Kaki kecil melangkah perlahan, memegang erat tangan sang Bunda.
Sepasang bola mata yang indah, memandang dengan napas tertahan.
Menyembunyikan diri di balik badan sang Bunda.
Bu Guru menanti di gerbang depan, menyambut setiap murid dengan wajah gembira.
Berjalan berhati-hati mendekati si Cantik sambil mengulurkan tangan.
Berusaha menggapai tangan mungil itu dengan senyuman ceria.
Pupil bola mata yang indah itu pun membesar, mengikuti gerak-gerik bu Guru.
Bu guru semakin mendekat dan mendekat, lalu merendahkan badan.
Malu-malu tapi pasti, bola mata yang indah itu beradu pandang dengan bu Guru.
โHalo Cantik, siapa namanya?โ kata bu Guru.
Suara ringan nan merdu menjawab lirih hampir tak terdengar.
โMau main dengan bu Guru?โ tanya bu Guru sambil menawarkan telapak tangannya.
Ragu-ragu jari-jemari mungil itu menjulur dan menyambut tangan bu Guru.
Bu guru mengedipkan mata dan berterima kasih pada sang Bunda.
Si Cantik mungil itu tersenyum dan melambaikan tangan sambil berkata,
โAku main dulu sama bu Guru, ya Bunda.โ
Air mata bangga sang Bunda pun menetes dan tersenyum bahagia.
Tamat.

Tinggalkan Balasan