Ketika Api Merenggut Napas Semesta

Api menjalar,
mencabik rimba tanpa suara,
melahap hijau,
menyisakan abu dan nestapa.

Asap hitam mengepul,
menyelimuti cakrawala,
satwa kehilangan rumah,
pepohonan rebah dalam bara.

Diantara nyala api, duka menjelma luka,
relawan, guru, balita, hingga driver ojol.
Nyawa terenggut, menyisakan duka,
sementara bumi menahan perih.

Tolong, jangan biarkan bara merajai rimba,
hentikan tangan yang menyulut petaka.
Hutan adalah napas bagi semesta.
Rawat tanah, pulihkan hijau yang tersisa,
Sebelum rimba tinggal nama,

Malang, 20 Oktober 2026
Oleh : Eeng Nana Luthfiana

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan