TANGIS YANG TAK SEMPAT BERNAMA

 

Ada tangis yang jatuh dalam diam,
ketika malam memeluk sunyi terlalu dalam
tak ada kata, tak ada cerita,
hanya hati yang perlahan berkata,
“aku lelah menyimpan semuanya.”

Ada rasa yang tak sempat menjadi kata,
ada rindu yang karam sebelum sampai tujuan,
ada harapan yang tumbuh tanpa suara,
lalu gugur di halaman kenyataan
meninggalkan air mata tanpa nama.

Barangkali tangis itu bukan tentang kehilangan,
melainkan tentang sesuatu yang hampir menjadi
tentang doa yang lama menunggu jawaban,
tentang langkah yang ingin berhenti,
namun hati masih memilih berdiri.

Maka biarkan air mata berbicara,
tentang luka yang tak pandai bercerita
sebab tidak semua kesedihan harus dijelaskan,
ada perasaan yang cukup diserahkan
kepada langit dan Tuhan yang memahami.

Dan ketika pagi perlahan mengetuk jendela,
usaplah sisa tangis yang semalam ada
bukan karena luka telah sepenuhnya reda,
tetapi karena hidup masih memanggil kita
untuk melangkah meski dengan hati yang berbeda.

Sebab pada akhirnya, tangis yang tak sempat bernama
bukanlah tanda bahwa hati telah menyerah
ia adalah jejak dari jiwa yang pernah terluka,
namun tetap memilih percaya pada cahaya
bahwa setelah air mata, selalu ada harapan yang menunggu.

 

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *