
Bertamu
Permisi
Maaf sepagi ini
Aku bertamu sebentar
Lalu beranjak setelah fajar
Kau seduhkan sikap dalam cangkir tembaga
Lalu ku teguk untuk yang berharga
Jalan yang ku lalui begitu jauh
Dan musim tak mungkin utuh
Sementara jarum terus berlari
Menjahit detik sebelum pergi
Langkahku semakin larut dalam pagi
Dan rumah mendadak sunyi
Ketika matahari menimpa halaman
Salamku meninggalkan senyuman
Ketika fajar kembali bertamu
Kau buka pintu tanpa hadirku
Angin membawa aroma perjalanan
Secangkir kopi jadi selimut kenangan
Senyum – senyum yang patah
Daun terakhir gugur menyerah
Penulis : Arif Subandi / @goresanarif






