
Ketika mamak
Ketika mamak tertidur sering aku pastikan bahwa dia masih bernafas
Ketika nafas masih ada di raganya tenanglah perasaan ini
Ketika pulang ke rumah yang pertama kupastikan adalah keberadaannya
Ketika aku melihatnya tenanglah perasaan ini
Suatu hal yang paling aku takutkan adalah kehilangannya.
Kini, sesuatu yang aku takutkan akhirnya aku alami juga
Waktu memaksaku harus melepas orang yang aku kasihi
Sungguh sulit untuk membiasakan hidup tanpanya
Ketika hendak tidur, bangun tidur dan kemanapun selalu teringat
Runtuh rasanya duniaku berjalan tanpa kehadirannya
Aku sangat yakin dia telah bersama Tuhan di surga
Hingga saat aku merindukannya dan memohon kepada Tuhan
Ia sering hadir dalam mimpiku karena Tuhan mengerti aku merindunya
Meskipun raga kembali Kembali ke pangguan bumi pertiwi
Namun jiwa tak pernah terpisahkan dari anak yang merindukannya
Tidurlah mak, istirahatlah mak dari letih panjang selama ini.
Istirahatlah dalam damai, biarkanlah aku yang melanjutkan perjuangan mamak
Menaklukan kehidupan, mengalahkan semua rintangan
Hingga akhirnya bumi pertiwi pun memanggil ragaku
Kita pun bersama kembali dalam surga-Nya






