resensi buku #3 Kubah

Judul buku : Kubah

Penulis : Ahmad Tohari

Penerbit : Gramedia

Buku ini menceritakan seorang tokoh bernama Karman. Karman adalah seorang tahanan politik dari partai komunis yang baru saja dilepaskan kembali ke masyarakat setelah menjalani masa tahanan selama dua belas tahun. Karman merasa kebingungan dan tidak percaya diri untuk kembali ke daerah tempat tinggalnya dulu karena telah melukai hati warga yang mengenalnya.

Sepanjang perjalanan, Karman mengingat berbagai permasalahan yang membuat hatinya sedih akibat terpengaruh oleh paham komunis yang menganggap agama adalah sebuah candu dan lebih mengikuti paham komunisme sehingga menimbulkan pemberontakan untuk merobohkan negara Republik. Selama masa penahanan, istri Karman pun menikah lagi karena kesulitan ekonomi.

Ahmad Tohari menceritakan tokoh Karman dengan jelas dan sederhana sehingga karakter utama terasa begitu nyata. Seorang pemuda yang selalu menjaga agamanya, Karman berubah menjadi seorang yang emosional dan selalu berapi-api jika bebicara tentang ketidakadilan. Dengan menghadirkan tokoh Margo, proses Indoktrinasi paham Komunis dilakukan dengan cara yang halus dan licik untuk memprovokasi generasi muda seperti Karman melawan pemerintah.

Pelajaran moral dalam novel ini adalah bagaimana Ahmad Tohari menceritakan warga daerah tempat tinggal Karman untuk dapat memaafkan dan menerima Karman kembali. Warga memberikan kesempatan kepada Karman untuk membangun sebuah mesjid. Setiap manusia memang tidak ada yang sempurna. Karman mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki dirnya dan warga mendapatkan kembali seorang Karman yang dikenal sangat santun dan menjaga norma agama.

Quotes dalam novel ini “Berwasiatlah dalam kebenaran dan kesabaran.

 

Tagar:

Bagikan postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *