
Pintu yang Diketuk Hati
Di tempat yang jauh, di sebuah rumah yang sunyi, duduklah seorang pria.
Ia mengenakan pakaian berwarna ungu yang lembut, namun bahunya terkulai berat. Di matanya kacamata yang menutupi pandangannya seolah ia tak ingin siapa pun tahu apa yang terasa di dalam. Sendirian di tempat tidurnya, ia menundukkan kepala, dan air mata jatuh satu per satu. Sudah begitu lama ia memikul semuanya sendiri. Tidak ada yang tahu. Tidak ada yang bertanya.
Namun di tempat yang lain, jauh dari sana, ada seseorang yang tiba-tiba merasakan kesedihan itu bukan dengan mata fisik, melainkan dengan hati.
Pintu terbuka. Pria itu menatapnya, bingung. Siapa kamu? tanyanya, suaranya masih bergetar.
Pria itu terdiam. Matanya yang selama ini tertutup, perlahan terbuka. Tidak ada yang pernah datang hanya untuk itu. Tidak ada yang pernah melihatnya.
Cahaya tidak perlu berjalan jauh untuk sampai. Ia hanya perlu bersinar. Dan kadang satu ketukan dari hati yang tulus, mampu mengubah kesepian seseorang selamanya.






