
Cahaya yang Kupilih untuk Tetap Menyala
Biarlah dunia riuh
dengan segala rupa yang mereka puja,
dengan standar kecantikan yang mereka agungkan,
seolah indah hanya berhak disematkan,
pada mereka yang memenuhi ukuran semesta.
Sementara aku,
ingin belajar mencintai diriku sendiri,
memeluk segala kurang yang pernah kusesali,
dan menerima bahwa tak semua yang ada padaku,
harus sempurna untuk layak dicintai.
Barangkali,
aku tak akan pernah menyerupai,
indah yang mereka rayakan,
tak akan menjadi rupa,
yang membuat setiap mata terpikat.
Namun, jauh di dalam sunyi,
aku tahu ada cahaya yang perlahan tumbuh,
di antara luka dan segala ragu,
yang pernah membuatku merasa tak cukup.
Dan kali ini,
biarlah cahaya itu menyala,
meski tak semua mata mampu melihatnya.
Aku tak ingin lagi meredupkan diriku,
menyembunyikan warna-warna asliku,
atau memadamkan bagian paling jujur dari diriku,
hanya demi terlihat menawan,
di mata dunia.
Malang, 19 Oktober 2026
Oleh : Eeng Nana Luthfiana






