Aksara Hati

TEKAD SI DARA CANTIK
Si dara cantik itu adalah mentari pagi
Yang menolak tunduk pada awan kelam
Senyumnya adalah pedang yang terhunus
Menebas ragu yang membelenggu di kakinya

Di dadanya, tekad berteriak lantang
Membangunkan mimpi yang tertidur lama
Luka-luka menjilat kakinya, meminta diserah
Tapi, harapan memeluknya erat, berbisik “bertahanlah”

Ia bukan lagi sekuntum bunga yang menunggu dipetik
Ia adalah badai yang menari di atas karang
Ia bukan boneka porselen di etalase kaca
Ia adalah gunung berapi yang menyimpan cahaya

Angin cemburu pada langkah kakinya
Jalan terjal belajar mencintainya
Malam pun lelah mengejar larinya
Karena si dara telah menjadi fajar bagi dirinya sendiri.

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan