
MBG
di kantin pagi itu anak-anak makan dengan lahap
kamera mengabadikan senyum-senyum kecil
angka-angka anggaran dibacakan
seperti syair kemenangan
di ruang sebelah
seorang honorer membuka bekal
nasi dan tempe yang ia masak sebelum subuh
tanpa kamera
tanpa tepuk tangan
ia tidak iri
kebahagiaannya melihat anak-anak kenyang
adalah kebahagiaannya juga
hanya ada satu pertanyaan
yang ia simpan sendiri:
mengapa perut anak-anak
lebih mudah dihitung
daripada harga seorang guru




