TENTANG BENTANG DOA

Seorang menengadah
doanya meluap
melewati nalar

Kata-kata menumpuk
seperti ombak
tanpa pantai

Seorang menunduk
doanya cukup
seukuran napas

Tak banyak pinta
hanya pasrah
dan syukur

Langit tetap diam—
siapa yang benar-benar
sampai ?

Jeneponto, 5 Februari 2026

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *