Tanah Air di Ujung Jari

Di balik bilik-bilik bambu dan lampu pelita yang hampir padam,
Mereka berkumpul dengan jubah kesederhanaan dan sepatu berdebu.
Bukan untuk berebut kuasa, bukan pula menghitung laba,
Melainkan merajut benang-benang kusut bernama “Indonesia”.

Tidakkah kau dengar detak jantung itu?
Detak dari dada pemuda yang usianya belum matang,
Namun tekadnya telah melampaui rentang zaman.
Mereka bersumpah di atas tanah yang belum sepenuhnya merdeka,
Di bawah langit yang masih menyimpan bau mesiu dan derita.

Satu Nusa…
Ketika pulau-pulau terbentang jauh, dipisahkan selat dan amarah ombak,
Mereka satukan dalam satu pelukan,
Menjadikan sabang sampai merauke sebagai satu pangkuan ibu,
Tempat berpijak, tempat darah dan keringat kelak tumpah menyatu.

Satu Bangsa…
Bukan lagi tentang Jawa, Sunda, Batak,Toraja  atau Bugis yang terkotak-kotak.
Mereka leburkan ego darah dalam satu nama: Bangsa Indonesia.
Menghapus sekat-sekat purba, Menjadi satu tubuh yang jika dicubit di ujung timur,
Nyeri dan perihnya berdenyut sampai ke ujung barat.

Satu Bahasa…
Bahasa Melayu pasar yang sederhana,
Mereka angkat tinggi-tinggi menjadi mahkota persatuan.
Bahasa yang menyuarakan perlawanan,
Bahasa yang menyatukan doa-doa di masjid , gereja, dan ruang rapat,
Bahasa yang membuat penjajah gemetar di balik meja kekuasaan.

Hari ini… Ketika bendera berkibar gagah dan gegap gempita upacara usai,
Sudahkah kita mendengar kembali bisikan sunyi mereka dari masa lalu?
Mereka yang tidur di makam tanpa nama,
Yang mewariskan udara merdeka agar kita bisa bernapas lega.

Jangan biarkan sumpah itu menjadi sekadar deretan kata di buku sejarah,
Atau hiasan dinding yang berdebu di ruang-ruang sekolah.
Sebab di luar sana, Ibu Pertiwi masih menatap kita dengan cemas:
Apakah kemerdekaan ini benar-benar milik kita,
Atau kita hanya sekadar numpang tinggal di rumah para pahlawan?

Dengarlah… angin Oktober masih menderu,
Membawa pesan yang sama dari pemuda masa lalu:“
Jaga rumah ini, jangan biarkan ia runtuh oleh kebencianmu sendiri.”

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan