
Calvin Verdonk
ia tidak perlu berteriak
untuk membuktikan sesuatu
di sisi kiri ia berdiri
seperti tembok yang tahu kapan harus diam
dan kapan harus bergerak maju
konsistensi bukan kata yang menarik
tapi kami yang menonton tahu:
ada pemain yang meledak beberapa pertandingan
datang senyap lalu pergi hilang
itulah Verdonk
yang setiap laga
tetap di sana, tetap kokoh,
seperti keputusan yang tak pernah menyesal
ia datang dari negeri kincir
tapi caranya bertahan
terasa seperti orang yang sudah lama
menjaga sesuatu yang ia cintai






