
Pena Guru Swasta
Di balik dinding sekolah yang megah berdiri,
Ada jemari yang mengajar tanpa henti,
Menatap deretan wajah-wajah polos nan suci,
Menanam benih ilmu demi masa depan negeri.
Ia adalah guru swasta, sang pengabdi sunyi,
Merawat mimpi di bawah naungan yayasan,
Bukan tentang seberapa besar nominal yang dinanti,
Namun ketulusannya adalah pilar yang tak tergoyahkan.
Namun di balik senyum yang terukir hangat,
Ada helaan napas yang menyimpan erat cemas,
Menghitung hari menuju akhir bulan yang melambat,
Bertanya-tanya apakah cukup untuk dapur yang membiru pucat.
Bukan kemewahan yang mereka pinta dan serukan,
Bukan pula tumpukan harta yang tak berkesudahan.
Hanya sebuah ketenangan yang pantas dihadiahkan,
Kesejahteraan yang adil, menghargai setiap pengorbanan.
Sebab pena yang mengukir takdir anak bangsa,
Tak seharusnya gemetar menahan getir rasa,
Semoga layak dan seimbang segera menjelma,
Membawa senyum hangat bagi sang pelita jiwa.




