
Di Antara Bangku dan Impian Mereka
Di antara barisan bangku yang kusam dan rapi,
ada tatapan-tatapan polos yang menatap pagi.
Mata-mata kecil yang menyimpan semesta,
menanti jemariku menuntun arah dan cita.
Aku berdiri di depan papan putih yang dingin,
membawa setitik cahaya di tengah riuh angin.
Garis-garis spidol mungkin akan tersapu waktu,
namun tidak dengan tulusnya doa yang kurajut satu per satu.
Di balik meja kayu tempatku bersandar,
kusaksikan langkah-langkah mereka yang belajar mekar.
Ada tawa yang pecah saat mengerti satu kata,
ada lelah yang terbayar saat senyum mereka menyapa.
Kadang ragaku lelah, langkahku goyah,
namun menatap wajah-wajah itu, aku tak rela menyerah.
Sebab aku tahu, di setiap sudut ruang yang sederhana ini,
sedang kutanam benih-benih pahlawan masa depan negeri.
Nanti, saat bangku-bangku ini berganti penghuni,
dan rambutku memutih dimakan hari,
aku hanya ingin diingat sebagai pelita kecil yang setia,
yang pernah berdiri tulus… di antara bangku dan impian mereka.




