Ketika Kami Berbeda

Fajar, Rendi, dan Ilham adalah tiga sahabat yang memiliki sifat berbeda.

Fajar pendiam dan suka membaca. Rendi senang olahraga. Sementara Ilham gemar menggambar.

Ketika sekolah mengadakan lomba antarkelas, mereka harus bekerja sama membuat sebuah poster.

Awalnya mereka sering berselisih.

“Posternya harus bertema olahraga!” kata Rendi.
“Tidak. Lebih bagus kalau ada unsur literasi,” jawab Fajar.

Ilham hanya menggeleng. “Kalau begitu, aku tidak tahu harus menggambar apa.”

Mereka hampir menyerah.

Kemudian Fajar mendapatkan sebuah ide.

“Bagaimana kalau kita gabungkan semuanya? Olahraga, membaca, dan gambar.”

Akhirnya mereka bekerja sama. Rendi mencari informasi tentang olahraga, Fajar menyusun tulisan, dan Ilham membuat ilustrasi.

Poster mereka ternyata mendapat penghargaan dalam lomba.

Ketiganya tersenyum bangga.

“Kita ternyata nggak harus sama untuk bisa bekerja sama,” kata Ilham.

Fajar mengangguk. “Justru karena kita berbeda, hasilnya jadi lebih lengkap.”

Sejak saat itu, mereka tidak lagi melihat perbedaan sebagai masalah.

Mereka memahami bahwa persahabatan bukan tentang mencari orang yang sama dengan kita, tetapi tentang belajar menghargai perbedaan.

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan