
Nyala Sunyi di Ujung Kapur
Di lorong sekolah yang riuh oleh tawa.
setiap pagi kita saling menyapa.
Aku merajut mimpi di balik papan tua.
menuntun jemari kecil merangkai angka dan kata.
Ada saatnya rumah merindu kehadiran.
ketika waktu terbagi dalam kelelahan.
Bahkan saat kehilangan singgah tanpa pesan.
pintu kelas tetap kubuka demi masa depan.
Bukan sekadar ilmu yang kutinggalkan.
tapi keteguhan di balik setiap ujian.
Di ruang ini, cinta mengalir tanpa alasan.
menghapus letih dalam kesunyian.
Satu demi satu kalian melangkah pergi.
mengejar bentang langit yang tinggi.
Meski sunyi kembali memeluk bangku ini.
bangga mengalir tenang di dalam hati.
Selama menjadi guru di sepanjang waktu.
kubiarkan jejak ini membatu.
Menjadi penerang di tengah remang yang ragu.
sebab pengabdian ini tak pernah layu.






