Garis Pelukis Harapan

Di atas papan tulis yang dingin dan bisu,
seorang guru berdiri menantang waktu.
Ia melukis titik-titik sunyi di ruang kelas,
menjadi pusat bola yang tak pernah memelas.
Siswa-siswanya adalah garis pelukis yang membentang,
datang dari puncak harapan yang tinggi menjulang,
berjalan miring menembus ragam ketakutan,
mencari bentuk diri di tengah ketidakpastian.
Kadang, ujian hidup datang memotong mendatar,
menciptakan lingkaran kesederhanaan yang sejajar.
Semua sama jaraknya dari kasih sang pendidik,
dalam pelukan hangat yang adil dan tak berbisik.
Namun waktu menuntut mereka untuk melangkah,
bidang takdir pun miring, mengubah alur kisah.
Saat sudut elips tercipta di jam-jam kritis,
guru tersenyum, menyembunyikan lelah yang teriris.
Sebab ia tahu, elips bukanlah lingkaran yang cacat,
melainkan perjalanan jiwa yang kian mendalam dan terikat.
Punya dua fokus: mimpi siswa dan doa yang tenang,
agar kelak di luar sana, suaranya tak lagi tenggelam, tetapi bergema terang.
Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan