Berbagai pekerjaan saya lakukan setelah tamat dari bangKu Kuliah dari pekerjaan serabutan sampai pekerjaan menjadi karyawan di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang property. Pekerjaan tersebut awal masuk kantor jam 08.00 wib dan pulang jam 17.00.wib dan isoma di siang hari untuk istirahat dan makan siang serta shalat. Selama melakukan rutinitas tersebut tidak ada kepuasan batin yang saya rasakan karena saya bekerja berhadapan dengan benda mati. Sehingga ada keinginan untuk mencari hal yang baru yang sifatnya menantang. Hal ini saya lakukan dari tahun 2007-2010, karena pertengahan tahun 2010 saya menikah. Nah sebelum saya keluar atau berhenti dari pekerjaan tersebut suami saya bilang ‘ kalau seorang perempuan pekerjaan yang bagus itu kalau sudah berkeluarga adalah menjadi seorang guru’. Dengan alasan waktu pekerjaan yang fleksibel, maksudnya waktunya tidak sampai jam 17.00 wib setiap harinya. Dan jika siswa libur gurupun libur. Tapi saya berpendapat hal tersebut sesuai dengan kompensasi yang diterima oleh guru yaitu gajinya kecil karrena kita honor dulu bukan langsung jadi pegawai negeri sipil. Saya berpikir sejenak memang betul kata suami, kalau sudah berkeluarga waktu akan terbagi untuk keluarga dan untuk kerjaan. Melalui pemikiran yang panjang saya memutuskan untuk kuliah keguruan yang mana dulunya saya kuliah non kependidikan. Untuk bisa mengajar saya harus punya SIM yaitu AKTA IV, nah mulai lah saya cari kampus yang bisa kerja sambil kuliah. Karena saya bekerja di Perawang, maka kampus yang saya datangi tentunya kampus yang ada di Pekan baru tepatnya UIR (Universitas Islam Riau) karena itu kampus yang ada mengeluarkan AKTA IV. Setelah mendaftar saya berfikir apa saya bisa jadi seorang guru ? yang mana pekerjaan guru itu berhubungan dengan murid/siswa makhluk yang bernyawa. Setahu saya guru itu memiliki segudang kesabaran dalam menghadapi siswanya dan lebih luas pemahamannya terhadap materi dan murid/siswa itu sendiri.
Setelah pendaftaran di kampus UIR, mulai lah keluar jadwal perkuliahan, karena saya kerja maka sabtu minggu saya ambil jadwalnya. Mulailah sabtu pagi setelah shalat subuh saya berangkat dari perawang menuju kampus UIR di Pekan Baru dengan menggunakan sepeda motor supaya pulang dan perginya serta kalau ada urusan kampus mudah dan cepat. Hal ini saya lakukan selama 6 bulan. Setelah 6 bulan tiba lah saatnya ujian, yang mana kita mahasiswa disuruh tampil seolah olah kita berada di dalam kelas sedang memberikan materi pembelajaran kepada murid/siswa. Saya bingung bagaimana caranya ? saya tanya teman yang kebetulan dia memang mengajar di Sekolah Dasar di kampungnya. Saya minta trik bagaimana cara menghadapi siswa di depan kelas, dengan antusiasnya saya mendengarkan dan mencatat hal yang dirasakan penting saya laukan nantinya pada saat presentasi tampil pada saat ujian nanti. Teori saja tidak akan menjamin bisa dan sukses, maka saya praktekkan lah dirumah didepan kaca. Ternyata susah sekali, karena kita harus belajar dulu dengan materi yang akan disampaikan setelah itu kita harus bisa menguasai kelas( ruang belajar). Hal ini merupakan tantangan yang baru bagi saya, bagaimana menghadapi murid/siswa dengan beraneka ragam tingkah laku dan sifatnya. Jadi seorang guru, kepuasan batin saya dapatkan ketika saya dipanggil ” Bu ” oleh siswa, padahal tempat kerja dulu juga dipanggil buk oleh nasabah yang mau beli rumah. Tetapi ini lain rasanya.