**Rasa**
Aku mengeja rasa
seperti membaca hujan
yang jatuh diam-diam
di dada langit.
Ia tak bersuara,
namun menggema
di sudut-sudut sunyi
yang tak pernah berani kusebutkan.
Rasa adalah jarak
antara rindu dan ikhlas,
tempat hati belajar
bernapas tanpa kepastian.
Kadang ia manis
seperti doa yang diaminkan pelan,
kadang pahit
seperti kehilangan yang belum selesai.
Aku menyimpannya
di lipatan waktu,
bersama detak yang tak sempat pulang,
dan namamu
yang terus bersemi
dalam diamku.
—







