Mengulik Kisah Perjalanan Menulis

Alpian Putra Zega, lahir di Merangin pada tahun 1999. Selama 6 tahun ia berkomitmen untuk terus belajar mengembangkan keterampilan menulis. Hasil dari kreativitas dan inovasinya, ia telah berhasil menerbitkan 4 buku dan 1 lagu antara lain, sebagai berikut: Kumpulan Kisah Inspiratif ‘Perjalanan Cinta, terbit tahun 2020. Lagu Daerah, ‘Lanang Liyane’ rilis tahun 2021. Novel ‘Sang Idola’ terbit tahun 2022. Novel ‘Menuju KUA Kehidupan untuk Akhirat’ terbit tahun 2026. Kumpulan Cerita Inspiratif ‘Langit Tak Selamanya Biru’ terbit tahun 2026.

“Aku menulis, maka aku lahir.”

“Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.” (Q. S. Al-Qalam: 1)

“Menulis adalah cara kita memilih untuk dikenang.” (Asma Nadia) 

“Menjadi penulis itu harus serakah; serakah dalam membaca.” (Helvi Tiana Rosa)

“Hidup itu perjalanan panjang dari ujian ke ujian berikutnya. Bukan untuk melemahkan, tetapi untuk menguatkan iman. Terwujud tak terwujud, tetaplah bersujud. Kemenangan lebih dekat antara kening dengan sajadah.”

“Jangan putus asa dan menyerah. Hadapilah ujian dengan lapang dada. Mohon pertolongan Allah dengan mengerjakan salat dan sabar. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Barangsiapa yang bersabar, maka dia akan beruntung.”


Tahun 2020

Saat dunia sedang dilanda bencana pandemi covid-19 yang membuat umat manusia aktivitasnya terganggu dan terhambat karena lockdown. Dampak pandemi covid-19 ini sampai memakan korban ribuan jiwa, sekolah dan kampus lockdown, semua aktivitas dilakukan dari rumah. Pada saat itu aku memasuki semester 4 perkuliahan hingga akhirnya keluar surat edaran Rektor pembelajaran tatap muka dialihkan secara daring. Dari hal tersebut aku mencari aktivitas baru yang bisa dilakukan dari rumah. Aku mengikuti kelas Menulis Bersama Batch 1 yang diselenggarakan oleh Komunitas Kreasi Pena dibimbing oleh mentor Bira Autumn (Kak Feby Rahmadani nama aslinya) merupakan ibu rumah tangga, penulis, editor naskah, mentor menulis, dan leader komunitas. Hasil kegiatan aku berhasil menulis cerpen yang berjudul ‘Memori Bersamamu’ dalam buku antologi cerpen ‘The Memories’ Penerbit Sinar Pena Amala.

Setelah kelas berakhir aku menantang diri tepatnya bulan Juni menulis naskah 3-5 halaman. Selama 30 hari berturut-turut aku rutin menulis naskah. Naskahnya bergenre non-fiksi bulan Juli berhasil terbit gratis yang berjudul Perjalanan Cinta oleh Penerbit Guepedia. Pencapaian ini membuatku merasa bersyukur atas niat dan tindakan positif yang dilakukan secara konsisten. Nothing is impossible, kalau kamu punya impian, beranilah untuk mewujudkan impianmu. 

Tahun 2021 

Aku berhasil rilis lagu daerah berbahasa Jawa yang berjudul ‘Lanang Liyane’ dipublikasikan oleh Channel YouTube Che’R Production. Lagu ini dinyanyikan oleh adikku penyanyi daerah yang bernama Hardy. Inspirasi menulis lagu ini berasal dari pengalaman seorang pria yang dikhianati oleh wanita pujaan hati yang lebih memilih pria lainnya. Bagi kamu mau mendengarkan lagunya, berikut pranalanya: https://youtu.be/mdyn6Cr5uP4?si=x3ePim3_Ea1RfbzT.

Tahun 2022 

Aku kembali melahirkan karya fiksi Novel yang berjudul ‘Sang Idola’ oleh Penerbit Gemulun. Inspirasi menulis novel ini karena figur pria yang terpilih sebagai Presiden BEM karena kepemimpinannya ia mampu menjadi pribadi yang menginspirasi orang lain. 

Tahun 2023-2024 

Memilih off sementara aktivitas menulis. Satu tahun ini fokus menyelesaikan studi sarjana. Dan bekerja sebagai guru selama satu tahun setelah wisuda sarjana pendidikan. Hanya bulan Oktober 2024 aku berkontribusi menulis judul naskah ‘Meninggalkan Jejak’ dan ‘The Journey to Be Trainer’ dalam buku antologi ‘Metamorfosa Para Pembangun Bangsa’ Penerbit Jejak bersama teman-teman alumni Etoser Nusantara angkatan 2018.

Tahun 2025 

Aku mendaftarkan diri bergabung organisasi kepenulisan terbesar Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jambi. Dengan bergabung organisasi FLP dan bertemu teman-teman yang memiliki kesamaan minat, bakat, dan passion, membuatku semakin bergairah untuk bertumbuh menjadi penulis yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya. Aku menulis artikel opini yang berjudul ‘Refleksi Hari Guru Nasional 2025’ berhasil dimuat dalam media digital Oerban.com berikut pranalanya: https://oerban.com/refleksi-hari-guru-nasional-2025/

Tahun 2026 

Selama 12 bulan gabung FLP terhitung dari 15 Juni 2025 s.d 15 Juni 2026. Aku mengikuti proyek menulis fiksi mini yang dibimbing oleh mentor Kak Syarifah Lestari yang merupakan Pendiri FLP Wilayah Jambi. Proyek menulis ini sasarannya Gen Z berusia 18-29 tahun tentang mental health. Aktivitas lainnya aku berhasil memimpin tim untuk sebuah proyek Festival Bulan Bahasa dan Gelar Tikar Part 3 Tarhib Ramadhan. Tiga pilar organisasi FLP: kepenulisan, keorganisasian, dan keislaman. Bukan hanya organisasi FLP saja, bersama UKM Riset dan Penalaran Exist Universitas Jambi aku turut berkontribusi dalam proyek menulis cerpen judul ‘Mimpi Fajar’ dalam buku antologi Exist ‘Mimpi ke- 101’ Penerbit Malam Puisi Jambi. Serta bersama Penerbit Diomedia aku turut berkontribusi menulis memoar pertama tema Nothing is Impossible dengan judul Berjuang Meraih Restu untuk Kuliah yang dibimbing oleh Coach Tamara Aslind, Memoaris & Penulis Yang Hilang di Rumahku asal Balikpapan; kedua tema Keluarga Cemara Catatan Penuh Cinta dan Rindu dari Rumahku dengan judul Cemara yang Tumbuh Setelah Badai yang dibimbing oleh Coach Dicky Suryoko, Memoaris & Penulis Buku. Selain proyek menulis organisasi, aku melaksanakan proyek menulis pribadi pertama kembali menerbitkan Novel ‘Menuju KUA Kehidupan untuk Akhirat’ oleh Penerbit Al-Qalam Media Lestari Pati, Jawa Tengah; kedua Kumpulan Cerita Inspiratif ‘Langit Tak Selamanya Biru’ oleh SIP Publishing Banyumas, Jawa Tengah. Opini ‘Sering Grogi Saat Berbicara di Depan Umum?’ https://tirastimes.com/sering-grogi-saat-berbicara-di-depan-umum-oleh-alpian-putra-zega/2026/09/02/

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *