Langkah di Sepertiga Fajar

Sebelum sang surya menyapa pagi, Langkah kaki telah membelah sunyi. Di saat roda-roda jalanan masih lelap, Ia sudah menyusuri deretan jalan gelap.
Kabut tebal membungkus dinginnya udara, Setang kemudi digenggam penuh tekad membara. Puluhan kilometer menjadi saksi bisu, Tentang janji mengabdi yang tak pernah layu.
Jalan berlubang dan tanjakan yang berliku, Bukan penghalang untuk menyampaikan ilmu. Rasa lelah yang merayap di sepanjang raga, Lebur oleh binar harapan di mata anak-anak bangsa.
Meski peluh menetes sebelum sampai di gerbang, Semangat di dada tak pernah padam atau goyang. Sebab baginya, setiap jengkal jarak yang ditempuh, Adalah benteng untuk cita-cita yang tak boleh runtuh.
Di kelas sederhana di ujung perjalanan, Ia hadir membawa pelita dan senyuman. Seorang guru yang menembus batas jarak dan waktu, Demi menyemaikan kebaikan di dalam kalbu.

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan