
Cahaya yang Menemukan Jalan Pulang
Di antara bayang-bayang pagi,
kusulam harapan dari sisa sunyi,
kabut memeluk jalan yang kutapaki,
sementara rindu berbisik di dasar hati.
Di ruang-ruang kecil kutanam cahaya,
pada mata murid yang merawat cita,
kutitipkan ilmu, doa, dan percaya,
agar mereka tumbuh melampaui batas dunia.
Namun, di balik senyum yang menyala,
ada dua bintang yang kurindukan cahayanya,
putri-putriku, rumah bagi segala doa,
yang kupeluk dari jauh melalui suara.
Kurelakan waktu menenun cerita,
antara pengabdian, rindu, dan air mata,
sebab tak semua yang jauh kehilangan arah,
tak semua yang redup menyerah pada gelap.
Jika bayangan adalah harga sebuah perjalanan,
biarlah cinta menjadi cahaya yang tak pernah padam.
Sebab sejauh apa pun takdir membentangkan jalan,
hati yang mencintai akan selalu menemukan jalan pulang.






