
Jika Kelak Namaku Sunyi
Aku adalah perempuan yang memulai hari
dengan menyulam matahari pada papan-papan sunyi
Kubuka jendela pagi bagi pikiran yang belum selesai,
menyalakan pelita di kepala anak-anak negeri
Di tanganku, ilmu bukanlah sekadar kata yang diwariskan,
melainkan bara kecil yang kujaga
agar tak pernah bisa dipadamkan zaman
Aku tak hanya menjadi guru,
Aku pun seorang murid
yang belajar membaca langit dari mata-mata yang jernih
yang belajar mengeja sabar dari pertanyaan yang berulang
yang belajar menjadi sungai yang tak lelah mengalir
meski tak pernah tahu di mana airku bermuara
Dari mereka, kusadari: mendidik adalah cara lain
untuk membiarkan hidup mendidik kehidupan
Setiap detikku adalah tasbih tanpa suara
Ada doa yang melangitkan nama-nama mereka
Ada harap yang kuselipkan di antara tanda baca dan aksara
Semoga mereka tumbuh tanpa kehilangan nurani
Menjadi manusia yang teguh tanpa meninggi
Menjadi cahaya yang tak silau oleh kuasa
Menjadi jawaban bagi negeri yang masih mencari arah pulangnya
Sebab aku tak sedang mengisi kepala semata
Aku sedang menitipkan masa depan kepada jiwa-jiwa
Barangkali tak seorang pun menghitung
Berapa banyak napas yang menjelma pengabdian
Berapa banyak lelah yang kusamarkan menjadi ketenangan
Berapa banyak cemas yang kubungkus dalam senyuman
Namun, biarlah …
Aku tak hendak menagih tepuk tangan
Dari benih yang kutanam dengan kedua tangan dan tetesan peluh
Bukankah akar pun setia bekerja di bawah tanah
tanpa meminta pohon menyebut namanya?
Kelak, ketika kapur telah menjadi debu
ketika suaraku luruh bersama senja di penghujung waktu
ketika ruang kelas sunyi dan hanya menyimpan gema langkah-langkah lama
Aku tak meminta namaku dipahat pada batu mana pun
Jika ada yang tersisa, biarlah ia berupa pemahaman
Jika ada yang abadi, biarlah ia berupa kebaikan
Cukuplah suatu hari nanti seseorang menyalakan cahaya
dengan ilmu yang dahulu kutitipkan dalam dadanya
Sebab, selama menjadi guru
Aku telah menyerahkan sebagian usiaku
kepada masa depan yang mungkin tak sempat kusaksikan
Aku telah mengubah helaan napas menjadi pengabdian
Mengubah kesunyian menjadi kesetiaan
Mengubah ilmu menjadi jalan bagi kehidupan
dan jika kelak namaku benar-benar menjadi sunyi,
Biarlah manfaatku tetap bersuara
Di dalam diri mereka
Di dalam denyut negeri ini
Di dalam kebaikan yang terus menemukan jalannya






