Perempuan yang Memeluk Luka dan Tetap Berjalan

 

Ia pernah menangis di balik  kamar yang tertutup,
menyembunyikan gemetar agar dunia mengira ia baik-baik saja.
Bukan karena ia tak terluka, tetapi karena ia tahu,
hidup tak selalu memberi waktu untuk menjelaskan setiap air mata.

Di pundaknya ada banyak cerita, tentang harapan yang patah,
tentang kata-kata yang menyakitkan, tentang jalan panjang
yang harus ditempuh seorang diri.
Namun ia belajar satu hal bahwa luka tidak selalu datang
untuk menghentikan langkah.

Ia memeluk lukanya seperti memeluk bagian dirinya sendiri,
tidak lagi membenci air mata yang pernah jatuh diam-diam.
Sebab dari setiap kepedihan, ia menemukan keberanian;
dari setiap kehilangan, ia menemukan alasan untuk bertumbuh.

Ada hari ketika langkahnya berat, ketika senyum terasa begitu jauh,
ketika dunia seakan berkata, “Sudahlah, berhenti saja.”
Namun ia menghela napas,mengusap air mata,lalu kembali berjalan
meski perlahan.

Ia tidak selalu kuat, kadang ia rapuh, kadang ia ingin beristirahat
dari segala tuntutan kehidupan.
Tetapi menjadi kuat bukan berarti tak pernah jatuh
menjadi kuat adalah berani bangkit setiap kali terjatuh.

Kini ia berjalan, bukan untuk membuktikan
bahwa dirinya tak pernah terluka, melainkan untuk menunjukkan
bahwa luka pun bisa menjadi guru,
Bahwa air mata dapat menjadi saksi, dan perjuangan yang panjang
dapat melahirkan jiwa yang matang.

Perempuan itu masih berjalan, dengan luka yang belum seluruhnya sembuh,
dengan harapan yang terus ia rawat,dengan doa yang tak pernah ia tinggalkan.
Ia tahu jalan di hadapannya mungkin belum mudah,
tetapi ia memilih percaya, bahwa setiap langkah kecil tetap membawanya menuju cahaya.

Dan jika suatu hari kau melihatnya tersenyum,
jangan kira hidupnya tanpa luka.
Senyum itu lahir dari begitu banyak air mata yang pernah ia sembunyikan.

Ia adalah perempuan, yang pernah hampir menyerah,
tetapi memilih bertahan.
Perempuan yang memeluk lukanya, menggenggam harapannya,
lalu berkata kepada dirinya sendiri  “Aku mungkin pernah terluka,
tetapi aku tidak akan berhenti berjalan.”

 

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *