Aku hanya tersekat

Melangkah ke depan,

Aku meragu tiada pijak,

Melangkah ke belakang,

Aku yakin pasti terjerembab,

 

Aku hanya tersekat,

Diantara banyak nya pilihan,

Mengapa kupilih hanya menyisakan penyesalan,

Atas luka yang timbul setelahnya,

 

Aku hanya tersekat,

Mengulang pola takut tuk kembali terluka,

Merombak pola tak ingin cinta,

Mengapa tak bahagia?

 

Kata Tuhan,

Akan terus menguji dengan hal yang sama, jika terus gagal?,

Ah, salah!

Tepatnya salah melaluinya, salah mengeksekusinya,

 

Pantas aku tersekat,

Tuhan ingin aku mengambil jalan berbeda,

“Sudahlah tak perlu berbalik arah”,

Cukup!

 

Kamu akan telus mengulang,

Tak pernah lulus,

Jika terus terjatuh ke lubang itu,

Melangkah kedepan, meski tak ada pijakan.

 

 

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *