
Senyum di Balik Layar dan Luka
Di depan layar proyektor aku berdiri menebar senyum
Mengabdi dengan ikhlas, jiwa raga kuserahkan
Membimbing anak-anak lepas dari ruang suram
Menjadi guru adalah bahagia yang kutanam
Dulu hidupku sempurna dalam ikatan rumah tangga
Namun perceraian datang mengubah segalanya
Rumah runtuh tersapu badai dan air mata
Menjadikanku ibu tunggal di kerasnya dunia
Di sela jam pelajaran penuh kehangatan
Kudengar keluh kesah mereka yang terluka
Banyak jiwa kecil memikul beban kepahitan
Ternyata mereka juga anak-anak broken home seperti anakku jua
Sambil memeluk mereka dalam dekap kasih sayang
Luka di hatiku perlahan-lahan ikut tersembuhkan
Menemukan arti hidup di jalan yang terang
Saling menguatkan dalam ruang kelas peradaban
Rezeki datang mengalir dari arah tak terduga
Tangan Tuhan merangkul hari-hariku yang sepi
Mencukupkan segala lelah di pundak raga
Menjaga langkahku dan buah hati sepenuh hati
Kini aku bahagia merajut hari bersama muridku
Menjadi pelita ilmu sekaligus ibu yang tegar
Terus mengabdi tulus di jalan hidupku
Hingga surga memanggil penuh pancar






