai tanda seru Tahun yang baru, bagi guruBukan lagi tentang harap yang tertahan di paru-paruTetapi tentang mewujudkan harap siswa yang menderu Tahun yang baru, bagi guruMendengar segala sesuatuMembaca langit yang biruMenulis jiwa yang seteruBerbicara seolah juru Tahun yang […] - [Pelita Doa Negeri Gaza - Puisi Muhammad Daffa Rizky Alviansyah](https://ruangbestari.com/pelita-doa-negeri-gaza-puisi-muhammad-daffa-rizky-alviansyah/): Pelita Doa Negeri Gaza Karya: Muhammad Daffa Rizky Alviansyah Di bawah bayang penindasan, doa terhampar, Negeri Gaza begitu rapuh, terbelenggu dalam duka. Dalam bisikan doa, merintihlah hati yang terluka, Harap menyala, meski perlawanan tak terbentuk. Dalam sepi malam, doa menjadi tangisan, Negeri Gaza yang lemah, terpinggir dalam kezaliman. Dalam sujud, mereka bertanya pada langit, Apakah […] - [Menyerah Bukan Aku - Puisi Mita Soviana](https://ruangbestari.com/menyerah-bukan-aku-puisi-mita-soviana-2/): Menyerah Bukan Aku Karya: Mita Soviana Kusambut pagi dengan cita Bersama hangatnya sinar mentari Melangkah penuh riang menuju kelas ku Sebab bertemu inginku tabur cinta Akan selalu ada hari-hari menyakitkan Kemarin hati begitu luka Terbesit bertanya pada hati Tuhan mengapa anak-anak itu tak mau patuh? Kini kutepis semua itu dengan senyuman Aku percaya akan ada […] - [Janji untuk Negeri Kami - Puisi Muh.Shafwan Zaki](https://ruangbestari.com/janji-untuk-negeri-kami-puisi-muh-shafwan-zaki/): Janji untuk Negeri Kami Karya : Muh.Shafwan Zaki Bangunan kota kami hancur seperti debu Penduduk Negeri kami berlari ketakutan Rasa cemas dan takut selalu menyelimuti kami Kabar duka yang tak pernah berakhir di Negeri kami Pesawat tempur beterbangan dari atas langit Bagai burung pemangsa yang mencari mangsanya Merenggut nyawa orang-orang yang kami sayang Kalian lakukan […] - [Melodi Damai untuk Palestina - Puisi Khoerunissa](https://ruangbestari.com/melodi-damai-untuk-palestina-puisi-khoerunissa/): Melodi Damai untuk Palestina Karya: Khoerunissa Di bawah langit biru, Palestina tercinta, Doa kita mengalun, harapkan damai yang abadi. Jerit keadilan menggema di padang gurun pasir, Semoga cahaya kasih menyelimuti setiap hati. Allah, peliharalah tanah suci ini, Lindungi anak-anak, ibu, dan bapak di sana. Biarkan perdamaian mekar di bumi Palestina, Seiring doa-doa yang memohon kemenangan. […] - [Rintih Doa - Puisi Dhea Noor Rokhimah](https://ruangbestari.com/rintih-doa-puisi-dhea-noor-rokhimah/): Rintih Doa Karya: Dhea Noor Rokhimah Panorama abu tak di rindu Rintih rintik hujan batu mesiu Jatuh runtuh tiada jeda tak jua reda Kabut berkelut di Gaza Doa-doa menyelam nusuk sukma Hati diam bisu dendam Hilang suara roda degup dada Nan papa hilang sunyi miskin bernyanyi, duka tiada tepi Puisi air mata ngalir jauh ke […] - [Harapan di Bawah Langit Palestina - Puisi M. Aditya Prayoga](https://ruangbestari.com/harapan-di-bawah-langit-palestina-puisi-m-aditya-prayoga/): Harapan di Bawah Langit Palestina Karya: M. Aditya Prayoga Di bawah langit Palestina yang mempesona Harapan bersinar, doa menyatu dalam nyanyian Langit memberkahi setiap jejak perjuangan. Impian tumbuh, cinta perdamaian bersatu dalam tarian Di Tanah bersejarah, sejarah melodi perjuangan Palestina, dalam pelukan doa yang mendalam. Bait-bait harapan menari dengan angin lembut, Berima indah di langit […] - [Maafkan Aku - Puisi Muhammad Nurhuda Al-Asy’ari](https://ruangbestari.com/maafkan-aku-puisi-muhammad-nurhuda-al-asyari/): Maafkan Aku Karya: Muhammad Nurhuda Al-Asy’ari Tanah kelabu bersimpuh pilu Palestinaku, maafkan aku Tidak berada di sampingmu saat kau terluka parah Bukan maksudku untuk tidak peduli padamu Keterbatasan biaya, senjata, waktu dan jarak memisahkan kita Sekali lagi maafkan aku Hanya ada sepucuk do’a yang itu-itu saja Semoga yang disemogakan terkabulkan Kirimkan lokasi dimana pemuda Indonesia […] - [Aku Ranah Palestina - Puisi Eli Wahyuni Nasution](https://ruangbestari.com/aku-ranah-palestina-puisi-eli-wahyuni-nasution/): Aku_Ranah PalestinaKarya: Eli Wahyuni Nasution 1)Di tubuhku//Takbir mengeromboli sayatan deru nafas palestina_Terbirit akan gembalaan tandus keadilan_Yang merabai nasib_hangus merakus selaksa deru_debu mesiu yang mengabari leher lantas merambatkan racun hingga nafas-nafas kian tercekikLantas merangkak segerombolan masa di atas tubuh-tubuh yang direcoki dahaga dan setipis sayatan oleh mata ranah-ranah yang menguarMenjajah hangus terik-terik panceklik akan terik_berkedok padang […] - [Ziarah Cinta di Bait SuciKarya: Dwi Shinta Oktari](https://ruangbestari.com/ziarah-cinta-di-bait-sucikarya-dwi-shinta-oktari/): Ziarah Cinta di Bait Suci Karya: Dwi Shinta Oktari Di tengah keguncangan, doa kita melangit Ia terjatuh dalam cobaan pelik Hati yang tersentuh, dalam doa berbisik Mantapkan sabar dalam sakit yang belum berujung Ia berada dalam konflik nyata Doa dipanjatkan memohon damai serius Jiwa terluka dalam reruntuhan Ada asa akan pertolongan Tak tampak kerlip bintang […] - [Doa Gelombang Pasang Pada Kerumunan Penyulut Api - Puisi Agus Tarjono, S.H](https://ruangbestari.com/doa-gelombang-pasang-pada-kerumunan-penyulut-api-puisi-agus-tarjono-s-h/): Doa Gelombang Pasang Pada Kerumunan Penyulut Api Karya: Agus Tarjono, S.H Di tengah keyakinan Pabila Tuhan berkehendak Tak ada yang bisa menolak Realitas sosial menyuguhkan Hukum sejarah menolak memperparah Dimana kekerasan akan selalu kalah Pembantaian atas nama memburu Hamas Serdadu Israel tipis sayang Puluhan ribu nyawa Palestina melayang Masa depan ceria nyaris terampas Doa gelombang […] - [Untaian Doa untuk Palestina - Puisi Queeneisha Raniah](https://ruangbestari.com/untaian-doa-untuk-palestina-puisi-queeneisha-raniah/): Untaian Doa untuk Palestina karya: Queeneisha Raniah Di bawah langit biru yang berduka, Palestina, doa kita menari meminta. Harapkan damai dalam setiap doa, Doa yang tak berhenti mengalun dalam iba. Embun pagi berbisik didedaunan yang penuh debu, Memohon damai, puisi doa yang suci. Reruntuhan sejarah, Suara Takbir memanggil haru Doa kita naik ke langit, membangun […] - [Guru dan Selaksa Ikrar - Puisi Erwina Hasibuan, S.Pd.](https://ruangbestari.com/guru-dan-selaksa-ikrar-puisi-erwina-hasibuan-s-pd/): Guru dan Selaksa Ikrar Karya: Erwina Hasibuan, S.Pd. Di tahun 2024 Aku punya harapan-harapan manis Harapan yang berkemudi cahaya di perahu sampan pengetahuan Harapan yang bertualang di samudera pemahaman Harapan yang bertonggak tugu kehidupan Kata mereka guru bagai pintu kepada alam dan jendela kepada awan Aku rasa, itu benar Karena kiblat nurani berpendar dalam kelakuan […] - [Warna Semoga untuk Palestina - Puisi Noni Mega Lestari](https://ruangbestari.com/warna-semoga-untuk-palestina-puisi-noni-mega-lestari/): Warna Semoga untuk Palestina Karya: Noni Mega Lestari Adakah yang berkibar didadaku warna-warni tandamu? Adakah merah yang menyala mengobarkan keberanian berjuang bersamamu? Ataukah ada hijau yang kemilau yang turut walau setitik hilangkan risaumu? Adakah hitam yang tak padam juangkan kebebasanmu? Dan adakah putih yang suci langitkan doa terbaik untukmu? Semoga, semoga ada selalu: “Semoga Allah […] - [Segenggam Munajat untuk Palestina - Puisi Ari Mulyadi](https://ruangbestari.com/segenggam-munajat-untuk-palestina-puisi-ari-mulyadi/): Segenggam Munajat untuk Palestina Karya: Ari Mulyadi Antara banjir air mata dan hujan darah seribu syuhada Yang Mengalir Membasahi bumi suci tiga agama Ribuan jiwa gaza yang tak bernoda Menanggung derita si pembuat lara Menanti bumi ini merdeka Umat bermunajat akan kedamaian Binasakan makhluk berhati setan merintih lirih belas kasih Tuhan Kembalikan bumi yang telah […] - [Darimu, Aku Kembali Belajar - Puisi May Lita Wardiya Ningsih, S.Pd](https://ruangbestari.com/darimu-aku-kembali-belajar-puisi-may-lita-wardiya-ningsih-s-pd/): Dari mu, ku Kembali Belajar Karya: May Lita Wardiya Ningsih, S.Pd Ayuhan Langkah kesemangatan itu Coba terus kau pertahankan, Terjal nya jurang, curam nya belokan jalan Tak kau hirau kan, bahkan Luapan air Sungai yang kau lalui untuk dapat Sampai ke sekolahan Tak merubah senyuman mu menjadi kesedihan. Dari mu, wahai murid murid ku, aku […] - [Bisikan Jiwa - Puisi Misnawaty, S.E.](https://ruangbestari.com/bisikan-jiwa-puisi-misnawaty-s-e/): Bisikan JiwaKarya: Misnawaty, S.E. Lembab udara ku rasakan dari tadi malamDingin menusuk hingga ke tulang-tulang tubuhku yang mulai bertingkahSeperti berkata dan membujuk, tak perlu kau pergi pagi iniHangatkan saja tubuhmu dalam selimut ini. Kau sudah terlalu loyal pada duniamuKau juga butuh menjaga kewarasan dan tubuhmuBahkan kau juga boleh sesekali memanjakan dirimuTinggal kau tekan beberapa kata […] - [Antara Mimpi dan Cita-Cita - Cerpen Misnawaty, S.E.](https://ruangbestari.com/antara-mimpi-dan-cita-cita-cerpen-misnawaty-s-e/): Antara Mimpi dan Cita-CitaKarya: Misnawaty, S.E. Hai, aku seorang pendidik yang menurutku tersesat di jalan yang benar, iya tersesat di jalan yang benar. Bagaimana tidak seperti itu, dengan latar belakang pendidikan sarjana ekonomi, harapanku dulu, ya bekerja di perusahaan dengan posisi menjadi paling tidak, ya seorang administasi kantoran atau yang muluk-muluk seorang akunting. Ya, sebenarnya […] - [Menjadi Guru Peradaban - Puisi Nor Rahma Sukowati](https://ruangbestari.com/menjadi-guru-peradaban-puisi-nor-rahma-sukowati/): Menjadi Guru Peradaban Karya: Nor Rahma Sukowati Menjadi pemuda adalah dambaan setiap insan Pemuda sarat akan intelektual dan energi tak terbatas Di setiap perbincangan internasional maupun nasional Pemuda tak pernah luput dari sorotan Sikap dan pemikirannya kita akui memang berbeda Namun di racikan tangan pemuda lah bumi jadi tak cepat menua Begitu banyak harapan bangsa […] - [Guru bagi Pemuda untuk Wujudkan Peradaban Gemilang - Cerpen Nor Rahma Sukowati](https://ruangbestari.com/guru-bagi-pemuda-untuk-wujudkan-peradaban-gemilang-cerpen-nor-rahma-sukowati/): Guru bagi Pemuda untuk Wujudkan Peradaban GemilangKarya: Nor Rahma Sukowati The most pathetic person in the world is someone who has sight but has no vision – Hellen Keller Kutipan Hellen, menjadi kutipan motivasi dalam mengawali perjuanganku menjadi seorang edukator. Di era kecanggihan teknologi dan super modern sekarang, menjadi hal yang mudah seharusnya untuk melanjutkan […] - [Bersinarlah - Cerpen Triana Dewi Santuni. L](https://ruangbestari.com/bersinarlah-cerpen-triana-dewi-santuni-l/): BersinarlahKarya: Triana Dewi Santuni. L Manusia hanya bisa berencana akan tetapi rencana dari sang pemilik kehidupanlah yang terbaik bagi para insannya. Mulai kususun kembali kehidupan yang porak poranda ini. Merakit kehidupan setelah kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidupku, dia adalah teman hidupku. Tidak mudah dan cukup sulit tapi semua harus bisaku terima dengan ikhlas […] - [Untuk Kesekian Kalinya Katakan Tidak Mengapa Pada Diri Sendiri - Puisi Desi Lailatul Qodari](https://ruangbestari.com/untuk-kesekian-kalinya-katakan-tidak-mengapa-pada-diri-sendiri-puisi-desi-lailatul-qodari/): Untuk Kesekian Kalinya Katakan Tidak Mengapa Pada Diri Sendiri Karya: Desi Lailatul Qodari Dari luar jendela terlihat ibu senja sedang bercengkrama dengan awan mendung Mereka berdebat tentang keinginan awan mendung untuk membasahi bumi Akhirnya awan mendung berhasil membasahi bumi di sore hari secara perlahan Derai hujan mulai berjatuhan di awali dengan gerimis tipis Hari ini […] - [Malam Baru - Puisi Solu Erika Herwanda](https://ruangbestari.com/malam-baru-puisi-solu-erika-herwanda/): Malam BaruKarya: Solu Erika Herwanda sembur gemuruh warna-warnidi langit malam sunyimemecah kantuksebilah harap terbentuk“serentettetet” —serentak bunyi terompet ingin ditiupmenuju bintang nun jauhhikmat dedoa di dadakatanya manjing laksana“serentettettet” —serentak bunyi terompet “srak srek srak srek”,selembar kalenderpada disobekjadi dua belasdisodok ke perapianberguling gelimang arangsebentar lagi matang aneka sundukan“serentettetet” —serentak bunyi terompet lagi, doa diterbangkanorang-orang bertepuk tangandoa-doa menyala […] - [Berenang di Samudera - Puisi Farida Putri Ramadhani](https://ruangbestari.com/berenang-di-samudera-puisi-farida-putri-ramadhani/): Berenang di SamuderaKarya: Farida Putri Ramadhani Seluas samuderalah sebuah asaYang ku dambakanWalau acapkali tenggelamHuruf-huruf yang tak beraturan Jadi kata-kata sampahSampai kalimat pun tak jadi seleraPada lidahnya yang licin, memakanBait-bait yang begitu kasar Aku hanya berbisik manjaLemparlah aku!Aku akan kembali dengan ikhtiarkuKata yang tak sekadar merayu Dan terus merayu dengan diksiYang tak sekadar terpikatTapi, kau akan […] - [Resolusi Kosong Tahunan - Puisi Rahmi Devika Putri](https://ruangbestari.com/resolusi-kosong-tahunan-puisi-rahmi-devika-putri/): Resolusi Kosong TahunanKarya: Rahmi Devika Putri Suara terompet dan bunga api di langit malam ituSemua orang bersorai dan katakan “selamat tahun baru”Bergembira seolah ada harta karun di tahun depanNyatanya kita hanya menyiapkan resolusi kosong tahunan Aku harap akan bahagiaAku harap akan kayaSejumlah omong kosong lainnya tanpa tekad perubahanHanya catatan berulang di kepala lantas lupakan Nyatanya […] - [Pencapaian Tak Terhingga - Puisi Rizka Putri Oktaviani](https://ruangbestari.com/pencapaian-tak-terhingga-puisi-rizka-putri-oktaviani/): Pencapaian Tak TerhinggaKarya: Rizka Putri Oktaviani Tuntutan menghidupi diriBerbagai macam mimpi membumbung tinggiTak peduli ada gagalTak peduli ada terjal Capaian tinggi kan dikejarDemi ekspetasi memenuhi realitaYang kian menjalardan tak terhingga 2024 dimulai segalanyaUntuk nyata di depan mataSebagai bentuk cita dan cintaSebagai pembuktian pada dirinya Resolusi menjadi pilihanMembangkitkan segala upayaMemberikan perlawananPada raga untuk memikirkan jalannya Banyumas, […] - [Resolusi di Tinta Api 2024 - Puisi Wasyilatul Husna Amalia](https://ruangbestari.com/resolusi-di-tinta-api-2024-puisi-wasyilatul-husna-amalia/): Resolusi di Tinta Api 2024Karya: Wasyilatul Husna Amalia Tahun 2024 telah tibaDengan harapan yang membaraDi hati yang penuh citaResolusi terpatri dalam jiwa Di tahun ini, aku berjanjiUntuk mencapai impian yang terpendamMenjadi versi terbaik dari diriMengukir prestasi yang tak terlupakan Mengubah kebiasaan lamaMenjelajahi jalan yang belum dijamahMenerobos batas yang menghalangiMewujudkan impian yang terpendam Setiap langkah akan […] - [Semoga Tahun Ini menjadi Lebih Baik - Puisi Ninik Widyawati](https://ruangbestari.com/semoga-tahun-ini-menjadi-lebih-baik-puisi-ninik-widyawati/): Semoga Tahun Ini menjadi Lebih BaikKarya: Ninik Widyawati Dua ribu dua puluh tiga.Tahun dimana tujuanku belum tercapai semuanya.Tapi aku bersyukur setidaknya ada beberapa tujuan.Yang sudah aku wujudkan. Dua ribu dua puluh empat.Entah mengapa semuanya terasa begitu cepat.Impian yang belum sempat aku dapat.Kini selalu teringat hingga tersemat. Resolusi demi resolusi.Kutulis dalam sebuah imajinasi.Semoga 2024 menjadi tahun […] - [Teropong Masa Depan - Puisi Nurhasanah](https://ruangbestari.com/teropong-masa-depan-puisi-nurhasanah/): Teropong Masa Depan Karsa: Nurhasanah Kaki berpijak di puncak gedung pencakar langit Meneriaki asa yang baru menetas Menghapus lembaran kenangan pahit Membuka lembaran baru yang diharap manis Manusia tamak akan masa depan Menciptakan mimpi setinggi cakrawala, sebesar buana, nan seluas jagat raya Mendambakan hasil seterang rembulan di tengah malam Membangun bayangan kehidupan seindah nebula Membayangkan […] - [Perjalanan Harapan - Puisi Anita Theresia Manurung](https://ruangbestari.com/perjalanan-harapan-puisi-anita-theresia-manurung/): Perjalanan HarapanKarya: Anita Theresia Manurung Perjalanan baru akan dimulai kembaliSiapkah kamu menjemput mimpi?Banyak hal telah kau lewatiTapi kau terus bertahan karena tak mungkin berhenti sebelum dijemput Walau langkah yang kau ambil terasa perihPercayalah, itu semua bisa terlewati seperti hari iniGenggam erat mimpi‘Kan kita bisa beristirahat sejenak jika lelah Tengoklah ke belakang ketika terasa sukarBerapa banyak […] - [Nyala Nyawa - Puisi Belva Nuriana Rosidea](https://ruangbestari.com/nyala-nyawa-puisi-belva-nuriana-rosidea/): Nyala Nyawa Karya: Belva Nuriana Rosidea Denting waktu belum enggan berhenti Menyimpul detik demi detik menggulung tahun Kita disampaikan di ujung, bertemu yang baru Kita masih dipanjangakan umur, diberi kesempatan baru Dari sedikit yang mensyukuri itu, Kuberi tahu, tak semua masih diberi waktu Pada tetes gemericik hujan yang jatuh Januari disambut, tersambut Ada yang merekah […] - [Gemintang Gelora Karsa - Puisi Nadia Vincy](https://ruangbestari.com/gemintang-gelora-karsa-puisi-nadia-vincy/): Gemintang Gelora KarsaKarya: Nadia Vincy Saban hari terlewati, sudah banyak eskalasi terjadiSwastamita membangunkan atma hingga pancaindraAmbu tanah menyatu dengan rintik hujan panasEntah kunamai apa hawa ini Tak terasa usiaku tak lagi belia, sudah tua. Aku tertawa kehilangan arah Kemana aku akan mencari jawaban?Dahan menggugurkan daunnya bak menolakku Aku bertanya:Apakah gunanya aku berusaha?Bila hanya menghasilkan seember […] - [Memeluk Maya - Puisi Lalu Hardi](https://ruangbestari.com/memeluk-maya-puisi-lalu-hardi/): Memeluk Maya Karya: Lalu Hardi Di tahun ini Aku ingin menyelami maya bersama orang tua Bersua di depan layar gawai yang tidak pernah lepas di saku tangan Aku ingin berbagi oleh-oleh cerita dari kelas kecil tentang patah tumbuh buah hati mereka saat sekolah “Nak, bagaimana sekolah hari ini, senang?” “Tadi di Sekolah belajar apa?” “Ada […] - [Terimalah Aku - Puisi Naila Syakira](https://ruangbestari.com/terimalah-aku-puisi-naila-syakira/): Terimalah AkuKarya: Naila Syakira Dingin malam menusuk kalbuSunyi sepi akan ku lewatiUntuk apa semua ini?Demi mu yang selalu ku hargai Malam memang suntukLembaran kertas selalu menumpukAda hal yang harus ku pupukTetapi seisi kepala selalu mengutuk Ada yang lupa tapi bukan janjiJikalau sedih dia teringatTerimakasih atas segala pujiTak kenal letih engkau mengingat Jalan kembali tidak selalu […] - [Tiara Nestapa - Puisi Muthia Rahmi](https://ruangbestari.com/tiara-nestapa-puisi-muthia-rahmi/): Tiara Nestapa Karya: Muthia Rahmi Binar mata itu kian hari makin memudar Netra itu Hampir setiap hari Air mata bergulir dari keempat mata itu Bergulir membasahi pipi Tubuh meringkuk, suara meringkih Dua sejoli tak kuasa menahan takdir Setiap pukul tiga Sajadah itu selalu terbentang Di atas lantai yang dingin Bersujud, menengadah, berbisik lirih ke bumi […] - [2024 Untuk Bahagia - Puisi Erwina Ndruru](https://ruangbestari.com/2024-untuk-bahagia-puisi-erwina-ndruru/): 2024 Untuk BahagiaKarya: Erwina Ndruru Bahagia……Seperti apakah itu yang di sebut bahagia…Apakah sesuatu yang wajib kita tahu…Apakah sesuatu yang wajib di rasakan…Apakah sesuatu yang wajib di perjuangkan… Bahagia…Mungkinkah aku dapat menggapaimu?Mungkinkahh aku dapat merasakan mu?Mungkinkah aku dapat tahu akanmu?Atau kahh hanya bayangan semu yang tak wajar Bahagia… Buat 2024Bahagia… Rasakan di 2024Bahagia… Gapai di 2024Bahagia… […] - [Meraih Impian di Pelukan Waktu - Puisi Mevira Fairuz Azzahra](https://ruangbestari.com/meraih-impian-di-pelukan-waktu-puisi-mevira-fairuz-azzahra/): Meraih Impian di Pelukan WaktuKarya: Mevira Fairuz Azzahra Di malam tahun baru bergema,Resolusi terbentang di hadapan,Seperti bintang yang bercahaya,Harapan muncul, tak tertahan. Seperti ombak yang tak pernah reda,Tantangan datang, bergelora dalam jiwa,Seperti pelangi setelah hujan mereda,Resolusi terjalin, seperti alam yang bersua. Langkah yang seperti api yang membara,Di lembaran baru, di balik tirai waktu,Seperti musim yang […] - [Sekelumit Asa - Puisi Ghina Kamila](https://ruangbestari.com/sekelumit-asa-puisi-ghina-kamila/): Sekelumit Asa Karya: Ghina Kamila Lembayung terlihat sangat elok Dersik anila terus menerpa wajahku Histori yang lalu kembali menghampiri Cinta, lara, gelak tawa, dan derai air mata Wandoya, kisahnya kerap menuai nestapa Jalannya penuh batu kerikil Tapi, ia tak pernah kalut Baginya, lara akan terganti dengan harsa Wandoya, jatuh bangun runyam tangisnya Terlalu banyak anca […] - [Resolusi di Masa Depan - Puisi Amelia Ayu Permata](https://ruangbestari.com/resolusi-di-masa-depan-puisi-amelia-ayu-permata/): Resolusi di Masa Depan Karya: Amelia Ayu Permata Angin bertiup kencang hujan deras tak berasa Impian dan cita-cita yang awalnya semu Terpampang jelas di depan mata Pantaskah aku memperjuangkanmu Menjadikan harapan akan kesuksesan Bukan cuma angan ataupun khayalan Bawalah aku dalam perubahan Menatap cerah sang masa depan Jika hati dan jantung pemilik Sang Pencipta Masa […] - [Fatamorgana - Puisi Mery Ayu Piscesza](https://ruangbestari.com/fatamorgana-puisi-mery-ayu-piscesza/): Fatamorgana Karya: Mery Ayu Piscesza Mengembara aku Berjalan terbungkus nafsu semu Tiap langkahku didekapi karib palsu Anugerah mewah kian memadati anganku Kobar api bersanding padang salju Setengah windu lebih seminggu Gemerlap dunia menampar wajahku Ruang memori mengimpitku dalam bisu Bukit amarah mengepung kalbu Luapan murka semakin menggebu Sesak ego mendera nalarku Mengalun jiwa berselimut kelabu […] - [20 - Puisi Dhiya Jauza Hanun](https://ruangbestari.com/20-puisi-dhiya-jauza-hanun/): 20 Karya: Dhiya Jauza Hanun Nyatanya April 2024 aku akan berkepala dua Akan hilang umur belasku, berganti 20 Akan masuk fase baru, dunia yang lebih dari hari kemarin Berkaca aku pada cermin Bertanya aku, sudah beri apa untuk ibu? Bertanya aku, sudah beri apa untuk saudaraku? Bertanya aku, sudah beri apa untuk bangsa ini? Bertanya […] - [Lambat Namun Pasti dalam Pencapaian - Puisi Zahra Kamilah](https://ruangbestari.com/lambat-namun-pasti-dalam-pencapaian-puisi-zahra-kamilah/): Lambat Namun Pasti dalam PencapaianKarya: Zahra Kamilah Jalan untuk menuju impian itu memang tidak semudah yang dibayangkanBanyak hambatan dan rintangannyaKadang ia berbentuk diri yang harus berjuang sendiri, tertatih, kebingungan,dan kadang merasa salah jalan. Sesekali langkah kaki terasa lambat..Dari mereka yang lebih dulu sampai pada tujuannya.Merasa payah…Dari orang-orang yang sudah menemukan jalan terbaiknya. Namun ditengah gejolak […] - [Sepenggal Asa Teruntuk Sang Ilahi - Puisi Andum Akuri](https://ruangbestari.com/sepenggal-asa-teruntuk-sang-ilahi-puisi-andum-akuri/): Sepenggal Asa Teruntuk Sang Ilahi Karya: Andum Akuri Pergantian tahun bertandang bernas harsa bersemayam Selaksa impian terpatri rapih menyongsong masa depan gemilang Jeremba perubahan yang lebih baik dengan ambisi bergelora Terjang segala anca di depan netra nan persistensi dalam dada Sungguh, seberkas lembaran baru di tahun baru termaktub dalam harapan Untuk melangkah hirapkan kehidupan kelabu […] - [Pertapa - Puisi Abdi Galih Firmansyah](https://ruangbestari.com/pertapa-puisi-abdi-galih-firmansyah/): Pertapa Karya: Abdi Galih Firmansyah Pertapa suciku, kemana perginya? Tanganmu mesra menanam padi di ladang. Rangkulan menyertai perjuangan siang. Pitutur menggetarkan surya redup petang. Oh, pertapa… Juntaian ayat perhiasan petani. Kertas berkelir milik kartini. Pena dan noktah adalah puisi. Engkau membaca, pun juga kami. Magrib dan pesanggrahan menepukku. Semanis wajah kakek dan nenekku. Bak peminum […] - [DM Kepada Tuhan: Tina dan Anak-Anaknya - Puisi Said K](https://ruangbestari.com/dm-kepada-tuhan-tina-dan-anak-anaknya-puisi-said-k/): DM Kepada Tuhan: Tina dan Anak-AnaknyaKarya: Said K 1/ Tuhan, DM-kuselarut ini, tersebab postinganmu pasca 7 oktober lalu, dihujani simpati berjuta dari dunia yang dulunya tak bermata. bolehkah jumlah like dari follower-Mu kupakai untuk membeli pengabulan doa? izinkan kugubah sebuah sonatina pada gitarku, menjadi musik latar iringi ghibah tentang Tina, saudara kandungku serahim kemanusiaan. betapa baiknya […] - [Doa Palestina - Puisi Muhammad Sholeh Arshatta](https://ruangbestari.com/doa-palestina-puisi-muhammad-sholeh-arshatta/): Doa Palestina Karya: Muhammad Sholeh Arshatta allahummanshur ikhwananal musliminal mujahidina fi filistin Di bawah langit palestina Haru huru hara dilahirkan Israel Dengan dentuman bom Seringai ledakan senjata Darah segar pun mengalir Basahi mata semesta Pekik kesedihan bergema Seiring mesiu menderu ngilu Di antara pantai reruntuhan Saksikan sesak pedih mendunia Lirih anak-anak Gaza terpampang nyata Kisah […] - [Sekeping Asa untuk Palestina - Puisi Tosfayana Mawardi](https://ruangbestari.com/sekeping-asa-untuk-palestina-puisi-tosfayana-mawardi/): Sekeping Asa untuk Palestina Karya: Tosfayana Mawardi Bilik hati yang terluka Saat saudaranya tercengkeram durga Tanah leluhurnya luluh lantak, porak poranda Puing-puing berserak di mana-mana Menjadi tanpa rupa Sekeping hati yang tertoreh duka Akibat kebiadaban manusia bermoral iblis durjana Nyawa baginya tak ada harga Semudah itu melantaskan genosida Terhadap populasi Palestina di jalur Gaza Wanita-wanita […] - [Elegi Palestina - Puisi Yashina Ningen](https://ruangbestari.com/elegi-palestina-puisi-yashina-ningen/): Elegi PalestinaKarya: Yashina Ningen Teriak mereka menderu kencangDalam bait-bait kesengsaraanElegi menukilkan kronologi paling bersejarah“memanusiakan manusia”Menjadi sembunyi dalam amarah. Ketakutan tidak pernah selesai berkeliaranDari pagi menjelangHingga malam kembali datangLedakan masih gemar menjelmaNyanyian tidur bayi-bayi kecilLantas, menyudahi adalah mustahil, bukan? Tak seperti orang-orang hidup semestinyaDerita semakin menderai tangisDan jeritan lara seiring membenci bengis. Kemudian, doa untuk Palestina […] - [Bukan Salah Takdir - Puisi Rizki Adi Saputra](https://ruangbestari.com/bukan-salah-takdir-puisi-rizki-adi-saputra/): Bukan Salah Takdir Karya: Rizki Adi Saputra Seorang pemulung tua pada titian sepi Bercerita ria atas ingatan yang sebatas ilusi Kadang kala kelakar tawanya menggema bahagia Kadang pula tersedu-sedu oleh angan yang tak nyata Lama sudah ia melanglang buana Menyelami getir legitnya realita yang fana Masa tuanya tak sesuai ekspektasi Harapnya bernaungkan sembilu yang menyayat […] - [Sebuah Pesan - Puisi M.Rohim](https://ruangbestari.com/sebuah-pesan-puisi-m-rohim/): Sebuah PesanKarya: M.Rohim Kelam, malam yang dingin berlampukan pelita redupMuram, wajah seorang pemuda seakan terbangun dari mimpi burukSuram, selayaknya aku yang mengadu nasib menjalani hidupPitam, amarah memuncak menyalahkan keadaan yang amat terpuruk Wahai Tuhan! Mengapa semuanya menjadi semakin pelik?Teriakan, debu, ledakan, bom dan peperangan seakan menjadi makanan sehari-hariMedia masa tak lagi ramah menjamu, menutup kritik […] - [Seuntai Doa untuk Sang Syuhada - Puisi Nazwa Mesya Sabila](https://ruangbestari.com/seuntai-doa-untuk-sang-syuhada-puisi-nazwa-mesya-sabila/): Seuntai Doa untuk Sang Syuhada Karya: Nazwa Mesya Sabila Sejarah telah bercerita Tentang tempat suci nan jauh disana Negeri yang terjajah berabad abad lamanya Namun tak pernah gentar dalam mempertahankan kehormatannya Demi Baitul maqdis tercinta Tak ada hari yang begitu tenang Ledakan demi ledakan dimana-mana Jeritan demi jeritan yang berulang ulang Gugur, jatuh dan merana […] - [Sebuah Kepercayaan - Puisi Lulu Nelul Janah Nurrohmah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/sebuah-kepercayaan-puisi-lulu-nelul-janah-nurrohmah-s-pd/): Sebuah KepercayaanKarya: Lulu Nelul Janah Nurrohmah, S.Pd. Ku masuki lagi ruangan yang selalu riuh iniKu pandangi wajah mereka yang berseri-seriSaling berebut berbagi cerita seperti tak ada esok hariCerita dua minggu yang ingin mereka habiskan dalam satu hari Ku coba untuk masuk pada dunia merekaIkut menjadi pendengar yang baik larut dalam ceritaMemberi ruang untuk mereka mengekspresikan […] - [Bertahan Akan Lebih Baik - Puisi Muhammad Farhan](https://ruangbestari.com/bertahan-akan-lebih-baik-puisi-muhammad-farhan/): Bertahan Akan Lebih Baik Karya: Muhammad Farhan Pelan-pelan melenyapkan jiwa yang ada Rengrengan membuka mata dan hati Melihat dunia yang sibuk apakah masih sama Berputar sendirian tiada henti Angin musim semi tidak romantis Mengerakkan hati remaja terisak tangis Bekas air mata di wajah bercucuran Mengering seiring angin kenangan Angkat kepala memohon keberkahan Illahi Masih adanya […] - [Negara Hebat - Puisi Oktrimona](https://ruangbestari.com/negara-hebat-puisi-oktrimona/): Negara Hebat Karya: Oktrimona Palestina Kau dipenuhi manusia-manusia hebat Jiwa kesatruapun tidak cukup untuk melambangkannya Tidak bergetar sedikitpun dalam situasi yang secekam apapun Pertumpahan darah menyelimuti bumi yang fana ini Tak peduli siapa yang menjadi korban Pembantaian dan penculikan adalah suatu hal yang biasa ditemui Palestina Kau dapat melahirkan orang-orang hebat Air mata yang mengalir […] - [Pengalaman Terhebat - Cerpen Lulu Nelul Janah Nurrohmah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/pengalaman-terhebat-cerpen-lulu-nelul-janah-nurrohmah-s-pd/): Pengalaman Terhebat Karya: Lulu Nelul Janah Nurrohmah, S.Pd. “Selamat pagi anak-anak, mulai hari ini Ibu akan menjadi wali kelas kalian ya,” ucapku ceria sebagai perkenalan. Tak ada raut excited ataupun terkesan saat aku memperkenalkan diri, mereka malah tak acuh. Sibuk dengan kegiatannya masing-masing dan itu cukup membuatku down untuk sebuah permulaan. “Oke … Mel, tenang. […] - [Air Mata Doa - Puisi Farida Putri Ramadhani](https://ruangbestari.com/air-mata-doa-puisi-farida-putri-ramadhani/): Air Mata Doa Karya: Farida Putri Ramadhani Hujan tak kunjung reda Menyaksikan Palestina Hingga aku tenggelam Dalam air mata doa Hatiku seketika retak Oleh akar-akar petir yang menjalar Menerangi bayang-bayang gedung hancur terbakar Mayat-mayat telah terkapar Diikuti sunyi sepertiga malam Seketika tunduk oleh jeritan harap Orang-orang yang sedang berjuang Dengan sisa-sisa napas yang sempat tersumbat […] - [Tangisan tanah hijau - Puisi Aulia Tyas Paramitha](https://ruangbestari.com/tangisan-tanah-hijau-puisi-aulia-tyas-paramitha/): Tangisan tanah hijau Karya: Aulia Tyas Paramitha Hitam, merah, hijau simbol warna Negaramu Lihatlah…Mereka dulu hidup dalam kebahagiaan Karenamu Zionis, karena perbuatanmu kebahagiaan yang ingin mereka dambakan hilang dengan sekejap Semua itu terjadi karena keserakahanmu dan kebiadapan yang membuat mu menjadi buta kaum Zionis Lihatlah… Rumah mereka hancur karenamu Mereka kehilangan Ayah dan Ibu Mereka […] - [Gaduh yang Tak Kunjung Sembuh - Puisi Shandy Risgan .S](https://ruangbestari.com/gaduh-yang-tak-kunjung-sembuh-puisi-shandy-risgan-s/): Gaduh yang Tak Kunjung Sembuh Karya: Shandy Risgan .S Gemuruh riuh Menembus lintasan benua Menggema Menggetarkan seluruh penjuru dunia Berjuta nuklir meledak di hari yang sama Menghanguskan beribu jiwa di Gaza Berpuluh-puluh anak dan orangtua meringis Luluh lantah habis di makan sikap serakah kolonis Tuhan Kembalikan lagi kedamaian yang sedari dulu ada Biarkan puing-puing kesedihan […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi Sofi Lutfia Tunnisa](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-sofi-lutfia-tunnisa/): Doa Untuk PalestinaKarya: Sofi Lutfia Tunnisa Palestina, Negeri yang terus dijajah tanpa jedaMembuat bibirku bergetar dalam diriTangis airmata yang terus keluar bersuaraMelihat penjajahan yang tak kunjung berhenti. Isak tangis yang begitu lantang dari seorang anakKetika memandang ibunya mati tertembakOleh para tentara israel berhati kejiYang telah membuat ribuan jiwa mati. Tembakan peluru yang begitu pedihSuara ledakan […] - [Pelipur Lara di Bawah Langit Palestina - Puisi Wasyilatul Husna Amalia](https://ruangbestari.com/pelipur-lara-di-bawah-langit-palestina-puisi-wasyilatul-husna-amalia/): Pelipur Lara di Bawah Langit Palestina Karya: Wasyilatul Husna Amalia Di bawah langit biru yang merah Terhampar puing-puing harapan Doa kami terbang bersama angin Menuju tanah yang terluka Palestina, Negeri yang terbakar Dalam doa kami, engkau tumbuh kuat Seperti bunga yang mekar di padang pasir Kami merindukan kedamaianmu Doa-doa kami seperti angin Mengusap luka-luka di […] - [Tak lelah terus terpanjat - Puisi Adika Kurnia Rahman](https://ruangbestari.com/tak-lelah-terus-terpanjat-puisi-adika-kurnia-rahman/): Tak lelah terus terpanjat Karya: Adika Kurnia Rahman Banyak luka di biarkan menganga Banyak derita luput dari kasatnya Harsa pun hilang adanya Bungkam suara Injak haknya Darah berserak percuma Harta nyawa Seolah tak berharga Tampak jelas siapa dalangnya Hanya saja dunia buta Tak kasat apa tindaknya Siapa berani bersuara Dekap semesta Rayu tuhannya Sampaikan semua […] - [Setangkup Doa bagi Palestina - Karya Idha Fitriani, M.Pd.](https://ruangbestari.com/setangkup-doa-bagi-palestina-karya-idha-fitriani-m-pd/): Setangkup Doa bagi Palestina Karya: Idha Fitriani, M.Pd. Mengenangmu, duhai, Palestina layaknya memutar kembali sebuah mimpi Mimpi indah bertabur kilau berkah Terukir manis dalam tinta emas sejarah Sebagai kenangan yang melekat teramat indah Engkaulah tempat suci ketiga, usai Makkah dan Madinah Masjidil Haram-Ka’bah, Makkah Masjid Nabawi-Raudhah, Madinah Masjid Al Aqsa-Baitul Maqdis, Palestina Tiga kota suci […] - [Kami bersama Palestina - Puisi Salwa Aulia Lathifah Akbar](https://ruangbestari.com/kami-bersama-palestina-puisi-salwa-aulia-lathifah-akbar/): Kami bersama Palestina Karya: Salwa Aulia Lathifah Akbar Dunia tengah menyaksikan di tengah gemparan Hamparan hijau menjadi tanah kematian Kedamaian tak kunjung tercapaikan Di kala masa mengalami perubahan Terdengar jeritan yang kian menggema Air mata menjadi saksi para syuhada Kedamaian menjadi prioritas semata Mengharap Jannah dari Allah ta’ala Di bawah langit dan di tanah bumi […] - [Doa Untuk Palestina - Puisi A. Agung Khuzain Nata Prawira](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-a-agung-khuzain-nata-prawira/): Doa Untuk Palestina Karya : A. Agung Khuzain Nata Prawira Di bawah langit biru, terdengar doa, Untuk Palestina, yang damai tak pernah tiba. Doa membelah malam, seperti bintang di langit, Mengalun perlahan, menyentuh hati yang pilu. Jeritan tanah, berkecamuk dalam angan, Dibalut debu, merah darah yang tumpah. Doa terukir di mata yang berlinang, Membawa harapan, […] - [Butiran-Butiran Tasbih Bumi Al Aqsa - Karya Qonitia Lutfiah](https://ruangbestari.com/butiran-butiran-tasbih-bumi-al-aqsa-karya-qonitia-lutfiah/): Butiran-Butiran Tasbih Bumi Al Aqsa Karya: Qonitia Lutfiah Temaram yang dipenuhi ledakan Mencipta seutas harapan Meledakkan api keberanian Menjelma zikir panjang mengagungkan Tuhan Penduduk surga yang singgah di bentala Setiap sudut dirgantara tak henti berdoa Menggemakan aksara berhenti genosida Retisalya tak ubahnya pilu bagi semesta Banyak semoga yang terus berterbangan Berharap menembus rudal zionis Memporak-porandakan […] - [Untaian Doa di Bawah Rembulan - Puisi Nadia Syafa Azzahra](https://ruangbestari.com/untaian-doa-di-bawah-rembulan-puisi-nadia-syafa-azzahra/): Untaian Doa di Bawah Rembulan Karya : Nadia Syafa Azzahra Di bawah langit biru yang resah Doa-doaku terhampar, merintih di angkasa Merentangkan cinta yang melimpah Untuk tanah Palestina yang terluka Dalam gemuruh sunyi malam Berderai air mata yang tulus Harapanku, damailah hati mereka yang terang bagai bintang malam Di bawah rembulan, doa terbang menuju angkasa […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Dwi isma inayah](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-dwi-isma-inayah/): Doa untuk Palestina Karya: Dwi isma inayah Banyak yang bilang bahwa doa laksana senjata manusia Senjata tak terlihat namun menembus semua keinginan Berdoa dalam kebahagian maupun kesulitan Karena segalanya diberi oleh zat yang menciptakan Banyak yang bilang bahwa cobaan laksana kasih sayang Kasih sayang yang tak semua indah, dan Bahagia namun subuah kepedulian dalam bentuk […] - [Kebebasan yang Terampas - Puisi Randine Annisrulwaqi](https://ruangbestari.com/kebebasan-yang-terampas-puisi-randine-annisrulwaqi/): Kebebasan yang TerampasKarya: Randine Annisrulwaqi Di atas tanah yang terjajahDerai air mata hadir setiap harinyaDitengah jutaan darah yang berceceran hanya kedamaian yang mereka nantikan Dimana letak keadilan?Disaat terdengar ramai jeritan dan tangisanDisaat kemanusiaan dicekal habis-habisanDan disaat kebebasan telah diporak porandakan Dimana letak hati nuranimu? Dimana?Disaat bergelimang mayat para syuhada Tidakkah kau perih melihatnya?Disaat segalanya hancur […] - [Kami yang Bukan Apa-apa - Puisi Aniqodina Rahmawati](https://ruangbestari.com/kami-yang-bukan-apa-apa-puisi-aniqodina-rahmawati/): Kami yang Bukan Apa-apa Karya: Aniqodina Rahmawati Ya Rabbi ini kami seperjuangan Kami yang dhoif Terkurung dalam ruang Terpagut dalam angan Nyawa saudara kami diujung tanduk Raga mereka dinistakan oleh maut Berjuang mengundi nyawa Berlumuran tangis nestapa Namun lihat kami di sini Bergelimang duniawi, berpacu riang di udara Bercanda indan dunia, lupa akan segala Takut […] - [Harsa - Puisi Umi Salamatus Sakdiyah](https://ruangbestari.com/harsa-puisi-umi-salamatus-sakdiyah/): Harsa Karya: Umi Salamatus Sakdiyah Adakah yang lebih pilu dari sebuah kehilangan? Mata yang tak lagi menyiratkan kerlingan Harapan yang kian lama mulai dipatahkan Atau impian yang hanya sebatas genggaman Langkah kecilnya berpijak dengan leluasa Tanpa sepatu kaca layaknya kisah yang melegenda Gaun yang melekat sudah tak lagi berupa Tertutup debu para zionis yang membabi […] - [Doa Melangit Bersama Debu Itu - Puisi Dera Aprilia Wati Ishak](https://ruangbestari.com/doa-melangit-bersama-debu-itu-puisi-dera-aprilia-wati-ishak/): Doa Melangit Bersama Debu Itu Karya : Dera Aprilia Wati Ishak Demi setiap hela nafas dalam pusaran-Mu Ku tengadahkan ke dua tangan memekik, meminta Sayup-sayup doa berhamburan bersama debu itu Lantunan syahdu melambai-lambai di udara Demi gedung-gedung tinggi tak berdaya Negeri itu menangis, lemah, tersiksa Negeri itu abu-abu, tak lagi berwarna Lumbung keabadian begitu dekat […] - [Dari Kudus Hingga Al-Quds - Puisi Maulana Achmad Zaenal](https://ruangbestari.com/dari-kudus-hingga-al-quds-puisi-maulana-achmad-zaenal/): Dari Kudus Hingga Al-Quds Karya: Maulana Achmad Zaenal Lima abad lampau Napas kedamaian berembus dari tanah para Nabi. Dari Al-Quds, berangkatlah Sunan Ngundung dan anaknya. Memenuhi panggilan mulia, sebarkan ajaran damai. Berlayar menerjang berbagai samudera. Menghantam berbagai ombak dan dera. Bersama para wali, cahaya Islam menyebar ke penjuru Jawa. Mengetuk dinding keraton Majapahit. Mewujudkan sejahtera […] - [Bumi Palestina - Puisi Satria Raifan](https://ruangbestari.com/bumi-palestina-puisi-satria-raifan/): Bumi Palestina Karya: Satria Raifan Malam bagai tak berujung Menjelma menjadi kengerian yang mengurung Malam datang dan mematung Maka berlari keluarlah dari gedung Siang bagaikan pertunjukan kejahatan Tanpa tahu malu datanglah jelmaan setan Seakan bangga dengan kemungkaran Mengajak dunia menuju kesesatan Sungguh memalukan pemimpin dunia Mengaggap setan sebagai pahlawan Mati matian membela genosida Dan melupakan […] - [Kurajut Doa untuk Palestina - Puisi Nastiti Nuri Nariswari](https://ruangbestari.com/kurajut-doa-untuk-palestina-puisi-nastiti-nuri-nariswari/): Kurajut Doa untuk Palestina Karya: Nastiti Nuri Nariswari Saudara kami sedang diuji Diuji oleh anca hidup yang bertubi-tubi Ribuan bangunan andam karam Runtuh terhujani meriam Ya Tuhan kami Kembalikan riuh tawa para anak dari saudara kami Saat sedang bermain di bawah sinar arunika pagi Yang kini berubah menjadi suara tangis yang menikam hati Tangisan ketakutan […] - [Alam Pun Tahu - Puisi Muhammad Haikal Noviandri](https://ruangbestari.com/alam-pun-tahu-puisi-muhammad-haikal-noviandri/): Alam Pun Tahu Karya: Muhammad Haikal Noviandri Detik kian detik Tonggak telah merapuh Menggugurkan para daun hijau Dengan kupu-kupu palsu Terbang tinggi tanpa tahu Kian lubang di antara para daun Menganggap terbang akan bangganya Padahal tanah tetap menantinya Hijaunya mulai menguning Menanti jadi ranting Mencoba berdiri lagi Di sempitnya piring Angin mulai berisik Mengirim awan […] - [Doa untuk Palestina - Puisi Gilang Tegar Pradifta](https://ruangbestari.com/doa-untuk-palestina-puisi-gilang-tegar-pradifta/): Doa untuk Palestina Karya: Gilang Tegar Pradifta Dear Palestina… Kau adalah pahlawan Menghadapi badai kebijakan dan konflik Dalam bayanganmu yang teduh Kau bersedih di bawah cakrawala Ya allah Ya Robb Ya allah Ya Hayyul Ya Qoyyum Hancurkan mereka Yang telah mengabaikan keberadaanmu Anak-anak Palestine Mereka hanya makhluk mungil yang tak berdaya Kehabisan air mata Tak […] - [Hamparan Doa - Puisi Febriany](https://ruangbestari.com/hamparan-doa-puisi-febriany/): Hamparan Doa Karya: Febriany Ruang diri ku bersujud Beralas pada rintihan tangis Tangis dari ribuan pilu Tuhan…Dengarkan hambamu ini Seperti gemuru petir yang melanda Orang-orang itu berteriak Meminta setangkup pertolongan Tuhan…Tolong dengar suara-suara itu Layaknya air terjun Isak pada pipi mereka tak kunjung berhenti Berharap secercah perlindungan yang menghampiri Tuhan…Tolong balut mereka setiap harinya Hari […] - [Cahaya Doa Untuk Langit Palestina - Puisi Aisyah Azzahra](https://ruangbestari.com/cahaya-doa-untuk-langit-palestina-puisi-aisyah-azzahra/): Cahaya Doa Untuk Langit Palestina Karya: Aisyah Azzahra Palestina, di tengah gempuran senjata dan letupan bom Cakrawala berubah bak lautan merah Tangis pilu menggema sepanjang malam Terbangun dengan darah mengalir di sekitar Sepanjang engkau berjalan dengan hati yang terluka Memandang puing-puing yang menari di angkasa Dengan iman yang tertancap kokoh dalam kalbu Zikir terucap dari […] - [Negeri Tanpa Luka - Puisi Iyus Jatikusumah](https://ruangbestari.com/negeri-tanpa-luka-puisi-iyus-jatikusumah/): Negeri Tanpa Luka Karya: Iyus Jatikusumah Zaman tak lekang dari jajah-menjajah Bangsa asing merangsek masuk Mengabadikan dirinya pada tanah-tanah tak berumah Pribumi dijejali ledakan dan tembakan Berseteru tanpa kendali damai Sejenak saja keliaran Serbuan peluru datang beramai-ramai Bertahun-tahun bermasa-masa Selalu begini nasib rakyat jelata Luka seakan kawan setia Apa sebenarnya hendak diminta? Kurang apa dunia […] - [Doaku untuk Palestina - Puisi Ripan](https://ruangbestari.com/doaku-untuk-palestina-puisi-ripan/): Doaku untuk Palestina Karya: Ripan Di tanah yang kau cintai dan puja Kau berjuang dengan gagah berani dan luhur Melawan penjajah yang tak berperi dan zalim Mengorbankan darah dan nyawa demi kehormatan dan kebenaran Di langit yang kau pandangi dan renungi Kau berdoa dengan harap penuh hati dan jiwa Menyaksikan bintang-bintang yang berseri dan berkilau […] - [Islam di Tanah Gaza - Puisi Zareta Alayda](https://ruangbestari.com/islam-di-tanah-gaza-puisi-zareta-alayda/): Islam di Tanah Gaza Karya: Zareta Alayda Palestina… Diantara banyak cobaan Islam tetap kau pertahankan Tetap kau junjung kehormatannya Bahkan di detik detik darah penghabisan Yaa palestina… Betapa hebatnya perjuanganmu terhadap tanah airmu Takkan kau biarkan sidikitpun jatuh ke tangannya Walaupun tanah airmu diperebutkan Kau tetap sabar dalam menghadapinya Walaupun engkau dihadapkan dengan senapan Islam […] - [Tanah Beribu Perjuangan - Puisi Nadia Tectona Grandis](https://ruangbestari.com/tanah-beribu-perjuangan-puisi-nadia-tectona-grandis/): Tanah Beribu Perjuangan Karya: Nadia Tectona Grandis Dataran lapang saksi bisu sebuah perjuangan Beribu air mata membasahi tanah Baitul Maqdis Aliran darah yang terus menetes Goresan luka yang terus dirasakan Rasa takut terus terbayang Tawa kecil terenggut seakan melayang Masa kecil penuh perjuangan Masa depan tak pernah terbayang Suara yang terus tertahan Tekad yang selalu […] - [Bumi Gaza - Puisi Khailyla Quinsha Humaira](https://ruangbestari.com/bumi-gaza-puisi-khailyla-quinsha-humaira/): Bumi GazaKarya: Khailyla Quinsha Humaira Wahai saudaraku…Tidakkah engkau lelah melawan para penjajahPenjajah-penjajah dengan senyum merekahSedangkan engkau… tangismu setiap hari pecah Wahai saudaraku…Tempatmu lahir tergusur begitu sajaTapi kalian tak gentar untuk melakukan perlawananHari hari mu diisi dengan suara ledakan dan senapan Wahai saudaraku…Tidaklah suara suara itu berputar dikepala kalianOrang demi orang, keluarga demi keluarga perlahan menghilang […] - [Palestina - Puisi Khanifah Azzahra](https://ruangbestari.com/palestina-puisi-khanifah-azzahra/): Palestina Karya: Khanifah Azzahra Ya Palestina… Sungguh kuat dirimu menghadapi rintangan ini Engkau yang selalu di serang tak kenal waktu Engkau yang terus berusaha melindungi wilayahmu Ya Palestina… Segala cara mereka lakukan demi merebut wilayahmu Segala pertahanan mereka robohkan Namun engkau tetap bersikeras mempertahankan wilayahmu Ya Palestina… Sungguh berat bagi kami Tatkala mendengar kabar kematian […] - [Salatku Berkabar untukmu Palestina - Puisi Mu’ayyadah](https://ruangbestari.com/salatku-berkabar-untukmu-palestina-puisi-muayyadah/): Salatku Berkabar untukmu Palestina Karya : Mu’ayyadah Semenjana sujud mendamba doa Terulur menjulur keberanian manusia Sujud pinta ampunan dan damai Palestina aku menyapamu di sanubari Ku berukuk menyemai benih perjuanganmu Kuasa rindu untuk meraih merdeka Kegoyahan tak berpendar maju gentar berjuang Berlandas cipta dan amanah terukir Jiwa rengkuk melawan penindasan Iktidalku bersigap mengantar pahlawan Mengurai […] - [Kopi Samsara - Puisi Febiana Natasha](https://ruangbestari.com/kopi-samsara-puisi-febiana-natasha/): Kopi Samsara Karya: Febiana Natasha Pagi itu kopi mengepul asap samsara. Raupnya mulut-mulut pemberita, si penyatir hebat pada praja yang tak lagi bayan. Lihatlah! Kecil mungil itu tak lagi gemas. Remas senyum dengan akal binatang. Temannya dikudap keras-keras, dipelintir tulang-tulangnya, diinjak ubun kepalanya, dihentak sekujur badannya, diretakkan dinding-dinding jiwanya. //Apalah jadinya jika begini terbiar. Tengoklah! […] - [Catatan Cerah - Puisi Ersa Sania Azzahro](https://ruangbestari.com/catatan-cerah-puisi-ersa-sania-azzahro/): Catatan Cerah Karya: Ersa Sania Azzahro Seberkas cahaya datang menghampiri, Lentera… Kegelapan kemarin usai sudah Cukup, cukup sampai di situ Jangan mendekati, menghampiri, ataupun menyentuhku Waktu terus berputar mengejar Manusia menggapai asa menaruh harapan Pada sang Tuhan, berkahi kami, ridhoi kami Jadikan esok lebih mekar lagi Tuhan Catatan tinta hitam tercoret-coret Kertas putih sudah tak […] - [Mengubah Suratan Takdir - Puisi Putri Lestari](https://ruangbestari.com/mengubah-suratan-takdir-puisi-putri-lestari/): Mengubah Suratan TakdirKarya: Putri Lestari Apakah kau akan mengubah atau menyerah?Setelah menjalani hal berat yang bahkan beribu kali menampik tubuhmuAkankah kau kuat?Tubuhmu begitu kurus kering hingga akal pikiranmu saja hampir pupus kekuatannyaDi tahun lalu, caci maki terus saja dilontarkan yang kasusnnya tak kunjung reda meski telah tiba di penghujung akhir tahunTerbilang berat memang hingga dokter […] - [Goresan Pena Artanti - Cerpen Nirmala Dian Pertiwi, S.S.](https://ruangbestari.com/goresan-pena-artanti-cerpen-nirmala-dian-pertiwi-s-s/): Goresan Pena ArtantiKarya: Nirmala Dian Pertiwi, S.S. Lantas siapa bapak dari anakku? dimana dia? mengapa tidak ada kabarnya? Semua tersaji di tahun 2023. Tahun yang mana aku sangat memahami arti hidup. “Ma… mama…. Stres aku mah. Perlakuan mereka selalu gitu terhadapku! Sadar tidak mah, aku layak mengetahui keberadaan ayahku. Sekadar mengetahui namanya pun tidak kau […] - [Sepucuk Surat - Karya Muhammad Nurhuda Al-Asy'ari](https://ruangbestari.com/sepucuk-surat-karya-muhammad-nurhuda-al-asyari/): Sepucuk Surat Karya: Muhammad Nurhuda Al-Asy’ari Pena hadiah hari guru darimu telah kugenggam Siap menulis sepucuk surat untukku di masa mendatang Tidak dikenal orangpun tidak apa-apa Tidak diakui keberadaanya juga tidak masalah Karena dari awal tujuanku sebagai guru Bukan itu - [Resolusiku - Puisi Nasywa Rana Nabilah](https://ruangbestari.com/resolusiku-puisi-nasywa-rana-nabilah/): Resolusiku Karya: Nasywa Rana Nabilah Aku ingin terlahir kembali Lebih kuat dari besi Lebih menunduk dari padi Lebih jernih dari air Di awal tahun baru Tekad berkobar Ambisi membara Resolusi bersemi memancarkan harapan Mewujudkan harapan yang hilang Berjalan langkah demi langkah Mengisi lembaran baru Menatap masa depan Tak gentar oleh tantangan Sorakan jiwa yang membara […] - [Janjiku pada Diriku - Puisi Ripan](https://ruangbestari.com/janjiku-pada-diriku-puisi-ripan/): Janjiku pada Diriku Karya: Ripan Aku berjanji pada diriku yang berbakat Untuk menorehkan prestasi yang membanggakan Aku akan terus berkarya dengan tinta penaku Yang melukis warna-warna yang memesona Aku berjanji pada diriku yang berani Untuk selalu menggabungkan cinta dan pemikiran Aku akan terus menciptakan karya yang berani Yang menantang batas-batas yang membelenggu Aku berjanji pada […] - [Aku Tertimbun Dejavu Tahun Lalu - Puisi Dimas Setyanto](https://ruangbestari.com/aku-tertimbun-dejavu-tahun-lalu-puisi-dimas-setyanto/): Aku Tertimbun Dejavu Tahun Lalu Karya: Dimas Setyanto Dimulai dari impian tergenangku Banyak keinginan penyampaian, namun hanya disematkan Tatkala jiwa ingin mengoyak-ngoyak raga Tak ingin tertimbun sebuah dejavu Berkenaan dengan langkah Yang terombang-ambing rasa nestapa Banyak sekali pondasi yang telah gugur Ulah dari watak dejavu tahun lalu Asa yang sering kali tertusuk, tak lekas sembuh […] - [Daksa Atma Nestapa - Puisi Noer Lailatul Badriya](https://ruangbestari.com/daksa-atma-nestapa-puisi-noer-lailatul-badriya/): Daksa Atma Nestapa Karya: Noer Lailatul Badriya Aku daksa yang terlahir antara harsa dan lara Menyambut buana dengan tangis Diiringi syair syukur tiada habis Menjadi anugerah dan amanah Batara langit Meraungi waktu Memasuki atma Menciptakan aku dengan daksa tak berjiwa Tarum kembang menjadi pemanis rasa Batu sebagai pelengkap lakunanya Lalu tumbuh dengan candramawa Diisi namun […] - [Harmoni di Balik Resolusi - Puisi Hadijah, S.Pd](https://ruangbestari.com/harmoni-di-balik-resolusi-puisi-hadijah-s-pd/): Harmoni di Balik Resolusi Karya: Hadijah, S.Pd Resolusiku berkobar bagaikan mimpi yang membara Sebagai guru, hatiku membuncah penuh pengharapan Terukir indah tekad dan janji direlung jiwa Menjadi secercah pelita membimbing disetiap perjalanan Resolusiku menyulam benih ilmu Menjadi pemandu dalam pengetahuan yang luas Mata berbinar tersirat dari wajah-wajah dengan tekad yang tulus Membangun jembatan menuju pelajaran […] - [Langkah Awal - Puisi Tria Shinta Azzahra](https://ruangbestari.com/langkah-awal-puisi-tria-shinta-azzahra/): Langkah AwalKarya: Tria Shinta Azzahra ORANG TUAKU PERNAH BERKATAJADILAH YANG PALING BERCAHAYADIANTARARIBUAN LAMPU YANG ADA ORANG TUAKU PERNAHBERPESANJADILAH YANG PALING TERANGDI ANTARA RIBUAN BINTANG TAHUN LALU BUKANLAH KEGAGALANTETAPILANGKAH AWAL PERJUANGANSEBAGAIMOTIVASI UNTUK TAHUN DEPAN MENYERAHBUKANLAH PILIHANKARENA DUNIA MEMBERI KESEMPATANBAGI SIAPA SAJA YANG MAU BERJUANG - [Resolusiku - Puisi Aminurrahman](https://ruangbestari.com/resolusiku-puisi-aminurrahman/): Resolusiku Karya: Aminurrahman Di tahun baru resolusi berseri Tentang diri kisah yang ingin ku tulis 2024 tiba harapan bersemi Menyongsong masa penuh semangat terhunus Ambisi berkicau seakan burung bernyanyi Mimpi-mimpi menjelma di langit biru hati Tak lagi terhalang oleh keraguan Resolusi bertaut menjelma keberanian. Melangkah pasti di tanah impian Mengukir prestasi dengan tekad membaja Tak […] - [Perjalanan Menuju Cahaya - Puisi Raden Saett/Said Kosim](https://ruangbestari.com/perjalanan-menuju-cahaya-puisi-raden-saett-said-kosim/): Perjalanan Menuju Cahaya Karya: Raden Saett/Said Kosim Jauh sudah aku melangkah Menembus gulita mengejar cahaya Meraba hitam dengan pelita yang kugenggam Lalu pulang bawa sinar berbinar Sungguh telah lemah seluruh tubuh Hampir hancur raga ini kurasa Aku membutuhkan cahaya Terus meraba layaknya tunanetra Yang ingin bebas berkelana Lirih keluh bibirku Mencemooh, menghina, juga mencela Raga […] - [Menata Diri - Puisi Rahmah Nimas Widyantika](https://ruangbestari.com/menata-diri-puisi-rahmah-nimas-widyantika/): Menata Diri Karya: Rahmah Nimas Widyantika Jalan arteri dibiarkan terbuka untuk kebebasan menjadi diri sendiri Bermaksud mengusut bibit bebet bobot jati diri yang ada Disusun apa-apa saja yang sekiranya harus ada di sini Memperbaiki apa-apa saja yang sekiranya salah di sini Menamatkan apa-apa saja yang sekiranya harus dan bisa dilakukan di sini Toh, semuanya yang […] - [Menembus Batas Mimpi - Cerpen Hadijah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/menembus-batas-mimpi-cerpen-hadijah-s-pd/): Menembus Batas MimpiKarya: Hadijah, S.Pd. Semburat cahaya senja merah kejinggaan memenuhi langit Kota Tanjungpinang. Hiruk pikuk suara klakson motor dan mobil orang tua yang menjemput anaknya dari kegiatan ekstrakulikuler sekolah. Terlihat ada seorang guru yang memperhatikan keramaian tersebut dari lantai tiga tempat dia melepaskan lelah setelah mengajar dan menyelesaikan tugas-tugas sebelum pulang. Pandangannya melihat keramaian […] - [Beresolusi Daripada Asa 2023 - Puisi Insani Maria Ulfa](https://ruangbestari.com/beresolusi-daripada-asa-2023-puisi-insani-maria-ulfa/): Beresolusi Daripada Asa 2023Karya: Insani Maria Ulfa Lencana sukma bergelayutdiawal sebuah masaMenjejaki rimbunan hutan asaSeakan-akan lembayung senjaterlihat nyataBerkiprah untuk resolusi tak terduga Desiran mimpi kianhari kian tersingkapiNamun, dahsyatnya getir menyelimuti bayangan gelap iniSerambi bunga-bunga imaji yang dahulu ia rangkai untuk sebuah asaKian kering berguguran tertiup oleh kencangnya kecemasan. Resolusi untuk menyegarkan kehausan 2023Melambai terbuka untuk […] - [Jejak Langkah Tahun Baru Resolusi di Balik Kabut Masa Depan - Puisi Putri Rahmadhani](https://ruangbestari.com/jejak-langkah-tahun-baru-resolusi-di-balik-kabut-masa-depan-puisi-putri-rahmadhani/): Jejak Langkah Tahun Baru Resolusi di Balik Kabut Masa Depan Karya: Putri Rahmadhani Di awal lembaran tahun yang baru terbentang, Jejak langkahku berlapis resolusi yang tulus, Kabut masa depan menyelimuti harapan, Namun tekad di hati, tak lekang oleh ragu. Dalam bening pagi, kumulai perjalanan, Menggapai bintang, meraih impian terang, Bukan sekadar kata-kata tanpa tindakan, Tapi […] - [Menjadi Daftar Agenda Tahunan - Puisi Syadah Fahrunisa](https://ruangbestari.com/menjadi-daftar-agenda-tahunan-puisi-syadah-fahrunisa/): Menjadi Daftar Agenda TahunanKarya: Syadah Fahrunisa Berpangkal pada harapanMelahirkan tuntutanBicara hal ihwal tak berkesudahanJanji, pernyataan, dan segala hal yang berpadananResolusi menjadi awalan bagi jiwa menjenuhkanYang setiap tahun berkewajiban memiliki keinginan dan permintaanMenjadi daftar agenda tahunanBerbaris, menunggu diwujudkan Resolusi adalah andaikanBerhubungan dengan masa depanBelum terjadi, tapi akanDirenungkan pada awal tahun yang disemogakanSeraya mendengar jeritan bunga api […] - [Terukir Mesin Waktu, “Nona” - Puisi Annisa Sabrina Fisabililah](https://ruangbestari.com/terukir-mesin-waktu-nona-puisi-annisa-sabrina-fisabililah/): Terukir Mesin Waktu, “Nona” Karya: Annisa Sabrina Fisabililah Masih terpaku akan pesona sang nona Fana merah jambu memeluk langit Menakhodai petuah algoritma buta dengan keindahannya Deru angin menggema, memanggil “Kau mimpi?”, beradu dengan harap “Kau bisa!” Namun langkahmu harus cepat, walaupun sudah terlambat Tak lagi berkelana, mimpi-mimpi menjelma nyata Nona, pergilah sudah, singgahnya telah usai […] - [Berenang di Samudera - Puisi Farida Putri Ramadhani](https://ruangbestari.com/berenang-di-samudera-puisi-farida-putri-ramadhani-2/): Berenang di Samudera Karya: Farida Putri Ramadhani Seluas samuderalah sebuah asa Yang ku dambakan Walau acapkali tenggelam Huruf-huruf yang tak beraturan Jadi kata-kata sampah Sampai kalimat pun tak jadi selera Pada lidahnya yang licin, memakan Bait-bait yang begitu kasar Aku hanya berbisik manja Lemparlah aku! Aku akan kembali dengan ikhtiarku Kata yang tak sekadar merayu […] - [Pencapaian Tak Terhingga - Puisi Rizka Putri Oktaviani](https://ruangbestari.com/pencapaian-tak-terhingga-puisi-rizka-putri-oktaviani-2/): Pencapaian Tak TerhinggaKarya: Rizka Putri Oktaviani Tuntutan menghidupi diriBerbagai macam mimpi membumbung tinggiTak peduli ada gagalTak peduli ada terjal Capaian tinggi kan dikejarDemi ekspetasi memenuhi realitaYang kian menjalardan tak terhingga 2024 dimulai segalanyaUntuk nyata di depan mataSebagai bentuk cita dan cintaSebagai pembuktian pada dirinya Resolusi menjadi pilihanMembangkitkan segala upayaMemberikan perlawananPada raga untuk memikirkan jalannya Banyumas, […] - [Gemintang Gelora Karsa - Puisi Nadia Vincy](https://ruangbestari.com/gemintang-gelora-karsa-puisi-nadia-vincy-2/): Gemintang Gelora KarsaKarya: Nadia Vincy Saban hari terlewati, sudah banyak eskalasi terjadiSwastamita membangunkan atma hingga pancaindraAmbu tanah menyatu dengan rintik hujan panasEntah kunamai apa hawa ini Tak terasa usiaku tak lagi belia, sudah tua. Aku tertawakehilangan arah Kemana aku akan mencari jawaban?Dahan menggugurkan daunnya bak menolakku Aku bertanya:Apakah gunanya aku berusaha?Bila hanya menghasilkan seember air […] - [Resolusi Kosong Tahunan - Puisi Rahmi Devika Putri](https://ruangbestari.com/resolusi-kosong-tahunan-puisi-rahmi-devika-putri-2/): Resolusi Kosong TahunanKarya: Rahmi Devika Putri Suara terompet dan bunga api di langit malam ituSemua orang bersorai dan katakan “selamat tahun baru”Bergembira seolah ada harta karun di tahun depanNyatanya kita hanya menyiapkan resolusi kosong tahunan Aku harap akan bahagiaAku harap akan kayaSejumlah omong kosong lainnya tanpa tekad perubahanHanya catatan berulang di kepala lantas lupakan Nyatanya […] - [Meraih Impian di Pelukan Waktu - Puisi Mevira Fairuz Azzahra](https://ruangbestari.com/meraih-impian-di-pelukan-waktu-puisi-mevira-fairuz-azzahra-2/): Meraih Impian di Pelukan Waktu Karya: Mevira Fairuz Azzahra Di malam tahun baru bergema, Resolusi terbentang di hadapan, Seperti bintang yang bercahaya, Harapan muncul, tak tertahan. Seperti ombak yang tak pernah reda, Tantangan datang, bergelora dalam jiwa, Seperti pelangi setelah hujan mereda, Resolusi terjalin, seperti alam yang bersua. Langkah yang seperti api yang membara, Di […] - [Keluar Zona Nyaman - Cerpen Jovina Septarini Indrawati](https://ruangbestari.com/keluar-zona-nyaman-cerpen-jovina-septarini-indrawati/): Keluar Zona NyamanKarya: Jovina Septarini Indrawati Anak kuliahan itu harus nekat. Ya, ada yang nekat merantau, belajar mandiri, dan mencari pengalaman baru di kota orang. Sepertiku yang merupakan Mahasiswa baru di Universitas Negeri, mau tak mau harus memberanikan diri. Aku juga merupakan seorang anak pertama, pemilik sifat pantang menyerah, sedikit keras kepala, harapan orang tua, […] - [Resolusi di Tinta Api 2024 - Puisi Wasyilatul Husna Amalia](https://ruangbestari.com/resolusi-di-tinta-api-2024-puisi-wasyilatul-husna-amalia-2/): Resolusi di Tinta Api 2024Karya: Wasyilatul Husna Amalia Tahun 2024 telah tibaDengan harapan yang membaraDi hati yang penuh citaResolusi terpatri dalam jiwa Di tahun ini, aku berjanjiUntuk mencapai impian yang terpendamMenjadi versi terbaik dari diriMengukir prestasi yang tak terlupakan Mengubah kebiasaan lamaMenjelajahi jalan yang belum dijamahMenerobos batas yang menghalangiMewujudkan impian yang terpendam Setiap langkah akan […] - [Sekelumit Asa - Puisi Ghina Kamila](https://ruangbestari.com/sekelumit-asa-puisi-ghina-kamila-2/): Sekelumit Asa Karya: Ghina Kamila Lembayung terlihat sangat elok Dersik anila terus menerpa wajahku Histori yang lalu kembali menghampiri Cinta, lara, gelak tawa, dan derai air mata Wandoya, kisahnya kerap menuai nestapa Jalannya penuh batu kerikil Tapi, ia tak pernah kalut Baginya, lara akan terganti dengan harsa Wandoya, jatuh bangun runyam tangisnya Terlalu banyak anca […] - [Untuk Kesekian Kalinya Katakan Tidak Mengapa pada Diri Sendiri - Cerpen Desi Lailatul Qodari](https://ruangbestari.com/untuk-kesekian-kalinya-katakan-tidak-mengapa-pada-diri-sendiri-cerpen-desi-lailatul-qodari/): Untuk Kesekian Kalinya Katakan Tidak Mengapa pada Diri Sendiri Karya: Desi Lailatul Qodari Dari luar jendela terlihat ibu senja sedang bercengkrama dengan awan mendung Mereka berdebat tentang keinginan awan mendung untuk membasahi bumi Akhirnya awan mendung berhasil membasahi bumi di sore hari secara perlahan Derai hujan mulai berjatuhan di awali dengan gerimis tipis Hari ini […] - [Mimpi-Mimpi yang Berlabuh - Cerpen Andi Mutiara Muthahharah](https://ruangbestari.com/mimpi-mimpi-yang-berlabuh-cerpen-andi-mutiara-muthahharah-2/): Mimpi-Mimpi yang BerlabuhKarya: Andi Mutiara Muthahharah Salam sejahtera, kakak-kakak mahasiswa KKN. Namaku Abizali. Umurku lima belas tahun. Aku sudah lulus sekolah dasar dua tahun lalu. Dan ijazah sekolah dasar itu sekarang sama sekali tidak berguna. Hanya tersimpan rapi di dalam lemari kayu tua, beralih fungsi menjadi alas tumpukan baju. Bapak dulu benar-benar keliru soal aku […] - [Sepenggal Asa Teruntuk Sang Ilahi - Puisi Andum Akuri](https://ruangbestari.com/sepenggal-asa-teruntuk-sang-ilahi-puisi-andum-akuri-2/): Sepenggal Asa Teruntuk Sang Ilahi Karya: Andum Akuri Pergantian tahun bertandang bernas harsa bersemayam Selaksa impian terpatri rapih menyongsong masa depan gemilang Jeremba perubahan yang lebih baik dengan ambisi bergelora Terjang segala anca di depan netra nan persistensi dalam dada Sungguh, seberkas lembaran baru di tahun baru termaktub dalam harapan Untuk melangkah hirapkan kehidupan kelabu […] - [Semangat Terpancarkan - Cerpen Nuril Zalsa Bella](https://ruangbestari.com/semangat-terpancarkan-cerpen-nuril-zalsa-bella/): Semangat Terpancarkan Karya: Nuril Zalsa Bella Waktu tak bisa terhenti Apalagi menunggu dirimu untuk menata diri Lembaran baru kubuka dengan harapan Lembaran lama kututup dengan keikhlasan Anila malam medinginkan badan Termenung ku dalam senandika Berlinang air mata Membayangkan kerasnya kehidupan Kupandang masa depan Yang tak akan secerah harapan Dengan keyakinan kutekatkan Mewarnai kehidupan Persiapkan diri […] - [Yakinkan Diri untuk Sambung Hari - Cerpen Nuril Zalsa Bella](https://ruangbestari.com/yakinkan-diri-untuk-sambung-hari-cerpen-nuril-zalsa-bella/): Yakinkan Diri untuk Sambung HariKarya: Nuril Zalsa Bella Pagi yang indah dengan cerahnya sinar sang mentari membuatku bersemangat untuk menjalani hari, meskipun banyak caci makian yang akan menghampiri dan mengganggu hari-hari. Namaku Bunga, kalau kata orang namaku indah, namun wajahku tak seindah namaku. Aku kelas 11 dan Pagi ini seperti biasa aku berjalan seorang diri […] - [Bermonolog dengan Piala-Piala - Cerpen Vania Kharizma Satriawan](https://ruangbestari.com/bermonolog-dengan-piala-piala-cerpen-vania-kharizma-satriawan/): Bermonolog dengan Piala-PialaKarya: Vania Kharizma Satriawan Sekian kali kunantikan ekspedisi hadiah kejuaraanku tiba di teras rumah, tetapi tetap saja berujung nihil. Aku mengembuskan napas kesal, selama enam bulan ini akubaru menjuarai satu kejuaraan dan itu pun belum ada kabar pencairan hadiah. Saldo di rekeningku menipis,nyaris habis kujadikan modal untuk lomba berbayar, yang bernasib kesia-siaan belaka. […] - [Sudut Pandang - Cerpen Solu Erika Herwanda](https://ruangbestari.com/sudut-pandang-cerpen-solu-erika-herwanda/): Sudut PandangKarya: Solu Erika Herwanda Siang itu lagu Broken Angel berdentum-dentum di kafe Kitakini. Terdengar seorang perempuan membujuk pelayan agar mengecilkan volume musik kafe. Tak sengaja aku melihat sang pelayan tersenyum kegirangan. Mungkin karena perempuan itu memberikan tip yang pantas untuknya. Terbukti, beberapa saat setelahnya volume musik kafe mulai mengecil. Sesekali kulempar pandangan ke arah […] - [Mantra Ajaib Dini Hari - Cerpen Naila Syakira](https://ruangbestari.com/mantra-ajaib-dini-hari-cerpen-naila-syakira/): Mantra Ajaib Dini HariKarya: Naila Syakira Perpaduan yang sempurna antara aroma tanah dengan sisa air hujan semalam menyelimuti cerahnya pagi di kota lima matahari ini. Linda dan Salma yang tengah beberes di kos-an mereka sedikit gembira. Udara segar lumayan mengurangi kadar keringat yang keluar dari tubuh mereka. Pasalnya kipas angin kedua gadis muda itu tengah […] - [Semangat Menggapai Mimpi - Cerpen Zufria Farhatin Kamalia](https://ruangbestari.com/semangat-menggapai-mimpi-cerpen-zufria-farhatin-kamalia/): Semangat Menggapai MimpiKarya: Zufria Farhatin Kamalia Fara adalah seorang siswi sekolah menengah atas yang dalam kurun waktu dua bulan akan menamatkan jenjang pendidikannya tersebut. Di tahun 2023 ini, Ia tengah berjuang meraih mimpinya, yaitu menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Orang bilang, mimpinya itu memerlukan biaya yang terlalu besar. Sedangkan Fara bukanlah orang dari kalangan atas, melainkan berasal […] - [Isak Tangis untuk Tuhan: Tertunda dan Berbeda Bukan Berarti Tiada - Cerpen Marsetya Aaulia Rahma Diyanti](https://ruangbestari.com/isak-tangis-untuk-tuhan-tertunda-dan-berbeda-bukan-berarti-tiada-cerpen-marsetya-aaulia-rahma-diyanti/): Isak Tangis untuk Tuhan: Tertunda dan Berbeda Bukan Berarti TiadaKarya: Marsetya Aulia Rahma Diyanti Ketika impian tak lagi mampu digapai dan keinginan belum terwujud serta setiap usaha yang telah kita lakukan belum mendapatkan “hasil”, pikiran dan hati ini terus mengatakan “sia-sia sekali aku melakukannya, mengapa untuk mendapatkannya begitu sulit sekali? Bodoh sekali diri ini”. Pada […] - [Rantau Ngeri! - Cerpen Gisti Kartika](https://ruangbestari.com/rantau-ngeri-cerpen-gisti-kartika/): Rantau Ngeri!Karya: Gisti Kartika Cepatlah kamu ke sini! Saya tunggu, loh. Bye. Tutt tutt tutt… Telepon terputus. Suara di seberang tak lagi terdengar. Seorang pemuda berkaos oblong kembali mengecek gawainya, mengetikan sesuatu lewat pesan Whatsapp dan mengirimkan pada seseorang yang tadi menelepon. Wajahnya semringah sebab besok ia akan berangkat ke Jawa Timur, tepatnya ke kota […] - [Esok - Cerpen Nisrina Fadiya Ummah](https://ruangbestari.com/esok-cerpen-nisrina-fadiya-ummah/): EsokKarya: Nisrina Fadiya Ummah Suara lonceng terus terdengar bersahutan dengan sapaan dari para pelanggan pagi ini. Aroma roti hangat memenuhi ruangan bahkan sampai memenuhi seluruh ruas jalan di luar toko roti, menggait lebih banyak orang untuk berkunjung. Setiap hari selalu sama seperti ini. Toko roti tempat Fiona bekerja selalu ramai oleh pengunjung. Toko roti dan […] - [Dua Ribu Dua Pulu Tigaku - Cerpen Ni'matul Maula](https://ruangbestari.com/dua-ribu-dua-pulu-tigaku-cerpen-nimatul-maula/): Dua Ribu Dua Pulu TigakuKarya: Ni’matul Maula Hai semua, perkenalkan namaku Ni’matul Maula biasa dipanggil Mola, Maula, Ni’mah Cimol, Molen, hehehe yang dua terakhir itu khusus orang terdekat aja biasanya yang manggil. Aku seorang mahasiswi, jadi di sini aku akan menceritakan ceritaku di tahun 2023 yang menurutku sangat luar biasa. Bisa dikatakan di tahun 2023 […] - [Mimpi-Mimpi yang Berlabuh - Cerpen Andi Mutiara Muthahharah](https://ruangbestari.com/mimpi-mimpi-yang-berlabuh-cerpen-andi-mutiara-muthahharah/): Mimpi-Mimpi yang BerlabuhKarya: Andi Mutiara Muthahharah Salam sejahtera, kakak-kakak mahasiswa KKN. Namaku Abizali. Umurku lima belas tahun. Aku sudah lulus sekolah dasar dua tahun lalu. Dan ijazah sekolah dasar itu sekarang sama sekali tidak berguna. Hanya tersimpan rapi di dalam lemari kayu tua, beralih fungsi menjadi alas tumpukan baju. Bapak dulu benar-benar keliru soal aku […] - [2023: Jangan Menyerah Gapai Impian - Cerpen Amelia Ayu Permata](https://ruangbestari.com/2023-jangan-menyerah-gapai-impian-cerpen-amelia-ayu-permata/): 2023: Jangan Menyerah Gapai ImpianKarya: Amelia Ayu Permata Di Februari 2023, impian seorang anak perempuan ini adalah menggapai cita citanya dan tentunya ingin membahagiakan orangtua. Tapi jika keduanya terhambat karena perekonomian, lantas bagaimana itu tergapai. Anak perempuan itu adalah Kejora, siswa kelas 12 yang bingung dengan masa depannya. Dia sadar akan perekonomian orangtua tapi disisi […] - [Cerita di Tahun 2023 untuk Masa Depan yang Lebih Bahagia - Cerpen M. Rohim](https://ruangbestari.com/cerita-di-tahun-2023-untuk-masa-depan-yang-lebih-bahagia-cerpen-m-rohim/): Cerita di Tahun 2023 untuk Masa Depan yang Lebih BahagiaKarya: M. Rohim Ceritaku mungkin sedikit berbeda dari kamu. Cerita ini mungkin sudah lama tersimpan dan tidak pernah disentuh kembali, dan hari ini aku memutuskan untuk menulis dan memulai apa yang sebelumnya sudah aku niatkan. Tahun 2021, ketika aku sudah menyelesaikan studiku di pekanbaru, aku punya […] - [KKN Seumur Hidup - Cerpen Dhiya Jauza Hanun](https://ruangbestari.com/kkn-seumur-hidup-cerpen-dhiya-jauza-hanun/): KKN Seumur HidupKarya: Dhiya Jauza Hanun Suatu sore dibulan Desember 2023, aku ingat itu adalah hari pertama program rumah belajar dari kelompok KKN kami, sejenis les untuk pelajar sekolah dasar dan menengah. Sore itu desa Way Kanan hujan cukup lebat, kami mengira anak-anak sekitar tidak akan datang, sebab itu kami santai-santai saja. Namun salah dugaan […] - [Meniup Randa Tapak: Pesantren Semi Modern - Cerpen Abdi Galih Firmansyah](https://ruangbestari.com/meniup-randa-tapak-pesantren-semi-modern-cerpen-abdi-galih-firmansyah/): Meniup Randa Tapak – Pesantren Semi ModernKarya: Abdi Galih Firmansyah Saat sore menjelang magrib terlihat tiga santri sedang asyik berbincang di salah satu warung kopi langganan mereka. Kopi hitam dan rokok kretek adalah konsumsi paten kala berembuk di warung itu. Menurut beberapa orang, kopi dan rokok dipercaya dapat menciptakan kepuasan tersendiri bagi konsumennya, keduanya dipilih […] - [Harapan kilau 2023: Menuju Masa Depan Penuh Keberanian dan Kebahagiaan - Cerpen Faiqotus Silvia](https://ruangbestari.com/harapan-kilau-2023-menuju-masa-depan-penuh-keberanian-dan-kebahagiaan-cerpen-faiqotus-silvia/): Harapan kilau 2023: Menuju Masa Depan Penuh Keberanian dan KebahagiaanKarya: Faiqotus Silvia “ma,, boleh nggak aku ikut lomba ini?” sambil memberikan pamflet pada ibunya “boleh nak.”Rina tampak Bahagia karena mama dan papanya sangat mendukung apa yang diinginkannya. Rina adalah siswi yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA, disekolah dia terkenal anak yang pandai di […] - [Ketika Tekanan Didamaikan oleh Tuhan - Cerpen Ersa Sania Azzahro](https://ruangbestari.com/ketika-tekanan-didamaikan-oleh-tuhan-cerpen-ersa-sania-azzahro/): Ketika Tekanan Didamaikan oleh TuhanKarya: Ersa Sania Azzahro “Nduk, senajano akeh seng ogak seneng mbek awakmu, akeh seng gagelem koncoan mbi awakmu, ngenyek awakmu. Ilingo nduk, tancepno ndek njerone ati lan pikiranmu lek Allah SWT, Emak, lan Almarhum Bapak temen sayang ambi awakmu. Sejatinya, emas senajano dipanaske, dibuwak, diidek-idek, selawase bakal tetep rupo emas”. (Nak, […] - [Melangkah untuk Berubah - Cerpen Putri Lestari](https://ruangbestari.com/melangkah-untuk-berubah-cerpen-putri-lestari/): Melangkah untuk BerubahKarya: Putri Lestari Malam telah tiba. Adzan Isya’ pun rupanya telah berkumandang. Di perjalanan pulang, Putri melihat sekelompok orang berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan sholat Isya’. Matanya tampak sayup dan tubuhnya sangat lelah. Seharian ini dia belum juga istirahat sebab hari ini mata kuliahnya full dari jam pertama sampai jam terakhir. Setelah kuliah, […] - [Usai tetapi Belum Selesai - Cerpen Nur Syamsiah Rahmawati](https://ruangbestari.com/usai-tetapi-belum-selesai-cerpen-nur-syamsiah-rahmawati/): Usai tetapi Belum SelesaiKarya: Nur Syamsiah Rahmawati Perjuangan ini tentu tidak akan sebanding dengan kerja keras bapak ibuku. Perkenalkan namaku Rahma, anak bungsu dari dua bersaudara. Seorang anak yang sedang menata masa depannya. Kelas 12 SMA merupakan awal perjuangan pendidikanku dimulai. Kalian tahu kan kelas 12 ini waktu dimana kita menentukan masa depan kelak, entah […] - [Menulis untuk Bumi - Cerpen Ripan](https://ruangbestari.com/menulis-untuk-bumi-cerpen-ripan/): Menulis untuk BumiKarya: Ripan Aariz Syah adalah seorang anak muda kelahiran Subang pada tahun 2004 dan memiliki cita-cita menjadi seorang penulis. Ia gemar membaca dan menulis berbagai jenis sastra, mulai dari puisi, cerpen, hingga novel. Namun, dia juga memiliki minat terhadap teknologi pertanian dan botani. Ia kerap mengikuti berbagai perlombaan yang berkaitan dengan kedua bidang […] - [Kudapan Manis Bunda - Cerpen Dimas Setyanto](https://ruangbestari.com/kudapan-manis-bunda-cerpen-dimas-setyanto/): Kudapan Manis BundaKarya: Dimas Setyanto “Jangan kau membicarakan orang lain sedangkan ia masih ada didekat-Mu.” Tetangganya sendiri yang bergosip tentang gadis malang disamping-Ku. Ingin sekali kumarahi bibirnya yang tak bisa dikondisikan, sialnya posisiku sekarang dipasar. Gadis malang itu pasti sudah mencoba kuat, Ia hanya mengisyaratkan bagaimana hidupnya hampa. Bahkan beberapa tekanan, tak akan cukup untuk […] - [Ceritaku di Tahun 2023 untuk Masa Depan yang Lebih Bahagia - Cerpen Miftakhul Fadlilah](https://ruangbestari.com/ceritaku-di-tahun-2023-untuk-masa-depan-yang-lebih-bahagia-cerpen-miftakhul-fadlilah/): Ceritaku di Tahun 2023 untuk Masa Depan yang Lebih BahagiaKarya: Miftakhul Fadlilah Saya seorang mahasiswa jurusan pendidikan IPS. Tentu saja jurusan saya sangat melekat dengan sosial. Di tahun 2023 saya menginjak semester 4 sudah tidak lagi sama dengan semester sebelumnya di semester ini saya berambisi menjadi lebih baik dari semester sebelumnya dari belajar sampai aktif […] - [Speak Loudly! - Cerpen Laeli Nur Fatimah](https://ruangbestari.com/speak-loudly-cerpen-laeli-nur-fatimah/): Speak Loudly!Karya: Laeli Nur Fatimah “Iya ini gue masih pelajari materinya lagi. Abis ini diundi siapa yang maju pertama, doain aja semoga lancar.” Gadis dengan rambut ikal itu menutup sambungan telepon. Ia terus menggigit bibir bawahnya sambil membaca materi yang akan disampaikan pada simulasi total pelatihan pemandu kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) di kampusnya. […] - [Untuk Ayahku, Semoga Kau Bangga - Cerpen Raden Said Kosim](https://ruangbestari.com/untuk-ayahku-semoga-kau-bangga-cerpen-raden-said-kosim/): Untuk Ayahku, Semoga Kau BanggaKarya: Raden Said Kosim Aku Hasyim, seorang mahasiswa semester 4 di suatu Universitas yang memiliki cita-cita menjadi seorang dosen. Aku merupakan anak tunggal di sebuah keluarga kecil yang hidup hanya bersama dengan ayahku. Ibuku, entahlah aku hanya melihatnya melalui foto yang dipasang di setiap dinding rumahku. Ayahku seorang jurnalis. Beliau menjadi […] - [Langkah Bersama Sungai, Gunung, dan Awan - Cerpen Rahmah Nimas Widyantika](https://ruangbestari.com/langkah-bersama-sungai-gunung-dan-awan-cerpen-rahmah-nimas-widyantika/): Langkah Bersama Sungai, Gunung, dan AwanKarya: Rahmah Nimas Widyantika Aku melayangkan satu pertanyaan. Entah pertanyaan ini dilayangkan untuk siapa. Entah siapa yang akan menjawab pertanyaan ini. Pertanyaannya, bagaimana aku bisa seperti itu? Kemarin, aku adalah seorang ambisius yang baru saja berhasil memasuki jurusan bahasa dan sastra Indonesia. Jurusan yang aku pilih tanpa keraguan. Jurusan yang […] - [Titik Balik 2023 - Cerpen Putri Rahmadhani](https://ruangbestari.com/titik-balik-2023-cerpen-putri-rahmadhani/): Titik Balik 2023Karya: Putri Rahmadhani Pagi itu, udara terasa begitu lembut di kota saranjana yang jarang diperhatikan. Namun, bagi Andi, semuanya terasa berat seperti beban dunia yang ia pikul seorang diri. Hinaan dan celaan yang ia terima selama ini membuatnya merasa terbelenggu, seperti tali yang semakin merapat mengikatnya. Hinaan itu menyakitkan, menusuk hatinya seperti pisau […] - [Mencari ‘Dunia’-ku di Tahun 2023 - Cerpen Syadah Fahrunisa](https://ruangbestari.com/mencari-dunia-ku-di-tahun-2023-cerpen-syadah-fahrunisa/): Mencari ‘Dunia’-ku di Tahun 2023Karya: Syadah Fahrunisa Tahun 2023 adalah puncaknya. Puncak dari segala perjuangan, harapan, dan mimpi yang terkubur dalam. Memasuki tahun terakhir duduk di bangku sekolah, aku merasa bahwa inilah akhirnya aku terbebas dari belenggu angka-angka menjenuhkan. Tiga tahun sudah aku bergelut dengan nominal ratusan, ribuan, jutaan hingga miliaran. Suara kalkulator yang berbunyi […] - [Nona dan Mesin Waktu: Jejak Langkah Ario Dengan Mimpinya - Cerpen Annisa Sabrina Fisabililah](https://ruangbestari.com/nona-dan-mesin-waktu-jejak-langkah-ario-dengan-mimpinya-cerpen-annisa-sabrina-fisabililah/): Nona dan Mesin Waktu: Jejak Langkah Ario Dengan MimpinyaKarya: Annisa Sabrina Fisabililah Taburan bintang di langit malam bersaksikan keindahan Nona, seorang wanita yang terpahat dalam puisi. Pada suatu malam, dalam kesejukan angin malam, seorang pria muda, Ario, duduk di bawah pohon tua dengan secarik puisi di tangannya. Puisi itu, “Terukir Mesin Waktu, ‘Nona'”, menjadi titik […] - [Sinar Optimisme: Kisah 2023 untuk Masa Depan yang Penuh Harapan - Cerpen Fatin Naurah](https://ruangbestari.com/sinar-optimisme-kisah-2023-untuk-masa-depan-yang-penuh-harapan-cerpen-fatin-naurah/): Sinar Optimisme: Kisah 2023 untuk Masa Depan yang Penuh HarapanKarya: Fatin Naurah Di awal tahun 2023, sebuah transisi revolusioner merayap ke seluruh penjuru dunia, meniupkan angin segar optimisme dan memancarkan sinar harapan untuk masa depan. Kisah ini mengikuti perjalanan tokoh utama, Hayza, seorang perempuan aktivis lingkungan yang gigih dengan tekad dan semangatnya, menjadi pahlawan bagi […] - [Pesan dari Masa Depan - Cerpen Maulaya Khasan Mursidin](https://ruangbestari.com/pesan-dari-masa-depan-cerpen-maulaya-khasan-mursidin/): Pesan dari Masa DepanKarya: Maulaya Khasan Mursidin Suatu malam yang cerah, di sebuah kedai kopi yang ramai, seorang pria muda bernama Alex sedang duduk menikmati secangkir kopi. Dia baru saja menyelesaikan pekerjaannya sebagai arsitek dan merasa kelelahan. Alex memutuskan untuk duduk di kedai kopi ini untuk melepas penat. Tiba-tiba, seorang pria misterius duduk di sebelahnya. […] - [Candu yang Racun - Cerpen Baiq Nikia Binipuri](https://ruangbestari.com/candu-yang-racun-cerpen-baiq-nikia-binipuri/): Candu yang RacunKarya: Baiq Nikia Binipuri Ciip….ciip…ciip… Kicauan burung terdengar jelas memenuhi pepohonan, seolah sedang menyandungkan sebuah lagu untuk alarm di tengah kebisingan kota. Sinar matahari menembus jendela kaca sebuah kamar kecil, sinarnya menerpa wajah gadis remaja yang tengah tertidur pulas. Gadis itu terbangun dengan rambut lurusnya yang berantakan diiringi bibir pink yang masih terselimut […] - [Buktikan!, Hari Ini Engkau Menang - Cerpen Abdul Hanan](https://ruangbestari.com/buktikan-hari-ini-engkau-menang-cerpen-abdul-hanan/): Buktikan!, Hari Ini Engkau MenangKarya: Abdul Hanan Lihatlah mentari itu indah sekali bukan?, dia datang untuk menggantikan senja yang kemarin, sinarnya akan membangunkan setiap jiwa yang masih tidur lelap, sinarnya juga akan memberi sejuta manfaat untuk orang banyak. Mampukah aku seperti mentari di esok nanti sekalipun senja telah hilang dan tak bisa aku nikmati kembali, […] - [Resolusi 2023 menjadi Cerita 2024 - Cerpen Aprilia Dwi Jayanti](https://ruangbestari.com/resolusi-2023-menjadi-cerita-2024-cerpen-aprilia-dwi-jayanti/): Resolusi 2023 menjadi Cerita 2024Karya: Aprilia Dwi Jayanti Aku Sajiwa atau biasa dipanggil Wawa. Aku mulai melamun karena memikirkan ajakan seseorang untuk pergi ke tempat liburan tepatnya dua hari sebelum bepergian. Kala itu, suasana setelah turun hujan pada malam hari menambah kesan dalam batin yang sedang beradu argumen dengan pikiran seperti kaset rusak. “Aku ikut […] - [Aku dan Hati Penuh Bara - Cerpen Muhammad Sholeh Sihombing](https://ruangbestari.com/aku-dan-hati-penuh-bara-cerpen-muhammad-sholeh-sihombing/): Aku dan Hati Penuh Bara Karya: Muhammad Sholeh Sihombing Minggu, 31 Desember 2023. Rasanya gendang telingaku seperti di teriakin oleh segerombolan orang-orang yang sedang unjuk rasa pagi ini. Kebisingan itu berhasil membuatku terbangun dan tersadar dari mimpi yang benar-benar telah hilang dari ingatanku. Hanya perasaanku, sesaat kemudian Aku menyadari bahwa yang berisik itu bukanlah suara […] - [Mawar Hijau - Cerpen Yashika Amanda](https://ruangbestari.com/mawar-hijau-cerpen-yashika-amanda/): Mawar Hijau Karya: Yashika Amanda Suara gemuruh petir memecah keheningan malam itu. Hujan deras turun membasahi tanah dan mengusik ketenangan penduduk desa. Di balik jendela kamarnya, Andi duduk termenung sambil memandangi titik-titik air yang mengalir di kaca jendela. Aldi adalah seorang pemuda berusia 25 tahun yang tinggal di desa kecil bernama Desa Mawar. Desa itu […] - [Sejenak Hening - Cerpen Ahmad Jauhari Umar](https://ruangbestari.com/sejenak-hening-cerpen-ahmad-jauhari-umar/): Sejenak Hening Karya: Ahmad Jauhari Umar Seperti apa yang sudah dikatakan Sapardi dalam puisi Hujan Bulan Juni, bahwasannya tidak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni. Pada bulanitu, tanganku gemetar hebat, darahku mengalir deras, kepalAkupening dan kakiku seperti tak sanggup lagi untuk berlama-lama berdiri. Nenekku, keluargAkusatu-satunya menghembuskan napas terakhirnya setelah tertabrak pengendara mobil tak bertanggung […] - [Kisah Sederhana yang Tercipta dari Karya - Cerpen Angelina Nurmustika Devi](https://ruangbestari.com/kisah-sederhana-yang-tercipta-dari-karya-cerpen-angelina-nurmustika-devi/): Kisah Sederhana yang Tercipta dari KaryaKarya: Angelina Nurmustika Devi Suara alarm membangunkanku pada pukul 04.30 pagi. Aku bergegas bangun dan merapikan tempat tidurku yang bernuansa biru. Aku beranjak dari tempat tidur lalu pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Kemudian aku melaksanakan kewajiban beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setelah ibadah sudah ku laksanakan, […] - [Tekad - Cerpen Futri Nur Ahyuni](https://ruangbestari.com/tekad-cerpen-futri-nur-ahyuni/): TekadKarya: Futri Nur Ahyuni Namaku Lili. Aku adalah murid korban bully oleh teman-teman sekelasku. Hampir semua teman di kelasku tidak menyukai keberadaanku, mereka sering kali melakukan bullying secara verbal yang membuat hatiku terluka. Mungkin karena diriku yang pendiam dan memiliki fisik yang berbeda dari teman-teman ku menjadi alasan mereka melakukan itu. Sejujurnya, awal-awal aku tak […] - [Naya dan Keputusannya - Cerpen Yanela Raihan Tihani](https://ruangbestari.com/naya-dan-keputusannya-cerpen-yanela-raihan-tihani/): Naya dan KeputusannyaKarya: Yanela Raihan Tihani Seorang gadis bernama Naya terlihat sedang merapikan kamarnya sambil mendengarkan musik. Saat membuka lemari kecil, ia salah fokus ke sebuah bingkai foto yang terletak di dalam sana. Naya pun meraihnya, disana terlihat ia sedang tersenyum sambil merangkul sahabatnya, Andin. Ia sangat merindukan Andin yang kini menetap di Bandung karena […] - [Perjuangan Perempuan Hijab dalam Meniti Cahaya - Cerpen Nurul Hidayah](https://ruangbestari.com/perjuangan-perempuan-hijab-dalam-meniti-cahaya-cerpen-nurul-hidayah/): Perjuangan Perempuan Hijab dalam Meniti CahayaKarya: Nurul Hidayah Bagaskara bersinar terik. Sinarnya terhalang rimbunnya pepohonan, menyisakan berkas-berkas tipis diselanya. Burung-burung berkicau, bunyi riak sungai beradu dengan bebatuan alam. Di sudut desa yang ramai, ada seorang gadis muda bernama Aya. Berbalut hijab yang memancarkan keanggunan, Aya bukan hanya seorang mahasiswi pendidikan agama islam yang berprestasi, tetapi […] - [Mimpi dan 2023 - Cerpen Indri Ashar](https://ruangbestari.com/mimpi-dan-2023-cerpen-indri-ashar/): Mimpi dan 2023Karya: Indri Ashar Siapa yang tidak ingin berpendidikan? Siapa yang tidak ingin menempuh Pendidikan di universitas ternama? Menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi adalah Impian banyak orang, bahkan jika mempunyai kesempatan mungkin semua anak akan berteriak dengan lantang mengatakan jika dia ingin menginjakkan kakinya di universitas. Namun, tidak semua orang bisa menempuh Pendidikan […] - [Antara Duka dan Harapan: Ceritaku di Tahun 2023 - Cerpen Sahrianti Basrum](https://ruangbestari.com/antara-duka-dan-harapan-ceritaku-di-tahun-2023-cerpen-sahrianti-basrum/): Antara Duka dan Harapan: Ceritaku di Tahun 2023Karya: Sahrianti Basrum Soraya menatap langit senja yang berwarna oranye di tepi jendela kamarnya. Hatinya dipenuhi oleh perasaan campur aduk antara duka dan harapan. Tahun 2023 adalah tahun yang diimpikannya untuk membawa perubahan, namun hidupnya belum sepenuhnya sesuai dengan rencananya. Sejak kecil, Soraya bercita-cita menjadi seorang penulis. Ia […] - [Keputusanku Adalah Kebahagiaanku - Cerpen Humairoh Azzahra](https://ruangbestari.com/keputusanku-adalah-kebahagiaanku-cerpen-humairoh-azzahra/): Keputusanku Adalah KebahagiaankuKarya: Humairoh Azzahra Bulan sudah sedari tadi menunjukkan dirinya, jam sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Tapi gadis itu belum juga sampai di rumah, masih berpacu dengan motornya di jalanan malam ibukota. Isa namanya, gadis berusia 20 tahun ini memang biasa pulang larut malam, terlebih pada hari libur. Sesampainya di rumah dia langsung merebahkan […] - [Menanam Harapan dan Keberlanjutan untuk Masa Depan - Cerpen Diva Azka Sabrina](https://ruangbestari.com/menanam-harapan-dan-keberlanjutan-untuk-masa-depan-cerpen-diva-azka-sabrina/): Menanam Harapan dan Keberlanjutan untuk Masa DepanKarya: Diva Azka Sabrina Suatu pagi yang cerah di tahun 2023, matahari bersinar hangat dan angin sepoi-sepoi menyapu lembut di sepanjang jalan kota kecil itu. Harum bunga-bunga yang mekar menambah kesegaran udara, menciptakan suasana yang begitu memikat. Di kota kecil ini, hiduplah seorang perempuan muda bersemangat bernama Kila, yang […] - [Lembaran Baru bersama Dia - Cerpen Evariska Nogia Ceria](https://ruangbestari.com/lembaran-baru-bersama-dia-cerpen-evariska-nogia-ceria/): Lembaran Baru bersama DiaKarya: Evariska Nogia Ceria Pagi itu,langit cerah diiringi kicauan burung yang kian merdu, menambah ketenangan suasana hati. “Huuuft…Tak terasa kini sudah berada dipenghujung bulan Desember” gumamku sambil beranjak dari tempat tidurku. Sayup mataku yg baru terbangun,beranjak mengambil segelas air, lalu kuminum. Lalu berjalan kearah kamar mandi,lalu aku mandi. Setelah mandi,aku mengenakan pakaianku,terus […] - [Suara yang Terasing - Cerpen Naya Oktaviani](https://ruangbestari.com/suara-yang-terasing-cerpen-naya-oktaviani/): Suara yang TerasingKarya: Naya Oktaviani Suara-suara itu menjalar melewati tembok sebagai penyalur nya, hardikan demi hardikan yang keluar dari mulut orang yang lebih tua dari ku itu, tidak memikirkan telinga lain yang mencoba untuk tetap sunyi. Sayangnya, dunia yang aku tinggali tidak mengenal kata mendengarkan. Ini aku, seorang anak perempuan yang tidak pernah di dengar […] - [Tujuh Belas Telur - Cerpen Hening Jati Melani](https://ruangbestari.com/tujuh-belas-telur-cerpen-hening-jati-melani/): Tujuh Belas Telur Karya: Hening Jati Melani Hujan turun di penghujung tahun. Rintiknya perlahan jatuh satu demi satu menebarkan dingin basah. Di bawah naungan atap halte bus kota aku berlindung, duduk bersandingan dengan macamnya aroma tubuh. Di hadapanku mobil-mobil saling berlomba menerobos hujan. “Andai saja aku punya mobil, pastilah aku tidak perlu menunggu,” Gumamku lirih […] - [Perjalanan Maya Menuju Kebahagiaan - Cerpen Andi Indah Ayu Lestari](https://ruangbestari.com/perjalanan-maya-menuju-kebahagiaan-cerpen-andi-indah-ayu-lestari/): Perjalanan Maya Menuju KebahagiaanKarya: Andi Indah Ayu Lestari Tahun 2023 menjadi titik balik bagi umat manusia. Setelah berbagai tantangan dan krisis global, dunia akhirnya menemukan jalan menuju masa depan yang lebih baik. Cerita ini mengisahkan perjalanan seorang perempuan muda bernama Maya yang menjadi saksi dan agen perubahan dalam perjalanan menuju dunia yang lebih bahagia. Maya […] - [Harapan di Tahun 2023 - Cerpen Besse Sahriyuni](https://ruangbestari.com/harapan-di-tahun-2023-cerpen-besse-sahriyuni/): Harapan di Tahun 2023Karya: Besse Sahriyuni Suara ketawa riang dan senyum cerah melingkupi kota-kota besar di tahun 2023. Bukan hanya sinar matahari yang bersinar terang, tetapi juga kebahagiaan yang mewarnai setiap sudut kehidupan. Di tengah-tengah kemajuan teknologi dan perkembangan ekonomi, ada satu kisah kecil yang mencerminkan semangat untuk menciptakan masa depan yang lebih bahagia. Di […] - [Aku Tahu Kapan Aku Bahagia - Cerpen Ilham Ramadhan](https://ruangbestari.com/aku-tahu-kapan-aku-bahagia-cerpen-ilham-ramadhan/): Aku Tahu Kapan Aku BahagiaKarya: Ilham Ramadhan Setiap kali ia pulang pasti basah, kepulangannya di penghujung hari menimbulkan kecemasan oleh sang Ibu. Lebih parahnya membuat tetangga berbisik-bisik menyebut Jelita, nama gadis berumur 20 tahun itu. Tak ada satupun manusia di dunia ini menginginkan cerita buruk dari orang-orang sekitar. Menjadi seorang gadis yang tahan banting telah […] - [Arunika; Harapan yang Sempat Sirna - Cerpen Elfa Fadilah](https://ruangbestari.com/arunika-harapan-yang-sempat-sirna-cerpen-elfa-fadilah/): Arunika; Harapan yang Sempat SirnaKarya: Elfa Fadilah Setiap orang punya harapan yang ingin dicapai di masa yang akan mendatang. Terkadang harapan itu dianggap terlalu tinggi bahkan mustahil tapi jika usaha keras dibarengi dengan rasa percaya akan takdir Tuhan, bisa saja tercapai. Namun, ada orang-orang yang takut dengan berharap tinggi, takut kegagalan menemani jalannya padahal kegagalan […] - [Perjalanan Hidupku menjadi Lebih Baik - Cerpen Alfiyah Salsabila](https://ruangbestari.com/perjalanan-hidupku-menjadi-lebih-baik-cerpen-alfiyah-salsabila/): Perjalanan Hidupku menjadi Lebih BaikKarya: Alfiyah Salsabila Tahun 2023 adalah tahun yang membuatku merasa galau. Bukan galau karna putus cinta ditinggal kekasih, tapi galau karena masalah keluarga. Saya adalah anak ke dua dari dua bersaudara, kakak saya sudah menikah dan merantau di Yogyakarta dengan suaminya. Lalu saya kuliah di Cirebon, jadi di rumah hanya ada […] - [Finally Unofficially S.P di Tahun 2023 - Cerpen Fariska Kamelia Yeyentina Wai](https://ruangbestari.com/finally-unofficially-s-p-di-tahun-2023-cerpen-fariska-kamelia-yeyentina-wai/): Finally Unofficially S.P di Tahun 2023Karya: Fariska Kamelia Yeyentina Wai Awal yang baru di tahun 2023, harapan yang baru dan usaha mencapai masa depan yang lebih baik. Pagi ini di awali dengan kegiatan sebagai panitia kegiatan PKKMB (pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru) , kegiatan ppkmb ini seharusnya di adakan pada bulan September 2022 akan […] - [Ceritaku di Tahun 2023 - Cerpen Siti Nurwanda L](https://ruangbestari.com/ceritaku-di-tahun-2023-cerpen-siti-nurwanda-l/): Ceritaku di Tahun 2023Karya: Siti Nurwanda L sebelum aku bercerita aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu, namaku Siti Nurwanda biasanya di panggil wanda, aku berasal dari Sulawesi tengah aku kini belajar di salah satu kampus di Makassar, aku mengambil progran studi pendidikan bahasa arab dan aku kuliah sambil berasrama, di asrama aku di haruskan memakai […] - [Menanti Datangnya Harsa - Cerpen Alya Nadila](https://ruangbestari.com/menanti-datangnya-harsa-cerpen-alya-nadila/): Menanti Datangnya HarsaKarya: Alya Nadila Aku menutup tahun 2022 ku dengan kosong. Tak ada yang menarik di tahun 2022, hanya berjalan layaknya di tahun-tahun sebelumnya. Kubuka tahun 2023 ku dengan kosong pula. Beberapa bulan pertama berjalan dengan hambar. Tidak ada yang berubah. Bahkan, kututup tahun 2022 dan membuka 2023 dengan agenda patah hati. Maklum, yang […] - [Kapan Lulus? - Cerpen Febyana Safitri](https://ruangbestari.com/kapan-lulus-cerpen-febyana-safitri/): Kapan Lulus?Karya: Febyana Safitri Seorang pemuda dengan perawakan tinggi kurus duduk dengan muka lesu di depan ruang dosen, raut mukanya terlihat tidak sabaran menunggu seseorang datang. Dirogohnya gawai dari balik sakunya, pesan yang pertama masuk membuat ia menyunggingkan senyum tanpa perlu dipaksa, merubah seratus delapan puluh derajat raut wajahnya yang sebelumnya sangat tak nyaman dipandang. […] - [Sebuah Senyum untuk Esok - Cerpen Ira Veronika Girsang](https://ruangbestari.com/sebuah-senyum-untuk-esok-cerpen-ira-veronika-girsang/): Sebuah Senyum untuk EsokKarya: Ira Veronika Girsang Di tahun 2023, dunia telah bertransformasi menjadi tempat yang lebih cemerlang dan penuh harapan. Setelah melalui masa-masa sulit, umat manusia akhirnya menyadari kekuatan persatuan dan kolaborasi untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah. Kisah ini dimulai di sebuah kota kecil bernama Harmonia. Kota ini terletak di pinggiran hutan […] - [Jejak Bahagiaku - Cerpen Nesya Azzahra](https://ruangbestari.com/jejak-bahagiaku-cerpen-nesya-azzahra/): Jejak BahagiakuKarya: Nesya Azzahra “Kalau mau mati jangan di jalan raya!!!” Ucapnya dengan nada yang kasar. Di tengah keramaian aku merasa kosong. Entah kemana lagi aku harus melangkahkan kaki ringkih ku ini. Namun, aku tetap melangkah ke antah berantah. Angkasa membiru, dihiasi awan menggumpal yang bertumpuk-tumpuk Seperti permen kapas. Burung berlalu lalang membelai sang awan. […] - [Story in 2023 - Cerpen Fadilah](https://ruangbestari.com/story-in-2023-cerpen-fadilah/): Story in 2023Karya: Fadilah Aku seorang mahasiswa yang memilik keinginan, harapan dan cita-cita yang sangat banyak. Aku jauh dari orang tua demi meneruskan pendidikan yang jauh lebih baik menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Selain untuk meneruskan cita-citaku disitu juga ada keinginan dari orang tua ku untuk melihat anak-anaknya bisa sukses. Besar harapan orang […] - [Sebuah Percakapan Setelah Kematian - Cerpen Muhammad Raihan](https://ruangbestari.com/sebuah-percakapan-setelah-kematian-cerpen-muhammad-raihan/): Sebuah Percakapan Setelah KematianKarya: Muhammad Raihan Di depan gereja, Pak Reynald duduk sendirian. Senja kian redup. Jalan raya protokol padat kendaraan. Sejumlah pejalan kaki lewat di hadapannya. Sepi, sunyi, bahkan pedagang kaki lima tidak unjuk muka hari itu. Di tangannya, sepucuk revolver telah berasap. Di langit, debu mesiu terbang usai Pak Reynald melubangi kepalanya sendiri. […] - [Derana sang Ananda - Cerpen Rikky Esa Putra](https://ruangbestari.com/derana-sang-ananda-cerpen-rikky-esa-putra/): Derana sang AnandaKarya: Rikky Esa Putra “Cepat! tolong panggilkan dokter!” ujar seorang laki-laki dewasa yang suaranya terdengar asing di telingaku. Kepalaku sakit dan badanku tak bisa digerakkan. Aku hanya bisa terbaring di atas brankar dengan tubuh yang kaku. Aku tak bisa membuka mata, sekeliling tampak sangat gelap. Namun, anehnya aku tetap bisa mendengar dengan jelas. […] - [Kisah Sang Raja dan Kakek Tua - Cerpen Rijal Yahya Al-Faris](https://ruangbestari.com/kisah-sang-raja-dan-kakek-tua-cerpen-rijal-yahya-al-faris/): Kisah Sang Raja dan Kakek TuaKarya: Rijal Yahya Al-Faris Pada suatu hari ada seorang Raja Persia yang bernama Raja Azzam yang sedang berkeliling desa untuk melihat kondisi kota tersebut. Yang mana sang Raja ditemani oleh beberapa pengawalnya. Dan ketika itu, di tengah perjalanan mereka, sang Raja melihat seorang kakek yang berada di ladang. Yang mana […] - [Calon Sarjana menjadi Baby Suster Anak Luar Biasa - Cerpen Siva Sabila](https://ruangbestari.com/calon-sarjana-menjadi-baby-suster-anak-luar-biasa-cerpen-siva-sabila/): Calon Sarjana menjadi Baby Suster Anak Luar BiasaKarya: Siva Sabila Anganggoa rereh ririh ngati-ati, den kawangwang barang laku, den waskitha solahing wong. Berlakulah sabar, cermat, dan hati-hati, perhatikan segala tingkah laku, waspadai segala perilaku orang lain.Inilah pedoman hidup ditahun 2023 yang saya petik dalam Serat Wulangreh Tembang Gambuh. Desember sudah mau berakhir. Januari dan pergantian […] - [Pintu Kehidupan - Cerpen M. Ikbal Yazid](https://ruangbestari.com/pintu-kehidupan-cerpen-m-ikbal-yazid/): Pintu KehidupanKarya: M. Ikbal Yazid Seiring matahari terbenam, langit di tepi kota kecil itu memerah seperti rona akhir dari kuas pelukis yang mahir. Desir angin petang berbisik di antara pepohonan yang menghiasi trotoar. Kota kecil ini, meski tak setenar metropolitan, menyimpan kisah-kisah yang tak terduga di setiap sudutnya. *** Di ujung jalan kecil yang berkelok-kelok, […] - [Sebuah Janji untuk Masa Depan - Cerpen Sasi Febriari](https://ruangbestari.com/sebuah-janji-untuk-masa-depan-cerpen-sasi-febriari/): Sebuah Janji untuk Masa DepanKarya: Sasi Febriari Pagi hari telah tiba, saat ini pukul 7 pagi. Ketika mentari sudah menyinari bumi dan angkasa cerah menyapa dengan gumpalan kapas putih menghiasi. Aku yang kini sudah lengkap dengan seragam putih abu-abu ku serta tak luput atribut ikat pinggang, dasi dan topi. Yang kebetulan hari ini adalah hari […] - [Aku Kecewa tapi Aku Punya Mereka - Cerpen Reza](https://ruangbestari.com/aku-kecewa-tapi-aku-punya-mereka-cerpen-reza/): Aku Kecewa tapi Aku Punya MerekaKarya: Reza Desember 2023, di salah sudut kota yang kecil, dalam kamar kos-kosan yang kumuh dan temaram, seorang gadis duduk termenung melihat ke layar laptop dengan wajah datar. Tak dihiraukannya cahaya dari layar laptop yang menyilaukan mata, dia tetap termenung. Lantai yang dipenuhi sampah, dinding yang penuh dengan tempelan kertas […] - [Mencintai Diriku Sendiri untuk Meraih Cita dan Kebahagiaan - Cerpen Alfia Nurchasanah](https://ruangbestari.com/mencintai-diriku-sendiri-untuk-meraih-cita-dan-kebahagiaan-cerpen-alfia-nurchasanah/): Mencintai Diriku Sendiri untuk Meraih Cita dan KebahagiaanKarya: Alfia Nurchasanah “Boleh saya cek tensinya dulu mbak?, Tensinya tinggi ya…mbaknya apakah kurang cukup tidur?” “Iya Bu, akhir-akhir ini tidur saya malam” “Baik, mbak tunggu nomor antrian ya..nanti saat dipanggil silahkan masuk ke dalam ruangan” Itulah kondisiku saat memberanikan diri bulan Juli tahun 2023 untuk pergi ke […] - [Matahari di Balik Awan - Cerpen Ramadani Surbakti](https://ruangbestari.com/matahari-di-balik-awan-cerpen-ramadani-surbakti/): Matahari di Balik AwanKarya: Ramadani Surbakti Di suatu kota kecil pada tahun 2023, ada seorang anak muda bernama Rama yang selalu membawa senyum di wajahnya. Meskipun hidup dalam keadaan yang sulit, ia selalu berusaha menemukan keceriaan di sekitarnya. Kota itu telah lama terkena dampak perubahan iklim yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari penduduknya. Cuaca yang ekstrem membuat […] - [Manifestasi Cinta dalam Aksara - Cerpen Muhammad Rizky Ramadhan](https://ruangbestari.com/manifestasi-cinta-dalam-aksara-cerpen-muhammad-rizky-ramadhan/): Manifestasi Cinta dalam AksaraKarya: Muhammad Rizky Ramadhan Di dalam sunyinya malam, nampak seorang pemuda yang terbaring di atas ranjangnya sembari meperhatikan jam digital yang terus berjalan. Detik demi detik berlalu, mengingatkan masa lalu yang telah ia lewati dalam satu tahun ini. Tak lama lagi angka menunjukan 24:00 yang artinya perjuangan di tahun 2023 telah usai, […] - [Membangun Masa Depan yang Lebih Bahagia Bersama David dan Teman-Teman - Cerpen Risma Ristianti](https://ruangbestari.com/membangun-masa-depan-yang-lebih-bahagia-bersama-david-dan-teman-teman-cerpen-risma-ristianti/): Membangun Masa Depan yang Lebih Bahagia Bersama David dan Teman-TemanKarya: Risma Ristianti Pada tahun 2023, di sebuah kota kecil yang bernama Harmonia, hiduplah seorang anak laki-laki bernama David. David adalah sosok yang cerdas dan penuh semangat, dengan impian besar untuk menciptakan masa depan yang lebih bahagia bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Dia percaya bahwa […] - [Perjalanan menjadi Seorang Penulis di Tahun 2023 - Cerpen Khairina](https://ruangbestari.com/perjalanan-menjadi-seorang-penulis-di-tahun-2023-cerpen-khairina-2/): Perjalanan menjadi Seorang Penulis di Tahun 2023Karya: Khairina Perkenalkan saya khairina seorang mahasiswi universitas tadulako palu. Aku berumur 20 tahun. Dan aku mempunyai hobi yaitu menulis karya. Sedikit cerita perjalananku kenapa sih sampai aku suka banget menulis karya? Aku lulus SMA di tahun 2021. Setelah aku lulus SMA aku memutuskan untuk lanjut studi di salah […] - [Jejak Kebaikan di Tahun 2023: Cerita Masa Depan yang Penuh Harapan - Cerpen Haikal Fabian](https://ruangbestari.com/jejak-kebaikan-di-tahun-2023-cerita-masa-depan-yang-penuh-harapan-cerpen-haikal-fabian/): Jejak Kebaikan di Tahun 2023: Cerita Masa Depan yang Penuh HarapanKarya: Haikal Fabian Di tahun 2023, dunia telah berubah. Teknologi berkembang pesat, masyarakat semakin sadar akan lingkungan, dan perdamaian mulai merayap ke sudut-sudut dunia. Di tengah-tengah kota megah yang dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit, hiduplah seorang wanita muda bernama Maya. Maya, seorang ilmuwan lingkungan yang […] - [Andam Karam - Cerpen Salma Nur Aini](https://ruangbestari.com/andam-karam-cerpen-salma-nur-aini/): Andam KaramKarya: Salma Nur Aini Sebelum membaca cerita ini, bolehkan aku memberikan penawaran? Baik, terima kasih. Aku selalu merasa bahwa musik dan sastra adalah seni yang hidup layaknya suami istri, berdampingan dan saling melengkapi. Mungkin lagu You`re Gonna Live Forever in Me-John Mayer bisa membantu menghanyutkanmu dalam kisah sederhana ini. Tepiskan saja jika lagu ini […] - [Pengalaman adalah Pelajaran yang Berharga dalam Hidup - Cerpen Nur Aisyah](https://ruangbestari.com/pengalaman-adalah-pelajaran-yang-berharga-dalam-hidup-cerpen-nur-aisyah/): Pengalaman adalah Pelajaran yang Berharga dalam HidupKarya: Nur Aisyah Ini adalah kisahku, nama ku Nur Aisyah, umur ku 20 tahun, aku tinggal di sebuah desa kecil bersama kedua orang tuaku dan bersama kakak laki-laki dan satu adik perempuan, aku berasal dari anak seorang petani, ayah ku sudah tua, umurnya sudah 70 tahun lebih tetapi ia […] - [Masa Lalu yang Pilu, Masa Depan Cerah Membahagiakan - Cerpen Sandi Herdiansyah](https://ruangbestari.com/masa-lalu-yang-pilu-masa-depan-cerah-membahagiakan-cerpen-sandi-herdiansyah/): Masa Lalu yang Pilu, Masa Depan Cerah MembahagiakanKarya: Sandi Herdiansyah Malam itu,jarum jam telah menunjukan waktu pukul 23.00,tapi pandangan mata adi masih terus terjaga seakan menolak untuk terpejam dan terlelap. Hembusan angin dan suara binatang malam seakan menjadi kawan dalam lamunan. Adi adalah seorang anak laki laki yang terlahir dari keluarga sederhana,namun memiliki jutaan mimpi […] - [Keramahan Tangan si Bunga Kecil - Cerpen Fatimah Azzahra](https://ruangbestari.com/keramahan-tangan-si-bunga-kecil-cerpen-fatimah-azzahra/): Keramahan Tangan si Bunga KecilKarya: Fatimah Azzahra “Tangan yang penuh kasih sayang diibaratkan seperti bunga yang menyentuh hati dengan keindahan dan tidak pernah terungkap sedikit pun”. Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh perbukitan hijau, hiduplah seorang gadis kecil bernama Zahra. Zahra diberi julukan Blossom oleh warga desa sekitar karena dia merupakan seorang pecinta bunga […] - [Melodi Bahagia di Tahun 2023 - Cerpen La Ari](https://ruangbestari.com/melodi-bahagia-di-tahun-2023-cerpen-la-ari/): Melodi Bahagia di Tahun 2023 Karya: La Ari Tantangan Awal di Kampus: Pagi itu, Ari tiba di gerbang Universitas Nusa Cendana dengan perasaan campur aduk. Di hadapannya terbentang kampus megah yang menjadi tempatnya mengejar mimpi. Dialog dengan teman-teman seangkatannya menjadi pemandu pertama dalam menghadapi tantangan ini. Bertemu dengan Rini, seorang mahasiswa tingkat atas, di perpustakaan […] - [Dear My Self - Cerpen Putri Aulia Rahmah Hasibuan](https://ruangbestari.com/dear-my-self-cerpen-putri-aulia-rahmah-hasibuan/): Dear My SelfKarya: Putri Aulia Rahmah Hasibuan Di antara gemerlap kota Pekanbaru, aku berdiri di depan kamar kost-an ku. Tahun 2023 hampir berakhir,dan tahun 2024 hampir tiba. Ini akan menjadi tahun ketiga aku menetap dikota yang menjadi pilihan ayahku. Kota yang tidak pernah menjadi wish list aku sebelumnya. Kota yang direkomendasikan sang ayahdengan tujuan untuk […] - [Benih Harapan - Cerpen Tuhfah Azizah](https://ruangbestari.com/benih-harapan-cerpen-tuhfah-azizah/): Benih HarapanKarya: Tuhfah Azizah Tahun 2023 bagi Azizah adalah tahun kehampaan. Hal ini dikarenakan pada 2023 Azizah merasakan udara kota yang terasa menyesakkan, dijejali polusi serta deru mesin tak henti. Kumpulan gedung-gedung menjulang bagai raksasa keji yang matahari yang seakan malu-malu mengintip di sela-selanya. Kehidupan digital yang menjerat semua kalangan umur, alogoritma mengendalikan realitas, dan […] - [Membangun Desa Bahagia - Cerpen Indra Kurniawan](https://ruangbestari.com/membangun-desa-bahagia-cerpen-indra-kurniawan/): Membangun Desa Bahagia Karya: Indra Kurniawan Di sebuah kota kecil yang terletak di tepi sungai, terdapat sebuah desa yang bernama Desa Bahagia. Desa ini memancarkan aura kehangatan dan kedamaian, yang membuat penduduknya hidup dengan hati yang lapang dan senyum yang tulus. Di tahun 2023, cerita Desa Bahagia mencapai puncak kebahagiaan yang tak terduga. Desa Bahagia […] - [Mengejar Mimpi - Cerpen Rizkia Salsabila](https://ruangbestari.com/mengejar-mimpi-cerpen-rizkia-salsabila/): Mengejar MimpiKarya: Rizkia Salsabila Aksa adalah seorang pemuda berusia 19 tahun yang tinggal di sebuah desa terpencil bernama Sukamaju. Desa itu jauh dari hiruk pikuk kota besar. Transportasinya sangat sulit, tidak ada sinyal telepon genggam, apalagi akses internet.Meski begitu, Aksa memiliki tekad yang kuat untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang insinyur teknologi. Hal ini didorong oleh […] - [Namaku Indah, Ini Kisahku - Cerpen Indah Suracahyani](https://ruangbestari.com/namaku-indah-ini-kisahku-cerpen-indah-suracahyani/): Namaku Indah, Ini KisahkuKarya: Indah Suracahyani Aku berasal dari keluarga yang sangat sederhana, aku bisa di katakan anak strict parents, kalian tahukan apa itu strict parents? Ya.. anak yang selalu di kekang oleh orang tuanya. Aku sekolah tak jauh dari rumahku, SMK Jurusan APHP (Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian). Pada masa itu, akhir 2022 di mana […] - [Anna - Cerpen Tessa Anastasia Farasi](https://ruangbestari.com/anna-cerpen-tessa-anastasia-farasi/): AnnaKarya: Tessa Anastasia Farasi Brakkk!!!“Kainku! Astaga!”, teriak seorang gadis yang menatap miris kain cuciannya yang hampir kering diguyur hujan. Anna selaku pemilik kain pun langsung mengangkat jemurannya lalu berpindah ke tempat semula. Rintik hujan di kota tersebut kian deras berlomba-lomba membasahi seluruh permukaan bumi. Air tergenang membasahi tanaman menimbulkan setitik embun di daunan. Gadis itu […] - [Kisah Perjalananku - Cerpen Quratul Aini](https://ruangbestari.com/kisah-perjalananku-cerpen-quratul-aini/): Kisah PerjalanankuKarya: Quratul Aini Cerita perjalananku selama mengikuti PMM 3 ini dimulai sejak hari sebelum aku mendaftar hingga berakhirnya program ini. Aku pertama kali mendengar tentang program pertukaran mahasiswa merdeka ini saat PMM 2. Saat itu, aku terlambat mendapatkan informasi dan pendaftarannya telah ditutup. Sejak saat itu, tekadku untuk mendaftar pada PMM 3 di tahun […] - [Cerita di Ujung Kertas yang Terindah - Cerpen Allifa Khoirol Wafa](https://ruangbestari.com/cerita-di-ujung-kertas-yang-terindah-cerpen-allifa-khoirol-wafa-2/): Cerita di ujung Kertas Yang TerindahKarya: Allifa Khoirol Wafa Oke, yang pertama kali ini aku akan memperkenalkan diriku. Namaku lifa, aku akan bercerita tentang masa SMA ku yang ingin sekali bercita cita untuk menuju universitas. Karena itu merupakan cita citaku dan orang tuaku agar aku bisa sukses. Karena orang tuaku sangat bekerja keras dan disiplin, […] - [Nguri : Uri Kabudayaan Kanggo Masa Depan - Cerpen Ika Nur Hidayati](https://ruangbestari.com/nguri-uri-kabudayaan-kanggo-masa-depan-cerpen-ika-nur-hidayati/): Nguri : Uri Kabudayaan Kanggo Masa DepanKarya: Ika Nur Hidayati Sang surya mulai menampakkan dirinya dengan gradasi warna kuning dan jingga. Sinarnya menghapus gelap malam dan membangkitkan semangat pagi kehidupan. Begitu pula dengan Nastiti salah satu pelajar kota gudeg Daerah Istimewa Yogyakarta. Baginya pagi adalah awal baru dengan harapan dan semangat baru. Memang sudah tidak […] - [Masa Muda dan Masa Depan - Cerpen Rahmatul Qadri](https://ruangbestari.com/masa-muda-dan-masa-depan-cerpen-rahmatul-qadri/): Masa Muda dan Masa DepanKarya: Rahmatul Qadri Masa muda adalah masa yang pernah dilalui oleh orang yang sudah dewasa, para remaja pasti tidak mau melewatkan masa mudanya karena mereka pasti akan menuju dewasa dalam waktu yang sangat singkat. Aku termenung diam disalah satu warung kopi Kota Depok, sembari meminum kopi dan menatap hiruk pikuk jalanan […] - [Merpati, Senja, dan Lelakiku - Cerpen Karina Dwi Anjarsari](https://ruangbestari.com/merpati-senja-dan-lelakiku-cerpen-karina-dwi-anjarsari/): Merpati, Senja, dan LelakikuKarya: Karina Dwi Anjarsari Senja mulai membelah cakrawala menjadi setengah jingga, angin yang berhembus dari arah selatan menerbangkan ujung rambut panjang Keisha yang diikat asal. Ia menaiki tangga menuju rooftop sekolah dengan menggendong tas ransel coklat di punggungnya. Gadis yang empat bulan lagi akan duduk di bangku kelas 11 itu terlihat kusut […] - [Harus Ada Surga di Sangkarku - Puisi Ajeng Karisma Ayu](https://ruangbestari.com/harus-ada-surga-di-sangkarku-puisi-ajeng-karisma-ayu-2/): Harus Ada Surga di SangkarkuKarya : Ajeng Karisma Ayu ; Seperti paruh. Semirip lakon berpengaruh. Bermula mengenal kaidah budi pekertiTempat kedua sayapnyaBekerja-mencintai Lalu belajar kaidah terbangAlif, ba, ta, tsa, jim, ha[rapan] bertulangSangkarku bangkar, agar burung-burung kecil tidak tumbuh terlalu liar Aku singgah satu hari setelah mingguDemi menyaksikan mereka berkembangMenjadi elang yang tabah di langit keningku […] - [Merengkuh Cita dalam Senja - Puisi Matrokhim](https://ruangbestari.com/merengkuh-cita-dalam-senja-puisi-matrokhim/): Merengkuh Cita dalam Senja Karya: Matrokhim Berbaring manja mengukur ranjang Mata melotot hingga tepi langit Membuang sakit geraham merengkuh manisnya lamunan Terasa indah sebuah masa yang pasti terjamah. Semenjak linu lutut dihalau Sang Pencipta Tertawa haha hihi bukan barang langka Ini hari ditunggu kapan waktu tergeser Berharap temui bahagia bersama pena indah dan berkalam. Optimis […] - [Harapan Yang Tak Kunjung Dinikmati - Puisi Masrul Juniyanto Langganido, S.Pd.](https://ruangbestari.com/harapan-yang-tak-kunjung-dinikmati-puisi-masrul-juniyanto-langganido-s-pd/): Harapan Yang Tak Kunjung DinikmatiKarya: Masrul Juniyanto Langganido, S.Pd. Dalam hening Sepi MalamDari sayup suara malamTermenung dirimu oh ibukuBertelut berdoa untuk diriku Air Matamu Mengucur deras malam ituMemohon kepada Ilahi secerca harapanMengharapkan kebahagiaan, kesenanganUntuk diriku kelak beroleh gelar Kini Waktu seakan cepat berlaluHarapan itu telah kuraih oh ibukuNamun… sayang seribu sayangKau tak merasakan senang dan […] - [Rindu Ambu Sang Pilu - Puisi Marsa Nada Aufania](https://ruangbestari.com/rindu-ambu-sang-pilu-puisi-marsa-nada-aufania/): Rindu Ambu Sang Pilu Karya: Marsa Nada Aufania Pusara telah lama mengambil jasadnya Dekade silam meninggalkan raga dan menyisakan satu nama Terpahat bersama ukiran batu nisan Terpandang, bagai sebuah penyiksaan Tajam menyorot lereng bukit yang berkabut Garis wajah yang berangkat tua Berlapis kain lusuh yang diwariskan Berjalan tak seimbang Membuka cuplikan peristiwa Seperti ladang luka […] - [Bukan Sekedar Gelar - Puisi Marisa Shinta, S.Pd.](https://ruangbestari.com/bukan-sekedar-gelar-puisi-marisa-shinta-s-pd/): Bukan Sekedar Gelar Karya: Marisa Shinta, S.Pd. Setelah aku punya anak Aku baru tau rasanya menjadi seorang ibu Ternyata tidaklah mudah Mulai dari mengandung, melahirkan, merawat, dan mendampingi proses tumbuh kembang buah hati Semuanya membutuhkan persiapan Mataku tak henti-hentinya berbinar haru Saat untuk pertama kali melihatnya, mendengar tangisannya Ternyata perjalanan menjadi seorang ibu sungguh sangat […] - [Senandung Jendela Kamar - Puisi Malihatun Nikmah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/senandung-jendela-kamar-puisi-malihatun-nikmah-s-pd/): Senandung Jendela Kamar Karya: Malihatun Nikmah, S.Pd. Wiya ibuku, suaramu alun mengkidung mengkilap di kening neon-neon lampu marambat di tanjung malam yang syahdu Reranting bertebar diretak cahaya bulan melukis berkas wajahmu yang tabah seusai mengulang bacaan fatihahku dalam sajadah pada bibir yang saling bertautan Daun berayun menatap bulan yang limbung, memutar kembali langkah kasihmu Gemintang […] - [Munajat untukmu Ibu - Puisi Ma'lah, S.Ag](https://ruangbestari.com/munajat-untukmu-ibu-puisi-malah-s-ag/): Munajat untukmu Ibu Karya: Ma’lah, S.Ag Teduh Terkesima Meronta Lara Bercampur di jiwaku yang merana Saat ku sadar engkau sudah tiada Tak ada kata Untuk lukiskan laraku Tak ada bait puisi Mengobati lukaku Kini di saat tangan tak lagi bisa menjamah jemarimu Dan pekikan rinduku tak lagi dapat kau dengar. Aku meronta dalam diam. Ku […] - [Menjadi Orang Tua - Puisi M. Fauzan](https://ruangbestari.com/menjadi-orang-tua-puisi-m-fauzan/): Menjadi Orang Tua Karya: M. Fauzan Tangisan kecil terdengar sayup, diiringi senyum sang ratu dan tetes air mata Tangan suci penolong pun menyambut, datangnya malaikat putih buah jiwa Sembari menyapa Sang Pencipta, yang telah memberiku karunia Ku kumandangkan lirih nama-Nya, bersambung syukur puji dan puja Menatap wajahnya yang merah, dan tubuhnya yang rapuh Akan kulindungi […] - [Untuk ALI - Puisi Liliani Agata](https://ruangbestari.com/untuk-ali-puisi-liliani-agata/): Untuk ALIKarya: Liliani Agata Tatapan mata beningmu menyihir hidupkuSenyum bibir tipismu menyejukkan hatikuTangan mungilmu menyentuh jiwakuDalam tubuh kecilmu mengalir darah dan dagingku Kehadiranmu megubah dirikuSukmaku tersentuh kemurnian kasihmuLangkah kecilmu berlarian ke arahkuSenyummu mengembang tak pernah pudar menatapku Pelukan hangatmu menenangkan ragakuCelotehanmu adalah candu bagikuTawamu sumber kebahagiaankuBuliran bening menetes di sudut mataku etika kau menyebutku ‘Ibu’ […] - [Doa Anakmu - Puisi Lila Mika](https://ruangbestari.com/doa-anakmu-puisi-lila-mika/): Doa AnakmuKarya: Lila Mika Alfatiha… lantunan ku MamaAlfatiha… lantunan isi hati tuk pelipur rinduku, MamaSujud ku… mohonku lembut sandaranmu luas dimensi dunia Mama kiniSujudku… mohonku istanamu Surga Fidaus kiniSedekah ku… dzikirmu Mamaku kiniSholatku… sebercak sinar ruang hampamu kiniAdabku… Pelipur luka sayatan derita di atas bongkahan tulang–tulang rapuhmu Aku… tidak berdaya apa yang telah kurangkai detik […] - [Surat untuk Ibuku - Puisi Leyla Putri Astuti, S.Pd. Gr.](https://ruangbestari.com/surat-untuk-ibuku-puisi-leyla-putri-astuti-s-pd-gr/): Surat untuk Ibuku Karya: Leyla Putri Astuti, S.Pd. Gr. Ibu, Ternyata dunia ini penuh dengan penipu Hidupku mulai penuh duka tanpamu Sejatinya aku masih membutuhkanmu Aku yang dulu penuh tawa kini menjadi terbelenggu Tak tau kemana aku harus mencari rumah sepertimu Hari dan tahun berlalu, namun aku masih menunggu Meskipun itu hanyalah angan semu Mengikhlaskanmu? […] - [Kemenangan Raya - Puisi Lailatul Hikmah](https://ruangbestari.com/kemenangan-raya-puisi-lailatul-hikmah/): Kemenangan Raya Karya: Lailatul Hikmah Langkah kaki mulai berderap menuju pelataran Menyempurnakan raya dengan roka’at kemenangan Suara takbir terlantunkan saling bersaut-sautan Dari khalayak yang berbusana keimanan Takbirotul ikhrom mulai menggema Jama’ah khusyuk menghayati seluruh roka’atnya Mengakhiri dengan salam untuk kebaikannya Khotib menyampaikan untaian hikmah Menyerukan sholawat untuk mushofahah Saling memaafkan khilaf dan salah - [Bumi Putra - Puisi Khoirun Nisa’](https://ruangbestari.com/bumi-putra-puisi-khoirun-nisa/): Bumi PutraKarya: Khoirun Nisa’ Perjuangan pertamaPada hari ketiga bulan syawalRumah bersalin menjadi saksi lahirnya satu jiwaPeluh ibunda bercucur tak karuanTangis kehidupan menyeruak keseluruh ruanganTawa bahagia menyelimuti raut pandangan Perjuangan keduaSenyap malam menemani mata yang terjagaKain gendongan melilit pundak ibundaSeraya menimang bumi putraSekejap diturunkan maka pecah tangis dalam malam Perjuangan ketigaSejak ada dan lahir keduniaSanubari khawatir […] - [Saat Panen di Hari Tua - Puisi Khairuddin Lubis, S.Pd., M.Si](https://ruangbestari.com/saat-panen-di-hari-tua-puisi-khairuddin-lubis-s-pd-m-si/): Saat Panen di Hari Tua Karya: Khairuddin Lubis, S.Pd., M.Si. Ku ukur langit senja dengan penggalah semata Akhirnya akun jeda pada kisaran panca sona Ku susun berkas perjalanan diri seperti mengikat sapu lidi Aku terluka pada sayatan tak terduga setelah senja menyapa terus dan terus meneteskan air mata Beberapa saat ku diamkan dalam lamunan tapi […] - [Piramida Waktu - Puisi Kartika](https://ruangbestari.com/piramida-waktu-puisi-kartika/): Piramida WaktuKarya: Kartika Merangkai titik demi titikLewati menit demi menitSampai pada angka zenitKerutan-kerutan mulai memberi kabar langitUsia kian sedikit Musti bangkitMerakit ranjau-ranjau di masa sakit sulitMenjadi bunga-bunga di hari senjaMenghapus buaian alpa dan drama penuh nodaMenata berbagai cerita menali hikmah bermakna Gurat-gurat tanda semesta kian kentaraRaga tak lagi penuh dayaMata tak lagi awas mengejaTelinga tak […] - [Air Mata Keramat - Puisi Ivan Said Afnadi](https://ruangbestari.com/air-mata-keramat-puisi-ivan-said-afnadi/): Air Mata KeramatKarya: Ivan Said Afnadi Ada sesosok manusia bisa, yang paling berjasa dalam hidupmu.Jika engkau hendak membalas jasanya dengan setumpuk dunia yang mati-matian engkau kumpulkan, atau lautan terima kasih yang terus menerus engkau curah-curahkan, tak akan membandingi sepersepuluh dari satu hela nafasnya saat melahirkanmu. Ada sepasang bola mata, yang tak pernah berhenti memproduksi air […] - [Sebagian Nuraga Ku (Guru) - Puisi Irna Vianti, S.Pd.](https://ruangbestari.com/sebagian-nuraga-ku-guru-puisi-irna-vianti-s-pd/): Sebagian Nuraga Ku (Guru)Karya: Irna Vianti, S.Pd. Senja masih terurai bersama angin mengalun merduPuing tekad berserakan menapal batas pada kepiluanPanas mengapung jiwa tak peduli akan elok parasLangkah pulang beriring garis jingga badan berpeluh Dia sosok ibu juga guru dengan asa telah membuka jalanTabir suram cakrawala demi tanggungan keluargaWalau hidup terseok tetap saja tabah dan ceriaDengan […] - [Serpihan Rindu - Puisi Irma Suryaningsih Bakari, S.Pd.](https://ruangbestari.com/serpihan-rindu-puisi-irma-suryaningsih-bakari-s-pd/): Serpihan Rindu Karya: Irma Suryaningsih Bakari, S.Pd. Di sudut hati, ada rindu yang menggumam Ku panggil namamu dalam bisikan Berharap dalam khayalku engkau mendengar Namun, hanya kenanganmu yang menyapa Nada rindu bernyanyi dalam jiwa Bak melodi yang tak terlupa Kini hanya bayang dan suara Teringat jelas dalam bisikan rindu Suara tawanya, resapan kekuatan jiwa menjadi […] - [Semenanjung Cinta Ilahi di Hari Raya Idulfitri - Puisi Iranti Fathimah Az Zahra, S.Pd.](https://ruangbestari.com/semenanjung-cinta-ilahi-di-hari-raya-idulfitri-puisi-iranti-fathimah-az-zahra-s-pd/): Semenanjung Cinta Ilahi di Hari Raya IdulfitriKarya: Iranti Fathimah Az Zahra, S.Pd. Langgam cakrawala berbisik lentik di antara simfoni keheningan hatiEpigrafi sang dewi malam menyuguhkan lengkung manis di balik bibir lentera yang telah lama dinanti-nantiBulan Ramadan menitipkan salam untuk pamit pergiAda sekuntum bait-bait sajak yang terselip dari kalam Sang MahasuciRancak irama gema takbir menunggangi dahayu […] - [Segalanya Tak Sama Lagi - Puisi Ira Novita Situmorang, S.Pd.](https://ruangbestari.com/segalanya-tak-sama-lagi-puisi-ira-novita-situmorang-s-pd/): Segalanya Tak Sama Lagi Karya: Ira Novita Situmorang, S.Pd. Tak ada yang memberitahuku sulitnya menjadi ibu Setelah kau lahir dan memberi gelar itu padaku Langit hidupku berputar seolah semu Malam menjadi terlalu larut Pagi terlalu subuh Di tangan kanan sebuah sapu tangan kiri menggendongmu Kaki saling bertukar peran mengambil ini dan itu Mata hitam melingkar […] - [Setelah Aku Punya Anak - Puisi Intan Sri Wahyuni, S.Pd.](https://ruangbestari.com/setelah-aku-punya-anak-puisi-intan-sri-wahyuni-s-pd/): Setelah Aku Punya Anak Karya: Intan Sri Wahyuni, S.Pd. Hai Diri. Terima Kasih sudah melewati ¼ usia yang tidak mudah dijalani. 910 Hari, Daku menjadi ibu sejati. Raga ini membersamai dalam pelukan jiwa dan kasih. Hai Diri. Lika-liku, asam manis, asin pahit sudah terasa Sehingga menemukan jati diri untuk lebih dewasa. Terima Kasih untuk mau […] - [Doa Suci untuk Pahlawan - Puisi Iik Rostikawati](https://ruangbestari.com/doa-suci-untuk-pahlawan-puisi-iik-rostikawati/): Doa Suci untuk Pahlawanku Karya: Iik Rostikawati Bayang-bayang masa kecil menari di pelupuk Seorang pria bijak, berlimpah kasih sayang Tempatku belindung dan mengadu Tempat bermanja, penuh canda tawa Kenangan indah melukis ingatan Bapak… Engkaulah pribadi yang tegas, bertanggung jawab Kesederhanaan hidup gambaran jiwamu Geloramu sulutkan pelita di jiwaku Semangatmu mengalir di hela napas dan denyut […] - [Rindu di hati kecilku - Puisi I Gusti Ayu Merta Yoni, S.Pd.](https://ruangbestari.com/rindu-di-hati-kecilku-puisi-i-gusti-ayu-merta-yoni-s-pd/): Rindu dihati kecilkuKarya: I Gusti Ayu Merta Yoni, S.Pd. Waktu yang lama usaiSamar-samar bayangmu sirnaDan kehidupan menyeretku jauhBerkecamuk dengan warnanya Napas ini lirih terdengarMengumpulkan sisa bayanganmuSepuluh ribu delapan ratus malam tak menemukanKutunggu dalam mimpi tapi tak jua ada datang Kusematkan cintamu di jiwakuWalau dititip sebentar di masa ituDan sampai hari ini tidak kudapatkanCinta sepertimu…. ayahku […] - [Guru Biasa - Puisi I Gusti Ayu Agung Putri Utami, S.Pd.](https://ruangbestari.com/guru-biasa-puisi-i-gusti-ayu-agung-putri-utami-s-pd/): Guru BiasaKarya: I Gusti Ayu Agung Putri Utami, S.Pd. Aku seorang GuruSeragamku masih baruSemangatku menggebu-gebuKreativitasku setinggi langit biruTapi… waktu berlalu sekejam itu Kini di tahun ke sepuluhKutinggalkan bayiku subuh-subuhPuluhan kilometer harus kutempuhBerjuang bersama sepedaku yang lusuhKadang pelan, kadang kecepatan penuh Pukul delapan lebih sebelasKepala sekolah memandang cemasMurid-muridku menunggu di kelasMenahan malu, aku bergegasMemberi alasan seperti […] - [Ayah Mengapa Kau Begitu Cepat Tinggalkan Aku - Puisi Hasanuddin](https://ruangbestari.com/ayah-mengapa-kau-begitu-cepat-tinggalkan-aku-puisi-hasanuddin/): Ayah Mengapa Kau Begitu Cepat Tinggalkan AkuKarya: Hasanuddin Andai di detik-detik terakhirmu desir angin timur mampir ke kampung telingamu dan mengabarkan bahwa keluargamu tidak sedang baik keadaannya. Mungkin malaikat urung memutus tali nyawamu. Namun, apalah daya walau seribu juta manusia menghalangi makhluk bersayap itu tetap patuh melaksanakan titah-Nya.Ayah… aku manusia yang masih berusia Dhuha dan […] - [Kidung Sandyakala - Puisi Afiirha Arasuka](https://ruangbestari.com/kidung-sandyakala-puisi-afiirha-arasuka/): Kidung SandyakalaKarya: Afiirha Arasuka Ketika merindumu, hanya mampu memandang nisan tanpa ragamuJauh mata kita memandang, semakin jauh dari bayang-bayangKu meniti setiap perjalanan, pun menikmati proses dan alurnyaNamun hari yang ditunggu, tak kunjung hadir tuk bertemu Dirgantara menepi dalam singgasananya, tuk hilangkan gundah gulanaSenyumnya tak pernah pupus, walau serpihan doa itu kian hangusMenerjang ombak kian mendayu-dayu, […] - [Metamorfosis Diri - Puisi Hadijah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/metamorfosis-diri-puisi-hadijah-s-pd/): Metamorfosis DiriKarya: Hadijah, S.Pd. Tik tok tik tok tik tok. . . .Detik demi detik telah berlaluAku, orang tua, orang dewasa dalam perjalananMenyusuri jejak waktu, mengarungi lautan rasaMengukir kisah hidup yang tidak terelakkan Di usiaku tiga puluh empat tahunAku belajar arti sebuah pengorbananBagaimana setiap langkah, jadi bekal untuk hari esokTumbuh, bukan hanya untuk diri sendiriTapi […] - [Ayah Ajari Aku Sepertimu - Puisi Gimin Saputra, S.Hum](https://ruangbestari.com/ayah-ajari-aku-sepertimu-puisi-gimin-saputra-s-hum/): Ayah Ajari Aku Seperti MuKarya: Gimin Saputra, S.Hum Ayah….Dengarlah ceritaku ini Memang tiada terasa waktu begitu cepat berlaluBagaikan kenderaan mayat dibawah kekuburBegitu juga yang mengantarkan aku sepertimu Tapi, sejujurnya aku masih takutTakut tak bisa membuat cucumuSebahagia sepertimu terhadap aku Ayah sesungguhnya aku merasa khawatirYang tak dapat memberikan pelukanSehangat pelukan mu padaku Ayah aku merasa maluJika […] - [Tk. Elpina No. 12A - Puisi G. Arya](https://ruangbestari.com/tk-elpina-no-12a-puisi-g-arya/): Tk. Elpina No. 12AKarya: G. Arya Di Pamanukan, orang- orang tidak mau kasih nafas pada gopoh bongkok bulan tuaWajib cepat dan kembali muda! Toh sejatinya, apa kepentingan buat yang tak puasaLebaran tahun sekarang, pun sebelumnya, mayoritas di sini gatal ingin cepat setor duit tunjanganKe Kaji Herlan yang punya Siska Busana, Kaji daging, Kaji Eman untung […] - [Bertamu - Puisi Firmansyah Ramadanu](https://ruangbestari.com/bertamu-puisi-firmansyah-ramadanu/): Bertamu Karya: Firmansyah Ramadanu Terdengar dari seluruh penjuru kota Begitu bergema suaranya di telinga Malam yang di nanti telah tiba Malam yang penuh suka cita Ada yang datang Ada juga yang pergi Layaknya rembulan yang di telan cahaya mentari Sedih rasanya telah di tinggal bulan yang mulia Dimana semua orang berdiri mendayu-dayu Di tengah rembulan […] - [Bapakku, 14 November 2020 - Puisi Erica Ika Sulistyani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/bapakku-14-november-2020-puisi-erica-ika-sulistyani-s-pd/): Bapakku, 14 November 2020 Karya: Erica Ika Sulistyani, S.Pd. Telepon berdering membawa kabar duka Bapakku telah tiada di ujung sana Linangan air mata basahi jiwa Duniaku luluh lantak seketika Sabtu, 14 November 2020 Pantas langit tampak kelabu Ternyata bapakku t’lah terbujur kaku Semua tak kuasa menahan pilu Di bawah batu nisan dan bunga kamboja Separuh […] - [Luka Yang Mereda - Puisi Cahyanaba](https://ruangbestari.com/luka-yang-mereda-puisi-cahyanaba/): Luka Yang MeredaKarya: Cahyanaba Menjelang hari yang dinantiKendaraan melaju unjuk diriWaktu terus bergulir, Ramadhan pun beringsut menepiMenebarkan aroma lebaran yang kunjung menghampiri Senja datang menjadi tanda Ramadhan berpamitanSuasana begitu riuh sembari takbir digaungkanAir mata menetes mengharap kembali dipertemukanAmpunan Tuhan yang selalu disemogakan Setiap insan hadir beribadahBerucap takbir seraya berserahSenyuman indah terukir merekahMenghapus setiap luka yang […] - [Kelu Kemilau - Puisi Emi Ulfa](https://ruangbestari.com/kelu-kemilau-puisi-emi-ulfa/): Kelu Kemilau Karya: Emi Ulfa Lembayung senja taburkan cahya Berbaur bersama kelabu Putik pun tertunduk malu Mahkota peluk usai merona Nan hangat angin berbisik Merindu suasana hati penuh pilu Laku luka berkata bercerita Tentangmu… Tentang asa belum beradu Rindu yang mencuat tak bertepi Tersirat candu senyummu meluluhkan Bak Intan bersinar di kejauhan Peluk hangat dalam […] - [Garis Waktu - Puisi Elvi Yani](https://ruangbestari.com/garis-waktu-puisi-elvi-yani/): Garis Waktu Karya: Elvi Yani Ibu Guliran rindu ku begitu deras Pertemuan yang semu Tak dapat ku tebas Kenangan dan buliran air mata terus berpacu Pilu ku membisu Namun berkecamuk tak menentu Akankah terulang kembali pertemuan itu Tanpa mu Gelap dunia ini untuk ku tatap Berat Perjalanan ini saat ku tempuh Lunglai hati yang mulai […] - [Berkah yang Pantas Diperjuangkan - Puisi Eli Wahyuni](https://ruangbestari.com/berkah-yang-pantas-diperjuangkan-puisi-eli-wahyuni/): Berkah yang Pantas Diperjuangkan Karya: Eli Wahyuni Sebuah lukisan alam yang kini Tuhan berikan. Bukan pemandangan atau siluet senja yang menakjubkan. Namun garis wajah yang kini menempatkanku pada pemujaan. Menarikku untuk memanggil nama Tuhan disetiap detak jantung kehidupan. Di dalam jiwa yang semakin rapuh dan tak tahu arah jalan pulang. Bukan kembali pada kemewahan. Namun […] - [Kini Sajak Lebaran - Puisi Ela Mantina](https://ruangbestari.com/kini-sajak-lebaran-puisi-ela-mantina/): Kini Sajak LebaranKarya: Ela Mantina Deru takbir bertalu-taluAlam gersang bertasbih merduBergetar dalam zikir di setiap penjuruMendongak berkah yang tak rela berlaluTakut menanggung rindu berpadu sendu Sejuta maaf untuk raga yang mengangaUntuk mata yang tak pandai dijagaHidung mengendus bau tercelaTelinga yang terlanjur ternodaMulut gemar menabung dosaTangan tak ringan dermaKaki dengan jalan sesatnyayang banyak menabur duri dalam […] - [Rindu Yang Tak Terurai - Puisi Wulan E W S](https://ruangbestari.com/rindu-yang-tak-terurai-puisi-wulan-e-w-s/): Rindu Yang Tak Terurai Karya: Wulan E W S Dalam senja yang sunyi.. Menanti seraya melantunkan doa bagi buah hati yang telah jauh melangkah ke dunia luas tak lagi terpaut. Menatap langit, mencari jejak langkah pada setiap awan juga gemintang yang menyiratkan harapan di balik kegelapan. Menanti kekasih datang membawa kebahagiaan tak terkira, pun diantara […] - [Aku Merindukanmu - Puisi Eha Rohayati](https://ruangbestari.com/aku-merindukanmu-puisi-eha-rohayati/): Aku MerindukanmuKarya: Eha Rohayati Gerimis bertaut membasahi tubuhRinainya jatuh menjadi tangisan di matakuTangisku tak mengubah segalanyaTangisku tak dapat mengubah isi hatinya Mata yang indah kini tak ada lagi memandangkuTatap yang teduh telah punah dimakan waktuSegala perhatiannya enyah untukku Akhirnya kusadariDia telah pergi, ke pelukan Illahi Walau telah tiada,Segala cinta, segala kasih sayangnyaAkan selalu membekas di […] - [Sebaris Kenangan di Ujung Nostalgia - Puisi Dyah Ratnawiati, S.Pd.](https://ruangbestari.com/sebaris-kenangan-di-ujung-nostalgia-puisi-dyah-ratnawiati-s-pd/): Sebaris Kenangan di Ujung Nostalgia Karya: Dyah Ratnawiati, S.Pd. Sambil menghitung detak jam di sepertiga malam Yang dentingannya memecah kebisuan di malam yang dingin Ditemani jangkrik yang menyanyikan lagu Nina Bobo Walaupun mata ini tak bisa dipejam jua Denting jam itu pun masih terdengar Masih hadir dengan irama yang sama seperti dua puluh sembilan tahun […] - [Sejak Hadirmu - Puisi Dwi Selviana](https://ruangbestari.com/sejak-hadirmu-puisi-dwi-selviana/): Sejak HadirmuKarya: Dwi Selviana Aku pernah seperti elangTerbangku tinggi menjulangTapi sekarang…Ada sayap yang tak bisa kubawa terbang Aku pernah seperti bintangHanya aku yang bersinar terangTapi sekarang…Sinarku redup bagai kunang-kunang Aku pernah seperti karangTubuhku kuat dihantam gelombangTapi sekarang…Aku bagai ikan di air tenang Aku belajar hebat seperti elangAku belajar semangat seperti bintangAku belajar kuat seperti karang […] - [Saat Mentari Meredup di Tepi Senja - Puisi Dwi Pujo Santoso](https://ruangbestari.com/saat-mentari-meredup-di-tepi-senja-puisi-dwi-pujo-santoso/): Saat Mentari Meredup di Tepi Senja Karya: Dwi Pujo Santoso Di ujung perjalanan yang panjang Saat langkah telah reda mengejar waktu Kita tiba di tanah masa tua Tempat di mana kenangan bersua Dulu, kita berlari di padang bunga Menyongsong fajar dengan semangat muda Namun kini, tubuh telah letih Membawa beban sejarah yang tak terlupakan Di […] - [Rindu Tertandu - Puisi Duwi Reniati](https://ruangbestari.com/rindu-tertandu-puisi-duwi-reniati/): Rindu Tertandu Karya: Duwi Reniati Bayangan pilu saat menatap ragamu ibu Derita harus ditanggung pilu Tangis dipaksa tertahan dihadapmu Menghadang keputusasaanmu Namun, saat Tuhan menetapkan waktuNya Sesakku mendera dan tangisku terpecah Tiada tampak lagi deritamu Ibu Kesepianku adalah ketenanganmu Ibu Ketenangan bersama sang Pencipta Aku yang selalu diiringi dengan doa-doa Ibu Aku yang selalu mengharap […] - [Salam Takziyah - Puisi H. Hendayana](https://ruangbestari.com/salam-takziyah-puisi-h-hendayana/): Salam TakziyahKarya: H. Hendayana Tak ada kesedihan yang paling memilukanSelain berpisah dengan orang yang sangat dirindukanPenuh kasih dan kenangan. Tersebut ibu dan bapak sosok dambaanMelahirkan dan membesarkan bertabur senyumanCanda dan tawa memancarkan kebahagiaanDijalani dengan penuh keikhlasan. Wibawa dan kehormatan senantiasa terlukisManakala menyampaikan maksud walau sering ditepisTetap sabar hingga terbentuk keluarga harmonisSaling berbagi, saling memperhatikan begitu […] - [Bertangkup Munajat yang Tak Pernah Lekang untukmu, Ayah - Puisi Titi Haryati Abbas](https://ruangbestari.com/bertangkup-munajat-yang-tak-pernah-lekang-untukmu-ayah-puisi-titi-haryati-abbas/): Bertangkup Munajat yang Tak Pernah Lekang untukmu, AyahKarya: Titi Haryati Abbas Menit demi menit berlari telah lesatkan barisan kenangan tentangmutak ada yang terseraksemuanya tersimpul kuat rekatkan maknahujamkan kesan dalam bingkai rupamu yang masih saja abadi dalam ingatantak peduli pergantian malam dan siangdoa-doa yang kugulirkan terus menikam rinduku tak pernah tuntasdan aku pasti tak akan lelah […] - [Di Antara Senja - Puisi Dra. Rina Gunarsih](https://ruangbestari.com/di-antara-senja-puisi-dra-rina-gunarsih/): Di Antara Senja Karya: Dra. Rina Gunarsih Lamunanku terawang lorong masa Terhalang remuk redam di dinding hati Antara ingin dan tergesa Menahan di persendian kinanti Pagi menjemput siang Ragu untuk beranjak Andai engkau tak bimbang Aku tak peluk sajak Siangku mulai resah Ketika jatuh rintik rinai Di sepanjang koridor gelisah Terpendam jiwa berderai Di antara […] - [Qamira Duniaku - Puisi Dina Eka Fitriana, S.Pd](https://ruangbestari.com/qamira-duniaku-puisi-dina-eka-fitriana-s-pd/): Qamira Duniaku Karya: Dina Eka Fitriana, S.Pd. Hidup memang fana dengan segala lika-likunya Menjadi fatamorgana Diantara hidup yang penuh tanda tanya Diantara air mata yang jatuh seperti hujan deras tadi malam Diantara gejolak hati yang menyeruak Allah seakan baik Menguntai takdir yang memberikan warna warni Allah Maha Besar lagi Maha Pemurah Dihadiahi buah hati mungil […] - [Setelah Aku Punya Anak - Puisi Dilan Laksaputra](https://ruangbestari.com/setelah-aku-punya-anak-puisi-dilan-laksaputra/): Setelah Aku Punya Anak Karya: Dilan Laksaputra Akankah aku rasakan kegembiraan ketika dipanggil ayah? Akankah aku rasakan keletihan ketika terjaga di tengah malam? Akankah aku rasakan kebahagiaan ketika jariku digenggam tangan kecilnya? Akankah aku rasakan kesusahan ketika menenangkan sebuah tangisan? Aku terus bertanya dalam penantian dan kesedihan Harapan dan keyakinan tak mau aku pudarkan Aku […] - [Aku, Ibu, dan Takdir - Puisi Dikkrullohuakbar, S.Pd.](https://ruangbestari.com/aku-ibu-dan-takdir-puisi-dikkrullohuakbar-s-pd/): Aku, Ibu, dan TakdirKarya: Dikkrullohuakbar, S.Pd. Kehidupan memang tak ada yang tahu alur kisah.Bahkan tak ada hidup yang mulusTakdir tuhan memang tak bisa ditebakBegitu dengan berpulangnya sang pemilik surga di telapak kakinya.Seusai badai kehilangan berlaluDentuman demi dentuman menggoyahkan hati apalagi pikiranCambukan demi cambukan ikhlas terus terpatri di benak sang pemilik rasaMonolog diripun berlangsung sengitSampai kapan […] - [Gelembung di Bawah Kelopak Mata Ayah - Puisi Diani Kramer](https://ruangbestari.com/gelembung-di-bawah-kelopak-mata-ayah-puisi-diani-kramer/): Gelembung di Bawah Kelopak Mata AyahKarya: Diani Kramer Terik itu mengingatkanku pada kering tanganmu.Kedutan pada keriput tanganmu sejalur pembuluh vena,sebagai navigasi mimpiku.Kembang kempis napasmu yang berat itu,dipenuhi rongga-rongga harap tentangku.Kepuh di bawah matamu bekerja keras untuk menahan setiap tangis yang tak kau perkenankan hadir dihadapanku. Aku dan tangismu kerap bermain petak umpet, dan ia selalu […] - [Masa Tua - Puisi Diana](https://ruangbestari.com/masa-tua-puisi-diana/): Masa TuaKarya: Diana Waktu begitu cepat berlaluHingga kita tidak sadar orang tersayang pergi meninggalkanKemarin kita terlalu sibuk mempersiapkan dunia merekaSampai kita lupa Tuhan yang mengatur Kini hanya tinggal kita berdua untuk berbagi kasih sayangMengingat masa muda yang menjadi kenanganDi masa tua ini, aku ingin terus disampingmuMerawat dan menjagamu - [Cinta-Nya - Puisi Diah VitaLoka](https://ruangbestari.com/cinta-nya-puisi-diah-vitaloka/): Cinta-Nya Karya: Diah VitaLoka Inikah yang namanya cinta? Mengapa Engkau mencipta rasa tiada berbilang pada relung tak terkata. Mengapa semua jadi tak terperi ketika sakit dan derita menumpuk pada satu nestapa. Mengapa salah dan dosa berbuah marah berkabung iba. Ini ya yang namanya cinta? Bagaimana engkau melesapkan perasaan ini kepada setiap relung insan bernama Bunda […] - [Murajaah Cinta - Puisi Diah Budiarti, S.Pd., M.Pd.](https://ruangbestari.com/murajaah-cinta-puisi-diah-budiarti-s-pd-m-pd/): Murajaah Cinta Karya: Diah Budiarti, S.Pd., M.Pd. Kulafadz rindu di antara malam dan dingin Kemudian disampaikan angin sembari ia menyimaknya Dihantar sampai ke epitaf bapak Pada sepetak kubangannya Pada sua yang disekat nisan Pada cinta yang bebal Kian tebal dan menggumpal Kulafadz rindu ini lewat jutaan Al-Fatihah Dengan sengal napas murajaah memaktub cinta Dalam temaram, […] - [Antara Lebaran dan Kesan - Puisi Dewi Yuliana Marantika, S.Pd.Gr.](https://ruangbestari.com/antara-lebaran-dan-kesan-puisi-dewi-yuliana-marantika-s-pd-gr/): Antara Lebaran dan KesanKarya: Dewi Yuliana Marantika, S.Pd.Gr. Dulu, di tahun sembilan puluhan,Lebaran penuh tawa dan keceriaan.Bersama keluarga, di kampung halaman,Menyambut hari nan penuh sukacita. Kini, di tahun dua ribu dua puluh empat,Lebaran terasa berbeda, tak seperti dulu.Kesibukan melanda, hiruk pikuk kota,Membuat hati terasa hampa dan pilu. Kemana perginya tawa dan keceriaan?Kemana perginya kebersamaan?Tergantikan oleh […] - [Syawal Mengurai Cerita -Puisi Dewi Pratiwi, S.S.i.](https://ruangbestari.com/syawal-mengurai-cerita-puisi-dewi-pratiwi-s-s-i/): Syawal Mengurai Cerita Karya: Dewi Pratiwi, S.S.i. Rindu tertabur di ruang-ruang silaturahmi Mengurai cerita yang bernutrisi Hai… Syawal ini kita di sini Mengukir senyum di tanah rantau Ini sekeping kisah lebaran tahun ini Menjadi penikmat semesta yang mensyukuri segala cerita Lebaran ini… Aku masih menaruh harap yang luas pada jalan takdir yang akan mengajarkanku memaknai […] - [Wisata Silaturahmi - Puisi Denok Mei Kartiko Wulan](https://ruangbestari.com/wisata-silaturahmi-puisi-denok-mei-kartiko-wulan/): Wisata Silaturahmi Karya: Denok Mei Kartiko Wulan Gema takbir berkumadang di seantero jagat raya. Tua muda menyambutnya dengan bersuka cita. Ada rindu orang terkasih yang tak lama bersua. Harapan bisa berjabat tangan setelah pulang salat Ied di lapangan. Hati mungil terpanggil untuk bergegas ke kampung halaman. Hiruk pikuk menyiapkan barang kecil yang tak seberapa. Sebagai […] - [Azzahra Si Bunga Ibu - Puisi Dea Maria Ulfa, S.Pd.](https://ruangbestari.com/azzahra-si-bunga-ibu-puisi-dea-maria-ulfa-s-pd/): Azzahra Si Bunga Ibu Karya: Dea Maria Ulfa, S.Pd. Ku kira aku adalah wanita yang hebat Ku kira aku adalah wanita yang kuat Ku kira aku adalah wanita yang tangguh Ku kira aku adalah sosok wanita cerdas Semua hal selalu kukejar sampai kudapat Segala macam ambisiku harus kuraih Sampai ku acuhkan semua yang ada disekitarku […] - [Asa di Ujung Masa - Puisi Cut Ayu Wirdayana, S,Pd.](https://ruangbestari.com/asa-di-ujung-masa-puisi-cut-ayu-wirdayana-spd/): Asa di Ujung Masa Karya: Cut Ayu Wirdayana, S,Pd. Kaki ringkih melangkah jauh Kembali tertatih di jalan raya yang begitu luas Peluh-peluh keringat membanjiri tubuh Panas hari benar-benar menyengat Kaki ringkih melangkah letih Setiap masa dia lewati dengan begitu gigih Tidak ada kata lelah yang mengiringi langkahnya Tapak penuh luka itu tetap semangat Kaki Ringkih […] - [Merajut Makna di Telatah Usia Senja - Puisi Budianto Sutrisno](https://ruangbestari.com/merajut-makna-di-telatah-usia-senja-puisi-budianto-sutrisno/): Merajut Makna di Telatah Usia SenjaKarya: Budianto Sutrisno Kutatap jam dinding yang terus berdetak tanpa jedaJarum panjang berkejaran dengan jarum pendekEntah rahasia apa yang mereka perebutkanMenggegas hari berganti hari, tahun pun tekun menimbun pikunHelai-helai ganih di kepalaMulai rebakkan rona safaPertanda usia mulai menua Aku tak peduli pada himpunan waktuKarena dia selalu sajikan ihwal ambiguTerasa begitu […] - [Datangnya Masa Tua - Puisi Barkah Wulandari, S.Pd.](https://ruangbestari.com/datangnya-masa-tua-puisi-barkah-wulandari-s-pd/): Datangnya Masa Tua Karya: Barkah Wulandari, S.Pd. Masa tua datang perlahan, Langkah kian gontai melewati perjalanan penuh kenangan, Rambut memutih, kulit berkerut, Namun hati tetap semangat, tak pernah surut Masa muda bagai kilauan mentari, Segala mimpi dan harapan terpatri, Kini saatnya merenung dalam tenang, Menjalani hidup dengan penuh syukur dan senang Tak perlu lagi mengejar […] - [Kerinduan Yang Menyakitkan - Puisi Baiq Lisdiana, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kerinduan-yang-menyakitkan-puisi-baiq-lisdiana-s-pd/): Kerinduan Yang MenyakitkanKarya: Baiq Lisdiana, S.Pd. Di tengah malam sunyiHembusan angin terasa dinginMembawa rinduku yang tiada berujungBayangmu hadir dalam mimpiMenghiasai setiap kenangan di hati Ayah… waktu terus berlaluNamun terasa sakitMenggurat rinduMenggali kenanganTawa, canda, dan nasihatmuKini hanya gema menyusuri relung rinduku Ayah, kini dunia kita berbedaKau yang jauh di sana yang selalu ku rinduKerinduanku yang selalu […] - [Dialog Kerinduan di Pusara - Baharudin, S.Sos](https://ruangbestari.com/dialog-kerinduan-di-pusara-baharudin-s-sos/): Dialog Kerinduan di Pusara Karya: Baharudin, S.Sos Ayah, Aku bertamu ke rumahmu Disambut dzikir kamboja Tak membawa apa-apa, selain Al-fatihah, yasin dan doa yang kupersembahkan Sebagai pupuk untuk taman-taman surga Di kediamanmu Ayah, Di belukar malam Saat kesunyian merajai alam Aku mengetuk pintu-Nya Dengan lautan di wajah Memohon mimbar-mimbar cahaya Untukmu, Agar kelak tatkala jiwa-jiwa […] - [Noktah di Hari Raya - Puisi Ayu Irmawati, S.Pd](https://ruangbestari.com/noktah-di-hari-raya-puisi-ayu-irmawati-s-pd/): Noktah di Hari Raya Karya: Ayu Irmawati, S.Pd. Sapaan rinai pada nabastala yang redum Menghias takbir yang senantiasa mengalun Afsun hari raya tak lagi tercipta anindita Sebab, raut mega enggan memancar senyumnya Aroma sedap di balik dapur merapah penciuman Aneka kudapan melimpah dari sudut-sudut meja Para bocah terlihat hibuk memamerkan baju baru Ada jua meraung […] - [Ayah - Puisi Astari Asrar, S.Pd.](https://ruangbestari.com/ayah-puisi-astari-asrar-s-pd/): Ayah Karya: Astari Asrar, S.Pd. Sudah berganti daun jatuh, bunga kembang Daerah ini menjadi alamat peristirahatan terakhirmu Sesuai wasiatmu, Yah. Ingin kembali pulang pada kampung dunia Sebelum berlanjut pada kampung yang sejati. Ingatan saat kepergianmu kembali terulang dan terurai Saya menepi, berdiam dan mengingat kembali pada pilihan-pilihan hidup Walau akhirnya pilihan Sang Pencipta selalu menjadi […] - [Tangisan Senja di Pusaran Ibu - Puisi Asep Nurjaman, S.Pd.I](https://ruangbestari.com/tangisan-senja-di-pusaran-ibu-puisi-asep-nurjaman-s-pd-i/): Tangisan Senja di Pusaran Ibu Karya: Asep Nurjaman, S.Pd.I Pada ujung senja, semburat merah lara Di bawah langit kelabu, ku temukan duka Bunga kenangan berguguran di pusara Air mata mengalir, selaksa sungai tiada henti Di hadapan nisan, sepi menari-nari Membisikkan rindu yang tak terperi Hujan rindu mencurah, memeluk bumi Menyusuri relung hati yang pilu dan […] - [Wasiatku - Puisi Arip Rahman Hakim, M.Pd.](https://ruangbestari.com/wasiatku-puisi-arip-rahman-hakim-m-pd/): WasiatkuKarya: Arip Rahman Hakim, M.Pd. Aku adalah pengembara tuaUsiaku hampir seabadTubuhku rentaHanya tulang berbalut kulit keriput Dulu negeriku subur makmurGemah ripah loh jinawiKini hilang entah ke mana Tugasku mengemban wasiatMenjaga zamanMencari negeri impianNegeri langitDi atas awanNegeri sejukSerta hangatnya kedamaian Sudah kusampaikanPada bulanSerta sore temaramPada angin dan juga awanMereka hanya terdiam Aku terus melanjutkan perjalananBerselancar menapaki […] - [Kukenang Ayah yang Tiada - Puisi Andy Rusdiyanto, S.T., M.Si.](https://ruangbestari.com/kukenang-ayah-yang-tiada-puisi-andy-rusdiyanto-s-t-m-si/): Kukenang Ayah yang TiadaKarya: Andy Rusdiyanto, S.T., M.Si. Di dalam mimpi, aku berkelana,Menyusuri alam, mencari jawaban.Namun di antara bunga-bunga yang mekar,Terbayang wajah ayah, yang telah pergi terlebih dahulu. Dalam keheningan malam, aku teringat,Arah dan nasihat yang selalu diucapkannya.Saat hatiku terluka, ia selalu ada,Menyemai kekuatan, di tengah kegelapan yang ada. Kini ia tiada, telah meninggalkanku sendiri,Menjalani […] - [Setelah Aku Punya Anak - Puisi Anastasiya Khoirunisa, S.Pd.I](https://ruangbestari.com/setelah-aku-punya-anak-puisi-anastasiya-khoirunisa-s-pd-i/): Setelah Aku Punya Anak Karya: Anastasiya Khoirunisa, S.Pd.I Bau pohon, Wangi laut, 7 hari dalam seminggu, Aku adalah bebas. Cincin di jari manis, Janji seputih kasih, Lalu cinta setelah cinta, Tercipta bahagia dibayar bahagia. Bebas ku menjadi terbatas. 7 hari dalam seminggu 24 jam dalam sehari Dibelenggu pikiran sendiri “Syukuri” kata mereka yang telah lalu, […] - [Bapak Aku Minta Maaf - Puisi Ana Ropikaningsih, S.Pd.](https://ruangbestari.com/bapak-aku-minta-maaf-puisi-ana-ropikaningsih-s-pd/): Bapak Aku Minta Maaf Karya; Ana Ropikaningsih, S.Pd. Pak, Bapak Aku wisudah bapak tidak datang Aku nikah bapak juga tidak datang Pak selamat datang pada alammu Bapak sungguh aku ingin membalas budimu Tangis, sedih, dan kesal waktu itu Bapak maafkan aku Aku mohon maafkan aku Ya Allah, hamba mohon lapangkan kuburnya Maafkan dan ampuni dosa-dosanya […] - [Lebaranku yang Pilu - Puisi Ammar Machmud, S.Th.I](https://ruangbestari.com/lebaranku-yang-pilu-puisi-ammar-machmud-s-th-i/): Lebaranku yang PiluKarya: Ammar Machmud, S.Th.I Lebaranku tahun ini sungguh piluAku belum bisa membahagiakan orangtuakuDengan memberi parsel bingkisan dan uang sakuKarena aku baru saja ditipu Lebaranku tahun ini membuatku malu pada saudara-saudarakuMeski aku masih bisa membelikan baju baru untuk anak-anakkuTapi aku belum bisa membahagiakan istrikuSuami macam apa aku ini? Lebaranku tahun ini adalah teguranLantaran aku […] - [Setelah Aku Punya Anak - Puisi Amaliah Husna, S.Pd.I](https://ruangbestari.com/setelah-aku-punya-anak-puisi-amaliah-husna-s-pd-i/): Setelah Aku Punya AnakKarya: Amaliah Husna, S.Pd.I Duhai Suamiku, Imamku, Penuntunku ke SurgaAku bersyukur kepada AllahAku berterima kasih kepadamuKarena engkau telah menghalalkanku delapan tahun laluMelalui ikatan suci akad nikah di hadapan orang tuaku Suamiku…Engkau adalah imamku, penentu arah kebaikanDua tahun usia pernikahan kita dengan rasa syukurAlhamdalillah Allah karuniakanAllah titipkan amanah kepada kitaUntuk mengurus, merawat dan […] - [Untuk Almarhum Orang Tua - Puisi Alexander Estu Pramana, S.Pd.Gr,. PCDT.](https://ruangbestari.com/untuk-almarhum-orang-tua-puisi-alexander-estu-pramana-s-pd-gr-pcdt/): Untuk Almarhum Orang Tua Karya: Alexander Estu Pramana, S.Pd.Gr,. PCDT. Ibu… Pada juangmu melawan sakit Rasa kagumku tertambat Pasrah dan ikhlas pada-Nya Sadarkanku akan indah yang fana Penuh cinta Ibu menuntun kami Dalam sakit yang tak terdengar rintih Menopang kami untuk tegar Pada goresan sisir di gerai rambutmu dan setiap larik kerik di tubuh rapuhmu […] - [Lantunan Kemenangan - Puisi Agoeng Indri Puspita Lestari, S.Pd.](https://ruangbestari.com/lantunan-kemenangan-puisi-agoeng-indri-puspita-lestari-s-pd/): Lantunan Kemenangan Karya: Agoeng Indri Puspita Lestari, S.Pd. Mentari tampak malu menampakkan dirinya Cahayanya perlahan namun pasti menghangatkan bumi Terasa hembusan angin terhenti sejenak merasakan syahdunya hari kemenangan Terdengar lantunan takbir tak hentinya menggetarkan hati Mengalun besarnya keagunganMu Sungguh tenang hari raya Seluruh alam bertasbih menyeru padaMu - [Bukan Tua-Tua Keladi - Puisi Adisman Libra, S.Pd.](https://ruangbestari.com/bukan-tua-tua-keladi-puisi-adisman-libra-s-pd/): Bukan Tua-Tua Keladi Karya: Adisman Libra, S.Pd. bila umur kian senja mengapa warna putih di atas kepala orang-orang tak bertanya lagi satu tambah satu adalah dua tetapi lihatlah anak cucu adam seperti sufi menghitung-hitung rekam jejaknya sendiri bila tiba masa tua wajah berkerut sebelum purna tiada guna segulung gelar tanpa budi kasih sayang harimau mati […] - [Seuntai Doa Hari Raya untuk Ayah Bunda - Puisi Ade Surya, S.Pd.Gr., PCDT.](https://ruangbestari.com/seuntai-doa-hari-raya-untuk-ayah-bunda-puisi-ade-surya-s-pd-gr-pcdt/): Seuntai Doa Hari Raya untuk Ayah Bunda Karya: Ade Surya, S.Pd.Gr., PCDT. Malam itu, gema suara takbir berkumandang Bertemankan suara keheningan malam yang sunyi Satu syawal resmi diumumkan Bahkan bulan Ramadhan pun ikut berpamitan Syur…. Suara terngiang seketika masuk di telingaku Memandang langit terang benderang Kicauan burung pun seakan terlupakan Aku bahkan lupa memakai kemeja […] - [Uban Mengeriput - Puisi Abid Alhikam, S.S](https://ruangbestari.com/uban-mengeriput-puisi-abid-alhikam-s-s/): Uban Mengeriput Karya: Abid Alhikam, S.S Tak lagi menguat Hanya menguban Tak lagi kekar Hanya berpijak Usia yang tak lagi muda Tulang yang tak lagi berbinar Ingatan yang tak lagi tajam Ucapan yang tak lagi fasih Apa yang bisa diandalkan setelah tiada? Apa yang yang orang ingat padaku saat telah musnah? Harta, ilmu, pangkat, popularitas? […] - [Mulai Memutih - Puisi Abdul Amin Siregar, S.Pd.I](https://ruangbestari.com/mulai-memutih-puisi-abdul-amin-siregar-s-pd-i/): Mulai Memutih Karya: Abdul Amin Siregar, S.Pd.I. Kulitku kini tak sekencang dahulu Kini mulai kendor Mata yang jernih Kini mulai buram penglihatannya Telinga yang tajam Kini hanya beberapa yang bisa didengar Genggam tangan ini Mulai gemetar bila dikepal Langkah kaki ini Mulai ragu dalam melangkah Badan yang dulu tegap Kini mulai membungkuk Dan hampir menjangkau […] - [Puisi Nasib Buku dan Puisi Buku Gambar - Muh. Husen Arifin](https://ruangbestari.com/puisi-nasib-buku-dan-puisi-buku-gambar-muh-husen-arifin/): Nasib BukuOleh: Muh. Husen Arifin Kau tulis aku Kau arsir dengan pensil baru Kau harap aku baik-baik saja Kau ingin aku adalah lembar putih paling pesona Lalu hujan membawaku Ketika kau tak peduli padaku ‘sudah lusuh, ganti baru’ Begitu ucapmu, maka ayahmu Datang dengan membawa penggantiku Aku menemanimu Kau menggambar gunung, sawah Masjid, ayah, bunda, […] - [ERA GEMPURAN BUKU DIGITAL - Sugiati](https://ruangbestari.com/era-gempuran-buku-digital-sugiati/): ERA GEMPURAN BUKU DIGITAL – GRAMEDS: SARAN BIKIN CAFEOleh: Sugiati Era digital mengalihkan seluruh aktivitas manusia menggunakan teknologi, sebab akan lebih mudah, praktis dan bisa mengakses apapun dalam satu genggaman. Peralihan tersebut tampaknya menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa sektor, salah satu sektor yang terdampak adalah toko buku. Alih-alih dapat mempermudah pekerjaan manusia, digitalisasi justru membuat […] - [Hanya Aku Disini - Puisi Nova Pebriyani](https://ruangbestari.com/hanya-aku-disini-puisi-nova-pebriyani/): Hanya Aku Disini Karya: Nova Pebriyani Hamparan laut berwarna biru jelas terlihat oleh mata, Deburan ombak kuat menghantam karang karang di sana, Suaranya berisik tetapi aku suka, Kicauan burung mampu aku dengar dari atas sana. Langit di atas tak kalah cantik menurutku, Rasanya tenang, beban pikiranpun mulai hilang, Ingin rasanya berlama lama namun aku lupa […] - [Green Accounting Agar Bumi Pertiwi Tetap Lestari - Puisi Jihad Agil Maulana Kusuma](https://ruangbestari.com/green-accounting-agar-bumi-pertiwi-tetap-lestari-puisi-jihad-agil-maulana-kusuma/): Green Accounting agar Bumi Pertiwi Tetap LestariKarya: Jihad Agil Maulana Kusuma Tik…tik…tik…bunyi mesin ketikYakni pakar tangan yang bertugas mengetik laporanDengan meneliti profit turun atau naikNamun kini bukan hanya soal profit yang diharapkan Melainkan krisis lingkungan yang diprioritaskan Apa maknanya profit yang bersifat sementara? Tetapi sering membuat bumi pertiwi terkikiskan Karena krisis lingkungan masih terus berbicara […] - [Membangun Sebuah Komunikasi yang Baik dan Benar dengan Penggunaan Bahasa Indonesia yang Tepat dan Santun di Lingkungan SMK Plus Ashabulyamin Cianjur](https://ruangbestari.com/membangun-sebuah-komunikasi-yang-baik-dan-benar-dengan-penggunaan-bahasa-indonesia-yang-tepat-dan-santun-di-lingkungan-smk-plus-ashabulyamin-cianjur/): Membangun Sebuah Komunikasi yang Baik dan Benar dengan Penggunaan Bahasa Indonesia yang Tepat dan Santun di Lingkungan SMK Plus Ashabulyamin Cianjur Oleh: Sri Eka Ramdhaniyati, S.Pd Bahasa Indonesia adalah satu Bahasa resmi di negara kita yaitu negara Republik Indonesia dan merupakan sebuah alat komunikasi yang sangat penting di dalam kehidupan kita sehari-hari terutama di lingkungan […] - [Solusi Mendasar Penanganan Limbah Plastik - Rindang TQ](https://ruangbestari.com/solusi-mendasar-penanganan-limbah-plastik-rindang-tq/): Solusi Mendasar Penanganan Limbah PlastikOleh: Rindang TQ Penanganan limbah plastik masih menjadi PR besar secara internasional, tak terkecuali Indonesia, sebagai negara penghasil sampah plastik laut kedua terbesar di dunia (Wecare.id). Indonesia menghasilkan 12,87 juta ton sampah plastik pada 2023. Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan […] - [Pemilihan Pelajar Bestari Literasi Indonesia Angkatan ke-2](https://ruangbestari.com/ppbli2/): Bestari Literasi Indonesia (BLI) merupakan suatu komunitas yang diisi oleh oleh para guru (Guru Bestari), mahasiswa (Mahasiswa Bestari), dan pelajar (Pelajar Bestari) yang tersebar di seluruh Indonesia; Komunitas yang bertekad untuk membentuk inti yang dinamis, membawa semangat segar, dan ide-ide inovatif ke dalam dunia literasi dan pendidikan; Komunitas yang tidak hanya melihat perannya sebagai profesi/status, […] - [Lomba Menulis Opini Tingkat Pengajar se-Nusantara](https://ruangbestari.com/lomba-opini/): GRATIS!!!Bestari Literasi Indonesia dengan bangga mempersembahkan Lomba Menulis Opini Tingkat Pengajar se-Nusantara. Acara ini adalah wujud komitmen kami dalam menggali potensi intelektual dan memperkaya wacana kepenulisan di kalangan para pendidik di seluruh Nusantara. Melalui lomba ini, kami mengundang para pengajar untuk berbagi pandangan, gagasan, dan pemikiran kritis mereka tentang berbagai isu penting yang relevan dengan […] - [Menulis Cerpen Bersama “Sebagai Ibu dan Guru”](https://ruangbestari.com/sebagai-ibu-dan-guru/): Selamat datang di petualangan kreatif yang tak terlupakan! Kami dengan bangga mengundang Anda, para wanita luar biasa yang menjalani peran ganda sebagai Ibu dan Guru, untuk bergabung dalam acara Menulis Cerpen Bersama bertema “Sebagai Ibu dan Guru. Ketentuan umum:1. Peserta merupakan seorang pengajar/guru tingkat Paud/SD-SMA/SMK/MA/sederajat seluruh Indonesia yang sudah berumahtangga dan memiliki minimal 1 anak.2. […] - [Perjuangan Hidup Menapaki Lorong-Lorong Masa Depan - Cerpen Karya: Mevira Fairuz Azzahra](https://ruangbestari.com/perjuangan-hidup-menapaki-lorong-lorong-masa-depan-cerpen-karya-mevira-fairuz-azzahra/): Di sebuah sudut kota, bayangan kecemasan terukir dalam kisah seorang perempuan yang tengah menduduki bangku sekolah, dengan mata yang sibuk memandangi papan tulis yang kian lama terisi akan tulisan dari sang pendidik. Dahinya berkerut, entah karena terlalu fokus atau justru kehilangan fokus karena rasa kantuk yang menyerang di sela-sela pembelajaran. Tak terhitung berapa kali mata […] - [Perjuangan Masuk Perguruan Tinggi, Membawa Masa Depan yang Aku Impikan - Cerpen Nadia Nur Fitriyani](https://ruangbestari.com/perjuangan-masuk-perguruan-tinggi-membawa-masa-depan-yang-aku-impikan-cerpen-nadia-nur-fitriyaniperjuangan-masuk-perguruan-tinggi-membawa-masa-depan-yang-aku-impikan-cerpen/): Perjuangan Masuk Perguruan Tinggi, Membawa Masa Depan yang Aku ImpikanKarya:  Nadia Nur Fitriyani Aku Nadia Nur Fitriyani, anak seorang buruh harian lepas dan guru honorer. Seorang Mahasiswa yang dengan kesabaran dan ridho Allah SWT, lolos menjadi salah satu penerima beasiswa KIP Kuliah di program studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Ahmad Dahlan. Kisah perjuanganku […] - [Menatap Kuat 2024 - Puisi Yuda Bekti Utama](https://ruangbestari.com/menatap-kuat-2024-puisi-yuda-bekti-utama-2/): Menatap Kuat 2024Karya: Yuda Bekti UtamaMerangkak tanpa arah. Melangkah tanpa tujuan. Berlali penuh ambisi. Semua sudah ku akhiri. . Selamat dunia berangakan. Kini ku mulai menatap kedepan. Tahun yang baru akan segera datang. Mulai ciptakan gagasan demi gagasan. Gagasan menuju masa yang gemilang. Menyusun puing demi puing. Pecahan demi pecahan. Untuk tekat satu tujuan. 2024 […] - [Sekalipun Kembara Menjangkau Liyan Negeri - Karya Vania Kharizma Satriawan](https://ruangbestari.com/sekalipun-kembara-menjangkau-liyan-negeri-karya-vania-kharizma-satriawan/): Sekalipun Kembara Menjangkau Liyan NegeriKarya: Vania Kharizma Satriawan Berundak cengkerama mencapai biduk ke biduk kayuhkayuh silih bertolak hengkang “biarkan ombak melarungsedang aku bertarung dengan isi kepala biyungberharap sembahyangmengantar gelebah pitawatyang sadrah seusai walimah safar berhelat.” i.Sekalipun bertatih langkahku menatah mimpi menjangkau liyan negerikau tekun menghanyut doa, memelihara pawaka yang menghuni sanubariseumpama ibu yang tak sudi […] - [2023 Menjadi Tahun Tersibuk Selama Menjadi Guru - Cerpen Agung Maulana, S.Pd., M.Pd., Gr](https://ruangbestari.com/2023-menjadi-tahun-tersibuk-selama-menjadi-guru-cerpen-agung-maulana-s-pd-m-pd-gr/): 2023 Menjadi Tahun Tersibuk Selama Menjadi Guru Karya: Agung Maulana, S.Pd., M.Pd., Gr. Sudah 16 tahun lebih Pak Maulana berkarir menjadi seorang guru. Mulai meniti karir menjadi seorang guru tahun 2007 di sebuah SMP swasta di Kota Bandung, kemudian tahun 2019 menjadi seorang guru PNS di salah satu SMK Negeri di Kota Bandung sampai sekarang. […] - [Pasrah - Puisi Ahmad lujaynud Dhani](https://ruangbestari.com/pasrah-puisi-ahmad-lujaynud-dhani/): Pasrah Karya: Ahmad lujaynud Dhani Malam kini menjadi teman paling setia Mendengar segala bentuk keluh dan kesah Waktu yang tepat untuk merebahkan lelah Dari beratnya hari yang menguras habis tenaga Kepala selalunya memikul beban tanya Dengan siapa lagi aku berbagi lara? Rasanya tangan kecil ini terlalu banyak Menggenggam luka Hatiku sesak menampung tuntutan asa Bahu […] - [Seorang Aku Telah Dirayakan - Puisi Nesya Azzahra](https://ruangbestari.com/seorang-aku-telah-dirayakan-puisi-nesya-azzahra/): Seorang Aku Telah Dirayakan Karya: Nesya Azzahra Riak kenangan getir membelai memori Tiap-tiap helaan nafas terasa perih Gemuruh turut menyambut empunya jiwa Rinai hujan membelai pelipis Bahkan langit pun merasa sendu Melihat raga mu berdarah-darah tercambuk harapan Sang pencipta merasa iba melihat mu terjerat oleh sajian-sajian dunia yang megah Namun sajadah adalah tempat untuk kembali […] - [Amunisi Sang Guru Muda - Puisi Ummu Zakkiyah](https://ruangbestari.com/amunisi-sang-guru-muda-puisi-ummu-zakkiyah/): Amunisi Sang Guru Muda Karya: Ummu Zakkiyah Ia membayangkan Sejuta kisah tentang muridnya Kerutan dahinya tak pernah padam Kepalanya yang ramai Dan lidah yang tak henti merajut Sarat pesan-pesan kehidupan Api yang tak pernah redup Meski gontai kadang menyelimuti Namun asa harus tergapai Dengan ukiran gemilang prestasi Yang dipahat tanpa henti Wahai engkau sang guru […] - [Narasi Tanpa Batas dari Sudut Kelas - Cerpen Ummu Zakkiyah](https://ruangbestari.com/narasi-tanpa-batas-dari-sudut-kelas-cerpen-ummu-zakkiyah/): Narasi Tanpa Batas dari Sudut KelasKarya: Ummu Zakkiyah Guru muda itu baru saja menutup laptop hitam kesayangannya setelah bahan ajar untuk mengajar besok telah rampung dikerjakan. Kegiatan hari ini sepertinya cukup melelahkan baginya. Banyaknya jumlah jam mengajar di sekolah membuat energi dan pikirannya bersinergi lebih intens dari biasanya. Dia menyandarkan tubuhnya ke kursi putih, memutar-mutarkan […] - [Lambat Namun Pasti dalam Pencapaian - Puisi Zahra Kamilah](https://ruangbestari.com/lambat-namun-pasti-dalam-pencapaian-puisi-zahra-kamilah-2/): Lambat Namun Pasti dalam Pencapaian Karya: Zahra Kamilah Jalan untuk menuju impian itu memang tidak semudah yang dibayangkan Banyak hambatan dan rintangannya Kadang ia berbentuk diri yang harus berjuang sendiri, tertatih, kebingungan, dan kadang merasa salah jalan. Sesekali langkah kaki terasa lambat.. Dari mereka yang lebih dulu sampai pada tujuannya. Merasa payah… Dari orang-orang yang […] - [Inspiratif Mengubah Hidup menjadi Produktif, Kreatif, dan Inovatif - Cerpen Zahra Kamilah](https://ruangbestari.com/inspiratif-mengubah-hidup-menjadi-produktif-kreatif-dan-inovatif-cerpen-zahra-kamilah/): Inspiratif Mengubah Hidup menjadi Produktif, Kreatif, dan InovatifKarya: Zahra Kamilah Seorang perempuan sedang duduk dan menatap ke arah luar jendela untuk melihat rintik-rintikan air hujan yang berjatuhan membasahi bumi di malam hari. Dia bernama Cut Humairah, seorang mahasiswi semester 1 yang sedang liburan di rumah setelah selesai melaksanakan ujian akhir semester (UAS) di Universitas Gunadarma. […] - [20 - Puisi Dhiya Jauza Hanun](https://ruangbestari.com/20-puisi-dhiya-jauza-hanun-2/): 20Karya: Dhiya Jauza Hanun Nyatanya April 2024 aku akan berkepala duaAkan hilang umur belasku, berganti 20Akan masuk fase baru, dunia yang lebih dari hari kemarin Berkaca aku pada cerminBertanya aku, sudah beri apa untuk ibu?Bertanya aku, sudah beri apa untuk saudaraku?Bertanya aku, sudah beri apa untuk bangsa ini?Bertanya aku, sudah jadi apa hari ini? Beranjak […] - [Setumpuk Surat Cinta di Akhir Cerita - Cerpen Maulida Rohmatul Laili](https://ruangbestari.com/setumpuk-surat-cinta-di-akhir-cerita-cerpen-maulida-rohmatul-laili/): Setumpuk Surat Cinta di Akhir CeritaKarya: Maulida Rohmatul Laili Senin, 13 November 2023 – pertama kali aku melangkah dengan semangat yang membara bertemu anak-anak kelas 3A di SDI Darussalam. Ini adalah hari pertamaku masuk sekolah sebagai guru Al-Qur’an. Kegiatan mengajar ini sekaligus aku niatkan untuk belajar bersama anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Perjalanan ini adalah […] - [Tiara Nestapa - Puisi Muthia Rahmi](https://ruangbestari.com/tiara-nestapa-puisi-muthia-rahmi-2/): Tiara Nestapa Karya: Muthia Rahmi Binar mata itu kian hari makin memudar Netra itu Hampir setiap hari Air mata bergulir dari keempat mata itu Bergulir membasahi pipi Tubuh meringkuk, suara meringkih Dua sejoli tak kuasa menahan takdir Setiap pukul tiga Sajadah itu selalu terbentang Di atas lantai yang dingin Bersujud, menengadah, berbisik lirih ke bumi […] - [Terkubur dalam Jurang Kemunduran - Puisi Maria Febi Vivian Winanda](https://ruangbestari.com/terkubur-dalam-jurang-kemunduran-puisi-maria-febi-vivian-winanda/): Terkubur dalam Jurang Kemunduran Karya: Maria Febi Vivian Winanda Di sudut pinggiran kota yang paling pojok Disinilah diriku melangkahkan kaki terseok-seok Dinding kamar berjamur dan berkerak Tiupan udara terasa pengap dan sesak Hari demi hari berjalan tanpa arti Tak ada pijakan, tak ada tempat untuk berlari Karena hanya aku seorang diri Tak lagi bisa ku […] - [Kisah Keberanian Merajut Cita-Cita Demi Menggapai Asa - Cerpen Maria Febi Vivian Winanda Rambu](https://ruangbestari.com/kisah-keberanian-merajut-cita-cita-demi-menggapai-asa-cerpen-maria-febi-vivian-winanda-rambu/): Kisah Keberanian Merajut Cita-Cita Demi Menggapai AsaKarya: Maria Febi Vivian Winanda Rambu Embusan napas teratur khas orang yang sedang tidur terlelap mewarnai kesunyian di ruangan perpustakaan, di tengah hiruk pikuk kelas yang sedang ramai karena jam kosong namun gadis itu memilih untuk tertidur di antara tumpukan buku serta dinginnya perpustakaan. Alessia Bleshyia, akrab disapa Ale. […] - [Lomba Menulis Hardiknas Pengajar se-Nusantara](https://ruangbestari.com/lomba-hardiknas/): Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025, Bestari Literasi Indonesia dengan bangga menyelenggarakan Lomba Menulis Puisi, Cerpen, dan Opini. Lomba ini terbuka untuk seluruh guru di Indonesia sebagai ruang untuk berbagi ide, inspirasi, dan semangat melalui tulisan. Ketentuan umum: Naskah yang dilombakan harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Naskah tidak mengandung unsur sara, pornografi, dan […] - [DI BALIK TIRAI KELAS Puisi: Kurnia Arum Setiani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/di-balik-tirai-kelas-puisi-kurnia-arum-setiani-s-pd/): DI BALIK TIRAI KELAS Karya: Kurnia Arum Setiani, S.Pd. Antara jeda aksara dan bangku kayu Ku temukan dunia dalam bola mata Ku temui canda tawa dunia kecilku Dengan tinta hitam, hati tak pernah bosan Senyum merekah, hatipun gundah Hingga memamah ilmu terbaru Ini panggilan jiwa dengan visi misi Pada etalase ku taburkan benih ilmu Tak […] - [REFLEKSI GURU DI PENGHUJUNG TAHUN 2024 Puisi: Kumaidatun Nisfiyah, S.Pd., C.PS., C.HTc., C.MH. C.TMM.](https://ruangbestari.com/refleksi-guru-di-penghujung-tahun-2024-puisi-kumaidatun-nisfiyah-s-pd-c-ps-c-htc-c-mh-c-tmm/): REFLEKSI GURU DI PENGHUJUNG TAHUN 2024Karya: Kumaidatun Nisfiyah, S.Pd., C.PS., C.HTc., C.MH. C.TMM. Mentari menyingsingkan harapan di ufuk timurDebu jalanan berdansa di udara dengan akurSebuah buku tua tergenggam erat sebagai saksi bisuDalam ruang kelas yang sunyi pikiran saling beradu Aroma kapur tulis membekas; mengiringi tawa siswaKertas ujian terlipat rapi menyimpan mimpi dan asaSeutas senyum terukir […] - [SUKA DUKA SI PENGAJAR AWAM MENDIDIK SI ISTIMEWA Puisi: Krishna Setiyani](https://ruangbestari.com/suka-duka-si-pengajar-awam-mendidik-si-istimewa-puisi-krishna-setiyani/): SUKA DUKA SI PENGAJAR AWAMMENDIDIK SI ISTIMEWAKarya: Krishna Setiyani Kala takdir yang menyapaTak akan pernah salah jika sudah ketetapan-NyaSeakan-akan magnet Sang Pencipta yang menarik paksaHamba yang masih awam hanya mencoba menjelajahi gerbang yang terbuka Gerbang Istimewa itu tak pernah terduga akan disambanginya secepat iniTugas akhir tak kunjung usai, toga belum kukenakanNamun entah Sang Maha Esa […] - [PESAN SEMESTA Puisi: Khoiril Arif Ya'qob, S.H.](https://ruangbestari.com/pesan-semesta-puisi-khoiril-arif-yaqob-s-h/): PESAN SEMESTAKarya: Khoiril Arif Ya’qob, S.H. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna […] - [DALAM SATU HARI Puisi: Junita Bernatin, S.Hut.](https://ruangbestari.com/dalam-satu-hari-puisi-junita-bernatin-s-hut/): DALAM SATU HARIKarya: Junita Bernatin, S.Hut. Pagi ceria matahari bersinar berseriBurung bersiul bersahutan menyambut mentariKulangkahkan kaki menyusuri jalan mendakiMenyiapkan diri tuk berekspresi penuh energi Kabut tipis iringi hari menjadi kawan sejatiMengiringi niat hati menyambut para generasi penerus negeriPenampilan kusiapkan semenawan mungkinDemi dikau para peri pujaan hati Celoteh ringan itu mulai terdengarLangkah-langkah kecil itu mulai datang […] - [UJUNG LIDAH LEBIH PEDIH DARI SERIBU ROTAN Puisi: Joko Purnomo Adi Assari](https://ruangbestari.com/ujung-lidah-lebih-pedih-dari-seribu-rotan-puisi-joko-purnomo-adi-assari/): UJUNG LIDAH LEBIH PEDIH DARI SERIBU ROTANKarya: Joko Purnomo Adi Assari Terlambat dan melanggar sering ku temui sehari- hariWalupun rotan dan kemonceng tak henti ku tahan ingin ku kibaskanBukan zamannya rotan dan penghapus yang bicaraNamun undang-undang telah mengatur semuanya Tolonggg…….Jika boleh ku putar waktu ke zaman ku duluDi mana rotan masih berlaku , akan ku […] - [TIGA RATUS ENAM PULUH LIMA HARI Puisi: Irsyad Alma’arif, S.Pd.](https://ruangbestari.com/tiga-ratus-enam-puluh-lima-hari-puisi-irsyad-almaarif-s-pd/): TIGA RATUS ENAM PULUH LIMA HARIKarya: Irsyad Alma’arif, S.Pd. Tiga ratus enam puluh lima hariSimbol-simbol itu silih bergantiPenari udara asik bersenandungBagai ribuan petir saling menyandung Tapak kakinya jadi saksi biksuDi setiap langkah sang arsitek ilmuMenuju taman ilmu yang tak layuUntuk membangun peradaban maju Selamat pagi Pak irsyad!Sapaan semangat dan penuh tekadRentetan suara megah yang melekatMenghubungkan […] - [DUA JIWA Puisi: Irfan, S.Pt., M.Pd.](https://ruangbestari.com/dua-jiwa-puisi-irfan-s-pt-m-pd/): DUA JIWAKarya: Irfan, S.Pt., M.Pd. Katamu… ruang kecil penuh harapan,Ada dua jiwa yang harus kurekatkan perlahan.Katamu… Satu polos, berlari tanpa tahu arah,Satu lagi… bijak, kadang ragu di bawah resah. Kau bilang… Si kecil dengan tawa dan tangis yang jernih,Belajar dunia, meski sering letih.Kau bilang… ada satu lagi di balik bayangnya,Seorang dewasa yang harus kupahami maknanya. […] - [JEJAK DI KAKI PAPAN TULIS Puisi: Indri Kartika Putri, S.Kep.](https://ruangbestari.com/jejak-di-kaki-papan-tulis-puisi-indri-kartika-putri-s-kep/): JEJAK DI KAKI PAPAN TULISKarya: Indri Kartika Putri, S.Kep. Di ujung lorong berdebu ini, langkahku menggemaMenata mimpi-mimpi pagi di jalan berbatu, dengan tinta pena yang hampir pudarKu coba melukis harapan di hati mereka Anak-anak duduk tapi melayang, menggenggam layar lebih erat daripada bukuKata-kata tak lagi berbisik lembut, hilang ditelan deru ketidakpastian Kelas menjadi panggung drama, […] - [BERHENTI ATAU TERUS Puisi: Ina Nur Roihah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/berhenti-atau-terus-puisi-ina-nur-roihah-s-pd/): BERHENTI ATAU TERUSKarya: Ina Nur Roihah, S.Pd. Jalanku tak setegap duluPundakku bak ranting kayu keroposTersenyum pun berat dirasaPikiran bergemuruh, hati menenangkan jiwa yang riuh Tarikan nafas panjang mengiringi setiap langkahMengukuhkan niat untuk bekal akhiratMengoyak rasa malas pada diriDengan seribu tujuan mencari Ridho-Nya Detik ini, transformasi beralih drastisKudet menjadi lebih updatePerlahan ta’dhim itu memudarTergerus zaman yang […] - [SANG PENERANG Puisi: Hermalika, S.Pd., M.Pd.](https://ruangbestari.com/sang-penerang-puisi-hermalika-s-pd-m-pd/): SANG PENERANGKarya: Hermalika, S.Pd., M.Pd. Kala fajar tiba, gerbang harapan kembali terungkapRiuh, tawa dan tangis anak-anak saling menyambutMelahirkan simfoni yang mengikatMenanamkan optimis menuju masa depan.Papan tulis usang, penuh coretanJejak sang guru mengukir sejarahSuka duka melebur dalam satu nafasMenuju puncak generasi muda Menghadapi tantangan baru di era digitalSejuta pertanyaan yang takkan berujungDi tengah layar terbentangNamun semangat […] - [SUKA DUKA GURU DI PULAU MASALEMBU Puisi: Herliyanto, S.Pd.I.](https://ruangbestari.com/suka-duka-guru-di-pulau-masalembu-puisi-herliyanto-s-pd-i/): SUKA DUKA GURU DI PULAU MASALEMBUKarya: Herliyanto, S.Pd.I. Di Pulau Masalembu yang jauh terpencilLangit biru membentang, ombak berbisik lembutAku berdiri sebagai guru penuh tekadMengajarkan iman di hati yang hangat Anak-anak kecil dengan mata berbinarMenyambut pagi penuh semangat belajarNamun jalan berbatu, kapal tertundaKadang memaksa sabar menjadi lebih besar Suka terasa saat senyum mereka merekahSaat ayat-ayat suci […] - [MANUSIA PERADABAN Puisi: Herdiansah, S.Pd., Gr](https://ruangbestari.com/manusia-peradaban-puisi-herdiansah-s-pd-gr/): MANUSIA PERADABANKarya: Herdiansah, S.Pd., Gr. Tertulislah kisah seorang manusia mengukir dalam sunyiPada ruang-ruang hampa suara; tanpa sorak sorai pujian Ia, manusia peradabanTeguh kokoh berdiri menyulut cahaya di jiwa-jiwa yang sepiTangannya yang mungil nan lembut tak gentar mengukir mimpiMenjadikan abu-abu dunia menjadi lantunan harmoniTiap huruf dan angka yang ia rangkai menjelma bait-bait masa depan Ia, manusia […] - [TANTANGAN DAN HARAPAN DI LEMBARAN BARU Puisi: Herawati, S.Pd.I.](https://ruangbestari.com/tantangan-dan-harapan-di-lembaran-baru-puisi-herawati-s-pd-i/): TANTANGAN DANHARAPAN DI LEMBARAN BARUKarya: Herawati, S.Pd.I. Layar menyala, dunia terbentangMenghubungkan ruang dan asaSuka duka dijalani demi mencerdaskan anak bangsaMenjadi pelita di era digital yang penuh arti Tahun berganti waktu terus berjalanMenapaki langkah di ruang kelas yang ramaiDi sana suka duka mengajar menyatuMenjadi kisah yang tak pernah usai Di ruang kelas ada lebih dari sekedar […] - [SUKA DUKA MENGAJAR 2024 Puisi: Hayatul Wardani, S.Pd.](https://ruangbestari.com/suka-duka-mengajar-2024-puisi-hayatul-wardani-s-pd/): SUKA DUKA MENGAJAR 2024Karya: Hayatul Wardani, S.Pd. Ketika Mentari mulai berseriKu langkahkan kaki ke tempat baktikuDemi mendidik anak negriWalaupun debu jalanan menyimuti sepatuku Menjadi guru adalah impiankuYang senantiasa memberi cahayaDemi melahirkan muara-muara kebaikanUntuk pelukis masa depan Ketulusan dalam menghadapi tantanganMenjadi obat untuk menjaga semangat mengajar Walaupun setiap hari kuhadapi dengan kenakalanAku tetap semangat menyambut dengan […] - [PANGGILAN JIWA, TAK BISA ABAI Puisi: Harni Sulastri, S.Pd., M.M.](https://ruangbestari.com/panggilan-jiwa-tak-bisa-abai-puisi-harni-sulastri-s-pd-m-m/): PANGGILAN JIWA, TAK BISA ABAIKarya: Harni Sulastri, S.Pd., M.M. Pesawat kertas nyaris mendarat di hidungku yang tak mancungSigap kutangkap dengan mata membulatSeorang anak perempuan berseragam putih biru ituTergugu di atas kursi yang dia naiki, perlahan turun sambil tertunduk Perlahan dia menatapku, ada yang mengembun di sanaNamun senyumku yang menggoda, berhasil membuatnya tersipuKu awali hariku dengan […] - [EMBUN PAGI DI HUTAN ILMU Puisi: H. Ahmad Turmuzi, S.Pd.](https://ruangbestari.com/embun-pagi-di-hutan-ilmu-puisi-h-ahmad-turmuzi-s-pd/): EMBUN PAGI DI HUTAN ILMUKarya: H. Ahmad Turmuzi, S.Pd. Embun pagi menetes lembut di dahan ilmu,Menyapu tidur malam dengan sinar jingga,Di bawah langit biru, kurikulum merdeka mengadu,Menerangi jalan guru dalam tarian cahaya. Di antara rimbun dedaunan, semilir angin berbisik,Membawa kabar dari program guru penggerak,Guru-guru menjadi pelita, menuntun langkah pasti,Menyulam pengetahuan dengan benang emas yang memikat. […] - [GURUKU Puisi: Gusti Ayu Nyoman Dyah Ratnasari, S.Pd., M.Pd.](https://ruangbestari.com/guruku-puisi-gusti-ayu-nyoman-dyah-ratnasari-s-pd-m-pd/): GURUKU Karya: Gusti Ayu Nyoman Dyah Ratnasari, S.Pd., M.Pd. Saya bukanlah guru yang cerdas Tetapi guru yang siap terus belajar Saya bukanlah guru yang hebat Tetapi guru yang berusaha memberikan manfaat kepada anak didik saya Saya bukanlah guru yang haus akan puja dan puji Melainkan guru yang ingin mewujudkan mimpi anak didik saya Saya bukanlah […] - [17 TAHUN MENGABDI Puisi: Fita Hadi Iswarti, S.Pd.](https://ruangbestari.com/17-tahun-mengabdi-puisi-fita-hadi-iswarti-s-pd/): 17 TAHUN MENGABDIKarya: Fita Hadi Iswarti, S.Pd. Terlintas dalam benak ketika terdengar di telinga angka 17 tahun masaSebuah angka kematangan saat titik waktu di gerbang kedewasaanWalau dulu hanya ditandai dengan satu kartu kependudukanTapi secara makna perjalanan hanya kita yang rasa Tidaklah sama titik 17 tahun angka usia dengan 17 tahun pengabdianPenuh dengan romantika dan balada […] - [TUKANG PAKET Puisi: Firda Ovita Sanjaya, S.Pd.](https://ruangbestari.com/tukang-paket-puisi-firda-ovita-sanjaya-s-pd/): TUKANG PAKETKarya: Firda Ovita Sanjaya, S.Pd. Dua ribu dua puluh empat laluPuluhan ribu jejak kaki menjadi saksi transaksi paket berisi ilmuBerulang mondar-mandir, berjalan, berlari setiap hariKuseret dua kaki menuju tempat yang kunamai fasilitas akademi Pagi sunyi adalah waktu yang pas untuk mulai berjalanLangkahku berat sebab yang kubawa adalah seobrok harapanBerisi jutaan pesan pesanUntuk orang-orang yang […] - [CAHAYA DI UJUNG SENJA Puisi: Febryan Andinata, S.Si., M.Pd.](https://ruangbestari.com/cahaya-di-ujung-senja-puisi-febryan-andinata-s-si-m-pd/): CAHAYA DI UJUNG SENJAKarya: Febryan Andinata, S.Si., M.Pd. Di ruang sempit yang sering dilupakan,Kau berdiri, tak gentar oleh keheningan.Meja kayu usang, papan tulis kusam,Namun bagimu, itu adalah medan perjuangan. Gaji kecil yang kadang menyesakkan dada,Tak pernah mampu memadamkan bara.Setiap langkah kaki yang kau bimbing,Adalah janji pada diri, bukan sekadar tugas yang terpatri. Anak-anak datang dengan […] - [ODE UNTUK PARA GURU Puisi: Fathurrozi Nuril Furqon](https://ruangbestari.com/ode-untuk-para-guru-puisi-fathurrozi-nuril-furqon/): ODE UNTUK PARA GURUKarya: Fathurrozi Nuril Furqon Melewati perdu dan cadas berbatuMenyusuri lengan sungai yang rajinSusupkan napas ajalKe sekolah apa yang kau cari? Senyum para pemuda bagai meriah manik fajarKala tangan-tangan malam hengkangi petak desaMerupakan hangat merayap dari bilik-bilik awanRambati dua lengan pengharapan; doa tak henti dipanjatkan Dan barangkali mimpi yang selalu kau nyalakanUntuk tumbuhkan […] - [CATATAN PENDIDIK MEMBAWA ARTI Puisi: Fakhrul Kurniawan, S.Pd.](https://ruangbestari.com/catatan-pendidik-membawa-arti-puisi-fakhrul-kurniawan-s-pd/): CATATAN PENDIDIK MEMBAWA ARTIKarya: Fakhrul Kurniawan, S.Pd. Di tahun penuh tantangan dan harapan,Guru melangkah di era transformasi zaman,Teknologi dan layar jadi teman,Namun hati tetap berpijak pada kemanusiaan. Bukan lagi kapur yang meninggalkan jejak,Tapi jari-jari di atas papan elektronik bergerak,Mengajar tak hanya dengan ilmu yang tegak,Namun juga cinta di ruang yang kadang retak. Ada duka saat […] - [BELUM KUHAFAL PELAJARAN LUKA Puisi: Faidi Rizal Alief](https://ruangbestari.com/belum-kuhafal-pelajaran-luka-puisi-faidi-rizal-alief/): BELUM KUHAFAL PELAJARAN LUKAKarya: Faidi Rizal Alief Sebelum kututup dan kuakhiri pertemuan ini, hujanLebih dulu mendesak pintu, memaksakan masuk bagian-bagianPaling kubenci: pertengkaran tadi pagi,Uang saku anak-anak, dan belanja dapur esok pagiPersis ke balik tulang dadaku yang ngilu oleh kebimbangan Halaman menjelma danau keruh yang meluap ketika kututupPintu dan anak-anak berhambur di luar sebagai anak hujanSebagian […] - [ASAM GARAM MENGAJAR DI TAHUN 2024 Puisi: Erwina Hasibuan, S.Pd.](https://ruangbestari.com/asam-garam-mengajar-di-tahun-2024-puisi-erwina-hasibuan-s-pd/): ASAM GARAM MENGAJAR DI TAHUN 2024Karya: Erwina Hasibuan, S.Pd. Redup, menyinari. dihajar, mengajar. terlepas, menemukan2024 terlampau habis masanya, yang tertinggal hanya serpih-serpih yang disusun rapi meski terkadang pecah berantakanSegalanya terasa melelahkan sebab harus tunduk pada keadaan dan pendewasaan Untuk suka, berambisi adalah kebutuhan dan tentunya pencapaian adalah emasHidup dalam lingkaran bola-bola mata polos nan suci […] - [EPUCUK SURAT Puisi: Ermilla Rahman, S.Pd.](https://ruangbestari.com/epucuk-surat-puisi-ermilla-rahman-s-pd/): SEPUCUK SURATKarya: Ermilla Rahman, S.Pd. Matahari mulai menamppakkan wajahnyaPanggilan Ilahi menggetarkan hatiMembangunkan jiwa yang kian terlelap dalam sepinya malamKu titipkan do’a lewat sajadah panjangku Ya Allah, tugasku kian beratBebanku kian menggunung setinggi bukitLewat tangan yang penuh dosa, ku menadahkan tangan iniBiarkan aku sekuat baja, setabah jalan yang tak pernah putus,Seikhlas bunda memberikan cintanya yang begitu […] - [EMPU Puisi: Eni Suswati, S.Pd.](https://ruangbestari.com/empu-puisi-eni-suswati-s-pd/): EMPUKarya: Eni Suswati, S.Pd. Keberadaanmu nyaris digantikanMereka merasa t’lah menggenggam duniaTanpa disadari yang didapatkan hanya dunia mayaSemu belaka… Menyajikan hal yang bikin haus rasa ingin tahuKetika….Menjelang tidur dan bangun tidurBerjuta ilmu bisa didapatkanTanpa ada yang mampu membendungAtau bisa menyaringIlmu agama hanya sekedar pemanis bibir belakaRasa ingin tahu mu menggerus semua Ingat..ada yang terlupakanAda sosok butuh […] - [JERUJI BESI DAN ROMANSA YANG MEMBERSAMAI Puisi: Elyanoor Oktaviana, M.Pd.](https://ruangbestari.com/jeruji-besi-dan-romansa-yang-membersamai-puisi-elyanoor-oktaviana-m-pd/): JERUJI BESI DAN ROMANSA YANG MEMBERSAMAI Karya: Elyanoor Oktaviana, M.Pd. Aku seorang pendidik, Pena di tangan menorehkan takdir yang pelik, Namun hati menanti dalam harap yang acapkali membuat bergidik, Di mana cinta dan ancaman saling memantik. Aku dikenal sebagai lentera kehidupan, Namun jeruji gelap tetap setia mengintai di ujung harapan. Saat ku peluk jiwa yang […] - [JEJAK PERJUANGAN DI UJUNG DESA Puisi: Eka Chandra Oktaviani, S.Kom.I.](https://ruangbestari.com/jejak-perjuangan-di-ujung-desa-puisi-eka-chandra-oktaviani-s-kom-i/): JEJAK PERJUANGAN DI UJUNG DESAKarya: Eka Chandra Oktaviani, S.Kom.I. Angin pagi menyapa perlahan,Di bus tua yang melaju pelan.Kota ditinggal, desa dijelang,Hati bertanya, benarkah langkah dibilang? Gedung reyot, ruang kecil tak megah,Di sinilah tugas baru menggugah.Senyum siswa penuh curiga,Guru BK dianggap polisi saja. Langkah perlahan, mencoba mendekat,Bukan memaksa, hanya ingin bersahabat.Dinding budaya membentang tinggi,Namun hati tak […] - [PESONA PELITA SEMESTA Puisi: Efa Latifah, M.Pd.](https://ruangbestari.com/pesona-pelita-semesta-puisi-efa-latifah-m-pd/): PESONA PELITA SEMESTAKarya: Efa Latifah, M.Pd. Bukan kebetulan kita dipertemukanBertahun tahun dalam satu ruanganAdalah ini sebuah kepercayaanDari Sang Penguasa alam Seperti piano yang pasrah ditekan untuk bersuaraDentingnya kadang indah mendayu-dayu memanjakan kalbuTetapi terkadang bising memekakkan telingaTergantung siapa yang memainkannya Professional dan berpengalaman itulah yang dimintaAgar harmoni nada dan iramaTak sembarang orang bisa menyandang gelarPahlawan tanpa […] - [MENGGALI ASA DAN NESTAPA DALAM MENABUR ILMU Puisi: Dwi Juliana, S.Pd.](https://ruangbestari.com/menggali-asa-dan-nestapa-dalam-menabur-ilmu-puisi-dwi-juliana-s-pd/): MENGGALI ASA DAN NESTAPADALAM MENABUR ILMUKarya: Dwi Juliana, S.Pd. Hiasi cakrawala pagi dengan AsaTaburkan ilmu bagi generasi AlphaKasih Guru tak tebang pilihHanya Demi kemajuan anak negeri Namun di tengah perjalanan membersamaiLetih menghinggapi sanubari dalam terpaan ujianAnak didik yang tak dengarkan petuah dan nasehat sang guruBersikukuh dalam sebuah keegoisan masa remaja Ketulusan sedang dipertanyakan bagi pendidikKami […] - [MANGAJAR ADALAH PANGGILAN HATI, PESAN DARI BUNGA TERATAI Puisi: Dwi Erni Triyanti, S.Pd.](https://ruangbestari.com/mangajar-adalah-panggilan-hati-pesan-dari-bunga-teratai-puisi-dwi-erni-triyanti-s-pd/): MANGAJAR ADALAH PANGGILAN HATI,PESAN DARI BUNGA TERATAIKarya: Dwi Erni Triyanti, S.Pd. Penuh sudah peluh ini membasahi diriMenghadapi lumpur kehidupan, meniti asa pantang menyerah mencerdaskanMenguatkan akar sebagai pondasi, seperti teratai tetap tenang di atas air mekar dengan damaiDedikasi pergi sekolah pukul enam pagi, menyambut senyum harapan bangsa ini Ini tentang kesungguhan yang tulusnya terus diujiMenjadi Lotus […] - [ANAKKU… TUMBUH DAN BERKEMBANGLAH SESUAI ZAMANMU Puisi: Dwi Ahmalia Rohmayani, S.Si.](https://ruangbestari.com/anakku-tumbuh-dan-berkembanglah-sesuai-zamanmu-puisi-dwi-ahmalia-rohmayani-s-si/): ANAKKU… TUMBUH DAN BERKEMBANGLAH SESUAI ZAMANMUKarya: Dwi Ahmalia Rohmayani, S.Si. Anak-anakku …Kami tahu, kalian bukanlah kami yang duluYang menganggap guru adalah segalanyaKami hanya menerima tanpa banyak berdiskusi dan bertanya Anak-anakku …Kami tahu, kalian bukanlah kami yang duluKami bukan sumber warta pusatAda dunia maya seluas jagat sebagai sumber data yang bisa didapat Kalian tumbuh dalam transformasi […] - [TWILIGHT Puisi: Dra. Siti Sri Jayati, M.Pd.](https://ruangbestari.com/twilight-puisi-dra-siti-sri-jayati-m-pd/): TWILIGHTKarya: Dra. Siti Sri Jayati, M.Pd. Sewarsa ku telah mencoba‘Tuk tergerak, bergerak, dan menggerakkanmu dengan diferensiasi proses, konten, maupun produkLima puluh lebih topik telah kudengar, kueja, dan kulatih ibarat beban mata, telinga, kepala, punggung, dan kaki, berpuluh-puluh video bak menyita waktuDan berbagai kepentingan, namun semua kulalui dengan ala biasaYang ternyata, … di sela-selanya ada selaksa […] - [PAPAN TULIS DIGITAL, HATI TETAP MANUAL Puisi: Diana Erma, S.Pd.](https://ruangbestari.com/papan-tulis-digital-hati-tetap-manual-puisi-diana-erma-s-pd/): PAPAN TULIS DIGITAL, HATI TETAP MANUALKarya: Diana Erma, S.Pd. Di depan layar, kurancang mimpi,Papan tulis digital memancarkan visi.Kata demi kata kuurai dengan hati,Namun tetap kurindukan suara kapur berbisik sunyi. Anak-anak hadir dengan beragam cerita,Membawa dunia dalam genggaman maya.Aku di sini, meniti garis antara realita,Menyulam kasih dalam bahasa yang sederhana. Bukan lagi hanya buku di tangan,Tapi […] - [DI BALIK PELUH DAN HARAPAN Puisi: Dian Rahma Putri](https://ruangbestari.com/di-balik-peluh-dan-harapan-puisi-dian-rahma-putri/): DI BALIK PELUH DAN HARAPANKarya: Dian Rahma Putri Di bawah langit pagi yang terus berubah,Guru berdiri, teguh meski dunia lelah.Teknologi melesat, harapan melambung tinggi,Namun hati tetap setia, memupuk mimpi. Di depan layar, wajah-wajah mungil bersinar,Tatap penuh tanya, menggugah sabar.“Bu, apa arti dunia ini?” mereka bertanya,Dan guru menjadi jembatan menuju cahaya. Namun tak jarang ada duka […] - [MERDEKA ATAU MATI Puisi: Dian Pratama, S.A.](https://ruangbestari.com/merdeka-atau-mati-puisi-dian-pratama-s-a-2/): MERDEKA ATAU MATIKarya: Dian Pratama, S.A. Merdeka atau mati!!Bukan, itu bukan pekikan untuk perjuangan mengusir penjajahanMerdeka atau mati!!Itu adalah sebuah Pilihan Jajaran bangku disekolah, disitulah harapan dinyatakanDi antara dinding kelas, turut kokoh kemauan yang kerasPendidikan sejati, bukan hanya lulus tanpa terkecualiIlmu pengetahuan, bukan hanya sekedar untaian kataKemerdekaan dalam belajar, bukan hanya slogan belaka Merdeka !! […] - [BUNGA HARAPAN Puisi: Dewi Yunita Sari, S.Pd.I.](https://ruangbestari.com/bunga-harapan-puisi-dewi-yunita-sari-s-pd-i-2/): BUNGA HARAPANKarya: Dewi Yunita Sari, S.Pd.I. Dinding kelas, saksi bisu,Mengajar, membentuk masa depan.Anak-anak, bunga-bunga harapan,Membangkitkan semangat juang. Derap kaki yang lelah,Klang tapak yang sunyi.Kesulitan menghadapi,Kegagalan yang menyakitkan. Tapi senyum anak didik,Membangkitkan semangat kembali.Mengajar, membentuk jiwa,Membakar cinta tak terhingga. Menjadi guru yang optimis,Membimbing langkah-langkah kecil.Berbagi ilmu, berbagi cinta,Membangun generasi yang cerdas. Mengajar, perjalanan panjang,Duka dan suka, […] - [PERJUANGAN PENGABDI DAN PENERUS BANGSA Puisi: Devi Arveni, S.Pd., Gr.](https://ruangbestari.com/perjuangan-pengabdi-dan-penerus-bangsa-puisi-devi-arveni-s-pd-gr-2/): PERJUANGAN PENGABDIDAN PENERUS BANGSAKarya: Devi Arveni, S.Pd., Gr. Hari demi hari, tahun demi tahun setiap paginya,Gairah membara, melangkah cepat,Di ruang kelas, jiwa-jiwa muda menanti,Cerita suka duka, mengajar tak pernah henti.Ada ilmu yang ingin disebar, mimpi yang harus dikejar. Pagi datang dengan harapan cerah,Buku dan alat tulis siap menemani,Anak-anak bersorak, tawa di udara, tak jarang ada […] - [JEJAK LANTANG DI PANGGUNG DIDIK Puisi: Dahlia Saidi Jaya, S.Ag.](https://ruangbestari.com/jejak-lantang-di-panggung-didik-puisi-dahlia-saidi-jaya-s-ag-2/): JEJAK LANTANG DI PANGGUNG DIDIKKarya: Dahlia Saidi Jaya, S.Ag. Di pagi Urung yang penuh harapan,Kuseret langkah di bawah langit kemilauan.Di balik seragam dan papan tulis sederhana,Tertoreh mimpi-mimpi besar untuk anak bangsa. Kelas riuh dengan tawa dan bisik,Namun tanggung jawab memanggilku berbisik.“Ananda, disiplinlah, jangan lupakan cita,Di setiap usaha ada harapan yang nyata.” Sebagai pembina di panggung […] - [MELUKIS HATI PARA PEWARIS NEGERI Puisi: Chadziqoh, M.Pd.](https://ruangbestari.com/melukis-hati-para-pewaris-negeri-puisi-chadziqoh-m-pd-2/): MELUKIS HATI PARA PEWARIS NEGERIKarya: Chadziqoh, M.Pd. Berawal dari gelisahKuputuskan untuk berkiprahMendidik moral sejak diniBerharap kearifan para pewaris negeri Perjalanan tak sesederhana anganBanyak jalan terjal menghiasi perjuanganSetiap kisah mengajarkan arti syukur dan sabarMenghadapi realita masyarakat kecil dan besar Menjadi guru berarti siap belajarMengikuti irama perkembangan zamanMengawal kemurnian jati diri bangsaMelangkah maju mewarnai peradaban semesta Sejuta […] - [MENGAJAR DENGAN HATI Puisi: Catur Hariyanti, S.Pd.](https://ruangbestari.com/mengajar-dengan-hati-puisi-catur-hariyanti-s-pd-2/): MENGAJAR DENGAN HATIKarya: Catur Hariyanti, S.Pd. Kala mentari menyambut pagiMengiringi langkah bakti untuk negeriMenuju ruang penuh harapan aku berdiriMembagikan ilmu membentuk prestasi Meski suka duka kian berdampinganMenghadapi anak didik maupun kebijakan yang silih bergantiNamun kami tak pernah mengeluh menghadapi dengan kesabaranMendidik dengan semangat dan penuh kasih Kesabaran diuji kala anak didik belum memahami materiKebahagiaan menghampiri […] - [LEMBARAN HATI UNTUK SEBUAH ILMU Puisi: Baiq Lisdiana,S.Pd.](https://ruangbestari.com/lembaran-hati-untuk-sebuah-ilmu-puisi-baiq-lisdianas-pd-2/): LEMBARAN HATI UNTUK SEBUAH ILMUKarya: Baiq Lisdiana,S.Pd. Di tahun ini aku melangkahDengan semangat digenggam tangan lelahMengajar tak sekedar menanam ilmuNamun ada sebuah harapan di hati yang telah rapuh Ada banyak mata yang selalu menatapku penuh tanyaAda banyak mata yang selalu menatapku penuh binarAda banyak mata yang menatapku dengan penuh ceriaMereka adalah pelita kecilku di ruang […] - [HARAP YANG SAMA DAN AKHIR YANG BAIK Puisi: Ayu Bakta, S.Pd.](https://ruangbestari.com/harap-yang-sama-dan-akhir-yang-baik-puisi-ayu-bakta-s-pd-2/): HARAP YANG SAMA DAN AKHIR YANG BAIKKarya: Ayu Bakta, S.Pd. Derap Langkah selalu mengiringi sepatu hitam ituMemanaskan tujuan diantara detik waktuMenopang kehangatan ufuk yang disapa serayuMeskipun, terkadang langitnya merayu biru atau merajuk kelabu Hentakan papan tulis sebagai alarm penyemangat juga sebagai saksiPernah ada sapaan ceria dan penuh tawaKita bercerita, kiranya siapa yang akan lebih dahulu […] - [MERDEKA ATAU MATI Puisi: Dian Pratama, S.A.](https://ruangbestari.com/merdeka-atau-mati-puisi-dian-pratama-s-a/): MERDEKA ATAU MATIKarya: Dian Pratama, S.A. Merdeka atau mati!!Bukan, itu bukan pekikan untuk perjuangan mengusir penjajahanMerdeka atau mati!!Itu adalah sebuah Pilihan Jajaran bangku disekolah, disitulah harapan dinyatakanDi antara dinding kelas, turut kokoh kemauan yang kerasPendidikan sejati, bukan hanya lulus tanpa terkecualiIlmu pengetahuan, bukan hanya sekedar untaian kataKemerdekaan dalam belajar, bukan hanya slogan belaka Merdeka !! […] - [BUNGA HARAPAN Puisi: Dewi Yunita Sari, S.Pd.I.](https://ruangbestari.com/bunga-harapan-puisi-dewi-yunita-sari-s-pd-i/): BUNGA HARAPANKarya: Dewi Yunita Sari, S.Pd.I. Dinding kelas, saksi bisu,Mengajar, membentuk masa depan.Anak-anak, bunga-bunga harapan,Membangkitkan semangat juang. Derap kaki yang lelah,Klang tapak yang sunyi.Kesulitan menghadapi,Kegagalan yang menyakitkan. Tapi senyum anak didik,Membangkitkan semangat kembali.Mengajar, membentuk jiwa,Membakar cinta tak terhingga. Menjadi guru yang optimis,Membimbing langkah-langkah kecil.Berbagi ilmu, berbagi cinta,Membangun generasi yang cerdas. Mengajar, perjalanan panjang,Duka dan suka, […] - [PERJUANGAN PENGABDI DAN PENERUS BANGSA Puisi: Devi Arveni, S.Pd., Gr.](https://ruangbestari.com/perjuangan-pengabdi-dan-penerus-bangsa-puisi-devi-arveni-s-pd-gr/): PERJUANGAN PENGABDIDAN PENERUS BANGSAKarya: Devi Arveni, S.Pd., Gr. Hari demi hari, tahun demi tahun setiap paginya,Gairah membara, melangkah cepat,Di ruang kelas, jiwa-jiwa muda menanti,Cerita suka duka, mengajar tak pernah henti.Ada ilmu yang ingin disebar, mimpi yang harus dikejar. Pagi datang dengan harapan cerah,Buku dan alat tulis siap menemani,Anak-anak bersorak, tawa di udara, tak jarang ada […] - [JEJAK LANTANG DI PANGGUNG DIDIK Puisi: Dahlia Saidi Jaya, S.Ag.](https://ruangbestari.com/jejak-lantang-di-panggung-didik-puisi-dahlia-saidi-jaya-s-ag/): JEJAK LANTANG DI PANGGUNG DIDIKKarya: Dahlia Saidi Jaya, S.Ag. Di pagi Urung yang penuh harapan,Kuseret langkah di bawah langit kemilauan.Di balik seragam dan papan tulis sederhana,Tertoreh mimpi-mimpi besar untuk anak bangsa. Kelas riuh dengan tawa dan bisik,Namun tanggung jawab memanggilku berbisik.“Ananda, disiplinlah, jangan lupakan cita,Di setiap usaha ada harapan yang nyata.” Sebagai pembina di panggung […] - [MELUKIS HATI PARA PEWARIS NEGERI Puisi: Chadziqoh, M.Pd.](https://ruangbestari.com/melukis-hati-para-pewaris-negeri-puisi-chadziqoh-m-pd/): MELUKIS HATI PARA PEWARIS NEGERIKarya: Chadziqoh, M.Pd. Berawal dari gelisahKuputuskan untuk berkiprahMendidik moral sejak diniBerharap kearifan para pewaris negeri Perjalanan tak sesederhana anganBanyak jalan terjal menghiasi perjuanganSetiap kisah mengajarkan arti syukur dan sabarMenghadapi realita masyarakat kecil dan besar Menjadi guru berarti siap belajarMengikuti irama perkembangan zamanMengawal kemurnian jati diri bangsaMelangkah maju mewarnai peradaban semesta Sejuta […] - [MENGAJAR DENGAN HATI Puisi: Catur Hariyanti, S.Pd.](https://ruangbestari.com/mengajar-dengan-hati-puisi-catur-hariyanti-s-pd/): MENGAJAR DENGAN HATIKarya: Catur Hariyanti, S.Pd. Kala mentari menyambut pagiMengiringi langkah bakti untuk negeriMenuju ruang penuh harapan aku berdiriMembagikan ilmu membentuk prestasi Meski suka duka kian berdampinganMenghadapi anak didik maupun kebijakan yang silih bergantiNamun kami tak pernah mengeluh menghadapi dengan kesabaranMendidik dengan semangat dan penuh kasih Kesabaran diuji kala anak didik belum memahami materiKebahagiaan menghampiri […] - [LEMBARAN HATI UNTUK SEBUAH ILMU Puisi: Baiq Lisdiana,S.Pd.](https://ruangbestari.com/lembaran-hati-untuk-sebuah-ilmu-puisi-baiq-lisdianas-pd/): LEMBARAN HATI UNTUK SEBUAH ILMUKarya: Baiq Lisdiana,S.Pd. Di tahun ini aku melangkahDengan semangat digenggam tangan lelahMengajar tak sekedar menanam ilmuNamun ada sebuah harapan di hati yang telah rapuh Ada banyak mata yang selalu menatapku penuh tanyaAda banyak mata yang selalu menatapku penuh binarAda banyak mata yang menatapku dengan penuh ceriaMereka adalah pelita kecilku di ruang […] - [HARAP YANG SAMA DAN AKHIR YANG BAIK Puisi: Ayu Bakta, S.Pd.](https://ruangbestari.com/harap-yang-sama-dan-akhir-yang-baik-puisi-ayu-bakta-s-pd/): HARAP YANG SAMA DAN AKHIR YANG BAIKKarya: Ayu Bakta, S.Pd. Derap Langkah selalu mengiringi sepatu hitam ituMemanaskan tujuan diantara detik waktuMenopang kehangatan ufuk yang disapa serayuMeskipun, terkadang langitnya merayu biru atau merajuk kelabu Hentakan papan tulis sebagai alarm penyemangat juga sebagai saksiPernah ada sapaan ceria dan penuh tawaKita bercerita, kiranya siapa yang akan lebih dahulu […] - [BEKAL SEKANTONG ASA IBU Puisi: Atiatu Islamiyah, S.Hum.](https://ruangbestari.com/bekal-sekantong-asa-ibu-puisi-atiatu-islamiyah-s-hum/): BEKAL SEKANTONG ASA IBUKarya: Atiatu Islamiyah, S.Hum. Satu dua atap kusinggahiDua bulanTiga bulanTujuh tahunSemua kucicipi, berbagai rasa Ibu, mereka baikManusia kecil yang banyak ituAku suka, menyukaikuAku suka merekaMereka aku sukaBaru kuhafal wajahnyaTak bisa lama bersua Aku suka merekaAku suka celoterhnyaAku suka tangannya yang menakupTanganku diciumnya, buAku suka mulut kecilnyaKudengar“ustadzah kamu favoritku” Bu,TernyataMereka suka akuMereka suka […] - [BERLAYAR DI LAUTAN PENDIDIKAN Puisi: Asyiqotun Nusrol Ummah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/berlayar-di-lautan-pendidikan-puisi-asyiqotun-nusrol-ummah-s-pd/): BERLAYAR DI LAUTAN PENDIDIKANKarya: Asyiqotun Nusrol Ummah, S.Pd. Langkah ini bermulai dari lautan pendidikanMencari benih-benih pendewasaanPengalaman yang ada di sakuMenjadi bekal ke pantai bijak Melayari kehidupan di lautan pendidikanAngin semu kian berseteruLayar utama harus dibentangkanPasang kemauan, kekang keterpurukanMenepis riak-riak kegetiranMenyelinap di sela-sela kehidupanMengemban amanah, membawa segenggam martabatMenahan gesekan antar pasak kunci dan instansi Terlarung di […] - [TARA DI AMBARA Puisi: Asma Mufidah, M.Pd.](https://ruangbestari.com/tara-di-ambara-puisi-asma-mufidah-m-pd/): TARA DI AMBARAKarya: Asma Mufidah, M.Pd. Kemilaumu menjadi magnet yang menarik tangan untuk memelukBerkilau indah dengan lantunan celoteh riang menggema dalam pelukSungguh ciptaan Tuhan tiada cela dalam jasmani mudamuSorot mata jernih memandang penuh takjub dalam jiwa bersihmuKita menari bersama dalam langkah kaki mengikuti dawai merdu Seketika berhenti karena hentak kaki keras mengejutkanMencerna, menyimak, dan memahami […] - [BUKAN SEMENTARA Puisi: Arin Rustianto, S.Kom.I.](https://ruangbestari.com/bukan-sementara-puisi-arin-rustianto-s-kom-i/): BUKAN SEMENTARAKarya: Arin Rustianto, S.Kom.I. Setiap katanya menjelma cahaya keabadianKalam yang menyadap kehidupanJalan bagi bunga tumbuhDi waktu yang bersemi dalam nubuwat Semesta mengagungkan namamuDengan hasrat mengeja huruf pada bibir sunyiSetiap langkah dalam gelaran doamuMenjadi sajadah sabarmu yang tak terpermanai Dalam hening yang sempurnaKau disematkan dalam surga selamanyaBakti terukir dalam setiap hela nafasMenyentuh kalbu dengan cinta […] - [SAJAK YANG BUNTU Puisi: Arifa Husna Amalia](https://ruangbestari.com/sajak-yang-buntu-puisi-arifa-husna-amalia/): SAJAK YANG BUNTUKarya: Arifa Husna Amalia Ruang waktu berhenti seketika.Buncah hati melirik satu huruf, satu angka.Dada sempit tanpa sakit.Kini, ada yang harus diperjuangkan dengan sengit. Peluh abu menelisik sendu.Senyum biru mengulik rindu.Tawa lebar menyapu udara.Sorak-sorai mengepung semesta. Ritme kata sudah terangkai.Notasi angka sudah terurai.Kini semua siap dimulai, tapi… Buntu.Ternyata, berakhir secepat itu.Sajak pupus, tak menentu.Kisah […] - [KILASAN CERITA DARI RUANG RASA Puisi: Arie Yuni Kurnianingrum, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kilasan-cerita-dari-ruang-rasa-puisi-arie-yuni-kurnianingrum-s-pd/): KILASAN CERITA DARI RUANG RASAKarya: Arie Yuni Kurnianingrum, S.Pd. Sebuah pagi yang temaram, dua nol dua empat,Aku memasuki kelas,Papan tulis itu—seperti cakrawalaMenunggu petir kata yang akan datang,Menyisir angin yang belum sempat kuucapkan. Anak-anak itu seperti teka-teki,Duduk dalam diam yang rapat,Tapi matanya,Oh, matanya—seperti bintang yang tak sabarMengintip di balik awanUntuk tahuKenapa air bisa memurnikan diriDari kotoran […] - [GURU, PENGORBANAN, DAN HARAPAN Karya: Apandi, S.Pd.Ek. M.M.](https://ruangbestari.com/guru-pengorbanan-dan-harapan-karya-apandi-s-pd-ek-m-m/): GURU, PENGORBANAN, DAN HARAPANKarya: Apandi, S.Pd.Ek. M.M. Dalam keriuhan yang bebasHati ini berusaha ikhlasUntuk berjalan menuju kelasWalau kadang terasa malas Apakah ini yang disebut pengabdian?Ketika jiwa merasa tertekanHati selalu deg-deganMembimbing murid yang haus perhatian Guru, kita memang dituntut serba bisaKita selalu dianggap siap sediaPengabdian diri sampai susah tertawaWalau kadang dipandang sebelah mata Tapi, adakalanya diri […] - [MENJEMPUT ASA DI DESA KECIL Puisi: Ammar Chania, S.Pd., M.Pd.](https://ruangbestari.com/menjemput-asa-di-desa-kecil-puisi-ammar-chania-s-pd-m-pd/): MENJEMPUT ASA DI DESA KECILKarya: Ammar Chania, S.Pd., M.Pd. Di bawah megahnya Gunung CiremaiAku melangkah dengan harap yang tak pernah usaiKicauan burung, semilir angin, sawah membentangMengiringi perjuangan yang teramat panjang Aku seorang guruStatus honorer tak membatasi langkahkuGunung Ciremai yang berdiri megahMenjadi saksi tekad yang tak pernah patah Di sekolah yang jauh dari hiruk pikuk keramaian […] - [KESAKSIAN BISU Puisi: Aminuddin Aziz, S.Pd., M.Pd.](https://ruangbestari.com/kesaksian-bisu-puisi-aminuddin-aziz-s-pd-m-pd/): KESAKSIAN BISUKarya: Aminuddin Aziz, S.Pd., M.Pd. Perlahan sinar asa tercurahDari bilik desa yang goyahTerdengar gemuruh bisikSuara anak yang berisik Kehidupan malam seakan tersingkapOleh ribuan kaki yang sigap menyergapTas ransel yang sobek menahan bebanSeakan menjerit tanpa harapan Di lorong ruang yang sunyiTerdapat kenangan yang tersembunyiTerisak suara tangis dan tawaTersisa di bilik kolong meja Ada beribu harapan […] - [SEBELUM PADUKA MANGKAT Puisi: Akhlaqul Karimah](https://ruangbestari.com/sebelum-paduka-mangkat-puisi-akhlaqul-karimah/): SEBELUM PADUKA MANGKATKarya: Akhlaqul Karimah Kepada Paduka penyusun rencanaTajuk Merdeka lantun bergemaSerupa simfoni dalam kepung orkestraRiuh kidungmu menjajah Nusantara Kepada Paduka penyusun rencanaMulia kau rajut bahasa tujuanMemaksa budak mengukir banyak lembaranLepas wajibnya menabur kepandaian Kepada Paduka penyusun rencanaCakap bertitah berdiam di singgasanaCoba sekejap turun dari kencanaAnakmu lupa sebut nama negara Kepada Paduka penyusun rencanaMimpimu melambung […] - [NURAGA ASA Puisi: Ajeng Rizki Fadilah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/nuraga-asa-puisi-ajeng-rizki-fadilah-s-pd/): NURAGA ASAKarya: Ajeng Rizki Fadilah, S.Pd. Puluh, ribu, ratus bahkan jutaan doaMelentingkan harapnya di malam sepertigaAkan letih yang meronta-rontaJuga lelah yang makin menggila Di ruang yang ramai dia hampaDi obrolan yang ramai dia sepiBukan karena tak ada kawannyaSekelilingnya sibuk beradu gaji “Nikmati saja masa-masa juangnya”Itu yang dikatakan para pujanggaBagaimana dia bisa berbahagiaSedang sebelahnya sibuk bergaya […] - [KISAH PERJALANAN DI ERA DIGITAL Puisi: Aisyah Nur Hanifah](https://ruangbestari.com/kisah-perjalanan-di-era-digital-puisi-aisyah-nur-hanifah/): KISAH PERJALANAN DI ERA DIGITALKarya: Aisyah Nur Hanifah Di balik cahaya layar terang,Guru berjuang, meretas ruang dan jarak panjang.Tangan menari di atas papan digital,Merangkai mimpi, menabur ilmu yang tak kenal final. Wajah lelah tak pernah mengeluh,Dalam bisu malam, rindu murid tetap utuh.Suara teknologi menggantikan riuh kelas,Namun cinta mendidik tak pernah lekas. Papan tulis kini berganti […] - [KELAS CAKRAWALA Puisi Ahmad Gazali Rusifa, S.Kom.](https://ruangbestari.com/kelas-cakrawala-puisi-ahmad-gazali-rusifa-s-kom/): KELAS CAKRAWALAKarya: Ahmad Gazali Rusifa, S.Kom. Nak, Apa kabarmu hari ini.?Engkau datang menenteng sejuta cintamaniMengadu asa dalam pena yang tak MerakiMengharap luasnya adiwidia tergapai Nak, belajar apa kita hari ini.?Engkau kudidik menjura tentang hatiTak berarti membuatmu menghamba diriHingga kau paham arti Meraki Bila keras nadaku merisak ragaBesar asaku mendamba DwijendraHingga penaku menyapamu dalam aksaraKelak kau […] - [TITIAN PAWULANG Puisi Afiful Fitayati, S.Pd.](https://ruangbestari.com/titian-pawulang-puisi-afiful-fitayati-s-pd/): TITIAN PAWULANGKarya: Afiful Fitayati, S.Pd. Surya datang memecah petang dari peraduanTatkala semangat membuncah senyum berbinar-binarImbas keselarasan pada sabtu yang seimbangBarisan sudah tak lagi sama, mengandung seribu tanya?Konfirmasi menjadi jalan cerita untuk mengembalikan maestro pada lajunya Apa?Bukan jawaban yang terus berderap maju, tapi pukulan lidah kaku yang berderu memecah luka hingga sembiluMeremukkan etika yang semakin tergerus […] - [NARASI SEORANG GURU DI PELOSOK DUSUN Puisi A. Warits Rovi](https://ruangbestari.com/narasi-seorang-guru-di-pelosok-dusun-puisi-a-warits-rovi/): NARASI SEORANG GURU DI PELOSOK DUSUNKarya: A. Warits Rovi Di senyap pelosok, kaki yang tanpa sepatu, telah karib dengan jalan setapakBerliku dan berbatu, kadang menjalur likat lumpurSepanjang lereng hutan ke ngarai—sejak lepas subuh, kutempuh waktu dengan nawaituDemi sebuah temu sebelum jarum jam menyentuh angka tujuh Pukul 06.40, hati sudah di pintu kelas,Tapi kaki masih menapak […] - [Gerakan Satu Bulan Satu Buku bersama Bestari Literasi Indonesia](https://ruangbestari.com/gsbsb/): Program inovatif dari Bestari Literasi Indonesia yang dirancang untuk mengangkat daya literasi di lingkungan sekolah melalui kegiatan menulis siswa. Program ini tidak hanya mengajak siswa untuk memperdalam keterampilan menulis kreatif, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk menerbitkan karya dalam bentuk buku. Unduh Panduan Syarat dan Ketentuan: Pendaftar adalah guru yang siap mendampingi proses praktik […] - [Pelatihan Wicara Publik OSIM Leadership Training (OLETRA)](https://ruangbestari.com/pelatihan-wicara-publik-osim-leadership-training-oletra/): Kegiatan OSIM Leadership Training (OLETRA) bertujuan untuk membentuk keterampilan kepemimpinan bagi seluruh pengurus OSIM MAN Bintan Periode 2024-2025. Seluruh pengurus OSIM MAN Bintan Periode 2024-2025 mengikuti kegiatan Leadership Training (OLETRA) dan mendapatkan pelatihan tentang wicara publik dari bu Ersa Mayola, S.Pd. Guru SMP Sains Salahuddin Wahid Tebuireng Bintan sekaligus Guru Bestari Literasi Indonesia 2024. Kegiatan […] - [Pada Pukul Dua Malam - Puisi Nyayu Agustina Dewi](https://ruangbestari.com/pada-pukul-dua-malam-puisi-nyayu-agustina-dewi/): Pada Pukul Dua Malam Karya: Nyayu Agustina Dewi Ketika serpihan pasir melandai tepat pukul dua malam Durasi tubuh Ayah kian susut terurai semangkuk fibrosis akut Laki-laki itu tak bisa lagi membedakan gelap dan terang Ia bergerak melawan beku di sekujur badan sebab udara pelan-pelan meninggalkan rongga menuju pulang Dia terus bergerak Tak ingin terpejam mengikuti […] - [Salam Rindu untuk Ibu - Puisi Nurul Khotimah](https://ruangbestari.com/salam-rindu-untuk-ibu-puisi-nurul-khotimah/): Salam Rindu untuk Ibu Karya: Nurul Khotimah Detak rindu semakin menggunjang Menggulana memecahkan otak Mata memerah meneteskan airmata kerinduan Hati ini memanggilmu…Ibu dimana engkau bu Tersadar aku tersadar Kita beda alam Kita terpisah ruang dan waktu Tak bisa menatapmu lagi Ibu dimanapun kau berada Takkan merubah hatiku padamu Kau pengukir jiwaku wanita pelipur lara Kau […] - [Setelah Engkau Hadir - Puisi Nurhayani Gulo](https://ruangbestari.com/setelah-engkau-hadir-puisi-nurhayani-gulo/): Setelah Engkau HadirKarya: Nurhayani Gulo Dulu….Tak pernah tergambar di benakkuAkan bagaimana hadirmuTak pernah tersirat di hatikuAkan seperti apa memilikimu Hingga….Saat tangismuTerdengar untuk pertama kalinyaHilang semua sakitLelah, penat yang pernah dirasa Perlahan….Hidup mulai terasa berbedaSetelah engkau hadirSetelah akuAkhirnya memilikimu Kini….Hari-hariku penuh warnaDiwarnai oleh tawa dan tangismuDiwarnai oleh setiap tingkah lucumu Walau, begitu LelahNamun senyummuAdalah pengobatnya Walau, […] - [Aku yang Baru - Puisi Nurhalimah, S.Pd.,Gr.](https://ruangbestari.com/aku-yang-baru-puisi-nurhalimah-s-pd-gr/): Aku yang BaruKarya: Nurhalimah, S.Pd.,Gr. Lahirnya malaikat kecilkuLahirnya pula akuMenjadi sosok ibu Kini tak lagi hanya tentangkuYang dalam alurkuHanyalah ada aku Kini tak lagi hanya waktukuYang dalam alurkuHanyalah waktuku Kini tak lagi hanya kebutuhankuYang dalam alurkuHanyalah kebutuhanku Kini tak lagi hanya inginkuYang dalam alurkuHanyalah inginku JiwakuRagakuKupersembahkanDemi tumbuh besarmu WaktukuRasakuKuluangkanDemi hidup bahagiamu Tasikmalaya, 18 April 2024 - [Kita Pasti Tua - Puisi Nuraini, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kita-pasti-tua-puisi-nuraini-s-pd/): Kita Pasti Tua Karya: Nuraini, S.Pd. Jika kita tua nanti… Kan kubangun taman kecil depan rumah, agar pohon-pohon yang kita tanam menua bersama dan menunggu daun yang berguguran dengan indah di bangku. Lalu kau dendangkan lagu daun jatuh milik Sapardi sambil kusapu di sudut pagi yang merona. Kita belum tua, katamu… Karena pohon-pohon terus meninggi, […] - [Rambut - Puisi Nur Ukhti Salamah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/rambut-puisi-nur-ukhti-salamah-s-pd/): Rambut Karya: Nur Ukhti Salamah, S.Pd. Menyisiri rambut setengah abad tak begitu sulit.. Hitam putih lalu gugur berkelit-kelit… Lihatlah jiwa ini yang teramat mengalami sakit.. Sudah lama menjerit-jerit… Aku duduk termenung di depan jendela rumah.. Sesekali menyisir tajam ke ruang tengah.. Kudapati memori keluarga yang teduh.. Menempel pada dinding-dinding kaca yang penuh Betapa denting waktu […] - [Telepon Tengah Malam - Puisi Nuraini](https://ruangbestari.com/telepon-tengah-malam-puisi-nuraini/): Telepon Tengah MalamKarya: Nuraini Ibu, maaf….Tengah malam membuatmu selalu terjaga. Getarkan sunyi lewat desisan tangismu. Mengutuknasib buruk yang menimpa anakmu. Bersalah diri. Menopang diri. Sambil mengenang suaragamelan yang tak cukup meraup sedihmu itu. Maaf, ibu….Aku masih jadi anak yang bermimpi buruk. Menangis di bahumu saat terpuruk, bukannyamengajakmu berkeliling mall dan restoran. Tidak seperti anak-anak lain […] - [Selisik Netra Senja - Puisi Norma Santi](https://ruangbestari.com/selisik-netra-senja-puisi-norma-santi/): Selisik Netra Senja Karya: Norma Santi netraku menelusuk melihat netranya hanya sebentar, tidak dapat berlama-lama simpulku, begitukah kehidupan senja? sunyi ia berbaring dengan netra yang lurus ke atap entah menyelisik apa ia duduk menatap lurus ke jalan lalu lalang pengendara entah memikirkan apa di sisi lain, cara pandang beraneka menilainya ada yang tidak memedulikan hadirnya […] - [Kehadiranmu - Puisi Norma Eka Lestari, S.Pd.](https://ruangbestari.com/kehadiranmu-puisi-norma-eka-lestari-s-pd/): Kehadiranmu Karya: Norma Eka Lestari, S.Pd. Di balik tirai jendela yang masih hitam Seorang wanita memikul raganya, hingga teredam Mengusap mata yang masih terlelap Mendekap waktu yang padat memaku tubuhku Saat matahari kecil mengencangkan tangisannya Segala rasa terdengar renyah Menghentikan langkahku yang hendak melaju Tuk mengabdi, menderma ilmu Tetapi, kerana keteguhan dan tugas mulia Kupikul […] - [Aku Sudah - Puisi Ni Wayan Ika Widiari](https://ruangbestari.com/aku-sudah-puisi-ni-wayan-ika-widiari/): Aku SudahKarya: Ni Wayan Ika Widiari Aku sudah mengejar dengan hebatJatuh bangun ku perbuatNamun kecewa memeluk ku eratKian hari kian menjeratLangit pun menangis lebatSesekali dihiasi gemerlap kilatJalanan tertutup lautan kabutMembuatnya hampir tak terlihatHari-hari ku lalui penuh penatTak ada rasa semangatSedih pun jadi sahabatHingga mental hampir cacatBatin ku berteriak ingin waktu berlalu cepatMenghapus pekatnya rasa pahitYang […] - [Rasa Ini - Puisi Ni Wayan Ary Wahyuni, S.Pd.](https://ruangbestari.com/rasa-ini-puisi-ni-wayan-ary-wahyuni-s-pd/): Rasa Ini Karya: Ni Wayan Ary Wahyuni, S.Pd. Aku punya rasa… Bahwa tangan mungil putih pucat itu Adalah pembukti rasa Bergelayut manja bunga merah berkupu-kupu Aku punya rasa… Cinta yang pernah terasa tabu Menyeruak ruang merupa rindu Baru, menjelma lakon laku ibu Bahkan kini Aku punya rasa Bersama jiwa rapuh Dengan peluh, keluh serta teguh […] - [Ku Titip Rindu pada Pemilik-Mu - Puisi Nelly Amalia, S.Pd.](https://ruangbestari.com/ku-titip-rindu-pada-pemilik-mu-puisi-nelly-amalia-s-pd/): Ku Titip Rindu pada Pemilik-MuKarya: Nelly Amalia, S.Pd. Gema takbir terasa sumbangDidera hati yang tengah bimbangBatinku yang kalut semakin tenangRaga pun ikut menegangPikirku nyaris meregangPikir warasku rasanya terbang Lebaran tahun iniLebaran yang tak biasaLebaran yang penuh dukaLebaran yang berat dan hampaLebaran tanpamu ayahhanda Kala pagi biasa aku bersimpuh di kakimuKini aku tengadah doa di pusaramuKulantunkan […] - [Metamorfosa Pendidikan - Puisi Nanang Maulana, S.Pd.](https://ruangbestari.com/metamorfosa-pendidikan-puisi-nanang-maulana-s-pd/): Metamorfosa Pendidikan Karya: Nanang Maulana, S.Pd. Dengar, dengar, panggilan ini Untuk masa depan yang cemerlang Metamorfosa pendidikan, kini tiba saatnya Mewujudkan cita-cita, menuju negeri maju Hari pendidikan, hari yang dirindukan Membawa perubahan, bagi generasi penerus Merdeka belajar, bebaskan inovasi Profil pelajar Pancasila, jadi pedoman Membentuk karakter, yang teguh dan tangguh Membangun bangsa, di atas nilai […] - [Melodi Surga Sang Malaikat Kecilku - Puisi Nadhifah, M.Pd.I.](https://ruangbestari.com/melodi-surga-sang-malaikat-kecilku-puisi-nadhifah-m-pd-i/): Melodi Surga Sang Malaikat Kecilku Karya: Nadhifah, M.Pd.I. Di pelukan sang mentari pagi, Terukir senyum mungil nan suci, Bidadari kecil hadir di hati, Mengubah dunia penuh arti. Tawa riang bagai alunan merdu, Menyapa jiwa yang kelam kelabu, Langkah mungil penuh ragu, Menjelajahi dunia dengan ibu. Mata indah bagai bintang berkelip, Mencerminkan cinta yang tak tergoyahkan, […] - [Tentang Wanita Bergelar Ibu - Puisi Muthomimah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/tentang-wanita-bergelar-ibu-puisi-muthomimah-s-pd/): Tentang Wanita Bergelar Ibu Karya: Muthomimah, S.Pd. Di sela-sela senja yang terhampar Wanita berjalan dengan langkah ragu Beban dunia, seperti batu yang tak terangkat Menekan bahunya, dalam sunyi yang terdalam Dia, yang menjadi ibu, dalam pelukan cinta dan derita Menyongsong fajar dengan hati yang rapuh Setiap hela napas, seperti desiran angin di padang tandus Menggambarkan […] - [Masa Tua - Puisi Muharramah Suwitri](https://ruangbestari.com/masa-tua-puisi-muharramah-suwitri/): Masa Tua Karya: Muharramah Suwitri Masa Tua Rambut hitam telah memutih Kulit mulus telah mengerut Badan kuat telah runtuh Gigi yang dulu kokoh tinggal gusi Sebagai penanda masa itu Kini Rumah yang penuh hiruk pikuk Seakan telah membisu Suka duka, gelak tawa pernah dibagi bersama Kini telah mencari cerita baru Sampai saatnya Menunggu salam di […] - [Rintihan Air Mata Cinta untuk Ayah Tercinta - Puisi Muhammad Iqbal](https://ruangbestari.com/rintihan-air-mata-cinta-untuk-ayah-tercinta-puisi-muhammad-iqbal/): Rintihan Air Mata Cinta untuk Ayah TercintaKarya: Muhammad Iqbal Tepat hari Sabtu, 23 Agustus 2014Langit berkabung, awan kembali mengabarkan beritaMeratapi kepergian seorang hambaPendidik jiwa, penuh inspirasi dan makna Saat jenazah terbujur kaku di pelataran rumahKulihat senyuman bibir bahagia, penuh sukaPelayat datang berduyun-duyun menghantarkan ke tempat peristirahatan terakhirMenghadap Sang Pencipta Allah SWT Langit berkabung, saat kepergian […] - [RINDU IBU - Puisi Muhammad Firdaus Rahmatullah, S.Pd.](https://ruangbestari.com/rindu-ibu-puisi-muhammad-firdaus-rahmatullah-s-pd/): RINDU IBU Karya: Muhammad Firdaus Rahmatullah, S.Pd. segala yang pernah kuingat adalah ibu potret-potret masa lalu mengabur menjelma siluet dalam debur ingatan. dan kenangan yang tak kuasa kulupakan timbul-tenggelam bagai ombak di lautan nun dalam setelah kututup ruang keraguan; melindap di masa silam, ingin kukubur sepenuh kekuatan. tapi rinduku padamu, ibu, adalah hal tersulit yang […] - [Hitungan Mundur - Puisi Muhammad Abdul Rohman Al Chudaifi](https://ruangbestari.com/hitungan-mundur-puisi-muhammad-abdul-rohman-al-chudaifi/): Hitungan Mundur Karya: Muhammad Abdul Rohman Al Chudaifi لَا شَيْءَ مِمَّا تَرَى تَبْقَى بَشَاشَتُهُ • يَبْقَى الْإِلَهُ وَيُودِي الْمَالَ وَالْوَلَدَ yah, yah, ayah O, Tidak ada sesuatupun terlihat berseri-seri itu kekal, yah. hanya Tuhan harta dan anak-anak hanya melambaikan tangan وَلَا سُلَيْمَانُ إِذْ تَجْرِي الرِّيَاحُ لَهُ • وَالْإِنْسُ وَالْجِنُّ فِيمَا بَيْنَهَا بَرْدٌ yah, yah, ayah […] - [Kala Hidup Tak Lagi Pasti - Puisi Mohammad Ibadurrahman](https://ruangbestari.com/kala-hidup-tak-lagi-pasti-puisi-mohammad-ibadurrahman/): Kala Hidup Tak Lagi Pasti Karya: Mohammad Ibadurrahman Pakaian ini telah lusuh tak berwarna Menenggelamkan harapan untuk hidup lebih lama Kini aku sedang memeluk dosa Ingin aku bersujud pada -Nya Melihat raga telah kehilangan mudanya Mulai bersimbah peluh menyelimuti asa Menabur percikan luka dunia Hampir tertutup lenyap waktu yang tersisa Bergemuruh amarah tumpah tak terhingga […] - [Taburan Bunga - Puisi Moh. Badarudin Mukti](https://ruangbestari.com/taburan-bunga-puisi-moh-badarudin-mukti/): Taburan Bunga Karya: Moh. Badarudin Mukti Kutabur bunga wangi Semerbak mawar dan melati Siraman air suci Di atas pusara hakiki Ku berharap doa lantunan Dari rerumputan Yang bercukul tanpa beban Merumpun hijau menawan Ibu Anakmu disini Hanya bisa meratapi Bersimpuh samping nisan yang bersaksi Wujudku jasamu Kini amalku untukmu Kuasa doa dariku Persembahan tanda baktiku - [Untuk Almarhum Orang Tua - Puisi Mochamad Naim, S.Pd.](https://ruangbestari.com/untuk-almarhum-orang-tua-puisi-mochamad-naim-s-pd/): Untuk Almarhum Orang TuaKarya: Mochamad Naim, S.Pd. Semilir angin dimalam hariTerasa menyentuh di kulit iniTeringat Ayah di masa duluTak terbendung air mataku Ayah…Engkaulah penyemangat hidupkuSeorang pahlawan dalam keluargaPanas hujan kau terjang demi sesuap nasiKeringat bercucuran demi bahagia si buah hati Usai sudah harapan dan impianSemua tinggal kenangan untuk muSedikit tersimpan rasa sakit dan senangSemua itu […] - [Di Balik Senyum, Tersimpan Rindu yang Mendalam - Puisi Mochamad Alif Akbar Mulya](https://ruangbestari.com/di-balik-senyum-tersimpan-rindu-yang-mendalam-puisi-mochamad-alif-akbar-mulya/): Di Balik Senyum, Tersimpan Rindu yang Mendalam Karya: Mochamad Alif Akbar Mulya Langit senja melukis dengan jingga, Membawa rindu di hati yang kian nestapa, Bayanganmu terlintas dalam ufuk mentari, Memberi sapa pada jiwa yang hampa dalam sunyi. Mendengar alunan melodi di telinga terasa pilu, Mengiringi hariku dengan kelabu, Memori itu diputar kembali setiap hari, Membuatku […] - [Sejak Anak Surga itu Hadir - Puisi Moch Afan Zulkarnain](https://ruangbestari.com/sejak-anak-surga-itu-hadir-puisi-moch-afan-zulkarnain/): Sejak Anak Surga itu Hadir Karya: Moch Afan Zulkarnain Sejak anak surga itu hadir Manis dan getir silih bergilir Dia yang berbeda mengurai makna takdir Sisi lain dunia mencibir Melarungkan batin dalam badai pasir Anak surga itu berjibaku dengan tumbuh kembang “lamban, ayal, dan terbelakang!” ucap mereka seraya membandingkan Kata-kata serupa sayatan pedang Aku tak […] - [Masa Tua yang Romantis - Puisi Mila Nur’aini](https://ruangbestari.com/masa-tua-yang-romantis-puisi-mila-nuraini/): Masa Tua yang RomantisKarya: Mila Nur’aini Di langit yang indahSekawanan burung kembali ke sarangnyaAku berjalan sambil meniup ilalangBermain tanpa batas Memori yang menggunungBergemuruh ingin dikenangTeringat masa tua yang manisTeringat masa tua yang romantic Hidup melaju terlalu cepatHingga tak sadar wajah yang semakin berkerutAda kata yang sulit terucapAda rindu yang terus menguar TerkadangAku ingin seperti anginMembawa […] - [Ilmu di Masa Tua - Puisi Mia Sapriyanti](https://ruangbestari.com/ilmu-di-masa-tua-puisi-mia-sapriyanti/): Ilmu di Masa TuaKarya: Mia Sapriyanti Berkat ilmu, terbuka jalan ke arah cahayaAku belajar memimpin langkahku sendiriDengan bijak, melangkah dalam kedamaian Berkat ilmu, terukirlah rintangan menjadi peluangAku memimpin keluarga dengan kebijaksanaanMenyulam kasih, menjaga dengan penuh pengertian Berkat ilmu, kuwariskan kebijaksanaan pada merekaAnak-anak, generasi penerus di tangankuDengan sabar, kucerahkan hikmah dan pengetahuan Biarlah lembaran hidup kitaTercatat […] - [Sang Pemeluk - Puisi Mia Fauziyatul Husna](https://ruangbestari.com/sang-pemeluk-puisi-mia-fauziyatul-husna/): Sang PemelukKarya: Mia Fauziyatul Husna Untukmu yang selalu menemaniUntukmu yang selalu memberiUntukmu yang selalu menyayangi danUntukmu yang selalu memahami Ayah…Ajari aku bertahan dengan episode rusaknya kehidupanAjari aku kuat dengan segala beban yang terasa membinggungkan danAjari aku tersenyum dikala semua orang diam melamun Ayah…Doaku selalu kulangitkanPelukmu selalu kurindukanAir mataku menjadi saksi sebuah kehidupanSelalu teringat pesan sebuah […] - [Jejak Kasih - Puisi Meirizka Z. Umar](https://ruangbestari.com/jejak-kasih-puisi-meirizka-z-umar/): Jejak Kasih Karya: Meirizka Z. Umar Saat kehadiranmu menyapa dunia Hidupku seakan berubah dalam sekejap Kebebasanku terenggut Aku pun terkungkung dalam peran baru yang tak berkesudahan Langkah yang dulu ringan dan bebas Kini terbelenggu oleh beban Waktu yang melimpah ruah Kini dipenuhi dengan tanggung jawab tanpa akhir Dulu aku adalah seekor burung Yang terbang bebas […] - [Selaksa Gulana di Hari Raya - Puisi Mayasari](https://ruangbestari.com/selaksa-gulana-di-hari-raya-puisi-mayasari/): Selaksa Gulana di Hari RayaKarya: Mayasari Aku diam diam melirik tubuh ringkih di cerminKupandangi pantulan itu berulang kaliKukedipkan mata ini yang sedikit rabunKuselami pikiran, mengais-ngais memori Uban itu berjejer rapi tergeraiAlis lebat yang ikut memutihMata senduh dengan sedikit katarak menyelimutiKeriput kulit yang tak lagi kuat memapah tubuh Ibu…Aku sama persis denganmu kiniAku adalah kamu dalam […] - [Rindu Separuh Jiwa - Puisi Maya Asih Rohaeni](https://ruangbestari.com/rindu-separuh-jiwa-puisi-maya-asih-rohaeni/): Rindu Separuh JiwaKarya: Maya Asih Rohaeni Hati bergetar tak beriramaLangkah kecil tak berarahHilang separuh jiwa menanti jawabMelayang pucat terdiam tak bertenaga Wahai separuh jiwa, dimana titik semu berbayang Dengar nyanyian alamTerdiam tanpa jawabAngin menyapa kesunyian Jiwa bersandar pada pohon tak bernyawaDuduk terdiam berkicau curahan hatiMalaikat tak bersayapku, aku datang menyapa dalam keheningan sunyiBerkata pada barisan […] - [Warisan yang Lebih dari Sekadar Ilmu dan Prestasi](https://ruangbestari.com/warisan-yang-lebih-dari-sekadar-ilmu-dan-prestasi/): Tantangan dan Harapan Pendidikan Karakter di Zaman Sekarang “Pendidikan tanpa karakter ibarat kapal tanpa arah: berjalan, tapi tak tahu ke mana.” Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial yang cepat, pendidikan karakter kembali menjadi topik penting dalam dunia pendidikan Indonesia. Tidak lagi cukup bagi institusi pendidikan hanya menekankan pada pencapaian akademik; yang lebih penting […] - [Kesejahteraan Guru sebagai Kunci Mutu Pendidikan Bangsa](https://ruangbestari.com/kesejahteraan-guru-sebagai-kunci-mutu-pendidikan-bangsa/): Guru bukan sekadar profesi. Ia adalah panggilan jiwa, pembentuk karakter, penentu masa depan bangsa. Namun, ironisnya, nasib guru di Indonesia masih jauh dari kata sejahtera. Di tengah tuntutan profesionalisme yang terus meningkat, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru masih harus bergelut dengan penghasilan yang rendah, status kerja yang tidak pasti, hingga minimnya akses terhadap […] - [Apakah Aku Masih Berjasa?](https://ruangbestari.com/apakah-aku-masih-berjasa/): Ada rindu yang tertinggal di sudut papan tulis, Peluh dan sabar menjadi bekal yang tak habis. Apakah senyum mereka masih mengingat namaku? Kenangan tentangku, adakah masih membeku? Aku bukan siapa-siapa tanpa mereka yang bertumbuh. Harapan dulu, kini menjadi bayang yang rapuh. Aku berjalan dalam sepi penuh tanya, Kadang terpikir, apakah semua sia-sia? Untuk tiap huruf […] - [DI ANTARA DOA DAN SABUN CUCI](https://ruangbestari.com/di-antara-doa-dan-sabun-cuci/): Nama lengkapnya Eliana Wardana. Sejak kecil, ia terbiasa bangun sebelum azan subuh menggema, membantu ibunya merebus air dan menyapu halaman rumah yang sederhana di pinggiran Cianjur. Ayahnya, Kyai Abdul Karim, adalah ulama kampung yang dihormati. Meski rumah mereka selalu penuh dengan santri yang datang mengaji, tak ada kemewahan di dalamnya. Hidup mereka amat sederhana. Kyai […] - [Senyum Kemenangan Yura](https://ruangbestari.com/senyum-kemenangan-yura/): Oleh: Nurul Aulia Alfiyah, S.S. “Kamu jadi MC Lomba Cerdas Cermat, ya,” pinta Ustazah Laila. Mata Yura berbinar. Gadis kelas 9 berusia 17 tahun itu langsung mengacungkan jempol. “Siap!” Yura Amalia namanya. Ia memang baru kelas 9 di usianya yang 17 tahun. Dua kali ia tidak naik kelas. Namun, orang tuanya memohon agar ia tetap […] - [Menulis Tangan, Akar Karakter Tangguh dan Orisinal](https://ruangbestari.com/menulis-tangan-akar-karakter-tangguh-dan-orisinal/): Oleh: Nurul Aulia Alfiya, S.S. “Cerpennya kalian tulis di kertas folio. Yang rapi, ya.” Ragu-ragu saya memberikan tugas kala itu. Sekilas saya dengar tarikan nafas anak-anak kelas 9 MTs ini. Membayangkan mereka harus menulis ulang tulisan yang mereka buat di kertas folio agar lebih rapi dan enak dibaca, capek pastinya. Namun, untuk dengan gembira mengajak […] - [Guru Penyemai Itu Aku](https://ruangbestari.com/guru-penyemai-itu-aku/): Oleh: Nurul Aulia Alfiyah, S.S. Ruang demi ruang berisi benih pagi Kumasuki dengan sadar Tatapanmu seperti embun yang berpendar Putih suci dengan semangat menjadi   Kadang aku harus menjadi landasan untuk mendorongmu terbang Kadang kutahan sebab terlihat awan hitam Iya, terimalah aku menjadi radar Perjalananmu akan panjang, mari duduk belajar   Kau benih hijau itu […] - [Untuk Kalian, Para Penjelajah Cahaya](https://ruangbestari.com/untuk-kalian-para-penjelajah-cahaya/): Di hadapan kalian, aku berdiri Bukan sekadar guru, tapi penjaga mimpi Dulu aku pernah punya cita, terikat sunyi Kini waktuku kuhabiskan agar kalian berani berdiri Pintar bukanlah soal angka di rapor Bukan hanya hafalan yang mudah terucap Tapi tentang bagaimana akal dan hati berpadu Membawa cahaya ke sudut-sudut hidup yang gelap Jangan hanya kejar pujian […] - [Pendidikan Karakter dalam Bingkai Keberagaman: Menyemai Nilai, Merawat Keadilan](https://ruangbestari.com/pendidikan-karakter-dalam-bingkai-keberagaman-menyemai-nilai-merawat-keadilan/): Hari Pendidikan Nasional bukan hanya perayaan, tetapi ruang refleksi. Di tengah berbagai upaya reformasi kurikulum dan penguatan profil pelajar pancasila, satu hal yang tidak boleh kita abaikan adalah makna mendalam dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter sejati tidak hanya membentuk pribadi yang tangguh, tetapi juga menumbuhkan rasa hormat terhadap perbedaan dan semangat menjunjung keadilan. Dalam konteks […] - [Penghangat Perjuangan](https://ruangbestari.com/penghangat-perjuangan/): Dalam menjalankan setiap aktivitas, perlu adanya keikhlasan dalam setiap perjuangan. Jatuh, bangkit, jatuh, bangkit lagi mencoba menyelesaikan perdebatan dalam pikiran. Bahkan ketika segala hal dirasa menjauh dan kurang menerima keberkahan, disisi lain terdapat hadiah manis yang sederhana namun bermakna. Aku menemukannya diantara reruntuhan bangunan ketabahan yang roboh akibat kekuranganku. Aku adalah seseorang yang berkecimpung dalam […] - [Surat dari Sebongkah Batu](https://ruangbestari.com/surat-dari-sebongkah-batu/): Aku adalah sisa gigitan matahari terhempas ke tanahmu sebelum dunia belajar membenci Aku terlahir dari peluh yang membatu dicetak oleh napas para ibu yang menjahit pelangi di atas kawat berduri saat kau menggenggamku, meski tanganmu kecil, semesta bergeser satu inci Kau layangkan aku ke udara dan di sana, di antara lipatan langit yang compang-camping kulihat […] - [Langit yang Tak Lagi Dihafal](https://ruangbestari.com/langit-yang-tak-lagi-dihafal/): Di sudut belakang kelas, Damar duduk diam dengan wajah nyaris tanpa ekspresi. Buku biologi terbuka di depannya, tapi pandangannya kosong. Dia tahu besok ulangan. Dia tahu harus menghafal. Tapi sore itu, langit terlalu biru untuk diabaikan. Dia mendongak sedikit ke jendela, melihat awan yang berjalan perlahan seperti anak-anak kecil yang belum tahu arah pulang. Hatinya […] - [TANDA MERAH DI PAPAN TULIS](https://ruangbestari.com/tanda-merah-di-papan-tulis/): Udara yang sejuk, wangi dan hening begitu terasa di dalam ruangan besar itu. Sebuah pendingin udara merek mahal menempel di tembok berdengung halus. Tirai coklat dengan benang emas halus melambai pelan dan berkilau menutupi cahaya matahari pagi yang masuk dari jendela. Di sudut ruangan, lemari kaca besar memamerkan beberapa piala dan piagam penghargaan. Sebagian besar […] - [Menanamkan Akar Karakter: Fondasi Pendidikan Indonesia yang Tak Boleh Diabaikan](https://ruangbestari.com/menanamkan-akar-karakter-fondasi-pendidikan-indonesia-yang-tak-boleh-diabaikan/): Sebagai seorang guru yang setiap hari berinteraksi dengan anak-anak, saya semakin menyadari bahwa pendidikan karakter bukan sekadar pelengkap dalam dunia pendidikan, melainkan fondasi utama yang menentukan arah masa depan bangsa. Di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, karakter menjadi jangkar yang menjaga manusia tetap berada dalam jalur yang benar. Indonesia hari ini, dan lebih-lebih […] - [Pendidikan Karakter: Jalan Sunyi Peradaban](https://ruangbestari.com/pendidikan-karakter-jalan-sunyi-peradaban/): Pendidikan karakter sering disebut, seolah-olah ia perkara gampang, secarik modul, sekumpulan poster instan ala Canva, atau pelatihan sehari dua hari, dan selesai. Pendidikan karakter kerap dielu-elukan, tapi jarang dipraktikkan. Kita lebih sibuk mengejar angka, tapi lupa bahwa kejujuran, empati, dan tanggung jawab tak pernah masuk soal ujian.   Di negeri yang kurikulumnya bisa gonta-ganti secepat […] - [Kalian Masih Anak-Anakku](https://ruangbestari.com/kalian-masih-anak-anakku/): dulu, tangan-tangan kecil itu menyalamiku dengan mata menunduk, seperti bumi yang menghormat pada langit sekarang, kulihat matamu sibuk menari di layar-layar biru lebih peduli pada suara dari seberang dunia daripada suaraku yang mulai bergetar, bukan karena marah tapi karena waktu   kalian berjalan di lorong tanpa melihatku, seakan aku hanya dinding yang tak perlu disapa, […] - [Kisah Seorang Guru](https://ruangbestari.com/kisah-seorang-guru-2/): Sayap patah pepatah digubah Guru digugu lan ditiru Diikuti dan diteladani Berubah menjelma menjadi Diguyu lan ditinggal turu Ditertawakan dan ditinggal tidur   Peluru ketapel menembus Tepat menghujam bola mata indah soko guru Seketika menganga Darah mengalir deras Beriringan dengan degub kencang irama kekhawatiran   Trauma melanda Menyayat hati keluarga Semestinya dihormati Berubah menjadi dimusuhi […] - [Satu Kursi di Barisan Belakang](https://ruangbestari.com/satu-kursi-di-barisan-belakang/): Namanya Bintang. Seorang anak laki-laki yang selalu duduk di barisan paling belakang, dekat jendela. Ia datang ke sekolah dengan baju yang warnanya mulai pudar dan sepatu yang mulai menganga di ujung. Tapi sorot matanya tajam. Ada semangat aneh yang terpancar dari caranya mencatat, dari caranya menatap papan tulis seakan setiap huruf di sana adalah petunjuk […] - [Untuk Negeri, Tanpa Pamrih](https://ruangbestari.com/untuk-negeri-tanpa-pamrih/): Di pagi sunyi langkahku beranjak Menuju kelas yang setia menunggu Dengan papan tulis dan mimpi-mimpi bocah Kutulis harapan di tiap lembar waktu Tak banyak yang tahu letih di pundak Tak semua mendengar gelisah di dada Namun pada negeri kutambatkan niat Menjadi pelita meski nyala sederhana Bukan upah yang kukejar Tapi bangkitnya asa di mata pelajar […] - [Akademi Nusaribu 8.0](https://ruangbestari.com/akademi-nusaribu-8-0/): Langit di Pulosari berwarna seperti karat besi. Di balik gugusan awan artifisial, kabut dari sistem pengontrol iklim sesekali turun di reruntuhan kota yang dinyatakan “di luar jaringan”. Di antara tembok sekolah yang catnya terkelupas, duduk seorang anak lelaki di kelas—Jana. Jana tak punya identitas resmi maupun terdata di Akademi Nusaribu 8.0 karena terlahir dari rahim […] - [Scroll-scroll Tapi Tidak Lupa Goal](https://ruangbestari.com/scroll-scroll-tapi-tidak-lupa-goal/): Scroll-scroll Jempol menari di layar terang Story teman, quote random penuh emosional Kadang bikin senyum, kadang bikin overthinking panjang Meski di balik notifikasi Engkau harus tetap komit Mimpimu bukan sekadar highlight instastory Namun proses jatuh bangun yang tidak selalu di post setiap saat Layar boleh sibuk Hanya saja buku harus tetap buka Ambisi tetap membarak […] - [Keresahan hati seorang guru](https://ruangbestari.com/keresahan-hati-seorang-guru/): Dalam hati guru penuh keresahan yang mendalam, Memandang anak-anak yang seolah kehilangan panggilan, Pola asuh orang tua yang terlalu khawatir, Membuat anak lupa akan menghormati diri.   Anak-anak kini, tak mampu belajar bertanggung jawab, Mereka terbiasa mendapatkan segala tanpa usaha, Tak mampu menerima getirnya kehidupan yang keras, Hanya ingin selalu dituruti tanpa cela, dan upaya. […] - [Tantangan dan Peluang Pendidikan Karakter di Sekolah Berkurikulum Internasional Indonesia](https://ruangbestari.com/tantangan-dan-peluang-pendidikan-karakter-di-sekolah-berkurikulum-internasional-indonesia/): Pendidikan karakter telah menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk di sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum internasional seperti International Baccalaureate (IB) dan Cambridge. Meskipun kedua kurikulum tersebut telah dikenal dengan standar akademis yang tinggi, integrasi pendidikan karakter ke dalam sistem pembelajaran mereka menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang menarik untuk dikaji. Implementasi yang Kompleks Sekolah-sekolah berkurikulum […] - [Harapanku](https://ruangbestari.com/harapanku/): Kubersimpuh di gerbang mimpi-mimpi, menghadirkan ilmu yang tulus bersemi. Setiap kata, setiap waktu, kuserahkan untuk harapan baru.   Wahai anak, junjunglah adab, pada orang tua, guru, dan sahabat. Sopan santunmu adalah mahkota, menjaga jiwa, menebar cinta.   Semangatlah dalam tiap langkah, belajar, berlatih, gapai cita. Jangan gentar di hadapan rintang, karena kau kuat, kau mampu […] - [Kesejahteraan Guru: Pilar Kualitas Pendidikan yang Terlupakan](https://ruangbestari.com/kesejahteraan-guru-pilar-kualitas-pendidikan-yang-terlupakan/): Setiap peringatan hari Guru, media sosial dipenuhi ucapan selamat. Panggung dihiasi bunga, dan pidato semangat kembali terdengar. Guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa, pelita dalam gelap, dan ujung tombak peradaban. Namun, setelah mikrofon mati dan bunga layu, hidup guru kembali ke kenyataan yang tidak sejahtera. Sebagai orang yang telah 22 tahun mengabdikan diri di dunia […] - [Pak Agus dan Metode Mengajarnya](https://ruangbestari.com/pak-agus-dan-metode-mengajarnya-2/): Di sebuah sekolah swasta elit dan mahal, suasana pagi diwarnai oleh deru kendaraan yang berlalu-lalang di jalan utama. Sekolah ini terkenal karena fasilitas lengkap dan standar seragam yang necis. Di balik gerbang tinggi dan pagar yang bersih, terdapat sebuah kelas IPA yang menuntut kedisiplinan serta kreativitas anak-anak. Di sanalah Pak Guru Agus mengajar, sosok yang […] - [Masih Berguru](https://ruangbestari.com/masih-berguru/): Masih Berguru Aku cemas kalau Deon akan meninggal dunia. Ada hal yang masih ingin kutanyakan langsung. Begitu pun seorang wanita paruh baya di sampingku yang adalah bibinya. Dia masih melipat kedua telapak tangan dan menutup mata. Mungkin setitik harapan dititipkan dalam doanya — tidak hanya sekedar Deon kembali hidup kedua kali. “Satu, dua…, tiga!!” Defibrilator dipasangkan […] - [Pak Agus dan Metode Mengajarnya](https://ruangbestari.com/pak-agus-dan-metode-mengajarnya/): Di sebuah sekolah swasta elit dan mahal, suasana pagi diwarnai oleh deru kendaraan yang berlalu-lalang di jalan utama. Sekolah ini terkenal karena fasilitas lengkap dan standar seragam yang necis. Di balik gerbang tinggi dan pagar yang bersih, terdapat sebuah kelas IPA yang menuntut kedisiplinan serta kreativitas anak-anak. Di sanalah Pak Guru Agus mengajar, sosok yang […] - [Menggenggam Lentera, Mengukir Asa](https://ruangbestari.com/menggenggam-lentera-mengukir-asa/): (Untuk Anak-anak Ibu) Oleh: Maria Dominika Tyas Kinasih, S.Pd.   I) Fajar mengukir senyumnya di cakrawala, membelah luas, membentang hangat dijejakkannya dengan anggun, selendang emas, menyentuh lembah bumi …   II) Gemericik air di pematang kecil, dan embun memeluk erat daun, dibasuh semilir angin, dalam nyiur nan dingin …   III) Langkah kecil berarak, riang […] - [Selaksa Redum](https://ruangbestari.com/selaksa-redum/): Hari ini bukan sekedar peringatan. Hari ini adalah pesan penguatan. Untuk kita semua, pejuang pendidikan. Untuk kita, pendidik generasi cendekiawan. Semoga terealisasi, bukan sekedar bayangan. . Hari ini, Aku menyaksikan futur nya arah tujuan pendidikan. Saat ini, dunia pendidikan sangat mengkhawatirkan. Dimana ruang pendidikan digunakan sebagai panggung hiburan. Entahlah, dimana asal nilai-nilai demikian. . Saat […] - [Cendekia Sebagai Cahaya](https://ruangbestari.com/cendekia-sebagai-cahaya/): *Berikut merupakan naskah teks Khutbatul Wada Wisudawan/Wisudawati Program Pendidikan Guru Al Quran NFBS Bogor. Semoga bermanfaat ==== Para hadirin yang berbahagia, Namanya Sarah al Amiri, muslimah sekaligus ilmuwan yang sejak 2017 hingga 2020 memimpin misi pengembangan penelitian luar angkasa yang digagas oleh pemerintah Uni Emirat Arab. Hingga akhirnya, beliau bersama tim nya meluncurkan pesawat tanpa awak dan […] - [Dia Yang Tak Lagi Sesuai Zaman](https://ruangbestari.com/dia-yang-tak-lagi-sesuai-zaman/): Dia, Pernah menorehkan warna di langit purba Dengan jemari yang membawa warisan dari leluhur, Dan perkataan yang membuat gunung pun tunduk. Dia, Datang dari era yang mulia Dengan kekuatan dan kebijaksanaan dari hembusan nafasnya Membawa bara api pengetahuan yang tak akan padam. Dulu, Mengukir bintang pada batu suci yang disembah oleh waktu. Kini, Mengetik diam […] - [Belajar Kehidupan dari Perjalanan](https://ruangbestari.com/belajar-kehidupan-dari-perjalanan/): Jika Anda merupakan penikmat buku-buku Tere Liye, bisa jadi sudah tidak asing lagi dengan karya beliau yang berjudul “Yang Telah Lama Pergi”. Saya awalnya mengira, bahwa ini adalah salah satu novel beliau dengan genre romansa. Setelah saya coba tuntaskan dalam beberapa kali duduk, mungkin benar bahwa ada unsur romansa ini, namun saya lebih bersepakat bahwa […] - [Tutup SARA Bukalah RASA](https://ruangbestari.com/tutup-sara-bukalah-rasa/): Tutup SARA Bukalah RASA Oleh: Prastio, S.Pd.I., M.Pd., Gr. Gaza bukanlah siapa dan tak juga di mana Membelanya tak peduli suku, ras maupun agama Cukup jadi manusia yang terbuka hatinya Andai jadi mereka entah bagaimana rasanya Empati satunya hati, kata dan aksi nyata Apapun dan seberapapun bukan soalnya Di mana kita berpihak itulah pertanyaannya Di […] - [REVITALISASI ARAH PERUBAHAN KURIKULUM YANG BERMAKNA](https://ruangbestari.com/revitalisasi-arah-perubahan-kurikulum-yang-bermakna/): Hidup manusia diwarnai dengan pertumbuhan dan perkembangan dari bayi, batita, balita, anak-anak, remaja, dewasa, tua hingga lansia. Sehingga esensi hidup adalah perubahan yang merupakan suatu keniscayaan. Begitu juga dengan kurikulum yang akan selalu mengalami perubahan sesuai tantangan zaman. Lebih lanjut bahwa perubahan itu harus bermakna dan berkelanjutan, sehingga perubahan kurikulum di Indonesia selalu dalam rangka […] - [Kisah Seorang Guru](https://ruangbestari.com/kisah-seorang-guru/): Kisah Seorang Guru               Karya : Santi Fitri   Aku berdiri di depan kelas Dengan hati yang penuh semangat Menghadapi murid-muridku yang ceria Mengajarkan ilmu yang bermanfaat   Aku melihat senyum mereka Ketika mereka memahami materi Aku merasa bangga dan bahagia Menjadi bagian dari perjalanan mereka   Aku tidak […] - [Atlas Hati di Lereng Gunung Guntur](https://ruangbestari.com/atlas-hati-di-lereng-gunung-guntur-2/): Kabut pagi masih menggantung di antara lekuk bukit Kancana ketika Arifin menuruni jalan setapak menuju SMAN 1 Merdeka. Di tangannya, Arifin memegang tas kulit yang sudah usang berisi peta yang sudah lusuh, peta yang berisi informasi tentang batuan. Sambil memegang tas usang itu, Arifin menikmati secangkir kopi jahe yang dijual di warung Bu Imas yang […] - [Atlas Hati di Lereng Gunung Guntur](https://ruangbestari.com/atlas-hati-di-lereng-gunung-guntur/): Kabut pagi masih menggantung di antara lekuk bukit Kancana ketika Arifin menuruni jalan setapak menuju SMAN 1 Merdeka. Di tangannya, Arifin memegang tas kulit yang sudah usang berisi peta yang sudah lusuh, peta yang berisi informasi tentang batuan. Sambil memegang tas usang itu, Arifin menikmati secangkir kopi jahe yang dijual di warung Bu Imas yang […] - [MENGGAPAI KESUKSESAN](https://ruangbestari.com/menggapai-kesuksesan/): Menggapai Kesuksesan Asep merupakan anak dari keluarga yang kurang mampu, ayahnya telah meninggal dunia saat usia Asep 3 tahun, ia hanya tinggal bersama ibunya, karena ia merupakan anak tunggal. Saat menginjak usia sekolah ibunya sakit dan mengalami kelumpuhan dikakinya. Saat itu ia yang menjadi tulang punggug buat ibunya, ia berdagang jajanan tradisional yang resepnya diberi […] - [Jemput Impianmu-Suci Maulina, M.A](https://ruangbestari.com/jemput-impianmu-suci-maulina-m-a/): Jemput Impianmu Karya: Suci Maulina, M.A   Anakku… Bila gunung menjulang di hadapanmu Jalan berkerikil tajam Mentari membakar geram Badai menerpa garang Jangan bekukan jejakmu   Bila lelah memelukmu Kecewa singgah di dada Biarkan itu menjadi bara Yang menguatkan bara tekadmu Menjemput impian yang kau genggam Impian bukanlah sekedar bayang Ia menunggu, jauh namun terang […] - [Berpisah](https://ruangbestari.com/berpisah/): Awal kita bertemu, akhir kita berpisah Suatu ketetapan yang tidak bisa dibantah Manusia hanya bisa berpasrah Akan segala takdir dari Sang Maha Pemurah Wahai anak-anakku Kini sudah tidak ada lagi waktu Untuk kita bersama-sama selalu Belajar dan bercengkerama seperti dulu Ibu dan Bapak guru rela melepas kalian semua Untuk pergi menggapai segala cita Waktu telah […] - [LANGKAH KECIL SEORANG GURU, PERUBAHAN BESAR BAGI MASA DEPAN](https://ruangbestari.com/langkah-kecil-seorang-guru-perubahan-besar-bagi-masa-depan/): Perkenalkan, namaku Ani. Aku adalah seorang guru di sebuah sekolah menengah kejuruan. Sudah 18 tahun mengajar. Di sekolah, siswa-siswi biasa memanggilku Bu Ani. Aku mengajar sebagai guru produktif. Hari ini, aku menerima Surat Keputusan (SK) pindah tugas dari kepala sekolah. Surat itu merupakan SK resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu kini ada di tanganku. […] - [MENJADI MANUSIA YANG MANUSIA](https://ruangbestari.com/menjadi-manusia-yang-manusia/): MENJADI MANUSIA YANG MANUSIA Karya : Maria Erni Yanti Golu Wola   Huruf-huruf ini Menjadi saksi Pahit dan manis kisah-kisah yang terajut Kelak engkau menyebutnya kenangan   Dalam setiap detik penuh asa Kuasuh gelora jiwa Dengan semangat yang terus membara Belajar, berjuang menggapai mimpi kanak-kanakmu Agar hidup tak berjalan sungsang   Maka tegakkan kepalamu Kokohkan […] - [Sang Pemilik Masa Depan](https://ruangbestari.com/sang-pemilik-masa-depan/): Di netramu, ada sinar yang berpendar Menyibak gelapnya kabut pagi Di netramu, kulihat cahaya yang tak pernah pudar Laksana mentari yang tak pernah enggan menyinari bumi   Langkah kakimu menjejak buana tak pernah henti Setiap ayunannya adalah gema doa abadi Menapaki gerbang ilmu di ujung negeri. Mengukir tekad yang tak pernah mati   Pena yang […] - [Kisahku, Seorang Guru yang Mencintai Profesinya](https://ruangbestari.com/kisahku-seorang-guru-yang-mencintai-profesinya/): Kulangkahkan kakiku dengan penuh suka cita Tak lupa, senyum di pipi kuukir seindah purnama Gerbang sekolah menjadi akhir dari segala duka Kupastikan yang kupikul hanyalah bahagia Langkahku terus melaju… Menelusuri tiap lorong sekolah Sesekali aku berhenti menepi Menemani sepasang mata yang bersedih Memberikan bahu untuk mereka yang rapuh Langkahku menapaki ruang kelas Ruang yang penuh […] - [Degradasi Moral, Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?](https://ruangbestari.com/degradasi-moral-indonesia-emas-atau-indonesia-cemas/): Semua elemen dalam dunia pendidikan terus mengembangkan inovasi dan kreativitasnya hingga saat ini. Pendidikan terus menyesuaikan dengan keadaan zaman dan perkembangan sehingga selalu diupayakan tidak tertinggal dan terpinggirkan. Peradaban pada era global yang serba modern dan mayoritas berbasis digital membawa dampak positif juga disisi lain membawa dampak buruk bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Apakah kalian masih […] - [Guru Swasta dan Madrasah: Pahlawan Tanpa Penghargaan di Era PPPK](https://ruangbestari.com/guru-swasta-dan-madrasah-pahlawan-tanpa-penghargaan-di-era-pppk/): Guru adalah pilar utama dalam pembangunan peradaban bangsa. Dari tangan para pendidik, lahir generasi yang akan menentukan nasib Indonesia di masa depan. Namun, ironisnya, hingga kini kesejahteraan guru masih menjadi persoalan klasik yang belum kunjung selesai. Terutama bagi guru-guru swasta, terlebih mereka yang mengajar di madrasah swasta non-sertifikasi, kondisi mereka kian terpinggirkan seiring hadirnya kebijakan […] - [Untukmu yang Duduk di Bangku Itu](https://ruangbestari.com/untukmu-yang-duduk-di-bangku-itu/): Kamu yang duduk di bangku kayu itu, Yang kadang diam, kadang gaduh. Tahukah kamu jika setiap tatapanmu kutunggu? Karena di matamu, masa depan itu tumbuh.   Kamu boleh jatuh dalam urusan nilai, Tapi jangan jatuh pada ragu yang berkelai. Karena aku di sini, tak hanya menilai, Aku membimbing, tidak sekadar mengajar tanpa damai.   Langkahmu […] - [Karakter Tak Sebatas Nilai Rapor](https://ruangbestari.com/karakter-tak-sebatas-nilai-rapor/): Di sekolah tempat saya mengajar, setiap hari saya menyapa puluhan wajah muda dengan harapan: mereka tidak hanya pandai mengerjakan soal, tetapi juga tangguh menghadapi hidup. Namun, dari balik seragam rapi dan senyum sopan, saya semakin sadar bahwa ada kegelisahan yang kerap tersembunyi: bagaimana jika anak-anak ini tumbuh cerdas, tapi kehilangan arah saat menghadapi dunia nyata? […] - [Papan Tulis Bu Iin](https://ruangbestari.com/papan-tulis-bu-iin/): Hari itu Senin pagi. Udara masih terasa panas usai seluruh murid di SMP Generasi Bangsa selesai melaksanakan upacara. Di kelas IX-C, suara gaduh jadi musik latar rutin. Di pojok kanan belakang, Rian dan Nauval main suit kertas. Sementara Naomi terlihat sibuk mencorat-coret halaman belakang buku tulis. Pintu terbuka. Bu Iin masuk dengan senyum kecil sambil […] - [Harga Sebuah Pengabdian](https://ruangbestari.com/harga-sebuah-pengabdian/): Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar bangun, Pak Rahman sudah berdiri di depan rumahnya. Sepatu lusuhnya dilapisi debu jalanan dan tas selempang berisi kapur serta lembaran soal tergantung di bahu kirinya. Dari rumah sederhana di pinggir desa, ia menempuh jarak lima kilometer berjalan kaki menuju SD Negeri 3 Karangsari, sekolah tempatnya mengajar sejak delapan tahun lalu […] - [Kelas Seribu Rasa](https://ruangbestari.com/kelas-seribu-rasa/): Di ruang kecil beratap langit mimpi, Mereka duduk berjajar, berbagi hari. Seragam putih menyimpan cerita, tentang ribuan rasa, cita dan warna. Ada si Cemerlang, tajam menatap soal, Kata-katanya terukur, langkahnya selalu teratur. Tapi lihat, si Pelupa yang tak masuk diakal, Tertawa sendiri, pena hilang, tapi hatinya paling jujur. Ada si Pemimpi yang senang menatap jendela, […] - [Sang Guru Segala Zaman](https://ruangbestari.com/sang-guru-segala-zaman/): Kala fajar menyingkap kabut Dinding bilik bambu dan bangku kayu bersahaja Saksi bisu sang Penebar Cahaya Menyemai ilmu di ladang jiwa Pada papan tulis yang lusuh Ia torehkan aksara cinta Mengukir hikmah dengan kapur rapuh Disertai hembusan kata penggugah kalbu Menyirami dahaga ruh-yang merindu gemilang masa depan Sedang sang murid, khusyuk terpaku dalam cakrawala asa […] - [Desa Bumisari](https://ruangbestari.com/desa-bumisari/): “Kok HPku mati tidak bisa dihidupkan sama sekali.” Desah Tarman sembari duduk di kasur. Fajar pagi membelah kesunyian dengan eluhan Tarman. Di kamar sempit dengan luas 4 m2, Tarman bicara sendiri. Dia selalu tidur dengan adiknya yang nomor satu. “Kenapa, Tole[1]?” tanya mbok[2] dengan sigap. Mbok menengok ke kamar Tarman. “Ini Mbok, HP mati terus. […] - [Cahaya yang Terabaikan dalam Gelapnya Kebijakan](https://ruangbestari.com/cahaya-yang-terabaikan-dalam-gelapnya-kebijakan-2/): Guru merupakan salah satu pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, hingga hari ini, masih banyak guru honorer yang telah mengabdikan diri selama lebih dari sepuluh tahun belum juga diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Padahal, mereka telah memberikan dedikasi tinggi demi menyukseskan pendidikan di Indonesia, meski harus menjalani keseharian dengan pendapatan yang jauh dari […] - [Dimas Albiyan Yuda Nurhakiki - Cerita untuk Pak Hamka](https://ruangbestari.com/dimas-albiyan-yuda-nurhakiki-cerita-untuk-pak-hamka-2/): Cerita untuk Pak Hamka   Sebagai seorang yatim yang ditinggal oleh ayah sejak masih berada dalam kandungan ibu, aku sering membayangkan bagaimana rasanya memiliki seorang ayah. Dan setiap kali aku membayangkan hal itu, satu-satunya sosok yang selalu muncul dalam benakku adalah Pak Hamka. Bukan, ia bukan ayahku, tetapi ia adalah guruku sewaktu masa Sekolah Menengah […] - [KARAKTER SISWA YANG SUDAH MULAI PUNAH, SIAPA YANG SALAH!](https://ruangbestari.com/karakter-siswa-yang-sudah-mulai-punah-siapa-yang-salah/): Berbicara tentang sebuah pendidikan merupakan sesuatu yang urgen dalam kehidupan kita,karena semakin tinggi sebuah pendidikan akan semakin berpeluang memiliki sebuah pekerjaan yang layak,namun tidak dipungkiri pula bukan hanya sebuah pendidikan dengan gelar yang panjang yang menjadi sebuah prioritas namun tentunya tak kalah penting adalah sebuah karakter, karena gelar akademik yang panjang akan menjadi kebanggaan tersendiri […] - [Potret Literasi  Di Daerah Terpencil](https://ruangbestari.com/potret-literasi-di-daerah-terpencil/): “Pagi Semangat Sore Ceria” (Potret Literasi  Di Daerah Terpencil) Di pelosok Kalimantan Utara, sebuah desa yang bernama  Lung Kebinu  kecamatan Mentarang Hulu Kabupaten Malinau, berdiri sebuah  sekolah Dasar Negeri (SDN 008 Mentarang Hulu)  yang letaknya ditengah  hutan lebat  dan sungai yang mengalir deras, sekolah itu berdiri teguh sebagai pusat pendidikan bagi anak-anak desa setempat. Di […] - [Pentingnya Mewujudkan Pendidikan Karakter Peserta Didik Dalam Membentuk Generasi Muda Gen Z yang Berkualitas](https://ruangbestari.com/pentingnya-mewujudkan-pendidikan-karakter-peserta-didik-dalam-membentuk-generasi-muda-gen-z-yang-berkualitas/): Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting dan harus dimiliki oleh setiap manusia. Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang mendidik manusia untuk menjadi manusia yang memiliki pengetahuan dan moral dalam kehidupannya. Pendidikan membantu mendidik manusia menjadi pribadi yang bermoral dengan menerapkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah Pendidikan yang membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti yang […] - [Kesejahteraan Guru, Kunci Mewujudkan Kesejahteraan Peserta Didik](https://ruangbestari.com/kesejahteraan-guru-kunci-mewujudkan-kesejahteraan-peserta-didik/): Guru merupakan pilar utama dalam proses pendidikan, memegang peran strategis dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan masa depan generasi bangsa. Dalam setiap keberhasilan peserta didik, terdapat dedikasi dan pengorbanan para guru yang dengan tulus mengabdikan dirinya di ruang-ruang kelas, dari kota besar hingga pelosok desa. Namun, realitas yang dihadapi para guru saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan […] - [Pendidikan Karakter Di Lembaga Pendidikan Islam](https://ruangbestari.com/pendidikan-karakter-di-lembaga-pendidikan-islam/): Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam sistem pendidikan yang bertujuan untuk membentuk manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, emosional, dan spiritual yang kuat. Di tengah arus globalisasi, kemajuan teknologi informasi, dan kompleksitas kehidupan modern, krisis karakter menjadi tantangan nyata yang dihadapi oleh dunia pendidikan, termasuk di Indonesia. Dalam konteks […] - [Dimas Albiyan Yuda Nurhakiki - Cerita untuk Pak Hamka](https://ruangbestari.com/dimas-albiyan-yuda-nurhakiki-cerita-untuk-pak-hamka/): Cerita untuk Pak Hamka   Sebagai seorang yatim yang ditinggal oleh ayah sejak masih berada dalam kandungan ibu, aku sering membayangkan bagaimana rasanya memiliki seorang ayah. Dan setiap kali aku membayangkan hal itu, satu-satunya sosok yang selalu muncul dalam benakku adalah Pak Hamka. Bukan, ia bukan ayahku, tetapi ia adalah guruku sewaktu masa Sekolah Menengah […] - [Cahaya yang Terabaikan dalam Gelapnya Kebijakan](https://ruangbestari.com/cahaya-yang-terabaikan-dalam-gelapnya-kebijakan/): Guru merupakan salah satu pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, hingga hari ini, masih banyak guru honorer yang telah mengabdikan diri selama lebih dari sepuluh tahun belum juga diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Padahal, mereka telah memberikan dedikasi tinggi demi menyukseskan pendidikan di Indonesia, meski harus menjalani keseharian dengan pendapatan yang jauh dari […] - [Secerca Asa, Guru Menyapa](https://ruangbestari.com/secerca-asa-guru-menyapa/): Perlahan sinar asa tercurah Dari bilik jembatan yang goyah Terdengar gemuruh bisik Suara anak yang berisik   Kehidupan malam seakan tersingkap Oleh ribuan kaki yang sigap menyergap Tas ransel yang sobek menahan beban Seakan menjerit tanpa harapan   Dilorong ruang yang sunyi Terdapat kenangan yang tersembunyi Terisak suara tangis dan tawa Tersisa dibilik kolong-kolong meja […] - [Tante, Aku Mau Jadi Guru yang Baik](https://ruangbestari.com/tante-aku-mau-jadi-guru-yang-baik/): Langit pagi masih berkabut ketika Vivin memarkir motornya di depan gerbang SD tempat Putra bersekolah. Bocah tujuh tahun itu menggenggam tas kecil bergambar dinosaurus, langkahnya lambat, matanya sembap. “Ayo semangat, Putra! Hari ini ujian matematika, kan?” ujar Vivin, mencoba ceria. Putra mengangguk pelan. Anak sulung dari kakak Vivin, Cahyono dan Nurul, itu memang sedang tak […] - [Menjadi Pelita Negeri](https://ruangbestari.com/menjadi-pelita-negeri/): Di ujung pagi, kau datang membawa cahaya Buku di tangan, harapan di dada Langkahmu ringan, namun maknanya dalam Menanam nilai di tanah yang belum tergenggam   Bukan sekadar kata yang kau ucapkan Namun, suri teladan yang kau nyalakan Dalam diam, kau ukir karakter Pada jiwa-jiwa yang masih bergetar   Ilmu kau tuang seperti hujan yang […] - [“Mister Sam dan Grammar Ajaib”](https://ruangbestari.com/mister-sam-dan-grammar-ajaib/): Di ujung barat daya Jawa Timur, terhampar sebuah kota kecil yang menyimpan keajaiban alam bak lukisan surga. Pacitan begitulah kota ini disebut. Kota ini dikelilingi perbukitan kapur yang menjulang dan hijau, seakan menjadi benteng alami yang memeluknya dengan hangat. Julukan “Kota Seribu Satu Goa” bukanlah sekadar kiasan; dari Goa Gong yang megah dengan stalaktit kristal, […] - [Ia Tak Pernah Benar-Benar Pulang](https://ruangbestari.com/ia-tak-pernah-benar-benar-pulang/): Ia berjalan pelan Dari rumah ke sekolah Seperti air yang tahu ke mana harus mengalir Meski tak pernah dijanjikan lautan Tak ada yang tahu Bahwa sepatu tuanya pernah mengantar ribuan langkah kecil Menuju pagi yang sama Menuju bangku-bangku yang menunggu Dengan sunyi yang setia Ia bukan siapa-siapa Hanya seseorang yang menghafal nama anak-anak Lebih baik […] - [Hari Pertama Sekolah](https://ruangbestari.com/hari-pertama-sekolah/): Kaki kecil melangkah perlahan, memegang erat tangan sang Bunda. Sepasang bola mata yang indah, memandang dengan napas tertahan. Menyembunyikan diri di balik badan sang Bunda.   Bu Guru menanti di gerbang depan, menyambut setiap murid dengan wajah gembira. Berjalan berhati-hati mendekati si Cantik sambil mengulurkan tangan. Berusaha menggapai tangan mungil itu dengan senyuman ceria.   […] - [Runcingnya Alis Zahsy, Sinyal Darurat Generasi Cemas](https://ruangbestari.com/runcingnya-alis-zahsy-sinyal-darurat-generasi-cemas/): Runcingnya Alis Zahsy, Sinyal Darurat Generasi Cemas   Anna Sulisetiawati SD Al Muslim     Tidak seperti biasanya pagi ini saya melihat Zahsy datang terlambat ke sekolah. Agenda peringatan hari besar di sekolah dasar meminta anak-anak menggunakan busana muslim bebas, sopan, dan rapi. Zahsy yang cantik sudah siap dengan busana muslimnya. Kecantikannya bertambah saat saya […] - [Alpha](https://ruangbestari.com/alpha/): Alpha bukan tak hadir Kau datang dari 2010 Kau datang bersama maya Sulit kau lepas gawai   Alpha tak sendiri Hadir bersama pemanasan global Hidup dalam keleluasaan global Tak terbatas   Alpha muridku Alpha guruku Kau dapat rekognisi Kau berbagi informasi   Kita telah berkongsi - [Terjebak dalam Lingkaran Kebaikan](https://ruangbestari.com/terjebak-dalam-lingkaran-kebaikan/): Kebenarannya, menjadi guru bukanlah impianku Latar belakang pendidikan berbanding terbalik Kurangnya ilmu, emosi sulit tertata Alasan kuatnya Namun takdir membawaku ke dunia ini Menjadikan diri benteng harapan yang menghadirkan rasa takut Bagi sebagian orang ini cukup mudah, tapi bagiku tidak Tanggung jawab besar membutuhkan kegigihan penuh energi Pada akhirnya, aku berserah pada takdir Menjalani hari […] - [Guru Pesantren, Pendidik Sejati yang Perlu Diperjuangkan Kesejahteraannya](https://ruangbestari.com/guru-pesantren-pendidik-sejati-yang-perlu-diperjuangkan-kesejahteraannya/): Guru adalah pahlawan dalam mendidik generasi bangsa. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Ini terutama berlaku bagi guru-guru di pondok pesantren yang akrab dengan sapaan ustad atau ustadzah, yang mendidik dengan penuh dedikasi dan semangat untuk mengembangkan nilai-nilai agama dan moral. Namun, di balik dedikasi besar tersebut, kesejahteraan mereka sering […] - [Potret dan Harapan Kesejahteraan Guru di Indonesia](https://ruangbestari.com/potret-dan-harapan-kesejahteraan-guru-di-indonesia/): Potret dan Harapan Kesejahteraan Guru di Indonesia Heri Budianto MAN Sumenep   Guru menjadi salah satu bagian penting dalam tatanan kesinambungan sistem pendidikan dan memiliki peran kunci dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Namun, di Indonesia, persoalan kesejahteraan guru masih menjadi masalah yang perlu diselesaikan secara komprehensif. Kesejahteraan yang dimaksud meliputi kebutuhan finansial, sosial, dan pengembangan profesional para guru. Situasi kesejahteraan ini berpengaruh tidak hanya pada motivasi dan kinerja tenaga pengajar, tetapi juga terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan (Hasanah & Zainuddin, 2024). Kondisi kesejahteraan guru sangat terlihat pada guru […] - [RIVAL SANG PENDIDIK MASA KINI](https://ruangbestari.com/rival-sang-pendidik-masa-kini/): Hari demi hari berjalan Sang Pahlawan tanpa tanda jasa hadir Membawa senyum yang tak boleh using Ukir bekal anak didik yang lugu dan bingung   Pahlawan anak-anak bangsa Ceritamu memang tak tertulis Namun ilmu yang kau berikan membekas dalam asa dan raga Tapi itu dulu sebelum maya hadir dan tanpa pamrih   Kini Peradaban mulai […] - [Pendidikan Karakter - Tanggung Jawab Bersama, Bukan Hanya Tugas Guru di Sekolah](https://ruangbestari.com/pendidikan-karakter-tanggung-jawab-bersama-bukan-hanya-tugas-guru-di-sekolah-2/): Di era perkembangan zaman yang semakin pesat dan teknologi yang semakin canggih, penulis melihat banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi yang semakin canggih dan kemudahan memperoleh informasi seharusnya menjadi peluang untuk memperbaiki mutu pendidikan bangsa ini. Namun pada kenyataan yang terlihat, kemajuan tersebut justru menimbulkan masalah baru yang semakin […] - [Pendidikan Karakter - Tanggung Jawab Bersama, Bukan Hanya Tugas Guru di Sekolah](https://ruangbestari.com/pendidikan-karakter-tanggung-jawab-bersama-bukan-hanya-tugas-guru-di-sekolah/): Di era perkembangan zaman yang semakin pesat dan teknologi yang semakin canggih, penulis melihat banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi yang semakin canggih dan kemudahan memperoleh informasi seharusnya menjadi peluang untuk memperbaiki mutu pendidikan bangsa ini. Namun pada kenyataan yang terlihat, kemajuan tersebut justru menimbulkan masalah baru yang semakin […] - [Kerupuk Persahabatan Rohim](https://ruangbestari.com/kerupuk-persahabatan-rohim/): Di sekolah ini, siapa yang tidak mengenal Rohim? Semua guru, siswa, bahkan penjual bakwan depan gerbang sekolah pun mengenalnya. Dia teramat terkenal, kawan. “Prestasi”-nya sudah tidak terhitung. Sudah berapa kali dia bolos sekolah dengan memanjat gerbang? Dia juga kerap terlambat masuk sekolah dengan alasan kesiangan. Tidak terhitung terlibat perkelahian? berapa kali dia tidak masuk tanpa […] - [Menjadi Bintang di Langit Sendiri](https://ruangbestari.com/menjadi-bintang-di-langit-sendiri/): Menjadi Bintang di Langit Sendiri Karya : Yeti Tri Apriatin   Hadir melalui perantara mimpi Senyum merekah sepanjang hari Apakah benar kata orang tentang kalian ini Sulit dihadapi dan penuh kontroversi   Empat belas hari pertama Bertatap muka dengan yang ingin merdeka Merdeka dari jiwa yang penuh stigma Nak,, apakah kalian bahagia?   Semula dating […] - [PENGABDIAN](https://ruangbestari.com/pengabdian/): Bermula dari amplop cokelat, Bermodalkan tekat, Berisi lampiran sertifikat, Tersusun layaknya surat,   Awal dari bentuk keberanian, Nekat tanda keseriusan, Dan semangat muncul lorong kehidupan, Menjadi bingkai pengabdian,   Kini berjuang bersama takdir, Bagai nikmat yang mengalir, Meski kadang getir, Namun inilah perjalanan karir,   Lihatlah Pengabdianmu, Pengusaha suskes karenamu, Pahlawan muncul karena nasihatmu, Tentara […] - [Pemilik Kromosom Istimewa](https://ruangbestari.com/pemilik-kromosom-istimewa/): Awal dia datang, kelas penuh kabut tebal Setiap arahan tak sampai, membentur dinding menjulang Kata-kata sederhanaku sulit dia cerna Emosiku membuncah, sabar nyaris punah   Tatapannya yang polos, tanpa gelisah Kukira keras kepala, tak mau larut alur Namun di matanya, ada dunia yang kabur   Waktu berlalu, hatiku mulai meraba Menyelami labirin jiwanya yang berbeda […] - [Sejahterakah Guru Menjadi Kreator Konten](https://ruangbestari.com/sejahterakah-guru-menjadi-kreator-konten/): Baru-baru ini masyarakat Indonesia dikejutkan oleh berita seorang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bahkan telah menerima tunjangan sertifikasi, tetapi rela mengundurkan diri dari jabatannya lalu beralih profesi menjadi kreator konten. Namanya Hendra Brudy, seorang guru muda berprestasi yang dengan berani membuat keputusan meninggalkan profesinya sebagai pendidik untuk fokus menjadi kreator konten. Keputusan itu […] - [Di Balik Debu Kapur, Hikayat Tumbuh](https://ruangbestari.com/di-balik-debu-kapur-hikayat-tumbuh/): 1/ Di ujung kelas yang belum sempat disapa matahari, sang guru menata aksara di papan tulis— dengan kapur yang retak seperti sejarah yang ia rawat dalam nadi yang tak pernah menagih upah ia bukan hanya pengucap rumus atau perapal definisi, tapi ia penjaga mimpi, penenun logika, penyulam etika ia tahu: pendidikan bukan sekadar angka, tapi […] - [Jejak Warisan Abadi](https://ruangbestari.com/jejak-warisan-abadi/): Memulai dengan hati yang penuh cinta, Mengemban amanah sebagai pahlawan tanpa lencana. Setiap langkah yang diambil, mengumpulkan jejak, Membangun generasi emas, dengan harapan yang tak terbatas. Dengan sabar dan dedikasi, dia ajarkan, Menulis mimpi, membaca masa depan yang gemilang. Dia adalah pelita di tengah kegelapan, Menerangi jalan, membuka wawasan yang luas. Dia memiliki kisah yang […] - [Murid Istimewa](https://ruangbestari.com/murid-istimewa/): Keningku berdenyut, mata berkunang-kunang sesaat setelah membaca jawaban yang ditulis Fahri. Tiba-tiba aku merasa menjadi guru yang gagal, seolah-olah sebuah batu besar mengganjal di hati ketika menghadapi siswa seperti Fahri. Bagaimana tidak? Hampir sejam aku berdiri di depan kelas menerangkan pelajaran dengan detail, hasilnya justru tidak nyambung. Fahri adalah siswa pindahan di awal semester lalu. […] - [Pembentukan Generasi Berkarakter di Sekolah Dasar Melalui Pembiasaan](https://ruangbestari.com/pembentukan-generasi-berkarakter-di-sekolah-dasar-melalui-pembiasaan/): Pendidikan adalah proses pembelajaran untuk membantu seseorang mendapat pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang dibutuhkan dalam menjalani hidup. Pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik mendapatkan peran dan tanggung jawab mereka di lingkungan masyarakat. Untuk itu sekolah sebagai jembatan peserta didik mendapat pendidikan memiliki fungsi yang penting. Sekolah juga berperan dalam membentuk karakter peserta didik, mengembangkan bakat, […] - [Dari Buku Harian, Menjadi Karya Besar](https://ruangbestari.com/dari-buku-harian-menjadi-karya-besar/): Setiap orang memiliki sejarah kehidupan masing-masing. Ada yang hanya menjadikan setiap kejadian tersebut sebagai kenangan hingga daya ingat memudar. Ada pula yang memilih mengabadikannya lewat buku harian. Bagi mereka, menuliskan setiap kejadian dan beragam perasaan terpendam di lembar buku harian menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan. Meski terkesan sentimentil, namun buku harian dapat menjadi terpantiknya sebuah […] - [Pengintegrasian PSE dalam MSB untuk Penguatan Karakter Peserta Didik](https://ruangbestari.com/pengintegrasian-pse-dalam-msb-untuk-penguatan-karakter-peserta-didik/): Gede Putra Adnyana SMAN 1 Banjar, Buleleng, Bali putradnyana@gmail.com   Berbagai fenomena negatif, saat ini masih terjadi dalam dunia pendidikan. Beberapa diantaranya, tindak kekerasan, kesehatan fisik dan psikis, adiksi gawai, pornografi, judi daring, dan narkoba pada peserta didik.[1] Kondisi ini, sangat berdampak terhadap kualitas bangsa di masa depan. Oleh karena itu, perlu penguatan delapan karakter […] - [Perjalanan Putih Biruku Bersama Mentari Pagi di Indonesia Timur](https://ruangbestari.com/perjalanan-putih-biruku-bersama-mentari-pagi-di-indonesia-timur/):   Matahari terbit dan tenggelam di pulauku sangatlah menawan. Wisatawan mancanegara biasa datang untuk melihatnya. Berlembar-lembar uang dolar pasti mereka keluarkan untuk menjelajah sampai sini. Sudah dipastikan mereka akan pesiar ke Piarakuku menikmati sabana dan jalan iconicnya, selain itu juga ke Air Terjun Waimarang menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang tiada duanya. Sumba, itulah nama yang […] - [Guru dan Papan Tulis Cakrawala](https://ruangbestari.com/guru-dan-papan-tulis-cakrawala/): Goresan pena angkasa raya Mengitari orbit penjelajah jiwa Bintang bersinar sumber cahaya Benih-benih kebijaksanaan semesta   Mengulurkan teleskop ilmu kehidupan Gravitasi harapan antariksa kepercayaan Jasa pencerah laksana sayap keabadian Sumber pelita sukma demi beterbangan   Kilau langit bianglala keajaiban menjelang Kosmos menyembur energi kilau cemerlang Dian nan tak pernah padam maupun hilang Mentari hangat mengantar […] - [Cahaya Dalam Kegelapan](https://ruangbestari.com/cahaya-dalam-kegelapan/): Setiap langkah, kami belajar darimu, Tidak hanya tentang rumus atau sejarah, Tetapi keberanian untuk benar-benar bermimpi, Tentang tidak pernah menyerah saat kegelapan telah mengepung.   Dengan sabar, namun tegas, kau mendidik kami, Melihat apa yang terkadang tidak kami lihat, Setiap kata, setiap nasihat, Adalah cahaya kesuksesan kami, suara yang telah lama ditunggu.   Kami tidak […] - [GURU SEJAHTERA PENDIDIKAN BERMUTU, BENARKAH?](https://ruangbestari.com/guru-sejahtera-pendidikan-bermutu-benarkah/): Pendidikan perlu peran guru.  Pendidikan tanpa guru menjadi tidak bermakna. Di jaman sekarang, anak bisa memperoleh pengetahuan melalui kecanggihan teknologi. Tetapi, tanpa campur tangan guru, anak bisa keliru dalam memaknai pengetahuan yang didapat . Kita meyakini pernyataan, bahwa posisi guru tidak dapat digantikan oleh alat bahkan teknologi. Salah satu faktor tercapai dan tidaknya sebuah pembelajaran […] - [Petualangan Anak Indonesia Hebat di Hutan Ajaib](https://ruangbestari.com/petualangan-anak-indonesia-hebat-di-hutan-ajaib/): Di sebuah desa kecil bernama Sukamaju, hiduplah Aji, anak kelas 5 SD berusia 11 tahun. Aji punya rambut ikal cokelat, mata bulat cemerlang, dan selalu memakai topi merah kesayangannya. Dia dikenal ceria, tapi kadang suka bingung kalau disuruh berpikir cepat. Hobinya? Lari-lari di sawah sambil nyanyi! Tapi, Aji punya kelemahan: dia takut banget sama kegagalan. […] - [PAK. JO, SANG PENAKLUK](https://ruangbestari.com/pak-jo-sang-penakluk/): Raungan GL Pro butut melaju, membelah angin seputih salju. Dengan tas punggung usang, resleting yang sedikit susah ditarik, lengkap dengan terlepasnya jahitan dibeberapa bagian, tidak lupa mengenakan jaket belel, beliau bersemangat  melajukan motornya ke sekolah.  Semua rekan kerja dan murid-murid memanggilnya Pak. Jo. Nama akrab cuilan dari nama asli yang lumayan panjang. Pak Jo,  guru […] - [TUMBUHLAH TUNAS-TUNASKU](https://ruangbestari.com/tumbuhlah-tunas-tunasku/): Suara sepatumu mampu pecahkan ranting mahoni Riuh rendah candaanmu ungkapkan kebebasan Geliat mentari membuat langkah lebih berani Kobaran semangatmu cemerlangkan masa depan   Wahai murid- murid ku, kemarilah Lihat ini..ini… banyak bekal untukmu Wahai murid murid ku, kemarilah Pilih.. pilih… pilih semaumu   Dari huruf A sampai Z hingga kalian mampu bersuara Dari nol sampai […] - [Upaya Meningkatkan Pendidikan Karakter yang berkualitas](https://ruangbestari.com/upaya-meningkatkan-pendidikan-karakter-yang-berkualitas/): Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam segala aspek kehidupan manusia. Dengan diterapkannya sebuah pendidikan karakter menjadikan manusia itu memiliki sikap dan perilaku yang baik serta dapat menjadi sosok yang memiliki integritas tinggi. Saat ini, globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat memberikan banyak dampak pada moral anak bangsa. Sehingga pendidikan karakter harus diajarkan sejak dini sebagai […] - [WENDEPUNKT (Sebuah Titik Balik)](https://ruangbestari.com/wendepunkt-sebuah-titik-balik/): Aku masih memandang sendu sesosok tubuh yang telah terbujur kaku. Wajahnya bisa kulihat meski tertutup kain putih. Wajah yang telah melahirkanku dengan bertaruh nyawa dan membesarkanku dengan penuh cinta. Kini aku harus melepasnya setelah memberi luka. “Kasihan, ya, Bu Astri. Gara-gara masalah si Intan beliau jadi kayak gini,” ucap seorang tetangga pelan namun, sayangnya terdengar […] - [AIR MATA AISYA](https://ruangbestari.com/air-mata-aisya/): Di balik pintu kayu Punggung yang rapuh bersandar penuh Menopang Pundak yang berguncang Seiring air mata yang berlomba-lomba datang   Aisya menyeka sudut mata Menghapus jejak pilu di hatinya Meski tetap terganti dengan perih lainnya Dari umpatan yang terdengar telinganya   Remuk redam rasa Aisya Diterpa badai pertengkaran orang tuanya Sesak menggelegak memenuhi dada Namun […] - [ANTARA PERJUANGAN DAN PENGABDIAN](https://ruangbestari.com/antara-perjuangan-dan-pengabdian/): Tidak semua guru memandang profesinya sebagai ladang penghasilan. Dan tidak semua ibu punya pilihan untuk memilih antara profesi dan keluarga. Fakhira Adriani ⁕⁕⁕   Hujan deras masih belum berhenti. Memaksa Bu Fakhira untuk tetap berada di dalam ruang guru meskipun harusnya sejak satu jam lalu dia sudah berada di rumah untuk bermain dengan putra semata […] - [Menulis Bersama Buku "SURAT CINTA UNTUK GAZA"](https://ruangbestari.com/palestina/): Bestari Literasi Indonesia mengajakmu untuk berpartisipasi dalam Menulis Bersama Buku Antologi Puisi “SURAT CINTA UNTUK GAZA”. Ketentuan umum: Pendaftaran gratis dan terbuka untuk semua kalangan. Puisi bertema “Palestina”. Peserta hanya boleh mengirim 1 karya. Karya orisinil, tidak pernah dilombakan, dan tidak pernah dipublikasikan. Puisi minimal 4 bait, maksimal 8 bait. Puisi ditulis dan diunggah menggunakan […] - [Peluk Sepi untuk Gaza](https://ruangbestari.com/peluk-sepi-untuk-gaza/): Gaza, namamu kusebut dalam jiwa yang tenang, Dalam gelap yang terus saja mendoakan, Saat dunia dengan cepat menyudutkan, Akulah yang mencintaimu dalam peluk sepi.   Air mata di tanahmu adalah hujan dan luka, Namun senyum pertanda kemenangan tak padam, Bukankah cinta sejati mampu bertahan dalam badai? Sebab senyum itu menyimpan daya yang gaib.   Ia bermain di sela-sela reruntuhan, Menanam benih harap di tanah penuh cerita, Ia adalah jarum penunjuk pencarian, Yang hidup dari semangat bangkit dan merdeka.   Gaza, kaulah pelita dalam gelap yang pekat, Namamu kugantung di tiap kesempatan, Untuk menumbuhkan harapan damai di ujung jalan, Dan menghanyutkan air […] - [Puisi bertema PALESTINA yang berjudul "Di tanah Yang Tak Pernah Diam.."](https://ruangbestari.com/puisi-bertema-palestina-yang-berjudul-di-tanah-yang-tak-pernah-diam/): (Sebuah Ode untuk Palestina)   Di tanah sunyi, zaitun pun bertumbuh, angin membawa kisah yang lirih dan pilu. Anak-anak belajar damai di sela reruntuh, mata mereka fajar, meski langit kelabu.   Langkah kecil menapaki debu sejarah, ditulis dengan darah, dibaca dalam doa. Tak mengangkat senjata—hanya marwah dan sabar, mendekap bumi berdarah, serupa ibu dan bayi.   Bulan mengintip dari jendela pecah, menyaksikan nyanyian duka yang tak patah. Malam-malam jadi janji yang tak lelah, pada tanah yang setia, meski dikhianati dunia.   Palestina bukan sekadar nama di peta, ia hati yang menolak tunduk dan binasa. Dalam diamnya, semesta berseru lantang: keadilan akan […] - [🇵🇸Menunggu Mentari Merdeka🇵🇸](https://ruangbestari.com/%f0%9f%87%b5%f0%9f%87%b8menunggu-mentari-merdeka%f0%9f%87%b5%f0%9f%87%b8/): Liva duduk di depan jendela kamarnya, memandang langit senja yang mulai memerah. di layar ponselnya, kabar tentang palestina kembali muncul—ledakan, kehancuran, dan air mata yang tak pernah berhenti mengalir. hatinya terasa berat, tapi juga penuh tekad.   sejak awal tahun ini, Liva semakin rajin mengikuti berita dan mencari tahu kondisi di gaza. setiap malam, ia membayangkan wajah-wajah anak-anak yang kehilangan rumah dan keluarga, juga suara-suara ibu yang terus berdoa untuk keselamatan buah hati mereka. pikirannya tak pernah lepas dari satu harapan: kebebasan palestina.   di sekolah, Liva tak hanya diam. ia membentuk komunitas kecil yang dinamainya “suara merdeka”. bersama teman-temannya, mereka […] - [Gaza; Tanah yang Tak Pernah Damai](https://ruangbestari.com/gaza-tanah-yang-tak-pernah-damai/): Di tanah pasir berpenghuni pohon zaitun tua, Langit berseru lirih, memeluk nestapa. Britania datang bawa ribuan janji, Balfour ditulis—harap terbelah disela sunyi. Dunia berseru, “Bagi adil, dua negeri!” Namun apa? Yang satu menangis, yang lain berdiri. Israel lantang, “Ini tanahku, hakku!” Palestina lirih, “Di mana? Rumahku?” Gaza jatuh ke dekapan Mesir, Tepi Barat dikawal Yordania yang kikir. Pelan, mencekam, badai pun datang, Israel menyeru—langit dunia benderang… Namun—bagaimana Palestina sekarang? Waktu berlalu, membawa pilu, Janji berdentang, kosong dan semu. Di lorong politik berpeluru, Damai luruh, darah mengalir di jalan bisu. Hamas bangkit dari abu derita, Gaza… kandang terakhir yang nyaris tiada. Blokade […] - [Harapan di Tenggah Reruntuhan](https://ruangbestari.com/harapan-di-tenggah-reruntuhan/): Di balik reruntuhan dan langit yang kelam, Ada doa-doa yang tak pernah padam. Anak kecil menggenggam harap yang dalam, Meski dentum senjata terus mengguncang malam.   Darah dan debu jadi saksi setia, Tentang negeri yang dijajah luka. Namun cinta tumbuh di tanah sengsara, Mengakar kuat, tak bisa binasa.   Jerit bumi tak lagi asing di telinga, Namun dunia kerap bungkam tak berdaya. Palestina tetap berdiri dengan cinta, Meski peluru ingin menghapus namanya.   Langit mungkin gelap, penuh awan duka, Tapi mentari tak pernah benar-benar sirna. Cinta kami mengalir bagai sungai yang setia, Menghapus takut, menyiram jiwa.   Setiap batu di jalanan […] - [LANTUNAN DOA DOA UNTUKMU, PALESTINA](https://ruangbestari.com/lantunan-doa-doa-untukmu-palestina/): LANTUNAN DOA DOA UNTUKMU, PALESTINA Amelia Novita Gosal Seluruh umat islam berduka untukmu, Palestinaku Kami adalah segenap saksi pertumpahan darah terjadi di tanahmu Kami berduka menyaksikan ribuan nyawa tak berdosa berpulang setiap harinya Tak terbendung ketakutan yang engkau rasakan wahai saudara saudariku   Beribu puing puing bangunan hancur tiada tersisa Tak terhitung ribuan tangis terus mengiringi derita yang ada Meski bumi menjadi saksi yang bisu Tapi kami tetap berani menyuarakan kemerdekaan dan doa untukmu   Dalam derita tak berujung ini, Tengadah tanganku, berdoa kepada Allah SWT Bebaskan saudara kami dari derita dunia Berikanlah kekuatan di tengah duka yang menyelimuti   Lantunan […] - [Mei Mawar 98 _ IHWAL BENZ SATRIADJI](https://ruangbestari.com/mei-mawar-98-_-ihwal-benz-satriadji/): atas nama air dan tanah negeri ini hey nak, kemarilah akan ku dendangkan syair negeri ini dari ku yang termabukkan orde baru kakekmu melahirkanku dari rahim yang katanya kemerdekaan kau lahir dari benih reformasi 27 tahun silam aku menyaksikan bau kentut bangsa ini banyak sandi yang tak kumengerti terlukis di tiang dan tembok titik nyala api jangan kau mengerutkan keningmu dengarkan saja sperti kau sedang menikmati musik k-pop yang melantunkan bait+bait oposisi, status quo atau kudeta asap gas masih dapat kurasakan pedih dimata ini teriakan pamanmu saat terkena pukulan phh dan terserempet timah panas saat itu hanya doa dan keyakinan harapan […] - [Merealisasikan Konsep Bersama](https://ruangbestari.com/merealisasikan-konsep-bersama/): Sama saja, kegiatan yang dilakukan mengatas namakan kebajikan umum yang hasilnya untuk eksistensi diri bukan untuk keberlanjutan para pegiat profesi hasilnya pun ya hanya sebatas itu bisa jadi hanya seperti uap. Konsep dan gagasan hanya sebatas meja yang berukuran 3 x 5, jika gagasan, ide atau konsep itu adalah kebajikan kenapa tidak disebar luaskan dan disosialisasikan serentak bersama-sama?! Mengulik kebelakang sejarah bangsa yang unik ini, proses kemerdekaan, proses sumpah pemuda dan proses reformasi dengan tujuan yang sama rakyat melakukan bersama untuk mencapai tujuan dan cita-cita tersebut. Sastrawan atau seniman masuk sekolah sudah dilakukan sejak lama, karena polanya sama ialah indiviual untuk […] - [KINI SENJA BERUSAHA MENIKMATI MENTARI](https://ruangbestari.com/kini-senja-berusaha-menikmati-mentari/): Kini Senja Berusaha Menikmati Mentari karya, IhwaL Benz Satriadji pujangga semarak kurator merebak laksana buih ombak algoritma memamah biak tak perduli tentang rasa berharap kemurnian cinta dari jiwa yang diuntai dalam bait rima andai saja, kecerdasan buatan itu tak lahir mungkin akan berhalusinasi karena dahaga kekeringan menjadi belenggu pena kata-kata tak lagi menjadi makna waktu begitu cepat menuju keharibaannya benih kejahilan buatan bersemi tapi tak terdeteksi atau barangkali sengaja tak disadari? terlukis keindahan semu meramu dalil untuk berdalih etalase rupa yang kosong tanpa nada berderu bising daya alam semakin dilemahkan tercambuk oleh sekarung gabah menu receh dihidangkan membangun kecerdasan terabaikan kesombongan […] - [PAGAR PUGAR _ IHWAL BENZ SATRIADJI](https://ruangbestari.com/pagar-pugar-_-ihwal-benz-satriadji/): PAGAR PUGAR kala bambu runcing menghunus laras panjang bermesiu cerita dalam sejarah yang dipatri keabsahannya sudahlah Musa membelah Laut sebagai ajar keserakahan dan kemungkaran angkuh nian memagar gelombang terbius Opium lalu menancap simpul bambu langit sudah padat trafik frekwensi hutan dijelma bersolek diksi daratan terpasung jeruji polusi laut berpagar bambu sensasi apakah kau cukup mengerti?… hey nak, lihatlah lukisan itu berdebu dan kusam tapi keindahannya nyata kejujurannya fakta bersiullah dengan merdu menyelinap kedalam nadi batu pasang jaring akalmu menghunus pagar pemasang bambu tak ada lagi hati yang ada hanya rasa menikmati atau mati IBS   - [JELANG 10 DZULHIJAH - Ihwal Benz Satriadji](https://ruangbestari.com/jelang-10-dzulhijah-ihwal-benz-satriadji/): Jelang 10 Dzulhijah insan taqwa mulai berdatangan dari segala penjuru bumi segala cara ditempuh mendapatkan segala janji labbaiik allahumma labbaiik kami datang memenuhi panggilanMu, katanya diantara musdalifah dan mina diantara aqobah, wusto dan ulla diantara mekkah dan madinah ada apa di arofah? para insan bertaruh untuk menyempurnakan identitasnya. Yaa Rabb, bagaimana hamba dapat menahan bendungan kesedihan ini tatkala janji yang kau berikan begitu indah dan menggiurkan? sementara kau tak memberikan hamba kemampuan meraihnya. dengan keagungan dan keluhuran kekuasaanMu, kuatkan hamba di dalam kekayaan kerajaanMU mendapatkan janjiMu. terima kasih atas kasih sayangMu cintai kami dengan rahmatmu karena kami tak mampu menjaga kesucian […] - [SALAM PERTIWI _ IHWAL BENZ SATRIADJI](https://ruangbestari.com/salam-pertiwi-_-ihwal-benz-satriadji/): SALAM PERTIWI _ IHWAL BENZ SATRIADJI kilau tembaga pura aroma sawit borneo menjadi lukisan eksotis gairah mata para pelancong biji kopi dan pala cengkeh dan kemenyan menggoda memanggil para pencari kenikmatan dunia lebat hutan dan riuh gemercik curug menjadi santapan nikmat para raja keindahan terpancar dari sutra merah putih yang menari di angkasa menemani merdu riak sayap mengudara hey nak, kelak kau akan mengerti akan makna syair negeri ini jagalah setiap jengkal keindahan panorama bumi ini bangkitlah dengan segenap daya dan kecerdasan diri erotisme batubara jangan membuatmu keras hati jagalah saudaramu jangan berintim(midasi) berilah salam hormatmu pada ibu pertiwi Ihwal Benz […] - [Sang Mentor Keberhasilanku](https://ruangbestari.com/sang-mentor-keberhasilanku/): Mengarahkan pentingnya Ilmu pengetahuan Dan segala pengetahuan yang kau ucapkan Memberi kesempatan menuju impian dan masa depan Engkau ulurkan kesabaran dan dedikasi Membentuk generasi dengan penuh cinta Kau hilangkan letih wajahmu Untuk menciptakan suasana semangat belajar Membimbing belajar dengan penuh kesabaran Mendapatkan sumber Inspirasi dan motivasi Sehingga percaya diri dan berani bermimpi Kau pilar pendidikan yang membentuk fondasi masa depan Kau penuh semangat dan profesionalisme Ku akui jasamu membentuk Keberhasilanku Menjadi generasi cerdas, berakhlak mulia dan berprestasi - [Kepada Chairil Anwar - Hey Ril](https://ruangbestari.com/kepada-chairil-anwar-hey-ril/): hey ril, hey ril, jika saja kau tahu saat ini aku berada tepat dimana kala itu kau sedang menyeruput kopi pelacur yang ada di kepalamu juga sedang bercumbu didalam laptopku hey ril, bait Kerawang Bekasi membawaku bertandang pada bangunan pabrik antara Tambun sampai Klari belum sampai ku dipasar Jampang kerawang aku mendengar kau kembali meraung bait-bait jalananmu menyapa angkara hey ril, kau lihat bintang Soraya itu seraya menunggu lolonganmu mengepak sayap disetiap lembar kehidupan memberi jejak cakar tanda pacu landasmu hey ril, kenapa kau masih menghantui kami sementara kau hanya diam melihat mereka memutar balik kata-kata berkatalah kembali untuk kami yang […] - [LEMBANG](https://ruangbestari.com/lembang/):   LEMBANG terkadang takut melihat cermin menatap potret itu begitu nyata lesatan waktu yang terlewati bukan alasan kerentaan hayati keindahan putihmu menikam hati kehangatan pelukmu menyejukan rasa dinginnya setiap malamku menjadi doa pengikat rintih desahanmu pagi yang kembali menjatuhkan peluh berupaya mengejar segala tafsir janji teruji syariat kesabaran yang entah akankah menjadi cahaya hati? air mata yang mengurai jawaban takdir pun belum mengering secangkir kopi menemani imaji pagi ini kita akan menjelajahi aliran haru mematri bahagia melewati nestapa Ihwal Benz Satriadji Lembang 2021       - [MAN 3 Banyuwangi Gelar Seleksi Duta MANTABB, Siapkan Brand Ambassador Madrasah](https://ruangbestari.com/man-3-banyuwangi-gelar-seleksi-duta-mantabb-siapkan-brand-ambassador-madrasah/): MAN 3 Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui ajang bergengsi Pemilihan Duta MANTABB. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring siswa-siswi terbaik yang akan menjadi brand ambassador madrasah, memperkenalkan wajah MAN 3 Banyuwangi ke masyarakat luas. Seleksi Duta MANTABB dilakukan melalui berbagai tahapan yang ketat dan kompetitif. Peserta harus melewati beberapa ujian penting, antara lain tes wawancara untuk mengukur kepribadian dan visi mereka, tes wiraga yang menilai penampilan dan etika, serta tes bakat yang menggali potensi dan kreativitas masing-masing siswa. Dari seluruh peserta, terpilih 10 pasang finalis terbaik yang kemudian mengikuti masa karantina. Selama karantina, mereka mendapatkan berbagai materi pengembangan […] - [Pendidikan karakter menjadi pilar yang masih runtuh dalam pendidikan di indonesia](https://ruangbestari.com/pendidikan-karakter-menjadi-pilar-yang-masih-runtuh-dalam-pendidikan-di-indonesia/): Pengantar Pendidikan karakter menjadi dasar atau fondasi penting dalam dunia pendidikan bukan sekadar pelengkap dalam kurikulum, tetapi fondasi utama dalam mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, namun juga beretika, bermoral, dan berkepribadian unggul. Dalam konteks Indonesia, pendidikan karakter bahkan menjadi bagian dari amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Namun, pada kenyataannya, pendidikan karakter di sekolah-sekolah masih jauh dari harapan. Banyak guru dan siswa belum memenuhi standar pendidikan karakter, yang terlihat dari berbagai kasus penyimpangan perilaku yang viral di media sosial. Revitalisasi pendidikan karakter menjadi mendesak agar bangsa ini mampu mencetak generasi yang mampu bersaing secara global […] - [Suara Jadi Senjata: Voice Over Bikin Konten Ngajar Makin Keren!](https://ruangbestari.com/suara-jadi-senjata-voice-over-bikin-konten-ngajar-makin-keren/): Di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat, peran guru tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik. Pembelajaran kini merambah dunia maya, dengan materi-materi yang disampaikan lewat video, podcast, atau platform e-learning. Dalam konteks ini, keterampilan voice over menjadi salah satu kompetensi penting yang sebaiknya dikuasai oleh guru. Voice over adalah teknik produksi suara di mana seseorang merekam suaranya untuk digunakan sebagai narasi atau pengisi suara dalam berbagai media, seperti video, film, presentasi, iklan, hingga materi pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, voice over merujuk pada penggunaan suara guru sebagai narasi untuk menjelaskan materi pelajaran, membacakan naskah, atau membimbing siswa melalui konten digital. Voice […] - [Pelita di Tengah Gelombang](https://ruangbestari.com/pelita-di-tengah-gelombang/): Pagi itu, langit mendung menggantung di atas atap SMA Muhammadiyah Kudus. Hujan semalam menyisakan genangan di halaman, namun semangat para siswa tetap terlihat menyala. Hari ini adalah 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional. Di tengah persiapan upacara, ada satu sosok yang menjadi pusat perhatian,Pak Tamtam, guru honorer senior yang sudah dua puluh tahun mengabdikan diri di dunia pendidikan. Pak Tamtam dikenal sebagai sosok pendidik yang luwes, tetapi adil. Ia tidak hanya mengajar, tapi juga menjadi tempat pulang bagi para siswa yang ragu akan masa depan mereka. Namun, tahun ini, wajahnya tampak lebih serius dari biasanya. Di ruang guru, ia menatap tumpukan dokumen […] - [Rambut Pak Anwar](https://ruangbestari.com/rambut-pak-anwar/): RAMBUT PAK ANWAR             Ada satu fenomena aneh yang kami alami setelah beberapa minggu yang lalu kami melihat pak Anwar berjualan martabak di alon-alon. Rambut pak Anwar yang tiba-tiba rontok dan itu tidak cuma sehelai atau dua helai namun beberapa gumpalan.  Kadang  tiba-tiba rontok saat dia mengajar kami di kelas. Kadang juga rontok saat berpapasan dengan kami. Rambut pak Anwar yang  lebat, hitam dan berkilau perlahan semakin menipis.  Yang lebih aneh hanya kami bertiga, aku, Tono dan Reza yang bisa melihatnya. Teman-teman dan para guru menganggap kami hanya mencari perhatian bahkan pak Anwar sendiri menganggap kami hanya bercanda. Sebenarnya apa yang […] - [Menggenggam Asa Untuk Muridku](https://ruangbestari.com/menggenggam-asa-untuk-muridku/): Lembaran ilmu tertulis oleh sejarah ajaran Rajutan asa sang tokoh pendidikan Memberikan arahan akan perjalanan yang tak ringan Diri guru yang diamanahi sebuah gengaman   Perbukitan pengetahuan akan aku tapaki Mencoba menjadi tauladan di mata hati Merajut untaian mimpi – mimpi Agar sang murid dapat meraih cita – cita tertinggi   Dunia luas membentangkan pandangan Tangan sang guru terpaku memberi dukungan Tak terbatas sekuat tenaga pada tangan Keyakinan jiwa murid yang akan amalan   Laksana orbit yang bergerak alami Tak ada hati meninggalkan murid pergi Berharap senyuman mengalir tiap hari Dorongan meraih pribadi yang berdedikasi tinggi . - [Niat Baik yang Tidak Dipahami](https://ruangbestari.com/niat-baik-yang-tidak-dipahami/): Di sebuah kota kecil di lereng Gunung Muria, berdirilah sebuah sekolah menengah atas yang sederhana namun penuh semangat. SMA Bina Cendekia namanya. Gedungnya mungkin tak megah, dindingnya sedikit mengelupas, tapi dari balik jendela-jendela tuanya, ada mimpi-mimpi besar yang diam-diam tumbuh. Pak Rimatsum, guru mata pelajaran Seni budaya, dikenal sebagai sosok tenang dan penuh perhatian. Ia bukan tipe pengajar yang suka membentak atau menekan. Ia lebih suka menjadi pendengar dan pembimbing. Apalagi saat mendekati asesmen sumatif akhir tahun, ia mulai gelisah melihat nilai ulangan para siswa yang tidak memuaskan. “Aku tidak ingin ada yang tinggal kelas hanya karena kurang persiapan,” ucapnya lirih […] - [Tirakat Bakti Sang Pengabdi](https://ruangbestari.com/tirakat-bakti-sang-pengabdi/): Tirakat Bakti Sang Pengabdi Karya : Nurul Insan, M.Pd   Sepanjang taman wiyata, mereka taburkan sejuta bakti Bagi bumi pertiwi dalam tahir pengabdian hakiki Merakit taktik pembelajaran dengan selaksa strategi mumpuni Demi memekarkan mimpi generasi merah putih   Merekalah guru honorer, sang pejuang pendidikan Indonesia Sepanjang sirah pengabdian melambungkan mimpi bumiputra Pantang berkeluh mengantar pelayaran cita terindah Walau pendapatan terpaut jauh di bawah garis sejahtera   Betapa harum tirakat bakti guru honorer Meretas kebodohan demi melahirkan generasi berkarakter Agar masa depan tidak tergerus dan tercecer Kendati kursi pengabdian acapkali terbuang dan tergeser   Karenanya, sirah bakti mereka umpama lentera bersinar terang […] - [Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Pendidikan Karakter](https://ruangbestari.com/membumikan-nilai-nilai-al-quran-dalam-pendidikan-karakter/): Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, dunia pendidikan ditantang untuk tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Selain itu arus perubahan global, krisis moral menjadi tantangan nyata bagi dunia pendidikan. Berbagai kasus penyimpangan perilaku, kekerasan di sekolah, perundungan, hingga penyalahgunaan teknologi adalah sebagian dari gejala yang menunjukkan bahwa pendidikan kita belum sepenuhnya berhasil membentuk karakter peserta didik. Kita sering menyaksikan bagaimana kemajuan ilmu dan teknologi tidak selalu sejalan dengan kemajuan akhlak. Maka dari itu, pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk diperkuat, tidak sekadar sebagai pelengkap, tetapi sebagai inti dari […] - [MIMPI GADIS KAMPUNG](https://ruangbestari.com/mimpi-gadis-kampung/): *MIMPI GADIS KAMPUNG*   Nanay, bunga Desa dari pedalaman Kalimantan Timur. Ia berasal dari keluarga kurang mampu. Putri sulung Bapak Irang dan Ibu Lahai ini begitu menawan.   Irang adalah petani penggarap, dan ibunya penjual gorengan keliling. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga kecil ini, mereka bekerja membanting tulang dengan susah payah.   Nanay, turut berjuang meringankan beban kedua orang tuanya. Ia membantu usaha tetangganya dengan membuka lapak di Pasar malam setiap malam minggu.   Meski demikian, mereka masih begitu kekurangan, karena Nanay memiliki empat orang saudara lainnya yang harus dinafkahi oleh ayah serta ibunya.   Dalam kondisi papa, Nanay tak pantang […] - [RENTA TAK TERLIHAT](https://ruangbestari.com/renta-tak-terlihat/): Denting jam berbunyi dikala subuh mulai datang Rentaku kini tak terlihat lagi Nafasku tak dapat kalian rasakan lagi Pandangan mataku yang selama ini kalian hindari Takkan pernah terlihat lagi Aku si tua renta itu tubuhku habis dimakan waktu kulitku terbakar bagai arang tak beradu kataku kini takkan terdengar lagi dalam lamunanku terngiang saat mudaku dulu kalian menyanjungku tak luput lembaran merah keluar dari kantongku perih hatiku ketika renta ini datang peluh keringat membasahi tubuhkan tak pernah lagi kalian kunjungi bahkan di setiap lebaran apa yang sedang kalian fikirkan Renta ini tidak meminta belas kasihan cukup seuntai senyuman agar aku merasa ada […] - [Sajadah Tanpa Panggung](https://ruangbestari.com/sajadah-tanpa-panggung/): Aku adalah noktah yang tertinggal Di tengah deret nama bersertifikat Bukan karena malas mengayuh langkah Tapi karena pintu bernama  kesetaraan Belum juga rela terbuka   Mereka telah bersayap dalam sistem Menggenggam gaji dua musim dengan tenang Sedang aku, berteduh dari hujan tanpa payung Mengeja harap di lorong sunyi tak berkeadilan Yang tak pernah benar-benar memihak   ”Beban tugas tak memilih pundak,” katanya Namun entah mengapa selalu jatuh padaku Sementara sebagian hanya hadir dalam daftar Tak di ruang dan tak di hati Tapi tetap diganjar penuh oleh sistem yang kelu   Aku bukan batu yang tak lelah ditempa Bukan kayu yang tak […] - [Langkah yang tak dirancang semula](https://ruangbestari.com/langkah-yang-tak-dirancang-semula/): Langkah yang tak dirancang semula Karya : Aznur Panca Saputra   Kupahat harap di hamparan sketsa langit Bermimpi membangun dunia dari garis dan bayang Menjadi arsitek, penyusun ruang dan wibawa langit Namun hidup berbisik lain, menuntunku diam-diam ke jalan terang   Kupijak madrasah di sudut sunyi perbukitan Bukan karena ingin, tapi karena keadaan yang memaksa Honorer lelaki, gelar yang sarat ujian dan pertaruhan Di antara kebutuhan hidup dan idealisme yang terpaksa kupelihara   Tiap pagi kutatap wajah-wajah haus ilmu dan makna Tiap malam kucerna kembali kata ”mendidik” Gaji tak cukup, tapi cukup alasan untuk setia Sebab di sana kuraba jati diri […] - [Lentera](https://ruangbestari.com/lentera/): Kau hadir bagaikan lentera Dalam gelap kau memancarkan cahaya Kau menuntun jalan menuju ilmu Kau membentuk pribadi dan karakter Kau membuka pintu-pintu kesuksesan Kau memberi peluang siswa untuk menggali potensi Kau membentuk generasi yang cerdas dan mulia Kau membawa transformasi yang positif Kau tumpuan harapan dan cita-cita bangsa Kau membuka cakrawala siswa untuk mengejar mimpinya Kau memiliki daya besar untuk merubah dunia Dengan ilmu dan pengetahuan, kau adalah kunci kesuksesan Kau tak pernah lelah dalam mengajar Kau menemukan jalan kesuksesan Dengan tekun dan sabar, kau tak pernah marah dalam mengajar Kau mengantarkan siswa sampai tujuan yang diinginkan - [Komik Digital: Menggabungkan Cerita, Gambar, dan Interaktivitas](https://ruangbestari.com/komik-digital-menggabungkan-cerita-gambar-dan-interaktivitas/): Pada Rabu, 14 Mei 2025, suasana pembelajaran Matematika di kelas XI-8 MAN 3 Banyuwangi terasa berbeda dan lebih hidup. Sebagai guru mapel tersebut, saya memperkenalkan inovasi pembelajaran dengan menggunakan komik digital yang saya susun sendiri. Komik ini dirancang khusus untuk menyampaikan materi tentang invers fungsi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Komik digital ini tidak sekadar menyajikan materi matematika secara tekstual, tetapi membalut konsep invers fungsi dalam alur cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ilustrasi yang menarik memperkuat pemahaman konsep, sementara narasi cerita membantu siswa mengaitkan materi dengan pengalaman mereka sendiri. Lebih dari itu, komik ini terintegrasi […] - [Pelita di Tengah Perbedaan](https://ruangbestari.com/pelita-di-tengah-perbedaan/): Di antara lonceng yang berdentang pagi,Ia melangkah tenang, bersih hati.Jubah sederhana, sajadah di tas,Guru Muslim, di kelas penuh variasi ras. Di dinding tergantung salib dan kitab,Namun ia tak gentar, tak merasa ganjil.Karena ilmu tak memilih kulit dan iman,Ia datang untuk menanam kebaikan. Setiap pagi ia sapa murid dengan senyum,Doa dalam hati, tak menggema tapi mendalam.Dalam tanya jawab, ia tak memaksa arah,Tapi membuka jendela, agar cahaya masuk ramah. “Ada banyak jalan menuju damai,” katanya,“Mari kita saling mengenal, bukan mencela.”Ia ajarkan angka, huruf, dan kasih,Bersama dalam ruang yang bersih dari benci. Saat Ramadan tiba, ia tetap hadir,Dengan puasa dan semangat yang tak tergilir.Sambil […] - [Syair Bercerita "Negeri Antah Berantah"](https://ruangbestari.com/syair-bercerita-negeri-antah-berantah/): Ada sebuah negeri Yang rakyat hidup terbebani dengan segala macam ambisi Juga penguasa yang tak peduli Hanya ingin memperkaya diri ~ Ada sebuah negeri Yang tidak memiliki etika diri Berbuat jahat dengan banyak bukti Tapi takut apapun sanksi Melenggang dengan percaya diri ~ Ada sebuah negeri yang tak pernah berpikir mati Merasa semua hakiki Dan hidup panjang abadi Tak ingat waktu milik Illahi ~ @rbie   - [Sebilah Cahaya Sang Sepatu Tua](https://ruangbestari.com/sebilah-cahaya-sang-sepatu-tua/): Sebilah Cahaya Sang Sepatu Tua Senyumannya tenggelam di akhir kata yang diucapkannya. Pak Ratno menghela napas panjang. Kedua matanya sayup-sayup menahan air mata. Betapa bangga dan harunya ia menyaksikan satu per satu muridnya yang berhasil memasuki gerbang utama menuju mimpi mereka. Jauh dari ingar bingar kehidupan kota tak menyurutkan semangat Pak Ratno untuk terus mengabdi pada negeri. Umurnya kini sudah menjelang lima puluh enam tahun dan rambut hitamnya nyaris samar terlihat. Mereka mulai tergantikan oleh rambut putih yang mengkilau. Dunia luar mungkin sudah disibukkan dengan perkembangan teknologi beraneka rupa. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan dunia yang ada di desa Pak […] - [Menggulung Napas Ilmu hingga Akhir](https://ruangbestari.com/menggulung-napas-ilmu-hingga-akhir/): Menggulung Napas Ilmu hingga Akhir Sebelum memilih, kami sudah mengerti mengajar adalah panggilan hati mengalirkan bakti demi negeri mengharap berkah tak bertepi.   Ruang belajar kami lebih luas dari ruang persegi rangkaian tulisan kami bukan hanya sebatas di papan putih ia adalah mereka, putra-putri harapan kami tunas-tunas bangsa yang kelak menjadi pengganti kami.   Bertarung dengan hujan badai dan terik matahari tak menyurutkan niat kami untuk berhenti, untuk mengakhiri benih perjuangan yang kami semai, kami akan terus menari-nari sembari merawat asa dan mimpi meski kadang tangan tak kenal henti untuk menyeka derai keringat yang mengalir berulangkali.   Langkah-langkah kecil yang beriringan […] - [Liburan Sekolah Berkebun](https://ruangbestari.com/liburan-sekolah-berkebun/): Saat libur sekolah telah tiba, aku ingin ikut papa dan mama ke kebun. Papa seorang pemilik kebun yang ingin putra putrinya hidup sejahtera. Papa selalu tersenyum ketika berangkat ke kebun. Dalam rangka mengisi waktu luang, aku ingin liburan kali ini penuh makna. Pada hari ahad Papa berencana mau mencabut rumput di area tanaman padi. Mencabuti rumput itu perlu karena bila dibiarkan akan merusak tanaman padi. Dalam bahasa Jawa mencabuti rumput di area tanaman padi disebut sebagai matun. Pelajaran yang sangat berharga, melakukan matun seperti ini pengalaman yang sangat mengesankan karena tidak bisa didapatkan dari sekolah. Awalnya aku mengamati Papa ketika mencabuti […] - [Harmonisasi Pendidikan Karakter Islam Dengan Nilai-nilai Historis Tokoh Revolusi Indonesia Sebagai Upaya Mewujudkan Generasi Emas 2045](https://ruangbestari.com/harmonisasi-pendidikan-karakter-islam-dengan-nilai-nilai-historis-tokoh-revolusi-indonesia-sebagai-upaya-mewujudkan-generasi-emas-2045/): Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Generasi yang berkualitas akan memiliki karakter unggul. Adapun karakter unggul mampu memaksimalkan generasi emas 2045. Pertanyaannya, bagaimana cara membentuk generasi penerus bangsa agar memiliki karakter unggul? Apa indikator keberhasilan pendidikan karakter tersebut? Berikut penjelasannya. Pendidikan berasal dari Bahasa Yunani yaitu “paedagogie” yang artinya membimbing. Adapun karakter berasal dari kata “charasein” yang artinya budi pekerti. Jadi, pendidikan karakter ialah upaya untuk membimbing seseorang agar memiliki budi pekerti. Tujuan utama pendidikan karakter mengacu pada tiga hal. Pertama, menguatkan sikap secara personal (personality) agar memiliki karakter yang unggul. Indikator utama seseorang memiliki […] - [Pelepasan Siswa Kelas XII SMA IT Permata Hati Merangin Angkatan ke 2](https://ruangbestari.com/pelepasan-siswa-kelas-xii-sma-it-permata-hati-merangin-angkatan-ke-2/): Sabtu, 17 Mei 2025, SMA IT Permata Hati Merangin melaksanakan acara Pelepasan dan Tasyakuran Siswa Kelas XII SMA IT Permata Hati Merangin Angkatan ke 2 Tahun Pelajaran 2024/2025.   Acara ini dilaksanakan di Gedung Putra SMAIT Permata Hati Merangin Desa Salam Buku Kecamatan Batang Masumai Kabupaten Merangin dengan mengusung tema “Indahnya Kebersamaan Raih Masa Depan”.   “Man Jadda wa Jadda, barang siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkannya, apapun halangan dan rintangan hadapi, carilah guru untuk membimbing diri kita, berusahalah segala kemampuan untuk mewujudkan cita-citanya, berusaha untuk jujur dan disiplin” ungkap Bunda Fauzia Yenita Fitri,S.Pd selaku Kepala SMAIT Permata Hati Merangin.   “Tidak […] - [Membentuk Karakter Anak Usia Dini Lewat Pendekatan Restoratif: Inovasi Pendidikan di Era Generasi Alpha](https://ruangbestari.com/membentuk-karakter-anak-usia-dini-lewat-pendekatan-restoratif-inovasi-pendidikan-di-era-generasi-alpha/): Pendidikan karakter bukan lagi sekadar jargon dalam dunia pendidikan, tetapi menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang tangguh, empatik, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Di era Generasi Alpha — anak-anak yang lahir di tengah kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, dan konektivitas global — tantangan pembentukan karakter menjadi lebih kompleks. Mereka tumbuh dalam budaya digital yang serba instan, kadang minim refleksi, dan cenderung individualistik. Pendekatan Restorative Practices atau Praktik Restoratif muncul sebagai solusi inovatif dalam pendidikan karakter, terutama dalam membina anak usia dini yang sedang berada di masa pembentukan identitas dan moral. Apa Itu Restorative Practices? Praktik Restoratif adalah pendekatan yang […] - [Dari Papan Tulis ke Hati Kalian](https://ruangbestari.com/dari-papan-tulis-ke-hati-kalian/): Telah kutuliskan seribu huruf di papan yang lapuk, di setiap garis spidol, tertinggal harap dan doa, anak-anakku, kalian bukan sekadar angka dan tugas, kalian adalah benih bangsa, yang kutimang dalam luka dan cinta. Setiap pagi kulihat mata kalian seperti jendela, masih basah oleh mimpi, rapuh oleh dunia, dan aku, guru tua dengan ransel kesabaran, menyulam adab dalam jeda, membisikkan makna pada jeda diam. Kupilih untuk tidak sekadar mengajarkan ejaan, tapi menanam malu saat dusta menggoda lidah, menyirami empati saat amarah mulai mekar, karena kelak, kalian akan tumbuh—lebih manusia dari siapa pun juga. Aku bukan siapa-siapa, hanya pelayan waktu, namun jiwaku remuk […] - [LENTERA DI UJUNG SENJA](https://ruangbestari.com/lentera-di-ujung-senja/): Di ruang kelas 5A SD Lentera Bumi, aroma kapur dan buku bacaan anak-anak masih lekat seperti dua dekade silam. Di balik papan tulis yang kini sudah berganti dengan layar interaktif, berdirilah seorang perempuan berusia senja, namun matanya masih menyala seperti dulu—Bu Umi, sang penjaga lentera pendidikan. “Anak-anak, hari ini kita belajar bukan hanya tentang pelajaran, tapi tentang bagaimana menjadi manusia yang bermakna untuk orang lain.” Suara Bu Umi tenang, mengalun seperti lagu nina bobo yang menenangkan. Anak-anak Alpha Generation di depannya menatap penuh rasa ingin tahu, meski beberapa masih sibuk menggeser tablet mereka. Bu Umi telah melewati berbagai zaman. Ia memulai […] - [Melandari di Keluhuran](https://ruangbestari.com/melandari-di-keluhuran/): Melandai di Keluhuran Kanjeng Rasul Dawuh “Mencari Ilmu adalah Fardhu’ain bagi setiap muslim” Titahmu menjadi pijakan Langkah Menapaki dinamika dan warna kehidupan Selayaknya penelusur jalan “Ilmu apa bae, sinauni, uripmu mengko Ora ngerti arep butuh ilmu apa lan sing kaya ngapa” bukanlah sebuah pepatah Namun pencancap prinsip untuk menapak Lanjutkan…! Krenceng, 16 Mei 2025 - [Bullying Transendental: Ketika Penyimpangan Adab Menjadi Kekerasan yang Dianggap Biasa](https://ruangbestari.com/bullying-transendental-ketika-penyimpangan-adab-menjadi-kekerasan-yang-dianggap-biasa/): Di tengah arus globalisasi dan normalisasi budaya modern, manusia kini kerap dibutakan oleh simbol kebebasan. Apa yang dulu dianggap sebagai pelanggaran adab, kini dirayakan sebagai bagian dari gaya hidup. Makan dan minum sambil berdiri, menggunakan tangan kiri, berbicara sambil mengunyah, bahkan buang air dalam posisi berdiri dianggap sebagai hak pribadi. Namun di balik “hak pribadi” itu, tersimpan kerusakan yang tak hanya menyerang tubuh, tetapi juga menyalahi fitrah, melecehkan nilai, dan bahkan—dalam pengertian yang lebih dalam—menjadi bentuk bullying transendental. Kita terbiasa mendefinisikan bullying secara sempit: agresi fisik, ejekan verbal, perundungan daring, dan kekerasan psikologis antarindividu. Namun apakah tindakan yang merusak nilai dalam […] - [Langkah Early di Ujung Timur](https://ruangbestari.com/langkah-early-di-ujung-timur/): Untukmu, yang mengajar dari hati… Dari tanah Parahyangan nan sejuk bersahaja, Early melangkah jauh, menyeberangi samudra. Meninggalkan Jawa Barat yang riuh dan ramah, Menuju Namlea, di pelupuk timur Maluku yang megah. Sunda darahnya, lembut bicaranya, Namun semangatnya setegas mentari di puncak cakrawala. Ia tak gentar oleh jalan berbatu, Tak surut meski sinyal kadang malu-malu. Di antara ombak dan nyiur yang menari, Ia menjadi cahaya di tengah anak-anak negeri. Mengajar huruf, menanam harapan, Dalam kelas berdinding papan dan atap harapan. “Bukan di mana aku ditempatkan,” katanya, “Tapi apa yang bisa aku tinggalkan di sana.” Ia tahu, setiap huruf yang diajarkan, Adalah jembatan […] - [TANTANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BAYANG-BAYANG KKM, KKTP, DAN UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK](https://ruangbestari.com/tantangan-pendidikan-karakter-dalam-bayang-bayang-kkm-kktp-dan-undang-undang-perlindungan-anak/): Pendidikan karakter telah menjadi agenda nasional dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan bermoral. Sejak digulirkannya Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2016, karakter peserta didik menjadi sorotan utama. Namun, dalam pelaksanaannya, pendidikan karakter di sekolah-sekolah masih menghadapi banyak tantangan. Dua faktor yang cukup signifikan menjadi penghambat utama ialah sistem penilaian berbasis KKM atau KKTP dan kekhawatiran guru terhadap penerapan Undang-Undang Perlindungan Anak. Karakter: Tujuan Ideal yang Terbentur Realitas Sistemik Secara filosofis, pendidikan bertujuan membentuk manusia seutuhnya. Dalam Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan bertujuan “mengembangkan potensi […] - [Membiasakan Diri Berperilaku Jujur](https://ruangbestari.com/membiasakan-diri-berperilaku-jujur/): Ada anak-anak yang berusia 7 tahun, ia selalu diajarkan kepada orang tuanya untuk menerapkan adab-adab Islami. Sebelum berangkat sekolah orang tuanya selalu mengajarkannya untuk menyalami dan mengucapkan salam.   Ketika diberikan sesuatu dari orang lain, ucapkanlah terima kasih. Ketika berbuat salah kepada orang lain, ucapkanlah minta maaf. Ketika membutuhkan bantuan teman, ucapkan tolong. Ketika mau lewat depan orang tua, ucapkanlah permisi. Kata-kata tersebut harus diterapkan oleh anak-anak agar nantinya ketika dewasa sudah terbiasa.   Terutama pada saat membeli makanan di kantin, seorang anak yang beli nasi gemuk dan es teh dengan uang Rp. 20.000 sedangkan harganya Rp. 15.000 ia mendapatkan uang […] - [Kebebasan yang Tak Pernah Bebas](https://ruangbestari.com/kebebasan-yang-tak-pernah-bebas/): “Pilih jurusan yang kamu suka, kamu bebas kok,” kata dosen saya pada pertemuan perdana kuliah. Ucapannya terdengar membebaskan, hangat, dan progresif. Saya mengangguk, bukan karena sepakat, tetapi karena saat itu saya ingin percaya bahwa saya bebas. Namun seiring waktu, saya mulai merasakan sesuatu yang ganjil: mengapa pilihan yang saya ambil, yang katanya bebas, tetap terasa diarahkan? Mengapa ‘kebebasan’ itu seperti berjalan di atas rel yang tak bisa saya belokkan? Banyak dari kita tumbuh dengan narasi bahwa kita adalah individu merdeka. Kita bisa memilih jurusan, pekerjaan, bahkan gaya hidup. Namun, semakin dalam saya menelusuri dunia pendidikan dan kerja, semakin saya merasa bahwa […] - [Tunjangan Profesi dan Pengkastaan Profesi Guru](https://ruangbestari.com/tunjangan-profesi-dan-pengkastaan-profesi-guru/): Pembukaan undang-undang dasar menyatakan tujuan kemerdekaan Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Hal ini tertera dalam alinea ke-tiga dari pembukaan undang-undang dasar negara Republik Indonesia 1945. Sebagaimana yang dimaksud dalam mencerdaskan kehidupanbangsa termasuk diantaranya pembangunan dalam sumber daya manusia yang sejalan dengan cita-cita Indonesia emas di tahun 2045 nanti.    Pendidikan merupakan bagian penting dalam pembangunan sebuah bangsa. Keberlanjutan sebuah bangsa dapat diukur dari kemajuan pendidikan di negara tersebut. Kekuatan pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia membuat pendidikan tidak bisa dipandang sebelah mata. Pelaksanaan pendidikan di lapangan tidak bisa terlepas dari peran […] - [Bu Alina](https://ruangbestari.com/bu-alina/): Suara gemuruh sungai terdengar seperti ribuan drum yang ditabuh secara bersamaan, arusnya sangat deras menghanyutkan dedaunan dan ranting. Deretan pohon pinang menjulang tinggi ditepian sungai. Terlihat seorang guru perempuan tengah mengajar muridnya dibalik rerumputan. Namanya bu Alina, ia seorang guru yang bertugas di ujung barat Indonesia. Tahun 2011, bu Alina membawa segenggam semangat pergi mengabdikan diri ke pelosok negeri. Ia rela meninggalkan orang tua dan adik-adiknya di Jawa Barat. Bu Alina bertugas di Sekolah Menengah Pertama yang baru saja didirikan dengan jumlah murid tujuh orang. Bu Alina sangat mencintai profesinya seperti sang Ayah, sosok inspirasi menjadi seorang guru. “Ari tidak masuk […] - [Durian Impian Nisa](https://ruangbestari.com/durian-impian-nisa/): Alkisah di sebuah desa kecil di Pulau Weh Sabang, hiduplah seorang gadis kecil bernama Nisa yang saat itu berumur 6 tahun dan sedang menempuh pendidikan Sekolah Dasar. Nisa terlahir di keluarga yang sangat sederhana, ibu bekerja sebagai seorang buruh cuci dan ayah sebagai buruh bangunan. Rumah mereka pun jauh dari kata nyaman, dengan dinding anyaman bambu, berlantaikan tanah dan beratapkan anyaman daun kelapa tua. Saat hujan kebasahan dan saat kemarau kepanasan adalah hal yang biasa bagi Nisa dan keluarganya. Suatu hari saat sedang bermain di depan rumahnya, ada seorang tetangga sedang melewati rumahnya , Nisa mencium aroma yang belum pernah di […] - [Guru Pelita Peradaban](https://ruangbestari.com/guru-pelita-peradaban/): Guru mentari dinanti geliat pagi Mengantar kaki-kaki berangkat pergi Membawa setumpuk harapan bermunajat pada kokohnya lengan Langkahnya jadi mantra menuju langit Menuntun adab sepanjang hayat tiada sakit Guru pelita mendaki bukit harapan Cahaya ilmu terangi gelap zaman Guru titian meraih bintang di langit menerjang gelombang cita-cita kian bangkit Layar pengetahuan berkembang gapai asa Berlabuh pada dermaga impian bangsa Guru pelita peradaban merekah Seindah kembang teratai mekar indah Anak bangsa harum negeri bermarwah Karena guru jendela ilmu luas berlimpah 15 April 2025 Profil Tri Wulaning Purnami, M.M., M.Pd. Guru SMK Negeri 1 Surabaya. Penulis buku fiksi berbagai genre antara lain puisi, cerpen, […] - [“Dari Gununglangit ke Dunia” Peta Asa Rudi-karya Makhsus](https://ruangbestari.com/dari-gununglangit-ke-dunia-peta-asa-rudi-karya-makhsus/): “Dari Gununglangit ke Dunia” Peta Asa Rudi Karya : Makhsus, S.Pd., Gr.   Di sebuah desa kecil yang dipeluk bukit dan dikelilingi sawah hijau menghampar, tinggal seorang anak muda bernama Rudi. Rumahnya sederhana, berdinding papan, beratap seng yang berbunyi riuh kala hujan turun. Setiap pagi, suara ayam dan kabut tipis yang menyelimuti ladang adalah teman setianya. Namun, di balik kesederhanaan itu, Rudi menyimpan mimpi sebesar dunia.   Mimpi itu berakar dari ruang kelas sempit di SMA Desa Gununglangit, di mana seorang guru geografi bernama Pak Sakir menyalakan api keingintahuan di benaknya.   “Geografi bukan hanya tentang peta dan gunung,” ucap Pak […] - [Lembayung Dalam Pelukan Sang Acarya](https://ruangbestari.com/lembayung-dalam-pelukan-sang-acarya/): Minara menggulung celana jins. Betis kuning langsat itu langsung dijilat  ombak Laut Padang. Bertelanjang kaki ia susuri dada pantai. Lembayung menikmati wajah yang lembut. Diambilnya ranting kering yang terlepas dari dahan.  Lalu membuat guratan wajah lelaki yang dirindukannya. *** Dua tahun lalu, ia mengenal Endra.  Seorang guru SMK di Surabaya. Wajahnya lumayan ganteng. Masih muda. Rambut rapi dengan gaya anak muda zaman now. Tulang rahang wajahnya kokoh dan enak dilihat. Ketika ada teater monolog di Balai Pemuda Surabaya. Minara yang guru TK menonton bersama Aruna. Kawan semasa SD. Di tengah keasyikan menikmati tampilan teater Sanggar Langit, tiba-tiba Aruna tertawa lirih. Sesekali […] - [PAUD Non-formal Butuh Kebijakan Yang Setara, Bukan Sekadar Wacana](https://ruangbestari.com/paud-non-formal-butuh-kebijakan-yang-setara-bukan-sekadar-wacana/): OPINI   : PAUD Non-formal Butuh Kebijakan Yang Setara, Bukan Sekadar Wacana Penulis : Wiwik Nuraini (Guru PAUD Non-Formal, KB MAWAR 09 Kab. Malang)   Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Di masa emas perkembangan anak, pendidikan yang tepat akan memberikan pengaruh jangka panjang terhadap kualitas kognitif, sosial dan emosional mereka. Namun, ironisnya pilar utama dari pendidikan ini terutama guru-guru PAUD non-formal seringkali berada dalam posisi yang paling terpinggirkan dalam sistem pendidikan nassional. Mereka mengabdi dengan dedikasi luar biasa, tetapi belum sepenuhnya mendapatkan pengakuan, perlindungan, maupun kesejahteraan yang layak dari negara. Ketimpangan Pengakuan […] - [Trilogi Pendidikan Pilar Pendidikan Karakter Digital Era Now](https://ruangbestari.com/trilogi-pendidikan-pilar-pendidikan-karakter-digital-era-now/): Didorong oleh kemajuan teknologi  dan kebutuhan akan solusi digital selama pandemi COVID-19 terjadilah revolusi industri 4.0 dan transformasi digital pada dekade 2020-an. Perkembangan yang begitu cepat melahirkan kecerdasan buatan (AI). Di Indonesia juga mengalami percepatan transformasi digital. Mulai dari layanan bisnis hingga bisnis dan pendidikan. Perkembangan teknologi digital telah membuat perubahan besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Bahkan berpotensi untuk mengubah masa depan ekonomi secara global dan sosial yang lebih baik. Perkembangan teknologi digital selain memiliki dampak positif, juga berdampak negatif bagi generasi era now. Beberapa dampak positifnya adalah efisien waktu serta mengefektifkan berbagai layanan. Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan, menjadi […] - [Pelita Yang Tak Pernah Disapa](https://ruangbestari.com/pelita-yang-tak-pernah-disapa/): Pelita Yang Tak Pernah Disapa Oleh : Wiwik Nuraini   Aku ada…….. Di pojok ruang kecil penuh warna Tempat tawa, tumbuh para tunas bangsa Tempat masa depan negeri ditempa   Aku ada…….. Di ruang gelap, tanpa jendela cahaya Saat dunia masih gulita bagi mereka Menggenggam tangan mungil panggilan jiwa Mengantar mereka menuju masa depan semesta   Aku ada……… Tapi kau tak pernah menoleh kemari Bahkan tak pernah bertanya untuk mencari “Siapa yang menyalakan bara api pertama di hati anak-anak negeri ini ?”   Aku ada……… Aku bukan bayangan belaka Aku hanya pelita yang menyala dalam gulita Meski aku tak diucap dalam […] - [Membentuk Karakter Pecandu Buku](https://ruangbestari.com/membentuk-karakter-pecandu-buku/): Predikat pencandu ini mungkin tidak disukai. Tapi kita akan mengambil sisi positif, dari dunia yang kita kenal dari film dan berita sebagai dunia yang kelam dan mematikan: dunia narkotika. Karena seperti itulah seharusnya dunia literasi bekerja. Buku seharusnya seperti candu. Membaca seharusnya seperti memakai narkotika. Buku seharusnya menjadi barang adiktif. Membaca seharus menjadi kegiatan yang membuat siswa ketagihan. Tugas kita adalah mencekoki semua anak bangsa dengan buku dan memaksa mereka untuk membaca. Tugas kita adalah membuat mereka kecanduan bacaan. Setelah nikmatnya membaca mereka rasakan, para siswa akan melakukan segala cara untuk mendapatkan bacaan. Negara memang harus berani memaksa. Bahkan, itu adalah […] - [Cerpen Event BLI "(21-1-14-7) oleh Moh. Kurnia Dipraja](https://ruangbestari.com/cerpen-event-bli-21-1-14-7-oleh-moh-kurnia-dipraja/):   (21-1-14-7) Oleh: Moh. Kurnia Dipraja *)   Pagi itu ruang guru masih lengang. Aku duduk sendiri setelah menyeruput teh hangat bekal dari rumah. Benakku berkelana, memikirkan beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini. Dua hari lalu, Nina kehilangan uang. Kemarin, orangtua Elsa melapor kalau handphone anaknya hilang. Duh … kepalaku mumet.  Masalah-masalah sensitif seperti ini memang harus cermat menanganinya. Salah langkah, bisa-bisa jadi bumerang. Jujur saja, hingga detik ini aku masih belum menemukan cara tepat untuk memecahkan kedua masalah ini. “Pak, Elsa dan Nina berantem!” Teriakan Cindy membuyarkan lamunanku. “Berantem?! Kenapa?” Aku bergegas menuju kelas VIII-H diikuti Cindy dengan raut wajah […] - [Para Pengajar Terakhir](https://ruangbestari.com/para-pengajar-terakhir/): “Mulailah menghitung hari menggunakan jam ini! Jika tidak ada yang membukakan pintu, jangan pernah keluar sebelum dua tahun!” Ucapan itu terngiang-ngiang dalam benak Siran. Pesan terakhir dari tentara sebelum menutup pintu dari luar. Itu sehari lalu, tak lama setelah cahaya terang terlihat di selatan cakrawala. Para tentara yang membawanya menggerutu soal Australia yang menjadi sasaran gara-gara ikut-ikutan. Siran melihat jam pemberian itu sekali lagi. Sudah 24 jam ia di sini. Tangannya membuka tutup spidol lalu menggores papan tulis putih di samping kalender tahun ini. Pada kolom HARI ia membentuk satu garis. Lima teman jalan-jalannya masih tidur. Ikar, Ibad, dan Mila, sembilan […] - [Cahaya yang Tersisa di Ujung Jalan](https://ruangbestari.com/cahaya-yang-tersisa-di-ujung-jalan/): Warna merah menyala terang di ujung jalan. Suara deru mesin mulai mereda, seolah jalanan ikut menahan napas. Di tengah lajur kendaraan yang berbaris rapi, seorang anak laki-laki melangkah maju dengan kostum badut kebesaran dan wajah penuh cat warna-warni yang mulai luntur oleh peluh dan debu. Namanya Gadhing. Usianya tak lebih dari dua belas tahun. Tapi hidup telah menjadikannya tua sebelum waktunya. Dulu, ibunya memberinya nama itu agar kelak ia tumbuh menjadi laki-laki yang kokoh, kuat, dan berharga, seperti gading yang putih dan keras, meski berasal dari sesuatu yang hidup dan lembut. Harapan yang besar dari orang tua sederhana. Dengan sepasang bola […] - [Bangkitlah Negeriku](https://ruangbestari.com/bangkitlah-negeriku/): Bangkitlah Negeriku   Sajak ini kutuliskan Dengan suasana langit yang begitu cerah Bagaikan secercah cahaya abadi di singgahsana Celoteh hati ingin segera bersua   Dalam jangka waktu lama Rasa membara di dada takkan pernah berubah Sama halnya dengan jiwaku yang enggan menua Terus berkobar demi Indonesia   Sajak ini kutuliskan Dengan suasana hati kian gelisah Dari jeritan yang berkesinambungan bagai rel kereta Entah di stasiun mana jeritan terhenti   Aku dan semangatku Berbaring berdampingan Sedang maut selalu menunggu di barisan depan Dengan suara lantang, bangkitlah negeriku   - [Nyanyian Fauzan](https://ruangbestari.com/nyanyian-fauzan/): Nyanyian Fauzan   Ini adalah sebuah cerita pengalaman seorang guru di Lembaga Pendidikan Al Falah Darussalam Tropodo Waru Sidoarjo.  Pada awal tahun 2017 tanggal 02 Januari ia memutuskan untuk terjun dalam dunia pendidikan. Dunia yang sebelumnya belum pernah ia selami.  Selama berproses di dunia pendidikan, bisa dibilang menyelam sambil minum air. Mengikuti alur sambil belajar, berproses dan bagaimana berdakwah dalam dunia pendidikan. Kebetulan ia berada di lingkungan sekolah Al Falah Darussalam yang terletak di jl. Anggrek no.1  Wisma Tropodo Waru Sidoarjo. Sekolah yang terdiri dari jenjang KB, TK, SD, dan SMP. Sekolahnya sangat luas dan indah. Di mana sekolah tersebut mempunyai […] - [Jejak Cinta Di Lereng Pinus](https://ruangbestari.com/jejak-cinta-di-lereng-pinus/): Jejak Cinta di Lereng Pinus Isma Nuryani, S.Pd. Pagi itu, hawa dingin masih menusuk hingga ke tulang. Kabut tebal menggantung rendah menyelimuti dusun Damai, seolah enggan beranjak meski waktu telah menunjuk pukul 06.30. Sisa hujan semalam membuat suasana semakin menggigil, dan matahari pun belum jua memperlihatkan sinarnya. Di antara heningnya hutan pinus yang memayungi jalan setapak, tampak seorang wanita sedang menuntun sepeda motornya. Keringat membasahi wajahnya, sementara sandal jepit yang dipakai sudah belepotan lumpur. Baju batik yang dikenakan dengan name tag “Widiastuti, S.Pd.” tampak basah kuyup, seperti habis disiram air. Sesekali ia berhenti, mengusap kening dan menarik napas panjang sebelum kembali […] - [Cinta Yang Dirindukan Negerimu](https://ruangbestari.com/cinta-yang-dirindukan-negerimu/): Cinta Yang Dirindukan Negerimu   Karya : Ulia Ulfa   Kemilau cahaya sang surya membelai lembut kelopak mata yang masih terlelap Membangkitkan jiwa-jiwa muda untuk bangun dari tidur panjangnya Saatnya mengubah mimpi-mimpi yang terrangkai dalam tidurmu Menjadi cerita nyata dan perjuangan kehormatan negeri ini   Anak-anak ku, engkau lah penerus sejarah dari cerita negerimu Setiap tetesan pena yang kau gores pada lembaran demi lembaran dari buku besar cita-citamu ikut memberi arti pada negeri ini Setiap tetesan air mata yang jatuh saat kau terluka dalam menggapai harapanmu adalah cinta yang kau bangun untuk negeri ini Jangan biarkan api semangatmu padam karena tetesan […] - [Jejak Di Tanah Sunyi](https://ruangbestari.com/jejak-di-tanah-sunyi/): Jejak di Tanah Sunyi Karya : Isma Nuryani Tak pernah kubayangkan Langkah kakiku diterbangkan takdir Menuju daerah yang sunyi, jauh dari hiruk pikuk kota Sebuah dusun yang asing bagi jemariku Namun begitu asri, penuh keindahan Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan Jalan berliku, naik turun gunung, penuh dengan tantangan Ditemani pepohonan pinus menjulang tinggi Seolah menjadi gerbang menuju dunia baru. Hingga di ujung jalan itu Berdiri sebuah gedung sederhana Dengan sang saka merah putih berkibar gagah Ditemani bangunan tua yang berbisik lirih Tentang cita-cita yang pernah ia dekap Tentang harapan yang bertahun-tahun ia jaga Dan berucap “selamat datang pahlawan tanpa tanda jasa” […] - [Kisah Seorang Guru](https://ruangbestari.com/kisah-seorang-guru-3/): Sayap patah pepatah digubah Guru digugu lan ditiru, diikuti dan diteladani, berubah menjelma menjadi diguyu lan ditinggal turu, ditertawakan dan ditinggal tidur.   Pertama   Peluru ketapel menembus, tepat menghujam bola mata indah soko guru. Seketika menganga, darah mengalir deras beriringan dengan degub kencang irama kekhawatiran.   Trauma melanda, menyayat hati keluarga. Semestinya dihormati, berubah menjadi dimusuhi.   Tak sepantasnya dan sepatutnya memperlakukan guru seperti itu, bak memburu binatang, tak berhenti sampai buruannya mati.   Jangan pernah bicara kemanusiaan kalau kau binatang. Naluri memanusiakan manusia merupakan jalan bagi mereka yang punya akal dan hati nurani.   Kedua   Gaji tidak seberapa, […] - [SEPENGGAL KISAH PENGABDIAN](https://ruangbestari.com/sepenggal-kisah-pengabdian/): Pagi itu kelas 6 sedikit kacau. Beberapa anak melapor terjadi keributan karena dua murid. Bergegas aku menuju ruang di ujung kantin. “Ibu, Handi curang, dia mencuri PR-ku untuk ditulis ulang,” Ujar Adis begitu melihat aku masuk kelas. “Udah minta izin, kok, tapi Adisnya nggak dengar. Dia langsung lari ke kantin, Bu.” Dalih Handi. Keduanya masih berdebat tak mengalah. Kutenangkan kelas dan sebelum memulai belajar kuingatkan mereka pesan cerita minggu lalu. “Bukankah Ibu sudah jelaskan, kalau kita ingin sukses harus jujur, kerja keras, belajar sungguh-sungguh, dan rajin berdoa? Ayo, tidak usah bertengkar. Sekarang saling memaafkan.” Dengan muka cemberut dan sedikit kesal Adis […] - [Muslim Indonesia: Antara Gawai dan Kitab – Lantang Bersuara, Minim Membaca?](https://ruangbestari.com/muslim-indonesia-antara-gawai-dan-kitab-lantang-bersuara-minim-membaca/): Pendahuluan Seorang intelektual Yahudi dari Israel pernah menyampaikan sindiran tajam yang viral di media Arab: “Umat Islam adalah umat yang diawali perintah ‘Iqra’, tetapi mereka tidak suka membaca.” (Schleifer, 2015). Komentar ini mungkin terdengar provokatif, tetapi ia menyentuh sebuah ironi yang sulit dibantah: banyak Muslim sangat aktif bersuara, terutama di media sosial, namun minim dalam membaca dan mendalami ilmu. Di Indonesia, fenomena ini terlihat jelas. Media sosial ramai dengan perdebatan keagamaan, mulai dari polemik hijab hingga fatwa ulama, dari isu politik hingga tafsir ayat. Tren seperti #SavePalestina atau #AksiBelaIslam menjadi viral dengan cepat, diikuti ribuan komentar panas. Komentarnya tak jarang bernada […] - [SURAT PRIBADI SEBUAH MASTERPIECE](https://ruangbestari.com/surat-pribadi-sebuah-masterpiece/): Entah apa sebabnya hari ini terasa lebih panas daripada hari-hari lainnya. Memang beredar kabar viral di media sosial bahwa saat-saat ini bertepatan dengan peristiwa dimana matahari beredar tepat diatas garis katulistiwa atau biasa disebut Equinox.  Tapi menurutku hal ini karena hari Rabu ini merupakan hari yang begitu spesial buat kami, ya kami siswa Madrasah Aliyah Bukit Pinang dengan mata pelajaran pilihan Ilmu Pengetahuan Alam. Bagaimana tidak, hampir semua mata pelajaran yang berhubungan dengan pilihan kami berkumpul jadi satu bak reuni akbar lintas angkatan yang sudah puluhan tahun tak bersua. Aku dan teman sebangku ku bukanlah termasuk jajaran cerdik pandai apalagi masuk […] - [Jejak Aksara di Jalan Asa-karya Makhsus.](https://ruangbestari.com/jejak-aksara-di-jalan-asa-karya-makhsus/): Jejak Aksara di Jalan Asa (Puisi untuk peserta didik) Ciptaan : Makhsus,S.Pd. Di bawah langit yang muram jingganya, terbit langkahmu, lirih namun nyata. Di balik halaman-halaman sunyi pustaka, terbit mentari dari tinta dan kata. Tak mudah meniti mimpi yang tinggi, di tengah badai ragu dan sunyi. Namun engkaulah nyala di ruang gelap, menyulam harap meski tertatih dan senyap. Gagal tak selalu berarti henti, ia hanya jeda agar kau mengerti: bahwa setiap jatuh, tiap luka di hati, adalah guru yang tak terlihat wujudnya kini. Belajarlah, bukan sekadar menaklukkan angka, melainkan memahami dunia dan makna. Agar kelak saat kau menjejak cakrawala, kau tegak […] - [Langkah Pak abduh sang pelita di desaku (Kisah Seorang Guru) Karya Makhsus.](https://ruangbestari.com/langkah-pak-abduh-sang-pelita-di-desaku-kisah-seorang-guru-karya-makhsus/): Judul Cerpen : Langkah Pak Abdul Sang Pelita di desaku (Kisah Seorang Guru) Ciptaan : Makhsus,S.Pd. Sinopsis Cerepen: Cerpen ini menggambarkan perjuangan seorang guru honorer di pelosok desa yang mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan anak-anak, meskipun digempur oleh kemiskinan, tragedi di ruang kelas, dan kegelisahan hidup. Melalui langkah-langkah kecil yang penuh ketulusan, Pak Abdul menunjukkan bahwa pengabdian bukan soal gelar atau jabatan, melainkan keberanian mencintai tanpa syarat. Cerita ini adalah salam sunyi bagi para guru yang memilih bertahan, bahkan ketika dunia enggan melihat. Isi Cerpen: Di ujung kampung yang tak tercatat di banyak peta, seorang lelaki tua berjalan tiap pagi dengan langkah […] - [Potret Angka Perjuangan Meraih Proporsional Diri](https://ruangbestari.com/potret-angka-perjuangan-meraih-proporsional-diri/): Dalam benak, terukir harapan integral Kendatipun nilai tak selalu berujung maksimal Yakin atas hidup bukan hanya perihal angka rasional Melainkan perjuangan yang tumbuh dalam eksponensial   Tak selamanya kehidupan selaras dan sepadan secara total Sebab kesebangunan hidup memiliki makna ideal Sudut-sudut kian tak henti menunjukkan kesalahan yang fatal Sehingga menjadi titik berat ujian mental   Raporku mungkin belum memuaskan dari segi formal Namun, jiwaku menggelora tuk semangat meraih angan dengan optimal Ibarat setiap usaha ialah vektor yang loyal Konsistensi atas sabar dan teguh menjadi satu opsional   Mengubur ragu tuk membuka batin secara global Hingga membelenggu gelora rasa emosional Jati diriku […] - [Jangan Pernah Menyerah Karya Ahmad Pawas Maulana](https://ruangbestari.com/jangan-pernah-menyerah-karya-ahmad-pawas-maulana/): Di suatu desa, hiduplah seorang anak laki-laki yang bernama Josep. Ayahnya seorang petani, dan ibunya seorang honorer. Walaupun dia anak yang nakal, tetapi memiliki cita-cita yang besar yaitu menjadi seorang tentara yang mengenakan seragam, memegang senjata, dan bekerja di perbatasan. Saat SD, dia anak yang disiplin dan datang tepat waktu, dia selalu mempelajari tentang tentara.   Setelah lulus SMP, dia mendaftarkan dirinya untuk mengikuti seleksi penerimaan siswa baru di SMA Taruna. Namun sayang hasilnya dia tidak lulus seleksi penerimaan siswa baru SMA Taruna. Baginya kegagalan bukan sebuah akhir perjuangan, dia terus mencoba, pantang menyerah dan optimis. Dia termotivasi dengan berita seorang […] - [Ucapan Sakti](https://ruangbestari.com/ucapan-sakti/): “Kita panggil, Juara pertama! Sakti Dirga Mahatma!” seru pembawa acara diikuti sorak-sorai dan tepuk tangan para siswa. Dengan senyuman tipis, Sakti naik ke panggung dan berbaris dengan siswa lain yang masuk tiga besar, ini sudah ketiga kalinya Sakti meraih juara pertama. Setelah mendapatkan piagam dari kepala sekolah, Sakti turun dari panggung lalu bergabung lagi dengan teman-teman sekelasnya. “Kereen kamu! Salut deh!” Puji sebagian temannya. “Sakti! Sesekali pinjemin aku otak kamu dong!” rengek Ratna yang selalu saja dapat peringkat lima. Diantara sekian banyak pujian, tentu tidak semua teman Sakti menyukainya. Ada beberapa teman sekelas yang selalu nyinyir atas prestasi Sakti. “Halaah, cuma […] - [Membentuk Karakter,Menyembuhkan Bangsa](https://ruangbestari.com/membentuk-karaktermenyembuhkan-bangsa/): Pendidikan karakter adalah pondasi yang menopang keberlangsungan masa depan bangsa. Ia bukan hanya tentang nilai-nilai di atas kertas, tetapi tentang bagaimana seorang anak memahami arti menjadi manusia seutuhnya. Namun, di zaman yang kian kompleks ini, pendidikan karakter tak bisa lagi hanya dibebankan pada sekolah semata. Ada benang merah kuat antara keluarga, sekolah, dan rumah ibadah—sebuah trilogi pendidikan karakter—yang harus saling bersinergi. Guru tidak lagi sekadar pengajar, tapi menjadi konselor, sahabat, dan terkadang pengganti figur orang tua bagi para siswa yang terluka di rumah. Pendidikan Karakter dan Tantangan Zaman Menurut Profil Pelajar Pancasila yang dicanangkan pemerintah Indonesia, anak-anak masa kini diharapkan memiliki […] - [Dari Ujung Timur Sulawesi Selatan Menuju Internasional](https://ruangbestari.com/dari-ujung-timur-sulawesi-selatan-menuju-internasional/): Angin pagi menyapa lembut pepohonan di halaman UPT SMP Negeri 2 Malili. Sekolah yang berdiri kokoh di Kabupaten Luwu Timur, kabupaten paling timur di Sulawesi Selatan dengan jarak tempuh kurang lebih 12 jam dari makassar melalui jalur darat dengan menggunakan bus. Suatu pagi yang cerah, tampak sekolah mulai ramai dengan tawa riang pelajar yang datang. Di balik bangunan kelas yang sederhana namun penuh semangat, seorang guru muda berdiri tegap di depan papan tulis, memegangi spidol hitam dengan senyum hangat di wajahnya. Namanya Ilmal, guru matematika yang dikenal tegas namun sangat peduli pada anak didiknya. Bagi sebagian orang, menjadi guru matematika di […] - [Realita Guru Negeri Ini](https://ruangbestari.com/realita-guru-negeri-ini/): Beribu guru di negeri ini Bekerja tiap hari sejak pagi hari Mendidik dengan sabar serta menasehati Meski banyak anak yang tak mentaati Para guru repot administrasi Sibuk ikut program sana sini Ada pula yang buat konten tiap hari Semua berharap dinaikkan gaji Adaptasi dengan kurikulum gonta-ganti Tapi masih banyak guru kurang gaji Lantas tuk apa ‘hari guru’ diperingati? Apakah hanya demi formalitas negeri? Demi pangkat urus berkas ke sana kemari Naik pangkat barulah naik gaji Guru honorer hanya bisa gigit jari Apakah mereka tak pantas teradili?   Tasikmalaya, 12 April 2025 - [Dari Guru untuk Negeri](https://ruangbestari.com/dari-guru-untuk-negeri/): Dari Guru untuk Negeri                                                                               By Yuliaty P. Di balik papan tulis dan buku-buku usang, Ada jiwa yang tak pernah padam, Menyulam harap dalam setiap kalimat, Menyalakan lentera di lorong gelap zaman. Dari pagi yang dingin hingga senja merunduk, Tangan ini menuntun langkah kecil, Membuka cakrawala, menanam mimpi, Agar negeri ini tumbuh dengan harapan baru. Bukan sekadar mengajar, tapi membentuk jiwa, Membangun karakter, menumbuhkan […] - [REVITALISASI KURIKULUM](https://ruangbestari.com/revitalisasi-kurikulum-2/): REVITALISASI KURIKULUM Oleh Yuliaty P. Revitalisasi kurikulum merupakan langkah strategi yang sangat krusial dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan masa depan. Di Indonesia, upaya revitalisasi kurikulum terus dilakukan untuk memastikan sistem pendidikan mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan siap bersaing di era globalisasi dan revolusi industri 4.0. Opini ini akan mengulas pentingnya revitalisasi kurikulum, tantangan yang dihadapi, serta harapan terhadap implementasi kurikulum terbaru yang tengah digulirkan di Indonesia. Pentingnya Revitalisasi Kurikulum Kurikulum bukanlah dokumen statistik, melainkan sebuah rencana pembelajaran yang harus terus diperbaharui agar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. […] - [Surat Kursi Dari Belakang](https://ruangbestari.com/surat-kursi-dari-belakang/): Kursi di barisan belakang itu selalu sama: berderit saat diduduki, berdebu karena jarang dilirik. Tapi bagi Meta, kursi itu adalah bentengnya. Ia bersembunyi di balik diam dan rambut yang menutupi separuh wajahnya. Matanya jarang bertemu mata siapa pun, kecuali mata seorang guru yang tak pernah lelah menatap dari kejauhan—saya. Meta bukan hanya pendiam. Ia seolah membawa langit yang patah di pundaknya. Hingga suatu hari, saat kami membahas mimpi dan cita-cita, ia menulis di kertas kecil, “Saya ingin menjadi orang yang layak dicintai.” Kata-kata itu menampar batinku lebih dari seribu kalimat. Setelah kelas, saya mendekatinya. “Meta, boleh Bapak duduk di kursi belakang […] - [REVITALISASI KURIKULUM](https://ruangbestari.com/revitalisasi-kurikulum/): Revitalisasi kurikulum merupakan langkah strategi yang sangat krusial dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan masa depan. Di Indonesia, upaya revitalisasi kurikulum terus dilakukan untuk memastikan sistem pendidikan mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan siap bersaing di era globalisasi dan revolusi industri 4.0. Opini ini akan mengulas pentingnya revitalisasi kurikulum, tantangan yang dihadapi, serta harapan terhadap implementasi kurikulum terbaru yang tengah digulirkan di Indonesia. Pentingnya Revitalisasi Kurikulum Kurikulum bukanlah dokumen statistik, melainkan sebuah rencana pembelajaran yang harus terus diperbaharui agar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. Sejak kemerdekaan, Indonesia telah mengalami […] - [Aku Menulismu di Hati Pendidikan](https://ruangbestari.com/aku-menulismu-di-hati-pendidikan/): Aku tak menulismu di papan putih yang mudah hilang dilap waktu, aku menulismu di jantung pendidikan dengan tinta harapan yang kuteteskan dari ujung luka dan cinta. Muridku, engkau bukan huruf yang kuterjemahkan, engkau adalah doa yang kusebut dalam diam paling panjang. Di pagi yang belum sempurna terang, kau datang membawa tas penuh mimpi dan mata penuh cahaya. Kau duduk di bangku yang telah renta oleh sejarah, tapi semangatmu menyalakan nyanyian masa depan. Berakar dalam nilai, bertumbuh dalam kasih, dan berbuah dalam laku, itulah bentukmu, muridku, di taman cita bernama Pancasila. Aku tak ingin kau hanya cerdas dalam hitungan, aku ingin kau […] - [Menyalakan Lentera Ilmu di Setiap Sudut Negeri](https://ruangbestari.com/menyalakan-lentera-ilmu-di-setiap-sudut-negeri/): Menyalakan Lentera Ilmu di Setiap Sudut Negeri Hari Pendidikan Nasional bukan hanya seremoni tahunan yang dirayakan dengan upacara dan pidato. Lebih dari itu, ia merupakan momentum reflektif yang mengingatkan kita akan pentingnya pendidikan sebagai sarana membentuk masa depan bangsa. Tema “Menyalakan Lentera Ilmu di Setiap Sudut Negeri” bukan sekadar metafora indah, melainkan ajakan nyata untuk memastikan bahwa cahaya pendidikan menyinari seluruh pelosok tanah air, tanpa memandang letak geografis, status sosial, atau kondisi ekonomi. Makna dari Lentera Ilmu, Ilmu dianggap sebagai cahaya. Dalam kegelapan ketidaktahuan, ia menjadi penerang yang menuntun langkah seseorang menuju kehidupan yang lebih baik. Seperti lentera di malam hari, […] - [Puisi Pelita di Tengah Gelap](https://ruangbestari.com/puisi-pelita-di-tengah-gelap/): Pelita di Tengah Gelap Di ruang sunyi penuh tanda tanya Seorang guru datang dengan membawa cahaya Dengan sabar ia menanam sebuah asa Di ladang hati anak-anak bangsa Tak lelah langkahnya merengkuh mentari pagi Meski tubuh renta, semangat pun tak mati Ilmu ditenun dalam hangatnya kasih Menjadi bekal untuk menembus hari Setiap huruf yang ia ajarkan Bukan sekadar pelajaran Tapi benih harapan yang ditanamkan Agar tumbuh jadi masa depan Tangannya mungkin tak lagi kuat Namun semangatnya terus menguat Ia bukan hanya mengajar lewat kata Tapi mendidik jiwa raga dengan cinta Wahai guru, pahlawan tanpa tanda jasa Namamu menyatu dalam jejak waktu Karena […] - [GENTA](https://ruangbestari.com/genta/): Genta merupakan siswa kelas 11.F.10 yang cukup dikenal para guru, namun bukan karena prestasinya, melainkan karena kelakuannya yang kerap menimbulkan masalah. Setiap pagi ia datang ke sekolah dengan mata merah dan wajah yang tampak letih. Hal ini bukan disebabkan oleh penyakit, melainkan karena kebiasaannya begadang hingga larut malam bermain game dan menonton video melalui ponselnya. Dampaknya, Genta hampir selalu datang terlambat ke sekolah. Ia memasuki kelas dengan langkah lesu, sering tanpa menyapa, dan langsung duduk tanpa meminta izin. Ia juga sering menjadi sumber kekacauan di kelas — mulai dari mengganggu teman yang sedang belajar, melemparkan kertas, hingga sengaja membuat suara-suara aneh […] - [KESENJANGAN GURU HONORER](https://ruangbestari.com/kesenjangan-guru-honorer/): Mimpi besar Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi angan-angan tanpa pijakan pendidikan, dan guru sebagai pondasi utama berdirinya pendidikan justru mendapatkan kesejahteraan yang mencengangkan. Berdasarkan survie lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) 2024, bahwa Guru di Indonesia berpenghasilan di bawah 2 juta per-bulan, bahkan yang lebih mengejutkan kurang dari Rp.500.000 per-bulan. Ironisnya ini menjadi sebuah kesenjangan bagi guru, yang tidak hanya berbicara kesenjangan dalam hal kualitas, profesionalisme bahkan kesenjangan dalam kesejahteraan, yang menjadi isu penting dalam sistem pendidikan di Indonesia. Kesenjangan ini terjadi antara guru ASN dan guru honorer yang menjadi poin utama, karena kenyataannya mereka sama-sama memiliki […] - [PERAN DAN OTORITAS SOFT SKILL IBU DALAM MENANAMKAN KARAKTER ANAK SEJAK DINI](https://ruangbestari.com/peran-dan-otoritas-soft-skill-ibu-dalam-menanamkan-karakter-anak-sejak-dini/): PERAN DAN OTORITAS SOFT SKILL IBU DALAM MENANAMKAN KARAKTER ANAK SEJAK DINI DI ERA DIGITAL   Pendahuluan Era digital telah membawa transformasi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dunia pendidikan dan pengasuhan anak. Kemajuan teknologi informasi memungkinkan aktivitas sehari-hari berlangsung efisien. Namun, disisi lain perkembangan ini juga menimbulkan tantangan baru, khususnya dalam pembentukan karakter anak. Perkembangan ini menuntut peran aktif dari orang tua, terutama ibu, dalam hal pembentukan karakter anak. Situasi ini menuntut peran aktif dari orang tua, terutama ibu, untuk mengarahkan dan mendampingi anak agar tidak terjebak dalam dampak negatif digitalisasi. Pendidikan di era digital cenderung mengandalkan media sosial, prangkat […] - [Pendidikan Karakter: Retorika Manis Tanpa Aksi Nyata?](https://ruangbestari.com/pendidikan-karakter-retorika-manis-tanpa-aksi-nyata/): Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam berlangsungnya sistem pendidikan di Indonesia. Seringkali kita di suguhkan dengan kopi manis pendidikan yang menghangatkan tubuh. Tidak hanya sekali dua kali, namun berkelanjutan. Kopi tersebut memberikan rasa manis, namun sesekali memberikan pahit yang mendalam. Coba kita bayangkan dalam 10 tahun terakhir pendidikan di Indonesia, sudahkah siap dan matang dalam mengemas kurikulumnya? atau sering berganti konsep yang menjadikan pelaku pendidikan tidak siap mengimplementasikannya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 diberlakukan adanya Kurikulum Merdeka yang didalamnya menekankan pada proses dan ketercapaian karakter siswa. Karakter yang dimaksud adalah Profil Pelajar Pancasila […] - [Barak Militer sebagai Kawah Candradimuka Kedisiplinan Siswa Nakal: Menimbang Manfaat dan Dampaknya](https://ruangbestari.com/barak-militer-sebagai-kawah-candradimuka-kedisiplinan-siswa-nakal-menimbang-manfaat-dan-dampaknya/): Pendahuluan Fenomena meningkatnya kenakalan remaja di lingkungan sekolah, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pelecehan seksual, telah mencemaskan banyak pihak. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pada 2023 mencatat 2.355 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, di mana sebagian besar pelaku dan korban adalah siswa. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) juga mencatat peningkatan signifikan kasus kekerasan di lembaga pendidikan: 194 kasus pada 2022, 285 kasus pada 2023, dan melonjak menjadi 573 kasus pada 2024. Jenis kekerasan yang dominan meliputi kekerasan seksual (42%), perundungan (31%), kekerasan fisik (10%), kekerasan psikis (11%), dan kebijakan diskriminatif (6%) (detik.com, 2024; kompas.id, 2024). Dalam situasi demikian, […] - [Murid Kelasku](https://ruangbestari.com/murid-kelasku/): Tak terasa setahun sudah membersamai anak – anak tercinta Kumpul di sekolah dengan sekat kelas penuh warna Serumpun maaf ku aturkan kepada semua Bila dalam kebersamaan ada silap dan tingkah laku tak bermakna   Semangat belajar tetap terjaga di kelas berikutnya Walau diriku tetap memantau di kelas berbeda Si Guru kelas di tingkat sebelumnya Karena kalian tetap dibilik hati Sang Penjaga   Guru kelas Si Penjaga yang setia Mendapatkan murid setiap tahun ajaran tiba Yakin dan percaya kalian adalah sumber cerita Masa kini maupun nanti yang tak pernah tersisa   Pesan terakhir dariku orang tua di rumah kedua Siapapun penjaga  kelas […] - [Guru dan Harga Sebuah Peradaban](https://ruangbestari.com/guru-dan-harga-sebuah-peradaban/): Dalam senyap ruang kelas yang berdebu, di antara papan tulis yang mulai lapuk dan kursi-kursi kayu yang berderit, berdirilah seorang manusia yang membawa beban peradaban di pundaknya. Ia bukan pejabat tinggi, bukan pula pemegang kekuasaan besar, tapi dialah yang menanam benih-benih masa depan dalam jiwa generasi muda “guru”. Guru bukan sekadar profesi. Ia adalah wujud dari cita-cita luhur umat manusia untuk mewariskan ilmu, nilai, dan kebijaksanaan. Dalam dirinya, berpadu antara kecerdasan rasional dan ketulusan hati. Namun, ironisnya, dalam masyarakat yang  semakin materialistik dan pragmatis, keberadaan guru kerap diletakkan di pinggir jalan sejarah yang dihormati dalam kata, tapi diabaikan dalam kebijakan. Dalam […] - [Refleksi Sang Guru](https://ruangbestari.com/refleksi-sang-guru/): Pernah ku sesali diriku Lalu bertanya, siapakah aku? Apakah hanya sebuah gelar dan profesi sederhana? Atau hanya sebuah pekerjaan yang dapat memperkaya diri?   Ku telusur dari definisi hingga kesimpulan Ku tanya pada Tuhan dan diriku Apakah sesederhana itu? Apakah aku pantas? Ku renung dan terus ku renung Ternyata, tidak sederhana itu Bahkan aku menjadi semakin takut Takut, apakah aku diriku selama ini salah   Ku mulai refleksikan diri Ku temukan jawaban dalam pikir Tak sederhana ku kira, mulai ku temukan Ternyata bukan sebuah profesi dan pekerjaan yang diperoleh dari gelar sarjana Bukan juga tempat untuk memperkaya diri   Sampai akhirnya, […] - [Revitalisasi Kurikulum: Deep Learning Sebuah Pembaharuan](https://ruangbestari.com/revitalisasi-kurikulum-deep-learning-sebuah-pembaharuan/): Revitalisasi merupakan suatu proses pembaharuan kembali suatu hal untuk lebih meningkatkan kembali segi kualitas, nilai atau lainnya di suatu bidang, termasuk dalam hal pendidikan. Adapun kurikulum berdasar pada Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan. Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia dari masa ke masa telah mengalami beberapa pembaharuan yang didasari pada kebutuhan dan perkembangan pendidikan, politik, ideologi atau tujuan lainnya. Pada masa kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1945 hingga saat ini sudah ada 11 (sebelas) pembaharuan kurikulum pendidikan. Diawali dengan adanya Kurikulum 1947 (Rentjana Pelajaran 1947), Kurikulum 1952 (Rentjana Pelajaran Terurai 1952), Kurikulum 1964, Kurikulum 1968, […] - [Merindu dalam Diam](https://ruangbestari.com/merindu-dalam-diam/): Dalam malam yang tak bernyanyi, kuhirup sunyi dari rindu purba. Kau cahaya yang hanya menyinari tanpa pernah mendekap dada.   Bulan mengambang di cawan langit, angin bersajak lirih ke rumput. Namamu kupanggil di antara sempit antara harap dan tak bersambut.   Kurelai cinta dalam sesaji kata-kata yang berurai pilu. Namun tanganmu tak pernah sudi menghampiri getar jiwaku yang kelu. Kau bukan untuk kupeluk nyata, hanya untuk kupuja diam-diam. Seperti bintang dalam cakrawala, indah tapi jauh dan kelam. O, kasih yang tak sempat tiba, kekallah dalam syair yang patah. Aku tetap mencinta meski semesta mengubur hasrat dalam gelisah. - [Impian Menjadi Guru](https://ruangbestari.com/impian-menjadi-guru/): Impian Menjadi Guru Karya: Norma Santi kini sosok murid itu menjelma guru ia adalah seorang anak di masa lampau yang mempunyai berjuta-juta mimpi yang untuk bahagia punya caranya sendiri   sedang dahulu di halaman belakang bukunya penuh corat coret tanda tangan disertai nama yang dikarang bergelar di belakangnya tanpa tahu arti tanda tangan dan gelar yang sesungguhnya tanpa tahu bahwa ada tanggung jawab yang bersembunyi di sana   dahulu ia tidak tahu apa artinya sekolah ia hanya tahu bahwa harus bangun pagi – siap-siap – sekolah ternyata semua itu berlalu bertahun-tahun sudah di perjalanan ada air mata mengiringi langkah ada pula […] - [Namlea, Lukisan Cinta di Ujung Timur](https://ruangbestari.com/namlea-lukisan-cinta-di-ujung-timur/): Namlea, senyummu seperti fajar yang menembus jendela kayu sekolah kecilku, menghangatkan pagi-pagi penuh doa di antara tawa anak-anak yang haus ilmu. Anginmu mengelus lembut hijabku saat langkahku menapaki tanah merah itu, di mana dedaunan berbisik tentang rindu dan pengabdian yang tak pernah lelah. Di balik bukit dan pesisir biru aku temukan damai yang tak terucap, ombakmu menghapus lelah seperti pelukan ibu dari kejauhan. Aku, guru muda dari jauh, membawa semangat dan mimpi-mimpi kecil menjadi nyala di tengah keterbatasan— membaca masa depan di mata mereka yang menyebutku “ibu” dengan cinta. Namlea, kau bukan sekadar tempat singgah, kau rumah yang membentukku jadi lebih […] - [Remaja Berseragam Bersih dan Berpenampilan Rapi itu Pasti Keren](https://ruangbestari.com/remaja-berseragam-bersih-dan-berpenampilan-rapi-itu-pasti-keren/): Di lingkungan sekolah, masih ditemukan beberapa peserta didik yang masih tidak memedulikan menjaga kebersihan diri dan kerapihan dalam berpenampilan. Padahal masa remaja yang berusia SMP seharusnya sudah mulai memahami  arti dari sebuah kebersihan diri, dan bukan lagi seseorang yang berada pada sebuah fase kebingungan. Sebuah jurnal Rusuli, I (2022) menulis sebuah sintesa teori Erick H. Erikson dengan konsep Agama. Rusuli mensintesiskan teori perkembangan psikososial Erick H. Ericson yang mengatakan, masa remaja yang dimulai dari umur 12 sampai 21 tahun adalah masa berada pada tahap identity (identitas) versus identity confusion (kebingungan identitas) (Papalia et al., 2007). Penulis mendukung pendapat Rusuli bahwa fase […] - [“Mengenal Tanaman Buah Di Kebun Kakek”](https://ruangbestari.com/mengenal-tanaman-buah-di-kebun-kakek/): Liburan sekolah telah tiba, Syahla dan Hanif akan berlibur ke rumah Kakek dan Nenek di desa. Selama diperjalanan menuju rumah Kakek, suara tawa dan riang mengiringi perjalanan mereka. Mereka sangat merindukan suasana di kampung Kakek. Selain udara yang sejuk, Kakek memiliki kebun buah yang sangat luas. Banyak tanaman buah yang Kakek tanam. Ada pohon jambu, mangga, pisang, srikaya, kelengkeng bahkan durian.   Setibanya di sana, Kakek dan Nenek menyambut mereka dengan pelukan hangat. “Masyaa Allah cucu-cucu Nenek sudah besar! Nenek kangen Hanif dan Syahla!” seru Nenek. Dengan berbalas pelukan, “Syahla juga kangen Nenek. Nek, besok kita jalan-jalan ke kebun ya? Syahla […] - [Bukan Pemain Figuran](https://ruangbestari.com/bukan-pemain-figuran/): Bukan Pemain Figuran   “Bu, masih hujan.  Apa ndak nanti saja baliknya?  Menunggu hujan reda.” “Enggak bisa, Nduk.  Masih ada yang harus Ibu kerjakan di rumah.” Aku mengatakannya seraya membayangkan ibuku yang terbaring sakit di dipan, dengan selimut dari kain sprei yang sudah lusuh. Home visit yang kulakukan usai sekolah tadi, membuatku tidak bisa lekas pulang dan merawat Ibu.  Ningsih perlu dikunjungi, karena sudah dua hari tidak masuk sekolah karena merawat ibunya yang sakit.  Aku wali kelasnya berkewajiban menengok dan memastikan dia tidak tertinggal pelajaran.  Beberapa catatan dari teman sekelas, pun tugas-tugas perlu dikerjakannya secara mandiri.  Aku yakin Ningsih bisa melakukannya, […] - [Lentera di Hati](https://ruangbestari.com/lentera-di-hati/): “Tak semua pahlawan dikenang dengan plakat. Beberapa hanya tinggal dalam ingatan yang selamanya menyala dalam hati murid-muridnya.” Rintik hujan jatuh perlahan di atas atap rumah tua bercat biru pucat. Dedaunan basah bergetar pelan diterpa angin sore. Di dalam rumah itu, seorang perempuan duduk di kursi rotan, menatap kosong ke arah jendela. Di tangannya, secarik kertas dengan tulisan tangan yang mulai goyah. Namanya Bu Sari. Dulu, orang-orang memanggilnya Ibu Sari, lengkap dengan gelar guru di depannya. Kini, setelah beberapa tahun pensiun, tak ada lagi suara “Selamat pagi, Bu!” yang menyambutnya. Hanya suara jam dinding dan nyanyian rintik hujan yang setia menemaninya. Di […] - [Suwendi, S.Pd.,B.Ed_Refleksi Sang Guru](https://ruangbestari.com/suwendi-s-pd-b-ed_refleksi-sang-guru/): Pernah ku sesali diriku Lalu bertanya, siapakah aku? Apakah hanya sebuah gelar dan profesi sederhana? Atau hanya sebuah pekerjaan yang dapat memperkaya diri?   Ku telusur dari definisi hingga kesimpulan Ku tanya pada Tuhan dan diriku Apakah sesederhana itu? Apakah aku pantas? Ku renung dan terus ku renung Ternyata, tidak sederhana itu Bahkan aku menjadi semakin takut Takut, apakah aku diriku selama ini salah   Ku mulai refleksikan diri Ku temukan jawaban dalam pikir Tak sederhana ku kira, mulai ku temukan Ternyata bukan sebuah profesi dan pekerjaan yang diperoleh dari gelar sarjana Bukan juga tempat untuk memperkaya diri   Sampai akhirnya, […] - [Bahasa langit yang diam](https://ruangbestari.com/bahasa-langit-yang-diam/): Di atas Gaza, langit tak pernah benar-benar terpejam. Selalu ada dentum, selalu ada nama yang diteriakkan oleh seorang ibu.   Anak-anak di sana tak menghitung bintang, mereka menghitung suara ledakan. Tak ada dongeng tentang pangeran, hanya ada kisah tentang Ayah yang tak pulang.   Gaza, Kau bukan sekedar berita, Kau adalah doa yang tak pernah reda. Cintaku padamu bukan karena hebatmu bertahan, tapi karena caramu mencintai langit meski bumi terus menusuk.   Aku ingin menjadi hujan yang kau tunggu, atau secarik obat yang menenangkan luka. Tapi aku hanya bisa menjadi suara kecil, yang menyelipkan diantara ribuan doa.   Jika tangan ini […] - [Surat Cinta Untuk Palestina](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-palestina-2/): Di Ujung Do’a, Ada Palestina Oleh: Gevira Lia Rahman Di ujung sepi malam yang panjang, Ku dengar jerit dari tanah yang malang. Palestina, luka dunia yang menganga, Namamu kusebut dalam setiap doa.   Bayi-bayi lahir tanpa pelukan pagi, Ibunya syahid, rumahnya sunyi. Langit di atasmu dihujani bara, Namun matamu tetap menyala cahaya.   Kau ajarkan pada kami makna bertahan, bahwa tanah bukan sekadar hamparan. Ia bagian dari iman, dari sejarah, Yang tak akan dijual meski oleh darah.   Masjid suci itu masih berdiri, Meski dikelilingi bara dan api. Setiap adzan yang menggema dari sana, Adalah seruan: “Kami belum menyerah.”   Palestina, […] - [Doa Dan Harapan Di Langit Gaza](https://ruangbestari.com/doa-dan-harapan-di-langit-gaza-2/): Langit Gaza menjadi saksi, Untaian doa tanpa henti. Di balik puing yang membisu, Harapan kecil terus bersatu.   Langit kelam tak buat gentar, Meski dunia memudar dan pudar. Gaza terjaga dalam getir, Menjaga nyawa dari takdir.   Anak-anak tidur tanpa alas, Di tanah dingin penuh bekas. Tangis mereka menyatu angin, Menembus malam yang semakin dingin.   Bisik lirih dalam tangisan, Adalah senjata penuh kekuatan. Di tengah sunyi dan sepi, Martabat dijaga sepenuh hati.   Langkah kecil terus menyala, Tak padam walau dilanda lara. Mereka peluk iman dan doa, Di bawah langit yang senantiasa terbuka.   Semangat tetap membara, Walau luka menggores […] - [Serpihan Jannah Yang Gugur di Gaza](https://ruangbestari.com/serpihan-jannah-yang-gugur-di-gaza/):   Langit mendengar dan menyaksikan takbir di tengah dentuman, dalam kepungan asap, anak kecil menghafal Al-Fatihah dengan tekun. Tembok retak merekam zikir yang tidak terputus, malam berbalut doa, tidak sekedar tangis yang membius.   Darah yang mengalir, bagaikan seribu saksi kesyahidan, menghidupkan tanah yang mengungkapkan Asmaul Husna dalam setiap kesempatan. Gaza, tempat yang tidak sekedar disebut sebagai tanah yang retak, engkau bagaikan mimbar kedamaian, dalam nafas yang tidak kenal lelah.   Jari-jari kecil mencengkeram serpihan sajadah, seakan enggan pergi dari Baitullah yang terbelah. Matanya memandang langit, mendambakan bulan ramadhan, namun yang kini hadir adalah derita, bukan pengharapan.   Gugur satu demi […] - [SURAT CINTA UNTUK GAZA](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-11/): Senyum dalam Debu sebuah surat yang tak sempat dikirim   Yang kuingat hanyalah sosok seorang pria Yang melangkah dengan senyum getir bahagia Yang ia genggam ialah sebungkus harapan kecil Yang susah ia jemput dengan kaki yang mengigil   Ia bawa pulang hangat lusuh dalam sebuah bungkusan Serta lauk peluk yang belum sempat dilayangkan Langkahnya letih, tapi matanya tak padam Seolah lelah tak bernyali pada rindu yang dalam   Namun langit seolah enggan memberi waktu Jerit sayap besi menggema, membawa pilu Dentuman jatuh di tengah langkah ragu Tersisa senyum, membeku dalam debu   Yang tertinggal kini hanya serpih debu dan doa Namun, […] - [Surat Cinta untuk Palestina](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-palestina/): Udara Pagi yang menusuk relung hati, Langit biru berkabut asap menaungi cerahnya mentari pagi, Kalian disana berjuang antara Hidup dan Mati Melawan semua rasa yang ada dihati,   Rintihan….Tangisan…Teriakan… Suara deru dentuman menghantam hampir setiap hari kalian rasakan, Tidak ada lagi rasa kemanusiaan Berhamburan mayat dalam tumpukan bangunan, Puluhan, Ratusan , bahkan ribuan sudah menjadi korban,   Kalian disana hanya bisa berlari, Hanya bisa menghindari, Agar bukan kalian yang menjadi korban keganasan ini, Karena kalian masih penuh harap bisa hidup bahagia didunia ini   TUHAN…. Kami disini bicara padamu dalam keheningan malam yang sepi Hanya bisa berdo’a dan mengharap mukjizat ILLAHI, […] - [Bangkit demi Senyuman Gaza](https://ruangbestari.com/bangkit-demi-senyuman-gaza/): Bangkit demi Senyuman Gaza Oleh: Amaya Quendrelina   Di Negri sebrang, senyuman terpancar Sosok yang dikenal penuh ilmu Keadaan berubah tak elok Saat sesuatu menggemparkan dunia   Luncuran peledak terbang ke sana ke mari Menghancurkan, merusak infrastruktur Negri Senyuman licik penuh arti terpatri Dengan kobaran ingin menguasai   Erangan para pemuda-pemudi Mimik penuh senyum berubah berkerut cemas Khawatir, takut, menjadi satu Berkumpul dalam satu jiwa bersama   Suara ricuh, teriakan kelu, terdengar Menghiasi dunia Teriakan menggelegar, tak ada daya Berharap, kejadian itu cepat berlalu   Di Negri lain, berbondong-bondong membantu “Ayo bantu Palestina, bangkit untuk Gaza” Teriakan dengan kobaran para sahabat […] - [Nyanyian Kegilaan](https://ruangbestari.com/nyanyian-kegilaan/): Tiga tembakan peringatan meluncur ke udara, komando kapten untuk segera bergegas. Kami berlari, meraih senapan laras panjang, bertugas di posisi masing-masing. Satu per satu, tanah mereka mulai terkikis, habis. Tinggal sedikit lagi, sampai bumi mereka sepenuhnya jadi milik kami. Sudah lebih dari tujuh puluh tahun hal ini terjadi, Mungkin tiga, tujuh, atau sepuluh tahun lagi. Di tengah luncuran dumb bombs yang bergerak tanpa kendali, terlihat seorang anak berlarian, berteriak, membuat kegaduhan, “Hey!, bisakah hentikan kekacauan ini sebentar, adikku sedang sakit, bisa beri kami sedikit air?”. Tanpa kata, kuarahkan laras baja, tepat ke jantungnya. Samar-samar terdengar jeritan anak kecil lain dari kejauhan, […] - [NADA RENDAH HATIMU](https://ruangbestari.com/nada-rendah-hatimu/): Nada Rendah Hatimu waktu menepi merajut kendali origami kitab suci penakluk tirani adalah kenyataan, bersama kebisingan suara yang tak terdengar lagi bendera layu ditiang kemegahan meratap pada ayat-ayat harapan menengok lembar hutang ilahi diantara al kautsar dan teka-teki mutasyabihat mencari solusi deru knalpot lamborghini menyapa etalase kebijakan segala ratap meraih kebahagiaan tergenggam kemakmuran cangkul petani berharap kebajikan diantara tumpukan memo farmasi dan alutsita kartu pintar menjadi dalih santunan manis janji semakin membusuk tunduhlah sejenak melantunkan nada rendah hatimu IBS, Bekasi Dzulhijah 1446 H.   - [Desa Sukasenang Menuju Desa Hijau: Kolaborasi Universitas Terbuka, Pemerintah Desa, dan BUMDes Sehati Siapkan Greenpreneur Lokal](https://ruangbestari.com/desa-sukasenang-menuju-desa-hijau-kolaborasi-universitas-terbuka-pemerintah-desa-dan-bumdes-sehati-siapkan-greenpreneur-lokal/): Garut, 22 Mei 2025 — Sebagai langkah awal menuju transformasi ekonomi hijau di desa, Universitas Terbuka melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sukasenang dan BUMDes Sehati, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi BUMDes dalam Mewujudkan Greenpreneurship di Desa Sukasenang.” Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pertama dari program PkM selama satu tahun, yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan dalam format pelatihan daring yang dipandu secara hangat dan komunikatif oleh Amalia Agustina, mahasiswa aktif dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka. Pelibatan mahasiswa UT dalam kegiatan […] - [Luka yang Terbalaskan](https://ruangbestari.com/luka-yang-terbalaskan/): Luka yang Terbalaskan Hiruk pikuk yang melanda  Mengikis kenyamanan  Merenggut kebahagiaan Jeritan meminta keadilan    Namun, dunia seolah bungkam!  Menutup mata atas kejadian  Menghiraukan yang terjadi  Seolah hanya berita, tanpa arti    Suara dentuman bom tak lagi asing  Puing-puing bangunan runtuh, tanpa ampun  Pekiknya suara tangis meminta bantuan  Hingga berceceran darah menjadi hal biasa    Suara takbir menggelegarkan langit-langit  Mengagungkan asma wa sifat-Nya Hanya bisa meminta pada Pencipta  Yang tak akan pernah bungkam dengan keadilan!    Wahai saudaraku Gaza Bukan kutak mau membantu  Bukan kutak ingin melihatmu bahagia  Sungguh, aku pun lara nan pilu    Seperti tersayatnya luka, tanpa berdarah Mengetahui, […] - [Harap Indah Di Ujung Garis (Puisi Untuk Gaza)](https://ruangbestari.com/harap-indah-di-ujung-garis-puisi-untuk-gaza/): Harap Indah Di Ujung Garis (By.Dinda Sita Ramadhanti)‎   ‎Kicauan burung yang terdengar merdu ‎Hembusan angin yang terasa sejuk ‎Canda tawa kecil yang melukis rindu ‎Semuanya menjadi berubah pilu ‎ ‎Tanah yang tentramnya dulu ‎Kini berjuang menghadapi kegelapan yang baru ‎Tanah yang tentramnya dulu ‎Kini penuh dengan perasaan rindu ‎Tanah yang tentramnya dulu ‎Kini harus merasakan tangisan pilu ‎ ‎Cinta yang terkubur ditanah itu ‎Tak akan selamanya terus terkubur ‎Cinta yang terkubur ditanah itu ‎Harap terlihat dengan semburan cinta yang baru ‎ ‎Mereka yang mengalami semua itu ‎Tapi dunia yang merasakan pilu ‎Mereka yang mengalami semua itu ‎Tapi dunia mendukung dan […] - [Gaza, Denyut di Jantung Kami](https://ruangbestari.com/gaza-denyut-di-jantung-kami/): Di relung hati yang terdalam, Gaza, kau bersemayam,  Bukan sekadar garis peta, tapi napas dalam kelam.  Setiap puing, setiap luka, adalah lagu sendu,  Namun di matamu, api harapan tak pernah layu.    Anak-anak berlari di antara sisa reruntuhan,  Tawa mereka, melodi yang menembus kegelapan. Mentari pagi dating, membisikkan janji kebangkitan,  Di atas duka, cinta kasih takkan pernah usang.   Dari kejauhan, kami kirimkan untaian doa tulus,  Pelukan hangat, walau raga tak mampu membalut. Ketabahan, inspirasi yang takkan terputus,  Menyemai bibit kebebasan yang takkan larut.    Gaza, kau adalah mawar di padang gersang,  Mekarmu, simbol perlawanan yang tak terhalang.  Suaramu, gaung keadilan […] - [Gaza dalam Sepucuk Senja](https://ruangbestari.com/gaza-dalam-sepucuk-senja/): Gaza, kau adalah luka yang enggan sembuh, tapi masih mampu menumbuhkan mawar di retak-retak dada yang ditanam peluru. Langitmu, adalah jubah duka yang disulam dari jerit, ia tak lagi biru— melainkan nisan yang tergantung di tiap awan. Anak-anakmu berjalan di atas puing seperti burung-burung patah sayap yang tak pernah kehilangan arah pulang— meski langit lupa cara membuka pagi. Ibumu menanak air mata dalam panci retak, menyajikan harap dengan rasa debu, dan tetap menyusui dunia dengan sabar yang tak bisa dipinjamkan. Gaza, kau adalah puisi yang tak sempat ditulis Tuhan, tapi disalin jutaan kali di dada-dada manusia yang masih punya nurani. Angin […] - [Terpenjara di Tanah Sendiri](https://ruangbestari.com/terpenjara-di-tanah-sendiri/): Kala itu, sekelompok orang datang ke rumahmu Meminta pertolonganmu, meminta keadilan dan haknya kepadamu Hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak juga mendapat perlindungan darimu Kau pun menyambutnya dengan sukarela, menganggapnya seperti saudaramu sendiri Kau jamu mereka, kau layani mereka agar mereka merasa nyaman berada di rumahmu Hingga mereka benar-benar merasa nyaman Namun, kenyamanan itu membuatnya menjadi tamak dan tidak tahu diri Mereka rampas rumahmu, mereka rampas kebahagiaanmu Bahkan, mereka merampas nyawa keluargamu Dengan dalih bahwa “ini adalah tanah nenek moyang kami” Kebahagiaan yang dahulu kau rasakan, kini menjadi sulit dirasakan Kenyamanan yang dahulu kau dapati, kini berubah menjadi ketakutan tiada henti […] - [Air Mata Doaku](https://ruangbestari.com/air-mata-doaku/): Papa teringat saat tangisan pertamamu. Teringat pertama kali kakimu melangkah. Pertama kali kau berucap memanggil “Papa” Keindahan itu tak sanggup papah lupakan. Segala cinta dan kasih sayang untukmu. Tak sanggup menulis hati ini karena saat ini papa meneteskan air mata do’a untukmu. Nak, waktu itu papa masih kuat dan kekar saat kau tidur diatas dadaku terlelap dan merasa nyaman. kau telah memberiku kebahagiaan dan rasa syukur. Kau menjadikan aku merasakan fungsiku bahwa aku adalah seorang ayah. Hampir satu jam papa menahan tubuhmu, menahan sesak nafas agar tak terganggu lelap tidurmu diatas dadaku. Kini tubuhmu semakin besar dan papa tak lagi dapat […] - [Dunia (bukan) Panggung Sandiwara_IBS](https://ruangbestari.com/dunia-bukan-panggung-sandiwara_ibs/): Dunia (Bukan) Panggung Sandiwara Kita sering mendengar kalimat, “Dunia ini panggung sandiwara,” entah dari lirik lagu lawas atau dari celoteh orang bijak yang mendadak filosofis saat nongkrong di warung kopi. Tapi mari kita luruskan sedikit: dunia bukan panggung sandiwara… setidaknya bukan jenis sandiwara yang penuh kepura-puraan karena dunia ini adalah kenyataan. Panggung, sejatinya, bukan cuma sekadar tempat mementaskan teater atau menyalurkan hobi sambil ngarep viral. Ia bisa jadi ruang sakral. Tempat amal sholih. Iya, betul, panggung bisa jadi ladang pahala. Di sanalah kita bisa menumpahkan kreativitas, membagikan ilmu, menunjukkan kejujuran, kecerdasan, kejenakaan, dan tentu saja: budi pekerti. Jangan lupa, semua itu […] - [Tuhan Masih Di Gaza](https://ruangbestari.com/tuhan-masih-di-gaza/): Tuhan Masih Di Gaza   Gaza, pengorbananmu membangunkan jiwa, Saat dunia tertidur dalam pura-pura lupa, Kau tebus kehormatan dengan luka, Meski nyawa dipertaruhkan setiap masa.   Bukan Tujuh Oktober yang mengguncang dunia, Tapi sejarah panjang yang terus menyiksa, Tujuh puluh tujuh tahun kau menderita, Di balik keheningan bisu, suaramu tetap menggema.     Gaza, kau menggiring jiwaku menemu hakikatnya, Aku akan bersamamu hingga darah mengering dan ragaku luruh tak berdaya, Menanggung luka bersamamu hingga batas akhir asa, Demi Al-Aqsa kita yang menunggu setia.   Ini bukan soal siapa punya kuasa, Melainkan nurani yang tetap bersuara, Teguh berpijak di sisimu karena cinta, […] - [Aturan Bebas - IHWAL Benz SATRIADJI](https://ruangbestari.com/aturan-bebas-ihwal-benz-satriadji/): Sekian abad peradaban zaman dan seberapa dalam kita mempelajarinya?! Bersinergi diluar zona nyaman itu penting untuk keseimbangan untuk saling mengingatkan agar tidak menyimpang atau berhenti di persimpangan. Bukan ingin melepas struktur bahasa atau kaidah penulisan yang gamang, berkarya dalam seni menulis juga berpotensi menambah khasanah kekaryaan dan stimulan libido pembaca. Melirik gaya pada ritme jazz yang menggelitik apik menyulut emosi jiwa pada puncak trans bermusik kata seorang teman yang mengklaim dirinya King Of Jazz Bayu Wirawan, sah – sah saja. Di beranda mimbar seorang santri membaca ayat dan menulis tafsir ayat kehidupan abadi, peran Malaikat yang selalu bertasbih pada tuhannya tapi […] - [Gaza dalam Setiap Suara](https://ruangbestari.com/gaza-dalam-setiap-suara/): Gaza dalam Setiap Suara Di tengah deru angin yang berbisik lembut Gaza, kau hadir dalam setiap suara Dari reruntuhan yang bercerita Tentang harapan yang tak pernah pudar Namamu terpatri di cakrawala senja Gaza, kota yang tak pernah lelah berjuang Walau reruntuhan membisikkan nestapa Cintamu abadi, mengalir layaknya darah Suara anak-anak, tawa yang terpendam Menggema di antara dinding yang hancur Mereka melukis mimpi di langit kelabu, Dengan warna-warni harapan yang tak sirna Dan meski langit tak selalu biru Dan malam datang membawa gemuruh Cahayamu tak pernah benar-benar redup Ia menyala di mata yang menolak menyerah Di jalanan yang penuh luka, Suara para […] - [SUARA LANGIT UNTUK GAZA](https://ruangbestari.com/suara-langit-untuk-gaza/): SUARA LANGIT UNTUK GAZA Gaza, bagaimana kabarmu kini? para saudara yang kami cintai, Syuhada-syuhada Tuhan nan gagah berani, pelindung suci yang Tuhan berkati.   Gaza, kota tumbuhnya pejuang sejati, Simbol payung harga diri, demi tanah ini, meski..   Jutaan roket yang tak jemu menghujani, teror-teror hitam, tak lelah membayangi, menggelapkan kota yang dingin nan sunyi.   Sayang sekali, dunia seakan acuh tak peduli, keadilan hanya sebatas asap ilusi, memalsukan setiap aroma mimpi, membekukan satu cita merdeka, impian jiwa-jiwa sepi.   Gaza, begitu hebatnya Tuhan menguji. Serangan brutal, tank-tank zionis yang keji, tanpa rasa iba, meruntuhkan tempat-tempat peneduh diri, memutus tali kasih […] - [LUKA PALESTINA](https://ruangbestari.com/luka-palestina/): Luka palestina Di bawah sinar matahari terbit Di jalan sempit penuh dengan makna Suara yang tak pernah sirna di balik harapan Darah dan keringat menyatu dalam sejarah Dengan harapan baru untuk bangkit Dari kelam di antara rintangan Palestina,tanah suci yang penuh luka Bukan lagi bangunan yang tak utuh Bukan lagi tangisan yang menyetubuhi Anak anak yang mencari ibu dan ayahnya Di bawah reruntuhan bangunan bangunan hancur. Wahai Negara yang membantai…….. Di mana hati nuranimu? Burung burung itu menjadi saksi bisu pembantaian  yang telah dilakukan kepada mereka Dengan berbagai kondisi yang memilukan, Ratusan jenazah yang tak berdosa harus nyaris terbunuh, Setiap hari […] - [Doa Dan Harapan Di Langit Gaza](https://ruangbestari.com/doa-dan-harapan-di-langit-gaza/): Langit Gaza menjadi saksi, Untaian doa tanpa henti. Di balik puing yang membisu, Harapan kecil terus bersatu. Langit kelam tak buat gentar, Meski dunia memudar dan pudar. Gaza terjaga dalam getir, Menjaga nyawa dari takdir. Anak-anak tidur tanpa alas, Di tanah dingin penuh bekas. Tangis mereka menyatu angin, Menembus malam yang semakin dingin. Bisik lirih dalam tangisan, Adalah senjata penuh kekuatan. Di tengah sunyi dan sepi, Martabat dijaga sepenuh hati. Langkah kecil terus menyala, Tak padam walau dilanda lara. Mereka peluk iman dan doa, Di bawah langit yang senantiasa terbuka.   Semangat tetap membara, Walau luka menggores jiwa. Gaza mungkin redup […] - [Di Antara Doa yang Gugur Sebelum Fajar](https://ruangbestari.com/di-antara-doa-yang-gugur-sebelum-fajar/): Gaza, Bisik paling lirih dalam malam yang letih, ketika peluru menari dan langit pun bersedih. Kami tak bisa datang kesana, hanya menatap dari balik layar, seraya menahan air mata. Anak-anakmu tumbuh di tanah rapuh, bermain di antara ranjau dan debu yang keruh. Matanya bersinar penuh cahaya, seolah fajar tak pernah jauh dari pandangannya Kami sebut namamu dalam zikir sunyi, meski hati retak tapi tak pernah pergi. Fajar terlambat memulihkan cahaya, doa kami luruh di pelataran senja. Gaza, Bukan sekadar kota dalam berita, Rahim luka yang melahirkan cinta. Meski tubuhmu tercabik oleh seribu dendam, jiwamu teguh, tak pernah karam. Lautmu menyimpan jenazah […] - [Untuk Jiwa-jiwa Kecil](https://ruangbestari.com/untuk-jiwa-jiwa-kecil/): Untuk Jiwa-jiwa Kecil Karya;Ely Zalatun   Telah lama suara lirih menggema pelosok dunia. Disana jiwa-jiwa kecil telah dicekam celaka. Kenapa terjadi? tak sampai ujung tanya. Sudah runtuh bangunan tempat tidurnya.   Wahai sang maha cinta—semoga kau melindunginya. Mimpi telah banyak lenyap karena duka. Semoga,—banyak semoga. Berilah ia senyuman yang tak direnggut paksa.     - [Di tanah zaitun yang tersayat](https://ruangbestari.com/di-tanah-zaitun-yang-tersayat/): DI TANAH ZAITUN YANG TERSAYAT Di ufuk timur, langit menghitam, Debu mengabur di jalan-jalan sunyi, Palestina menangis dalam diam, Di bawah bayang-bayang senjata dan iri. Bukan hanya batu yang dilemparkan, Tetapi harapan yang tak ingin padam. Anak-anak melukis masa depan Dengan tinta luka di atas reruntuhan malam. Baitul Maqdis, engkau saksi bisu, Derap langkah yang tak pernah lesu, Mereka bertahan, tak ingin jatuh, Meski dunia menutup mata, kelu dan beku. Zaitun tetap berdiri tegak, Meski akar-akar direnggut paksa, Seperti jiwa-jiwa yang tak retak, Meski langit dihujani nestapa. Wahai angin, bisikkan pada dunia, Bahwa tanah ini bukan sekadar nama, Ia adalah nadi, […] - [SURAT YANG KU TULIS DENGAN AIR MATA DAN API](https://ruangbestari.com/surat-yang-ku-tulis-dengan-air-mata-dan-api/): Kutulis lembaran puisi ini tanpa tinta Hanya do’a yang berbalutkan luka Di atas lembaran malam yang gelap gulita Namamu Gaza kupahat dalam isak air mata Tak kupunya kaya yang cukup teguh Untuk membalut tubuhmu yang lusuh Hanya do’a yang gugur satu-persatu Diantara reruntuhan dan debu rindu Langitmu kini bukan tempat burung Melainkan dentum yang terus menyusur Namun dari jauh, dalam sunyi jantungku Aku kirim peluk yang tidak pernah hancur Gaza, kota yang berdarah tapi berdiri Kau ajarkan arti tanah yang sejati Bahkan cintapun belajar bertahan Saat kau tangisi anak-anak yang hilang Api membakar tidak hanya rumahmu Tapi juga hati kami yang […] - [Puisi Palestina (Keluargaku Syahid)](https://ruangbestari.com/puisi-palestina-keluargaku-syahid/): Hari demi hari berlalu rasa takut menghampiri Kan kulewati dengan duka yang lara Gemuruh bom yang selalu ku dengar Gumpalan asap yang mengudara karena ledakan Bangunan hancur berkeping dengan banyaknya reruntuhan Tangis keluarga yang tak berdosa menyelimuti kelam nya kehidupan Ibu memeluk jenazah anak nya kakak merintih sedih di depan jenazah adik nya Semua diam membisu selirih berdoa Berlinang air mata tanpa jawaban Mereka syahid dengan penuh harapan - [Ketika Dunia Diam, Aku Menulis untuk Gaza](https://ruangbestari.com/ketika-dunia-diam-aku-menulis-untuk-gaza-2/): Di antara reruntuhan dan langit yang terbakar, kutulis surat ini dengan air mata yang tak tumpah. Namamu kusebut dalam tiap doa yang bergetar, Gaza, luka dunia yang tak pernah patah. Aku jauh, tak bisa memelukmu dengan tangan, namun cinta ini menjelma jadi harapan yang tak hilang. Kutitip pada angin, pada debur waktu yang perlahan— semoga sampai ke hatimu yang selalu tenang. Kau ajarkan arti teguh dalam derita yang tak selesai, anak-anakmu tersenyum di tengah dentuman badai. Ada keberanian di matamu yang merah dan basah, dan itu cukup untuk mengguncang dunia yang pasrah. Maafkan dunia yang diam saat kau berteriak pilu, yang […] - [Surat Cinta Untuk Gaza](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-10/): Gaza tanah luka yang tak pernah lelah, Langitmu kelam tapi, tapi jiwamu megah. Anakmu berlari di antara puing, Dengan dada kosong hati genting. Ketika datang membawa deru, Tak ada peluk, hanya debu dan pilu. Namun engkau tak tunduk pada derita, Langkahmu maju demi cinta dan cita. Bom jatuh seperti hujan yang pekat, Tapi semangatmu tetap kuat. Tangan-tangan kecil mengangkat batu, Menulis harapan di tengah abu. Tiada selimut selain keyakinan, Tiada pelindung selain keteguhan. Tiap tangis jadi doa di udara, Menggema dalam jiwa yang membara. Gaza perjuanganmu bukan sia-sia, Kau ajarkan dunia arti setia. Meski dunia tutup mata dan telinga, Engkau bersuara […] - [Ketika Dunia Diam, Aku Menulis untuk Gaza](https://ruangbestari.com/ketika-dunia-diam-aku-menulis-untuk-gaza/): Di antara reruntuhan dan langit yang terbakar, kutulis surat ini dengan air mata yang tak tumpah. Namamu kusebut dalam tiap doa yang bergetar, Gaza, luka dunia yang tak pernah patah. Aku jauh, tak bisa memelukmu dengan tangan, namun cinta ini menjelma jadi harapan yang tak hilang. Kutitip pada angin, pada debur waktu yang perlahan— semoga sampai ke hatimu yang selalu tenang. Kau ajarkan arti teguh dalam derita yang tak selesai, anak-anakmu tersenyum di tengah dentuman badai. Ada keberanian di matamu yang merah dan basah, dan itu cukup untuk mengguncang dunia yang pasrah. Maafkan dunia yang diam saat kau berteriak pilu, yang […] - [Merah Saga Langit Palestina](https://ruangbestari.com/merah-saga-langit-palestina/): Merah Saga Langit Palestina Oleh: Hilda Malahayati Putri, S.Th.I   Merah saga laksana bara menyala, membumihanguskan tanah Palestina. Genangan darah bukan hanya karangan, mewarnakan merah tanah Palestina.   Deru mesiu terbaca di udara, denting peluru tertulis di angkasa. Derita buah hasil dalam aksara, masih ada langkah terpaut pada asa.   Di antara reruntuhan doa pengharapan, di tengah huru hara langit membentang, hujan turun dalam air mata angan – angan, doa yang menembus pada panah ketabahan.   Kerikil berkejaran bak mesiu, beterbangan tak kalah akan waktu, melumpuh musuh tanpa batas akalmu, layaknya meluncur ribuan peluru.   Membara Gaza dalam riuh darah suci […] - [Karena Mereka](https://ruangbestari.com/karena-mereka/): karena mereka By: Salsa Andiny Hari itu… Gedung-gedung masih berdiri kokoh Dedaunan berterbangan dengan riang Hiruk pikuk terasa begitu indah dengan tawa Semua orang bahagia… Namun tidak hari ini! Mereka yang di kasihani Malah menjulang Penganiaan! Pembantaian! Pengeboman! Kini merajalela! Gedung yang kokoh kini telah ambruk Kecerian diganti dengan teriakan! Teriakan anak tak berdosaaa… Guru-guru yang telah tiada… Para pejuang telah tiada Negeriku telah hancurrr Hanya karena orang yang tak biadap Wahai saudaraku? Bantu kami, menghilangkan manusia yang tidak biadap dari negeriku. Aku hanya ingin negeri ku aman. Apakah kalian masih diam? Melihat saudara mu telah hilang? Melihat saudara mu berkorban? […] - [Buka Matamu...](https://ruangbestari.com/buka-matamu/): Di tanah yang menanam nyawa, bukan benih, pagi menjelma nyeri yang tak selesai diseduh. Kabut tak lagi dingin, tapi menghitam, mengambang di atas ranjang tanpa tubuh.   Langit tak menurunkan hujan, melainkan suara retak dari jerit sunyi. Dinding-dinding berbisik nama yang hilang, pada malam yang menolak tidur kembali.   Ada anak kecil menggambar pelangi di pasir, dengan jari yang gemetar, namun percaya. Di matanya, peluru adalah bintang jatuh, dan doa adalah pintu menuju cahaya.   Seorang ibu mendekap udara, karena yang dicari tak sempat pulang. Ia menjahit hari-harinya dari sobekan berita, menyulam harap pada luka yang terulang.   Ini bukan sekadar […] - [Surat Cinta Untuk Gaza oleh Fatihah](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-oleh-fatihah/): Surat Cinta Untuk Gaza oleh Fatihah   Apalah jiwaku ini? Yang tak lain hanyalah bayang-bayang tak tahu budi di antara cahaya pengorbananmu. Sedang engkau, berjuang seorang diri menentang duka dalam bara. Apalah rinduku ini? Yang kian hari kian merapuh, terbelenggu di dasar samudra, berbatas jarak dan waktu yang tak terjembatani. Apalah ragaku ini? Hanya seonggok daging di punggung kapal usang berkarat, dimakan asin ombak di tepian lautan. Tiada kemudi, tiada arahnya.   Kesakitanmu dan masa kelaparanmu, lirih tangismu menembus langit-langit pengharapanku yang tiada berkesudahan, menyentak urat nadiku, mengguncang relung hatiku, dan kemudian menikam jantungku—seperti mata tombak tak berbelas kasihan.   Tetapi […] - [TANAH YANG MERINTIH](https://ruangbestari.com/tanah-yang-merintih/): Di sana, langit tak lagi biru, Puing bangunan berserakan dimana-mana. Asap mengganti senja yang pudar, Nama mereka, seiring waktu kian dilupakan.   Kau mendengarnya? Suara itu… Bukan azan, bukan juga lagu, Tetapi dentuman yang memecah mimpi, Tangis yang tak sempat tuntas.   Diantara reruntuhan, tangan kecil mencuat, Menggapai cahaya yang tak kunjung sampai. Bunga-bunga tumbuh disela peluru, Akarnya menghujam dalam luka.   Tidak kah kau lihat? Bumi ini menangis lewat retakan tembok, Menggenggam debu sebagai saksi, Mereka sedang menulis sejarah, Di tanah yang bersimbah darah, Dengan nafas terakhir yang tak mau menyerah. - [DARI AKU UNTUK PALESTINA](https://ruangbestari.com/dari-aku-untuk-palestina/): Aku menulis bukan karena pandai merangkai, Tapi karena ada rasa yang tak bisa selesai. Bukan tentang kata yang indah semata, Melainkan hati yang tak bisa lupa. Dari aku, untuk palestina, Yang selalu hadir lewat sosial media. Tak banyak hal yang mampu ku beri, Selain doa yang tiada henti. Jika dunia tidak lagi peduli, Ingatlah aku tetap ada di sini. Bukan untuk menjadi pusat semesta, Tapi untuk menjadi tenang ketika luka terasa nyata. Dari aku, yang mungkin tak sempurna, Untuk palestina, yang selalu istimewa. Biarlah waktu berjalan apa ada nya, Aku akan tetap mendukungmu dengan cara yang ku bisa. - [Surat Cinta untuk Gaza](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-9/): Di Antara Debu, Kami Menuliskan Doauntuk Gaza, yang tak pernah diam dalam sunyi©Neng Dewi Ratna   Di antara runtuhan langit dan serpih sejarah,kami bukan peluru, bukan senapan,tapi doa yang mengalir dari urat sunyimenuju tanah yang berkali-kali dilukai pagi. Kami tidak tahu bagaimana cinta bisa bertahandalam rumah tanpa atap, roti tanpa gandum,namun Gaza tetap mengajar duniabahwa harapan tidak butuh dinding untuk tumbuh. Bendera tak harus selalu dikibarkan,kadang ia hidup di mata anak-anakyang menatap langit dengan luka,namun masih percaya pada kata “besok.” Jika perang adalah bahasa bisu yang dibunyikan,maka puisi ini adalah surat cintayang ditulis dengan tinta paling lambat:air mata yang tidak pernah […] - [Doa yang Tertinggal di Udara](https://ruangbestari.com/doa-yang-tertinggal-di-udara/): Daku tulis surat ini di sela hembus bayu Pada daun yang tak jadi gugur meski pilu Gaza, anginmu membawa bisikan doa yang lembut Menyulam  malam dengan harap yang tak pernah surut Daku petik doa dari napas subuh Daku selipkan dalam bait agar tak rapuh Di tanahmu, tangis jadi peluk yang lusuh Namun, daku percaya harap tak pernah luruh Daku bukan pejuang dengan senjata Hanya penyair dengan cinta yang nyata Memang tak berselimut luka, namun batin tetap merana Dan tiap sajak menjelma ziarah tanpa jeda Jika esok damai datang tanpa berkata Mungkin ia lahir dari lirih doa yang tak bersuara Dari seorang […] - [Cinta yang Menolak Mati di Negeri Api](https://ruangbestari.com/cinta-yang-menolak-mati-di-negeri-api/): Cinta yang Menolak Mati di Negeri Api   Di tanah suci yang merah dan luka, matahari bersinar di atas debu doa, anak-anak bermain di lorong sengsara, membawa tawa di antara deru senjata.   Gaza, engkau bukan sekadar peta, engkau hati yang terus berdegup setia. Di balik reruntuhan dan langit yang retak, berkibar harapan, tak pernah terbenam gelap.   Kami kirimkan kata dari tanah seberang, dengan tinta kasih dan luka yang tenang. Tak ada senjata dalam surat kami, hanya cinta yang tak pernah mati.   Kupetik doa dari sunyi malam, kukirim lewat angin dan salam. Semoga damai segera tiba, menyeka air mata, […] - [Surat cinta Untuk Gaza](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-8/): Wahai Saudaraku Karya: Aisyah Amini  Setiap hari tanah menjadi merah Bom itu berterbangan layaknya burung Menghancurkan semua yang di atas tanah Termasuk Penerus bangsa yang hancur lebur Kekejaman yang entah kapan usai Penjajahan  terus menerus Tetapi, Dunia semua seakan tuli dan bisu Menutup mata dan hati mereka Tetapi ketahuilah, wahai saudaraku…. deritamu adalah deritaku… Satu tetes darahmu adalah luka terdalam bagi ku Tetapi maaf, hanya untaian doa… Yang bisa kami lakukan Kami tau Tuhan tidak pernah tidur Kami tau Tuhan mendengar kekejaman di bumi Kami tau Tuhan melihat semua Tetapi percayalah… Tuhan pasti akan memberikan kemenangan… Tuhan pasti akan memberikan kebahagiaan […] - [GAZA, Dalam peluk Doa](https://ruangbestari.com/gaza-dalam-peluk-doa/): Wahai Gaza, tanah para syuhada, Setiap deritamu merobek jiwa kami, Namun dari reruntuhan dan bara, Kami temukan cahaya abadi.   Anak-anakmu tak lagi mengenal sunyi, Langitmu bersuara dentuman tak henti, Namun di mata mereka, kulihat pelangi, Harapan yang tak pernah mati.   Kami di sini menulis dari damai, Tapi hati ini turut berkecamuk, Setiap luka yang kau rasai, Menjadi luka kami yang membukuk.   Gaza, namamu kami hafal dalam zikir, Dari pagi hingga malam yang dingin, Kami kirim doa, berharap takkan berakhir, Cinta kami, semoga menjadi pelindung tak terlihat namun anggun.   Bukan hanya puisi yang kami tulis, Tapi janji untuk […] - [Untukmu Gaza](https://ruangbestari.com/untukmu-gaza/): Genosida bergenerasi Isakan tangis bersahut di malam membumi Sang cakrawala tak pernah diam sunyi Hingga air mata tak kunjung henti   Zionis yang buta kemanusiaan Bermacam pembantaian dilakukan Mereka tuli. Seakan masuk permainan fantasi   Sorak tanah suci kian bergetar Sajak padang hancur terbakar Potongan mayat satu persatu terlempar Sungguh ironis! Zionis pendusta membongkar   Untukmu Gaza. Aku tahu, aksara ini bukanlah perisai dari peluru Tak bisa peluk lalu merangkulmu Biarlah ia menetap di dada yang sunyi Membawa saksi dari negara yang masih peduli   Untukmu Gaza. Kami berdiri bersamamu Membawa doa yang tak pernah berhenti Berharap pelangi akan datang nanti […] - [Surat Cinta untuk Gaza](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-7/): Gaza, kutulis surat ini untukmu. Ku ukir namamu sambil meneteskan air mataku. Pada setiap ledakan yang merobek langitmu, Kutitipkan doa yang tak pernah jemu.   Angin membawa kabar dari tanahmu yang lelah, Tangisan bayi menggema di antara bara dan resah. Namun kulihat cahaya di matamu yang sayu, Seolah berkata: “Kami tak akan menyerah, sungguh, tak satu pun waktu.”   Kau ajarkan dunia bahwa luka bisa menjadi lentera, Bahwa reruntuhan pun bisa melahirkan suara. Tak ada malam yang cukup gelap untuk membungkammu, Tak ada duka yang bisa membunuh harapanmu.   Gaza, engkau berdiri di tengah amarah dunia, Namun hatimu teduh seperti senja. […] - [Harapanku Untuk Palestina](https://ruangbestari.com/harapanku-untuk-palestina/): Bumi Palestina Tercinta Karya Laila Rizki Hanantya   Gemuruh badai menggetarkan bumi Penduduk langit menjadi saksi Seakan dunia hanya membisu Menutup mata hati dan telinga   Tanah suci yang diberkahi Kini menjadi sebuah ujian Ujian iman kita kepada-Nya Pembela kebenaran atau kedzaliman   Satu nyawa manusia seakan tak berharga Ribuan nyawa hilang tak gentar kita menyerah Panji perjuangan akan terus berkibar Seperti kisah para syuhada terdahulu   Sejarah kemenangan akan terukir kembali Oleh pejuang generasi islam yang tangguh Semangat berkobar memperjuangkan kebenaran Di atas bumi Palestina tercinta   Wahai pejuang Palestina Kesungguhan pengorbananmu Kelak menjadi bukti nyata Surga telah menantimu   - [SURAT BALASAN DARI BALKON](https://ruangbestari.com/surat-balasan-dari-balkon/): Melawat Universitas Negeri Jakarta pada musim Kemarau Di dalam bus kota, lamunku terseret pada sebuah gedung tinggi Dan aku basah kuyup, air mata telah menenggelamkan dunia   Isi kepala yang kubawa dari rumah semakin ribut Mesin percetakan koran menderu-deru Gelombang siaran radio bertalu-talu Berita televisi mendayu-dayu Belum lagi simpang siur portal media berlomba meramu : menjejali kabar dunia yang setiap hari mengasami lambungku Matahari menari-nari tepat di atas ubun-ubun Menggiring langkahku menuju serambi gedung Hanya ada dua orang disitu, aku dan pedagang asongan yang menjual elegi Rupanya ia adalah mantan penyair   Di bawah pohon palem raja aku duduk bersandar dalam […] - [Untuk Gaza, dari Umat yang Tak Pernah Lupa](https://ruangbestari.com/untuk-gaza-dari-umat-yang-tak-pernah-lupa/): Gaza, pada malam-malam doaku yang sunyi, kupanggil namamu lirih dalam sajadah basah. Di antara sujud dan linang air mata ini, kupintakan langit menjagamu dengan kasih Allah.   Kau, bumi para syuhada, rumah para pejuang, telah lama menahan getir dengan dada yang lapang. Namun sabarmu adalah ayat yang hidup di tanah luka, mengajarkan dunia tentang arti cinta karena-Nya.   Kami tak mampu mengangkat senjata atau tameng, tapi tiap lafaz dalam zikir kami adalah perisai. Kami titipkan hatimu dalam penjagaan Ar-Rahman, agar damai kelak menjadi hadiah dari langit.   Ya Rabb, kuatkan mereka yang kehilangan rumah dan pelukan, selimuti yang yatim dalam hangat […] - [BERTAHAN MELAWAN PAHITNYA KEHIDUPAN](https://ruangbestari.com/bertahan-melawan-pahitnya-kehidupan/):       “BERTAHAN MELAWAN PAHITNYA KEHIDUPAN” Hidup bukan hanya sekedar untuk menggapai cita-cita Hidup bukan hanya tentang dunia Mereka, hidup melalu banyak rintangan Menghadapi pahitnya kehidupan                     Serangan demi serangan datang menerjang                     Tembakan, tangisan, penderitaan..                     Semua terdengar dengan jelas                     Bertahan.. Itulah yang hanya bisa mereka lakukan Negeri tak bersalah.. Diserang, akibat keserakahan orang egois Perebutan wilayah yerussalam timur Dilakukan secara terus […] - [Elegi Untuk Palestina](https://ruangbestari.com/elegi-untuk-palestina/): Duarrr! Suara ledakan, bumi pun bergetar Jalan yang berlubang dan reruntuhan yang bisu, seakan menjadi saksi. Jerit tangis, rintih pilu, memecah di kesunyian malam, Doa-doa pun terpanjat mengharap damai selamanya, di hamparan tanah yang gersang.   Hati teriris, itu juga kami rasakan adanya Jauh nan tak berdaya! Hanya do`a dan salam kami dari jauh Untukmu Palestina, peluk rindu dari hati yang terluka. - [Cinta Yang Bertahan Di Bawah Reruntuhan](https://ruangbestari.com/cinta-yang-bertahan-di-bawah-reruntuhan/): Di bawah langit yang sobek oleh mortir, Aku menulis surat dengan tangan gemetar… Bukan tentang dendam atau ingin membalas, Hanya cinta, yang tertinggal di antara puing dan napas.   Anakku tidur, tapi takkan bangun lagi, Di dadaku ia dingin, seperti malam yang sepi. “Bunda, aku ingin sekolah,” katanya kemarin, Kini buku dan tasnya terkubur bersama angin.   Jangan kirimi kami tangis yang hampa, Kami butuh dunia yang bersuara nyata. Sebab kami telah kehilangan semua, Tapi belum kehilangan iman dan asa.   Aku tak tahu apakah esok masih ada, Tapi aku tahu… langit Palestina menyimpan doa. Doa dari Ibu-ibu yang tak sempat […] - [Surat Cinta untuk Gaza](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-6/): Gaza, kutulis surat ini untukmu. Ku ukir namamu sambil meneteskan air mataku. Pada setiap ledakan yang merobek langitmu, Kutitipkan doa yang tak pernah jemu. Angin membawa kabar dari tanahmu yang lelah, Tangisan bayi menggema di antara bara dan resah. Namun kulihat cahaya di matamu yang sayu, Seolah berkata: “Kami tak akan menyerah, sungguh, tak satu pun waktu.” Kau ajarkan dunia bahwa luka bisa menjadi lentera, Bahwa reruntuhan pun bisa melahirkan suara. Tak ada malam yang cukup gelap untuk membungkammu, Tak ada duka yang bisa membunuh harapanmu. Gaza, engkau berdiri di tengah amarah dunia, Namun hatimu teduh seperti senja. Setiap tangis yang […] - [Jeritan batin para syuhada - Karya : Vito Marcello Kalfani](https://ruangbestari.com/jeritan-batin-para-syuhada-karya-vito-marcello-kalfani/): Dulu, langit biru selalu menyapa jiwa yang bersedih. Tampak jelas kebahagiaan yang tak pernah pudar. Namun sekarang? Ia menjadi tanah yang dirundung luka.   Serpihan surga itu Kini dipenuhi sedu sedan dan darah mengalir. Pesawat-pesawat itu membabi buta, Muntahkan dentuman neraka.   Dengarlah tangisan mereka! Dengarlah jeritan batin mereka! Kini rumah beribu kenangan itu Hancur ditangan  yang haus darah Lihatlah para serigala berbaju besi itu! Hentikan tangisan polos dengan peluru dingin Muka polos itu Menyaksikan kekejaman bayang bayang   Kutulis luka ini jadi nyanyian sunyi, Untuk bumi yang dicium para syuhada. Dibungkam peluru, dikoyak dentuman, Tapi takkan pernah mati suara mereka. - [Pancaran Litani untuk Gaza](https://ruangbestari.com/pancaran-litani-untuk-gaza/): Setiap kusimak kabarmu di berita Tak kuasa jiwa ini menahan segala lara Melihatmu berlumur luka dan darah Di bawah derasnya guyuran hujan senjata Dikala dunia menganggapmu ilusi Kau tetap menjerit gagah Yang benalu tak ingin kau melakukannya Kala megahnya kota tinggal puing kenangan Dan tanah tumbuh tinggal peluru Kau tetap menopang kuat tubuh dan jiwamu Meraih kepingan asa yang tertimbun Di bawah kepungan para benalu Kala renjana menyelimuti jiwa Terpancar sinar litani dari lubuk hati Menyinari suramnya kota Gaza Dan membakar semangat para syuhada Menuju kemerdekaan yang amerta Biarkan litani ini sebagai saksi Bahwa suaramu bukanlah bualan belaka Seperti yang dilontarkan […] - [SURAT CINTA UNTUK GAZA](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-5/): JUDUL : SURAT CINITA UNTUK GAZA PENCIPTA: DIMAS PRASETIO   Dibawah Langit yang menangis pilu, kau berdiri tak pernah layu. Serpihan asa kau gengam erat, Di tiap Sudut kau tetap kuat. Gaza, kau bukan Sekedar nama, kau adalah nyala api yang tak Padam. Dalam gelap kau temukan terang, menjadi cerita yang tak pernah padam. Di ujung Senja yang indah. Aku menulis namamu. Gaza, kau yang teguh berdiri, Dalam Luka, kau tetap berseri. Dari lembah hingga laut nan biru, Kau bernyanyi meski angin Pilu menerpa, duka tak meruntuhkan mimpi Harapan merdeka tumbuh dalam hati. Doa mengalir bagai Sungai Semoga damai menjelma nyata. […] - [SIMFONI HENING DARI RERUNTUHAN](https://ruangbestari.com/simfoni-hening-dari-reruntuhan/) - [Untukmu, yang Masih Berdiri di Tengah Debu](https://ruangbestari.com/untukmu-yang-masih-berdiri-di-tengah-debu-2/): Gaza, malamku terang oleh berita dari negerimu, anginmu masih mengirim kabar yang syahdu, tapi mataku buram, sebab seluruh dunia mulai bungkam.   Di setiap lorong dan napas waktu, langitmu tak lagi biru. Kala dentuman maut mengguncang negeri kecilmu, langit pun menangis tersambar jeritan peluru.   Di bawah bentang langit yang sama, aku menatap bintang, sedang kau menatap api yang menembus cakrawala. Tapi kau lebih tahu cara meneyemai asa, meski yang datang bukan hujan, melainkan gemuruh ledakan.   Gaza, kau berjalan dalam puing-puing reruntuhan, tapi langkahmu penuh keberanian. Mata anak-anakmu bagai berlian, walau siang dan malam dirundung ketakutan.   Anginmu tak lagi […] - [Untukmu, yang Masih Berdiri di Tengah Debu](https://ruangbestari.com/untukmu-yang-masih-berdiri-di-tengah-debu/): Gaza, malamku terang oleh berita dari negerimu, anginmu masih mengirim kabar yang syahdu, tapi mataku buram, sebab seluruh dunia mulai bungkam.   Di setiap lorong dan napas waktu, langitmu tak lagi biru. Kala dentuman maut mengguncang negeri kecilmu, langit pun menangis tersambar jeritan peluru.   Di bawah bentang langit yang sama, aku menatap bintang, sedang kau menatap api yang menembus cakrawala. Tapi kau lebih tahu cara meneyemai asa, meski yang datang bukan hujan, melainkan gemuruh ledakan.   Gaza, kau berjalan dalam puing-puing reruntuhan, tapi langkahmu penuh keberanian. Mata anak-anakmu bagai berlian, walau siang dan malam dirundung ketakutan.   Anginmu tak lagi […] - [Surat Cinta untuk GAZA: Ketabahan Hati](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-ketabahan-hati/): Ratusan pensil berapi terbang bebas di udara. Tombak mematikan ditodongkan tepat di depan mata. Tak sedikit pena kecil yang sukses meraba raga dan jiwa. Bahkan merenggut nyawa si mungil tak berdosa.   Rumah tak lagi beratap. Sekolah tak lagi berdiri tegap. Tempat rehat nya kini telah runtuh—habis. Menyisakan puing-puing bangunan berserakan.   Kendati kesakitan tak lelah menyapa, Keimanan dan ketabahan tetap utuh terjaga. Meski kekhawatiran kian menyelimuti, Hati tetap teguh, yakin akan kebahagiaan tak hanya menjadi bayang-bayang.   Seruan takbir menggema hebat di langit Gaza. Menyuarakan keberanian akan kebenaran. Tak ada kata gentar, Meski ketakutan kian bergetar.   Ribuan bunga tengah […] - [Puisi Surat Cinta Untuk Palestina : "Gaza, Namamu Sebait Doa"](https://ruangbestari.com/puisi-surat-cinta-untuk-palestina-gaza-namamu-sebait-doa/):   Dari tanah damai aku mengirim kata, lewat angin yang menembus langit luka, untukmu, Gaza, yang tabah menjaga bara, di tengah reruntuhan dan gema meriam yang menggema…   Anak-anakmu berlari tanpa taman, bermain di bawah langit yang tak ramah, namun matamu, Gaza, tak pernah padam, menyimpan cahaya meski dunia menutup mata…   Kupahatkan doa dalam tiap bait, meski tak mampu mengusir debu dan jerit, namun kata adalah senjata paling sunyi, yang lahir dari cinta, bukan dari benci…   Kau ajarkan arti keberanian sejati, bahwa tanah air bukan sekedar batas bumi, melainkan tempat berdiri harga diri, meski di hantam peluru setiap hari… […] - [CINTA DARI NEGERI SUNYI](https://ruangbestari.com/cinta-dari-negeri-sunyi/): CINTA DARI NEGERI SUNYI Oleh: Ai Mulyati, @kata_ummahelzash Kepadamu, Palestina— Tanah yang dititipkan surga, Air matamu harum oleh doa-doa Dan debumu mulia oleh darah para syuhada.   Aku menulis surat ini Bukan dengan tinta, Tapi dengan resah Yang sejak lama menetap di dada umat.   Kau tak sendiri, meski tubuhmu terkoyak, Meski anak-anakmu dibungkam ledak. Kami dari negeri sunyi yang jauh dari dentum, Masih menyebut namamu dalam sujud panjang, Dalam desah rindu yang memecah heningnya malam.   Palestina, Warna-warnamu adalah puisi yang hidup: Merah—darah juang yang tak henti mengalir, Putih—niat murni yang tak pudar oleh getir, Hijau—iman yang tumbuh di tengah […] - [PUISI "TAK BOLEH TERPEJAM" - UZZAER RUWAIDAH](https://ruangbestari.com/puisi-tak-boleh-terpejam-uzzaer-ruwaidah/): “Tak Boleh Terpejam”   Uzzaer Ruwaidah (nama panggung)   Tanah berlubang itu, Palestina, Dentumannya berdegup bak adzan, Tumbuhkan cinta di reruntuhan, Keras tak pecah, menganga bak luka bernanah,   Aroma itu, bukanlah wangi ibunda, Mata nanar simpan musim semi yang mau beranjak hilang, Duka yang tak habis terludahi perang, Roman tetap merekah di lorong temaram,   Kau lihat?, outer baja dan bendera itu terbakar, Tangan tergenggam, Dua hati masih berani jatuh cinta, Meski maut menari di tikungan harapan,   Mencintai, diam yang berisik, Mencium di bawah langit, terus saja mendidih, Tertindih, bukan sekedar kata, Ini adalah perlawanan, doa dan darah yang […] - [LANGIT MASIH MENYEBUT NAMAMU](https://ruangbestari.com/langit-masih-menyebut-namamu/): Di setiap serpih reruntuhan dindingmu, ada doa yang tak sempat bersuara. Langitmu bukan hanya saksi, ia adalah lembaran luka yang ditulis darah. Anak-anakmu menggambar damai dengan arang dan abu dari pagi yang hancur. Tangan kecil mereka tetap menggapai bulan, meski malam dicabik gemuruh peluru. Kami tak bisa menahan peluru atau mengembalikan rumah yang dirampas, tapi cinta kami menjelma bisu yang menolak lupa, menolak tunduk, menolak pupus. Surat ini bukan surat belas kasihan, tapi seruan bahwa nyawa tak boleh ditawar. Bahwa tanah bukan sekadar milik siapa yang kuat, tapi siapa yang bersabar. Engkau bukan hanya peta di berita, engkau luka yang kami […] - [Untukmu Palestina](https://ruangbestari.com/untukmu-palestina-2/): Bumi palestina kini kian memerah Di penuhi oleh tetesan – tetesan darah Cerita di balik dinding – dinding yang rebah Tak membuat langkah kakimu bergoyah Tiada lagi ketenangan dan ketenteraman Yang ada hanyalah tangisan dan teriakan diantara kalian Saudara dan handai taulan menjadi korban Atas kebiadaban Penjajah yang tidak berperi kemanusiaan Saudaraku… aku pilu melihat keadaanmu Aku sedih mendengar jeritan tangismu Ingin rasanya aku memelukmu dan berbagi duka denganmu Namun..aku belum mampu untuk itu Saudaraku.. ketabahan dan keimanan yang kau miliki Tak jarang membuatku iri Keberanian yang terpatri di hatimu Membuat aku mengagumimu Engkau tidak pernah takut dengan tajamnya peluru Engkau […] - [Untukmu Palestina](https://ruangbestari.com/untukmu-palestina/): Bumi palestina kini kian memerah Di penuhi oleh tetesan – tetesan darah Cerita di balik dinding – dinding yang rebah Tak membuat langkah kakimu bergoyah Tiada lagi ketenangan dan ketenteraman Yang ada hanyalah tangisan dan teriakan diantara kalian Saudara dan handai taulan menjadi korban Atas kebiadaban Penjajah yang tidak berperi kemanusiaan Saudaraku… aku pilu melihat keadaanmu Aku sedih mendengar jeritan tangismu Ingin rasanya aku memelukmu dan berbagi duka denganmu Namun..aku belum mampu untuk itu Saudaraku.. ketabahan dan keimanan yang kau miliki Tak jarang membuatku iri Keberanian yang terpatri di hatimu Membuat aku mengagumimu Engkau tidak pernah takut dengan tajamnya peluru Engkau […] - [Tak Sama Lagi](https://ruangbestari.com/tak-sama-lagi/): Hari ini tepat 600 hari aku tersentak Bukan hanya aku, tapi juga mereka di seluruh penjuru Hari itu penjajah diberi pelajaran Atas perbuatan mereka yang nistakan tanah para Nabi   Wahai Palestina..hari itu menjadi hari besar Tatanan dunia tak sama lagi setelahnya Kami mulai mengenal sosok-sosok pahlawan yang nyata Yang berbeda dari tayangan di layar kaca   Ada masa di mana semangka memenuhi timeline kita Menyemai kesadaran, mengumpulkan jiwa-jiwa menyala Kesedihan Palestina tersebar merata Menuai kecaman dan pemberontakan     Di tengah hancur dan lapar melanda Ketabahanlah yang mereka perlihatkan Wajah-wajah polos itu kini berkumpul bersama Bapa para Nabi Menyisakan jiwa-jiwa […] - [SURAT CINTA UNTUK GAZA](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-4/): Di tanah yang terjajah, di bawah senja yang merah Gaza, aku menulis surat cinta untukmu dengan darah Di setiap kata, aku menuangkan rindu dan cinta Untukmu, kota yang penuh dengan luka dan derita Di jalan-jalan yang sempit, di rumah-rumah yang hancur Aku melihat mata-mata yang penuh dengan harapan Mereka berjuang untuk hidup, untuk masa depan Untukmu, Gaza, aku menulis surat cinta dengan air mata Di setiap batu, di setiap pohon yang terbakar Aku melihat jejak-jejak cinta dan kesetiaan Mereka tidak pernah menyerah, tidak pernah kalah Untukmu, Gaza, aku menulis surat cinta dengan jiwa Di malam yang gelap, di bawah bintang yang […] - [Mujahid Kecil Palestina](https://ruangbestari.com/mujahid-kecil-palestina/): Mujahid Kecil Palestina Di belahan bumi Palestina Banyak mujahid Mujahidah kecil terluka Mereka hidup penuh derita Tiada canda dan tawa Nyawa mereka bak barang yang tidak berguna Tak jarang dari mereka kehilangan Orangtua Tubuh mereka penuh darah dan luka Kini Meraka hidup hanya sebatang kara Kehidupan mereka penuh lara Gempuran genosida selalu menghantuinya Kebahagiaan mereka dihancurkan oleh sang durjana Yahudi laknatullah yang senantiasa Allah murka Namun… satu yang membuatku bangga pada mereka Tak pernah sepatah katapun mengeluh akan takdir-Nya Hatinya kuat dan kokoh bak besi dan baja Keyakinannya kepada Sang Khaliq tak pernah goyah walaupun hanya sekejap mata Sering sekali aku […] - [DIANTARA DEBU DAN DOA](https://ruangbestari.com/diantara-debu-dan-doa/): Di antara debu dan doa, ada napas yang tersisa, tersengal di lorong sempit harapan, di mana anak-anak belajar tersenyum di tengah reruntuhan. Debu menari bersama bayang-bayang duka, menyelimuti kota yang tak lagi bernama. Tapi di dalam dada yang retak, doa terus tumbuh seperti akar dalam tanah tandus. Kami tak bisa menjangkau tanganmu, Gaza, tapi dalam sujud, kami hadir bersamamu. Di tiap helai sajadah dan gemetar bibir, ada namamu — abadi di antara puing dan langit merah. Doa bukan sekadar bisikan sunyi, ia adalah pelindung tak kasat mata, penjaga mimpi yang nyaris padam, pelita kecil dalam pekat yang panjang. Dan debu itu, […] - [Serigala Bersenjata di Tanah Palestina](https://ruangbestari.com/serigala-bersenjata-di-tanah-palestina/): SERIGALA BERSENJATA DI TANAH PALESTINA Di tanah kelahiran para nabi Tuhan lahirkan singa-singa pemberani Di tanah yang subur dan diberkahi Tuhan limpahkan rezeki Namun, serigala bersenjata menjadikannya ladang tragedi   Entah sudah berapa ratus tahun lamanya serigala bersenjata mencabik tubuh-tubuh mungil tak berdosa Entah sudah berapa ratus kali jasad-jasad tak bersenjata mereka robek, tak henti tak peduili   Mereka adalah serigala buta Dipersenjatai tank baja, meriam, rudal, moncong senapan dan peluru-peluru brutal Mereka hanguskan tanah Palestina hingga debunya pun menangis Meluluhlantakkan bangunan yang pernah berjaya   Mereka … Serigala bersenjata, haus akan darah Mengendus, memburu singa dalam puing dan debu Di antara jeritan yang memekakkan langit Di […] - [GEMURUH JIWA](https://ruangbestari.com/gemuruh-jiwa/): Dentuman tembak yang memekakan telinga Tapi raga ini takkan pernah lemah Gemruh pembawa lara Menerjang tubuh hingga tak bernyawa Layaknya letusan balon di udara   Tangis… Tangis pilu penuh asa Mengiringi tubuh tak bernyawa Mengiringi hancurnya atap, bak debu menghilang sekejap mata   Karena dunia hanya euforia semata Sekeras apapun mereka mencoba Menguncangkan iman dan taqwa Sampai airmata menjadi telaga Walau mata sudah terenggut Walau tanah sudah tersusut Dan walau suaramu teredam Tapi nyalimu tak kan ciyut   Salam dan doa tercurah Ku yakin Bagimu ini hanyalah duka sekejap mata Pembawa berita kemenangan akhirat - [GAZA BERDENTANG DI MALAM KELABU](https://ruangbestari.com/gaza-berdentang-di-malam-kelabu/): Surat Cinta Untuk Gaza Di ufuk timur, mentari bangkit perlahan, Menyinari bukit-bukit yang berselimut duka. Palestina, tanah pusaka nan lapang jua, Kini bersimbah lara, pilu tak terkira.   Zaitun abadi, saksi bisu perjuangan, Akar menembus batu, teguh tiada terpatah. Di bawah kubah batu, doa-doa menggunung, Merintih pada langit yang kelabu membentang.   Gema adzan bertalu di sela dentuman senjata, Suara anak kecil bertanya: “Kapan damai tiba?” Rumah-rumah hancur, debu berterbangan kelam, Membayangi mimpi-mimpi yang tak sempat terhampar.   Sungai darah menggenang di sudut-sudut kota, Namun semangat tak padam, bagai obor menyala. Di mata para ibu, ada bara perlawanan, Di genggaman bocah, […] - [Di Balik Tirai yang Ditenun Abu](https://ruangbestari.com/di-balik-tirai-yang-ditenun-abu/): Gaza, aku menulismu di sela-sela berita yang diabaikan, saat dunia sibuk merayakan musim, kau menghitung jenazah dengan tangan gemetar. Di balik tirai yang ditenun dari abu, ada negeri yang berbicara dengan cahaya, namun dunia menulikan telinga seakan gema tak pantas bersuara. Kupahat aksara dari serpih sajadah, yang terbakar sebelum sempat dilipat. Doa-doa di sana bukan permintaan, melainkan perlawanan dalam diam yang rapat Kubaca wajahmu dari potret yang buram, seorang ibu menggendong anak yang sudah diam, sementara azan tetap berkumandang seolah bumi enggan membiarkan langit kehilangan iman Aku malu mencintaimu hanya lewat puisi, sementara kau mencintai Allah dalam derita sejati. Tapi izinkan […] - [Senyuman Reruntuhan cakrawala Malam](https://ruangbestari.com/senyuman-reruntuhan-cakrawala-malam/): Senyuman Cakrawala Malam Di balik kabut kenestapaan Jiwa mereka yang tertindas, menjerit kesakitan Mendambakan kebebasan yang hilang Kericuhan dan tangisan Menghantui setiap langkah   Di tengah puing bangunan Gaza Orang tak berdosa tertindas Mencari kebenaran yang terbungkam Berharap sebatas mimpi buruk   Namun, gugusan asa tak pernah padam Senyuman menyelimuti di kesusahan Kehangatan dari asa yang terikat Genggaman tangan, tawa riang   Kicauan burung menyadarkan Yang menutup telinga, berbalik mendengar Berbaris di depanmu, doa dan dukungan menyambut Semangatmu yang membara,mimpi yang bertebaran Mendatangkan kedamaian Dukunganku Selalu mengiringimu menuju hari esok yang cerah         - [Surat Dari Ujung Bumi](https://ruangbestari.com/surat-dari-ujung-bumi/): Kepada Gaza…. Diujung bumi yang terluka. Kutulis kata dari rindu dan luka. Dari seberang malam, dibawah do’a yang tak putus.   Gaza…. Engkau bukan sekadar berita. Tapi luka yang tumbuh jadi cahaya. Seharusnya anakmu duduk dibangku sekolah. Menyulam mimpi, bukan menahan peluru yang mengalir deras.   Namun dibalik reruntuhan, senyum mereka tetap merekah. Karena iman adalah cahaya yang takkan pernah padam. Dalam reruntuhan engkau tetap berdiri. Mengajar dunia arti tabah yang sejati. Jika cinta adalah bahasa. Maka inilah suratku untukmu. Jika do’a adalah cahaya. Biarlah ia menyinari malammu. - [Tangis Bumi untuk Gaza](https://ruangbestari.com/tangis-bumi-untuk-gaza/): Bumi bergetar, bukan karena gempa yang mengguncang, Namun karena isak tangis yang tertahan, membentur ruang. Langit pun kelabu, tak lagi cerah membiru, Seolah ikut merasakan perihnya setiap pilu. Angin berhembus membawa serpihan mimpi yang patah, Bisikan lirih kehilangan, di antara puing berserakan resah. Jejak kaki kecil tak lagi berlarian di jalanan ramah, Digantikan sunyi mencekam, menyayat hati yang pasrah. Tangis bumi untuk Gaza adalah seruan kebangkitan, Menggema di antara reruntuhan, memanggil nurani yang terlelap zaman. Menggungah hati yang membeku, oleh dinginnya ketidakpedulian, Menyentuh jiwa yang terlena, dalam buai kemewahan. Mari dengarkan getarannya, mari resapi setiap isakannya, Bukan sekadar berita di layar, […] - [Tinta Merah Untuk Gaza](https://ruangbestari.com/tinta-merah-untuk-gaza/): “Tinta Merah Untuk Gaza” Karya: Muhamad Thovian Aziz   Kutulis sebuah puisi dengan tinta merah, Untuk Gaza yang bermandikan nyeri, Bukanlah sebuah pujian yang mewah, Tetapi cinta dalam wujud sunyi.   Kupetik luka dari layar berita, Kusulam rindu dalam kata-kata. Setiap huruf menjerit hampa, Menjadi pelita di tanah derita.   Tinta ini berasal dari nurani, Yang tak sanggup terus diam dan sunyi, Menyaksikan kezaliman yang terus terjadi, Di tanahmu yang sabar diuji.   Buka peluru yang ingin kutawarkan, Tetapi doa dan seruan perdamaian, Agar dunia membuka kesadaran, Bahwa hidup layak untuk dipertahankan.   Gaza, engkau bukan sekedar nama, Engkau lambang perjuangan […] - [Tanah Kokoh Yang Dirampas](https://ruangbestari.com/tanah-kokoh-yang-dirampas/): Berdiri kokoh di bentala fana Menyemai asa untuk merdeka Anca menerpa tak dihiraukan Demi terwujud masa depan Pada tanah yang dirampas Kau tumbuh dengan ikhlas Pada tanah yang penuh dama Kau berjuang seperti umbunya Berpegang teguh tanpa ragu Bertahan meski dipenuhi luka juga sembilu Palestina… Walaupun jelampah tumpah darah Kau tetap kokoh amerta Tangisan menyambut nuraga buana Asa penuh pada pencipta Agar segera leluasa Palestina… Selaksa insan penuh lara Namun kau kuat jiwa dan raga Melawan lengkara dengan karsa Agar tercapai cita-cita Palestina… Menjadi pelita bagi yang buta akan kuasa Menjadi nirwana untuk insan-insan bijaksana   - [Suara Paling Nyaring di Hari Pembungkaman](https://ruangbestari.com/suara-paling-nyaring-di-hari-pembungkaman/): Suara Paling Nyaring di Hari Pembungkaman Oleh Arunika Aerglo Di langit disumpal debu sebab Tuhan terlalu sering mendengar rapal doa dari rengekan anak kecil yang kehilangan ibu   Di bumi merekah darah dipaksa menelan tulang-belulang tak bersalah disemayamkan tanpa nama, tanpa nisan   Di media massa jeritnya sirna, di sudut ruang yang dibisukan dalam pojok berita yang tersudutkan kidung ratapannya bengis dan liar namun tak menjamah nurani siapa pun   Di telinga semesta namanya sebatas dongeng barbar dan nyawa seolah bisa diringkas dalam satuan angka dan koma   Di tanah Palestina bumi telah menggigil, malaikat pun berlutut dengan takluk pada detik […] - [Suara Juang di Langit Gaza](https://ruangbestari.com/suara-juang-di-langit-gaza/): Bukan lagi kidung ibu pertiwi yang terdengar Tetapi rantai besi yang menggerogoti akar Setiap jengkal tanah basah oleh air mata Setiap hembus angin membawa duka lara   Disana, kubah emas Al-Aqsa menatap langit pilu Bumi para Nabi kini berlumuran debu Jeritan anak – anak menggema dibalik reruntuhan sudut Setiap batu bercerita tentang perjuangan yang tak pernah surut   Terlihat kepakan sayap – sayap kecil di langit Gaza Diantara dentuman yang tak pernah reda Mereka menaruh pesan tentang mimpi yang sirna Tentang masa depan yang dirampas tanpa jeda Nyala harapan di mata mereka tak akan pernah padam Meski luka menganga , semangatnya […] - [Cinta dalam Tinta untuk Gaza](https://ruangbestari.com/cinta-dalam-tinta-untuk-gaza/): Cinta dalam Tinta untuk Gaza karya : Tya Rahma Ketika hening mulai hinggap menyusuri setiap sudut gelap Lentera berkelip menabur langit yang menjadi atap Walau tak berdarah hatiku terluka, hancur remuk tiada bentuk Membayangkan ribuan jiwa melayang mayat bergelimpangan Setiap hari Gaza bermandikan darah, air mata, dan do’a dalam reruntuhan Jerit dan derai tangis tak terhitung buat emosi tak terbendung Walau aku tak berdarah tapi tangisku selalu pecah Cintaku untuk mereka tak pernah hilang namun kian bertambah Bagaimanakah kini kabar kalian di sana Wahai para calon penghuni surga Dibawah sejadah lusuh aku bersimpuh Menengadah meminta dalam rapuh Ya Alloh lindungilah selalu […] - [Gaza palestina](https://ruangbestari.com/gaza-palestina/): GAZA PALESTINA Engkau begitu kukuh membela tanah air Keteguhanmu dalam membuat gentar Israel Engkau tidak takut mati dalam perang Keberanianmu diakui banyak negara oh Palestina Tanpa senjata engkau berani melawan mereka Darahmu yang jatuh ketanah menjadi bukti Cintamu terhadap tanah air engkau membuat kami menangis Banyak yang menayangkan berita tentangmu Palestina Kami tidak sekuatdirimu yang kuat di hujani peluru Kami tidak seberani dirimu yang berani maju untuk Membela engkau patut dikenang engkau Melebihi pahlawan bangsa Engkau memberikan contoh baik pada kami di tengah kelaparan engkau bertahan di tengah ribuan Bom yang arahkan bahkan engkau memiliki harapan Hasil pun hasil akhirnya hanya […] - [khilafah tegaklah](https://ruangbestari.com/khilafah-tegaklah/): KHILAFAH TEGAKLAH karya: Hilmi H.R Sekian purnama berlalu Genosida tak kunjung selesai Ku lihat tanah yang semula kokoh Kinii tanah suci tersebut telah roboh   Di tanah gaza anak anak tumbuh pada ketakutan Setiap hari merekaa kelaparan,kesakitan Setiap malam merekaa tidurr dengan gelisah Suara tembakan menggelegar,bom blm berjatuhan merusak rumah orang tak bersalah   Luluh dan pilu menyayat kalbu Saat tau saudara ku menangis tergugu Mayat mayat yang terbujur kaku Tangisan sang anak yang kehilangan seorang ibu   Dimanakah hati nurani mereka.. wahai negara pembantai manusia? Tolong yang mereka ingin kan hanyalah satu..manusiakan lah mereka selayaknya manusia.   Laknat terus bergema,kekejaman […] - [SURAT CINTA UNTUK GAZA](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-3/): Gaza… Aku menulis surat ini di antara bantal yang basah, karena air mataku tak kunjung mau berhenti, setiap kali kulihat langitmu menghitam oleh dentuman, dan tangismu lebih keras dari peluru, lebih nyaring dari doa yang tercekat di dada. Aku membayangkan anak-anakmu tidur tanpa atap,dipeluk oleh dingin dan debu reruntuhan, sementara ibunya menggigit bibir agar tidak menangis, karena di Gaza, air mata harus disimpan untuk hari esok yang lebih pilu. Di mana tempat bermainmu, Gaza? Di mana suara tawa yang dulu bersaing dengan burung-burung? Kini yang terdengar hanya jeritan yang tak sempat diselesaikan, karena nyawa keburu diambil sebelum kalimat selesai diucapkan. Gaza… […] - [Palestina, Luka yang Tak Mau Padam](https://ruangbestari.com/palestina-luka-yang-tak-mau-padam/): PALESTINA, LUKA YANG TAK MAU PADAM Oleh: D.A. Akhyar )* Di tanah yang saban pagi disiram debu, Tumbuh doa dari reruntuhan rumah dan rindu, Anak-anak menghafal ayat lewat deru peluru, Langit retak, tapi harap tak pernah beku. Mereka tak punya senjata selain sabar, Tak punya pelindung selain Tuhan yang benar, Namun tiap jejak kaki di tanah yang terbakar, Adalah syair perlawanan yang tak pernah pudar.   Kau bukan sekadar peta yang tercabik paksa, Kau adalah nyawa yang terus menyala, Di matamu, zaitun dan darah menyatu luka, Namun tak membuatmu tunduk pada nestapa.   Ada ibu yang menyulam langit dengan duka, Mengirim […] - [Aku Tak Kenal Namamu, Tapi Aku Pedul](https://ruangbestari.com/aku-tak-kenal-namamu-tapi-aku-pedul/): Aku tak kenal namamu, tapi aku tahu matamu pernah melihat yang tak seharusnya. Tangismu tak terekam dalam berita, tapi malam-malamku ikut basah olehnya.   Aku tak tahu rasanya kehilangan segalanya, tapi saat kulihat reruntuhan itu, hatiku ikut runtuh bersamamu. Bukan karena aku paham, tapi karena aku manusia.   Aku tak bisa mengganti peluk ibumu yang hilang, atau tangan ayahmu yang tak sempat kembali, Tapi aku menuliskan ini, karena diam terlalu menyakitkan.   Jika bait ini bisa menjangkaumu, anggaplah ia secuil kasih yang ingin sekali menjagamu, membisikkan: “Kau tidak sendirian.” Ada cinta yang lahir dari jarak, tapi tumbuh seperti doa yang tak […] - [CINTA DI TANAH YANG TERLUKA](https://ruangbestari.com/cinta-di-tanah-yang-terluka/): Gaza, kota yang penuh dengan sejarah Dimana sejarah dan budaya bersemi Tapi kini, tanahmu terbelenggu Oleh penjajahan yang tak pernah berhenti Banyak harapan yang mereka impikan Canda tawa tak lagi mereka rasakan Senyum yang dulunya selalu merekah Kini hancur bagaikan serpihan kaca yang tak mungkin menyatu Kau adalah saksi dari segalanya Dimana cinta dan duka selalu beriringan Aku berdiri bersama rakyatmu Dalam perjuangan mereka untuk kebebasan Aku percaya suatu hari nanti Palestina akan merdeka dan damai   - [Palestina di Dadaku](https://ruangbestari.com/palestina-di-dadaku/): Palestina di Dadaku     Aku tak lahir di tanahmu yang luka, Tapi jiwaku tumbuh dalam suaramu, Meski tak kulihat langitmu terbuka, Aku hafal derita dalam diammu.   Kubaca kisahmu di pasir dan api, Bukan dari buku, tapi dari hati, Setiap puing menjadi puisi sepi, Yang ditulis oleh darah yang suci.   Langkah kecilmu menggetarkan bumi, Tanpa senjata, tanpa bendera, Namun dunia diam, seakan tuli, Saat rumahmu jadi abu dan dera.   Tapi kau tidak mati, wahai tanah merdeka, Kau hidup dalam dada yang setia, Selama ada yang menyebut namamu dengan doa, Palestina tak akan pernah sirna. - [TANAH YANG TERLUKA](https://ruangbestari.com/tanah-yang-terluka/): Merah, hitam, hijau, dan putih Tentang sebuah bendera yang dihempas Tentang sebuah wilayah yang dirampas Dan tentang sebuah negara yang dijajah   Tanah yang dilumuri darah dan nanah Lalu mengapa semangatnya tidak pernah goyah?   Peluru yang berjatuhan Batu batu yang beterbangan Tangisan dan rintihan Serta jeritan dari mereka yang kesakitan   Tanyakan pada mereka…. Bagaimana rasanya tidur beratapkan awan Bagaimana rasanya tidur beralaskan reruntuhan   Tanyakan pada mereka…. Bagaimana rasanya kehilangan keluarga dalam sekejap Bagaimana rasanya melihat rumah rumah yang lenyap   Mujahid adalah gelarnya Syahid adalah pulangnya Syurga pun menunggunya Yaa… palestin namanya   Kita memang tidak satu tanah […] - [Puisi yang Tak Bisa Dibungkam](https://ruangbestari.com/puisi-yang-tak-bisa-dibungkam/): Wahai Gaza, permaisuri luka di ranjang debu, Langit mencintaimu dengan bom, bukan bintang-bintang, Tiap pagi kau bersolek dengan serpihan nyawa, Dan malam meninabobokanmu dengan nyanyian sirine yang manja. Anak-anakmu menulis alfabet dari abu, Membaca puisi di sela-sela peluru yang mencumbui dinding, Namun mereka tetap tersenyum—sungguh, senyuman termewah di dunia, Sebab dunia punya mata, tapi memilih memakai penutup telinga. Kau adalah taman bunga yang ditanam di padang pembantaian, Bau mawar dan darah kini sulit dibedakan. Ketika dunia sibuk berselfie di pesta perdamaian, Kau mengirim cinta melalui nisan-nisan kecil. Oh Gaza, syairmu adalah jerit yang tak bisa dibungkam, Meski puing-puing memelukmu dengan pelan […] - [Ini bukan Perang, ini Kekejaman](https://ruangbestari.com/ini-bukan-perang-ini-kekejaman/): “Ini Bukan Perang, Ini Kekejaman” oleh : Modesta Seran Bouk   Ini bukan perang, ini kekejaman Di mana jiwa-jiwa terluka memenuhi setiap sudut Tanah Suci Di balik topeng kebencian Tersembunyi wajah kepedihan   Darah yang mengalir hangat  ditanah suci bukan hanya merah Melainkan juga hitam keputusasaan Korban tak berdosa jatuh Di medan yang penuh dengan kepalsuan   Ini bukan perang, ini kekejaman Di mana manusia melawan manusia Dengan senjata dan kebencian Tapi juga dengan air mata yang jatuh ditanah suci dan kesedihan   Mari kita hentikan kekejaman ini Dengan cinta  pada jiwa jiwa yang berkabung Mari kita bangun dunia yang lebih […] - [Namamu, Abadi Palestina](https://ruangbestari.com/namamu-abadi-palestina/): Dibalik tembok dan puing-puing yang tersisa, Begitu banyak tetesan air mata yang jatuh, Teriakan, rasa sakit dan ketakutan selalu menggema disetiap jalan, Palestina, negara yang menulis luka dengan cahaya.   Matahari dan bulan menjadi saksi setiap langkah, Anak-anak yang setiap saat menatap langit penuh doa, Ibu-ibu yang mengenggam erat tangan akan penuh harapan, Walau di tegah dentuman yang menari di setiap jalan.   Walau dunia sebagian buta akan penderitaan saudaranya, namun mereka tidak pernah melepaskan tanah kelahirannya, yang penuh cerita dan kenangan yang tidak bisa dilupa, begitu besarnya cinta mereka pada tanah kelahirannya.   Palestina, tanah yang tak pernah lelah untuk […] - [KAMI TAHU DUNIA DIAM](https://ruangbestari.com/kami-tahu-dunia-diam/): Kami tahu dunia membuka mata, tapi memilih menutup nurani. Saat langit Gaza retak oleh bom, mereka sibuk berdiplomasi di balik meja, dengan lidah penuh basa-basi. Mereka bicara tentang hak asasi dengan bibir yang manis dan pidato bersayap, padahal anak-anak kami tumbuh dalam reruntuhan, bermain di antara abu dan peluru yang mengendap. Kami mendengar warta disusun indah, oleh tangan-tangan yang pandai memutar fakta. Yang menindas disebut menjaga, yang tertindas dituduh pembangkang semata. Tapi seberapa lama dusta bisa berdiri tegak? Berapa nyawa kecil harus hilang, sebelum kalian menyadari bahwa darah di jalanan Gaza bukan sekadar statistik di layar pagi? Kami bukan jenderal, bukan […] - [Palestina, Cahaya di Tengah Luka](https://ruangbestari.com/palestina-cahaya-di-tengah-luka/): Palestina, Cahaya di Tengah Luka Palestina, Bagiku kalian adalah manusia berhati malaikat. Langkah kalian tegap menembus debu dan bara, Meski peluru menjadi bahasa sehari-hari, Dan langit lebih sering menangis daripada bersinar. Kesabaran kalian mengalahkan karang, Keteguhan kalian menjulang melebihi menara doa, Mungkin, kalian adalah calon-calon penghuni surga, Yang diuji bukan dengan kemewahan, Melainkan derita yang tak tertakar oleh kata. Apa arti tenang kami disini, Dibanding kalian yang menggenggam harapan Dibawah bayang-bayang senjata yang tak pernah diam? Makanan pun harus kalian rebut dengan air mata, Tapi lihatlah iman kalian… Tegak laksana pohon yang akarnya menembus bumi keyakinan. Keluarga kalian tercerai, Rumah kalian […] - [Di Bawah Langit Gaza - Rahmania Arunita](https://ruangbestari.com/di-bawah-langit-gaza-rahmania-arunita/): Di Bawah Langit Gaza Karya Rahmania Arunita   Gaza, malam-malamku basah oleh namamu Di balik sajadah, aku menangis memanggilmu Kabar darimu bukan lagi berita Tapi luka yang menetap di dada   Kau ajarkan pada dunia apa itu sabar Saat peluru datang, kau menjawab: “Hasbunallah” Anakmu tersenyum di antara reruntuhan Lebih tegar dari kami yang hidup dalam kenyamanan   Setiap ratapmu, seperti azan yang menggetarkan Memanggil nurani kami yang lama tertidur Gaza, kau tak sendiri meski sering ditinggal Doa kami adalah pelukan, meski tak terasa hangat   Kadang aku merasa hina menyebutmu Karena tak pernah berbuat apa-apa Tapi izinkan aku mencintaimu diam-diam […] - [Surat Cinta Untuk Gaza](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-2/): Surat Cinta Untuk Gaza Dari jauh kutulis dengan air mata, Surat cinta untukmu, wahai Gaza. Dalam debu dan gemuruh senjata, Kau tetap berdiri, tak pernah menyerah. Langitmu kelabu penuh luka, Tapi jiwamu terang membara. Anak-anakmu tersenyum di antara derita, Mengajarkan dunia tentang makna cinta. Rumahmu runtuh, namun hatimu tegak, Tak ada yang mampu membuatmu retak. Doa mengalir dari setiap pelosok, Untukmu, pejuang damai yang tak tergoyak. Kutulis namamu di sela sujud, Dengan harap yang tak pernah surut. Semoga pagi damai segera menyapa, Mengganti malam panjang penuh duka. Suara azan masih menggema, Meski peluru bersahutan di udara. Gaza, kau bait yang tak […] - [Surat cinta dari jauh untuk gaza](https://ruangbestari.com/surat-cinta-dari-jauh-untuk-gaza/):   SURAT CINTA DARI JAUH UNTUK GAZA   Dari jantung bumi yang masih berdetak, kukirim seribu rindu lewat angin barat, bersama desir debu dan doa yang pekat, menuju langit Gaza yang terus dilumat.   Engkau-Gaza, puisi luka yang tak henti ditulis, di tiap dindingmu ada darah yang menangis, namun juga ada nyala yang tak habis, api keberanian dari hati yang paling tulus.   Anak-anakmu melukis harapan di puing-puing, dengan krayon langit dan air mata bening, mereka tak gentar meski maut bersayap sering, meniti hari lara tanpa pernah mengering.   Oh Gaza, engkau tak sendiri di kesepianmu, kami peluk engkau dalam sunyi […] - [Surat cinta untuk Gaza](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza/): Surat Cinta untuk Gaza (Oleh Ahmad Syauqi Ila Robbi)   > Assalamu’alaikum, wahai bumi kelahiran manusia pemberani, Tanah yang penuh darah manusia yang tidak pernah takut mati. Meski dihujani jutaan peluru dan ribuan ledakan, Engkau tetap enggan tertunduk meski dihantam habis-habisan.   Gaza, engkau tak sendiri, aku akan selalu ada untukmu di sini, Meski kehadiranku tak banyak memberi dan lukamu tak bisa terbagi. Aku merasakan betapa sakitnya engkau mengorbankan diri sendiri, Engkau bagaikan bunga yang tumbuh indah di atas tangkai berduri.   Anak-anak yang seharusnya berhak mendapatkan tempat untuk bermain, Namun sayangnya hak dan harapan itu hilang seperti tersapu angin. Keadaan […] - [Puisi untuk Palestina](https://ruangbestari.com/puisi-untuk-palestina/): Tuhan Itu Adil Kami tau itu sadis Kami merasakan perih Jarum menusuk hati kami Air mata kami teteskan Kami tau itu sakit Jiwa kami terbelah Rasa iba merajalela Ingin rasanya mematahkan leher mereka Yakin Itu semua bukan siksaan Bukan ancaman Bukan pula kemurkaan Tuhan maha tau Yang baik dan yang buruk Tak salah mengerti Yakin Bersabarlah Tempat terindah menantimu - [Di Balik Mata Anak yang Tak Sempat Bermain](https://ruangbestari.com/di-balik-mata-anak-yang-tak-sempat-bermain/): Di balik mata anak yang tak sempat bermain Tersimpan reruntuhan lagu-lagu yang diredam Tak ada layang-layang menari di langit Hanya dentum yang mengoyak musim kanak Ia tak mengenal warna selain abu dan merah Tak hafal dongeng selain nama-nama syuhada Satu-satunya taman yang ia kenal Kuburan kecil di bawah pohon zaitun tua Rumah-rumah yang runtuh bukan lagi berita Melainkan huruf-huruf pertama dalam alfabet luka: A – Adzan yang tersendat di sela ledakan B – Bom yang menyusup lewat jendela C – Cinta yang terbungkus kafan mungil Namun dari serpihan yang berserak Tumbuh puisi di dinding yang retak: “Tuhan, beri aku malam yang […] - [Ya Allah, Sampaikan Doa dan Air Mataku untuk Palestina](https://ruangbestari.com/ya-allah-sampaikan-doa-dan-air-mataku-untuk-palestina/): Wahai Gaza, tanah suci nan permai, Dirimu terluka, hatiku pun pilu. Rumah-rumah roboh, mimpi sirna berantakan, Suara tangis anak, mengiris kalbu.   Dirimu, Gaza, negeri penuh sejarah, Tempat Nabi Adam, tempat Nabi Isa berjejak. Kini terluka, tersiram air mata nestapa, Di bawah langit biru, pilu menggema.   Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih, Sampaikan doa hamba, untuk saudara kami di Gaza. Lindungi mereka, berikan kekuatan dan kasih, Agar mereka tegar, hadapi cobaan yang maha berat.   Air mata ini, tumpah membasahi pipi, Meratapi saudara, yang menderita di sana. Doa ini, kukirimkan penuh harap dan rindu, Semoga damai segera tiba, menghapus nestapa. […] - [KELAS TAK LAGI BERNAMA](https://ruangbestari.com/kelas-tak-lagi-bernama/): Jalan setapak menuju sekolah, singgah sebentar mengambil napas.   Jalan itu basah oleh embun yang belum sempat gugur, sekolah memanggil dengan gema yang tak pernah letih, sementara napas kadang meragu, seiring dengan kelas yang tak lagi perlu nama, ruang-ruang belajar yang kian sunyi, papan tulis tinggal bayang memudar di balik layar kaca, anak-anak tumbuh dengan jari yang lebih cekatan dari langkah gurunya, menggapai pengetahuan tanpa perlu mengetuk pintu, sebab dunia kini membuka jutaan jendela, meski segala kelimpahan itu belum memberikan jaminan, keingintahuan justru jarang bersemi, seolah cahaya terlalu terang membuat mata enggan mencari bentuk bayangannya sendiri.   Aku menatap zaman ini […] - [Dari “Oral Literature” ke Kelisanan Sekunder](https://ruangbestari.com/dari-oral-literature-ke-kelisanan-sekunder/): Dari “Oral Literature” ke Kelisanan Sekunder Membandingkan tradisi lisan, termasuk genre, gaya, dan pertunjukan lisannya, dengan “oral literature” sama anehnya dengan menganggap kuda sebagai mobil yang tidak memiliki roda. Tentu saja, perbandingan seperti itu bisa dibuat. Bayangkan menulis risalah tentang kuda (untuk audiens yang belum pernah melihat kuda) yang dimulai dengan konsep “mobil”, yang didasarkan pada pengalaman langsung para pembaca. Risalah itu kemudian menggambarkan kuda semata-mata sebagai “mobil tanpa roda” untuk menjelaskan sifat kuda yang sebenarnya pada istilah tersebut. Alih-alih roda, “mobil tanpa roda” ini memiliki kuku besar yang disebut kuku kaki kuda; alih-alih lampu depan atau kaca spion, ia memiliki […] - [Timbangan Keadilan yang Pincang](https://ruangbestari.com/timbangan-keadilan-yang-pincang/): Di sebuah desa kecil bernama Langit Biru, hiduplah seorang bocah bernama Tino. Umurnya baru dua belas tahun, namun pundaknya sudah menanggung beban yang berat. Ayahnya sudah lama meninggal, dan ibunya bekerja serabutan, menjajakan kue keliling dari pagi hingga petang. Rumah mereka adalah gubuk kayu kecil, namun semangat Tino untuk belajar tak pernah padam. Setiap malam, di bawah cahaya lampu minyak yang berkedip, ia membaca buku pelajaran dengan tekun, bermimpi suatu hari nanti bisa menjadi orang yang berguna bagi desanya. Suatu sore yang terik, Tino melewati sebuah toko buku. Pandangannya terpaku pada sebuah buku cerita yang terpajang di etalase. Judulnya, “Pahlawan Tanpa […] - [Bapakku Inspirasiku-Spesial Hari Ayah 2025](https://ruangbestari.com/bapakku-inspirasiku-spesial-hari-ayah-2025/):   Karya: Apri Kuncoro C. PSA   Pak Kesehatan dan kebahagiaan senantiasa menyelimuti sisa hidupmu Bagi sebagian orang kau mungkin hanya laki-laki biasa Biarlah orang lain tetap dengan pemikirannya Bagiku kaulah sosok inspirasiku Kau memberikan teladan cinta sejati   Cinta tanpa tapi Cinta tak berbatas bukan sekadar kata belaka Cinta yang benar-benar terwujud dalam setiap tindakan Kau tak segan mengurus keperluan rumah tangga   Aktivitas yang biasanya banyak dilakukan kaum hawa Kau dengan senang hati melakukannya Merawat anak cucu tanaman hingga binatang ternak Kau lakukan seorang diri tanpa mengeluh Kau tidak pernah mengekang keluarga Semua diberikan kebebasan berekspresi dan berkarya Asalkan […] - [Memaafkan Ibu](https://ruangbestari.com/memaafkan-ibu/): Memaafkan ibu adalah tugas berat yang kupikul dalam banyak hal. Dalam membeli popok dewasa, membeli minyak, sayur, susu, obat, dan pakaian dalam. Memaafkan ibu berarti mengeluarkan uang; separuh gajiku untuk tidak aku makan sendiri. Memaafkan ibu berarti pergi mengunjungi ibu dan memasak dengan sisa-sisa kantuk dan tenagaku yang terkuras Senin sampai Sabtu, mengerjakan pekerjaan rumah tangga pada satu hari libur. Memaafkan ibu adalah bertarung dengan diriku sendiri, dengan sengit, dan tak akan kumenangkan. Anehnya, hatiku menjadi lebih sejuk tiap ibu berkata, “Suwun yo, Nduk” - [Potret Seorang Guru](https://ruangbestari.com/potret-seorang-guru/): Malam gelap berganti terang. Matahari mengintip dan memancarkan sinar di batas lintang. Terdengar suara ayam berkokok membangunkan semesta. Memanggil semua insan yang membuka mata.   Seorang guru sudah siap dengan tas di punggung. Bersandal jepit di kaki dan berbaju rok menggantung. Sepatu dan baju seragamnya masih tampak basah di jemuran belakang. Deras hujan semalam membuat rumahnya tergenang.   Dibutuhkan waktu dua jam menuju sekolah. Menembus alang-alang dan jalan berliku penuh tanah. Bermodalkan kaki dan sepeda tua yang menemani. Dituntun oleh besarnya tekad di hati.   Peluh mengalir perlahan di dahi. Rasa lelah tergambar di wajahnya yang cantik. Namun, sedikit demi sedikit […] - [Menembus Keterbatasan di Sekolah Pedalaman: Strategi Guru Bahasa Indonesia dalam Mengoptimalkan Berjalannya Model Pembelajaran](https://ruangbestari.com/menembus-keterbatasan-di-sekolah-pedalaman-strategi-guru-bahasa-indonesia-dalam-mengoptimalkan-berjalannya-model-pembelajaran/): Oleh: Siti Nabil Julpaniah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Cimahi 2025 Pendahuluan Pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Namun di Indonesia, pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedalaman yang jauh dari perkotaan. Sekolah-sekolah di perkotaan umumnya memiliki fasilitas lengkap, tenaga pendidik profesional, dan akses terhadap teknologi pembelajaran modern. Sebaliknya, sekolah di daerah pedalaman harus berjuang dengan segala keterbatasan: jalan yang sulit dilalui, minimnya sarana prasarana, rendahnya sumber daya manusia, serta dukungan sosial yang terbatas. Dalam situasi seperti ini, guru Bahasa Indonesia memegang peranan penting. Mereka bukan hanya pengajar bahasa, tetapi juga pendidik karakter, […] - [Normalisasi Perundungan di Dunia Formal : Garis Tipis di Dunia Profesional](https://ruangbestari.com/normalisasi-perundungan-di-dunia-formal-garis-tipis-di-dunia-profesional/): Ruang kerja dengan penat suhu pendingin yang tersebar bebas ditiap sudut, suara tawa menjadi bumbu hangat canda yang berbalut merendahkan. itu cuma bercanda “kata seakan ringan itu keluar dari mulut mereka sebagai pembelaan. Meski bertopeng muka yang riang gembira dan menghibur hati pendengar, ada luka yang tak tampak terpendam dibalik lontaran senyuman itu. seakan semua harus diprofesionalkan, mereka pun menjawab “masa itu aja baperan” seakan dewasa itu tidak berlaku hati. Dunia formal rupanya tidak hanya mencuri waktu, tetapi juga segala gerak gerik itu. seakan semua harus dipandang dengan kacamata profesional. kadang kacamata profesional sebagai bentuk tipis dari pelarian membela diri dan […] - [Membaca Buku](https://ruangbestari.com/membaca-buku/): Karya: Apri Kuncoro C. PSA Dalam kesendirian atau keramaian Buku seakan menjadi sahabat setia Ia hadir menemani hari-hariku Tergenggam erat dari atas kursi roda   Kedua kaki ini mungkin tidak bisa bergerak dengan leluasa Biarlah hati pikiran dan panca indera melalang buana Menelusuri cahaya pengetahuan lewat perantara membaca Bagiku membaca bukan sekadar mengeja aksara   Lebih dari itu membaca adalah melihat memahami  menganalisa dan mengamalkan Setiap hal yang kita baca pasti akan berdampak Positif atau negatif bergantung dari jenis buku yang kita baca Terkadang ada beberapa buku yang tak seharusnya kita baca   Hanya beberapa insan berpengalaman yang bisa memahaminya Sehingga […] - [Pendidikan Siswa Berkarakter](https://ruangbestari.com/pendidikan-siswa-berkarakter/): Di pagi yang cerah matahari mulai muncul Setetes embun yang jatuh mengingatkanku betapa pentingnya pendidikan yang unggul Mengukur cita-cita yang pasti demi ilmu yang dicari Gemerlap cahaya tidak mematahkan semangatku untuk maju Meskipun ribuan cobaan datang silih berganti Tak kubiarkan diri ini kalah tuk mewujudkan mimpi Untuk mencapai keberhasilan yang murni Demi mewujudkan cita-cita yang pasti - [Gawai di Tangan, Nilai di Hati](https://ruangbestari.com/gawai-di-tangan-nilai-di-hati/): Pagi itu udara Desa Sumberjati masih berembun. Di ruang kelas IV SD Negeri Sumberjati 1, suara anak-anak bergema, tawa mereka menyatu dengan sinar matahari yang menembus jendela. Pak Arif Santosa, guru kelas yang berusia empat puluhan, berdiri di depan papan tulis. Rambutnya mulai beruban, tapi matanya tetap jernih memancarkan semangat. Ia menulis: ½ + ¼ = ? “Siapa yang bisa menjawab?” tanyanya. Beberapa tangan terangkat, tapi di bangku belakang Dimas menunduk, sibuk dengan ponselnya di bawah meja. Cahaya layar memantul di pipinya. “Dimas,” panggil Pak Arif lembut. “Kalau kamu sudah bisa menghitung, bantu Bapak nanti ya.” Anak itu tersipu, cepat-cepat menyimpan […] - [Dilema Mendidik Sesuai Zaman](https://ruangbestari.com/dilema-mendidik-sesuai-zaman/): Zaman berubah lebih cepat daripada kemampuan manusia menyesuaikan diri. Dalam dua dekade terakhir, dunia pendidikan menghadapi revolusi besar: digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), media sosial, dan globalisasi yang menghapus sekat ruang dan waktu. Anak-anak kini hidup dalam dunia serba terhubung, di mana informasi datang tanpa henti dan dalam berbagai bentuk. Sementara itu, banyak sekolah dan pendidik masih berjuang menyesuaikan cara mendidik agar tetap relevan. Pertanyaannya, apakah pendidikan hari ini benar-benar menyiapkan generasi untuk zaman mereka, atau justru masih mendidik dengan pola pikir masa lalu? Di sinilah letak dilema besar: pendidikan berada di persimpangan antara mengikuti arus zaman dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan yang […] - [Ego yang Dipupuk](https://ruangbestari.com/ego-yang-dipupuk/): Oleh: Heri Haliling Belakangan ini kebijakan dan pendisiplinan di sekolahku mulai terkesan ngawur. Sebagai Gen_Z, aku merasakan sebuah perpeloncoan dan kerja rodi tengah menguar. Seyogyanya yang ku baca di media sosial, siswa itu hanya memiliki misi untuk belajar. Tidak yang lain! Namun keputusan Pak Aris, kepala sekolah kami ini berbeda. Mungkin karena trauma masa sekolah dulu,  beliau dengan seenak telunjuk menitahkan kami harus bawa bibit pisang. Lebih rendah lagi, kamilah yang harus menanamnya. Jika sudah begini, aku dan yang lain tak bakal tinggal diam. Apa guna ilmu yang ku pelajari? Wejangan para pengamat pendidikan di media sosial itu cukup membuat biji […] - [PT Etam Bersama Lestari Serahkan Ribuan Kotak Susu untuk Anak TK dan SD di Sangkulirang](https://ruangbestari.com/pt-etam-bersama-lestari-serahkan-ribuan-kotak-susu-untuk-anak-tk-dan-sd-di-sangkulirang/): PT Etam Bersama Lestari Serahkan Ribuan Kotak Susu untuk Anak TK dan SD di Sangkulirang Sangkulirang, 1 Oktober 2025 – Dalam upaya mendukung peningkatan gizi dan tumbuh kembang anak usia dini, PT Etam Bersama Lestari (EBL) melaksanakan program pemberian susu bagi siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Desa Pelawan dan Desa Tepian Terap. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis di SDN 005 Sangkulirang, Desa Pelawan, pada hari Rabu, 1 Oktober 2025.   Program ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap kesehatan generasi penerus bangsa, khususnya dalam penanganan masalah gizi dan stunting. Ribuan kotak susu diserahkan untuk didistribusikan kepada seluruh […] - [Ada Apa dengan Mereka, Ibu](https://ruangbestari.com/ada-apa-dengan-mereka-ibu/): Ibu Waktu kecil dulu Permainan apa yang buatmu; Bahagia sepanjang waktu Apakah itu gundu? Lalu kudengar ibu dapat melangkah Tanpa menapak tanah Berbekal bambu panjang; Apakah itu enggrang? Sepertinya menyenangkan Dimana bisa kutemukan semua itu Adakah yang tersisa untukku?   Ibu Dengan siapa aku bermain Sepertinya tak ada temanku yang ingin Mereka hanya diam dan bergumam Pada ponsel yang digenggam Mereka terus berkelakar Pada gambar dalam layar Mereka asik tertawa Pada hiruk pikuk dunia maya   Ibu Ada apa dengan mereka Yang tak lagi peduli sekitarnya Yang tak lagi peduli Dengan hidup bersosialisasi Kadangkala mereka menangis; dan mengemis Saat disita gawai […] - [Sarasehan Taman Bacaan Masyarakat AKSARA TIMUR](https://ruangbestari.com/sarasehan-taman-bacaan-masyarakat-aksara-timur/): <span;>‎Saraseha<span;>n Taman Bacaan Masyarakat. <span;>‎ <span;>‎Kesehatan dan waktu yang longgar atau kesempatan adalah rezeqi besar yang Tuhan berikan untuk dipergunakan sebaik-baiknya. Hal apapun itu, yang dapat memberikan manfaat  dan berkontribusi yang positif harus terus dilakukan, misalnya dengan memberikan informasi atau pemahaman perihal pentingnya taman bacaan di Masyarakat yang representatif dan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar, demikian cukilan kata-kata Ihwal Benz Satriadji pada saat menjadi salah satu pembicara giat Sarasehan Forum Taman Bacaan Masyarakat di PPSB Kisam Djiun Jakarta Timur Sabtu 27 September 2025, beliau juga sebagai Founder  Taman Bacaan Masyarakat Aksara Timur yang sekaligus juga Ketua Komunitas Sastra Jakarta […] - [Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan](https://ruangbestari.com/strategi-manajemen-sumber-daya-manusia-pendidikan/): Fenomena dalam dunia pendidikan saat ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan nasional sangat dipengaruhi oleh tingkat efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya pendidikan. Meskipun demikian, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan dalam pemanfaatan unsur manusia, sarana pendukung, dan metode pembelajaran, yang pada akhirnya berdampak pada belum optimalnya kinerja berbagai program pendidikan. Oleh karena itu, diasumsikan bahwa dengan menerapkan pendekatan pengelolaan yang bersifat sistematik, terstruktur, dan terpadu, kualitas dan hasil dari proses pendidikan dapat ditingkatkan secara signifikan. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah lemahnya kolaborasi antar pemangku kepentingan serta terbatasnya sistem pemantauan dan evaluasi kinerja. Tulisan ini bertujuan untuk […] - [DALAM BAYANG IBUKU YANG HILANG](https://ruangbestari.com/dalam-bayang-ibuku-yang-hilang/): Aku belum siap kehilangan ibuku. Rasanya seperti ada bagian dari diriku yang ikut hilang, terseret bersama tubuhnya yang dingin dan tak bernyawa. Setiap detik sejak kematiannya terasa hampa, seolah udara di sekelilingku menolak masuk. Waktu berjalan lambat, menekanku dengan kesunyian yang menyesakkan. Aku mencoba mengingat suaranya, senyum lembutnya, sentuhan tangannya, tapi bayangan itu kian memudar, digantikan oleh rasa takut dan kemarahan yang bercampur. Bagaimana bisa aku menerima kenyataan ini ketika seluruh hidupku terasa runtuh begitu saja? Pagi ini, matahari menembus jendela rumah yang sudah tua, memantul pada lantai yang retak dan berdebu. Udara hangat membawa aroma padi kering dari sawah belakang, […] - [YANG TERSINGKAP](https://ruangbestari.com/yang-tersingkap/): Ke hulu memetik bunga melati, burung terbang menari kala senja.   Tapi bunga melati mendadak langka berganti menjadi mawar yang menghiasi langit Agustus saat senja yang muram karena burung-burung resah tak lagi ingin berdansa   Kawanan burung itu telah mengajarkan banyak hal bahwa setiap luka mestinya disembuhkan bahwa setiap kesalahan harusnya menjadi pelajaran bisikannya menyusup dalam bayang-bayang malam mendobrak insafku untuk meraba kegelapan dengan tangan penuh pertanyaan agar menemukan arti beratnya amanah dan kepemimpinan   Badai masa lalu mengoyak lembar hari Angin penyesalan menampar wajahku tanpa ampun Namun, di tiap rintik hujan yang jatuh Kutemukan pelajaran yang meneguhkan langkah   Aku […] - [Fadly Yusuf: Peraih Juara 3 OMI dari MTs Al-Abrar Panggala](https://ruangbestari.com/fadly-yusuf-peraih-juara-3-omi-dari-mts-al-abrar-panggala/): Di tengah persaingan ketat Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Bulukumba, nama Muhammad Fadly Yusuf dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Abrar Panggala berhasil mencuat. Dengan ketekunan dan kecerdasannya, ia berhasil membawa pulang Juara 3 dalam bidang Matematika. Prestasi ini bukan hanya sebuah pencapaian personal tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika MTs Al-Abrar Panggala. Kepala Madrasah, Tahmil, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Fadly dan guru pembimbingnya, Wahyuningsih. Menurutnya, pencapaian ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi dan ikhtiar yang sungguh-sungguh. “Ini adalah bukti bahwa usaha dan doa tidak akan mengkhianati hasil. Kami sangat bangga dengan Fadly,” ungkap Tahmil. Di balik keberhasilan […] - [Dunia Sudah Bersatu, Israel Tidak Bisa Lagi Bersembunyi dari Hukum](https://ruangbestari.com/dunia-sudah-bersatu-israel-tidak-bisa-lagi-bersembunyi-dari-hukum/): Oleh: Agung Wicaksono, S.H., M.H. Hari ini dunia berada pada momentum yang tidak bisa dipandang remeh. Untuk pertama kalinya sejak puluhan tahun konflik berkecamuk, PBB akhirnya menyepakati resolusi yang mendukung kemerdekaan Palestina. Tentu saja langkah ini tidak serta-merta membuat Palestina langsung merdeka esok hari. Tetapi resolusi ini adalah sinyal kuat bahwa kesabaran dunia sudah habis melihat kesewenang-wenangan Israel yang selama ini berlindung di balik dalih keamanan. Sebagai bangsa yang pernah dijajah, saya pribadi merasa sangat dekat dengan penderitaan Palestina. Kita di Indonesia pernah merasakan bagaimana hidup di bawah tekanan, bagaimana hak-hak dasar dirampas, dan bagaimana kemerdekaan seolah mustahil diraih. Karena itu, […] - [Mister-A dan Recorder Cinta](https://ruangbestari.com/mister-a-dan-recorder-cinta/): Di SMA favorit di Balikpapan ini, semua orang kayak lahir dengan bakat yang keren-keren. Ada yang jago banget main gitar sampai bisa ngebetot string kayak Slash, ada yang main drum kayak lagi audisi buat band rock internasional, ada yang bisa nyanyi falsetto kayak penyanyi Korea. Pokoknya kalau ngomongin musik, sekolah gue tuh udah kayak pasar malam versi elite. Terus ada gue. Mister-A. Nah, perlu gue jelasin dulu, Mister-A itu bukan nama asli gue. Nama asli gue aman tersimpan di akta kelahiran dan rapor. Mister-A itu julukan. Julukan yang lahir secara nggak sengaja waktu MOS kelas X. Jadi ceritanya gue grogi pas […] - [Peran Penulis di Era AI](https://ruangbestari.com/peran-penulis-di-era-ai/): <span;>Peran Penulis di Era AI <span;>‎ <span;>‎Apa yang harus di khawatirkan, jika sunnatullah sudah menjadi bagian dari kehidupan dunia ini? toh sebuah pertanyaan sepaket dengan jawabannya. <span;>‎ <span;>‎Kemunculan AI sudah sejak lama dihembuskan, pada saat itu seolah baru sebatas hayalan dan kenyataannya saat ini AI hidup berdampingan dengan manusia yang akan menjadi penawaran lazim sebuah “kepribadian baru” atau kita mengenalnya dengan istilah State of being seperti yang ditulis oleh Dr. Joe Dispenza dalam Breaking The Habit Of Being Your Self. ketika kita sedang berada dalam “state of being baru” maka akan menciptakan “kepribadian baru” dan kepribadian baru akan menciptakan “realitas pribadi […] - [JALAN PANJANG PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN BARU SAJA DIMULAI](https://ruangbestari.com/jalan-panjang-pendidikan-yang-memerdekakan-baru-saja-dimulai/): Kata ‘merdeka’ sering bergema di ruang-ruang publik Indonesia. Ia hadir dalam pidato kenegaraan, slogan pemerintah, hingga percakapan sehari-hari. Namun, di balik gema itu, ada pertanyaan penting yang kerap terlupakan: apakah kita benar-benar memahami makna merdeka, terutama dalam sudut pandang pendidikan? Apakah pendidikan yang memerdekakan sebatas jargon kebijakan, ataukah ia sungguh menjiwai cara kita mendidik generasi bangsa? Setelah proklamasi kemerdekaan, cita-cita Ki Hadjar Dewantara menghadirkan pendidikan yang “menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai manusia dan anggota masyarakat.” Gagasan ini seolah memberi napas baru. Namun, realitas di lapangan sering berlawanan. Standardisasi berlebihan, kurikulum yang […] - [MERDEKA DI RUANG KELAS](https://ruangbestari.com/merdeka-di-ruang-kelas/): Hari itu bukan hanya tentang pelajaran, melainkan tentang luka yang tiba-tiba terbuka di ruang kelas. Matahari menyambut deretan seragam putih biru yang belum benar-benar rapi. Anak-anak bergegas memasuki ruang kelas, sebagian masih sibuk merapikan dasi, sebagian lain tak peduli. Di halaman sekolah, bendera berkibar malas seperti selembar kain yang dipaksa melawan angin. Tiangnya berderit pelan, menambah suasana yang terasa lebih sebagai rutinitas daripada perayaan makna kemerdekaan. Langkah-langkah kaki beradu dengan suara bel, namun wajah murid-murid tampak biasa saja, seakan hari itu hanyalah hari sekolah biasa, tanpa sesuatu yang istimewa. Ruang kelas IX-E sudah penuh ketika aku memasukinya. Cahaya matahari menerobos dari […] - [PAHLAWAN DI ANTARA SAMPIRAN](https://ruangbestari.com/pahlawan-di-antara-sampiran/): Burung merpati hinggap di dahan, terbang rendah di tepi kanal.   Burung merpati itu serupa anak-anak yang terbang di awan mencari jalan terombang-ambing di angin gelisah tatapan resah menatap dunia yang tak pasti ia jatuh di kanal yang salah hangat pelukan sesama menyesatkan hatinya mulai terguncang sadar akan bayang dosa   Ia datang ke kelas dengan mata ragu menyembunyikan luka di balik senyum kaku orang-orang bertanya lelaki menanti ia tegas berkata, “Aku akan kembali pada cahaya.”   Badai panjang menghantam perahunya gelap menutupi jalan luka menaburi hati hingga di depan cermin ia berdiri menunduk mengakui kesalahan merenda kembali serpihan harapan menemukan […] - [Surat Untuk Gusti Kanjeng Nabi](https://ruangbestari.com/surat-untuk-gusti-kanjeng-nabi-2/): Miro, Kalijaring 30 Agustus 2025 Duh Gusti, melalui surat ini maafkan kami. Ini bulan suci kelahiranmu harusnya penuh sukacita. Tapi dukacita melanda umatmu di samudera nan jauh, kami menyambut bulan ini dengan luka, amarah, dan menjarah. Melihat yang tertindas terlindas, melihat yang terjajah terenggut nyawa. Sedang mereka yang tertuduh, lari tanpa maaf, berjoget tanpa rasa. Duh Gusti, sungguh ini tragedi. Dari rakyat kelaparan hingga ratusan pembakaran. Tangis dan amukan berkelindan di udara. Asap dan darah mewarnai berbagai ibu kota. Duh Gusti syafaatikah kami, agar bangsa ini tetap berdiri. Menegakkan syariat yang engkau perjuangkan. Mewujudkan ajaran yang engkau sampaikan. Menjadi baldatun yang […] - [Surat Untuk Gusti Kanjeng Nabi](https://ruangbestari.com/surat-untuk-gusti-kanjeng-nabi/): *Surat Untuk Gusti Kanjeng Nabi* Miro, Kalijaring 30 Agustus 2025 Duh Gusti, melalui surat ini maafkan kami. Ini bulan suci kelahiranmu, harusnya penuh sukacita. Tapi dukacita melanda umatmu di samudera nan jauh, kami menyambut bulan ini dengan luka, amarah, dan menjarah. Melihat yang tertindas terlindas, melihat yang terjajah terenggut nyawa. Sedang mereka yang tertuduh, lari tanpa maaf, berjoget tanpa rasa.   Duh Gusti, sungguh ini tragedi. Dari rakyat kelaparan hingga ratusan pembakaran. Tangis dan amukan berkelindan di udara. Asap dan darah mewarnai berbagai ibukota. Duh Gusti syafaatikah kami, agar bangsa ini tetap berdiri. Menegakkan syariat yang engkau perjuangkan. Mewujudkan ajaran yang […] - [Sebagai Guru, Pernahkah Kamu Memberikan Sesuatu dari Bakatmu? Seperti Guru yang Satu Ini](https://ruangbestari.com/sebagai-guru-pernahkah-kamu-memberikan-sesuatu-dari-bakatmu-seperti-guru-yang-satu-ini/): Bagaimana jika apresiasi kepada siswa tak hanya berupa angka di rapor atau ucapan selamat di akhir tahun, melainkan hadiah yang lahir dari bakat gurunya sendiri? Itulah yang dilakukan Ahmad Ridwan, S.Pd., guru Pendidikan Bahasa Inggris di Duta Samudera Indonesia. Tahun ini, Ridwan menginisiasi sebuah Pameran Terbuka yang dirangkai dengan kegiatan gifting dan farewell—penanda berakhirnya satu rangkaian pengajaran yang ia tutup dengan rasa terima kasih dan penghormatan kepada para siswa. Proyek Tahunan yang Berevolusi Sejak 2018 hingga 2025, Ridwan konsisten mengadakan pameran setahun sekali. Fokus sebelumnya banyak diarahkan pada tujuan komersial dan kolaborasi: bermitra dengan pelaku seni–interior, berkolaborasi dengan sekolah melalui pameran […] - [Mayra Gadis Kecil Bersuara Indah](https://ruangbestari.com/mayra-gadis-kecil-bersuara-indah/): Mayra Gadis Kecil Bersuara Indah Mayra adalah seorang gadis kecil berusia delapan Tahun, Mayra memiliki kulit sawo matang khas Indonesia ,berambut ikal sebahu dengan mata sayu kecoklatan. Mayra memiliki postur tubuh yang cukup mungil jika di banding dengan beberapa teman sebayanya. Mayra cukup pendiam ,kebiasaan dia di sekolah ketika istirahat adalah menghabiskan waktu di kelas sambil memakan bekal yang di bawakan oleh sang Ibu. Mayra tidak memiliki banyak teman namun dia memiliki dua orang sahabat yang sangat menyayanginya,Cika dan Rara.Cika dan Rara selalu menemani Mayra ,mereka adalah “Penjaga “ Bagi Mayra. Mayra yang berbadan mungil terkadang mendapat perlakuan yang kurang baik […] - [HADIAH YANG TAK DISANGKA : KISAH BAPAK SANJARI](https://ruangbestari.com/hadiah-yang-tak-disangka-kisah-bapak-sanjari/): Suasana aula lembaga itu begitu meriah pagi itu. Semua Guru, santri, dan beberapa karyawan berkumpul rapi dengan pakaian rapi. Acara tahunan yaitu pengumuman guru, santri, dan karyawan terbaik. Bapak Sanjari duduk di barisan tengah. Wajahnya tenang, seperti biasa. Ia tak pernah merasa istimewa meski semua orang mengenalnya sebagai sosok yang sangat disiplin. Hampir setiap hari ia datang lebih awal daripada siapa pun. Sampai tempat tugas ia selalu datang lebih awal. Ia bekerja dengan penuh tanggung jawab, jarang sekali meninggalkan tugas tertunda. Dan yang paling dikenal orang, ia tidak pernah meninggalkan shalat, bahkan di kantor ia selalu mengingatkan rekan-rekannya untuk shalat berjamaah. […] - [Sudahkah Kita Merasakan Merdeka](https://ruangbestari.com/sudahkah-kita-merasakan-merdeka/): Kita berdiri di tanah yang retak, Merdeka katanya, tapi jiwa masih terikat. Rantai usang diganti belenggu baru, Di dada, sunyi menjerit, kelabu. Langit merah, darah leluhur mengalir, Tapi di pasar, kita saling menelikung tajir. Kebebasan hanya topeng di muka, Merdeka, atau cuma nama di luka? Jalan berdebu, langkah kita tersesat, Cita-cita dulu kini tinggal ampas. Kita nyanyi lagu kebangsaan, kuat, Tapi hati bertanya: merdeka itu apa? Kata-kata Chairil menggema di tulang, “Kalau aku bukan milikku, milik siapa?” Merdeka bukan hadiah, bukan piala, Tapi perang di jiwa, tak pernah usai. Di sawah hijau, petani masih menunduk, Merdeka di mulut, tapi perut meluduk. […] - [Rayakan HUT RI Ke-80, MTs NU Banat Kenang Jasa Pahlawan dengan Upacara dan Istighotsah](https://ruangbestari.com/rayakan-hut-ri-ke-80-mts-nu-banat-kenang-jasa-pahlawan-dengan-upacara-dan-istighotsah-2/): TSANUBAKU – Ahad, 17 Agustus 2025 momentum bersejarah bagi negara tercinta Indonesia. 80 tahun merdeka, tepat di hari tersebut riuh gema semarak kemerdekaan dirayakan.   Begitu pula dengan MTs NU Banat Kudus yang ikut merayakan kemerdekaan RI ke-80 dengan khidmat upacara. Para petugas MC, pengibaran bendera, komandan dan tim paduan suara merupakan siswi-siswi MTs NU Banat yang sebelumnya berlatih setiap hari.   Pembina upacara merupakan kepala MTs NU Banat Kudus, Ibu Nor Khusomah, S.P.,S.Pd., M.Pd. yang mengingatkan pentingnya kedisiplinan generasi untuk kesuksesan di masa depan. Di akhir upacara, semarak lagu nasional dinyanyikan oleh tim paduan suara MTs NU Banat Kudus.   […] - [Rayakan HUT RI Ke-80, MTs NU Banat Kenang Jasa dengan Upacara dan Istighotsah](https://ruangbestari.com/rayakan-hut-ri-ke-80-mts-nu-banat-kenang-jasa-dengan-upacara-dan-istighotsah/): TSANUBAKU – Ahad, 17 Agustus 2025 momentum bersejarah bagi negara tercinta Indonesia. 80 tahun merdeka, tepat di hari tersebut riuh gema semarak kemerdekaan dirayakan.   Begitu pula dengan MTs NU Banat Kudus yang ikut merayakan kemerdekaan RI ke-80 dengan khidmat upacara. Para petugas MC, pengibaran bendera, komandan dan tim paduan suara merupakan siswi-siswi MTs NU Banat yang sebelumnya berlatih setiap hari. Pembina upacara merupakan Kepala MTs NU Banat Kudus, Ibu Nor Khusomah, S.P.,S.Pd., M.Pd. yang mengingatkan pentingnya kedisiplinan generasi untuk kesuksesan di masa depan. Di akhir upacara, semarak lagu nasional dinyanyikan oleh tim paduan suara MTs NU Banat Kudus. Dilanjutkan dengan […] - [Rayakan HUT RI Ke-80, MTs NU Banat Kenang Jasa Pahlawan dengan Upacara dan Istighotsah](https://ruangbestari.com/rayakan-hut-ri-ke-80-mts-nu-banat-kenang-jasa-pahlawan-dengan-upacara-dan-istighotsah/): TSANUBAKU – Ahad, 17 Agustus 2025 momentum bersejarah bagi negara tercinta Indonesia. 80 tahun merdeka, tepat di hari tersebut riuh gema semarak kemerdekaan dirayakan.   Begitu pula dengan MTs NU Banat Kudus yang ikut merayakan kemerdekaan RI ke-80 dengan khidmat upacara. Para petugas merupakan siswi-siswi MTs NU Banat yang sebelumnya berlatih setiap hari.   Pembina upacara merupakan kepala MTs NU Banat Kudus, Ibu Nor Khusomah, S.P.,S.Pd., M.Pd. yang mengingatkan pentingnya kedisiplinan generasi untuk kesuksesan di masa depan. Di akhir upacara, semarak lagu nasional dinyanyikan oleh tim paduan suara MTs NU Banat Kudus.   Penyerahan penghargaan yang diraih oleh peserta didik MTs […] - [Spiritualitas Sebagai Kekuatan Mental Remaja](https://ruangbestari.com/spiritualitas-sebagai-kekuatan-mental-remaja/): Spiritualitas sebagai Kekuatan Remaja Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, tumbuh di era perkembangan teknologi digital dan globalisasi yang pesat. Mereka adalah generasi digital natives, yang sejak kecil telah terbiasa dengan perangkat seperti smartphone dan internet. Kehidupan mereka sangat dipengaruhi oleh media sosial, yang membentuk cara berpikir, berkomunikasi, dan mengekspresikan diri. Meski mahir beradaptasi dengan teknologi, Gen Z menghadapi tantangan kompleks seperti krisis identitas, tekanan sosial, dan meningkatnya kecemasan mental akibat tuntutan tinggi di era modern. Dalam dinamika kehidupan saat ini, spiritualitas menjadi elemen penting bagi Gen Z untuk menemukan makna hidup. Islam sebagai agama yang komprehensif menawarkan […] - [Guru Digital: Kunci Sukses Penerimaan Siswa Baru di Era Media Sosial](https://ruangbestari.com/guru-digital-kunci-sukses-penerimaan-siswa-baru-di-era-media-sosial/): Oleh Nur Adila Qibtiyah Era digital yang berkembang pesat menjadikan media sosial bukan lagi sekadar tempat hiburan, melainkan platform utama dalam komunikasi, interaksi, dan transformasi pendidikan. Penerimaan siswa baru merupakan momen penting dalam pendidikan formal yang menentukan langkah awal generasi muda memasuki dunia belajar yang lebih sistematis. Di sinilah peran guru melampaui fungsi tradisional sebagai pengajar di kelas, menjadi jembatan komunikasi aktif antara sekolah, siswa, dan masyarakat luas melalui media sosial. Mengapa Media Sosial Kunci di Era Penerimaan Siswa Baru? Teknologi media sosial membuka peluang baru dalam proses penerimaan siswa baru. Di Indonesia, platform seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan YouTube memiliki […] - [SELAMAT DATANG, AISYAH](https://ruangbestari.com/selamat-datang-aisyah/):  Karya: Nur Adila Qibtiyah   Pagi pertama tahun pelajaran baru di MTsS Tunas Harapan . Angin Juli masih basah oleh hujan semalam, menyisakan embun dan bau tanah yang menyeruak dari halaman belakang. Burung pipit berkicau di dahan flamboyan, seolah tahu bahwa pagi ini adalah awal cerita baru bagi ratusan siswa. Di balik kaca jendela ruang guru, Bu Laila berdiri sambil memegang secangkir teh manis yang sudah mulai terasa dingin. Hiruk-pikuk pagi di halaman sekolah membawa degup jantung kecil di hatinya, seperti setiap tahun ajaran baru yang selalu disambut penuh harap dan rasa cemas kecil. Setelah dua puluh tahun mengajar, momen ini […] - [Jejak Setelah Bel Luluh](https://ruangbestari.com/jejak-setelah-bel-luluh/): Oleh Nur Adila Qibtiyah,S.Pd. Bel terakhir berbisik lirih di telinga, meninggalkan ruang, papan tulis, dan cahaya senja. Ijazah kugenggam, hangat dari tinta yang masih segar, masa depan kabut tipis di jendela yang belum terbuka.   Aku anak dusun di pinggir peta, berangkat subuh, roda gerobak berderak di tanah becek. Pagi di pasar, aroma kopi bercampur bau bawang, tapi rinduku pada sawah dan langit desa, terus menggantung.   Sore sekolah, malam menyulam asa, kadang terlelap di atas koran lembab, di bangku halte tua. Pernah kujual buku demi ongkos pulang, menapak aspal dalam hujan, sepatu sobek, perut kosong. Kujatuhkan tanya pada langit kota, […] - [PUJA PUJIKU MEMUJA](https://ruangbestari.com/puja-pujiku-memuja/): PUJA PUJIKU MEMUJA puja pujiku memuja senandung irama bersahaja memetik janji segala pinta adalah anugerah jiwa yang tenang mereka bercumbu keadaan ‎di lorong amunisi dan farmasi di antara kekuasaan dan ambisi kami tetap bahagia berdiri apakah telah hilang rasa rindu? jika kau tahu jerit langkah serdadu dan‎ tangis bayi yang menyusu malam menghantar syair cinta mengiringi romansa surga berselimut bintang-bintang berbalut kasih sayang bersandar jiwa alam raya berpagar sungai dan cemara duka yang bergema dalam goa tak akan lagi berdaya ‎bukan kamuflase atau fatamorgana ‎ini rumah kita menyatu irama canda ‎terikat kasih nada tawa - [Di Balai Pustaka](https://ruangbestari.com/di-balai-pustaka/): Di Balai Pustaka Sekarung karya lawas yang menjadi derma literasi negeri ini ditawar(kan) para generasi Matahari senja yang enggan terbenam Bertahta nama besar yang lapuk dimakan usia Hanya menyisakan judul yang melegenda Tabir mengetuk pintu almari kayu Seperangkat toa disiapkan Narasi puja kembali dikumandangkan Huruf demi huruf berjatuhan Kami menyaksikan Artefak tinta bercerita Bangunlah segera Sambutlah pagi di taman strowberi Jangan biarkan mereka hanyut dalam halusinasi Walau keranjang penuh diksi itu hampir meregang Lihatlah kedepan Samudra terbentang Di bilik purnama Bait syair itu terus berkelana IBS, Jakarta Juli 2025 - [Kolaborasi NGO dan Bestari Literasi Indonesia untuk Masa Depan Anak Blitar Tanpa Bullying](https://ruangbestari.com/kolaborasi-ngo-dan-bestari-literasi-indonesia-untuk-masa-depan-anak-blitar-tanpa-bullying/): Blitar, 21 Juni 2025 – Bestari Literasi Indonesia menggandeng beberapa NGO di Jawa Timur, seperti Ruwang Buku, Kampus Desa Indonesia, dan mahasiswa pascasarjana Psikologi UIN Malang, dalam kegiatan LiteraTour di UPT SD Negeri 02 Sumbersari, Udanawu, Blitar. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini diawali oleh Nisvi Sabbriani, S.Pd., perwakilan Bestari Literasi Indonesia. Kepala sekolah, Ibu Siti Afida, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya belajar dan saling menghargai. “Kakak-kakak ini peduli pendidikan kalian. Bu Ida senang kalau kalian mau belajar dan tidak saling mengejek,” ujarnya kepada 31 siswa peserta. Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi anti-bullying oleh Saniatur Rizqiya, S.Psi., dilengkapi sesi […] - [Dua Guru Bestari Juarai Lomba Penulisan Feature "3 Tahun Pintar Berdampak" MOOC Pintar Tingkat Nasional](https://ruangbestari.com/dua-guru-bestari-juarai-lomba-penulisan-feature-3-tahun-pintar-berdampak-mooc-pintar-tingkat-nasional/): Dalam rangka memperingati tiga tahun perjalanannya, MOOC Pintar mengadakan lomba penulisan feature bertema “3 Tahun Pintar Berdampak”. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi bagi para peserta pelatihan daring MOOC Pintar untuk menceritakan pengalaman dan dampak nyata yang mereka rasakan. Dari ratusan karya yang masuk selama periode 3–8 Juli 2025, sebanyak 80 karya terbaik telah terpilih untuk dipublikasikan dan mendapatkan apresiasi dari panitia. Menariknya, dua guru dari komunitas Bestari Literasi Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang ini. Mereka adalah:Yasir Husain, S.Pd.I., Guru MS PP. Nurul Falah Borongganjeng, Bulukumba, danFebri Mira Rizki, S.Pd., Guru MTsN 1 Aceh Tamiang. Karya feature keduanya dinilai mampu […] - [BERNAMA BELUM TENTU BERHAK](https://ruangbestari.com/bernama-belum-tentu-berhak/): “Selamat datang, murid baru.” Kalimat itu bergema di seluruh penjuru sekolah, diputar berulang dari pengeras suara di sudut halaman. Namun di ruang panitia SPMB, ucapan itu terasa seperti gema kosong. Bau tinta dan kertas menyatu dengan udara pengap. Di atas meja kerja seorang guru, bertumpuk map-map yang dibawa masuk diam-diam oleh tangan-tangan berseragam dinas. Pak Bram terduduk dengan pandangan lelah tentang daftar nama yang panjang. Hari ini adalah hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah. Dari pengeras suara, musik menyambut para murid baru yang memasuki halaman sekolah. Namun, bagi Pak Bram, sambutan itu hanya topeng dari luka tahunan yang tak pernah sembuh. […] - [DI ANTARA SAMPIRAN MURID BARU](https://ruangbestari.com/di-antara-sampiran-murid-baru/): Pagi hari yang sangat hangat Bersiap berangkat ke sekolah   Lihatlah, mentari menggenggam peluh langit yang masih gugup di cakrawala, sebaris doa melayang, menyulam harap pada udara yang belum sepenuhnya tenang. Lihatlah, anak-anak mematut wajahnya di depan cermin retak, bukan untuk merapikan rambut, tapi mencoba mengenali siapa dirinya, di balik seragam dari jenjang sebelumnya.   Ia datang seperti rintik pertama hujan, tak disambut payung, tapi juga tak dihindari. Datang dengan nama-nama yang asing bagi papan prestasi. Datang dari bisik-bisik bernama sekolah buangan. “Kalau tak diterima di mana-mana, ya di sinilah mereka berada.”   Aku menyapamu bukan dengan tepuk tangan, melainkan dengan […] - [Ingin Aku Menulismu Sebagai Puisi](https://ruangbestari.com/ingin-aku-menulismu-sebagai-puisi/): Jenuh sekali suara di kota-kota, yang lapang hanya pikiran terbuka. Bahkan laut tak pernah bicara ia luas. Dirimu adalah laut, dan puisi-puisiku memenuhimu sebagai air yang berjatuhan dengan tergesa. Jika kemarau mengisahkan duka sepanjang tahun, ia adalah rasa ingin memelukmu saat kuyup. Di pipimu membentang rona yang berubah merah muda, aku tak ingin melewatkannya dengan menunggu matahari terbenam. Di keningmu membelah belantara yang belum dijelajah, ingin aku memasukinya dengan bekal seadanya. Perasaan cerah tak pernah dinyanyikan saat sunyi, sedang sunyi bagiku adalah perayaan megah paling meriah. tanpa bunyi, tanpa fragmen warna-warni. Di keheningan, kau menjelma diam paling muram. Aku ingin menghiburmu […] - ["Masa Depan Berawal dari 'Tidak': MTs Al Abrar dan Perjuangan Generasi Sehat"](https://ruangbestari.com/masa-depan-berawal-dari-tidak-mts-al-abrar-dan-perjuangan-generasi-sehat/): Di gerbang Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) tahun ajaran 2025-2026 MTs Al Abrar Panggala kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul. Salah satu bekal paling krusial yang kami sampaikan kepada para tunas muda adalah pemahaman mendalam tentang bahaya rokok dan narkoba. Ini bukan sekadar materi pelajaran melainkan panduan hidup yang akan membentuk masa depan mereka dan pada akhirnya masa depan Indonesia. Para siswa baru yang kami sambut adalah cerminan Indonesia 5 hingga 10 tahun ke depan. Di pundak merekalah harapan akan kemajuan, inovasi dan kebaikan bangsa ini diemban. Namun perjalanan menuju cita-cita tersebut tak lepas dari berbagai tantangan […] - [Pendidikan Awal Sekolah: Fondasi Menanamkan Akhlak Utama Pada Anak](https://ruangbestari.com/pendidikan-awal-sekolah-fondasi-menanamkan-akhlak-utama-pada-anak/): Pendidikan akhlak sejak usia dini adalah fondasi utama dalam membentuk karakter anak-anak. Sekolah, sebagai lembaga pendidikan formal, memegang peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai akhlak yang utama kepada peserta didik, khususnya di jenjang pendidikan dasar. Namun, dalam kenyataannya, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam upaya ini. Tidak jarang kita temui perilaku kurang sopan di kalangan siswa, seperti berkata kasar, tidak menghormati guru, bahkan terlibat dalam kasus bullying. Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis akhlak masih menjadi persoalan serius di lingkungan sekolah dasar. Ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi ini. Pola asuh keluarga yang kurang optimal, pengaruh lingkungan sosial yang negatif, serta pembelajaran akhlak […] - [OLIGARKI](https://ruangbestari.com/oligarki/): “Kesalahan seorang pemimpin adalah akibat dari salahnya pendidikan, khususnya seorang guru,” ucap Fauzi tiba-tiba saat suasana sekolah masih lengang dan dingin pagi itu. Aku tersentak mendengar ucapannya. Nada suaranya begitu mantap dan berani, seakan menantang siapa pun yang mendengarnya untuk berpikir lebih dalam. Aku baru saja bersiap-siap untuk mengikuti upacara bendera, tetapi perkataan Fauzi langsung mendobrak pikiranku yang masih setengah sadar. Aku menoleh ke arahnya, mencoba memastikan apakah dia benar-benar serius dengan ucapannya barusan. Melihat raut wajahnya yang dingin dan penuh keyakinan, aku tahu ini bukan sekadar omongan biasa. “Kau serius, Zi? Maksudmu apa? Kenapa guru yang disalahkan?” tanyaku dengan nada […] - [Langit](https://ruangbestari.com/langit/): tiap hari kita melihat langit yang sama. tetapi ada langit yang kan dirindukan. langit ketika duduk bersama kalian, memupuk kebersamaan, menumbuhkan persaudaraan mengikat ukhwah, berjuang bersama, tak jarang saling lempar keluh kesah tebar canda dan tawa. detik ini, kita duduk bersama detik kemudian, kita terpisah takdir. entah jarak atau ajal yang lebih dulu. ada langit yang akan dirindukan, semoga …. kita bersua ditaman surga. saling bercerita tentang langit. jelang magrib di pondok hijau, 8 Juni 2024. Myus - [MENGAJAR BELUM TENTU MENDIDIK](https://ruangbestari.com/mengajar-belum-tentu-mendidik/): “Aku mengajar anak yang tak bisa kupahamkan. Aku berada di ruang kelas yang tak pernah disiapkan untuknya.” Pernyataan itu selalu bergema di kepala Nanda setiap kali membuka pintu kelas VII-E, ruangan dengan tembok yang mulai kusam. Ada satu hal yang berbeda di kelas itu, kehadiran Tata. Ia adalah seorang anak perempuan berkebutuhan khusus, termasuk dalam kategori tunagrahita sedang. Ia kesulitan membaca, memahami instruksi, dan sering kali terjebak dalam dunianya sendiri. Tahun ini, atas keputusan dari dinas pendidikan, sekolah tempat Nanda mengajar diharuskan menjadi sekolah inklusi. Tanpa pelatihan memadai, tanpa fasilitas, dan tanpa guru pendamping khusus. “Bu, Tata kok belum bisa menghitung […] - [Sajak Layar dan Asa](https://ruangbestari.com/sajak-layar-dan-asa/): Di genggam jari, dunia bersemi, Layar gawai adalah kitab baru. Murid masa kini, penjelajah sejati, Mengejar ilmu, tak kenal waktu. Jaringan data, jembatan mimpi, Dari rumah, cakrawala menyatu. Bukan lagi papan tulis yang bisu, Algoritma kini jadi penunjuk arah. Tugas maya, dikirim tanpa ragu, Diskusi digital, ide berlabuh gagah. Cari tahu, klik dan kuasai selalu, Pengetahuan mengalir, tiada lelah. Namun di balik piksel yang menari, Jiwa muda mencari makna diri. Tak sekadar angka, atau teori, Tapi esensi hidup, yang tak terganti. Belajar empati, berbagi hati, Di tengah hiruk-pikuk teknologi. Ruang kelas maya, saksi bisu, Tawa dan canda, riuh dalam hening. Bertukar […] - [SAPA PAGI](https://ruangbestari.com/sapa-pagi/): SAPA PAGI Dunia maya Suguhan fana Alam tipu-tipu Tapi fakta Banyak penyerata Kecepatan cahaya berirama Menoreh sejarah kepalsuan Frekwensi dan algoritma menindih harapan nyata Melesat begitu cepat Gamelan dan kecapi tertatih merintih Hanacaraka lenyap Hijaiyah tergerus Layar sentuh terus bersenggama pada jiwa-jiwa yang hampa Aroma kopi menyapa pagi Seolah memberi harapan Senyum ibu tersemai Bersama ranting doa yang terpanjatkan IBS, Bekasi 08072025 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 - [Dari Imajinasi ke Edukasi: Jelajah Ekosistem Lewat Maket Siswa](https://ruangbestari.com/dari-imajinasi-ke-edukasi-jelajah-ekosistem-lewat-maket-siswa/): Dalam dunia pendidikan, pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang kaku dan penuh hafalan. Namun, pendekatan kreatif dapat mengubah paradigma tersebut. Pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam terdapat pembelajaran dan pengembangan potensi yang bisa membuat siswa mendapatkan bekal atau keterampilan serta sikap yang dibutuhkan untuk dapat mengerti dan menyesuaikan diri terhadap fenomena dan perubahan-perubahan dilingkungan sekitar. Salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang menarik adalah melalui pembuatan maket ekosistem oleh siswa, yang tidak hanya memicu imajinasi, tetapi juga memperdalam pemahaman konsep secara nyata dan bermakna.   Maket sebagai Media Belajar Aktif Dalam kegiatan belajar IPA dimana guru mengajak […] - [Di Tengah Suara Notifikasi](https://ruangbestari.com/di-tengah-suara-notifikasi/): Di pojok kelas, aku menata kapur seperti merapal mantra, sementara layar-layar kecil di tanganmu menyala lebih terang dari mata pelajaran   Suaraku beradu dengan denting notifikasi, yang kadang lebih kamu percayai daripada titik koma dalam buku cetak.   Tapi aku tak lagi gusar. Aku tahu, kita tumbuh dari musim yang berbeda Aku disiram pagi oleh pena dan papan tulis, sedang kamu dibesarkan malam oleh algoritma dan pencarian daring.   Aku tak ingin jadi penjaga gerbang nostalgia, yang melarangmu melangkah ke masa depan Aku hanya ingin jadi jendela, yang tetap terbuka meski engselnya berderit.   Karena tugas kami bukan menjaga segala tetap […] - [TAWADHU dan tidak boleh SOMBONG](https://ruangbestari.com/tawadhu-dan-tidak-boleh-sombong/): Bertawadhu (rendah hati) dan tidak sombong atau takabur walaupun kita memiliki kedudukan, kekayaan dan ilmu. Sebagaimana yang di Firmankan dalam Al Qur’an Surat Al Hujarat:11 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (11) } Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita […] - [Ayo MENULIS](https://ruangbestari.com/ayo-menulis/): Ayo Menulis, ‎Menulis, menulis bisa menjadi doa, dimana alam bawah sadar manusia ketika berfikir kemudian menulisnya insyaallah dapat menggiring persangkaan(dzon) tersebut pada keniscayaan. ‎ ‎Dengan menulis sama seperti kita berkomunikasi, mengajak, membuka dan mengukir alam bawah sadar kita pada pencapaian suatu tujuan berdasarkan dalil yang menjelaskan, “Allah berserta persangkaan hambanya”. ‎ ‎Bersama sudah kita fahami 3 hal yang akan tetap mendatangkan Pahala ketika Manusia meninggal dunia yaitu : Doa anak yang sholih, Ilmu yang manfaat dan Shodaqoh Jariyah. ‎Bagaimana mengambil langkah kongkrit perihal dalil haq ini? ‎ ‎Salah satu ikhtiar yang dilakukan para Mualim terdahulu mereka menulis buku atau kitab yang […] - [Aku Tersandung Lagi, Tetapi Semangatku Tak Sudi Berhenti](https://ruangbestari.com/aku-tersandung-lagi-tetapi-semangatku-tak-sudi-berhenti/): Aku Tersandung Lagi, Tetapi Semangatku Tak Sudi Berhenti Oleh: Nofan Alfandi “Jika tidak hari ini, mungkin minggu depan. Jika tidak minggu ini, mungkin bulan depan.”  Ada masa di hidup ini ketika harapan terasa lebih jauh dan usaha terlalu sunyi, tetapi arah juga enggan menunjukkan diri. Kita diam, bukan karena tak ingin melangkah, tapi karena terlalu sering jatuh di tempat yang sama. Bukan lelah yang membuat kita berhenti, melainkan ragu. Apakah arah ini masih layak diperjuangkan? Tapi meski jatuh, aku tak mau berhenti. Karena diam terlalu lama hanya membuat luka terasa lebih dalam, sedangkan jatuh…setidaknya aku masih mencoba. Lirik lagu “Kita Usahakan […] - [Murid Digital Tanpa Arah](https://ruangbestari.com/murid-digital-tanpa-arah/): Murid Digital Tanpa Arah Karya: Indri Kartika Putri   Mereka pandai berhitung, tapi tak bisa menyapa. Mulutnya penuh kosa kata, tapi kering makna. Tangannya lincah bermain di layar, tapi kaku untuk menolong.   Guru berkata, “Jangan hanya jadi pandai, jadilah benar.” Tapi dunia menjawab, “Yang penting viral, bukan bermoral.”   Sekolah pun dianggap ladang sunyi. Di mana nilai-nilai tumbuh tanpa akar dan murid terlahir cerdas tapi hilang arah…   Suatu hari nanti, pendidikan tak lagi membuat murid sekadar lulus, tapi membuat mereka layak disebut manusia.   Magelang, 27 Juni 2025   - [Cita Abdi Negara](https://ruangbestari.com/cita-abdi-negara/): Di tanah air, tempatku berpijak, Tumbuhlah cita, membara bergejolak. Bukan gemerlap harta duniawi semata, Namun bakti tulus, jiwa mengabdi negara.   Kulihat peluh membasahi dahi pekerja, Ku dengar keluh di balik senyum sederhana. Tergerak hatiku, ingin ku berbuat nyata, Menjadi bagian bangsa, membangun Indonesia.   Bukan kursi empuk yang jadi tujuan, Bukan pujian yang haus kurasakan. Namun amanah rakyat, ku junjung khan, Keadilan merata, kemakmuran kuperjuangkan.   Belajar tanpa lelah, ku asah kemampuan diri, Disiplin membaja, teguh berdiri. Menjunjung tinggi etika, moral nan suci, Melayani sesame, setulus hati.   Biarlah lelah mendera, raga terkuras tenaga, Demi senyum bahagia di wajah sesama. […] - [Secercah Mimpi dari Palestina - Puisi Raden Saett (Said Kosim)](https://ruangbestari.com/secercah-mimpi-dari-palestina-puisi-raden-saett-said-kosim/): Seorang anak terbaring lemas Pada sepetak ruang terbatas Berisi puluhan manusia Ratusan tangis Serta ribuan harapan Menyaksikan ibu dan sekelilingnya Berbaring, menutup mata Dengan darah berceceran Dari kaki hingga ujung kepala   Jutaan bom diledakkan Bangunan ber runtuhan Sekolah, rumah sakit, serta tempat ibadah Tak satupun disisakan   Makan minum serta pakaian Tak layak mereka dapatkan Terus berlarian; Adalah satu-satunya cara bertahan   Mimpi dalam tidurnya Ia saksikan Orang-orang tertawa Anak-anak bahagia Tersedia makan dan minuman Rumah yang nyaman Sekolah yang aman Kedamaian   Pekalongan, 6 Juni 2024.           - [Dalam Dekapanmu - Puisi Raden Saett (Said Kosim)](https://ruangbestari.com/dalam-dekapanmu-puisi-raden-saett-said-kosim/): Sampai juga akhirnya pada sebuah titik teduh, tempat di mana kepalaku terhalang sekat dari teriknya kecemasan   Pelukmu lebih dari cukup memberiku ruang untuk menidurkan pikiran yang belakangan muncul tak seperti diharapkan   Berdiam diri di setangkup ketenanganmu— barangkali adalah hadiah kecil dari semesta diantara harihari yang berjalan di luar rencana   Ingin kubawa pulang dekapanmu, keindahanmu dan segala tenteram yang berdesir dari suaramu Karena di luar sana sangat sulit kutemukan nyaman sedamai sentuhan yang lahir dari suasanamu   Pekalongan, 21 Juni 2024.             - [Aku Jenderal Sudirman - Puisi Raden Saett (Said Kosim)](https://ruangbestari.com/aku-jenderal-sudirman-puisi-raden-saett-said-kosim/): Aku Sudirman Dari rahim petani Purbalingga aku dilahirkan Tubuh tumbuh berbalut cinta dan kesederhanaan   Hujan memeluk raga Gemercik air lereng gunung malang Sucikan jiwa pejuang Yang rindu akan merdeka   Gelegar guntur dentuman senjata Getarkan kelakar para pejuang bangsa “Hahaha, kita akan merdeka tuan, Tuhan telah membantu kita”   Seragam lusuh penuh darah dan kotoran Berkalungkan tasbih dekap senapan Rasa sakit tak lagi kurasakan Memikul harapan kemenangan   17 Agustus 45 Aku berlari menuju cahaya Menemui sang tuan dengan sepenggal harapan Lewati lorong penuh mayat dan teriakan Sesekali kulihat, tangis haru Nusantara Rindunya akan kebebasan hampir ia dapatkan “Pakkk.. Merdekaa!!” […] - [MUSEUM RADYA PUSTAKA, NASIBMU DI KOTA BUDAYA](https://ruangbestari.com/museum-radya-pustaka-nasibmu-di-kota-budaya/): Kota budaya, Solo memiliki banyak sekali aset budaya yang tak ternilai harganya, salah satunya adalah Museum Radya Pustaka. Museum Radya Pustaka adalah museum tertua di Indonesia. Museum ini didirikan pada masa kejayaan Karaton Kasunanan Surakarta, pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwono 1X. Museum ini didirikan oleh Patih KRH Sosrodiningrat 1V atas perintah Paku Buwono 1X pada tanggal 28 Oktober 1890. Museum ini menempati Lodji Kadipolo, yang merupakan rumah seorang Belanda bernama Johannes Busselar yang kemudian dibeli oleh Sri Susuhunan Paku Buwono  X sebesar 65 ribu Gulden. Sebagai museum tertua di Indonesia, Museum Radya Pustaka menyimpan bermacam, koleksi yang mengagumkan dan mempunyai […] - [AKU TAK SE-SPESIAL ITU](https://ruangbestari.com/aku-tak-se-spesial-itu/): Aku duduk di bangku panjang taman kota. Aku memilih tempat ini untuk menenangkan hati… rasa lelah yang mendera tanpa kompromi, datang begitu saja, tanpa aba-aba. Rasa sedih yang telah kurasakan selama empat tahun terakhir. Saat aku asyik merenungkan nasib, tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahuku, membuatku sedikit terkejut. “Selamat pagi, ini Nuraini, ya?” sapa seorang ibu setengah baya yang tiba-tiba berdiri di sampingku. Aku menatap wajahnya, sambil berusaha mengingat. Wajah itu seperti pernah kulihat. Tak lama kemudian, ingatan itu muncul… ia adalah Bu Rani, wali kelasku semasa SMK. Dengan senyum kaku, aku menjawab, “Pagi, Ibu.” Senyumnya masih sama hangat seperti dulu. Ia […] - [Puncak Pekan Seni Madrasah, MAN 3 Banyuwangi Umumkan Juara Duta MANTABB](https://ruangbestari.com/puncak-pekan-seni-madrasah-man-3-banyuwangi-umumkan-juara-duta-mantabb/): Puncak Pekan Seni Madrasah dengan tema Spektrum Budaya Nusa berlangsung meriah pada Rabu (18/6/2025). Selain menghadirkan atraksi seni seperi tari, silat, musik karawitan, deklamasi puisi, dan paduan suara, acara ini menjadi momen grand final Duta Mantabb. Terdapat 10 pasang finalis yang tampil untuk emperebutkan gelar Winner, Wakil 1, dan Wakil 2. 10 Pasang finalis membuka acara dengan melakukan parade untuk memperkenalkan diri. Selain itu, mereka juga menampilkan koreografi yang mengundang decak kagum penonton. Ketegangan mulai tercipta saat terpilihnya lima besar. Mereka harus menjawab petanyaan dari dewan juri. Pertanyaan berkutat tentang permasalahan-permasalahan kontekstual yang membutuhkan solusi dari seorang duta untuk menyelesaikan persoalan […] - [Usung Tema "Spektrum Budaya Nusa", MAN 3 Banyuwangi Gelar Pekan Seni Madrasah](https://ruangbestari.com/usung-tema-spektrum-budaya-nusa-man-3-banyuwangi-gelar-pekan-seni-madrasah/): MAN 3 Banyuwangi gelar rangkaian kegiatan Pekan Seni Madrasah (PSM). Madrasah yang berlokasi di Kecamatan Srono ini mengusung tema Spektrum Budaya Nusa. Tema tersebut diambil karena pekan seni ini mempertontonkan kekayaan budaya nusantara. PSM terlaksana mulai Senin(16/6/2025). Pada hari pertama pelaksanaan, kemeriahan langsung terasa dengan digelarnya lomba drama antar kelas X yang mengangkat tema cerita rakyat Nusantara. Lomba ini terpusat di Food Court dan Cafe. Setiap kelas menampilkan pertunjukan drama berdasarkan kisah-kisah legendaris dari berbagai daerah. Mulai dari cerita Roro Jonggrang yang sarat akan intrik dan siasat, hingga Lutung Kasarung yang disajikan dengan sentuhan modern. Kostum tradisional, tata rias panggung, serta […] - [Sudinbud Jakarta Timur mengadakan Workshop Mural 2025](https://ruangbestari.com/sudinbud-jakarta-timur-mengadakan-workshop-mural-2025/): Press Release Workshop Mural 2025 Sudinbud Jakarta – Timur. Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur terus berprogress melakukan tugas pembinaan kepada masyarakat dan pelaku kesenian khususnya. Berangkat dari sinergi komunikasi yang terbina dengan pelaku kesenian 16 Juni 2025 Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur mengadakan Workshop Mural 2025 yang akan diselenggarakan selama 10 hari di PPSB Kisam Djiun Pondok Kelapa, Jakarta Timur dan menghadirkan narasumber yang pastinya sangat berkompeten di bidangnya ialah Bang Dany Oki Darmawan, Bang Guntur Wibowo, dan Bang Fahcriza Jayadimas dari Institut Kesenian Jakarta. Antusias dan respons masyarakat pada kegiatan workshop ini sangat baik dari quota 30 peserta yang kami […] - [Tanah Yang Tak Lagi Suci](https://ruangbestari.com/tanah-yang-tak-lagi-suci/): Tanah Yang Tak Lagi Suci berabad silam pemahat kehidupan menyulam erotisme peradaban mulia pekik burung nazar kini seolah memberi tanda mengakhiri tirani kehidupan layar sentuh menjelma kekasih segala tanya terjawab bukan lagi dari kitab suci berbondong budak nafsu mengitari hari meraih eksistensi diri like and komen menjadi hakim pembenaran menikmatimu dengan cara yang salah kecantikan dan pesona begitu menggoda aroma tubuh itu selalu hadir rindu yang menyesakkan merobek tiang berlapis emas layar sentuh ikut serta dalam 7 putaran diantara eksistensi dan pelengkap data sejarah rona jiwa terpanggil syahdu mengiringi lirih bersenandung pada jejak langkah tanah yang tak lagi suci   IBS, […] - [Jelang 500 tahun Jakarta](https://ruangbestari.com/jelang-500-tahun-jakarta/): Jakarta, walaupun ibu akan pindah ke hutan yang sedang dimodifikasi kau tetap mapan tegak berdiri Jakarta, usiamu sudah tak muda lagi tapi rupamu semakin mempesona suaramu semakin lantang bertaji diantara hamparan beton dan hutang pelumas dan buah impor menyapa salak dan kecapi menuai janji bijaklah berpijak integritasmu tak lagi meragu enyahkan bait – bait modul kolusi integrasi yang terkoneksi bukan proyek korupsi jangan lukai hati ibu yang menata kebimbangan akankah dapat kembali? jakarta, kopi pagi dan berita online menjadi teman meraih mimpi dari bandara sampai koridor transjakarta menuju tepian pondok kelapa banyak warna dan makna yang menjadi do’a IBS, PPSB Jak-Tim […] - [Bertemu Ibu Guru](https://ruangbestari.com/bertemu-ibu-guru/): Bertemu Ibu Guru   Bertahun-tahun berlalu sudah. Telah lama kutinggalkan bangku sekolah. Ada satu nama tertanam dalam hati. Seorang guru yang sungguh luhur berbudi.   Tak kusangka aku dapat bertemu kembali. Sebingkai wajah cantik yang tak pernah kulupa. Dihiasi kerutan lelah di sana sini tanda pengabdian diri. Sesosok tubuh yang terlihat semakin renta.   Kudekati perlahan sosok tubuh itu, lalu kusapa, “Hai ibu, apa kabar?” Bu guru menyambutku dengan senyum sambil mengingat-ingat namaku. Suara merdu yang kudengar dulu, kini semakin lemah. Pelukan hangatnya memeluk erat diriku.   Obrolan ringan pun mengalir lancar. Diselingi dengan tawa canda. Bernostalgia tentang masa belajar mengajar. […] - [Pengurangan quota haji Indonesia 2026](https://ruangbestari.com/pengurangan-quota-haji-indonesia-2026/): Pengurangan 50% quota haji Infonesia, kenapa? Semoga wacana pengurangan quota haji 2026 yang sebanyak 50% tidak melebar pada aturan batasan usia. Mengutip berita wacana tersebut dengan alasan kenapa Indonesia mengirim orang yang meninggal saat musim haji ke Arab Saudi? Alasan tersebut sangat lucu sekali ketika hal kematian diluar kuasa manusiq akan tetapi dari hal tersebut kita dapat mengambil hikmahnya. Seperti yang sudah disampaikan dalam dalil-dalil Quran maupun hadits dimana sebagai manusia yang diberi amanah hidup untuk beribadah, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ Az Dzariyat : 56 maka jangan menunda-nunda amal sholih ibadah, bahkan dianjurkan setelah melaksanakan amal sholih yang satu […] - [Jika Kotak Infak itu Tak Pernah Kusentuh](https://ruangbestari.com/jika-kotak-infak-itu-tak-pernah-kusentuh/): Hujan rintik-rintik membasahi jalanan sempit saat Kang Roso berdiri di depan mushala kecil di ujung gang Parikesit. Jaket lusuhnya basah, tubuhnya menggigil, tapi ia tak peduli. Di rumah, anaknya menangis kelaparan. Kotak susu terakhir sudah habis sejak kemarin siang. Sejak istrinya, Nyai Amah, meninggal dunia sesaat setelah melahirkan, hidup Kang Roso berubah. Ia bekerja serabutan, tapi sebulan ini tak juga mendapat pekerjaan. Di Kampung Tompeyan, semua orang lagi dalam kesulitan. Tak ada yang bisa ia harapkan untuk memberi pinjaman. Perutnya sudah terbiasa kosong, tapi bagaimana dengan anaknya? Malam makin larut. Mushala sepi. Tatapannya jatuh pada kotak infak. Hatinya berontak, tapi tangis […] - [KAMI TIDAK MATI](https://ruangbestari.com/kami-tidak-mati/): kami terlahir dari rahim darah yang telah ditelan tanah sebelum sempat mengucap kata “ibu”   tiada damai hanya kepulan partikel dan tangisan yang menyusupi inti kehidupan   dengarkan mereka! yang digali dari bawah reruntuhan masjid yang berselimut pekikan sirene yang mencintai puisi satu bait, ditulis di telapak tangan di negeri yang renggut penjaga jahanam   catatkan nama mereka di pohon zaitun terakhir   di sana tak satu pun suara kabar baik   jika peniup trompet kehancuran bernyanyi tentang perdamaian tanyakan padanya di mana ketika langit terbakar? buka jendela ke tanah yang hancur lihatlah, roket, reruntuhan jendela ilmu hancur buku-buku berserakan   […] - [AKULAH GAZA](https://ruangbestari.com/akulah-gaza/): Ranjang-ranjang tertimbun puing. Aku duduk di sana, menulis namamu pada serpihan batu merah daging.   “Hatiku tidak menyerah.”   Kami merapal mantra di antara ledakan. Roti separuh kau iris dua, puisi kau selipkan di bawah bantal malaikat kecilmu.     Malam mengguyur hujan meteor, tanganmu melukis batang zaitun di tembok dapur yang nyaris ambruk.     “Tolong, kirim rinduku pada bayangan kamar kelahiranku itu!” Azan pecah di tengah partikel keadilan. Jendela dunia menjelma kuburan massal.     Lihat! Anak-anak mengeja kata “MERDEKA” tak takut mati, di reruntuhan penceramah perdamaian, disaksikan spidol sumbangan yang tintanya hampir habis.     Aku melihatmu berdiri, […] - [Manual Maling Duit Rakyat](https://ruangbestari.com/manual-maling-duit-rakyat/): Pernahkah kau lihat hukum menjilat cermin dan menggumam, “Saya bersih?” Jadilah maling duit rakyat, biar bisa tidur di kasur-kasur penderitaan rakyat dijahit dari benang doa yang ditindas dan darah pasien yang tak kebagian oksigen   Berenang lah di istana angka, miliaran rupiah menari telanjang di atas meja sidang, dan malaikat sibuk mencatat nota pembelian Di sini, palu hakim terbuat dari permen karet, dipukul pelan-pelan agar tidak membangunkan nurani. Pasal-pasal kitab hukum dilipat menjadi pesawat kertas, dilempar ke langit-langit logika. Enam tahun penjara, hanyalah tiga hari seperti di bintang lima dan denda jutaan? hanyalah harga selimut bulu unta di ruangan rapat. Bumiku […] - [Pemuda, Jangan Hanya Bangga karena Muda](https://ruangbestari.com/pemuda-jangan-hanya-bangga-karena-muda/): Menjadi muda bukan persolan energi yang kuat yang dimiliki akan tetapi tentang harapan dan masa depan sebuah negara. Kebanggaan suatu negara terletak pada pemudanya yang menjunjung integritas dan tak gentar melahirkan terobosan demi kemajuan bangsa. Tujuan besar tak cukup hanya diimpikan, tetapi perlu dijemput dengan kecerdasan dan ketangkasan yang bergerak seirama. Bangsa yang tak lelah melangkah, akan tiba pada titik di mana keadilan dan kemakmuran bukan lagi impian, melainkan kenyataan. Namun harapan dan masa depan akan terhambat ketika tidak ada pembuktian terhadap ketangkasan dan kecerdasan yang dimiliki. Bukan karena hal itu mustahil tercapai, tetapi karena kelalaian kita sendiri dalam memanfaatkan masa […] - [Moderasi Beragama: Pemahaman yang kompleks dan aplikasinya](https://ruangbestari.com/moderasi-beragama-pemahaman-yang-kompleks-dan-aplikasinya/): Dalam kehidupan masyarakat yang multikultural seperti Indonesia, moderasi beragama menjadi salah satu prinsip penting untuk menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan antarumat beragama. Moderasi beragama bukanlah upaya untuk menyamakan semua ajaran agama atau mengurangi keimanan seseorang, melainkan cara pandang dan sikap keberagamaan yang menghindari sikap ekstrem dan berlebihan dalam beragama. Konsep ini mendorong umat beragama untuk menjalankan keyakinannya secara damai, toleran, dan menghormati keberadaan pihak lain. Moderasi beragama menekankan nilai-nilai seperti toleransi, keseimbangan, keadilan, dan anti-kekerasan. Dalam praktiknya, seseorang yang moderat tetap berpegang teguh pada agamanya, namun juga terbuka terhadap dialog dan kerjasama antarumat beragama. Moderasi juga menolak kekerasan atas nama agama […] - [Senandung Doa Dan Cinta Untuk Gaza](https://ruangbestari.com/senandung-doa-dan-cinta-untuk-gaza/): Senandung Doa Dan Cinta Untuk Gaza Kutulis surat untukmu Gaza, Dengan doa yang tak pernah putus. Dengan harap yang tak pernah pupus, Dan cinta yang begitu tulus.   Langitmu mungkin temaram, Dengan jiwa yang muram. Tapi semangatmu tak pernah padam, Perisai dalam jiwa tetap kau genggam.   Tangisan yang menyayat hati, Menjadi penderitaan untuk kami. Damai dan tawamu yang kami nanti, Menjadi harap yang tak pernah mati.   Kisahmu terukir dalam tembok sejarah dunia, Ingin aku menjadi bayu senja, menerobos sunyi lewat doa. Berbisik, “kau tidak sendiri” walau buana berpaling muka, Biarlah puisi ini menjadi pertanda cinta yang nyata.   Bersuaralah […] - [Perjalanan Ibadah Haji_AGAPE Travel_Ihwal Benz Satriadji](https://ruangbestari.com/perjalanan-ibadah-haji_agape-travel_ihwal-benz-satriadji/): Menunaikan ibadah haji adalah panggilan Allah. Menjadi tamu Allah adalah keinginan setiap muslim, pergi haji ke baitullah merupakan salah satu ibadah jihad untuk menyempurnakan rukun Islam seorang muslim. Dalam melaksanakan praktek ibadah Haji juga tidak sembarangan karena ada waktu dan segala ketentuan yang sudah di syariatkan, Ada 3 jenis praktek ibadah haji yaitu haji ifrad, haji qiran dan haji tamattu, yang masing – masing ada tata caranya dan yang terpenting dalam melaksanakan ibadah haji harus melakukan rukun haji sesuai syariatnya, adalah 1. Ber ihram yaitu mengenakan kain ihram yang tidak bersambung jahitan dan sebelum ber ihram supaya mandi junub/janabat lalu mengambil […] - [RED WINE_IHWAL BENZ S](https://ruangbestari.com/red-wine_ihwal-benz-s/): red wine menemani senja aromanya menerka reka layar sentuh menjadi kiblat yang entah dimana akan bertempat meja hijau pun menjadi alat tempat manusia saling hujat red wine seolah menawarkan kehebatan harapan disudut warung remang-remang wanita setengah baya berlomba mengais harapan bergelut dengan aroma pewangi birahi bersubsidi red wine menjelma dua mata keping simbol garuda yang dipertaruhkan Ihwal Benz Satriadji - [MAWAR HITAM_IHWAL BENZ SATRIADJI](https://ruangbestari.com/mawar-hitam_ihwal-benz-satriadji/): mawar hitam itu memadati setiap trotoar jalan menitik tanda di setiap angka apakah ini arti dari takdir yang tidak pernah di ketahui? apakah hanya sebatas pelumas roda, Lalu menjadi penilai jasa? berada di atas jembatan penghubung bukan berarti itu bermakna tangkai dan ranting mawar hitam menabur aroma bagai ranjau yang terpintal di area ilusi dan seolah menjadi lapis pengamanan waktu dhuha menyambut terik mentari pada segala keindahan harapan penanti hati yang katanya mengerti ternyata tak jua memahami langkah kaki menikmati syair Sang Pemberi disini aku menanti menikmati harapan Illahi IBS, Juni 2025 Danau Bekasi. - [Bola dan Sesal](https://ruangbestari.com/bola-dan-sesal/):   Sudah 3 jam kami di sini. Sengaja “mengungsi” dari kilernya Pak Zulfikar. Juga “melarikan diri” dari seabrek tugas trigonometri yang lupa kami kerjakan. Sebuah tempat olah raga dengan warung berjejeran di sebelah selatan. Kami merayakan “kebebasan” di sana. Makan dan minum apa saja sambil bermain kartu remi. Ardi, temenku yang kaya raya itu sedang berbaik hati. Dialah otak aksi membolos kami hari ini. “Main bola,yok!” Tiba-tiba, Novan angkat bicara. Ide bermain bola terlintas di kepalanya. Serentak kami berempat keluar dari warung menuju jalanan berpaping yang kerap dijadikan tempat joging. Kami saling mengoper satu sama lain dan berebut memasukkannya ke gawang […] - [Lantunkan Nada Juangmu Kawan](https://ruangbestari.com/lantunkan-nada-juangmu-kawan/): Lantunkan Nada Juangmu Kawan Seiring gema talbiah arofah semangat terus mengalir deras menyusun setiap bait harapan dengan tinta dalam setiap lembaran mengikuti liku jejak musafir mencari sekulit fadhilah ilmu bertepi diantara persimpangan kegelisahan menetapkan keyakinan waktu berlalu asmara membisu pada gua rindu mengepak doa-doa yang akan dipersembahkan semesta bukan hanya keindahan pertikaian kekuasaan merona membangkitkan bara dan keabsahan tuntutan syairmu terus berteriak mentafsir kehidupan lantunkanlah nada juangmu kawan hempaskan rantai pengikat itu tebar pesona akal sehatmu menekuk setiap jengkal angkara Ihwal Benz Satriadji, Bekasi, 060625 - [Sebait Do'a untuk Palestina](https://ruangbestari.com/sebait-doa-untuk-palestina/): Sebait Do’a untuk Palestina   Sedih dan pilu menyesakkan dada Melihat seorang kakek terduduk di kursi roda Berharap mendapatkan makanan yang bisa membuat laparnya reda   Meski sekujur tubuh penuh luka dan memar Anak-anak bertahan dalam antrian panjang mengular Demi mendapatkan sepiring nasi penghilang lapar   Dentuman bom dan serangan peluru Terus digencarkan dari segala penjuru Oleh manusia-manusia laknat bagaikan pemburu   Ya Allah, Balaslah kebiadaban para penjajah Yang sudah banyak menumpahkan darah Di tanah Palestina yang penuh berkah   Para penjajah mungkin dapat menghancurkan masjid mereka Para penjajah dapat menghancurkan rumah mereka Tetapi para penjajah tidak dapat menghancurkan iman dan […] - [Saudaraku, Palestine](https://ruangbestari.com/saudaraku-palestine/): Saudaraku, Palestina  Ditanah yang terjajah, di bawah matahari yang terik Kau berjuang untuk hidup, untuk masa depan yang lebih baik Darah dan air mata, menjadi saksi bisu perjuanganmu Tak pernah lelah, tak pernah menyerah Gaza, Al-qurds dan Hebron Tempat-tempat suci, yang terjajah Masjid Al-Aqsha, simbol keimanan Dibumi hanguskan oleh penjajah Kau adalah simbol keberanian Kau adalah harapan, ditengah keputusasaan Kau adalah cahaya ditengah kegelapan Kau adalah palestina, tanah yang mulia Aku berdoa untukmu, untuk kebebasanmu Untuk tanah airmu, untuk masa depanmu Semoga kau bisa hidup dengan damai sejahtera Semoga kau bisa menikmati hak-hakmu Semoga kau bisa hidup dengan damai Semoga kau […] - [Jantung Peradaban (Palestina)](https://ruangbestari.com/jantung-peradaban-palestina/): Jantung Peradaban Karya Dirzan Zoryadi   Free memori tentang Sejarah Dikaburkan diantara jatah politik antah beranta Komunitas manusia yang mengaku kalah Tentang wajah-wajah yang membungkam   Kau tahu Dimana peradaban bernafas Di tanah yang hari ini terjajah Namun berdiri tegak perkasa Itulah sebuah ranah yang Bernama palestina   Isi yang menakjubkan pada bongkahan tanah Menyimpan misteri kalutnya dunia Seorang tuan tanah tak memiliki kuasanya Habis terbakar oleh keringnya hara   Palestina Tempat naik ke puncak wisata Bagian yang berdebu adalah usaha Perjuangan yang tak akan pernah merendah   Padang Panjang, 29 Mei 2025 - [Walaupun Dunia Berpaling ( Palaestina )](https://ruangbestari.com/walaupun-dunia-berpaling-palaestina/): Walaupun Dunia Berpaling Karya Dirzan Zoryadi   Tetap saja disana, jangan pergi Berdirilah kokoh bak akar yang kuat Menukik tanah dengan sekuat-kuatnya Beringas tak terkalahkan   Tetap saja disana, syahid dicari Hari ini saudaramu iri karena kau dipilih Menjaga tanah yang beramanah Tak ada yang bisa seperti dirimu   Tetap saja disana, wahai panutan Surga yang kau nanti telah tiba Kami bersabar penuh do’a walau berlinag air mata Kami saksi kamu, bahwa kau sungguh berharga   Tetap saja disana, dunia memang pana Kau sudah membuktikan tak ada selain-Nya Kau jujur pada mata dan saksi telinga Dan tak ada satupun seperti dirimu […] - [Di ujung Senja Dunia Menggigil](https://ruangbestari.com/di-ujung-senja-dunia-menggigil/): Di ujung senja yang memerah, bumi mengaduh dalam luka. Anak kehilangan ibu, ibu kehilangan negara dan kita, kehilangan rasa. Di Gaza, bocah menggenggam boneka tak utuh, berbisik pada angin: “Aku hanya ingin malam tanpa dentuman.” Tapi dunia diam, lebih peduli pada sorak trending topic. Di Sudan, ibu-ibu menggendong harapan dalam kain lusuh di punggungnya, menyusuri gurun panas dan lapar yang mengiris seperti pisau tak kasatmata, sementara seorang perawat di tenda pengungsian menjahit luka-luka tak bernama, tanpa sorotan kamera, tanpa disapa sejarah, namun tangannya mengajarkan arti cinta yang tak bersyarat Di meja-meja diplomasi yang dingin dan mewah, kata-kata bergaung seperti gema kosong […] - [Meningkatkan Minat Baca dengan Big Book Bermakna](https://ruangbestari.com/meningkatkan-minat-baca-dengan-big-book-bermakna/): Sudah menjadi rahasia umum kalau minat membaca membaca masyarakat Indonesia memang masih sangat rendah. Menurut UNESCO, Indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Sehingga, dari 1.000 orang Indonesia, hanya 1 orang saja yang rajin membaca. Minat baca harus ditumbuhkan sejak dini. Orang tua memiliki peranan penting dalam menumbuhkan minat baca. Rendahnya minat baca pada anak dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan kemampuan literasi mereka, yang pada akhirnya berdampak pada kemampuan akademis dan keterampilan berpikir kritis mereka di masa depan. Ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan minat baca anak, salah satunya dengan menggunakan media seperti big book. Penggunaan big book (buku besar) […] - [Di Antara Reruntuhan, Aku Mengirimmu Langit](https://ruangbestari.com/di-antara-reruntuhan-aku-mengirimmu-langit/): Gaza, kutulis surat ini dengan tinta luka pada malam yang kehilangan bintang di mana azan memanggil dari reruntuhan dan bayi-bayi menangis dalam diam yang panjang. Kupeluk debu di matamu yang tak sempat menua bersama tanah sementara senja hanya tahu satu warna: darah. Kau masih berdiri dengan tubuh kecil melawan tank baja di tanganmu bukan senjata, melainkan doa yang tak pernah putus dilafazkan ibu. Aku melihatmu dari negeri yang bebas makan kenyang, tidur tenang, sedang kau, belajar mengeja hidup di antara suara dentuman dan sirine malam. Palestina, namamu serupa bait Al-Qur’an yang kami hafal tapi belum kami perjuangkan dengan sungguh. Adakah yang […] - [Seutas Untaian Dalam Sepucuk Surat Penuh Harapan](https://ruangbestari.com/seutas-untaian-dalam-sepucuk-surat-penuh-harapan/): Hamparan tanah yang dipenuhi sejuta luka dan harapan Dibawah langit biru yang menyimpan ribuan kehilangan Tangis histeris anak-anak tanpa dosa dibawah reruntuhan Masa kecilnya ditemani gempuran bom yang diledakan   Setiap langkah kaki mungil itu menjadi tapak perjuangan Setiap nafas yang berhembus jadi saksi pengorbanan Atas segala jenis paksaan penghakiman Yang tidak dilandasi rasa kemanusiaan   Angin turut serta menghempas debu-debu kerikil Sembari mengusap air mata di pipi para pejuang kecil Setiap do’a mengalir bersamaan pertumpahan darah Nyawa mereka di renggut penjajah tanpa rasa bersalah   Wahai negeri Palestina sejuta syuhada Namamu akan selalu abadi terpatri dalam dada Dalam sanubari pejuang […] - [Amplop Robek dari Negeri Retak](https://ruangbestari.com/amplop-robek-dari-negeri-retak/): Kepada Gaza, yang kini tinggal puing dalam pelukan doa, aku kirim surat cinta dalam amplop robek, bekas dicakar radar perang dan pelatuk mortir malam   Tinta suratku bukan lagi hitam, tapi sisa darah dari mimpi yang digilas tank. Ku sobek dari halaman terakhir kalender yang tak berani mencatat syahidmu hari ini.   Aku menulis dengan pena bekas, dari tulang igaku sendiri karena kata-kata terlalu pengecut untuk melukiskan bagaimana tangismu diludahi dunia.   Kukira cinta bisa menyelamatkanmu, tapi cinta kini dipakai berdansa di ruang rapat gedung pencakar langit sambil membahas berapa banyak roket boleh dilepas sebelum sarapan.   Surat ini ku bumbui […] - [SURAT CINTA UNTUK GAZA](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-13/): ”SURAT CINTA UNTUK GAZA ” Negara Palestina ku… Kau saat ini adalah Negara yang sedang terluka di mata Dunia Langit menangis,angin membawa ratapan sunyi Pohon zaitun jadi saksi, derita tak bertepi.   Di tanah yang retak oleh Debu dan Peluru Anak-anak menangis tanpa lagu pengantar tidur Langit gelap bukan karena Malam Tapi karena dentuman yang tak kenal  waktu.   Palestina engkau bukan sekedar berita Engkau luka, kami juga terluka Anak-anakmu bermain dibawah  senjata Tangan kecil mengengam batu, bukan mainan tapi harapan   Masjid tua, gereja tua Berdiri dalam debu dan doa Kau ajarkan dunia Bahwa tanah suci tak pernah tunduk pada […] - [SURAT CINTA UNTUK GAZA](https://ruangbestari.com/surat-cinta-untuk-gaza-12/): “ SURAT CINTA UNTUK GAZA ” Negara Palestina ku… Kau saat ini adalah Negara yang sedang terluka di mata Dunia Langit menangis,angin membawa ratapan sunyi Pohon zaitun jadi saksi, derita tak bertepi. Di tanah yang retak oleh Debu dan Peluru                                                                                            Anak-anak menangis tanpa lagu pengantar tidur Langit gelap bukan karena Malam Tapi karena dentuman yang tak […] - [CINTAKU UNTUK GAZA](https://ruangbestari.com/cintaku-untuk-gaza/): CINTAKU UNTUK GAZA Karya : Zalfa Lathifah   Gaza tercinta, di bawah langit kelabu yang tak kunjung cerah, kutuliskan pesan ini—bercampur air mata dan goresan luka dari dalam jiwa.   Aku tak memiliki peluru atau perisai, hanya untaian kata yang ingin menyelimuti malam-malammu dengan pelukan harapan yang hangat.   Engkau ajarkan dunia arti keberanian, meski dinding rumahmu runtuh, meski langitmu pecah oleh ledakan, kau tetap tegar—mengangkat doa melewati batas tembok dan senjata.   Anak-anakmu tersenyum di antara reruntuhan, seperti bunga yang tumbuh di tengah pecahan dan darah. Mereka tetap bertahan, dan kami pun tak akan melupakan mereka.   Gaza, cinta ini […] - [Palestina, Keberanianmu Menginspirasi Dunia](https://ruangbestari.com/palestina-keberanianmu-menginspirasi-dunia/): Peluru menyusup tak kenal arah dan waktu Api menyambar bagaikan tak bersumbu Jeritan luka terdengar di berbagai sudut negerimu Kami terbelenggu dengan segala deritamu   Maafkan kami Seakan kami tak peduli betapa sakit yang kau alami Kau bangkit, kau berdiri Menantang bangsa Ibrani yang berlaku amat keji   Wanita-wanita kuat memeluk erat harapan Lelaki tua dan muda menjunjung panji kebenaran Anak-anak kecil berjuang melawan bayang-bayang ketakutan Keberanian mereka menjadi cahaya di gelapnya akhir zaman   Bagai hati yang berdetak, penuh inspirasi nan abadi Kau ajarkan kemanusiaan yang hakiki Bahwa asa takkan mati Walau badai menerjang tiada henti   Bagaikan sajak tertulis […] - [Untuk Mu Bumi Para Syuhada](https://ruangbestari.com/untuk-mu-bumi-para-syuhada/): Gaza…. Bumi Syam yang terlupakan Sendiri dalam perjuangan Melawan penjajah, penuh ketegangan Dalam kelam disinari nur ketaqwaan   Gaza …. Peperangan meluluh lantahkan negrimu Puing – puing nestapa menjadi saksi bisu Jerit tangis anak kehilangan ibu Genosida tak membuat hati pilu   Oh Gaza …. Di lorong – lorong perlawanan yang sunyi Pejuang berdiri teguh, tak henti Kau tak gentar walau maut menanti Cintamu hidup disetiap hati   Al Aqsa tetap tegak berdiri Meski nestapa terus menghampiri Dari sujud yang tak pernah henti Tumbuh harapan di sanubari   Syuhada, kau pelita dalam gulita Langkahmu menyala tiada sirna Detak berbisik, nafas bermakna […] - [AKHIRMU ADALAH SURGA](https://ruangbestari.com/akhirmu-adalah-surga/): Tema : Surat Cinta Untuk Gaza “ Akhirmu Adalah Surga ” Oleh : Maisela Suci Lestari Wahai para bintang peperangan Api semangatmu berkobar membara dan tak pernah pudar Tatkala dirimu penuh dengan luka raga dan batin Dan dimana tempat cinta dan kenangan diciptakan itu runtuh Setiap hari, setiap waktu, bahkan setiap saat Tentara Israel yang keji dan brutal melakukan penyergapan dengan kavalerinya Tiada serangan berhenti kecuali mereka menyerah Dan memberikan hak mereka untuk kekuasaannya Jangankan malaikat tak bersayap, anak emas pun turun tangan Demi membela dan mempertahankan tempat tinggal mereka Walaupun harus mengorbankan nyawanya Mereka lebih memilih mati syahid daripada hidup […] - [KETIKA DUNIA MEMILIH DIAM](https://ruangbestari.com/ketika-dunia-memilih-diam/): Untukmu Gaza, surat ini kutulis dengan mata basah. Engkau bukan_cinta duka, Pada tanah, pada hidup, pada cita-cita.   Jika cinta benar adanya, tanpa perlu senjata, Mengapa langkahmu dibayang-bayang baja? Aku tak mengerti bahasa negara, Yang kutahu: tawa anak-anak tak pantas dihentikan oleh meriam (udara).   Maka kutulis surat ini dengan kapur dan asa, Untuk yang mungkin sudah lupa arah kemanusiaan. Tak ada lagi yang harus memilih diam, Di hadapan duka menuntut perhatian.   Surat ini mungkin takkan pernah sampai, Tapi semoga ia menemukan jalam dalam hati terbuka. Sebab Gaza bukan hanya luka, Ia adalah cermin tentang apa arti manusia. - [Tampil Perkasa, Tim Futsal MAN 3 Banyuwangi Segel Gelar Juara Untag Futsal League 2026](https://ruangbestari.com/tampil-perkasa-tim-futsal-man-3-banyuwangi-segel-gelar-juara-untag-futsal-league-2026/): Skuad futsal MAN 3 Banyuwangi akhirnya sukses berdiri di podium tertinggi turnamen bergengsi Untag Futsal League (UFL) 2026. Melalui pertarungan sengit di laga final pada Sabtu malam (30/5/2026), squas MANTABB berhasil merengkuh trofi Juara 1 setelah menumbangkan rival beratnya, SMAN 1 Giri, dengan skor meyakinkan 3-0 tanpa balas. Gelar juara ini merupakan klimaks dari perjuangan panjang penuh peluh dan drama yang harus dilewati anak-anak MAN 3 Banyuwangi sepanjang turnamen. Di fase grup, mereka langsung menyapu bersih seluruh laga. Kemenangan meyakinkan atas SMKN 1 Glagah B dan SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo mengantarkan mereka melenggang mulus ke babak gugur dengan status juara […] - [TIGA RATUS PERSEN MENUJU BAHASA PRANCIS](https://ruangbestari.com/tiga-ratus-persen-menuju-bahasa-prancis/): Ia memutuskan untuk berhenti menjadi guru, lalu membatalkannya. Keputusan itu muncul begitu saja ketika Ratih menatap layar ponselnya di ruang guru. Pesan dari pemilik kontrakan baru saja masuk. “Bu Ratih, mohon pembayaran bulan ini segera diselesaikan.” Ia membaca pesan itu berulang kali. Seolah dengan membacanya berkali-kali jumlah uang dalam rekeningnya akan bertambah. Namun, saldo tetap sama. Ratih mematikan layar ponselnya. Di luar jendela, halaman sekolah mulai ramai oleh murid-murid yang baru datang. Langit pagi cerah. Harum melati dari taman kecil dekat gerbang sesekali terbawa angin hingga ke ruang guru. Bel masuk berbunyi. Ratih berjalan menuju kelas VIII B. Hari itu ia […] - [SAMPIRAN TIGA RATUS PERSEN](https://ruangbestari.com/sampiran-tiga-ratus-persen/): Pagi hari memetik melati, harumnya sampai ke dalam rumah.   Aku mengendusnya sembari melupakan dunia, menganggapnya seakan baik-baik saja, tanpa cemas yang berlebih, sayangnya, kilasan cahaya pada jendela berkata lain, ada kegelisahan yang menggantikannya, namaku tertulis kecil di sudut kebijakan, dipanggil saat dibutuhkan, dilupakan saat perhitungan, statusku berganti, istilahku berganti, sebutanku berganti, namun gelisah tetap menetap di alamat yang sama. Aku menanak hari dengan tungku kesabaran, menghidangkan masa depan dari piring pengorbanan. Ketika kata “honorer” diluruhkan dari lembar aturan, aku berharap bebanku turut luruh, namun yang berubah hanya papan penunjuk jalan, sedang jurang di hadapanku tetap menganga. Di negeri yang menjunjung […] - [Radar Kediri: CERNAK "Belajar dari Sang Gagak" karya Heri Haliling](https://ruangbestari.com/radar-kediri-cernak-belajar-dari-sang-gagak-karya-heri-haliling/): Di sebuah sekolah hutan, Bu Guru Elang mengajar enam murid burung: Nuri, Kakatua, Dara, Merpati, Gagak, dan Burung Hantu. Saat sesi perkenalan, Nuri, Kakatua, Dara, dan Merpati saling memamerkan kelebihan dan mengejek Gagak serta Hantu yang dianggap tidak punya istimewa. Bu Guru Elang lalu mengingatkan bahwa setiap makhluk punya kelebihan dan kekurangan. Beliau kemudian mengajukan pertanyaan: mengapa lidah hanya diciptakan satu, sementara mata, hidung, dan telinga sepasang? Semua murid diam, hingga Gagak menjawab dengan bijak. Ia menjelaskan bahwa lidah tidak punya teman diskusi, makanya kerap melukai. Namun lidah yang mendengarkan hati akan menjadi milik makhluk bijak. Jawaban Gagak membuat semua murid […] - [Bali: Pesona yang Memikat Turis Antara Keindahan dan Tantangan](https://ruangbestari.com/bali-pesona-yang-memikat-turis-antara-keindahan-dan-tantangan/): Pulau Dewata-telah lama menjelma sebagai primadona pariwisata Indonesia. Bukan tanpa alasan, Bali berhasil memikat jutaan turis setiap tahunnya, baik domestik maupun mancanegara. Daya tariknya begitu kuat, seolah pulau ini memiliki magnet tersendiri yang tak mudah dijelaskan. Namun, di balik pesonanya yang mendunia, Bali juga menghadapi berbagai tantangan yang patut direnungkan bersama. Keindahan alam Bali adalah daya tarik utama yang sulit ditandingi. Hamparan sawah terasering di Tegallalang, Ubud, menawarkan panorama hijau yang menyejukkan mata. Pantai-pantai eksotis seperti Kuta, Seminyak, dan Nusa Dua menyuguhkan pasir putih dan ombak yang memanjakan para peselancar. Gunung Batur dengan keindahan matahari terbitnya menjadi surga bagi para pendaki. […] - [SMAN 2 Jorong Ukir Prestasi Gemilang di LOBB Anashara 3 se-Kalsel: Raih Juara Harapan 1, Danton & Variasi Terbaik](https://ruangbestari.com/sman-2-jorong-ukir-prestasi-gemilang-di-lobb-anashara-3-se-kalsel-raih-juara-harapan-1-danton-variasi-terbaik/): Banjarmasin – Gelaran Lomba Olahraga Baris-Berbaris (LOBB) bergengsi, Anashara 3 tahun 2026, yang digelar di lapangan upacara SMPN 5 Banjarmasin pada akhir pekan, 23-24 Mei 2026, baru saja usai. Berbekal semangat juang tinggi dan disiplin luar biasa, kontingen dari berbagai sekolah se-Kalimantan Selatan bertanding memperebutkan gelar terbaik di bawah pengawasan langsung juri dari Forbasi (Forum Baris-Berbaris) Provinsi Kalimantan Selatan. Dari sekian banyak peserta, SMAN 2 Jorong yang mewakili Kabupaten Tanah Laut tampil sebagai salah satu bintang utama. Pasukan PBB (Peraturan Baris-Berbaris) dari sekolah yang berlokasi di wilayah pesisir ini sukses menyabet sejumlah penghargaan bergengsi, membuktikan bahwa sekolah menengah atas di daerah […] - [Secarik Puisi dari Sepatu Rusak](https://ruangbestari.com/secarik-puisi-dari-sepatu-rusak/): Secarik Puisi dari Sepatu Rusak Sudah tiga bulan sejak surat keputusan pemindahanku keluar. Aku dibuang atau setidaknya begitu caraku memandang keputusan dinas waktu itu, ke sebuah sekolah pinggiran kota yang dikepung ladang tebu dan jalanan berbatu. Setiap pagi, debu jalanan menyiksa paru-paru, dan jarak yang terbentang puluhan kilometer dari pusat kota seolah menguras habis seluruh energiku bahkan sebelum aku sempat menyapa murid-muridku. Berkali-kali aku menatap pantulan diriku di cermin ruang guru, menghela napas panjang sembari meratapi nasib. Tapi lagi-lagi aku membesarkan hati kalau ini adalah amanah untuk mendidik anak bangsa. Aku mencoba membujuk hatiku yang keras kepala agar mau menerima kenyataan […] - [Genggaman gadis desa](https://ruangbestari.com/genggaman-gadis-desa/): Aku gadis desa.. ingin jadi luar biasa, Tekad membulat sempurna , Kelembutan hati yang ada dalam diri, Hati nurani selalu diikuti, Menuntun pada kebenaran sejati,   Sayangnya.. Hidup tak cukup dengan nurani, Gadis berbinar harapan, Besar hati untuk kebaikan, Tanpa pengetahuan Gadis akan rentan, Tanpa hati nurani Hidup serasa mati, Manunggalnya ilmu dan nurani, Menjadi kekuatan yang abadi.   Aku gadis desa.. Berkelana ke kota besar negeri, Yang dicari tak kunjung aku dapati, Hilang arah, hilang kendali, Tak tahu apa saat ini terjadi, Lelembut berada di semua penjuru bumi, Bujuk rupa dunia indah berapi, Justru nestapa yang ku dapati.   Gadis […] - [resensi buku #4 Pada Suatu Hari Nanti - Malam Wabah](https://ruangbestari.com/resensi-buku-4-pada-suatu-hari-nanti-malam-wabah/): Judul buku : Pada Suatu Hari Nanti – Malam Wabah Penulis : Sapardi Djoko Damono Penerbit : Bentang Pustaka Bapak Sapardi merupakan salah satu penulis kesukaan saya. Saya mengenal beliau saat beliau menjadi dekan fakultas sastra Universitas Indonesia tempat saya berkuliah. Sejak itu saya mulai menyukai puisi dan mengumpulkan buku karangan beliau. Pada Suatu Hari Nanti – Malam Wabah adalah sebuah buku kumpulan cerita yang sangat unik. Satu  buku dengan dua judul terbalik di bagian depan dan belakang. Dalam bagian Pada Suatu Hari Nanti berisi 9 cerita dongeng yang sebagian telah dikenal oleh masyarakat Indonesia seperti Dongeng Rama-Sita, Ketoprak Sampek Kentaek, Ratapan Anak Tiri, […] - [Di Antara Liparan Waktu](https://ruangbestari.com/di-antara-liparan-waktu/): Jakarta, Senin 4 Mei 2026 Biarkan pagi bermula dari matamu, tempat langit menyampitkan anila yang tenang. Aku melihatmu pada bening embun yang enggan luruh, seolah sedang menyimpan seluruh ingatan semalaman agar tak lekas menguap pergi dijemput cahaya pagi. Di sana, namamu kutuliskan tanpa suara, menyatu dengan udara yang kian berhembus. Tepat saat baskara tegak di atas ubun-ubun, kau adalah rimbun yang tak membiarkan panas menyentuh kulitku. Sosokmu merupa gema di antara desir daun jati; sebuah teka-teki yang sengaja ditiupkan angin agar aku tetap bertahan mencari jalan pulang. Kau tak perlu menjadi apa-apa, cukup menjadi teduh yang memeluk gelisahku. Lalu sore menjahit […] - [Menjemput keabadiaan](https://ruangbestari.com/menjemput-keabadiaan/): Demi Kuasa, Manusia gantungkan asa di bawah ketiak penguasa Mengoyak kawan, menyingkirkan lawan tuk raih eksistensi Durjana sudah menjadi darah dan daging Menari di atas derita kaum papa Demi kuasa, Manusia bertopeng kepalsuan Menenun sumpah-sumpah serapah Maling yang berselimut retorika Demi fana, Korupsi sudah menjadi langganan pejabat negeri Aparat yang berwatak keparat Tanpa sumpah, Guru ngaji dengan sabar dan istiqomahnya Menjemput keabadiaan Tak terjamah atas nama kesejahteraan Dalam suara keheningan   - [resensi buku #3 Kubah](https://ruangbestari.com/resensi-buku-3-kubah/): Judul buku : Kubah Penulis : Ahmad Tohari Penerbit : Gramedia Buku ini menceritakan seorang tokoh bernama Karman. Karman adalah seorang tahanan politik dari partai komunis yang baru saja dilepaskan kembali ke masyarakat setelah menjalani masa tahanan selama dua belas tahun. Karman merasa kebingungan dan tidak percaya diri untuk kembali ke daerah tempat tinggalnya dulu karena telah melukai hati warga yang mengenalnya. Sepanjang perjalanan, Karman mengingat berbagai permasalahan yang membuat hatinya sedih akibat terpengaruh oleh paham komunis yang menganggap agama adalah sebuah candu dan lebih mengikuti paham komunisme sehingga menimbulkan pemberontakan untuk merobohkan negara Republik. Selama masa penahanan, istri Karman pun […] - [Di Beranda Sunyi : Kepada Sang Penentu Arah](https://ruangbestari.com/di-beranda-sunyi-kepada-sang-penentu-arah/): Tuhan, kemana ini arahnya? Langkahku berat, terjerat dalam jaring-jaring buntu Setiap pintu yang ku ketuk hanya menyisakan gema bisu Dan samudera-Mu seolah tak  bertepi dimataku yang layu Tuhan, kemana ini arahnya? Maaf, aku seperti pengelana yang kehilangan kompas di rimba takdir Jiwaku gaduh, remuk, dan ringkih Logika ku habis, dikoyak duri-duri getir Hanya tersisa raga yang gemetar, menanti satu isyarat agar tak tersingkir Kini kuserahkan sisa nafas pada jemari takdir-Mu, Sebab aku hanyalah pengelana kecil di bentangan semesta-Mu. Jika jalan di depanku adalah kabut yang menutup pandang, Berilah cahaya, meski hanya setitik, agar aku tak hilang. Tuhan, kemana ini arahnya? Aku […] - [resensi buku #2 Aku Tak Marah](https://ruangbestari.com/resensi-buku-2-aku-tak-marah/): Judul buku : Aku Tak Marah Penulis : Djokolelono Penerbit : Moka Media Buku Aku Tak Marah ini adalah sebuah novel ringan menceritakan sebuah kehidupan dalam keseharian manusia. Cerita diawali oleh pertengkaran sepasang kekasih yang berbeda status sosial yaitu Vici dan Agit. Vici adalah seorang perempuan pekerja kreatif yang mempunyai posisi cukup penting dalam sebuah perusahaan agensi. Agit adalah seorang lelaki yang belum mempunyai pekerjaan tetap dan selalu berteman dengan gitarnya untuk membuat beberapa lagu jingle iklan yang diberikan oleh Vici. Cerita berkembang setelah Agit membuat kesalahan besar yang menyebabkan Vici sangat marah dan sedih hingga hatinya terluka. Vici mengusir Agit […] - [Rindu Kenangan](https://ruangbestari.com/rindu-kenangan/): Peluit nyaring terdengar menggema. Tampak gagah sebuah lokomotif memasuki peron. Berjalan dan mendesis perlahan. Menyapaku yang sedang duduk gelisah.   Gelisah akan rinduku. Rindu kenangan bahagia yang tak terbilang. Rindu ingin segera berlari dan pulang. Ke rumah yang selalu hangat menyambutku.   Bermain layangan di tengah hijaunya sawah. Menangkap kupu-kupu di padang ilalang. Senyum mengembang dan hati berdendang. Setiap waktu menjadi sebuah kisah.   Kenangan itu berputar bagai slide foto dalam memori. Menampilkan suatu keindahan mimpi. Tersimpan dalam album hati warna warni. Potongan kisah yang tak kan terlupa, bersemayam dalam batin. - [RESENSI BUKU: PULAU BALI TEMUAN YANG MENAKJUBKAN](https://ruangbestari.com/resensi-buku-pulau-bali-temuan-yang-menakjubkan/):   A. IDENTITAS BUKU Judul Buku:  Pulau Bali Temuan yang Menakjubkan (The Island of Bali) Penulis:  Miguel Covarrubias Penerjemah:  Sunaryo Basuki KS Penerbit: Udayana University Press Kota Terbit : Denpasar Tahun Terbit: 2013 Jumlah Halaman: 512 halaman ISBN:  978-602-294-066-5 Edisi:  Cetakan pertama, terjemahan dari edisi bahasa Inggris Deskripsi Fisik Sampul: Sampul buku edisi Indonesia ini menampilkan ilustrasi klasik bergaya art deco yang khas dengan karya Covarrubias. Latar belakang berwarna krem keemasan dengan ornamen khas Bali—ukiran daun, bunga teratai, dan motif wayang—yang membingkai judul buku. Di bagian tengah, terdapat ilustrasi seorang penari legong dengan hiasan kepala yang rumit, digambar dengan garis-garis tegas […] - [Lebih dari Sekadar Pulau Dewata: Harmoni Sosial ala Bali yang Menyatukan Perbedaan](https://ruangbestari.com/lebih-dari-sekadar-pulau-dewata-harmoni-sosial-ala-bali-yang-menyatukan-perbedaan/): BALI– selalu punya cara untuk memesona dunia. Bukan hanya karena keindahan pantainya atau megahnya upacara keagamaan, tetapi juga karena ada harmoni tak terlihat yang menyatukan warganya yang majemuk. Di balik predikatnya sebagai destinasi wisata global, Pulau Dewata ini menyimpan resep rahasia tentang bagaimana perbedaan bisa dirangkai menjadi sebuah simfoni kehidupan yang indah.   Sebagai salah satu melting pot terbesar di Indonesia, Bali tidak hanya dihuni oleh masyarakat asli yang beragama Hindu. Berbagai suku dan pemeluk agama dari seluruh penjuru Nusantara telah lama memilih untuk menetap, berusaha, dan berkeluarga di pulau ini . Lantas, apa yang membuat masyarakat dengan latar belakang budaya […] - [Naskah Monolog Lingkungan "SUMPAH DARI PUNCAK MERATUS" Karya Heri Haliling](https://ruangbestari.com/naskah-monolog-lingkungan-sumpah-dari-puncak-meratus-karya-heri-haliling/): PENULIS: Heri Haliling Durasi: 9-10 menit SINOPSIS SINGKAT Seorang aktivis lingkungan bernama Rizky melakukan ritual malam di kaki Gunung Meratus. Ia berniat memohon izin kepada penjaga gunung sebelum melakukan penelitian tentang kerusakan hutan akibat tambang dan pembalakan liar. Di tengah ritual, tubuhnya dirasuki oleh Kapala Pitu makhluk legendaris berkepala tujuh penjaga Pegunungan Meratus, anak Datu Makar dan Putri Bungsu yang konon menjelma menjadi gunung. Roh Kapala Pitu terbangun dari tidur panjangnya karena “sakit” dan merasakan setiap tebangan, setiap galian, setiap luka yang ditorehkan manusia pada tubuh gunung yang adalah jelmaan dirinya.  Melalui tubuh Rizky, Kapala Pitu berbicara, meluapkan amarah, membandingkan kearifan […] - [resensi buku #1 Namaku Sita](https://ruangbestari.com/resensi-buku-1-namaku-sita/): Judul buku : Namaku Sita Penulis : Sapardi Djoko Damono Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Pertama kali membaca buku ini di bulan Juni tahun 2018 dan sekarang mengulang kembali membacanya. Kesan pertama buku ini yang menarik aku untuk membeli dan membacanya adalah sebuah buku dengan sampul depan sederhana dan menampilkan sebuah nama Sita, yang juga merupakan namaku. Nama Sita diambil dari sebuah cerita Ramayana yang berasal dari bahasa Sansekerta. Nama Sita bermakna kesuburan, kemakmuran dan kecantikan. Buku ini menceritakan kembali tokoh Sita yang diculik oleh Rahwana. Sita menceritakan perasaan dan pandangannya terhadap situasi yang dihadapinya dan  Sita meminta keadilan kepada sang Dalang […] - [Menjual Surga: Antara Akar Budaya dan Buah Pariwisata di Bali](https://ruangbestari.com/menjual-surga-antara-akar-budaya-dan-buah-pariwisata-di-bali/): Bali-Setiap kali pesawat mulai menurunkan ketinggian di atas hamparan sawah terasering berundak atau pantai berpasir putih, desah kagum selalu terdengar dari para penumpang. “Bali… surga dunia,” bisik mereka. Dan memang, selama beberapa dekade, Pulau Dewata telah berhasil menjual dirinya sebagai potret ideal destinasi tropis: matahari yang hangat, ombak yang bersahabat, dan senyum ramah penduduknya. Namun, di balik kemasan surga yang laku keras di pasar global ini, tersimpan pertanyaan besar yang semakin lama semakin sulit diabaikan: ketika sebuah budaya menjadi komoditas utama, apa yang tersisa dari esensinya? Sebagai salah satu destinasi paling ikonik di dunia, Bali adalah studi kasus menarik tentang tegangan […] - [Bali dalam Goresan Kuas: Perjalanan Seni Lukis dari Keheningan Klasik hingga Denyut Kontemporer](https://ruangbestari.com/bali-dalam-goresan-kuas-perjalanan-seni-lukis-dari-keheningan-klasik-hingga-denyut-kontemporer/): Bali-Pulau Dewata tidak hanya memesona dengan panorama alamnya yang hijau dan gemulai tari tradisionalnya, tetapi juga melalui kekayaan ekspresi visual yang tertuang dalam seni lukis. Jauh sebelum pariwisata modern berkembang, denyut nadi seni lukis Bali telah berdetak, berakar kuat pada spirit religious dan tradisi keraton. Dari lukisan dinding pura yang sakral hingga kanvas-kanvas kontemporer yang dipamerkan di galeri mewah, seni lukis Bali adalah cerminan perjalanan panjang sebuah budaya yang dinamis. Akar Klasik: Narasi Epik di Atas Kanvas Tradisional Sejarah mencatat bahwa pusat seni lukis klasik Bali berada di Desa Kamasan, Klungkung, pada abad ke-16 hingga 20 . Di sinilah lahir gaya […] - [MONOLOG FLS3N TEMA LINGKUNGAN](https://ruangbestari.com/monolog-fls3n-tema-lingkungan/):  JARING TERAKHIR DI TABANIO (Sebuh Drama Monolog tentang Lingkungan)  Karya Heri Haliling   Karakter: Seorang nelayan muda (bisa berusia 20-30an) dari desa Tabanio, Tanah Laut.   (Panggil gelap. Sorot lampu perlahan terang. Seorang pemuda duduk di pinggir panggung, kaki menjuntai. Ia memegang jaring ikan yang robek besar di pangkuannya. Kepala menunduk, jari-jarinya mengusap-usap robekan dengan lembut.)  (Suara lirih, seperti berbicara pada jaring) Jaring ini… umurnya hampir separuh usiaku. Abah yang menyerahkan, “Nih, kau bantu Uma cari ikan. Laut Tabanio masih murah hati.” Dulu… air laut di sini bening. Saking beningnya, waktu kecil, aku bisa lihat ikan di sela karang. (Mengangkat kepala, […] - [Bali itu Candu: Alasan Sederhana Kenapa Susah Pergi dari Pulau Dewata](https://ruangbestari.com/bali-itu-candu-alasan-sederhana-kenapa-susah-pergi-dari-pulau-dewata/): BALI- memang punya daya tarik yang luar biasa. Banyak orang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, akhirnya memutuskan untuk tinggal lebih lama—atau bahkan menetap—di Pulau Dewata. Rasa betah ini bukan muncul tanpa alasan. Perpaduan antara kebijaksanaan lokal, keindahan alam, serta iklim dan infrastruktur yang mendukung, menciptakan ekosistem unik yang sulit ditemukan di tempat lain . 1. Keramahan dan Kebijaksanaan Lokal (Budaya dan Masyarakat) Fondasi utama dari rasa betah di Bali adalah keramahan masyarakatnya. Orang Bali dikenal sangat ramah terhadap pendatang . Seperti dijelaskan oleh sastrawan Gde Aryantha Soethama, masyarakat Indonesia Timur pada dasarnya “gampang guyub” atau mudah akrab. Di Bali, kultur kebersamaan ini […] - [Syekh Nawawi Al-Bantani: Menanam Ilmu, Menuai Keabadian](https://ruangbestari.com/syekh-nawawi-al-bantani-menanam-ilmu-menuai-keabadian/): Oleh: Najiatul Khusna Pernahkah kita bertanya-tanya, apa yang sebenarnya kita kejar dalam riuh rendah dunia ini? Di saat banyak orang menghabiskan napas untuk menumpuk angka di buku tabungan, atau berebut panggung demi sebuah pengakuan, sejarah pernah mencatat sebuah nama yang langkah kakinya begitu sunyi, namun getarannya terasa hingga hari ini. Ia adalah Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani. Seorang putra Nusantara yang membuktikan bahwa kemuliaan tidak lahir dari mahkota, melainkan dari tinta dan ketulusan. Lahir di Banten pada abad ke-19, Syekh Nawawi kecil bukanlah anak biasa. Di balik matanya yang bening, tersimpan dahaga akan ilmu yang melampaui batas cakrawala. Saat pemuda seusianya […] - [Huruf-Huruf yang Saya Titipkan di Hati Mereka](https://ruangbestari.com/huruf-huruf-yang-saya-titipkan-di-hati-mereka/): Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari). Dulu, saya membaca hadits itu sebagai kalimat yang indah. Belum terasa berat. Belum ada tanggung jawab yang menggantung di setiap katanya. Namun sekarang, setelah bertahun-tahun duduk di lantai bersama anak-anak kecil yang belum fasih menyebut huruf Ba, barulah saya mengerti bahwa mengajar bukan soal apa yang kita sampaikan. Mengajar adalah soal apa yang kita tinggalkan di dalam hati seseorang. Saya mulai mengajar ngaji saat masih berseragam putih-biru, di bangku MTs. Yang ada di kepala saya waktu itu hanya satu rasa: tidak pantas. Siapa saya? Seorang anak yang ilmunya […] - [Takbir Terakhir Ibu, Jumat Terakhir Kakak - Rahmania Arunita](https://ruangbestari.com/takbir-terakhir-ibu-jumat-terakhir-kakak-rahmania-arunita/): Aku tiga bersaudara. Kakak pertamaku perempuan. Ia meninggal bahkan sebelum aku lahir. Namanya hanya tinggal dalam doa-doa ibu. Kakak keduaku tumbuh bersamaku. Dialah yang benar-benar membersamai hari-hariku, teman bertengkar, teman berbagi, teman diam ketika rumah terasa terlalu sunyi. Sejak kelas dua SD, aku menerima beasiswa. Kepala sekolah pernah menyebutku “otak komputer”. Aku tidak pernah merasa istimewa. Aku hanya tahu satu hal: hidup kami tidak selalu ringan. Dan jika aku tidak berusaha lebih, beban itu akan semakin berat bagi orang tuaku. Uang sakuku sering kali lebih sedikit dibanding teman-temanku. Aku belajar tersenyum saja ketika mereka membeli jajanan lebih banyak. Kelas empat SD, […] - [Sujud yang Kuteruskan - Rahmania Arunita](https://ruangbestari.com/sujud-yang-kuteruskan-rahmania-arunita/): Ibu pergi saat aku masih belajar menjadi dewasa, seragam SMA masih menyimpan tangis yang belum selesai, sejak hari itu rumah terasa terlalu luas, seolah hangatmu ikut pergi bersama waktu.   Di sudut-sudut sepi masih hidup nasihatmu, tentang sabar yang harus kupakai setiap hari, tentang senyum yang tak boleh kalah oleh luka, dan batas diri yang kau jaga untukku sebagai muslimah.   Aku tumbuh dari doa-doa yang dulu tak kupahami, dari suaramu yang lembut menenangkan gelisah, kini setiap langkah terasa mencari arah pulang, seperti anak kecil yang kehilangan genggaman tangan.   Ada cinta yang dulu terlalu malu kuucapkan, kata sayang yang selalu […] - [REVIEW NOVLET “RUMAH REMAH REMANG” KARYA HERI HALILING](https://ruangbestari.com/review-novlet-rumah-remah-remang-karya-heri-haliling/): SASTRA-Novlet “Rumah Remah Remang” karya Heri Haliling (Heri Surahman) menawarkan potret kehidupan muda yang blak-blakan, penuh dinamika emosional, dan konflik identitas dalam setting kos-kosan di Banjarmasin. Melalui narasi yang intim dan sering kali kasar, penulis membawa pembaca ke dalam dunia Rijani (Jan) dan teman-temannya yang penuh hasrat, kegagalan, dan pencarian makna dalam hubungan asmara, persahabatan, serta kepercayaan diri. Kekuatan Narasi dan Karakter Kekuatan utama novlet ini terletak pada karakterisasi yang kuat dan realistis. Setiap tokoh digambarkan dengan keunikan dan kecacatannya masing-masing: Rijani yang labil dan romantis namun mudah rapuh, Yoan yang manipulatif dan pragmatis, Nemos yang nyentrik dan impulsif, Koyat yang polos […] - [ULASAN CERPEN “TULAH” KARYA HERI HALILING DI SUARA MERDEKA, MINGGU 08 FEBRUARI 2026](https://ruangbestari.com/ulasan-cerpen-tulah-karya-heri-haliling-di-suara-merdeka-minggu-08-februari-2026/): SASTRA-Cerpen “Tulah” karya Heri Haliling merupakan sebuah kisah yang menghunjam langsung ke relung perasaan pembaca melalui tema-tema berat seperti penyakit kritis, dilema keluarga, dan rahasia masa lalu yang pahit. Cerita ini dibangun dengan narasi yang padat dan penuh ketegangan emosional, dimulai dari situasi genting di ruang ICU di mana tokoh utama, Madrovie, menghadapi kondisi putrinya, Delila, yang membutuhkan transfusi darah dengan golongan darah sangat langka, rhesus-null. Dari segi konflik, cerpen ini berlapis. Di permukaan, ada konflik medis: perjuangan mencari darah langka untuk menyelamatkan nyawa seorang anak. Namun, di balik itu, tersimpan konflik batin yang lebih dalam dan tragis: hubungan terlarang antara […] - [Terbentuknya Tim Penjelajah Otak dan Angkasa : Karya Heri Haliling](https://ruangbestari.com/terbentuknya-tim-penjelajah-otak-dan-angkasa-karya-heri-haliling/): Di sebuah kota kecil bernama Mentari Ceria, hiduplah tiga sahabat karib, yaitu Reno, Lila, dan Dito. Mereka duduk di kelas 5 SD dan punya satu kesamaan berupa main dan mencoba hal-hal baru. Namun, ada satu perbedaan yang mulai muncul sejak lima bulan lalu. Reno jadi sangat kecanduan game. Semuanya bermula saat Reno mendapatkan konsol game terbaru hadiah ulang tahun dari pamannya. Game yang ia mainkan bernama Planet X: Petualangan Tak Terbatas, sebuah permainan virtual reality yang sangat seru. Di game itu, pemain bisa membangun planet sendiri, menjelajahi galaksi, dan bertarung dengan alien jahat. Awalnya, Reno hanya bermain saat sore hari. Namun […] - [Disiplin Berbuah Prestasi: Tim Paskibra SMAN 2 Jorong Raih Juara di LOBB PEGASUS Kalsel](https://ruangbestari.com/disiplin-berbuah-prestasi-tim-paskibra-sman-2-jorong-raih-juara-di-lobb-pegasus-kalsel/): BANJARMASIN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para siswa SMAN 2 Jorong. Setelah melalui persiapan yang intensif dan kompetisi yang ketat, tim baris berbaris (Paskibra) sekolah ini berhasil meraih penghargaan dalam ajang bergengsi Lomba Olahraga Baris Berbaris (LOBB) PEGASUS se-Kalimantan Selatan. Lomba yang diselenggarakan di SMAN 4 Banjarbaru pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026 ini mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai sekolah menengah atas di provinsi ini. Apa Itu Lomba Paskibra? Definisi dan Makna di Balik Setiap Gerakan Berdasarkan informasi dari foto yang didokumentasikan, Lomba Paskibra atau Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) adalah kompetisi yang menguji keterampilan, kedisiplinan, kekompakan, dan jiwa […] - [Lapar yang Tertidur](https://ruangbestari.com/lapar-yang-tertidur/): Setelah salat magrib, aku mengambil buku antologi cerpen lalu duduk di sofa hitam dengan membaca buku itu. Perut rasanya keroncongan seperti orator yang menyuarakan keadilan di depan gedung DPR. Aku tetap fokus membaca buku. Di sampingku, istriku duduk sambil menonton sinetron favoritnya. Sengaja mulutku terbungkam walau kenyataan perutku mendemo. Terdengar suara istri memanggilku, “Mas, bangun dari magrib sampai isya masih tidur”. - [MILAD KE 20 TAHUN FLP WILAYAH JAMBI](https://ruangbestari.com/milad-ke-20-tahun-flp-wilayah-jambi-2/): Jambi – Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jambi sukses melaksanakan acara Milad ke 20 tahun dengan mengusung tema “20 Tahun Menulis, 20 Tahun Berbagi Inspirasi”, Ahad (18/01/2026) Tujuan acara ini untuk menjalin silaturahmi antara pendiri, pembina, pengurus dan anggota yang tergabung dalam Keluarga Besar Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jambi. Adapun rangkaian acaranya yaitu pembukaan tilawah, sambutan pembina/pendiri/pengurus, penampilan baca puisi, ice breaking, makan-makan, tukar kado, dan materi tips menang lomba menulis. Acara ini sangat meriah karena dihadiri oleh pendiri yaitu Kak Syarifah lestari yang menceritakan cikal bakal berdirinya FLP Wilayah Jambi berawal dari musyawarah perdana pada tanggal 8 Februari 2006 […] - [MILAD KE 20 TAHUN FLP WILAYAH JAMBI](https://ruangbestari.com/milad-ke-20-tahun-flp-wilayah-jambi/): Jambi – Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jambi melaksanakan acara MILAD KE 20 Tahun dengan mengusung tema “20 Tahun Menulis, 20 Tahun Berbagi Inspirasi”, Ahad (18/01/2026).   Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara pengurus, pembina dan anggota lingkup Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jambi. Dihadiri oleh dua pembina dan pendiri hebat yaitu Bunda Syarifah Lestari dan Bapak Berlian Santosa, serta seluruh pengurus dan anggota yang hadir berjumlah 17 orang. Adapun rangkaian acaranya yaitu pembukaan tilawah, sambutan pembina dan pengurus, tukar kado, materi tips menang lomba menulis, ice breaking, dan makan siang. Forum Lingkar Pena (FLP) bukan hanya sekadar komunitas literasi […] - [Kramadangsa sang penguasa - terinspirasi dari buku psikologi Jawa karya Darmanto Jatman](https://ruangbestari.com/kramadangsa-sang-penguasa-terinspirasi-dari-buku-psikologi-jawa-karya-darmanto-jatman/):   Aku adalah aku.. Dalam rasa ada Penutup mata, Sadar sang perasa aku bukanlah aku sebenarnya, Rasa tenang dan tentram dalam jiwa Hangus entah kemana, Kramadangsa yang merenggut semua, Utama kramadangsa Ji, ro, lu, pat, ma Capai tujuan dunia Mawas diri dilupa, Lalu lalai pada sang pencipta, Aku bukanlah aku.. Hati nurani terbius oleh nafsu, Manusia tingkat tiga Namun sifat seperti srigala, Bringas dan tak bisa puas, Manusia masa kini, Punya rasa dan kuasa Namun terbius oleh harta Kramadangsa sang pengendali Jelas buta pada hukum ilahi. Alam dirampas, bumi digali, Seakan luka semesta bisa sembuh sendiri. Lihatlah.. lautan kayu terseret sungai […] - [Laporan Tengah Malam: Sebuah Catatan yang Tercecer - Puisi Karya Raden Saett (Said Kosim)](https://ruangbestari.com/laporan-tengah-malam-sebuah-catatan-yang-tercecer-puisi-karya-raden-saett-said-kosim/): Tuhan, izinkan aku bicara tanpa perlu berpura-pura menjadi penyair, karena malam ini kepalaku lebih mirip pasar tumpah daripada sebuah sajak yang rapi. Aku datang membawa rongsokan janji yang gagal kutepati; janji untuk menjadi lebih baik, janji untuk tidak mengeluh, dan janji untuk tidak lagi menjadikan dunia sebagai satu-satunya kiblat. Aku berdiri di depan pintu-Mu dengan napas yang tersenggal-senggal, seperti pelari yang salah arah dan baru sadar bahwa garis finisnya ternyata ada di titik keberangkatan. Bolehkah aku menanggalkan semua gelar dan atribut yang kupakai di hadapan manusia? Di sini, aku ingin menjadi nol, menjadi tiada, menjadi sekadar nama yang tidak perlu dihormati. […] - [Proposal dari Neraka Kecilku - Puisi Karya Raden Saett (Said Kosim)](https://ruangbestari.com/proposal-dari-neraka-kecilku-puisi-karya-raden-saett-said-kosim/): Tuhan, aku datang lagi dengan dahi yang sok hitam, membawa proposal yang isinya tuntutan agar aku masuk surga paling depan. Lucu, ya? Aku yang mencuri waktu-Mu sepanjang hari untuk urusan dunia, tapi menagih balasan seolah-olah aku ini kekasih-Mu yang paling setia. Aku ini pedagang yang licik, Tuhan. Kuhitung setiap sujudku seperti menabung saham untuk masa depan, tapi aku lupa membayar pajak rasa syukur atas napas yang Kau pinjamkan. Aku mengemis ampunan hanya saat aku sedang ketakutan, tapi saat kenyang, aku berjalan di bumi-Mu seolah aku yang punya kerajaan. Jangan beri aku firdaus jika di sana aku masih sombong seperti ini. Lebih […] - [Proposal di Atas Aspal - Puisi Karya Raden Saett (Said Kosim)](https://ruangbestari.com/proposal-di-atas-aspal-puisi-karya-raden-saett-said-kosim/): Di persimpangan ini, Tuhan, proposal kami tak diketik di atas kertas wangi. Ia tertulis di atas kardus bekas mi instan, dibawa oleh tangan-tangan kecil yang hafal aroma asap knalpot daripada bau buku sekolah. Kami tak punya lampiran gelar atau sertifikat suci, hanya lampiran perut yang keroncongan dan telapak kaki yang pecah-pecah dimakan hari. Tuhan, apakah doa kami harus melewati birokrasi langit yang panjang? Sebab di bumi, suara kami seringkali kalah nyaring dari klakson mobil pejabat yang kacanya lebih gelap dari masa depan kami. Kami melihat kemewahan gedung-gedung yang menusuk langit, sementara kami mencangkul sisa-sisa keadilan di tempat sampah yang kian menjepit. […] - [Kramadangsa sang penguasa](https://ruangbestari.com/kramadangsa-sang-penguasa/):   Aku adalah aku.. Dalam rasa ada Penutup mata, Sadar sang perasa aku bukanlah aku sebenarnya, Kramadangsa yang merenggut semua, Rasa tenang dan tentram dalam jiwa Hangus entah kemana, Utama kramadangsa Ji, ro, lu, pat, ma Capai tujuan dunia Mawas diri dilupa.     Aku bukanlah aku.. Hati nurani terbius oleh nafsu, Manusia kelas tiga Namun sifat seperti srigala, Bringas dan tak bisa puas, Manusia masa kini pantas dijuluki manusia kelas dua, punya rasa punya kendali, Tapi buta dengan hukum sendiri Alam dirusak, bumi digali Seakan dunia mampu menyembuhkan diri sendiri Lautan kayu terseret oleh sungai yang marah Bukit meleleh atas […] - [Sebuah Proposal Untuk Tuhan - Puisi Karya Raden Saett (Said Kosim)](https://ruangbestari.com/sebuah-proposal-untuk-tuhan-puisi-karya-raden-saett-said-kosim/): Tuhan.. seperti biasa ada proposal untukMu. Untuk mencukupi kebutuhanku. Untuk memenuhi keinginanku. Dan terkadang, bolehlah sesekali untuk memanjakan nafsuku. Tuhan.. Aku butuh bantuan dana dariMu. Untuk memperindah gaya hidupku. Untuk mengisi perut buncitku. Segala rinciannya ada dalam do’a-do’a ku. Tuhan.. aku butuh solusi dari segala masalahku. Pengaduan perkara telah kusampaikan di sepertiga malamku. Bisakah kau selesaikan sendiri saja?. Ada kesibukanku yang lebih menghasilkan harta. Tuhan.. aku butuh pahala pahala itu. Dhuha dan rowatibku telah istiqomah untukMu Bisakah kah Kau rupiahkan saja?. Aku ingin membeli surgamu itu. Tuhan.. aku butuh dunia seisinya. Surat permohonannya telah kukirim lewat qobliyah subuhku. Bisakah kau masukan […] - [Sebuah Proposal Untuk Tuhan](https://ruangbestari.com/sebuah-proposal-untuk-tuhan/): Tuhan.. seperti biasa ada proposal untukMu. Untuk mencukupi kebutuhanku. Untuk memenuhi keinginanku. Dan terkadang, bolehlah sesekali untuk memanjakan nafsuku. Tuhan.. Aku butuh bantuan dana dariMu. Untuk memperindah gaya hidupku. Untuk mengisi perut buncitku. Segala rinciannya ada dalam do’a-do’a ku. Tuhan.. aku butuh solusi dari segala masalahku. Pengaduan perkara telah kusampaikan di sepertiga malamku. Bisakah kau selesaikan sendiri saja?. Ada kesibukanku yang lebih menghasilkan harta. Tuhan.. aku butuh pahala pahala itu. Dhuha dan rowatibku telah istiqomah untukMu Bisakah kah Kau rupiahkan saja?. Aku ingin membeli surgamu itu. Tuhan.. aku butuh dunia seisinya. Surat permohonannya telah kukirim lewat qobliyah subuhku. Bisakah kau masukan […] - [Pengkhianatan Gadis Kretek](https://ruangbestari.com/pengkhianatan-gadis-kretek/): Pengkhiatan ini berawal dari dua insan yang berjanji untuk merayakan cinta bersama. Dikala cinta diuji, Gadis Kretek yang penuh potensi jatuh hati pada sosok laki – laki sederhana bernama Soeraja. Secara latar belakang tidak punya kejelasan yang tertata, namun dengan buaian karisma sederhana itu meluluhkan hati Jeng Yah. Cinta pun diuji oleh hadirnya ambisi untuk membangun kretek dengan pengorbanan atas nama. Jeng Yah sosok perempuan kretek yang lihai membuat kretek enak dan manis ini pun menjulang namanya berkat kretek gadis yang ia bangun. Melihat standar strata yang berbeda, Soeraja yang terdidik dijalan meronta egonya ingin memiliki produk kretek sendiri tanpa asupan […] - [Kota Ini Terlalu Ramai, Hingga Aku Menemukan Tenang di Matamu - Cerpen Raden Saett (Said Kosim)](https://ruangbestari.com/kota-ini-terlalu-ramai-hingga-aku-menemukan-tenang-di-matamu-cerpen-raden-saett-said-kosim/): Aku tidak pernah datang ke kota ini dengan niat mencari pasangan hidup. Seperti kebanyakan orang, aku datang membawa urusan yang lebih masuk akal: kuliah, pekerjaan, dan rencana-rencana kecil tentang masa depan. Kota ini terlalu ramai untuk urusan perasaan, terlalu cepat untuk romansa yang ingin tumbuh perlahan. Setidaknya, itu yang aku pikirkan sebelum akhirnya bertemu dengannya. Pertemuan kami tidak istimewa, bahkan cenderung biasa saja. Tidak ada momen dramatis yang layak dikenang banyak orang. Hanya percakapan ringan yang mengalir tanpa rencana, lalu berlanjut ke obrolan-obrolan berikutnya. Di kota yang penuh dengan wajah baru setiap hari, ia awalnya hanyalah satu dari sekian banyak orang […] - [Gamon: Seni Merayakan Rindu yang Tak Tuntas di Era Digital](https://ruangbestari.com/gamon-seni-merayakan-rindu-yang-tak-tuntas-di-era-digital/): Gamon: Seni Merayakan Rindu yang Tak Tuntas di Era Digital Hujan di bulan Desember selalu punya cara curang untuk memanggil kenangan. Kamu sedang duduk di kedai kopi, atau mungkin berbaring di kamar sambil scrolling layar ponsel, lalu tiba-tiba satu lagu lewat di playlist. Seketika, pikiranmu melayang ke satu nama. Selamat datang di klub. Kamu sedang Gamon. Di tahun 2025 ini, kata “Gamon” sudah bukan lagi sekadar singkatan kasar. Ia telah menjadi fenomena budaya, sebuah “ritual” kolektif netizen Indonesia. Tapi pernahkah kamu bertanya, kenapa satu kata ini begitu powerful dan mengapa kita semua sepertinya susah sekali lolos dari jeratannya? Asal-Usul: Dari Tragis […] - [Penyuluhan Literasi: Membangun Budaya Literasi untuk Masyarakat Cerdas dan Berdaya](https://ruangbestari.com/penyuluhan-literasi-membangun-budaya-literasi-untuk-masyarakat-cerdas-dan-berdaya/): Menumbuhkan kesadaran literasi, Mahasiswa S2 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Gelar Kegiatan Penyuluhan Literasi Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI) Universitas Suryakancana (Unsur) menggelar penyuluhan bertema Membangun Budaya Literasi Untuk Masyarakat Cerdas dan Berdaya dengan fokus topik Rumah sebagai Sekolah Pertama Literasi: Membaca Berbicara dan Berpikir Bersama Keluarga Kegiatan ini diikuti oleh puluhan Ibu Rumah Tangga yang terdiri dari ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan ibu-ibu kelompok si Cia. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 23 Desember 2025 bertempat di Aula Desa Sukajadi Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur. Mahasiswa yang menyelenggarakan penyuluhan ini terdiri dari Tita, Cucu, Endang, […] - [Kiai Sepuh](https://ruangbestari.com/kiai-sepuh/): setapak demi setapak berjalan terbungkuk perlahan menuju tempat duduk dari rumah sederhana khalayak gubuk tubuhnya tua jiwanya muda tidak tergerus zaman semangatnya terus membara disiplin membaca konsisten menghamba pada Sang Kuasa jari jemarinya keriput girahnya tak pernah sulut berdiri kadang memakai tongkat namun soal tekad tidak kalah kuat #Nyantri #Kiai #ngaji - [Penggunaan Bahasa Gaul “Mager” di Kalangan Remaja](https://ruangbestari.com/penggunaan-bahasa-gaul-mager-di-kalangan-remaja/): Mager Antara Kemalasan dan Cermin Zaman “Mager” merupakan singkatan dari malas gerak, sebuah istilah populer yang lahir dari percakapan sehari-hari masyarakat, khususnya generasi muda. Meskipun terdengar sederhana dan santai, kata ini memiliki makna yang cukup kompleks karena mencerminkan perubahan gaya hidup, pola pikir, serta kebiasaan manusia di era modern. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, mager menjadi fenomena yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berbagai aktivitas dapat dilakukan tanpa harus banyak bergerak, seperti memesan makanan secara daring, belajar melalui perangkat digital, hingga menikmati hiburan dari rumah. Kondisi tersebut membuat mager terasa wajar dan sering kali dianggap sebagai hal yang lumrah. Dalam konteks […] - [GAJE](https://ruangbestari.com/gaje/): “GAJE” Oleh Ratu Amaliah  “Gaje, deh.” Kalimat singkat itu sering meluncur begitu saja di tengah percakapan sehari-hari. Bisa terdengar di ruang kelas, grup WhatsApp, kolom komentar media sosial, hingga obrolan santai di warung kopi. Sekilas sederhana, tetapi kata gaje menyimpan makna yang tidak sesederhana bunyinya. Di zaman serba cepat ini, manusia kerap dihadapkan pada banyak hal yang datang tanpa penjelasan utuh. Informasi berseliweran, opini saling bertabrakan, dan keputusan kadang terasa diambil begitu saja. Tidak mengherankan jika masyarakat terutama generasi muda menciptakan istilah untuk menamai situasi tersebut. Salah satunya: gaje. Apa itu gaje? Gaje merupakan bentuk singkatan dari frasa “gak jelas.” Secara […] - [latar belakang](https://ruangbestari.com/latar-belakang/): kata kata indah konon tercipta dari luka tidak berdarah, tapi perih rasanya terbingkai dari tulusnya jiwa tentang cinta, pengorbanan, keputus-asaan apa sajalah bisa disebutkan latar belakang merah - [kembali bertemu](https://ruangbestari.com/kembali-bertemu/): selepas berpulanmu kami harap, semoga ada penggantimu setelah kepergianmu kami harap, semoga kami baik-baik saja, tanpamu lancang sekali rasanya bila, kami berkata kami telah kehilanganmu karena sesungguhnya kau milik Tuhan kepada-Nya lah kau, kami dan mereka dikembalikan setelah kepergianmu rasanya, kami teramat kehilangan bukan hanya kami, mereka juga merasakan hal yang sama, perasaan kehilangan ingin, sekali rasanya kami memandangmu lagi memandangmu lagi mencium tanganmu duduk bersamamu ingin sekali rasanya mengulang kembali segala kenangan bersamamu kami sadar, kami bukan siapa-siapa tanpamu kami sadar, kami sedang tidak baik-baik saja selepas terdengar kabar wafatnya dirimu semoga, kelak kami dan dirimu dapat kembali bertemu teruntuk […] - [Dosa - Puisi Karya Muhammad Ichsan Siregar](https://ruangbestari.com/dosa-puisi-karya-muhammad-ichsan-siregar/): Aku adalah manusia. Lahir dengan bersih. Ketika aku tumbuh dewasa, Aku mulai merasa tidak seperti dulu lagi. Aku mulai ada dosa. Setiap kali melangkah, Aku selalu melakukan dosa. Aku tidak sadar berapa banyak dosa yang sudah ada. Apakah aku meninggal dengan meninggalkan dosa. Ataukah meninggal dalam keadaan bersih. Seperti aku lahir.   Surabaya, 24 Desember 2025 - [Melampaui Takdir: Pendidikan Islam dan Kesadaran Kebencanaan di Sumatera](https://ruangbestari.com/melampaui-takdir-pendidikan-islam-dan-kesadaran-kebencanaan-di-sumatera/): Sumatra merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerentanan bencana alam tertinggi di Indonesia, termasuk gempa bumi tektonik, tsunami, banjir, longsor, dan letusan gunung berapi. Kerentanan geografis ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi dan korban jiwa, tetapi juga membentuk lanskap sosial, budaya, dan agama masyarakat setempat. Dalam konteks masyarakat Sumatra, yang secara historis dan sosiologis memiliki dasar Islam yang kuat, bencana alam tidak hanya dipahami sebagai fenomena geofisik, tetapi juga sebagai peristiwa yang memiliki makna religius. Namun, hubungan antara Islam, bencana, dan pendidikan masih menghadapi masalah konseptual yang serius, terutama ketika interpretasi teologis tidak terintegrasi secara produktif dengan upaya pendidikan dan mitigasi. […] - [Setitik Harapan Mentari](https://ruangbestari.com/setitik-harapan-mentari/): Di desa kecil ada sekolah namanya SD Pelita Hati. Mentari suka sekali sekolahnya, tapi ia sedih melihat pagar sekolah yang miring dan cat dinding yang sudah kusam.Kepala sekolahnya, Pak Abdi, adalah orang paling baik sedunia. Tapi hari ini, Pak Abdi terlihat sangat murung. Ia berdiri sambil memegang sapu, menatap atap sekolah yang bocor. “Pak Abdi, kenapa Bapak sedih?” tanya Mentari dengan suara pelan. Pak Abdi berjongkok dan menghela napas. “Sekolah kita butuh banyak perbaikan, Mentari. Tapi Bapak tidak tahu harus mulai dari mana.” Mendengar itu, hati Mentari ikut berat. Ia berjalan ke taman bermain. Ayunan besi di sana berkarat dan tali […] - [HTS (Hubungan Tanpa Status)](https://ruangbestari.com/hts-hubungan-tanpa-status/): “Kita apa, sih? Teman, tapi kok lebih dari teman? Pacar, tapi kok nggak pernah bilang jadian?” Begitulah kalimat yang mungkin sering terdengar dari seseorang yang sedang terjebak dalam hubungan HTS (Hubungan Tanpa Status). Fenomena ini seolah menjadi bagian dari dinamika kehidupan anak muda masa kini, yang lebih memilih “mengalir saja” dibanding memberi kepastian. Budaya digital dan komunikasi daring ikut memperkuat istilah HTS. Percakapan lewat pesan singkat, panggilan video, atau emoji hati yang dikirim tiap malam menumbuhkan rasa memiliki tanpa ada kata “resmi”. Tak jarang, hubungan ini berjalan lama, bahkan terasa seperti hubungan pasangan sungguhan hanya tanpa pengakuan. Dalam kajian linguistik, HTS […] - [BETE](https://ruangbestari.com/bete/): “BETE” Cucu Nurajijah “Gue lagi bete nih, jangan ganggu!”. Seringkali kita menemui orang berucap dengan kata “bete” tersebut, hal ini mencerminkan fenomena menarik di kalangan masyarakat modern, khususnya generasi muda, cenderung mencari cara yang lebih kasual dan less formal untuk mengekspresikan emosi. Dibandingkan dengan kata baku seperti “kesal”, “jengkel”, atau “murung”, kata “bete” terasa lebih ringan, lebih santai, dan lebih humanis. Istilah “bete” merupakan akronim dari bahasa Inggris “bad temper” atau “boring time” yang kemudian mengalami penyesuaian fonologis dalam bahasa Indonesia gaul. Ada pula yang mengaitkannya dengan “bad mood”. Menariknya, kata ini telah mengalami proses naturalisasi sedemikian rupa sehingga terasa sangat […] - [Kurikulum yang Sering Berganti dan Dampaknya terhadap Dunia Pendidikan](https://ruangbestari.com/kurikulum-yang-sering-berganti-dan-dampaknya-terhadap-dunia-pendidikan/): Kurikulum merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan karena menjadi acuan dalam proses pembelajaran. Namun, di Indonesia kurikulum sering mengalami perubahan dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi ini menimbulkan berbagai pandangan di kalangan pendidik, peserta didik, dan masyarakat. Pergantian kurikulum yang berulang menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan kesiapan dunia pendidikan dalam menghadapinya.Pergantian kurikulum biasanya dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan kebutuhan masyarakat, serta tuntutan global. Selain itu, evaluasi terhadap kurikulum sebelumnya yang dianggap belum mampu mencapai tujuan pendidikan secara optimal juga menjadi alasan utama perubahan. Kebijakan pemerintah yang mengikuti dinamika sosial dan ekonomi turut memengaruhi arah perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum […] - [Puisi](https://ruangbestari.com/puisi/): **Rasa** Aku mengeja rasa seperti membaca hujan yang jatuh diam-diam di dada langit.   Ia tak bersuara, namun menggema di sudut-sudut sunyi yang tak pernah berani kusebutkan.   Rasa adalah jarak antara rindu dan ikhlas, tempat hati belajar bernapas tanpa kepastian.   Kadang ia manis seperti doa yang diaminkan pelan, kadang pahit seperti kehilangan yang belum selesai.   Aku menyimpannya di lipatan waktu, bersama detak yang tak sempat pulang, dan namamu yang terus bersemi dalam diamku.   —     - [Untukmu Sumatera](https://ruangbestari.com/untukmu-sumatera/): Hari-harimu berubah… Kondisi yang dulu asri, Sekarang porak-poranda… Apakah alam murka…   Kenapa ini bisa terjadi… Untuk pulau sumatera, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat berubah… Kondisi yang terjadi saat ini sangat menyedihkan… Oh sumatera…   Ampunilah kami yang telah berbuat salah… Kami ingin semuanya menjadi seperti semula dan tersenyum lagi… Untukmu sumatera… Pulau yang kami cintai….   Reff Sumatera yang kami cintai… Sumatera yang asri… Oh pulau sumatera… Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat…   Ampunilah kami telah berbuat salah Kami ingin semuanya menjadi seperti semula dan tersenyum lagi… Untukmu sumatera, Pulau yang kami cintai….  I Love Sumatera, I Love Indonesia   […] - ["PICK ME"](https://ruangbestari.com/pick-me/): Dalam era media sosial yang semakin berkembang pesat, muncul berbagai istilah dan fenomena budaya yang mencerminkan dinamika interaksi sosial masa kini. Salah satu istilah yang belakangan ini viral dan banyak diperbincangkan adalah “pick me” atau “pick me girl/boy”. Fenomena ini telah menjadi topik hangat di berbagai platform digital, dari Instagram, TikTok hingga X, memicu perdebatan tentang perilaku sosial, validasi eksternal, dan konstruksi identitas di era modern. Istilah “pick me” merujuk pada seseorang yang secara konsisten berusaha membedakan dirinya dari kelompok gendernya sendiri dengan cara merendahkan kelompok tersebut, dengan tujuan mendapatkan perhatian atau validasi dari lawan jenis. Fenomena ini bukan sekadar perilaku […] - [MBG (Makan Bergizi Gratis)](https://ruangbestari.com/mbg-makan-bergizi-gratis/): Makanan bergizi memang sudah familiar di era ini, namun ada kata baru yang lahir atas kebijakan pemerintah di periode pemerintahan Presiden Prabowo, yaitu MBG atau makan bergizi gratis. MBG dialokasikan untuk seluruh siswa di setiap sekolah yang ada di Indonesia. Menurut pemerintah, tujuan makan bergizi gratis adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dengan mengatasi masalah gizi seperti stunting dan malnutrisi, khususnya pada anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui, melalui pemenuhan gizi sejak dini sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan SDM unggul, cerdas, dan produktif demi masa depan bangsa. Pada praktiknya MBG ini berada di bawah naungan Badan […] - [MASALAH SOSIAL DAN PEGENDALI SOSIAL : MARAKNYA JUDI ONLINE DI KALANGAN REMAJA DAN MAHASISWA MAKASSAR](https://ruangbestari.com/masalah-sosial-dan-pegendali-sosial-maraknya-judi-online-di-kalangan-remaja-dan-mahasiswa-makassar/): Kita pasti tidak asing lagi dengan kata “judi”. Menurut KBBI, judi adalah permainan dengan memakai uang atau barang berharga sebagai taruhan (seperti main dadu, kartu), dan merupakan pangkal berbagai bentuk kejahatan buntut perjudian liar (dengan cara menebak nomor akhir dari undian resmi). Judi sudah ada dari berabad-abad yang lalu dan seiring perkembangan zaman judi bukan hanya sekadar bertemu dan melakukan judi tersebut, tapi secara online judi pun bisa dilakukan. Dan itulah yang sedang marak digandrungi oleh remaja dan mahasiswa saat ini. Mereka menggunakan uang jajan mereka bahkan sampai rela meminjam uang kepada teman ataupun rentenir demi bermain judi online.   Fenomena […] - [Merajut Kepekaan Diri dalam Dunia yang Kian Membeku](https://ruangbestari.com/merajut-kepekaan-diri-dalam-dunia-yang-kian-membeku/): Oleh: Luthfi Azizan Di sebuah senja yang kian pekat, ketika langit Jakarta atau entah kota mana pun merayap perlahan ditelan temaram, kita seringkali menemukan diri kita sendiri. Terjebak dalam riuhnya suara notifikasi ponsel, di antara deru mesin-mesin yang tak pernah lelah bekerja, atau dalam keheningan yang justru terasa ramai dengan pikiran sendiri. Dunia, seolah-olah, telah belajar cara tercepat untuk berputar, namun lupa cara paling sederhana untuk merasa. Kita hidup di zaman di mana informasi mengalir seperti air bah, namun kasih sayang terasa semakin mengering. Kisah-kisah pilu melintas di layar gawai kita, hanya untuk lenyap ditelan berita viral berikutnya. Ada kecelakaan di […] - [Al-Ghazali: Sang Hujjatul Islam](https://ruangbestari.com/al-ghazali-sang-hujjatul-islam/): Oleh: Luthfi Azizan Jauh di abad ke-11 Masehi, di sebuah desa bernama Tus, di Persia yang indah namun sunyi, lahirlah seorang anak yang kelak akan mengguncang peradaban. Namanya Abu Hamid Muhammad. Sebuah daerah yang sederhana, jauh dari gemerlap Baghdad, namun dari rahimnya terbitlah “lentera” yang akan menerangi kegelapan intelektual dan spiritual di seluruh dunia Islam. Anak itu tumbuh menjadi seorang yang digelari “Hujjatul Islam”—Pembela Agama Islam. Seorang yang mampu menari di atas samudra ilmu, dari fiqh yang kaku hingga filsafat yang rumit, dari logika yang presisi hingga tasawuf yang penuh kelembutan. Kisah Al-Ghazali adalah sebuah epik tentang pencarian kebenaran yang tak […] - [Transfromasi Budaya Dari Kelisanan Primer ke Kelisanan Sekunder](https://ruangbestari.com/transfromasi-budaya-dari-kelisanan-primer-ke-kelisanan-sekunder/): Transformasi Budaya dari Kelisanan Primer Ke Kelisanan Sekunder Ainun Mutmainna Universitas Negeri Makassar,Indonesia   Abstrak Penelitian ini menganalisis transformasi budaya masyarakat dari era kelisanan primer menuju kelisanan sekunder, yang ditandai dengan munculnya dan dominasi teknologi komunikasi elektronik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memahami perubahan fundamental dalam cara manusia memproduksi, menyimpan, dan mendistribusikan informasi serta pengetahuan akibat adopsi teknologi tersebut. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana media elektronik merekonfigurasi sensibilitas oralitas dalam masyarakat modern yang sebelumnya didominasi oleh budaya baca-tulis (literasi). Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis, merujuk pada konsep-konsep kunci dari Walter J. Ong dan […] - [Transformasi Budaya dari Kelisanan Primer Ke Kelisanan Sekunder](https://ruangbestari.com/transformasi-budaya-dari-kelisanan-primer-ke-kelisanan-sekunder/): Transformasi Budaya dari Kelisanan Primer Ke Kelisanan Sekunder Ainun Mutmainna Universitas Negeri Makassar,Indonesia   Abstrak Penelitian ini menganalisis transformasi budaya masyarakat dari era kelisanan primer menuju kelisanan sekunder, yang ditandai dengan munculnya dan dominasi teknologi komunikasi elektronik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memahami perubahan fundamental dalam cara manusia memproduksi, menyimpan, dan mendistribusikan informasi serta pengetahuan akibat adopsi teknologi tersebut. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana media elektronik merekonfigurasi sensibilitas oralitas dalam masyarakat modern yang sebelumnya didominasi oleh budaya baca-tulis (literasi). Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis, merujuk pada konsep-konsep kunci dari Walter J. Ong dan […] - [Kapan Hari Guru Menjadi Hari Kepastian Ekonomi?](https://ruangbestari.com/kapan-hari-guru-menjadi-hari-kepastian-ekonomi/): Oleh: Luthfi Azizan November selalu datang dengan serangkaian perayaan yang agung. Aroma kepahlawanan meruap dari setiap sudut kota, menguar bersama angin. Kita mengenang para pejuang, melafalkan puisi-puisi tentang pengorbanan, dan mengibarkan bendera tinggi-tinggi. Di tengah riuhnya parade ini, terselip sebuah hari lain yang tak kalah sakral: Hari Guru. Lagu “Hymne Guru” dan slogan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” selalu berkumandang, merdu di telinga, menghangatkan hati. Namun, di balik seremonial yang manis itu, tersimpan bisikan sunyi yang tak pernah diundang ke panggung utama: bisikan tentang kepastian ekonomi yang jauh dari kata layak. Maka, sudah saatnya kita bertanya, dengan suara yang lebih lantang dari […] - [Bahtera Remaja di Laut Waktu](https://ruangbestari.com/bahtera-remaja-di-laut-waktu/): ini Remaja ibarat titik-titik embun yang bergerak lembut di tepi daun pagi, Menangkap sinar dalam kesunyian fajar yang masih diselimuti kelabu. Mereka seperti gelombang yang berbicara lirih kepada pasir yang merindu, Membentuk jejak yang segera lenyap sebelum cahaya petang menyentuh bumi. Di dalam dada mereka tersimpan taman tersembunyi dengan bunga yang tumbuh meski badai datang, Perpaduan warna dari luka dan kegembiraan berpadu dalam irama sunyi. Setiap momen terasa seperti butir emas yang meluncur di langit luas, Mengajak mereka berani melangkah dan menyalakan semangat dalam tiap hembusan hidup. Masa remaja adalah bahtera yang bergerak di lautan waktu, Kadang terhempas gelombang, kadang menari […] - [Kelisanan dan Keaksaraan dalam Penyebaran Kebudayaan dan Pengetahuan](https://ruangbestari.com/kelisanan-dan-keaksaraan-dalam-penyebaran-kebudayaan-dan-pengetahuan/):   Bahasa manusia pada awalnya sepenuhnya bersifat lisan sebelum berkembang menjadi tulisan. Walter J. Ong menjelaskan bahwa kelisanan merupakan bentuk komunikasi yang mengandalkan suara dan interaksi verbal secara langsung. Proses kelisanan tidak hanya sekadar pengucapan, melainkan melibatkan ingatan, improvisasi, dan interaksi sosial yang hidup dan dinamis. Tulisan, yang kemudian muncul, bukanlah pengganti kelisanan, melainkan media yang memperkuat tradisi lisan tersebut, karena tulisan lahir dari ingatan dan kesadaran budaya yang sebetulnya telah tersimpan secara oral. Dalam tradisi lisan, pengungkapan informasi menggunakan pola-pola mnemonik seperti ritme dan aliterasi, yang memudahkan pemeliharaan narasi secara kolektif. Kelisanan bersifat partisipatif dan komunikatif dalam konteks sosial sehari-hari. […] - [Jejak Mimpi Sarjana Ekonomi Islam STEBI AL-MUHSIN, Yogyakarta](https://ruangbestari.com/jejak-mimpi-sarjana-ekonomi-islam-stebi-al-muhsin-yogyakarta/): Oleh: Luthfi Azizan Sleman, 10 Oktober 2025 — Di bawah langit pagi Sleman yang masih malu-malu menyambut musim hujan, sebuah perayaan sederhana namun sarat makna berlangsung. Bukan di balairung megah berkarpet tebal, bukan juga di bawah terop mewah pernikahan, melainkan di Aula Pondok Pesantren Al-Mubaarok, Turi, Sleman. Di tempat yang wangi petuah dan kesahajaan itu, Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Islam (STEBI) Al-Muhsin Yogyakarta mengukuhkan 60 sarjana terbaiknya dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana S1 ke-IV. Enam puluh pasang mata itu, sebagian besar adalah pemuda-pemudi yang datang dari berpuluh-puluh kampung nun jauh di seberang pulau, kini duduk tegak, siap menerima gelar yang […] - [Fungsi Kelisanan Dalam Pembentukan Narasi Koltektif Masyarakat Lisan](https://ruangbestari.com/fungsi-kelisanan-dalam-pembentukan-narasi-koltektif-masyarakat-lisan/): Fungsi Kelisanan dalam Pembentukan Narasi Kolektif Masyarakat Lisan Abstrak Kelisanan merupakan aspek fundamental dalam pembentukan narasi kolektif di masyarakat lisan. Melalui tradisi lisan, nilai, sejarah, dan identitas budaya diwariskan secara turun-temurun tanpa media tertulis. Artikel ini mengkaji fungsi kelisanan dalam memperkuat narasi kolektif sebagai fondasi sosial dan kultural masyarakat lisan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menelaah literatur terkini selama lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelisanan tidak hanya menjaga kontinuitas budaya, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan mengadaptasi narasi terhadap perubahan zaman. Artikel ini menggarisbawahi pentingnya kelisanan dalam menjaga identitas dan keberlangsungan narasi kolektif di era […] - [Peran Interaksi Budaya Lisan dan Keaksaraan Digital dalam Membangun Identitas Budaya Generasi Muda di Media sosial](https://ruangbestari.com/peran-interaksi-budaya-lisan-dan-keaksaraan-digital-dalam-membangun-identitas-budaya-generasi-muda-di-media-sosial/): Generasi muda saat ini hidup di persimpangan dua dunia: warisan budaya lisan yang kaya dan lanskap digital yang terus berkembang pesat. Budaya lisan, sebagai tulang punggung pewarisan nilai, sejarah, dan tradisi, secara historis ditransmisikan melalui interaksi tatap muka, cerita, dan pertunjukan (Yusri, 2025). Namun, munculnya media sosial dan teknologi digital telah mengubah cara komunikasi dan interaksi secara fundamental. Perubahan ini membawa tantangan dan peluang dalam pembentukan identitas budaya. Masalah utamanya adalah bagaimana generasi muda, yang tumbuh dalam ekosistem digital, dapat mempertahankan dan mengekspresikan identitas budaya mereka di tengah arus informasi global yang masif. Penelitian terdahulu telah banyak mengkaji aspek literasi digital, […] - [Memahami Realitas Manusia Dalam Kelisanan Dan Keaksaran](https://ruangbestari.com/memahami-realitas-manusia-dalam-kelisanan-dan-keaksaran/): Buku klasik Walter J. Ong, Kelisanan dan Keaksaraan: Teknologi Kata (aslinya Orality and Literacy: The Technologizing of the Word), menawarkan wawasan mendalam tentang bagaimana mode komunikasi utama—dari lisan murni ke tulisan, dan kemudian ke era elektronik—telah membentuk kesadaran, pola pikir, dan budaya manusia secara fundamental. Ong berpendapat bahwa peralihan dari budaya lisan (oralitas primer) ke budaya aksara (literasi) bukanlah sekadar perubahan media, tetapi merupakan transformasi kognitif yang signifikan dalam sejarah peradaban manusia. Hakikat Budaya Lisan Primer Dalam masyarakat yang sepenuhnya lisan, yang disebut Ong sebagai “oralitas primer”, di mana tulisan sama sekali tidak dikenal, realitas dan pengetahuan sepenuhnya bergantung pada suara […] - [HUBUNGAN KELISANAN DAN KEAKSARAN DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA](https://ruangbestari.com/hubungan-kelisanan-dan-keaksaran-dalam-pembentukan-identitas-budaya/): Dalam kajian budaya dan linguistik, konsep kelisanan (oralitas) dan keaksaraan (literasi) sering kali menjadi titik tolak untuk memahami bagaimana masyarakat membentuk identitas mereka. Kelisanan Merujuk pada tradisi komunikasi lisan yang bergantung pada ingatan, tuturan cerita, dan interaksi langsung, sedangkan keaksaraan melibatkan penggunaan tulisan sebagai alat penyimpanan dan penyebaran pengetahuan. Hubungan antara keduanya tidaklah sederhana; keduanya saling mempengaruhi dan berkontribusi dalam pembentukan identitas budaya. Esai ini akan menganalisis bagaimana kelisanan dan keaksaraan berinteraksi dalam proses ini, dengan fokus pada peran mereka dalam mempertahankan, mentransformasi, dan membangun identitas budaya melalui contoh-contoh sejarah dan kontemporer.   Untuk memahami konteks ini lebih dalam, penting untuk […] - [Ijazah Sejati di Rimba Nasib](https://ruangbestari.com/ijazah-sejati-di-rimba-nasib/): Oleh: Luthfi Azizan Di sebuah negeri yang selalu riuh dengan suara bel sekolah dan hiruk-pikuk buku pelajaran, kita dibesarkan dengan sebuah ritual yang baku: Belajar dulu, baru ujian. Kita dijejali rumus, hafalan, dan teori, seolah-olah hidup adalah soal pilihan ganda yang jawabannya sudah tersedia di halaman terakhir buku. Kemudian, tibalah sebuah kertas tebal bernama Ijazah, yang seolah menyatakan: Perjuangan selesai. Kau lulus. Namun, di luar pagar sekolah, di rimba nasib yang sesungguhnya, ritmenya terbalik, bahkan terkesan kejam: Ujian dulu, baru belajar. Hidup melemparkan persoalan tanpa pemberitahuan, tanpa kisi-kisi, tanpa guru yang siap membimbing di setiap langkah. Kita dipecat sebelum sempat belajar […] - [BUDAYA LISAN PRIMER MENURUT WALTER J. ONG: SUARA DALAM RELEVANSI MODERN](https://ruangbestari.com/budaya-lisan-primer-menurut-walter-j-ong-suara-dalam-relevansi-modern/): Walter J. Ong dalam bukunya “Orality and Literacy” (1982) memperkenalkan gagasan tentang budaya lisan primer, di mana masyarakat sepenuhnya mengandalkan komunikasi lisan sebelum tulisan muncul. Bagi Ong, lisan bukan cuma alat bicara ia membentuk cara kita berpikir. Di masyarakat seperti itu, pengetahuan tersimpan dalam ingatan bersama, disampaikan lewat suara, dan diwujudkan melalui narasi lisan seperti cerita, mitos, nasihat, dan puisi (Ong, 1982). Ini menciptakan pola pikir yang aditif (menambah alih-alih mengurai), berulang-ulang untuk memperkuat memori, dan partisipatif—di mana pendengar ikut aktif membangun makna bersama pembicara. Di Indonesia, teori Ong ini sangat berguna. Ambil contoh masyarakat adat Baduy: penelitian Winursiti dkk. (2024) […] - [MENGAPA KITA MASIH BUTUH KELISANAN DI ERA SERBA TULIS](https://ruangbestari.com/mengapa-kita-masih-butuh-kelisanan-di-era-serba-tulis/): Di tengah kemajuan komunikasi digital, kita hidup dalam dunia yang penuh dengan teks: pesan singkat, caption , komentar, dan dokumen yang terus muncul di layar ponsel. Seolah-olah budaya menulis menjadi penguasa baru dalam kehidupan modern. Namun, jika kita memperhatikan lebih jauh, berbicara tetap ada. Kita masih berbicara , mendengar , berdiskusi, dan bercerita. Terlebih lagi, dalam banyak situasi, berbicara tetap penting untuk membangun hubungan, memahami informasi , dan menjaga kebudayaan masyarakat.Lalu mengapa berbicara masih dibutuhkan di era yang semuanya berbentuk tulisan? Jawabannya lebih dalam dari sekedar “karena kita butuh berbicara”. Berbicara adalah bagian yang tak terpisahkan dari sifat kemanusiaan kita—dan justru […] - [KETIKA TRADISI LISAN BERTEMU BUDAYA TULIS](https://ruangbestari.com/ketika-tradisi-lisan-bertemu-budaya-tulis/): Pertemuan antara budaya lisan dan tulisan telah selalu menjadi arena diskusi yang dinamis dalam sejarah manusia. Kedua metode menyampaikan pengetahuan ini bukan sekadar dua media yang berbeda, tetapi juga dua cara yang berlawanan untuk memahami dan melihat dunia. Tradisi lisan adalah warisan tertua, sebuah cara yang memberikan kesempatan bagi manusia untuk menyampaikan nilai-nilai, cerita, dan identitas secara turun-temurun melalui ucapan, pertunjukan, dan keadaan sosial. Di sisi lain, budaya tulis memperkenalkan kejelasan, dokumentasi, serta kemampuan untuk melintasi waktu dan ruang yang lebih luas. Ketika kedua tradisi ini saling bertemu, terjadi perubahan dan transformasi dalam cara manusia mengingat, belajar, dan membangun peradaban. Menurut […] - [AWAL KESADARAN MANUSIA AKAN PENTINGNYA TRADISI LISAN DALAM PELESTARIAN SEJARAH](https://ruangbestari.com/awal-kesadaran-manusia-akan-pentingnya-tradisi-lisan-dalam-pelestarian-sejarah/): Sejarah tidak muncul begitu saja; ia merupakan hasil dari usaha manusia untuk mengingat, memahami, dan mewariskan pengalaman dari satu generasi ke generasi lainnya. Sebelum tulisan ada, bahkan sebelum kertas dan tinta menjadi sarana utama untuk menyimpan informasi, manusia telah memanfaatkan kata-kata. Tradisi lisan adalah alat pertama yang membuat pengalaman—seperti keberhasilan, kegagalan, mitos penciptaan, dan nilai-nilai moral—dapat terus diingat oleh masyarakat. Sejarawan Jack Goody (1986) menyatakan bahwa tradisi lisan adalah “alat awal yang digunakan manusia untuk mendokumentasikan dunia dan diri mereka. ” Dengan kata lain, kesadaran bahwa pengalaman perlu diingat dan diwariskan adalah langkah pertama yang membentuk budaya, karakter bersama, dan identitas […] - [MEMBACA DUNIA, MENDENGAR BUDAYA](https://ruangbestari.com/membaca-dunia-mendengar-budaya/): Dalam zaman modern yang cepat ini, banyak orang merasa bahwa memahami dunia hanya perlu dilakukan dengan membaca: baik itu berita, data, fenomena sosial, situasi politik, atau peluang ekonomi. Dunia terlihat seperti teks besar yang siap untuk ditafsirkan. Namun, dunia tidak hanya terdiri dari paragraf, angka, dan konsep; ia juga penuh dengan suara—suara masyarakat, cerita yang disampaikan, pelajaran dari generasi sebelumnya, dan ekspresi budaya yang hidup dalam tradisi lisan. Oleh karena itu, hanya membaca dunia saja tidak cukup. Untuk memahami manusia secara menyeluruh, kita juga perlu mendengarkan budaya. Pandangan bahwa dunia perlu dibaca dan didengar sangat sejalan dengan pemikiran Walter J. Ong […] - [SAAT SUARA DAN TULISAN BEREBUT RUANG MAKNA](https://ruangbestari.com/saat-suara-dan-tulisan-berebut-ruang-makna/): Dalam kehidupan manusia, bahasa berfungsi lebih dari sekadar komunikasi; ia juga merupakan cara utama dalam membentuk pola pikir. Walter J. Ong, seorang intelektual yang menekankan hubungan antara kelisanan dan keaksaraan, memandang bahasa—baik yang diucapkan maupun yang tertulis—sebagai teknologi mental yang membangun kesadaran manusia. Pemikirannya menjadi penting ketika kita memperhatikan dinamika komunikasi masa kini yang ditandai oleh persaingan halus antara suara dan tulisan dalam memperebutkan makna. Di tengah transformasi media dan budaya, suara dan tulisan tidak hanya ada berdampingan, tetapi juga saling berkompetisi, saling memengaruhi, bahkan saling meniru. Sejak awal, kelisanan telah menjadi cara utama dalam interaksi manusia. Melalui suara, orang dapat […] - [MEMAKNAI TULISAN SEBAGAI TEKNOLOGI DALAM HUBUNGAN KELISANAN DAN KEAKSARAAN](https://ruangbestari.com/memaknai-tulisan-sebagai-teknologi-dalam-hubungan-kelisanan-dan-keaksaraan/): Tulisan merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah perkembangan umat manusia. Ia bukan hanya alat untuk menuliskan bahasa, tetapi juga teknologi yang sangat berpengaruh terhadap cara manusia berpikir, berkomunikasi, dan mengumpulkan pengetahuan bersama. Dalam kajian Walter J. Ong tentang kelisanan dan keaksaraan, tulisan dianggap sebagai teknologi yang memiliki dampak besar terhadap aspek kognitif, sosial, dan budaya manusia. Memandang tulisan sebagai teknologi membantu kita menyadari bahwa keaksaraan bukan sekadar keterampilan mekanis, tetapi perubahan cara manusia memandang bahasa serta dunia sekitarnya. Untuk memahami peran tulisan dalam hubungan antara kelisanan dan keaksaraan, kita perlu melihat bagaimana tulisan sebagai teknologi membentuk cara berpikir, struktur pengetahuan, […] - [Jejak Hati di Kanvas Jiwa](https://ruangbestari.com/jejak-hati-di-kanvas-jiwa/): Oleh: Luthfi Azizan Di sebuah sudut negeri yang penuh dengan debu kapur dan wacana pendidikan yang riuh rendah, kita sering lupa bahwa sekolah—atau bahkan rumah—seharusnya bukan tempat mengisi tempayan kosong. Tugas kita, para pendidik dan orang tua, jauh lebih mulia dari itu. Kita adalah penjaga galeri, berdiri di samping seniman kecil yang sedang bersiap melukis Kanvas Jiwa-nya sendiri. Dr. Fahruddin Faiz, dalam ceramah filsafatnya, telah mengingatkan kita tentang keajaiban ini, yang dia sadur dari Maria Montessori: Anak bukanlah beban, melainkan kunci emas bagi peradaban yang kita impikan. Jika kita ingin masa depan yang unggul, kita harus menghentikan kebiasaan mengisi tempayan dan […] - [KETIKA BAHASA GAUL MENJADI BUDAYA DIGITAL](https://ruangbestari.com/ketika-bahasa-gaul-menjadi-budaya-digital/): Dalam era digital saat ini, bahasa gaul telah berkembang menjadi bagian integral dari kehidupan remaja dan komunitas daring. Fenomena ini tidak hanya terbatas pada bentuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga telah meresap ke dalam budaya digital yang membentuk identitas sosial dan kebahasaan generasi muda. Bahasa gaul di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter menjadi sarana ekspresi diri, alat untuk menunjukkan keanggotaan kelompok, serta cerminan tren global yang mengglobalisasi penggunaan bahasa di kalangan remaja Indonesia (Ahmad et al., 2025). bahasa gaul di media sosial dan platform digital lain memudahkan remaja dalam membangun dan mengekspresikan identitas mereka. Mereka menggunakan kata-kata, frasa, dan istilah […] - [Narasi dan budaya lisan](https://ruangbestari.com/narasi-dan-budaya-lisan/): NARASI DAN BUDAYA LISAN Meskipun ditemukan di semua budaya dari segi- segi tertentu narasi lebih berfungsi luas dalam budaya lain. Lisan primer ketimbang dalam budaya lain pertama- tama dalam budaya lisan primer, seperti yang di kemukakan oleh Havelock[1978a; bdgk1963] pengetahuan tidak dapat di kelola dalam kategori kategori kurang lebih bersifat abstrak dan ilmiah. Budaya lisan tidak dapat menghasilkan kategori- kategori seperti itu, jadi gunakan lah tindakan manusia untuk menyimpan, menata dan mengomunikasikan sebagian besar yang mereka ketahui. Kedua narasi sangat penting dalam budaya lisan primer karena bisa mengangkat sejumlah besar adat dan pengetahuan dalam bentuk naratif, panjang besar, dan cukup tahan […] - [Melonggokkan Sampah Pengetahuan](https://ruangbestari.com/melonggokkan-sampah-pengetahuan/): Pada akhirnya tinggal belatung yang akan beranak-pinak Di otak yang kita penuhi dengan sampah Menguliti aib saudara Ngoceh topik yang tak penting Menghabiskan umur di sosial media Menjejali dengan hal yang berbau tahayul Sudah mendarah, mendaging, bahkan menulang katanya Padahal dihadapan laju informasi, keterbukaan, dan kemudahan Semakin mudah kita raih Namun akal waras lebih memilih bangkai Mengaratkan isi kepala Menumpulkan ingatan Kemalasan yang tetap kita pelihara Akal waras kita sebenarnya menyadari betul Mana pengetahuan dan mana bangkai Hingga diakhir kita baru sadar Semakin tertinggal, semakin tolol   Bukit Subur, 21 November 2025   - [Awal Mula Keaksaraan](https://ruangbestari.com/awal-mula-keaksaraan/):                                                                                                  AWAL MULA KEAKSARAAN Ketika suatu bentuk tulisan lengkap, baik berupa sistem alfabet maupun non-alfabet, pertama kali hadir dalam sebuah masyarakat dari lingkungan luar, kehadirannya awalnya hanya digunakan pada bidang-bidang tertentu dan membawa berbagai dampak serta konsekuensi. Pada tahap awal, tulisan kerap dipandang sebagai alat yang memiliki kekuatan magis dan bersifat rahasia (Goody, 1968b: […] - [KELOMPOK TEKSTUALIS DAN DEKONSTRUKSIONIS](https://ruangbestari.com/kelompok-tekstualis-dan-dekonstruksionis/): Perkembangan pengetahuan mengenai dinamika psikologis antara kelisanan dan keaksaraan berpengaruh pula pada karya para pemikir yang dapat disebut sebagai kaum tekstualis—antara lain A.J. Greimas, Tzvetan Todorov, Roland Barthes, Philippe Sollers, Jacques Derrida, Michel Foucault, dan Jacques Lacan (Hawkes, 1977). Para filsuf-kritikus ini, yang banyak berakar pada tradisi fenomenologi Husserl, menaruh perhatian khusus pada teks, terutama teks cetak modern sejak era Romantisisme. Era tersebut dipandang penting karena dianggap menandai munculnya jenis kesadaran baru yang berkaitan dengan semakin terinternalisasinya budaya cetak serta meredupnya tradisi retorika kuno (Ong, 1971; 1977). Umumnya, para tekstualis kurang memberi perhatian pada kesinambungan historis maupun psikologis. Cohen (1977: xxii) […] - [DARI INGATAN KE DOKUMEN TERTULIS](https://ruangbestari.com/dari-ingatan-ke-dokumen-tertulis/): DARI INGATAN KE DOKUMEN TERTULIS  Setelah suatu budaya mulai mengenal tulisan, sering kali mereka masih belum memberikan kedudukan tinggi pada praktik menulis. Pada masa ini, orang yang sudah bisa membaca umumnya menganggap bahwa dokumen tertulis lebih kuat dijadikan bukti dibandingkan dengan ucapan lisan, terutama dalam kasus hukum. Namun, berbagai budaya awal yang sudah mengenal aksara tetapi belum sepenuhnya menghayatinya justru beranggapan sebaliknya. Kepercayaan terhadap dokumen tertulis berbeda-beda di setiap budaya. Melalui kajian Clanchy mengenai penggunaan tulisan untuk administrasi di Inggris abad ke-11 dan ke12 (1979), terlihat jelas bahwa tradisi kelisanan dapat tetap bertahan meskipun tulisan sudah digunakan, bahkan dalam ranah administrasi. […] - [PSIKODINAMIKA KELISANAN: KELISANAN SEBAGAI MEKANISME REGRESI DALAM MENCAPAI HOMEOSTATIS SETELAH TRAUMA RINGAN](https://ruangbestari.com/psikodinamika-kelisanan-kelisanan-sebagai-mekanisme-regresi-dalam-mencapai-homeostatis-setelah-trauma-ringan/): Konsep homeostasis psikis adalah upaya individu untuk tetap menjaga kondisi internal yang rileks dan stabil, tanpa terganggu oleh rasa tidak nyaman. Menurut teori psikodinamika, ketika seseorang menghadapi pengalaman traumatis atau stres ringan yang mengancam keseimbangan mentalnya, ia sering kali menggunakan cara-cara tertentu untuk bertahan. Salah satu cara tersebut disebut regresi, yaitu kembali ke tahap perkembangan atau kebiasaan yang lebih awal dan terasa lebih aman.   Dalam kasus ini, area kelisanan atau pola perilaku yang berkaitan dengan mulut menjadi tempat utama terjadinya regresi. Esai ini berupaya mempelajari bagaimana perilaku berkaitan dengan mulut berfungsi sebagai bentuk regresi, sehingga individu dapat sementara waktu mencapai […] - [cetak, ruang dan transformasi makna dalam perkembangan media](https://ruangbestari.com/cetak-ruang-dan-transformasi-makna-dalam-perkembangan-media/): CETAK RUANG, DAN TRANSFORMASI MAKNA DALAM PERKEMBANGAN MEDIA Perkembangan media komunikasi tidak sekadar mengubah cara manusia menyampaikan pesan, tetapi juga memengaruhi struktur berpikir dan cara manusia memahami realitas. Dari budaya lisan yang menempatkan pendengaran sebagai pusat, manusia kemudian beralih pada budaya tulis dan cetak yang menjadikan penglihatan sebagai alat utama pengetahuan. Dalam ruang cetak, bahasa tidak lagi sekadar suara yang bergema di udara, tetapi menjadi bentuk visual yang tertata, tetap, dan dapat direproduksi tanpa batas. Tulisan ini membahas bagaimana teknologi cetak menciptakan ruang dan makna baru bagi manusia modern—melalui indeks, buku, label, permukaan, dan spasi— serta bagaimana pergeseran menuju era elektronik […] - [BEBERAPA DALIL](https://ruangbestari.com/beberapa-dalil/): -Beberapa dalil Beberapa Dalil dalam Sastra dan Pemikiran Kontemporer Sastra sebagai refleksik ehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari dalil, baik dalam arti argumentatif, normatif, maupun estetis. Dalil, yang berasal dari bahasa Arab dalīl berarti petunjuk atau bukti, dalam konteks sastra dapat dimaknai sebagai prinsip atau landasan berpikir yang membimbing pembaca maupun penulis dalam memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi teks. Namun, dalil tidak hanya berada pada ranah normatif; dalam sejarah sastra dan teori kritis, dalil hadir sebagai instrumen analisis yang memungkinkan pemahaman lebih mendalam terhadap karya sastra, budaya, dan komunikasi manusia. – Sejarah sastra Sejarah sastra menunjukkan bagaimana bentuk dan fungsi dalil telah […] - [Kelisanan Bahasa](https://ruangbestari.com/kelisanan-bahasa/): Perdebatan mengenai istilah sastra lisan merupakan persoalan akademik yang tidak sederhana. Istilah ini bukan sekadar masalah terminologi, melainkan juga menyangkut cara kita memahami hakikat kelisanan, dinamika bahasa, epistemologi masyarakat tanpa tradisi tulis, serta hubungan antara pikiran yang melek aksara dengan ingatan kolektif masa lalu yang sepenuhnya bertumpu pada tuturan tradisi. Esai ini berupaya menelaah apakah istilah sastra lisan memang tepat digunakan, atau justru menyiratkan bias budaya tulis (literasi) yang memaksakan kategori akademik modern terhadap warisan tradisi lisan yang sebenarnya memiliki logika kebudayaan tersendiri. Dalam konteks ini, penting pula untuk meninjau bagaimana bentuk-bentuk ekspresi lisan—seperti mitos, legenda, pantun, dan mantra— mewakili cara […] - [Memori Lisan, Alur Cerita, dan Karakterisasi](https://ruangbestari.com/memori-lisan-alur-cerita-dan-karakterisasi/): MEMORI LISAN, ALUR CERITA DAN KARAKTERISASI Oleh: Zahratulaeni Pergeseran dari kelisanan menuju keaksaraan terlihat pada banyak genre seni verbal-sajak, narasi, wacana deskriptif, seni berpidato (dari yang murni lisan hingga yang tertata secara tulis sampai pidato gaya televisi), drama, karya-karya filosofis dan ilmiah, historiografi, dan biografi, merupakan sedikit contoh yang bisa disebutkan. Dari semuanya ini, genre yang paling banyak dikaji dalam hal perubahan kelisanan-keaksaraan adalah narasi. Di mana-mana, narasi merupakan genre utama seni verbal, dan ini berlangsung dari budaya lisan primer hingga keaksaraan tinggi dan era pemrosesan informasi elektronik. Dalam pengertian tertentu, narasi adalah bentuk seni verbal yang paling penting karena ia […] - [PERKEMBANGAN PENEMUAN TRADISI LISAN DALAM KAJIAN MODERN](https://ruangbestari.com/perkembangan-penemuan-tradisi-lisan-dalam-kajian-modern/): Tradisi lisan merupakan salah satu bentuk peradaban tertua dalam sejarah umat manusia. Sebelum mengenal sistem aksara dan tulisan, manusia lebih dulu membangun dunia pengetahuan, kepercayaan, nilai, dan budaya mereka melalui bahasa tutur. Tradisi lisan bukan hanya sekedar sarana komunikasi, tetapi juga wadah penyimpanan memori kolektif dan identitas sebuah komunitas. Namun ironisnya, tradisi lisan sering kali dipandang sebelah mata dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern, terutama setelah tulisan tersebut dianggap sebagai simbol kemajuan peradaban. Baru pada abad ke-20, perhatian terhadap tradisi lisan muncul kembali secara serius melalui kajian akademik yang melibatkan linguistik, antropologi, sejarah, dan folklor. Perjalanan panjang pengakuan tradisi lisan ini tidak […] - [Kata Teucap Sebagai Bentuk Kekuatan dan Tindakan](https://ruangbestari.com/kata-teucap-sebagai-bentuk-kekuatan-dan-tindakan/):     Kata Terucap Sebagai Kekuatan dan Tindakan Kita sering mendengar ungkapan bahwa tindakan lebih berbicara daripada kata-kata, sebuah pandangan yang sering meremehkan kekuatan komunikasi verbal. Namun sebenarnya, kata-kata yang diucapkan bukan hanya rangkaian suara atau tulisan tanpa arti, melainkan sebagai fondasi awal dari kenyataan yang akan terwujud. Disadari atau tidak, setiap kata yang kita ucapkan, baik secara lisan maupun tulisan, memiliki sebuah kekuatan yang mampu memberikan pengaruh terhadap kehidupan manusia. Kehidupan bisa berubah selamanya hanya dengan satu kalimat atau satu kata yang bisa memberi semangat, membangkitkan motivasi, bahkan merusak hidup seseorang. Toni Robbins, seorang motivator terkenal dunia, menyatakan bahwa kata-kata […] - [Kata Terucap Sebagai Bentuk Kekuatan dan Tindakan](https://ruangbestari.com/kata-terucap-sebagai-bentuk-kekuatan-dan-tindakan/):                                      Kata Terucap Sebagai Kekuatan dan Tindakan Kita sering mendengar ungkapan bahwa tindakan lebih berbicara daripada kata-kata, sebuah pandangan yang sering                                                 meremehkan kekuatan komunikasi verbal. Namun sebenarnya, kata-kata yang diucapkan bukan hanya rangkaian suara atau                                                tulisan tanpa arti, […] - [Antara Gula Berlebih dan Garam yang Terlalu Asin dalam Pendidikan Karakter](https://ruangbestari.com/antara-gula-berlebih-dan-garam-yang-terlalu-asin-dalam-pendidikan-karakter/): Oleh: Luthfi Azizan Musim ajaran baru selalu membawa aroma debu kapur yang harum dan semangat guru yang, kita akui saja, seperti bara api yang terlalu besar di tungku kecil. Mereka ingin anak didiknya menjadi yang terbaik, yang paling berkarakter, yang paling siap mengguncang jagat raya. Namun, seperti memasak hidangan istimewa, niat tulus saja tidak cukup. Dibutuhkan sendok takar dan ketelitian seorang seniman. Di tengah gegap gempita obsesi pendidikan karakter ini, kita kini menyaksikan sebuah ironi yang menjebak: Kita telah membagi metode pengasuhan menjadi dua klan ekstrem. Klan pertama adalah Pemuja Gula Berlebih. Mereka meyakini bahwa hanya dengan pujian, hadiah, dan pelukan […] - [Suara: Dari Lisan ke Digital](https://ruangbestari.com/suara-dari-lisan-ke-digital/) - [Menyulam Kesabaran](https://ruangbestari.com/menyulam-kesabaran/): Aku rindu dengan sedukan teh manismu Di kala pelangi masih tersenyum menyungging Menyemai benih percintaan Restu yang telah terlingkar Engkau adalah setetes embun pohon kaktus Di tengah gurun yang tandus Aku tau, kelak badai itu akan datang Menerjang, membawa diriku tanpa arah Dan aku hanyalah debu yang hanya menuruti angin Kini, jurang pemisah itu semakin melebar Hati yang semakin sukar Terus menyulam kesabaran Dan berharap keajaiban itu datang Tak henti mengadahkan tangan Kepada Tuhan Bukit Subur, 19 November 2025 - [SUNYI YANG GADUH](https://ruangbestari.com/sunyi-yang-gaduh/): “Zaman sudah berubah. Anak-anak sekarang tak butuh guru lagi, Pak Ardi. Yang mereka butuhkan hanya paket internet yang lancar.” Begitu kata Bu Rini kemarin di sekolah, sebelum kami berpisah ke rumah masing-masing. Ucapannya menempel di kepalaku hingga pagi ini seperti embun yang enggan menguap. Embun itu masih menyelimuti rumput ketika aku melewati jalan setapak menuju SMP Nusantara 4. Jalan itu basah, seakan baru selesai menumpahkan rahasia malam. Aku berhenti sejenak untuk menarik napas panjang. Entah mengapa langkahku terasa lebih berat dari biasanya. Mungkin karena pernyataan Bu Rini? Mungkin juga karena sekolah ini? Sekolah yang dulu kukenal ramah dan sederhana, kini menjelma […] ## Pages - [Account](https://ruangbestari.com/account/) - [User](https://ruangbestari.com/user/) - [Kontak Kami](https://ruangbestari.com/kontak-kami/): Kirim Email Punya pertanyaan? Kirimkan pertanyaan Anda melalui alamat email berikut. Email: halo@email.com Alamat Office: Ruko Pertama Indah. Jl. Kaliurang No: 20 Km 5, Ngalik, Sleman, Yogyakarta. Office Hour: 07.00 – 17.00 WIB WhatsApp Chat langsung dengan admin kami untuk iklan atau kerja sama lainnya. Number: 0812 3333 4444 - [Kebijakan Privasi](https://ruangbestari.com/kebijakan-privasi/): Selamat datang di [Nama Website] (“Kami”, “Kita”, atau “Kami”). Kami sangat menghargai privasi Anda dan berkomitmen untuk melindungi data pribadi Anda. Dokumen Kebijakan Privasi ini dirancang untuk membantu Anda memahami bagaimana kami mengumpulkan, menggunakan, dan melindungi informasi pribadi Anda saat Anda mengunjungi website kami. Informasi yang Kami Kumpulkan Kami mungkin mengumpulkan informasi pribadi yang Anda berikan secara sukarela kepada kami ketika Anda mengisi formulir di website kami. Informasi ini dapat mencakup nama Anda, alamat email, nomor telepon, dan informasi kontak lainnya yang Anda berikan. Selain itu, kami juga dapat mengumpulkan data non-pribadi yang meliputi informasi tentang browser Anda, alamat IP, jenis […] - [Home](https://ruangbestari.com/) - [Tentang Kami](https://ruangbestari.com/tentang-kami/): Selamat datang di [Nama Website]! Kami adalah tim yang penuh semangat dalam menjelajahi dan memahami dunia yang terus berubah dari digital marketing, internet, dan bisnis. Blog ini adalah wadah tempat kami berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan kami tentang tren, strategi, dan perkembangan terbaru dalam dunia online. Dengan latar belakang yang kuat dalam industri ini, kami berkomitmen untuk memberikan informasi berharga kepada para pembaca kami. Kami memahami bahwa di era digital yang terus berkembang ini, keahlian dalam pemasaran online, analitik, pengembangan website, dan bisnis secara keseluruhan sangat penting. Itulah sebabnya kami berdedikasi untuk menjelaskan konsep-konsep ini secara jelas dan menyampaikan panduan praktis […] ## Optional - [Agent (MCP protocol)](websites-agents.hostinger.com/ruangbestari.com/mcp) [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)