Banjarmasin – Gelaran Lomba Olahraga Baris-Berbaris (LOBB) bergengsi, Anashara 3 tahun 2026, yang digelar di lapangan upacara SMPN 5 Banjarmasin pada akhir pekan, 23-24 Mei 2026, baru saja usai. Berbekal semangat juang tinggi dan disiplin luar biasa, kontingen dari berbagai sekolah se-Kalimantan Selatan bertanding memperebutkan gelar terbaik di bawah pengawasan langsung juri dari Forbasi (Forum Baris-Berbaris) Provinsi Kalimantan Selatan.
Dari sekian banyak peserta, SMAN 2 Jorong yang mewakili Kabupaten Tanah Laut tampil sebagai salah satu bintang utama. Pasukan PBB (Peraturan Baris-Berbaris) dari sekolah yang berlokasi di wilayah pesisir ini sukses menyabet sejumlah penghargaan bergengsi, membuktikan bahwa sekolah menengah atas di daerah mampu bersaing dengan sekolah-sekolah besar di perkotaan.
Tim SMAN 2 Jorong berhasil mengoleksi empat trofi penting sekaligus. Mereka dinobatkan sebagai Juara Harapan 1 kategori umum, sebuah pencapaian yang membanggakan. Tak hanya itu, keunggulan teknis dan estetika tim ini juga diakui dengan raihan Danton (Komandan Pleton) Terbaik 3 dan Variasi Terbaik 1 untuk formasi gerakan paling kreatif dan rapi. Penampilan solid mereka juga merebut gelar Lengkap Terfavorit 2, Kostum Terfavorit 2, Penjuru Terfavorit 2, serta Pelatih Terfavorit 1.
Sementara itu, SMAN 1 Mandastana juga menjadi pusat perhatian dengan meraih sejumlah gelar favorit, termasuk Penjuru Terfavorit 1, Lengkap Terfavorit 1, Kostum Terfavorit 1, serta Danton Terfavorit 1. SMAN 4 Banjarmasin, SMKN 3 Banjarmasin, dan SMAN 1 Sungai Tabuk turut memeriahkan daftar pemenang di berbagai kategori.
Di balik kesuksesan SMAN 2 Jorong, ada sosok kunci yang tak henti memberikan energi positif, yaitu pelatih kepala, Tri Wahyuni, S.Pd., G. Usai pengumuman pemenang, wanita yang akrab disapa Ibu Tri ini menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam untuk anak didiknya.
“Rasa bangga ini tidak bisa diukur dengan angka atau piala. Saya melihat bagaimana adik-adik dari SMAN 2 Jorong berlatih di lapangan panas, sesekali diguyur hujan, dengan keterbatasan fasilitas tapi tidak pernah mengeluh. Hari ini mereka membuktikan bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Ibu Tri dengan mata berkaca-kaca.
Lebih lanjut, guru kimia yang juga aktif di Forbasi Tanah Laut ini menyampaikan pesan motivasi yang membangun untuk timnya. “Kemenangan ini hanyalah sebuah titik koma, bukan titik akhir. Jadikan pengalaman di Anashara 3 sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan tangguh. Menang atau kalah itu soal skor, tapi yang terpenting adalah bagaimana kalian menjadi manusia yang berkarakter dan menghargai proses. Kalian sudah menjadi juara di hati saya,” pesannya.
Ibu Tri juga menyoroti pentingnya dukungan moral dan infrastruktur. “Kami berharap prestasi ini bisa menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga SMAN 2 Jorong dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Dengan perhatian yang lebih pada ekstrakurikuler kepanduan dan PBB, bukan tidak mungkin anak-anak kita bisa menembus tingkat nasional suatu hari nanti,” tambahnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa bibit-bibit unggul atlet baris-berbaris tidak hanya lahir dari kota-kota besar. SMAN 2 Jorong, Kabupaten Tanah Laut, kini namanya semakin diperhitungkan dalam kancah LOBB Kalimantan Selatan. Para siswa pulang dengan kepala tegak, membawa harum nama sekolah, daerah, serta segudang pelajaran berharga tentang solidaritas dan ketekunan.
Dengan berakhirnya Anashara 3 tahun 2026, persaingan sehat antar sekolah diprediksi akan semakin seru pada tahun-tahun mendatang. Namun, satu hal yang pasti: nama SMAN 2 Jorong tidak akan terlupakan dalam sejarah perhelatan kali ini. Selamat untuk seluruh pemenang, dan tetap semangat berlatih untuk generasi penerus bangsa yang lebih disiplin (IWS).








