Di Ambang Gerbang Kelulusan

Mentari pagi menyapa ruang kelas yang mulai senyap,
Bukan lagi suara tawa riang atau lari yang tak sedap.
Wajah-wajah kecil itu kini tampak lebih tenang,
Menatap lembar-lembar soal dengan tatapan bimbang.

Enam tahun kita lalui bersama dalam satu atap,
Dari mengeja huruf pertama hingga rumus yang lekat di benak.
Kini kalian berdiri di ambang gerbang penentu,
Menghadapi ujian akhir, menguji ikhtiar dan restu.

“Ibu, bagaimana jika aku lupa?” bisik cemas di meja baris depan,
“Pak, soal ini begitu rumit, membuatku kehilangan pegangan,” keluh yang lain dengan ragu.
Ketenangan kuhela dalam dada yang bergemuruh pelan,
Kusematkan senyum tulus sebagai penawar rasa jemu.

Tumpukan buku latihan berserakan di atas meja,
Keringat dan lelah terbayar oleh tekad yang menyala.
Kita bedah satu per satu soal-soal penuh jebakan,
Agar mereka siap melangkah tanpa keraguan.

Bukan sekadar angka kelulusan yang kukejar dari kalian,
Namun keteguhan mental dan kejujuran dalam jawaban.
Sebab kertas ujian ini hanyalah sebuah permulaan,
Dari perjalanan panjang menuju cita-cita masa depan.

Wahai anak-anakku, tunas bangsa yang kucinta,
Kibarkan sayapmu, lampaui batas kemampuanmu dengan bangga.
Doa guru-gurumu menyertai setiap goresan pensil di lembar jawaban,
Menghantar kalian terbang tinggi menuju impian.

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan