
AKU GURU BAHASA INDONESIA
Aku mengajarkan sinonim
sementara hidupku masih
mengulang antonim
yang sama setiap pagi
Aku mengajarkan majas
padahal dialog batinku
bahkan tidak konsisten
dalam memilih gaya bahasa
kadang hiperbola yang berlebihan
kadang ironi yang terlalu jujur
Aku mengajarkan cara menyampaikan pesan
padahal pesanku sendiri
sering bersembunyi
di balik koma yang lupa kututup
atau berlari-lari
ke tepi catatan yang kusobek
Namun entah bagaimana
di tengah semua keanehan itu
ada saja satu kata kecil
yang tiba di kelas
menemukan muridnya
dan masuk ke hati mereka
tanpa izin dariku
Mungkin itulah sebabnya
aku terus mengajar
karena kata-kata
betapapun pasti bermakna
dan kadang lebih mengerti tugasnya
daripada diriku sendiri
Jeneponto, 25 November 2025






