
Guru: Pahlawan Dua Dunia
Di pagi buta, mentari belum menyapa,
Kau bangun dengan semangat membara.
Meninggalkan hangatnya tempat tidur,
Menuju sekolah, tempatmu berbaur.
Tumpukan buku, coretan mimpi,
Tugas tak henti, dari pagi hingga petang hari.
Menilai, mengajar, membimbing tanpa lelah,
Di tengah riuh, tawa, dan tanya siswa.
Lelah tersembunyi, senyum tersungging,
Mengukir asa, menjadi pelita, mengukir harapan bangsa.
Pahlawan tanpa tanda jasa, itulah julukanmu,
Mengabdi demi masa depan generasi yang baru.
Lonceng berdentang, siswa pulang,
Tapi tugasmu belum usai, di rumah pun kau tak pernah istirahat.
Laptop menyala, tugas mengantre,
Mempersiapkan pelajaran besok, atau mengoreksi tugas yang tadi.
Di rumah sunyi, pekerjaan bersemi,
Sekolah dan rumah, batasnya memudar.
Guru, pahlawan dua dunia, itulah julukanmu,
Mengabdi tanpa lelah, demi generasi yang baru.
Terima kasih, oh sang guru.
Dedikasimu tak ternilai, jasamu takkan terlupakan.
Kau adalah pelita, yang menerangi jalan,
Menuju masa depan, yang cerah dan gemilang.






