
Kata Hati Seorang Guru
Aku adalah Guru
Seniman tanpa kuas dan kanvas,
Melukis masa depan di ruang-ruang yang tak terbatas.
Setiap pagi, kusambut mentari yang bersinar menerangi bumi,
Kusiapkan hati sebelum berdiri,
Bukan sekadar membawa buku dan materi,
Tetapi membawa cinta untuk generasi negeri.
Aku bukan sekadar mengajarkan membaca dan menulis
Bukan pula sekadar bercengkrama,
Namun, Aku sedang menanam benih kehidupan,
Agar kelak tumbuh menjadi insan beriman.
Aku adalah guru…
Yang terkadang menyembunyikan lelah dipenghujung hari
Saat lembar-lembar tugas menumpuk tinggi.
Melihat senyum mungil dan binar di mata mereka,
Cukup untuk menerbitkan kembali sejuta harapan.
Aku adalah Guru
Pelita di tengah gulita,
Yang perlahan membakar diri agar mereka melihat cahaya.
Tak perlu namaku terukir di prasasti,
Tak perlu jasaku dipuji setiap hari,
Cukuplah kulihat mereka, tumbuh menjadi pribadi,
Yang jujur, berani, dan berhati nurani.
Dan ketika kelak mereka terbang tinggi melintasi awan,
Aku bangga tersenyum dari balik bayang-bayang kenangan.
Sebab aku tahu, di dalam jejak sukses yang mereka ukir,
Ada doa dan ketulusanku yang tak pernah berakhir.
Karena aku adalah guru…
Sukabumi, 23 Oktober 2026






