Dulu Cuma Cari Kerja, Sekarang Malah Hidup di Dunia Konten

Aku Mulai dari Mana?

Dulu, aku nggak pernah punya bayangan bakal bekerja di dunia konten. Di usia belasan, pikiranku waktu itu sederhana: aku cuma ingin punya pekerjaan dan mulai menghasilkan sesuatu dari kemampuanku sendiri.

Sebagai fresh graduate SMA, aku mulai mencari pekerjaan dengan kemampuan yang aku punya. Saat itu, aku lebih nyaman bekerja di balik layar, terutama dalam hal editing video, editing foto, dan desain grafis.

Aku juga masih punya rasa nggak percaya diri yang cukup tinggi. Rasanya, bekerja di balik layar jauh lebih nyaman daripada harus tampil dan berbicara di depan orang lain.

Tapi waktu itu aku belum tahu, kemampuan sederhana yang aku punya ternyata akan membawa aku ke perjalanan yang jauh lebih besar.

Kok Bisa Masuk Dunia Konten?

Awalnya aku pikir, kalau bikin konten, aku cukup bekerja di balik layar. Jadi, waktu pertama kali diminta untuk take konten, pikiranku cuma, “Ya sudah, take aja tanpa harus menampilkan wajah atau suara.”

Tapi ternyata, jobdesk tetaplah jobdesk. Ada pekerjaan yang mengharuskanku untuk in-frame dan belajar berbicara di depan kamera.

Mau nggak mau, aku harus belajar.

Aku mulai mencari tahu sendiri, latihan, mencoba berkali-kali, sampai sedikit memaksakan diri untuk bisa. Hari-hari pertama tentu nggak langsung lancar. Ada pusing, frustrasi, bahkan overthinking yang sebenarnya nggak perlu. Maklum, masih fresh graduate SMA, hehe.

Tapi karena ini adalah tanggung jawab di dunia kerja, aku nggak bisa terus menghindar. Aku harus mencoba, meskipun awalnya belum percaya diri.

Dan dari situlah, tanpa sadar, aku mulai benar-benar masuk ke dunia konten.

Kenapa Akhirnya Bertahan di Dunia Ini?

Nah, kalau ditanya kenapa akhirnya aku bertahan, jawabannya mungkin sesederhana ini: semakin sering menjalani pekerjaan ini, aku justru semakin nyaman dan ingin terus mengeksplor lebih jauh.

Mungkin bisa dibilang, di sinilah aku mulai menemukan passion-ku.

Di dunia konten, aku merasa lebih percaya diri. Kemampuan public speaking-ku ikut terlatih, sementara skill yang sebelumnya sudah aku punya seperti editing dan desain juga semakin terasah. Hal yang dulu terasa menakutkan—seperti tampil di depan kamera atau merasa minder dengan kemampuan sendiri—pelan-pelan mulai hilang.

Lucunya, sesuatu yang awalnya cuma aku jalani karena ingin bekerja, ternyata justru menjadi tempat aku belajar, berkembang, dan mengenal kemampuan diriku sendiri.

Dan ternyata, dunia creator punya banyak hal menarik yang masih ingin aku bagikan. Mungkin itu akan aku kupas lebih dalam di artikel berikutnya.

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *