
Di Tanah Berkah, Rakyat Berkalang Resah
Negeriku kaya raya,
perut buminya menyimpan berjuta asa,
hutan membentang, lautan menyimpan permata,
namun rakyat masih bergulat dengan nestapa.
Di sudut kota, lapar mengetuk dada,
pengangguran tumbuh di antara janji-janji penguasa,
diantara kami ada yang merebahkan lelah di kolong jembatan,
ada yang terusir, kehilangan atap untuk berteduh dari hujan.
Hutan dibakar, lahan dilahap bara,
demi pundi-pundi untuk tuan-tuan disana,
alam kehilangan hijau, rakyat kehilangan ruang hidupnya,
sementara keserakahan berpesta di atas luka sesama.
Negeriku adalah tanah surga,
namun, kemakmuran singgah pada segelintir manusia.
Jika kekuasaan lupa pada suara mereka yang papa,
kepada siapa lagi rakyat menitipkan harapan dan air mata.
Malang, 23 Oktober 2026
Oleh : Eeng Nana Luthfiana





