
Hai Sampai Kapanpun
Hai, ku sapa awan yang berada di bawah telapak kaki
Hai,senyumku merekah di sepanjang ruas jalan
Hai, mataku beradu pandang di spion
helaian rambut menyembul kurapikan
Jari-jemari mengatup, bibir sulam-menyulam senyum
Mata berbinar-binar, wewangian bercampur bintang
Itu sebelas tahun lalu
Hai, mata terlalu berat beradu pandang di spion
helaian rambut putih menyembul kurapikan
ku sapa awan yang berada di bawah telapak kaki
Senyum menurun tetap merekah lemah di sepanjang ruas jalan
Kini tahun kesebelas, “Hai!”
Bekasi 3 Oktober 2026






