
Selama Menjadi Guru
SELAMA MENJADI GURU –
Selama menjadi guru, aku tak pernah merasa lelah
Meski berangkat pagi, pulang siang, tiga sekolah kujelajahi
Hatiku menetap di MTs Al-Khairiyah Taman Sare
Di sanalah PPG SKI-ku, di sanalah nafasku berlabuh
Aku punya dua cinta yang kutitipkan pada Allah
Yang sulung kelas 6, mondok sejak kelas 4
Kutinggalkan ia di pesantren dengan air mata yang kutahan
Agar ia belajar ilmu agama
Anak kedua masih kelas 1 SD, yang setiap hari aku antar sebelum mengajar
Setiap pagi ia selipkan gambar di tasku, “umi dan abi jangan lama-lama ya”
Aku cium keningnya, lalu ku bonceng doa bersamanya
Menuju Taman Sare, bersama suamiku yang juga mengabdi di MI
Satu motor, dua guru, satu jalan yang sama
Ia masuk ke MI, aku lanjut ke MTs
Kami tak pernah mengharap gaji banyak
Karena rezeki kami bukan dari gaji, tapi dari ridha yang sama
Aku mengajar di tiga tempat, tapi jiwaku hanya satu
Dua tempat kubantu seikhlasnya, satu tempat kuperjuangkan sepenuh jiwa
Di kelas SKI, kuceritakan Khadijah yang juga seorang ibu
Yang melepas anaknya demi ilmu, sama sepertiku
Maka selama menjadi guru, aku tak pernah merasa kehilangan
Anakku yang mondok mengajarkanku ikhlas
Anakku yang kelas 1 SD mengajarkanku pulang
Dan murid-muridku di Taman Sare mengajarkanku
Bahwa menjadi guru adalah cara lain menjadi ibu, untuk banyak anak sekaligus






