Gagal Lolos PILDUN

kami menontonnya ramai-ramai

tapi kekalahan itu

masing-masing kami tanggung sendiri

 

di ruangan yang sama

diam kami berbeda-beda bentuknya

 

skor akhir bukan kesimpulan

tapi kami membacanya seperti vonis

 

Piala Dunia itu bukan trofi

ia adalah jarak

antara siapa kami sekarang

dan siapa yang ingin kami jadi

 

dan malam itu

jarak itu terasa seperti lautan

 

tapi kami pulang ke rumah masing-masing

masih dengan kaos yang sama

masih dengan nama yang sama di punggung

 

karena jarak, percayalah,

masih bisa ditempuh

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan