Puisi

**Rasa**

Aku mengeja rasa

seperti membaca hujan

yang jatuh diam-diam

di dada langit.

 

Ia tak bersuara,

namun menggema

di sudut-sudut sunyi

yang tak pernah berani kusebutkan.

 

Rasa adalah jarak

antara rindu dan ikhlas,

tempat hati belajar

bernapas tanpa kepastian.

 

Kadang ia manis

seperti doa yang diaminkan pelan,

kadang pahit

seperti kehilangan yang belum selesai.

 

Aku menyimpannya

di lipatan waktu,

bersama detak yang tak sempat pulang,

dan namamu

yang terus bersemi

dalam diamku.

 

 

 

Tagar:

Bagikan postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *