
Membisu dalam Sepi
Menatap langit, diam dalam doa,
Mulut membisu, hati berbisik,
Mengolah rasa di dalam dada.
Angin berhembus menyapa,
Nafas pun merintih
menderita dalam sunyi,
Aku hanya terdiam, membisu dalam sepi.
Tak ada suara, tak ada deru langkah,
Hanya ada kekosongan yang tak pernah bisa diisi kembali.
Hanya papan nama yang aku pandangi,
Hanya butiran tanah yang aku tapaki,
Dan hanya serpihan bunga layu yang mengisi ruang rindu
yang tak kunjung usai.
Aku di sini terdiam,
menatap membisu dalam sepi.





