
Selama Menjadi Guru
SELAMA MENJADI GURU
Selama Menjadi Guru
Aku pernah melangkah ke banyak ruang kelas,
membawa harapan di antara lelah dan cemas.
Di berbagai sekolah di kota Medan kutemukan cerita,
bahwa setiap anak menyimpan cahaya yang berbeda.
Bagiku, murid bukan sekadar nama di daftar,
bukan angka yang selesai ditulis di atas kertas.
Mereka adalah hati yang ingin dimengerti,
dan mimpi kecil yang menunggu seseorang percaya.
Pernah kutemui seorang anak yang memilih diam,
menyendiri, seolah dunia terlalu jauh untuk digenggam.
Namanya Agawa, kupilih ia menjadi ketua kelas,
bukan karena ia paling lantang, tetapi karena kulihat harapan yang belum lepas.
Perlahan ia membuka pintu yang lama tertutup,
keberaniannya tumbuh, langkah kecilnya kian tegap.
Saat ia berdiri memimpin teman-temannya,
aku belajar: kepercayaan dapat menumbuhkan sayap pada jiwa.
Selama menjadi guru, tak selalu jalanku mudah,
ada letih yang kusimpan, ada doa yang tak pernah menyerah.
Namun selama masih ada anak yang perlu disayangi,
akan kujaga cahaya itu—sebab mengajar adalah cara hatiku mencintai.





