Cercah Harapan di Tahun Baru
Karya: Budianto Sutrisno
Waktu terus bergulir, menyambut Januari yang basah
episode cerita tahun kemarin berakhir sudah
memungkasi kisah suka yang terjalin dengan duka
juga memeluk bangga yang berpadu dengan kecewa
setiap insan pasti mengalaminya, termasuk diriku sebagai seorang widyaiswara
yang berkiprah di jagat wiyata mandala
demi mencerdaskan beribu anak bangsa
Januari selalu mengusikku untuk bertafakur dalam tadabur
semenjana gemuruh bunyi terompet bersahutan di jalanan
menggugah ingatanku menapak tilas jejak langkahku sepanjang tahun lalu
mencoba menghitung mimpi yang jadi nyata
seberapa jauh aku bisa jadi suri teladan para peserta didik?
sudahkah aku benar-benar merampungkan tugasku dengan baik?
Aku sungguh malu untuk menjawabnya
kusadari, lututku acap goyah kala menghadapi badai gelombang yang menerjang
aku masih perlu lebih banyak hikmat, siraman tirta kasih, sabar, dan tawakal
kar’na mendidik bukan berakar dari fasih lidah, melainkan dari hati yang melayani
hati yang ikhlas mengagih tuntunan, bimbingan, dan jadi teladan
bukankah hakikat guru itu harus digugu dan ditiru?
Dalam relung renungku, menyuarlah secercah harapan ’tuk merangkai resolusi
kulangitkan semuanya itu jadi kuntum-kuntum doa di awal tahun
semoga isi doa dan resolusiku mekarkan lengkung pelangi indah usai badai berlalu
jadi penghapus segala duka dan kecewa
melimpahi rentang tahun baru dengan ruah berkah
menakhlik hakul yakin, bahwa di sepanjang tahun 2024
aku bakal berbasah kuyup dengan cucuran air mata
bukan karena mengalami berbilang kegagalan dan kekecewaan
melainkan karena satu per satu doaku dikabulkan Tuhan
Jakarta, 5 Januari 2024

Tinggalkan Balasan