Mencoba merekam setiap nitilaku
sebelum semua hancur lebur
sebelum merdeka berekspresi terkerat oleh oligarki
sebelum mimpi kami kau korupsi
sebelum nurani melepuh
sebelum empati merapuh
melalui sajian monolog ini
:mantra setengah merdeka
aku menghipnotis dengan kuat mata-mata penuh tanya
lugas menghadirkan peristiwa
menghunjam sunyi
menyeka air mata
menahan lara
agar ibu bumi tetap girang
seperti wakil kita di parlemen yang asyik berjoget riang gembira
dan diam-diam mencicip vodka
ditemani lady companion berparas ayu memesona
tanpa melirik problem yang dirasakan masyarakat nusantara
merdeka kita hanyalah milik kaum elite
kita tidak benar-benar diajarkan untuk merdeka
hanya sekadar diajarkan untuk merasa merdeka
sungguh serius
nyatanya masih banyak rakyat tak terurus
kalau sungguh-sungguh merdeka
tentu rakyat banyak yang tak menderita
bahkan garda terdepan pelopor peradaban
tak menjerit murka karena ketidakadilan bualan pejabat pemerintah yang sukanya
obral janji manis macam bolu kukus pandan.
Demak, 24 Agustus 2025
Karya: Rusydi Salahuddin