Konstanta Ikhlas Guru Muda

Ijazah S1 masih licin dalam dekap,
berdiri di depan kelas yang penuh tatapan gagap.
Aku, sang guru muda di titik nol sumbu waktu,
menghadapi variabel hidup yang belum tentu.
Siswa-siswanya adalah fungsi yang tak kontinu,
penuh lompatan, guncangan, dan nada ragu.
Namun ku dekati mereka dengan konsep limit yang sabar,
mendekati tanpa menghakimi, hingga cemasnya memudar.
Ujian demi ujian hadir sebagai turunan pertama,
mengukur laju perubahan rasa yang tak lagi sama.
Di jam-jam kritis saat lelah mulai memuncak,
mencari titik stasioner agar jiwa tak retak.
Lalu doa-doa malam menjadi integral yang tenang,
menjumlahkan luasan usaha yang samar dan membayang.
Sebab mengajar bukan sekadar hitungan di atas kertas,
melainkan rumus kasih yang tak terbatas.
Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan