SANG PANDHITA

Wahai anak negeri
kala rindu di hati mulai bergejolak
terasa seperti derak pintu yang ditinggalkan penghuninya
kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit
ingatlah pesan sang pandhita

ia gigih menanam kata-kata
kata yang terus berjalan di lorong-lorong kelas
sang pandhita membawa mantra suci pengabdian
menggendong ransel keilmuan
untuk hidupkan harapan masa depan

meski meja dan kursi menatap kosong tak bersua
geloranya tetap membara
menanamkan falsafah hidup
lengking kata di ruang persegi
menjadi panggung teater pengabdian tanpa henti
mendidik generasi abdullah dan khalifah yang rahmatan lil alamin
ialah wujud korbanmu pada tunas-tunas negeri

sang pandhita tak bertopang dagu
menunggu tanggal baru
akan tetapi ia melahirkan para pejabat bermartabat
yang tak suka membual hingga menyadap

meski terpencil duduknya di ceruk pelosok desa
ia setia menanam cinta sepanjang usia
mengalirkan nasihat penuh hikmat
membentuk jati diri
membentuk karakter
memupuk akhlak biar kelak hidup kekal bermartabat
wahai sang pandhita
kaulah lentera mulia petunjuk kami

Tayan Hulu, 4 November 2026
Karya: Rusydi Salahuddin (rsmembumi)

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan