Dilema

Awan menggumpal menoreh kebimbangan
Hati meragu, berbisik penuh pesan
​Kepungan ragu menyelimuti dada
Goyah terhempas risau semata
Bisikan itu datang di pekatnya malam
Terpaku, terdiam memburu kepastian
​Aku berjalan tanpa arah, terjerat ragu dalam hati
Teka-teki ini memberi seribu tanya yang selalu menghantui
Ingin memilih, namun tak berdaya
Ingin melangkah, namun kaki hilang arah
​Tuhan…
Bantu aku menemukan jalan itu
Agar tak lagi tersesat di ujung buntu

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan