TEMPAT KATA MENUNDA KEPUNAHAN

Konon,
pada suatu masa yang tak pernah tercatat
kata-kata pernah kehilangan rumahnya
mereka berkelana
dari mulut ke mulut,
dari kepala ke kepala,
seperti burung yang lupa arah pulang

Lalu manusia membangun
Taman Bacaan Masyarakat
rumah tanpa syarat pintunya,
yang tidak bertanya siapa namamu
atau dari jalan mana kau datang

Di dalamnya tersusun banyak kemungkinan
dengan rak-rak yang berdiri
buku-buku tidur dengan mata terbuka
mereka diam,
tetapi diam yang ganjil —
aneh memang

Seseorang datang
membuka selembar halaman,
tetapi pulang membawa benua
yang disentuh hanya kertas,
namun yang berubah justru cara
memandang langit,
membaca sesama,
dan mengenali dirinya sendiri

Jeneponto, 26 Mei 2026

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *